SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGAWASI ANAK BUAH.


__ADS_3

Hari demi hari Bayu lalui bersama keluarga dan teman - temannya.


Di saat Bayu sedang ada ujian di tempat kuliahnya, Bayu masih mengajari nenek Fumeko,kakek Naruto dan istrinya. Dengan penuh kesabaran Bayu mengajari mereka,akhirnya mereka dapat hapal bacaan shalat,hanya tahiyat saja yang belum lancar. Bayu fokus mengajarkan mereka shalat lebih dulu. Untuk mengajinya akan di susul ketika sudah bisa shalat dengan lancar.


Sementara,orang yang di telpon oleh dokter. Bertolak menuju Jogjakarta. Orang itu tak sendirian,ia membawa 20 orang untuk mencari keberadaan Sulis dan Ahmad.


***


Rumah Bayu.


Nampak Bayu mengendarai sepeda motor legendanya,memakai celana panjang,kaos partai bergambar kepala kambing di lapis jaket,Helm,masker dan kaca mata anti UV. Di punggungnya terdapat tas.


Bayu mengendarai motornya ke pasar untuk melihat dan mengecek anak buahnya. Sebelum kepasar,Bayu lebih dulu mengecek anak buahnya yang berada di luar pasar.


Bayu berhenti 20 meter dari tempat anak buahnya bekerja.


Nampak seorang pria memberi arahan kepada pengendara mobil.Sedangkan yang lainnya mengatur sepeda motor agar tersusun rapi.


" Heemmm...Samperin gak ya..."


Nampak Bayu berpikir.


" Samperin ajalah..."


Bayu menutup kaca helm dan menyalakan motornya,lalu menghampiri anak buahnya.


Setelah sampai,Bayu turun lalu duduk. Di trotoar. Anak buah Bayu tak mengenali Bayu karena wajah Bayu tertutup kaca helm.


Anton yang merupakan anak buah Bayu,setelah selesai mengatur sepeda motor duduk di dekat Bayu.


" Rokok bang..." ucap Anton menyodorkan rokok ke Bayu.


" Tidak terima kasih..." ucap Bayu mengubah suaranya.


" Lagi cari kerjaan bang?" ucap Anton.


" Iya...Susah cari kerja... Sudah 40 surat lamaran kerja gue kirim,belum juga di panggil." ucap Bayu.


" Sabar bang..." ucap Anton lalu berdiri ketika ada seorang wanita mengambil sepeda motornya.


Priiiit.....( suara peluit.)


Seorang pria teman Anton duduk setelah mengatur mobil. Bayu belum memgenal pria itu.


" Orang baru ya bang..." ucap Bayu masih memggunakan suara lain dari biasanya.


" Kagak...Gue hampir 2 bulan jaga di sini..." ucap pria itu.


Anton kembali ,namun duduk di jok sepeda motor yang terparkir.


" Ah yang benar bang...Bohong dosa loh..." ucap Bayu. Sebab sebulan yang lalu Bayu melihat dari kejauhan saja. Hanya ada Anton dan Kifli.


" Lu itu siapa...Kenal aja kagak..." ucap pria itu.


" Sekarang gue mau tanya,abang ini agamanya apa?" ucap Bayu.


" Gue islam..Emangnya napa?" ucap pria itu.


" Tadi shalat Subuh apa enggak?" ucap Bayu.


" Apa urusan lu..."


" Urus aja urusan lu...Jangan urus orang lain...Apa lu minta di hajar.." ucap pria itu.


Bayu membuka kaca helm,masker,dan kaca mata.


Anton yang melihat wajah pria yang duduk di trotoar terkejut.


" Boooss....!!!??? " ucap Anton terkejut lalu menghampiri temannya.


" Boss...?? Dia siapa bro..? Kok lu manggil si resek ini bos.." ucap pria itu.


" Dia adalah bos besar kita..."


Pria itu sontaak kaget.


" Maafkan teman saya bos,dia belum tahu.." ucap Anton.


Pria itu ketakutan setengah mati,karena tak menyangka pemuda yang mengajak mengobrol tadi adalah bos besarnya.


Bayu menatap ke pria tersebut.


" Jawab pertanyaanku dengan jujur jangan berbohong atau kepalamu aku pecahkan jika kamu berbohong... Tadi subuh kamu shalat apa enggak?" ucap Bayu.


" Ti...Ti..Tidak bos..." ucap pria itu.


" Kang Anton..." ucap Bayu lalu melihat ke arah Anton.


" Iya bos..." ucap Anton.


" Apa sampeyan sudah beritahu persyaratannya masuk sebagai anggota ?" ucap Bayu.


" Su...Sudah bos..." ucap Anton.


" Subuh tadi sampeyan shalat apa enggak..?" ucap Bayu.


" Shalat bos...tapi di rumah,mau ke mesjid sudah telat.." ucap Anton.


Bayu menatap ke arah pria itu lagi.


" Jangan kamu tinggalkan shalat jika sudah masuk sebagai anggotaku...Jika kamu meninggalkan shalat... Aku akan menghajarmu..."


" Kang Anton... Suruh dia shalat jika masih mau bekerja.. Jika tidak...Cari orang lain.." ucap Bayu.


" Siap boss...." ucap Anton.


" Jika kamu berbohong,aku akan menghajarmu..."


Bayu berdiri.


" Ya sudah kalau begitu..Aku pergi dulu.."


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu lalu berjalan ke motornya.


" Wa'alaikum salam bos..." ucap Anton.


" Kenapa lu kagak kasih tahu kalau dia itu bos besar..." ucap pria itu.


" Mana gue tahu..."


" Ancaman bos besar gak maen - maen loh.."


" Gue dah kasih tahu lu...."


" Bos besar akan sangat loyal ke anak buahnya jika anak buahnya nurut..."


" Jika tidak maka akan di hajarnya.." ucap Anton.


" Emang ada yang pernah di hajar bos?" ucap pria itu.


" Ada... Satu kali pukul tak bisa bangun lagi karena kesakitan... Badan besar pun langsung KO,apalagi kita yang badannya pas - passan begini..." ucap Anton.


" Kenapa di hajar?" ucap pria itu.


" Karena sering meninggalkan shalat..."


" Ada yang mencoba berbohong... Tapi yang lain memberi tahu..."


" Bos marah lalu menghajar..."


" Intinya jika mau kerja di sini harus shalat 5 waktu...Gak boleh mabuk - mabukkan dan berjudi..."


" Jika melanggar...Bersiap - siap saja di pukul atau di keluarkan dari anggota jika masih nekat mengulangi..."


" Nanti lu lebih baik shalat,biasanya bos besar akan mengawasi anak buahnya yang tidak mau shalat... " ucap Anton.


" Anjeeeng....Gue aja jarang shalat,masa iya harus shalat..." ucap pria itu dalam hati.


" Lu pilih mau masih kerja di sini apa enggak,kalau enggak ya silahkan gak shalat lalu di pukul oleh bos besar atau mengundurkan diri.."


" Gue sudah bilang dari awal... Penghasilan kita lumayan,bisa buat makan,bayar sewaan dan di tabung..Tapi harus rajin shalat" ucap Anton.


***


Pasar.


Bayu memarkirkan kendaraannya agak jauh dari tempat anak buahnya,sebab mereka hapal plat kendaraan motor Legendanya.


Bayu berjalan ke pos tempat biasa anak buahnya nongkrong. Lalu melihat jam tangannya.


" Bentar lagi Dzuhur..."


Bayu duduk diam mengawasi anak buahnya agak jauh.


Tak lama kemudian terdengar suara adzan.


Sebagian anak buahnya berjalan meninggalkan pos ke mushalla,Bayu mengikuti dari belakang.


Saat shalat di mulai,Bayu mengenakan masih menggunakan masker,pakai tudung jaket dan berdiri di barisan belakang.


Setelah selesai shalat,Bayu segera keluar sambil mengenakan tudung jaketnya agar tidak di ketahui oleh anak buahnya. Di dalam hatinya ia membaca wirid sambil mengawasi anak buahnya.


Nampak anak buah Bayu yang selesai shalat,menggantikan temannya yang belum shalat.


Bayu menghampiri anak buahnya yang berjaga di pos.


" Permisi bang..."


Bayu merubah suaranya.


" Boleh duduk di sini.." ucap Bayu.


" Boleh..." ucap Roni.


Bayu mengeluarkan teh kotak,lalu menusukkan sedotannya.


Ketika akan minum,Bayu membuka sedikit maskernya.Setelah minum,Bayu menutup kembali maskernya.


Roni berdiri ketika ada pengunjung akan memarkirkan motornya,lalu merapikan motor tersebut tak lupa menutup jok motor memakai karton bekas. Setelah itu kembali ke pos.


" Bang..."

__ADS_1


Roni menoleh ke pemuda yang memakai masker.


"Bang Khoiril di mana?" ucap Bayu.


" Lagi shalat... Lu siapanya bang Khoiril?" ucap Roni.


" Temannya bang...Gue ada perlu.." ucap Bayu masih merubah suaranya.


" Tunggu aja,nanti dia ke sini.." ucap Roni.


Bayu diam tak bicara,hingga Khoiril muncul bersama rekannya.


" Bang...Ada yang nyariin tuh..." ucap Roni.


" Siape?" ucap Khoiril.


" Tuh orangnye.." ucap Roni sambil menunjuk ke arah Bayu.


Khoiril menghampiri pemuda memakai jaket,yang wajahnya memakai masker dan kaca mata. Lalu ada teh kotak di sampingnya.


" Seperti bos Bayu...Tapi..."


" Masa seh bos Bayu.." ucap Khoiril dalam hati ragu.


" Lu nyariin gue..." ucap Khoiril.


Bayu menoleh ke arah Khoiril lalu berdiri.


" Assalam mu'alaikum kang.." ucap Bayu memakai suara aslinya sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman.


" Bosss....!!!!" ucap Khoiril mengenal suara Bayu.


Teman - teman Khoiril juga terkejut,pemuda yang memakai jaket adalah Bayu bos besar mereka. Termasuk Roni.


" He eh..." ucap Bayu.


Khoiril menyambut tangan Bayu.


" Wa'alaikum salam bos..." ucap Khoiril.


Bayu menurunkan tudung jaket dan menurunkan maskernya.


" Jancoook... Ternyata bos....Waassuu..." ucap Roni.


" Masa gak kenal sama aku kang..." ucap Bayu.


" Mana bisa ngenali bos jika bos pakai penutup begitu.." ucap Roni.


Bayu bersalaman ke anak buahnya.


" Sengaja..."


" Kalian masih shalat 5 waktu...?" ucap Bayu.


" Masih bos..." ucap anak buah Bayu.


" Bagus..."


" Siapa rekannya Anton itu?" ucap Bayu.


" Sarul bos...Kenapa dia bos..?" ucap Roni.


" Ooo..Namanya Sarul..."


" Tolong awasin dia...Jika gak shalat,kasih tahu...Jika gak shalat lagi...Aku akan memukulnya dan mengeluarkan dia.." ucap Bayu.


" Siap bos..." ucap Khoiril.


" Jika merekrut anggota baru, wajib shalat 5 waktu..."


" Jika tidak mau melakukannya...Keluarkan dari anggota..."


" Aku gak mau punya anggota tidak mau shalat.." ucap Bayu.


" Siap bos.." ucap Khoiril.


" Aku takut nanti di akhirat aku di tanya oleh Allah,mengapa punya anak buah tidak di suruh shalat...Dan membiarkannya.."


Anak buah Bayu diam tak berani berkata.


Bayu menghela nafasnya.


" Ada berapa orang di sini ?" ucap Bayu.


" 16 orang bos..." ucap Khoiril.


Bayu mengeluarkan dompetnya,lalu memberikan uang ke Khoiril.


" Bagi rata ya kang..." ucap Bayu.


" Siap bos...Terima kasih.." ucap Khoiril.


" Sama - sama...Aku pulang dulu...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam" ucap anak buah Bayu serempak.


Bayu berjalan ke sepeda motornya.


Khoiril melihat ke anak buahnya yang baru Seminggu bekerja.


" Jika lu shalat 5 waktu,bos gak segan - segan membagikan rejekinya ke kita,tapi.. Bila lu gak mau shalat.."


" Maka gue atau bos besar yang akan memukul lu,dan mengeluarkan lu dari anggota.." ucap Khoiril.


" Iya bang..." ucap seorang pemuda yang baru seminggu ikut bergabung.


" Tapi jangan berharap bos besar setiap hari ke sini.."


" Bos ke sini tanpa kita duga dan sadari..."


" Bos juga mengawasi kita...Jadi lu jangan macam - macam.." ucap Khoiril.


Khoiril membagikan uang pemberian Bayu secara merata.


***


Rumah Bayu.


Balkon lantai 2.


Bayu berjalan ke arah Balkon menghampiri teman - temannya. Lalu duduk.


" Kang..." ucap Bayu.


" Opo Bay...?" ucap Paijo.


" Besok aku mau ke rumah pakdeku,terus ke Jawa timur..." ucap Bayu.


" Jawa timur..? Gonne sopo Bay?" ucap Paijo.


( Tempatnya siapa).


" Pak kyai Mustafa kang...Terus kita mau ke kediri....Lihat rumahmu.." ucap Bayu.


" Eh ..!!!?? Paijo terkejut.


" Serius Bay...?" ucap Paijo.


" He eh...Aku serius kang...Istriku ngajakin jalan - jalan...Kata mama di sana tempatnya bagus.." ucap Bayu.


" Masih bagusan di Jakarta Bay...Kenapa liburannya malah yang jauh" ucap Paijo.


" Aku penasaran kang...Omahmu tingkat piro?" ucap Bayu.


" Omahku gak tingkat Bay..." ucap Bayu.


" Mosook...Tak delok nang suwargo omahmu tingkat 10 loh kang..." ucap Bayu.( Kulihat di surga rumahmu tingkat 10).


" Jancoook..." ucap Paijo.


" Malah ngomong jancok...Gak di aminke...Piye to.." ucap Bayu.


" Amin...." ucap Paijo.


" Wes kasep kang..Omahmu ilang." ucap Bayu.( sudah telat,rumahmu hilang)


" Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...." Daniel dan Lukman tertawa.


" Kapan sampeyan nang Kediri Bay?" ucap Paijo.


" Hemm....Besok lusa aku ke rumah pakdeku..Terus ke pondok pesantren.. Setelah itu di Kediri kang..." ucap Bayu.


" Coba telpon Rahman...Siapa tahu dia lagi di kediri..." ucap Paijo.


Bayu memgambil hapenya lalu menghubungi Rahman.


Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut....


" Assalam mua'laikum...." suara Rahman.


" Wa'alaikum salam... Sibuk apa enggak kang?" ucap Bayu.


" Sibuk aku Bay... Kalau ngajakin mancing ayo...Kapan mancingnya?" suara Rahman.


" Gak...Aku gak ngajakin mancing... Ini aja aku cancel mancingku.." ucap Bayu.


"Oooo...." suara Rahman.


" Jalan kak..." suara Zahra.


" Sampeyan di mobil kah kang?" ucap Bayu.


" Enggak...Aku sibuk main congkak(dakon) Bay..." suara Rahman.


" Diampuut...Kirain sibuk kerja.."


" Sampeyan lagi di kediri apa Jakarta.?" ucap Bayu.


" Di hatimu..." suara Rahman.


" Juancook....." ucap Bayu.

__ADS_1


" Lagi di Kediri Bay...Ada apa? Mau maen ke sini kah?" suara Rahman.


" Iya...Tadi itu seperti suara zahra...Apa Annisa juga di situ kang?" ucap Bayu.


" Iya Bay...Dia penasaran sama Kediri.."


" Kapan kamu ke sini Bay?" suara Rahman.


" Insya Allah besok lusa kang..."


Bu Hana muncul.


" Sayang..." ucap bu Hana.


Bayu menoleh ke ibunya.


" Iya bu.." ucap Bayu.


" Pijatin pundak ibu...Sakit neh" ucap bu Hana.


" Dah dulu ya kang...Nanti di lanjut lagi..Assalam mu'alaikum..."


Bayu mematikan panggilannya kemudian berdiri.


" Pijatin di mana bu.." ucap Bayu.


" Di kamar ibu aja..." ucap bu Hana.


Bayu dan ibunya berjalan menuju kamar.


Setelah sampai di dalam kamar,bu Hana mengunci pintu kamar,lalu membuka bajunya. Kemudian duduk di kasur.


Bayu duduk di belakang ibunya.


" Pakai ini sayang.." ucap bu Hana memberikan minyak urut.


Bayu menerima lalu mengolesi punggung ibunya dengan minyak urut,kemudian memijati punggung ibunya.


" Nanti ibu mau ikut gak? " ucap Bayu.


" Ikut kemana?" ucap bu Hana.


" Ke kediri bu...?" ucap Bayu.


" Hemm....Ibu gak bisa ikut sayang..."


" Pelan - pelan yang di situ sayang...Sakit..." ucap bu Hana.


" Iya bu... " ucap Bayu.


" Oh iya..."


" Sayang mau bantu ibu gak?" ucap bu Hana.


" Bantu apa bu...?" ucap Bayu.


" Temanin ibu ke kantor cabang..." ucap bu Hana.


" Kapan bu...?" ucap Bayu.


" Seminggu lagi..." ucap bu Hana.


" Insya Allah bu..." ucap Bayu.


" Oh iya...Sayang penasaran gak sama Ayub anaknya Sulis itu?" ucap bu Hana.


" Penasaran gimana bu?" ucap Bayu.


" Kenapa menangis,tapi setelah sayang gendong gak nangis..." ucap bu Hana.


" Enggak bu...Biasa aja..."


Duk.....Duuk....( suara pintu)


Meeeoong....Meeoong...


" Kenapa niss..." ucap Bayu.


Meeeooong....


" Aku lagi mijatin ibuku niisss..." ucap Bayu.


Meeeooongg....Meeeooong...


" Biarin aja sayang...." ucap bu Hana.


" iya bu..." ucap Bayu.


20 menit kemudian.


Bu Hana memakai bajunya.


" Sayang....Kaki ibu juga sakit... Pijatin ya" ucap bu Hana.


" Iya bu..." ucap Bayu.


Bu Hana kemudian berebah,lalu Bayu memijati kaki ibunya.


" Auuu....Pelan - pelan...Sakit.." ucap bu Hana.


Bayu mengurangi tekanan jarinya.


" Assalam mu'alaikum...." suara Melisa.


" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu dan ibunya.


" Melisa ikut sama sayang?" ucap bu Hana.


" Iya bu..." ucap Bayu.


Setelah selesai memijati ibunya,Bayu keluar kamar ibunya. Lalu berjalan ke arah kamar tidur.


Nampak Melisa duduk di anak tangga pertama.


" Mel...."


"Kok duduk di sini..?" ucap Bayu heran.


" Tadi Mel habis bantuin mama kak..Badan Mel pegel semua.." ucap Melisa.


" Ya istirahat lah Mel cantik..." ucap Bayu.


" Pijatin kak...." ucap Melisa.


" Di ruang keluarga aja ya Mel.." ucap Bayu.


" Gendong..." ucap Melisa.


" Asem...." ucap Bayu.


Bayu duduk jongkok membelakangi Melisa.


Melisa hinggap di punggung Bayu.


Bqyu bangkit lalu berjalan ke ruang keluarga. Setelah sampai,Bayu menurunkan Melisa. Lalu memijati pundak Melisa.


" Tadi bantuin apa Mel?" ucap Bayu sambil memijat.


"Beresin mainan adik Mel kak..."


" Kalau gak di beresin terinjak sakit kak.." ucap Melisa.


" Mainan apa Mel...?" ucap Bayu.


" Lego kak..." ucap Melisa.


" Oh iya...Nanti Mel kuliah di mana?" ucap Bayu.


" Di tempat kak Bayu..." ucap Melisa.


Setelah itu mereka diam bicara.


20 menit kemudian.


" Mel...Masih sakit gak?"


Melisa dia tak menjawab.Bayu melihat ke arah wajah Melisa.


" Asem...Malah tidur..." ucap Bayu lalu menggendong Melisa.


Bayu berjalan menuju kamar Melisa sambil menggotong tubuh Melisa yang tertidur.


Muncul Putri saat akan menuruni tangga.


" Loh...Katanya kang Paijo,Mas di kamar ibu.."


" Kok gendong Mel mas?" ucap Putri.


" Tadi habis selesai mijati ibu,mas lihat Mel duduk di tangga..Terus minta pijatin dek.."


" Neh ketiduran dia.." ucap Bayu.


" Ooo....Begitu..." ucap Putri.


***


Pagi hari.


Nampak Bayu bersama Diana di dalam kamar sedang mengecek barang bawaannya.


" Ada yang ketinggalan gak yank?" ucap Bayu.


" Hem...Gak ada yank.." ucap Diana.


Lalu mereka keluar kamar.


Sementara teman - teman Bayu pulang ke Jogja memakai kendaraan Bayu. Paijo pulang ke kediri memakai kereta api.


20 menit kemudian.


Nampak Bayu bersama Melisa dan ke tiga istrinya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Nenek Fumeko,kakek Naruto dan istrinya juga ikut bersama Bayu. Mereka penasaran akan suasana desa di indonesia. Apakah sama dengan di Jepang.Tak lupa membawa seorang penerjemah.


Satu persatu mobil berjalan meninggalkan rumah Bayu menuju rumah Ki Kartolo.


__ADS_2