SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBERI KADO PADA KELUARGA CINTYA


__ADS_3

Cafe Mantan.


Setelah pulang Kuliah Bayu dan teman - temannya ke Cafe untuk melanjutkan lagi pekerjaan yang tertunda.Mei Lien juga ikut bersama mereka.


Bayu meminta bantuan ke pak KH. Syukron untuk meminta 1 orang mengajarkan anak buahnya mengaji saat Bayu selesai mengikuti pengajian kitab Al Hikam. Pak KH. Syukron membantunya,ia sangat senang sekali kepada Bayu,umur masih muda bisa membimbing para preman untuk bertobat.


"Assalam mua'laikum..." ucap Bayu saat akan masuk di pintu gerbang yang di jaga 2 preman.


"Wa'alaikum salam bos..." ucap 2 preman serempak.


Awalnya parkiran depan di isi pengunjung warung depan,kini tak lagi parkir di situ,karena para anak buah Bayu melarangnya.


"Ayo kang masuk ke dalam..." ucap Bayu pada 2 anak buahnya yang berdiri di depan pintu masuk.


"Siap bos..." ucap mereka serempak.


"Bos.... Tadi ada orang...Ngakunya dari pondok pesatren Darul Rahman.." ucap preman di sevelah kiri Bayu.


Bayu berjalan ke dalam Cafe sambil memegang tas plastik berisi buku IQRA'.


"Bos...Sini biar saya bawa itu plastiknya.." ucap preman di samping kanan Bayu.


"Mana orangnya itu kang?" ucap Bayu.


Bayu memberikan tas platik tersebut.


" Ada di mushalla boss....


"Di dalam plastik ini apa bos?" ucap preman yang membawa tas plastik.


"Ooo... Begitu...


"Itu bekal untuk di dunia dan di akhirat kang,tolong panggilkan orang itu,dan yang lainnya untuk berkumpul di sini." ucap Bayu.


"Siap boss.." ucap ucap mereka serempak.


Bayu mengumpulkan semua anak buahnya yang ada di Cafe.


Satu persatu berdatangan menuju bangunan utama.Kemudian duduk di lantai.


Meja dan kursi sudah di pinggirkan,hanya ada 1 meja dan 4 kursi masih terpasang.


Plastik yang berisi buku IQRA di letakkan di atas meja.


Semuanya berkumpul,jumlahnya lebih banyak.


Bayu menghitung semua orang yang hadir.


"Kok bertambah ya...Itu kan orang yang mengaku pergi ke gereja." ucap Bayu dalam hati begitu selesai menghitung.


Seorang bapak - bapak datang memakai baju koko,celana panjang dan memakai songkok hitam.


"Assalam mua'alaikum..." ucap orang itu.


"Wa'alaikum salam warah matullah.."ucap Bayu sambil berdiri.


Bayu bersalam tak lupa cium tangan,tapi orang itu menarik tangannya,ia tak ingin Bayu mencium tangannya.Sebab ilmunya hanya sedikit di banding Bayu dari informasi pak KH. Syukron.


Kemudian mereka duduk.


Nampak anak buah Bayu memggunakan pakaian koko pemberian dari Bayu,ada juga pemberian dari Malik,karena pakaian yang di berikan Bayu itu kurang. Sedangkan wanita memakai hijab. Saat mereka yang tak ada saat Bayu membantai para Laskar itu,kemudian mereka melihat video rekaman. Mereka memutuskan untuk hijrah sepenuhnya.Tidak lagi mabok - mabokkan,berhubungan badan tanpa ikatan pernikahan dan narkoba. Sedangkan para pengawal bersenjata lengkap berjaga di dalam pagar,agar tak menarik perhatian dari orang luar.


Sementara teman - teman Bayu membantu Daniel memasang kamera CCTV.


"Oh iya,kita belum berkenalan pak ustadz...Saya Muhammad Bayu samudera...Panggil saja Bayu." ucap Bayu.


"Nama saya Ahmad Fikri pak Kyai...Panggil saja pak Fikri" ucap orang itu


"Juancook... Aku loh bukan Kyai..."ucap Bayu dalam hati.


"Assalam mua'alaikum warah matullahi wabarakatuh..." ucap Bayu memulai acaranya.


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuuh.." ucap semua orang yang hadir.


" Alhamdulillah wasyukurillah...


"La haula wala kuwata illa billah..


"Terima kasih pak ustadz Fikri datang kemari di pondok sederhana kami.


"Dan terima kasih juga kepada teman - temanku semua telah hadir di majlis ini.


"Saya mengundang pak ustadz kemari,untuk mengajarkan teman - teman saya yang tampan dan cantik - cantik ini untuk belajar agama islam...


"Tolong bimbing mereka,karena saya tak bisa setiap hari datang kemari,


"Oh iya...Apakah kalian sudah shalat..."ucap Bayu.


"Sudah pak kyai..." ucap mereka serempak.Ada pula yang memanggil bos.


"Jancok....


Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha... Mereka tertawa.


"Ya sudah kalau bagitu...


"Pak ustadz silahkan untuk mengajari mereka,di plastik itu ada buku IQRA'..


"Saya undur diri dulu mau shalat...." ucap Bayu.


"Baik pak Kyai..." ucap ustadz Fikri.


"Assalam mu'alaikum warah matullahi wabarakatuh.." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam warah matullahi wabarakatuh..." ucap mereka serempak.


Bayu kemudian berjalan jongkok lalu berdiri ketika sudah di luar lalu berjalan biasa menuju tempat wudhu.


Selesai Shalat,Bayu melihat lahan masih kosong. Kemudian Bayu memiliki ide untuk membangun tempat tinggal untuk teman temannya yang belajar ngaji. Sebab teman - teman tidur di lantai di bangunan utama,hanya wanita yang tidur di dalam ruangan.


Bayu mendatangi teman - temannya yang mengulur kabel CCTV.


"Kalian sudah shalat?" ucap Bayu pada Bimo dan Lukman.


"Sudah Bay...." ucap mereka serempak.


Lalu Bayu menoleh ke arah Mei Lien yang duduk santai di kursi bawah pohon.


"Kang Paijo sama Daniel ke mana?" ucap Bayu.


"Ada di sana Bay.." ucap Lukman sambil menunjuk.


"Kalian sudah makan.." ucap Bayu.


"Belum Bay..." ucap Bimo.


"Aku dah pesan KFC Bay..." ucap Mei Lien.


"Ooo... Begitu...


"Mana kabel yang mau di pasang" ucap Bayu.


"Awakmu lungguh wae Yu..." ucap Lukman.(Dirimu duduk saja Yu..)


"Emmohhh... " ucap Bayu.


"Pijatin aku Bay..." ucap Mei Lien.


"Aseemmm....Yo wes...


Bayu berjalan lalu berdiri di belakang Mei Lien. Kemdian memijat pundaknya Mei Lien.


"Aku punya rencana membangun kamar untuk teman - teman di sini.." ucap Bayu sambil memijat.


"Ide yang bagus...Mau berapa tingkat bagunannya Bay.." ucap Mei Lien.


"Hem....4 tingkat lah..Nanti bangunan itu terpisah dengan Cafe ini agar pengunjung tidak terganggu..." ucap Bayu.


"Kamu masih ada uang gak Bay?" ucap Mei Lien.


"Masih ada bi...Cuman aku gak tahu sisa berapa,nanti kalau kurang aku jual itu emas batangannya.." ucap Bayu.


"Emas batangan jangan kamu jual Bay... Itu tiap tahun selalu naik harganya... Nanti aku minta ayahku untuk mendanai pembangunan bangunan itu.." ucap Mei Lien.


"Aku gak mau merepotkan kakek..." ucap Bayu.


Bayu melihat ke arah para preman dan pak ustadz Fikri.


Nampak pak ustadz Fikri sedang mengajarkan cara berwudhu lebih dulu.


"Kamu adalah bagian keluarga Han,sudah kewajiban kita untuk membantu.

__ADS_1


"Coba kamu lihat di berita di tivi,apakah ada berita tentang pembunuhan itu?" ucap Mei Lien.


"Aku belum ada nonton tivi bi..." ucap ucap Bayu.


"Kakek berusaha meredam berita itu agar tidak membuat heboh di jakarta,sebab jika berita itu muncul,maka seluruh orang akan tahu sampai ke polosok desa. Para wartawan pasti akan terus mengejar kita..." ucap Mei Lien.


Kejadian kemarin mengakibatkan 15 orang tewas di TKP,12 orang meninggal di rumah sakit,8 orang cacat permanen karena kehilangan tangannya.5 orang luka kena sayatan,8 orang di tangkap,1 orang masih koma karena di hajar oleh Bayu. 3 orang sebagai dalang keributan itu tertangkap oleh polisi begitu tahu ciri - cirinya.


"Ooo...Begitu.. Iya juga seh...Jika sampai aku muncul di tivi,pasti semua orang akan tahu kalau aku ini adalah keluarga Han.." ucap Bayu.


"Nah itu tahu...


"Bangunan itu serahkan pada ayahku..Kamu fokus kuliah sama Cafeini dan pijatin aku.." ucap Mei Lien.


"Injih bulek..." ucap Bayu.


Bayu memperhatikan Bimo dan Lukman memasang kabel CCTV sambil memijati pundak Mei Lien.


Tak lama kemudian muncul Hinata dan Melisa masih memakai seragam sekolah.Di belakang mereka nampak 2 orang meletakkan nasi kotak dan minuman di dekat para preman yang .


"Lah...Kalian kok ke sini...Bukannya pulang kerumah?" ucap Bayu.


"Pengen ke sini aja kak Bayu... Ya kan kak Ayu.." ucap Melisa.


"Hai..." ucap Hinata.


"Owalah....Kalian sudah makan?" ucap Bayu.


"Belum..." ucap Melisa.


Daniel dan Paijo mendatangi Bayu.


"Tunggu sejam lagi,jika kalian tak tahan,di dapur ada Nugget..


Bayu menoleh ke Daniel.


"Niel...Yang di sana jangan dipasang kamera CCTV ya.." ucap Bayu sambil menunjuk halaman belakang.


"Kenapa di sana gak di pasang Bay?" ucap Daniel.


"Aku rencananya mau bangun rumah bertingkat di situ.." ucap Bayu.


"Ooo... Begitu... Oke deh.." ucap Daniel.


Nampak pak ustadz Fikri berjalan di ikuti para preman.


Pak ustadz Fikri mempraktekkan cara wudhu yang benar. Agar sah saat shalat. Para preman memperhatikan secara seksama.


Setelah itu mereka mempraktekkannya.


Setelah semua selesai praktek,Bayu mendatangi pak ustadz Fikri.


"Permisi pak ustadz.." ucap Bayu.


"Dalem pak Kyai..." ucap ustadz Fikri.


"Istirahat dulu sebentar,sepertinya mereka belum makan,setelah makan baru di lanjut lagi.." ucap Bayu.


"Baiklah...." ucap pak ustadz Fikri.


"Man teman... Ayo kita makan dulu,habis itu kalian lanjut lagi.." ucap Bayu.


"Iya pak Kyai..." ucap mereka serempak.


"Diampuut..." ucap Bayu dalam hati.


Kemudian Bayu berjalan ke tempat Mei Lien.


"Ayoo kita makan dulu..." ucao Bayu.


"Ayoo..." ucap mereka serempak.


Mereka kemudian makan bersama - sama di bangunan utama.


---***---


Esok harinya


Di kampus.


Jam istirahat


Cintya hanya bisa melihat Bayu dari jauh bersama teman - temanya.


Bayu melihat Sulis sedang membalas pesan.


"Kalau lagi makan,di taruh dulu hapenya Lis.."


Sulis melihat Bayu lalu meletakkan hapenya di meja,kemudian makan.


"Pinter.... Habis makan baru pegang hapenya.." ucap Bayu.


Nampak Sulis buru - buru makannya,setelah itu minum kemudian memegang hapenya.Lalu mengetik pesan sambil senyum.


Mei Lien yang duduk di sebelah Sulis melihat layar hape Sulis.


Nampak di layar Sulis sedang BBMan ke Ahmad memanggil sayang.


"Cieeee.... Romantisnya..." ucap Mei Lien.


Sulis langsung menutup menutup layarnya karena ketahuan sedang chatting dengan Ahmad.


"Smsaan sama siapa dia mbak?" ucap Daniel kepo.


"Mau tahu aja urusan cewek...Ya gak Lis.." ucap Mei Lien.


"I..Iyaa..." ucap Sulis .


"Selamet...Kirain Mei Lien memberi tahu...Gak tahunya enggak." ucap Sulis dalam hati.


Bayu meminum air mineral dalam botol yang ia bawa sendiri setelah selesai makan.


"Gimana kabarnya kang Ahmad Lis..?" ucap Bayu.


"Kabarnya baik mas.." ucap Sulis.


"Syukurlah..." ucap Bayu.


***


Toko pancing.


Bayu dan yang lainnya mampir ke toko pancing setelah jam pulang kuliah sebelum ke Cafe.


Nampak seorang wanita muda menghampiri Bayu. Ia memperhatikan wajah Bayu.


"Mbak..Reel yang bagus itu apa ya.." ucap Bayu pada penjual.


"Shimano Oppa...


Penjual mengambil reel Shimano Stella 4000 di etalasenya lalu menaruh di depan Bayu.


"Ini Oppa...Reel ini di jamin bagus..." ucap penjual.


"Maaf mbak... Aku iki wong jowo..Uduk wong Korea" ucap Bayu.


"Maaf...Maaf Mas... Saya tidak tahu.." ucap penjual.


Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...Ha....Teman - teman Bayu tertawa,begitu juga pengunjung lainnya.


"Berapa harganya?" ucap Bayu.


"Hanya 15 juta 200ribu saja mas.." ucap penjual.


"Juancok....Larang tenan..Yang murah murah mana mbak?" ucap Bayu.


Penjual mengeluarkan reel Bossna predator


"Yang ini berapa?" ucap Bayu.


"Hanya 2 juta 600 ribu mas.." ucap penjual.


"Beli saja Bay.... Aku yang bayarin,jangan yang murahan nanti cepat rusak..." ucap Mei Lien.


Bayu melihat ke Mei Lien.


"Betul yang di katakan Mei itu Bay..." ucap Paijo.


"Yo wess..." ucap Bayu.


Teman - teman Bayu ikut membeli peralatan pancing.

__ADS_1


Setelah itu penjual mentotal belanjaan mereka.


"Semuanya 34.468.500 mas..." ucap penjual.


"Biyuuuh... Akeh tenan sekaline...


Mei Lien memberikan kartu ATMnya kepada penjual.


"Loh... Aku bawa uang loh Bi..." ucap Bayu saat melihat Mei Lien menyerahkan kartunya.


"Gakpapa Bay... Simpan aja uangmu untuk keperluan di Cafe.." ucap Mei Lien santai.


---***---


Hari sabtu.


Pukul 19.40.


Bayu meluncur bersama para pengawalnya naik mobil setelah dari pondok pesantren. Bayu mandi di dalam pondok pesantren. lalu shalat magrib berjamaah,Bayu di tunjuk pak KH. Syukron menjadi imam.


Nampak sebuah mobil pajero hitam berhenti di depan rumah bertingkat 2.


"Maju deoan sana saja pak.." ucap Bayu pada supirnya.


"Siap bos.." ucap supir lalu memajukan mobilnya.Kemudian berhenti.


"Kalian tunggu di sini saja..Jangan ada yang ikut.." ucap Bayu.


"Tapi bos..." ucap salah satu pengawal.


"Aku gakpapa,kalian awasi saja dari jauh.." ucap Bayu.


"Siap bos..." ucap pengawal itu lagi.


Bayu turun dari mobil memakai baju koko warna biru muda,celana panjang,songkok dan sandal jepit swallow.


Kemudian Bayu berjalan ke rumah Cintya yang jaraknya 30 meter.



Setelah sampai di pagar rumah,Bayu mencari tombol bel pintu.


Nampak security menghampiri Bayu. Lalu memberikan uang 10rb pada Bayu.


"Maaf pak ini buat apa?" ucap Bayu heran.


"Lu datang ke sini mau minta sumbangan kan?" ucap Security.


"Bukan... Saya ke sini karena di undang oleh pak Arif.. Kalau tidak percaya silahkan bapak tanyakan langsung ke beliau.." ucap Bayu sambil mengembalikan uang surity tadi.


"Ooo...Bagitu,itu duit buat lu aje.. Nama lu siape?" ucap security.


"Saya Bayu pak.." ucap Bayu.


"Bentar ye...Gue masuk ke dalam dulu." ucap security.


"Iya pak..." ucap Bayu.


Security berjalan meninggalkan Bayu masuk ke dalam rumah.


Tak lama kemudian,muncul 3 orang bersama security. Salah satunya Bayu mengenali orang itu,orang itu adalah Cintya.


Security membuka membuka gembok pagar,lalu membuka pintu.


Seorang pria dewasa menghampiri Bayu yang tak lain adalah ayahnya Cintya


"Sungguh tampan sekali orangnya..Pantesan Cintya meminta bantuanku.." ucap pak Arif dalam hati ketika melihat langsung wajah Bayu.


"Assalam mua'alaikum pak.." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam warah matullah..


Bayu menyodorkan tangan untuk bersalaman. Pak Arif menyambutnya,Bayu mencium tangan pak Arif.Lalu melepaskan jabatan tangannya.


Setelah itu Bayu menangkupkan tangan ke ibunya Cintya dan Cintya.


"Mari masuk mas Bayu.." ucap pak Arif.


"Injih pak..." ucap Bayu.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.


Setelah sampai di ruang tamu.


"Monggo pinarak mas ..." ucap pak Arif.


"Injih pak..." ucap Bayu.


Mereka kemudian duduk di kursi sofa.


Nampak di meja telah tersedia buah - buahan,kue kering dan minuman dalam kemasan.


Istri pak Arif pertama kali melihat Bayu nampak terpesona.Ia selalu melihat ke arah Bayu.


Bayu melihat ke arah pak Arif saja.


"Oh iya..Kenalin ini istri saya.. Namanya bu Fitri,ibunya Cintya.." ucap pak Arif.


"Iya pak...Maaf.. Saya kesini tidak membawa apa - apa.. Hanya do'a saja yang saya berikan.. Semoga keluarga bapak tetap langgeng dan harmonis dan di lindungi oleh Allah SWT.." ucap Bayu.


"Amiin...." ucap mereka serempak.


"Terima kasih telah datang ke rumah bapak yang reyot ini..


"Silahkan di nikmati apa yang ada...Maaf hanya ini saja " ucap pak Arif.


"Iya pak...


Bayu mengambil teh kotak lalu meminumnya.


"Jelek apanya pak...Bagus gini kok di bilang reyot...Malah rumah saya yang paling jelek dari pada rumah bapak.." ucap Bayu.


"Hem...Maaf mas..Bayu.. Bapak mau bertanya.." ucap pak Arif.


"Bertanya tentang apa pak?" ucap Bayu.


"Tentang nak Bayu,mengapa nak Bayu masuk agama islam.." ucap pak Arif.


"Ooo...Itu..Saya dari kecil telah di didik oleh ibu saya pak,dan saya juga pernah mondok di pesantren." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu... Jadi mas Bayu ini sudah islam sejak lahir.." ucap pak Arif.


"Benar sekali pak..." ucap Bayu.


"Di pondok pesantren mas Bayu belajar apa saja..?" ucap pak Arif.


"Belajar ilmu agama,hapalan Al Qur'an,Hadits,Fiqih dan lain - lain pak.." ucap Bayu.


"Mas Bayu hapal berapa Juz..?" ucap pak Arif.


"Sedikit saja pak..Hanya 30 Juz.." ucap Bayu.


"Heeeh....!!!?? Mereka terkejut.


"Se.. Serius mas ?" ucap pak Arif tak percaya.


"Saya serius pak..." ucap Bayu.


"Bisakah mas Bayu membacakan surah Ar Rahman untuk kami sebagai kado ulang tahun pernikahanku.." ucap bu Fitri.


"Bisa bu...


"Bismilahir rahmaan nirrahim...


"Ar rahmaaaaaaan.....


Bayu melantunkan surah Ar Rahman dengan berirama.


Nampak pak Arif,bu Fitri dan Cintya mendengarkan lantunan ayat - ayat suci Al Qur'an.


Mereka menghayati setiap kalimat yang di ucapkan Bayu.


Tak terasa air mata mengalir di pipinya.


Nampak 2 orang menghampiri mereka karena mendengar suara Bayu.Lalu duduk di samping Cintya. 1 seorang wanita berumur 15 tahun dan seorang pria berusia 24 tahun.


Mereka mendengarkan Bayu melantunkan surah Ar Rahman yang begitu merdu ikut menangis karena menghayatinya.


"Tabarakasmu rabbika zil - Jalali wal - ikram...


" Shadaqallahul adzim..." ucap Bayu mengakhiri bacaan surah Ar Rahman.

__ADS_1


__ADS_2