
Nampak sebuah pesawat Helikopter mendarat di helipad. Tak lama kemudian,baling - baling pesawat itu perlahan melambat. Pintu pesawat terbuka.
Bayu turun dari pesawat lalu di susul Xiang.
Xiang duduk di kursi roda yang di turunkan oleh pengawal dari Helikopter ,lalu Bayu mendorongnya. Karena Xiang baru sembuh dari sakit akibat kelelahan,Xiang tak boleh banyak bergerak.
Bayu lega akhirnya Aisyah pulang kerumah,dan ia juga sedih tak bisa bersama lagi.
Sesampai di ruang keluarga,Xiang berdiri lalu duduk di kursi Sofa.
Bayu duduk di samping Xiang. Besok pagi Bayu akan kembali aktif di markas Militer.
"*Sayang...Aku punya satu permintaan padamu" ucap Bayu.
" Permintaan apa sayang? Apakah sayang ingin uang atau gadis perawan lagi?" ucap Xiang.
"* Bukan itu..."
" * Jika sayang mau bercinta denganku..."
"* Kita harus menikah dulu.."
"* Jika tidak mau menikah...Aku tidak akan berhubungan badan,baik itu ke sayang maupun wanita lainnya..."
" * Aku mau hanya dengan istriku saja berhubungan badan.." ucap Bayu.
" Tapi aku belum lulus sayang"
" Tungguu..."
" Apakah wanita itu yang memberi saran kepadamu?" ucap Xiang.
" *Aisyah?"
Xiang menganggukkan kepala.
" * Bukan..." ucap Bayu.
" Kalau bukan dia,lalu siapa?" ucap Xiang.
" * Ibuku...." ucap Bayu.
" Ibu sayang...." ucap Xiang
Bayu menganggukkan kepala
" * Jika kita menikah...Aku tidak akan bercinta kepada wanita lain selain kamu sayang.." ucap Bayu.
" Sayang tinggal di desa bersama ibu kan.." ucap Xiang.
"* Iya.." ucap Bayu.
" Mungkin ibu sayang tidak ingin ayah sayang mencintai gadis lain...Jadi "
" Ibu sayang menikah dengan ayah sayang.."
" Setelah itu Ibu sayang membiarkan ayah sayang bercinta dengan gadis lain,asal tidak menikah dengan gadis lain.. " ucap Xiang..
" * Yang benar sayang..?" ucap Bayu tak percaya.
" Iya..."
" Seperti kita ini...Aku memperbolehkan sayang menikmati tubuh wanita lain..Tapi.."
" Sayang jangan sampai jatuh cinta.."
" Apakah sayang benar - benar mencintaiku?" ucap Xiang.
"* Iya ....Aku sangat mencintaimu.." ucap Bayu.
" Apakah sayang ingin hartaku?" ucap Xiang.
" *Tidak...Aku tidak ingin..."
" * Sayang lihat sendiri,Kartu kredit yang sayang berikan saja jarang aku pakai.." ucap Bayu.
" Lalu kenapa sayang ingin mengajakku menikah?" ucap Xiang.
"* Jika kita tidak menikah,maka kita selalu melakukan dosa besar.." ucap Bayu.
" Dosa besar?" apa itu dosa besar.." ucap Xiang.
" Sesuatu yang di benci oleh Allah..Dan masuk neraka.." ucap Bayu.
" Allah itu siapa?" ucap Xiang.
" * Aku tidak tahu sayang..." ucap Bayu.
" Itu hanya cerita dongeng sayang..."
" Jadi..Sayang tidak perlu percaya dengan cerita itu.." ucap Xiang.
"* Benarkah yang sayang katakan itu?" ucap Bayu.
" Itu benar...Sayang aja tidak tahu siapa tadi namanya sayang" ucap Xiang.
" Allah..." ucap Bayu.
" Jika sayang tahu di mana dia baru bisa di percaya..Jadi sayang tidak perlu memikirkan ucapan ibu sayang..." ucap Bayu.
Nampak Bayu bingung dengan ucapan Xiang dengan ibunya. Di satu sisi ia percaya dengan ucapan Xiang,di satu sisi ia ingin melakukan apa yang di suruh ibunya.
" PELAYAAAAAAN...." teriak Xiang.
Tak lama kemudian muncul 3 orang pelayan.
" Bawakan aku cemilan dan minuman..." ucap Xiang.
" Baik nona..." ucap ke tiga pelayan lalu pergi.
" Sayang..." ucap Xiang.
Bayu menoleh ke Xiang.
" *Iya ada apa?" ucap Bayu.
" Aku ingin sayang berjanji padaku.." ucap Xiang.
" * Janji apa sayang?" ucap Bayu.
" Sayang tidak akan menikah dengan wanita lain selain aku.." ucap Xiang.
" Jancook..."
" Jika aku berjanji...Lantas Aisyah bagaimana?"
" Pasti dia mengharapakanku.."
" Belum lagi aku telah punya 2 istri..." ucap Bayu dalam hati.
" Kenapa sayang diam"
" Apakah sayang maubmemiliki banyak istri?" ucap Xiang.
" *Ti..Ti..Tidak sayang...Maaf aku hanya berpikir.."
" * Jika aku hanya memiliki satu istri...Apakaha sayang mampu menghadapiku(Bercinta)" ucap Bayu.
" Sayang tenang saja,aku akan menyediakan wanita sebagai penggantiku di saat aku tidak mampu menghadapi sayang.." ucap Xiang.
" * Oh iya...Katanya sayang sebentar lagi ujian.." ucap Bayu mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Jangan mengalihkan pembicaraan sayang.." ucap Xiang.
" Jancook...Dia tahu.." ucap Bayu dalam hati.
" Apakah sayang mau berjanji padaku?" ucap Xiang.
" Jika aku bilang sekarang...Bagaimana ya.." ucap Bayu dalam hati. Ia ingin mengatakan bahwa dirinya punya keluarga,dan ingatannya telah pulih.
" Kenapa sayang diam saja...?"
" Apakah sayang mencintai wanita lain dan tidak mencintaiku?" ucap Xiang.
" * Aku Cinta kamu sayang..." ucap Bayu.
" Kalau sayang cinta denganku...Aku ingin sayang berjanji padaku...Janji sebagai prajurit,karena sayang adalah prajurit militer.." ucap Xiang.
Pelayan datang membawa cemilan dan minuman lalu meletakkan di meja lalu pergi.
" Aku akan menurutinya saja...Siapa tahu lambat laun Xiang mau aku menikah lagi..Dan menerima kedua istriku yang ada di indonesia" ucap Bayu dalam hati
"* Baiklah...Aku janji padamu sayang..Aku akan menikah denganmu saja.." ucap Bayu.
" Sayang juga harus berjanji hanya cinta kepadaku.." ucap Xiang.
" * Aku berjanji hanya cinta padamu.." ucap Bayu.
" Sayang harus janji...Janji menuruti semua ucapanku.." ucap Xiang.
" * Kenapa aku harus mengatakan itu..?" ucap Bayu.
" Karena kamu adalah milikku..Aku tidak ingin wanita lain memilikimu.." ucap Xiang.
"* Baiklah...Aku janji akan menuruti ucapan sayang.." ucap Bayu.
" Akhirnya...Dia menjadi milikku" ucap Xiang dalam hati merasa senang.
Xiang mengambil cemilan di atas meja,lalu membuka bungkusnya. Setekah itu memakannya. Mukutnya masih merasakan tidak enak,tapi berhubung cemilan itu asin,masih ada rasa di lidahnya.
Bayu mengambil cemilan tersebut laku memakannya.
" Semoga saja Xiang mau berubah...Lalu aku bisa menikah dengan Aisyah,dan kembali ke Indonesia.." ucap Bayu dalam hati.
" 4 gadis yang sayang nikmati itu masih di sini,mereka ada di kamar.."
" Aku ingin sayang membawanya kemari.." ucap Xiang.
" *Untuk apa?" ucap Bayu.
" Panggil saja sayang...Kan sayang sudah janji padaku" ucap Xiang.
"* Baiklah..." ucap Bayu berdiri lalu berjalan sambil makan cemilan.
" Suruh dia mandi dahulu" ucap Xiang.
"* Oke..." ucap Bayu sambil jalan.
" Jangan lama - lama" ucap Xiang.
30 menit kemudian.
Bayu muncul bersama 4 gadis .
__ADS_1
Nampak rambut ke 4 gadis itu basah,sebab mereka tak semoat mengeringkan rambutnya.
Bayu duduk di samping Xiang. Wajah dan rambut depan Bayu,karena ia tadi wudhu lalu shalat sambil menunggu 4 gadis itu selesai mandi.
" Kamu kesni..."
Xiang menunjuk salah satu 4 gadis.
Gadis yang di tunjuk oleh Xiang maju.
" Sayang...Buka celanamu.." ucap Xiang.
" * Kok aku buka celana?" ucap Bayu.
" Sayang lupa?" ucap Xiang.
Bayu melepas celananya. Nampak rudal Bayu terlihat besar,meskipun lemas.
"* Sayang mau aku bercinta dengan gadis ini?" ucap Bayu.
" Iya..." ucap Xiang.
" Asemm.." ucap Bayu.
" Kamu pegang rudal pacarku,lalu masukkan dalam mulutmu.."
Gadis itu menuruti perintah Xiang. Gadis itu mendekati Bayu lalu memegang Rudal Bayu dan memasukkan dalam mulutnya.
" Gerakkan kepalamu naik turun.." ucap Xiang.
Gadis itu menurut.
Bayu menikmati rudalnya dalam mulut gadis itu sambil memainkan jarinya di lubang gadis itu.
Perlahan rudalnya berdiri dan mengeras seperti batu.
" Cukup...Masukkan dalam lubangmu.." ucap Xiang.
Gadis itu menurut,ia memasukkan rudal Bayu dalam lubangnya.
Blessshh....
Bayu merasakan sensasi hangat saat rudalnya masuk di lubang gadis itu.
Tanpa di suruh oleh Xiang,gadis itu menggerakkan pinggulnya.
Xiang hanya diam menyaksikan Bayu bercinta dengan gadis tersebut.Sebenarnya ia ingin ikutan. Tapi badannya belum fit.
Xiang mengambil buah apel,lalu memakannya.
Datang pelayan wanita membawa nampan berisi gelas air putih dan obat untuk Xiang.
Xiang meminum obat itu.
Pelayan itu melirik ke arah rudal Bayu,ia tertegun saat melihatnya.
Setekah Xiang minum obat,ia memerhatikan pelayanya lalu melihat ke Bayu yang sedang bercinta. Kemudian melihat ke arah pelayannya.
" Ambil obatnya...Aku sudah selesai..." ucap Xiang.
" Eh...!! Pelayan itu terkejut lalu memgambil nampan dan berjalan meninggalkan ruang keluarga.
" Pasti dia lihat rudal Jiang dan ingin ikutan.." ucap Xiang dalam hati.
Xiang berdiri.
" Setubuhi mereka semua sayang...Aku mau istirahat.." ucap Xiang lalu berjalan ke kamarnya.
" Iya sayang.." ucap Bayu.
Bayu melepas kaosnya,lalu menyusu sambil memegang pinggul pinggul gadis itu dan menggerakkan maju mundur.
Gadis itu mengeluarkan suaranya. Ia baru saja keluar,tapi Bayu terus menggerakkan pinggulnya,tak memberi jeda istirahat.
Tak sampai 5 menit gadis itu keluar lagi.
Ketiga gadis yang berdiri menunggu antrian melihat temannya sedang bercinta dengan majikannya,nampak terangsang.
----***---
Jakarta.
Pesawat terbang yang di tumpangi Aisayh telah tiba di Bandara.
Aisyah berjalan keluar,lalu menghidupkan ponselnya. Kartu yang di pakai merupakan kartu provider indonesia yang Bayu beli saat di Bali dan telah terisi pulsa meskioun hanya sedikit.
Di belakang Aisyah ada seorang pria yanv merupakan mata - mata Xiang,dia di tugaskan untuk mengawasi Xiang.
Setelah Aisyah mengambil tas kopernya,ia berjalan di loket pemeriksaan.
Petugas memperhatikan wajah dan paspor yang di pegang.
Lalu petugas itu bertanya ke Aisyah memakai bahasa china.
Aisyah bingung,sebab ia tak bisa bahasa china.
Seorang pria memakai baju serba hitam mendekati petugas lalu memperlihatkan kartu ke petugas.
" Biarkan wanita ini pergi.." ucap pria itu pelan.
Petugas itu mengembalikan dokumen ke Aisyah.
Aisyah menyimpan domumennya di tas kecil,lalu berjalan tak lupa mengambil tasnya yang telah di pindai oleh petugas.
Aisyah berjalan ke arah petugas yang berdiri.
" Permisi..Maaf ..Letak Toilet ada di mana?" ucap Aisyah. Ia ingin menelpon sesuai arahan Bayu.
" Di sana nona.." ucap petugas sambil menunjuk arah.
" Terima kasih..." ucap Aisyah lalu berjalan ke arah toilet.
Sesampai di dalam toilet Aisyah mengeluarkan poselnya.
Aisyah menekan nomor pemberian Bayu . Ia masih ingat nomor pemberian Bayu yang tadi malam di berikan padanya .
Tuuuut...Tuuuut...Tuuuut...
" Halloo.." suara Hana.
" Assalam mua'alaikum ini sa.." ucap Aisyah namun di potong oleh Hana.
" Jangan banyak bicara...Setelah keluar dari bandara..Masuk dalam mobil taksi bandara warna biru.Plat kendaraannya B 2235 BBK."
" Ingat..B 2235 BBK.." suara Hana.
" Baik..." ucap Aisyah.
Panggilan terputus.
Aisyah memasukkan ponselnya,lalu berjalan keluar.
Di saat Aisyah keluar dari pintu bandara.Ia segera mencari mobil taxi yang di maksud oleh suara wanita yang ia dengar.
6 orang bapak - bapak menghampiri Aisyah menawarkan jasanya.
Aisyah tak menanggapi bapak - bapak itu.
" B 2235..." gumam Aisyah mencari plat kendaraan taksi warna biru.
Aisyah melihat plat B 2235 BBK. Lalu melihat ke dalam mobil. Ada seorang pria duduk di kursi kemudi.
Took...Tok...Tokk... Aisyah mengetuk pintu kaca.
Pria itu menoleh ke arah Aisyah. Lalu keluar dari mobil,tak lupa membuka bagasi belakang.Pria itu menghampiri Aisyah.
" Aisyah..." ucap pria pelan. Untuk memastikan apakah benar itu Aisyah.
" Iya.." ucap Aisyah.
Pria itu membuka pintu mobil.
" Silahkan masuk...Tas kopernya biar saya yang meletakkan dalam bagasi." ucap pria itu.
Aisyah masuk dalam mobil,pria itu menutup pintu lalu meletakkan tas koper Aisyah di bagasi belakang,tak lupa menutup rapat.
Pria itu berjalan ke pintu kemudi,lalu masuk. Ia mulai menghidupkan mesin mobil dan berjalan meninggalkan bandara.
Mata - mata Xiang yang melihat Aisyah naik mobil segera menghampiri mobil taksi untuk membuntuti mobil taksi yang di naiki Aisyah.
Pria yang membawa Aisyah adalah pengawal keluarga Han,yang di tugaskan untuk menjemput Aisyah di bandara. Pengawal itu menekan tombol di dekatnya. Seketika at mobil taksi itu berganti dengan plat kendaraan aslinya,sebab plat yang di pasang itu adalah plat palsu. Agar orang yang mengejar Aisyah tidak dapat mengenali mobil taksi itu.
Mata - mata yang mengikuti Aisyah pergi kebingungan. Sebab tidak melihat plat kendaraan yang di tumpangi Aisyah. Di deoannya banyak mobil taksi warna biru yang sedang lewat.
" Sial....Aku kehilangan jejak..."
" Tunggu dulu..."
" Apakah dia pergi ke kantor perwakilan negaranya" ucap pria itu dalam hati.
" Pak...Apakah anda tahu kantor kedutaan Malaysa ?" ucap pria itu. Dia bisa bahasa indonesia.
" Tahu pak.." ucap supir.
" Antar saya ke sana.." ucap pria itu.
" Baik..." ucap supir.
****
Di dalam mobil taksi yang di tumpangi Aisyah.
" Kita nak pergi kemane?" ucap Aisyah.
" Menemui ibunya Bayu...Nona tenang saja..Saya tidak akan berbuat jahat pada nona " ucap pengawal sambil mengemudi.
" Apakah letaknya jauh sangat?" ucap Aisyah.
" Lumayan..."
Pengawal mengambil tas plastik berisi kue dan minuman.
" Ini...Ambillah..Buat mengganjal perut.." ucap pengawal.
" Tak..Saye tak ingin makan dari orang asing..." ucap Aisyah.
" Tenanglah nona..Ini makanan dan minuman tak ada obat bius atau semacamnya.. Perhatikan saja bungkus makanan itu sebelum di buka.." ucap pengawal.
Aisyah menerima tas plastik tersebut lalu membukanya. Ia memperhatikan bungkus kue tersebut. Tak ada yang mencurigakan. Lantas Aisyah membuka dan memakan biskuit itu,karena dirinya juga sedang lapar.
Aisyah menyenderkan kepalanya di kaca mobil sambil memasukkan biskuit ke dalam mulutnya. Dirinya tak percaya atas kejadian yang menimpa dirinya. Sebulan lebih ia bersama Bayu,namun yang di rasakan Aisyah hanya sehari saja. Ia mengingat - ingat kembali,di saat dirinya pertama kali bertsmu dengan Bayu.
Nampak Aisyah senyum - senyum sendiri ketika teringat Bayu datang kerumahnya dan mengobrol dengannya. Ayahnya hanya diam saja. Seakan - akan tak ada ayahnya.
__ADS_1
Hingga dirinya di perkossa oleh Bayu.
Dirinya sangat membenci Bayu saat Bayu memperkosa dirinya.Ia berusaha membuang jauh - jauh rasa nikmat yang menjalar di tubuhnya. Namun tubuhnya tak bisa di bohongin,tubuhnya menyukai perlakuan Bayu . Hingga Aisyah hanyut dalam permainan Bayu.
Setelah Bayu merenggut kesuciannya,ia bingung harus berbuat apa,mau kembali ke Malaysa tidsk mungkin.Karena ia tak membawa uang. Hingga ia memutuskan untuk menikmati perzinahan itu. Perlahan rasa cinta yang dulu di buang perlahan muncul kembali. Aisayh sangat mencintai Bayu. Dan ia sangat menikmati Bayu mengobok - obok lubangnya.
Tak terasa lubangnya basah,akibat ia mengingat kejadian tersebut.
" Bayu...Saya akan menantimu..Karena kamu cinta pertamaku dan orang yang pertama mengambil kesucianku.." ucap Aisyah pelan.
Setelah menempuh perjalananan jauh. Akhirnya Aisyah tiba di suatu perkampungan.
" Kenape kita di sini?" ucap Aisyah.
" Sebentar lagi sampai nona..." ucap pengawal.
Dan benar saja,mobil yang di tumpangi Aisyah berhenti.
Tiiin.... Suara klakson. Pengawal sengaja menekan klakson untuk memberi tahu bahwa Aisyah sudah datang.
Pintu rumah terbuka. Nampak wanita berjilbab dan memakai cadar berjalan ke arah mobil taksi.
" Itu adalah ibunya Bayu..Keluarlah.." ucap pengawal.
Aisyah membuka pintu lalu keluar dari mobil di ikuti pengawal.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Aisyah.
Pengawal membuka bagasi belakang lalu mengeluarkan tas milik Aisyah dan berjalan ke rumah Hana.
" Wa'alaikum salam..." ucap Hana.
Aisyah menyodorkan tangannya ke Hana.
Hana memeluk Aisyah.
" Maaf...Ibu tak bisa ke sana menjemputmu.." ucap Hana lalu melepaskan pelukannya.
" Iya bu...Maafkan saye yang telah merepotkan ibu.." ucap Aisyah.
" Mari masuk " ucap Hana.
Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.
Ketika sampai di dalam rumah,Aisyah terkejut melihat istri Bayu duduk di kursi sambil menggendong seorang Bayi.
" Silahkan duduk.."
Aisyah kemudian duduk.
" Ibu ambilkan air minum dulu.." ucap Hana,lalu pergi ke dapur.
" Berapa lama kamu tinggal bersama suamiku?" ucap Diana sambil melihat Bintang yang sedang menyusu.
" Sebulan lebih.." ucap Aisyah.
" Apakah sebelumnya kamu pernah ngen*** dengan pria lain?" ucap Diana.
" Apa hal ngen*** itu? Saya tak paham.." ucap Aisyah.
" Berhubungan badan.." ucap Diana.
" Tidak...Saya masih gadis. Bayu telah mengambil kehormatanku secara paksa.."
" Dan Bayu adalah pria yang pertama menyetubuhi saye.." ucap Aisyah.
Diana melihat ke arah Aisyah.
Hana datang membawa teh hangat,lalu di letakkan di meja,lalu duduk.
" Coba kamu cerita..Mengapa kamu sampai bisa ada di china.." ucap Diana.
Aisyah menceritakan kejadian menimpa dirinya hingga bertemu dengan Bayu di China.
" Begitulah kisahnye.. Saye tak mengarang kisah ni..Apa yang saye cakap adalah kebenaran. " ucap Aisyah.
" Apakah nak Aisyah ingat nomor telpon rumah atau handphone di Malaysa?" ucap Hana.
" Ingat bu.." ucap Aisyah.
Hana mengeluarkan ponselnya.
" Berapa nomornya?"
Aisyah menyebut nomor ponsel keluarganya.
" Ini nomornya siapa?" ucap Hana.
" Ibu saye...Namanya Khadijah.." ucap Aisyah.
" Ibu akan menelpon..."
Hana memberi tahu ke Aisyah,tentang kenapa dia bisa sampai di indonesia,dan lama menghilang.
" Apa kamu paham?" ucap Hana.
" Iya bu..Saye paham" ucap Aisyah.
Tuuuut....Tuuuut...Tuuut...
Tuuut....Tuuut...
" Helloo..." Suara wanita (seperti Emak - emak)
" Assalam mu'alaikum..." ucap Hana.
" Wa'alaikum salam...Maaf ini siape..." suara wanita.
" Saya Viana...Apa benar ini nomor ibu Khadijah.." ucap Hana.
" Iye benar.. Bagaimane kamu tahu nomor saye.." suara Khadijah.
" Maaf ibu...Saya menemukan seorang gadis.."
" Dia mengaku tersesat. Lalu saya tampung di rumah saya...Dia mengaku bernama Aisyah.." ucap Hana.
" Appeeee...Di mana putri sayeee..Lekas katakan..Apakah dia baik - baik saje?" suara Khadijah.
" Ada...Aisyah baik - baik saja bu..Sebentar.." ucap Hana lalu memberikan ponselnya ke Aisyah.
Aisyah pun mengobrol dengan ibunya setelah sebulan lebih tak memberi kabar.
1 jam lebih Aisyah mengobrol di telpon,sebab tak hanya ibunya saja dia berbicara,ada ayahnya dan juga kakaknya. Mereka sangat mencemaskan Aisyah,sampai melaporkan itu kepada kepolisian.
" Bu...bapa saye nak ingin cakap dengan ibu.." ucap Aisyah sambil menyodorkan ponsel milik Hana ke Hana.
Hana menerima.
" Ya Hallo.." ucap Hana.
" Ini saya Ihsan bapanye Aisyah..." suara pak Ihsan.
" Iya..Saye Viana.." ucap Hana.
" Terima kasih telah menolong putri saye...Saye senang sangat.."
" Saye pikir..Aisyah telah tiada..Hiks...Hiks..." suara pak Ihsan.
" Bapak tak perlu risau atau cemas..Outri bapak aman di rumah saya.."
" Insya Allah..Kami akan mengantar putri anda ke sana. Akan tetapi,saya tidak bisa ikut mengantarnya.." ucap Hana.
" Baiklah...Kami saje yang kesana..Kami sangat ingin berjumpa dengan Aisyah.." suara pak Ihsan.
" Itu tidak perlu...Mungkin 4 hari Aisyah akan kembali ke Malaysa.." ucap Hana.
" Kenapa tak sekarang saje.." suara pak Ihsan.
" Maaf...Di sini peraturannya sangat ketat. Jadi tidak bisa langsung ke Malaysa."
" Saya mohon kepada bapak untuk bersabar dan tenang. Putri anda di sini aman dan baik - baik saja.." ucap Hana.
" Baiklah...Kami akan tunggu.." suara pak Ihsan.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Hana.
" Wa'alaikum salam warah matullah.." suara pak Ihsan.
Hana mematikan panggilannya.
Diana berdiri lalu berjalan ke arah kamarnya.
" Dia adalah Diana..Istri ke tiga Bayu."
" Oh iya..Nama ibu Hana..Hana Oktaviana" ucap Hana.
" Saye Nur Aisyah Azzahra bu..." ucap Aisyah.
" Jika bertemu dengan orang tuamu,jangan bilang bahwa kamu ada di rumah Bayu ya nak.." ucap Hana.
" Iya bu..Kenapa saye tak boleh bercakap pasal tu?" ucap Aisyah.
" Jika kamu memberitahu,Pertama..Kamu tak jadi nikah dengan Bayu,kedua..Nama Bayu menjadi jelek. Apakah kamu ingin tak menikah dengan Bayu?" ucap Hana.
" Saye sangat ingin berkahwin dengan Bayu.." ucap Aisyah.
" Apakah kamu behijab?" ucap Hana.
" Dulu iya,lepas tu tak berhijab lagi." ucap Aisyah.
" Kenapa?" ucap Hana.
Aisyah menceritakan apa yang terjadi padanya.
" Begitulah bu...Saye malu.." ucap Aisyah.
" Ambil air wudhu,lalu shalatlah..Minta ampunan kepada Allah.."
" Dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.." ucap Hana.
" Apakah Allah akan mengampuni dosa saye bu..?" ucap Aisyah.
" Allah akan mengampuni hambanya yang benar - benar bertobat,dosa sebesar gunung pun bisa di hapus oleh Allah,asalkan tidak mengulangi kembali. Ibu akan merasa senang mendapat menantu yang rajin shalatnya ,dan pandai mengaji.."
" Terutama Bayu...Jika ingatan Bayu telah pulih,dia akan merasa senang,bahwa kamu bertobat dan kembali ke jalan yang benar.Shalat ya sayang."ucap Hana.
" Baiklah bu...Saya akan shalat.." ucap Aisyah.
" Anak pintar.." ucap Hana.
" Ternyata dia baik dan ramah..."
" Tapi..Kenapa mereka bisa sampai ke Bali lalu menginap di hotel berbintang,sedangkan rumah ini biasa saje.." ucap Aisyah dalam hati heran dan penasaran.
__ADS_1