
Malam hari.
Bayu berjalan bersama Aisyah ke.kamar tempat mereka menginap,mereka baru saja selesai makan malam di sebuah Rastoran.
Bayu memasukkan kunci kamar,lalu masuk di ikuti Aisyah.
Bayu kaget melihat Ada beberpa orang di dalam kamarnya. Mereka adalah Zhang Yong Han,Jien Lie Han, Kakashi dan Hana.
" Jangan takut,kami adalah keluargamu Bayu.." ucap kakek Zhang.
Bayu mengunci pintu kamar.Lalu menghampiri keluarganya.
Tiba - tiba ponselnya berdering. Bayu berhenti lalu melihat ke layar. Nampak kode panggilan itu dari negara China. Bayu menerima panggilan tersebut.
" Haloo...." ucap Bayu.
" Sayang ini aku..."
Bayu mendengar suara Xiang.
"Sayang jangan sebut namaku bila bertemu orang indonesia. Jika ada yang bertanya,jawab saja Qinglin Yan Shang.Jika tidak. Wanita yang bersama sayang akan aku buang" suara Xiang.
" * Iya sayang.." ucap Bayu.
" Janji..." suara Xiang.
"* Iya...Aku janji.." ucap Bayu.
" Sayang harus ingat apa saja yang aku katakan sebelum sayang berangkat. " suara Xiang.
" *Iya sayang.." ucap Bayu.
" I Love you..." suara Xiang.
" Love you to.." ucap Bayu.
Panggilan terputus.
" Kenapa tidak boleh memberi tahu nama dia ke orang lain ya.." ucap Bayu dalam hati penasaran.
Kakek Zhang maju lalu memeluk Bayu,setelah itu melepaskannya.
" Kalian siapa aku?" ucap Bayu.
Kakek Zhang memgenalkan dirinya,begitu juga yang lainnya.
" Kalau kakek boleh tahu,siapa nama pacarmu itu?" ucap kakek Zhang penasaran dengan nama pacar Bayu yang ada di China.
" Qinglin Yan Shang..." ucap Bayu. Ia tak ingin Aisyah kenapa - kenapa. Terpaksa ia menuruti ucapan Xiang kekasihnya. Sebab ia juga mencintai Xiang.
" Bukan dia..." ucap Jien Lie Han pelan.
" Apakah kalian mempunyai kunci kamar ini?" ucap Bayu.
" Tentu...Kamar kakek ada di sebelah kamarmu nomor 214,di sana ada istrimu dan juga anakmu.."ucap kakek Zhang.
Took...Took...Tokk...
" Jiang...." suara pemandu wisata.
" Sial...".." ucap Kakek Zhang.
" Kakek lewat mana? Temanku mau datang" ucap Bayu.
" Kita lewat balkon Bayu.." ucap kakek Zhang lalu berjalan ke balkon di ikuti Kakashi,Hana,Jien Lie.
" * Iya...Sebentar.." ucap Bayu nyaring.
Setelah mereka keluar.
" Buka pakaianmu lalu masuk dalam selimut.." ucap Bayu.
Aisyah membuka pakaiannya lalu masuk dalam selimut. Kemudian menyalakan tivi.
Setelah itu Bayu membuka pintu kamarnya.
Ceklek..Kriiieet..
Wanita itu masuk ke dalam kamar,lalu melihat sekitar.
" * Ada apa?" ucap Bayu.
" Tidak apa - apa" ucap wanita itu. Lalu melihat Aisyah di dalam selimut serta pakaian Aisyah di lantai.
"* Kenapa kamu masuk dalam kamarku?" ucap Bayu.
" Aku hanya memeriksa saja,apakah kamarmu sangat nyaman atau tidak.." ucap wanita itu.
Bayu memegang leher wanita itu.
"* Kamu memata mataiku?" ucap Bayu menatap tajam.
Wanita itu berusaha melepaskan dirinya,ia menendang dan memukul Bayu.
Bayu tak merasakan ada rasa sakit saat wanita itu memukuli dirinya.
" * Aku bisa saja membunuhmu sekarang bila aku mau,jika kamu lancang atau memata mataiku...Aku akan membunuhmu.." ucap Bayu lalu melepaskan cengkramannya.
Wanita itu terduduk. Sambil terbatuk batuk karena tadi dia susah bernafas.
Uhhuk....Uhuuuk...Uhuuuk..
" *Katakan padaku...Mengapa kamu langsung masuk kamarku? " ucap Bayu.
" Tidak apa - apa" ucap wanita lalu segera bangkit.
Bayu mengunci pintu kamar.
" Buka pintunya.." ucap wanita itu.
" *Aku tidak suka privasiku terganggu...Kamu lancang masuk dalam kamarku..Lalu ingin pergi seenaknya.."
Bayu berjalan mendekati wanita itu.
Wanita itu berjalan mundur.Tak mungkin ia bisa menghadapi Bayu,sebab ia tadi telah memukul dan menendang Bayu. Tapi Bayu tetap kokoh berdiri.
" * Katakan padaku...Apakah kamu di suruh seseorang?" ucap Bayu.
Wanita itu segera lari ke arah pintu,namun Bayu segera menangkap tangan wanita itu.Kemudian menaruh tangannya di belakang punggung serta menahan tangan satunya agar tidak bisa bergerak.
" Lepasin aku.." ucap wanita itu.
" * Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja.."
" * Jika mau pergi dari sini,lepaskan semua pakaianmu..." ucap Bayu.
" Aku tidak mau..." ucap wanita itu sambil berusaha melepaskan diri.
Bayu memukul perut wanita itu dengan telapak tangannya.
Buuugghhh...
Buuugghhh...
Buugghhh...
Buuuggghh...
Wanita itu merasakan sakit saat di pukul Bayu,padahal Bayu tak memukul kuat.
" * Jika kamu menguping dan masuk tanpa izinku...Aku akan memukulmu lebih keras lagi....Bahkan bila perlu..Aku akan membunuhmu.." ucap Bayu lalu melepaskan pegangan tanganya.
Wanita itu memegang perutnya yang sakit.
" Maaf...Aku tidak akan mengulangi kembali.." ucap wanita itu.
Bayu membuka kunci pintu lalu menarik tuas pintu.
" * Keluar dari kamarku,dan jangan lagi masuk tanpa izinku.." ucap Bayu.
Wanita itu berjalan keluar sambil memegang perutnya.
Kemudian mengunci pintu,lalu berjalan ke arah Aisyah.
" Aisyah...Saya nak pergi ke bilik sebelah..Mau berjumpa istriku..." ucap Bayu.
" Iya...Tapi jangan lama - lama.Saya takut sendirian di sini." ucap Aisyah.
" Mungkin 1 jam saya ada di sana,kunci saja kamar pintu ini,dan juga pintu balkon.Jangan tidur dulu." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke pintu menuju kamar 214.
Setelah tiba di depan pintu 214. Bayu melihat sekitar. Apakah ada teman - temannya apa tidak. Setelah di rasa aman. Bayu mengetuk pintu kamar.
Took...Took...Tokk...
Seseorang melihat dari lubang pintu,lalu membuka pintu tersebut.
Ternyata yang membuka Kakashi.
Bayu segera masuk. Kakashi menutup pintu.
Bayu melihat Diana dan yang lainnya. Serta melihat wanita berjilbab yang belum ia kenal dan beberapa wanita yang belum ia kenal.
Seorang wanita cantik yang tak lain adalah Melisa. Melisa berjalan ke arah Bayu.
" Kak Bayu..." ucap Melisa.
Melisa memeluk Bayu.
" Kamu siapa?"
" Apakah kamu kekasihku?" ucap Bayu.
Melisa melepas pelukannya. Ayu berjalan keraha Bayu bersama Diana.
" Aku Melisa...Adikmu..." ucap Melisa.
" Ayu mana?" ucap Bayu.
Ayu memeluk Bayu serta Diana. Mereka menangis karena telah lama tidak bertemu dengan Bayu.
" Ayu yang mana?" ucap Bayu bingung.
Ayu melepas pelukannya.
" Aku Ayu shujin..." ucap Ayu.
Bayu menatap Ayu.Diana melepas pelukannya.
" Cantik - cantik istriku.." ucap Bayu dalam hati.
" Di mana anakku....?" ucap Bayu.
Ayu tak menjawab,ia memegang tangan Bayu lalu menariknya. Bayu mengikutibtarikan tangan Ayu.
Nampak 2 Bayi tertidur di atas kasur.
" Ini dia Shujin..." ucap Ayu.
Bayu mendekati 2 bayi tersebut. Lalu menatap satu persatu.
" Siapa namanya..?" ucap Bayu.
Diana dan Ayu mendekat. Lalu menggendong anaknya.
" Muhammad Imam Samudra Han.." ucap Ayu.
" Ini bernama Bintang Samudra Han..." ucap Diana.
" Nama yang bagus...Seperti namaku.." ucap Bayu.
" Memang dia anakmu Bayu..." ucap Kakek Zhang.
" Oh iya...Maaf lupa..." ucap Bayu lalu menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Kumat penyakitnya.." ucap Melisa.
" Aku ingin shujin menggendong Imam.." ucap Diana.
" Maaf...Aku takut...Kalau menggendongmu aku tidak takut.." ucap Bayu.
__ADS_1
" Di coba sayang..." ucap Diana
" Baiklah.." ucap Bayu.
Ayu menyerahkan Imam ke Bayu dengan hati - hati. Begitu Bayu menggendong dengan benar,ia melepaskannya
" Wajahnya mirip aku ya..." ucap Bayu.
" Memang dia anak kak Bayu..." ucap Melisa.
" Oh iya...Dia anakku..."
Bayu melihat ke arah kakek Zhang.
" Apakah sudah di temukan,siapa pembunuh Putri..?ucap Bayu.
" Belum Bayu..." ucap kakek Zhang.
" Apakah aku punya musuh?" ucap Bayu.
" Dulu ada,dan mereka di tahan di penjara..." ucap kakek Zhang.
" Coba kakek cek mereka semua..Apakah mereka ada yang bebas atau masih di penjara.. Jika bebas...Cek tempat tinggal mereka,kegiatannya apa saja. Kemungkinan mereka balas dendam padaku karena masuk dalam penjara " ucap Bayu.
" Nanti kakek akan cek mereka..." ucap Kakek Zhang.
Bayu menyerahkan Imam ke Ayu.
" Aku ingin menggendong Bintang.." ucap Bayu.
Diana memberikan Bintang ke Bayu.
" Cantik...Sepertinya ibunya..." ucap Bayu.
" Coba sayang buka matanya.." ucap Diana.
" Kenapa dengan matanya..?" ucap Bayu.
" Buka saja sayang..." ucap Diana.
Bayu membuka mata Bintang yang terpejam.
Bayu melihat normal saja,tiba - tiba berubah menjadi merah semua.
" Ehh....." Bayu terkejut hampir saja ia melepaskan Bintang dari gendongannya.
" Kenapa merah begini?"
" Apakah dia benar - benar anakku?" ucap Bayu.
" Mata sayang warna apa saat sayang lemas tak kuat berdiri di desa terpencil.?" ucap Hana.
" Hitam...Merah... Sama..."
" Warna - warni..."
"Ehh...!!!"
" Jadi...."
" Bintang anakku..?"
" Kok bisa matanya seperti punyaku?" ucap Bayu.
Diana memegang kedua pipi Bayu lalu mencubitnya pelan.
" Tentu saja sama sayang...Kan dia anakmu..." ucap Diana gemas.
" Jadi..."
Diana melepas cubitannya.
" Kalau aku punya anak,akan seperti ini?" ucap Bayu.
" Iya...." ucap semua orang di salam kamar itu serempak.
Bayu teringat akan para istrinya memperebutkan hartanya.
" Tunggu..."
" Apakah kalian memperebutkan hartaku?" ucap Bayu.
" Tidak" ucap Ayu dan Diana serempak.
" Jika kamu miskinpun,aku tetap menikah denganmu sayang...Karena aku mencintaimu...Bukan hartamu.." ucap Diana.
" Maaf...Karena kematian Putri aku memiliki 2 versi. Pertama musuhku,kedua kedua kalian..Maka dari itu aku bertanya langsung.." ucap Bayu.
" Aku mencintai shujin,meskipun shujin bukan orang kaya..." ucap Ayu.
" Apakah sayang tinggal bersama Aisyah..?" ucap Diana.
" Iya...Dia tinggal bersamaku.."
Bayu melihat jam. Sudah 1 jam lebih dia berada di kamar itu.
" Aku harus kembali.." ucap Bayu.
Bayu menyerahkan Bintang ke Diana.
" Kenapa sayang buru - buru pergi?" ucap Hana.
Bayu berjalan kepintu lalu menghentikan langkahnya kemudian melihat ke arah Hana.
" Maaf ibu...Aku sudah janji hanya 1 jam saja...Aisyah ketakutan bila aku tinggal terlalu lama.."ucap Bayu lalu berjalan lagi.
Melisa menahan Bayu dengan memegang tangan Bayu.
" Kak...Kita masih kangen..." ucap Melisa.
" Maaf...Aku sudah janji..."
" Janji seorang prajurit pantang di langgar.." ucap Bayu.
" Mel ikut ya kak..?" ucap Melisa.
" Jangan....Nanti teman - temanku datang ke kamar . Lalu melihat adik bagaimana?" ucap Bayu.
" Nanti kamu jatuh.." ucap Bayu. Sebab Bayu tahu ia berada di lantai 8.
" Tenang kak...Aku bisa lewat.." ucap Melisa.
" Ya sudah...Aku masuk dulu,baru kamu" ucap Bayu.
" Iya kak.." ucap Melisa.
Kakashi membuka pintu lalu mengecek keadaan luar.
Nampak 2 orang rekan Bayu berjalan.
" Tunggu..." ucap Kakashi.
Setelah 2 rekan Bayu masuk ke dalam kamar.Kakashi mempersilahkan Bayu keluar.
Bayu berjalan ke arah kamarnya,lalu mengetuk pintu setelah sampai.
Took...Took...Toook...
" Aisyah...." ucap Bayu lalu menempelkan teliganya di pintu.
" Iya..." suara Aisyah.
Ceklek kriiieet.. Pintu terbuka lalu Bayu masuk.
" Kenapa lama sekali..." ucap Aisyah. Hanya memakai selimut tempat tidur.
Bayu menutup pintu.
" Maaf... Tadi saya asik memgobrol dengan keluargaku..." ucap Bayu.
" Saya sangat takut...Hendak tidur pun tak bisa..." ucap Aisyah.
Took...Took...Took...
Bayubmelihat ke arah lubang pintu. Nampak Melisa berdiri,lalu Bayu membuka pintu.
Melisa masuk,Bayu menutup pintu kamar.
" Dia siapa kak..?" ucap Melisa.
" Dia Aisyah..."
" Aisyah...Ini Melisa ...Dia bilang dia adikku.." ucap Bayu.
Melisa menyodorkan tangan,Aisyah menyambut,tangan satunya memegang selimut agar tidak melorot,sebab ia tak memakai pakaian.
" Melisa..." ucap Melisa.
" Aisyah..." ucap Aisyah.
Melisa melapas jabatan tangannya.
Aisyah berjalan ke tempat tidur. Bayu mengunci pintu.
Melisa berjalan lalu melihat pakaian di lantai,ia memungutnya lalu meletakkan kembali. Kemudian melihat ke arah Aisyah dengan tatapan curiga.
Bayu berjalan ke arah Melisa.
" Kamu ingin bicara apa adikku.." ucap Bayu.
" Mel masih kangen sama kak Bayu.."
" Sudah lama tidak bertemu.." ucap Melisa.
Bayu naik ke tempat tidur.
Aisyah yang sudah tidak tahan ingin bercinta segera saja melepaskan celana Bayu,ia tak oeduli ada wanita lain,meskipun wanita itu adiknya Bayu.
Bayu yang melihat Aisyah melepaskan celananya ikut membantu,setelah lepas ia berebah.
Melisa yang melihat hal itu terkejut.
" Apa yang kalian lakukan..?" ucap Melisa.
" Berzina dik..." ucap Bayu dengan entengnya.
Setelah rudal Bayu tegak berdiri,Aisyah melepas selimut yang melilit di tubuhnya. Nampak tubuh polos tanpa sehelai benang.
Aisyah mengangkang lalu memegang rudal Bayu,lalu menempel ujung rudal itu ke lubangnya. Setelah pas,Aisyah menekannya.
Blesssh.....
Aisyah menggerakkan pinggulnya naik turun sambil mengeluarkan suaranya menikmati rudal Bayu menggesek - gesek dinding lubangnya.
" Besar dan panjang..." ucap Melisa dalam hati melihat rudal Bayu.
Melisa yang melihat secara live adegan bercinta Bayu bersama wanita yang baru ia tahu nama wanita itu diam seperti patung.
Setelah Aisyah 3 kali keluar,Bayu mengganti posisinya,ia menindih tubuh Aisyah lalu memasukkan rudalnya.
Tanpa sadar ia memasukkan tangan kanan ke dalam roknya,lalu memegang lubangnya.
Aisyah melihat adiknya Bayu seperti orang yang lagi ***** memberi tahu ke Bayu.
" Coba...Aah...Lihat adikmu..Aaah...Oouuh. " ucap Aisyah.
Bayu melihat ke arah Melisa sambil menggenjot Aisyah.
"Adik... Kamu kenapa...?" ucap Bayu.
" Eh...!!
"Tidak apa - apa kak.." ucap Melisa.
Bayu melihat ke arah Aisyah lalu menikmati kedua gunung Aisyah.
Melisa tanpa sadar mendekati Bayu.
" Apakah aku berikan saja kesucianku pada kak Bayu.."
" Mumpung dia lupa ingatan.." ucap Melisa dalam hati.
__ADS_1
Melisa nampak berpikir,lalu ia memutuskan untuk memberikan kesuciannya pada Bayu. Melisa melepaskan pakaiannya satu persatu.
Bayu melisat ke Melisa.
" Kenapa kamu lepas pakaianmu Melisa?" ucap Bayu heran.
" Aku ingin kak Bayu mengambil kesucianku yang dulu aku janjikan ke kak Bayu..." ucap Melisa.
Bayu memghentikan genjotannya.
" Katamu..Kamu adikku..Kenapa melakukan hal itu?" ucap Bayu.
" Aku sudah janji kak...Dan kakak mau melakukannya,tapi kakak keburu pergi.." ucap Melisa.
" Masa seh?" ucap Bayu.
" Kan kakak lupa ingatan..Jadi kakak lupa janji itu.." ucap Melisa.
" Baiklah..." ucap Bayu.
Bayu mencabut rudalnya,lalu menghampiri Melisa.
Jantung Melisa dag dig dug. Ia tak menyangka malam ini akan menyerahkan kesuciannya pada Bayu.
Bayu mencium Melisa. Melisa menyambut ciuman Bayu.
Bayu memainkan tangannya di gunung Melisa.
Melisa mendesis,ia merasakan geli tapi enak.
Lalu Melisa di rebahkan di tempat tidur. Bayu membuka kedua paha Melisa. Kemudian menikmati lubang Melisa yang sudah basah akibat melihat Bayu bercinta.
" Aaah...Kak...Sssh...Hem..." ucap Melisa merasakan seperti tersengat listrik.
Setelah ouas menikmati lubang Melisa,Bayu menempelkan rudalnya di lubang Melisa.
" Ambillah kak...Penuhi janjimu.." ucap Melisa.
Bayu menekan rudalnya masuk ke dalam lobang Melisa.
Melisa merasakan rudal Bayu hendak menerobos segel sucinya.
Bayu terus menekan rudalnya hingga menabrak dinding tipis.
Melisa menahan rasa sakit itu.
Kini rudal Bayu amblas di dalam lubang Melisa.
" Pelan - pelan kak...Sakit..." ucap Melisa.
" Iya dik..." ucap Bayu menuruti ucapan Melisa.
Perlahan Bayu menggerakan rudalnya naik turun.
Melisa masih merasakan perih,sesak di lubangnya,namun di tahan.
Lama kelamaan Melisa tak merasakan rasa perih kini ia merasakan nikmat yang belum pernah ia rasakan. Tak sadar Melisa mengeluarkan suaranya saat Bayu menggerakkan pinggulnya naik turun.
" Terus kak...Oooh...Enak...Aahh.."
" Kak...Aaah...Aaah..Hem...Enak kak" ucap Melisa.
" Iya dik...Punyamu juga enak.." ucap Bayu.
Melisa menarik tangan Bayu,lalu Melisa mencium Bayu. Bayu menyambut ciuman Melisa.
" Aku sudah memenuhi janjiku kak.." ucap Melisa dalam hati. Melisa merasa senang,akhirnya bisa memberikan kesuciannya pada Bayu yang dulu ia ingin berikan ke Bayu,namun Bayu tidak mau.
1 jam kemudian.
Bayu melepas rudalnya,lalu beralih ke Aisyah.
Melisa ngos - ngosan. Ia berulang kali keluar.
Lalu duduk dan melihat lubangnya.
Nampak ada noda darah di lubangnya.
Melisa melihat ke samping.
Nampak Bayu semangat menggenjot. Aisyah mengeluarkan suaranya.
" Ternyata begini rasanya bercinta.." ucap Melisa.
Melisa turun dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi untuk membasuh lubangnya.
Setelah selesai membasuh,Melisa keluar dari kamar mandi berjalan untuk mengambil pakaiannya.
" Mau kemana dik..?" ucap Bayu sambil menggenjot Aisyah.
" Mau kembali kak..." ucap Melisa.
" Aku pikir mau tidur bersamaku..Beaok pagi baru pulang." ucap Bayu.
" Hemmmm"
Nampak Melisa berpikir.
" Ya udah deh...Mel tidur di sini kak..." ucap Melisa.
Bayu merasakan akan keluar,lalu memuntahkan laharnya di dalam lubang Aisyah.
" kak Bayu kuat sekali..." ucap Melisa.
Bayu berebah di samping Aisyah.
Melisa memghampiri Bayu,lalu memegang rudal Bayu.
" Pantas saja aku berulang kali keluar dan penuh sesak... Besar sekali rudalnya." ucap Melisa dalam hati.
" Kamu mau lagi dik?" ucap Bayu.
" Kan kak Bayu baru keluar.."
" Jika cowok baru keluar..Maka akan lemas...Itu yang di katakan teman - temanku kak.." ucap Melisa.
" Jangan percaya jika belum ada bukti..."
" Coba adik masukkan rudalku dalam mulutmu.."
Melisa menuruti ucapan Bayu.
" Jangan sampai kena gigi...Rasanya tidak enak.." ucap Bayu.
Melisa memaju mundurkan kepalanya.
Perlahan rudal Bayu kembali berdiri tegak,dan siap beraksi. Melisa melepaskan rudal Bayu dalam mulutnya.
"Eh...Iya kak...Bangun lagi.." ucap Melisa.
" Kalau sudah bangun tanggung jawab loh.." ucap Bayu.
Melisa menuruti ucapan Bayu.
Mereka kembali bercinta. Melisa kewalahan menghadapi gempuran Bayu.
" Pantas saja istri kak Bayu ada 3..Dia kuat sekali..." ucap Melisa dalam hati menikmati rudal Bayu.
Hingga tak terasa Bayu bermain hingga pukul 3. Setelah itu mereka tidur berpelukan.
Pukul 5. Bayu terbangun karena mendengar suara adzan.
Bayu melihat Melisa memeluk dirinya.
" Eh...!!! Bayu terkejut. Lalu tersadar.
" Oh iya...Dia kan adikku.."
" Tapi...Kenapa dia mau aku kentu ya..."
" Masa seh aku berjanji padanya" ucap Bayu dalam hati.
" Adik...."
Bayu membangunkan Melisa.
" Bangun..." ucap Bayu.
Melisa terbangun dan kaget mendapati dirinya telanjang bersama Bayu dan wanita yang baru di kenalnya. Lalu teringat bahwa tadi malam ia habis bercinta dengan Bayu.
" Tadi malam kita habis bercinta kak?" ucap Melisa.
" Iya...Kan adik yang minta dan aku sudah berjanji.." ucap Bayu.
Melisa Bangun dan segera memakai pakaiannya. Takut ketahuan oleh ibunya Bayu dan juga yang lainnya.Melisa dan Bayu tidak tahu,ada orang yang menguping di balkon. Orang itu tak dapat melihat karena tertutup kain korden,dan juga tak bisa masuk karena di kunci. Orang itu hendak menggedor pintu,namun di urungkan,karena takut pehuni yang lain bangun dan mendengar suara gedoran pintu.
Setelah Melisa pergi,Bayu mengunci pintu kamarnya,lalu berjalan ke kamar mandi untuk mandi.
**
Pukul 9.20.
Bayu bersama rombongannya sedang menikmati tarian tradisional Bali.
Bayu duduk di samping Aisyah.Tak lupa Bayu mengambil foto.
" Saya baru kali ini datang ke Bali.." ucap Aisayah.
" Sama..." ucap Bayu.
Setelah pertunjukan tarian itu selesai,Bayu bersama rombongannya pergi ke tempat penjual souvenir.
Bayu membeli baju,gelang dan aksesoris lainnya.
" Bisa memakai mata uang Yuan?" ucap Bayu pada pemilik toko.
" Bisa...Tunggu sebentar,saya lihat dulu kurs sekarang..." ucap pemilik toko.
Setelah tahu nilai tukar mata uang china. Pemilik toko menghitung jumlah barang yang di beli Bayu.
Bayu mendengar suara Adzan tak jauh dari dirinya berada.
" Aisyah...Saya nak pergi shalat dulu...Kamu pergi bersama teman - temanku.Bila ada yang tanya,jawab saja sedang sujud." ucap Bayu.
" Iya..." ucap Aisyah.
Setelah membayar,Bayu berlari cepat menuju asal suara itu.
Hana yang melihat Bayu berlari dari kejauhan,segera berlari menyusul Bayu.
Setelah sampai di mesjid,Bayu ambil air wudhu,lalu masuk kedalam mesjid.
Selesai Shalat. Hana menghampiri Bayu yang berada di teras mesjid.
" Sayang..." ucap Hana.
Bayu melihat Hana.
" Iya bu..." ucap Bayu.
" Kenapa kamu berbuat itu pada adikmu?" ucap Hana.
" Maksudnya apa bu...?"
Bayu melihat seoramg pria merupakan pemandu wisata rombongannya datang ke arah.
" Kenapa kamu..." ucap Hana terhenti berucapa,karena Bayu juga berkata.
" Jangan bicara padaku,aku pergi dulu..." ucap Bayu lalu meninggalkan Hana.
" Sial....."
Hana melihat ke arah Bayu.
Bayu berjalan bersama seorang pria.
" Kenapa Bayu begitu mudahnya menyetubuhi Melisa...Sedangkan dulu ia tidak mau sama sekali meskipun di paksa oleh Melisa "
" Apakah dia lupa tentang hukum islam? ucap Hana dalam hati. Orang yang menguping di pintu balkon adalah Hana.
Hana berjalan meninggalkan mesjid itu. Peristiwa Bayu bercinta dengan Melisa,Han tutup rapat - rapat. Ia tak mau keluarga besarnya tahu. Dan juga ia belum bertanya langsung ke Melisa.
__ADS_1