SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MERAMPOK TARGET.


__ADS_3

Di salah satu kota yang berada di China,nampak seorang pria bernama Zue Lin Fang Qing.Duduk santai di dekat kolam renang. Usia pria itu lebih dari 200 tahun.


Tiba - tiba hapenya berdering nada panggil. Lantas Zue Lin mengambil hapenya. Ia melihat ke layar. Rupanya salah satu anggota keluarganya yang menelpon. Ia pun menerima panggilan tersebut.


" Iya apa..." .


" APAAAAA....!!!???"


Zue Yin Ling Qing berdiri karena terkejut mendengar kabar bahwa keluarganya banyak yang tewas.


" Bagaimana itu bisa terjadi?"


"Cepat selidiki...Dan cari pelakunya...."


Zue Lin Fang menutup panggilannya. Lalu menghubungi keluarga yang lain.


Selesai menghubungi,lantas ia berjalan masuk ke dalam rumah.


Kejadian ini sangat membuat dirinya terpukul,seumur hidupnya baru kali ini terjadi.


Di saat Zue Yin berjalan,ia teringat akan 2 orang warga indonesia yang yang di bawa oleh anak buahnya.


" Apakah ini ada sangkut pautnya?"


Zue Yin juga tak mendapat kabar mengenai cicitnya yang berada di indonesia. Ia telah mengirim anak buahnya untuk mencari,hingga sekarang ia belum mendapat kabar.


Terlintas dalam pikirannya ada yang berhianat di dalam keluarganya karena tak mendapatkan kekuatan mata pelangi.


" Ataukah ini ada yang berusaha berhianat.."


Sebab,yang mendapatkan kekuatan mata pelangi dari keluarga yang tewas terbunuh.


" Siaaaal...." ucap Zue Lin dalam hati.


Kemudian Zue Lin memberi perintah pada anak buahnya untuk pergi mengecek.


Setelah itu Zue Lin mengumpulkan keluarganya yang masih tinggal di kota yang sama dengan dirinya.


---***---


Di kota lain.


Nampak Bayu terbaring tidur di salah satu hotel,karena semalam ia bergadang membunuh keturunan Zue Lin Fang Qing. Dirinya belum mencapai di kota tempat di mana Zue Lin Fang Qing tinggal.


Bayu belum mendapat infomasi mengenai Sulis dari tawanan yang hidup. Satu persatu tawanan itu di hipnotis oleh Bejo dan Nadya agar tawanan itu memberitahu informasi yang penting. Setelah itu,para tawanan di bunuh.


Nadya yang baru pertama kali terjun dalam dunia pembunuhan secara langsung nampak ngeri melihat pasukan membunuh di depan matanya. Sempat ia muntah karena melihat isi di dalam perut terkeluar akibat tebasan pedang. Sebenarnya ia tak tega melihat,terutama anak kecil di tebas. Namun Nadya berusaha sekuat tenaga menahan rasa itu,demi menyelamatkan Sulis dan Ayub. Ia juga baru mengetahui Identitas Ayub dari kakaknya. Nadya yang mendengar lantas emosi,ia tak ingin di dalam keluarganya ada yang mengganggu. Nadya telah menganggap Bayu sebagai adiknya,meskipun dulu ia menyukai Bayu,tapi sekarang Nadya menganggap sebagai adik sepupunya.


Kembali Ke Bayu.


Bayu membuka mata setelah tidur selama 4 jam. Lalu ia terbangun dan melihat jam di tangannya. Setelah itu memeriksa hape pemberian kakek Zhang.


Nampak panggilan tak terjawab dari ketiga istrinya.


Bayu menelpon Putri.


Tuuut...Tuuut...Tuuut...


" Assalam mua'alaikum mas.." suara Putri.


" Wa'alaikum salam cantik...Maaf tadi mas tidur dan hapenya gak di kasih suara.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu...Pantesan adek telpon gak di angkat - angkat.." suara Putri.


" Mas operasinya malam dek...Biar musuh gak mengetahui keberadaan kita.." ucap Bayu.


" Sulis sudah di temukan apa belum mas..?" suara Putri.


" Belum dek...Ini kita masih mencari informasi..." ucap Bayu.


" Jangan lupa makan dan shalat ya mas.." suara Putri.


" Iya dek.." ucap Bayu.


" Ya sudah kalau gitu mas...Adek mau bantuin mama dulu.." suara Putri.


" Adek di mana?" ucap Bayu.


" Di Cafe mas....Ada Ayu dan Diana juga...Dari pada bete' di rumah...Gak ada mas juga..." suara Putri.


" Ooo...Begitu..Sampaikan salam mas untuk semuanya ya dek.." ucap Bayu.


" Iya mas....Assalam mu'alaikum..." suara Putri.


" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu.


Panggilan terputus.


Bayu meletakkan hapenya di kasur,lalu berjalan ke kamar mandi.


1 jam kemudian.


Bayu memutuskan untuk jalan - jalan.


Nampak Bayu berjalan sendirian di pinggi jalan sambil melihat - lihat suasana di kota itu.


Bayu melihat wanita menggunakan pakaian seksi lalu memalingkan wajahnya melihat ke arah lain.


" Jiangkrek...Itu paha kenapa di kasih lihat seh.."

__ADS_1


" Mentang - mentang kulitnya putih mulus..Terus di pamerin" ucap Bayu dalam hati.


Tiba - tiba.


Krucuk...krucuk..Krucuuk...( suara perut Bayu).


Bayu melihat ada sebuah kedai makan yang tak jauh dari dirinya. Bayu memutuskan untuk ke kedai itu.


Sesampai di sana.


" * Permisi tuan...Apakah di sini menjual ayam.." ucap Bayu kepada pelayan kedai.


" Ada tuan..." ucap pelayan.


" * Saya pesan ayam goreng,nasi putih sambal dan minumnya teh manis.." ucap Bayu.


" Baik tuan.. Silahkan duduk dulu.." ucap pelayan bersikap ramah.


Bayu melihat ada kursi kosong kemudian duduk di kursi itu.


Tak jauh dari Bayu,ada sebuah telivisi yang sedang menayangkan acaranya.


" Sulis....Kamu ada di mana" ucap Bayu dalam hati.


Bayu melihat di tivi nampak menayangkan berita.


Dalam berita itu menyebutkan bahwa ada kejadian tindak kriminal pembunuhan.Namun polisi belum menemukan tersangkanya.


Seorang pelayan membawa pesanan Bayu lalu meletakkan di meja.


" Silahkan tuan..." ucap pelayan lalu pergi.


" Mampus.... Aku akan memburu kalian,kemanapun kalian pergi..." ucap Bayu dalam hati melihat berita di TV.


Bayu yang sudah lapar lantas membaca do'a makan,lalu makan dengan lahap. Tak sampai 10 menit,makanan itu ludes...Hanya menyisakan tulang ayam.


" Alhamdulillah..." ucap Bayu lirih.


Bayu berdiri lalu membayar makanan tersebut. Setelah membayar,ia pun keluar kedai makanan.


" Kemana ya.."


" Hemm...Ke hotel sajalah..." ucap Bayu dalam hati lalu berjalan kembali ke hotel tempat ia menginap.


Bayu tak bersama ibunya dalam 1 tim. Ibunya bersama Nadya,karena ibunya Bayu melindungi Nadya agar tidak celaka.


Sesampai di kamar hotel,Bayu melihat jam tangannya.


" Sudah Dzuhur rupanya.." gumam Bayu.


Bayu memgambil sajadah tak lupa membuka aplikasi kompas di hapenya.


Waktu terus berputar,tak terasa sudah malam hari.


Bayu bersama Timnya meluncur ke rumah target menggunakan mobil mini bus.


Setelah menempuh perjalanan. Akhirnya ia sampai.


Seorang pria menghampiri dirinya. Pria itu bertugas memata - matai rumah target.


" Tuan...Penjagaan rumah itu di perketat..." ucap pria itu.


" * Tak masalah... Kita bisa mengatasinya..."


" * Jangan ganggu saya dulu...Saya akan pergi mengeceknya.." ucap Bayu.


Bayu memejamkan mata,lalu menggunakan ajian Rogoh Sukmonya.


Nampak sukma Bayu keluar dari raganya. Lalu melesat ke rumah target


Begitu sampai,Bayu mengelilingi rumah itu.


Nampak 15 orang berjaga di luar rumah.


Kemudian Bayu masuk ke dalam rumah.


" Sepertinya mereka waspada,dan tak mau kecolongan..." ucap Bayu.


Bayu melihat ada 4 pria, lalu Bayu melihat foto yang di pajang di dinding. Setelah itu ia mencari komputer ruang CCTV.


Nampak monitor CCTV tak ada yang menjaga. Bayu segera mematikan CCTV tersebut. Lalu melesat mencari target utamanya.


Setelah menemukan target,lantas Bayu seprti biasa membuka kunci pintu agar bisa langsung masuk ke dalam rumah tanpa perlu mendobrak. Selesai membuka kunci,Bayu melesat kembali ke raganya.


Bayu membuka mata setelah menggunakan ajian Rogoh Sukmonya. Kemudian memberi tahu kepada Timnya.


"* Di luar terdapat 15 penjaga.."


Bayu kembali mengulangi ucapannya ke bahasa Jepang.


Bayu mengambar denah rumah tersebut di kertas kosong.


Semua tim melihat gambar Bayu.


"* Mereka ada di sini..Sini..Sini lalu di sini.."


" *Di dalam rumah juga ada penjaga 4 orang..."


" *Aku akan maju paking depan untuk melindungi kalian."

__ADS_1


" * Ayo kita bergerak sekarang..." ucap Bayu.


Mereka pun bergerak sesuai informasi Bayu.


Para pasukan Elit Hatake membunuh penjaga di luar memakai shuriken dan juga kunai. Diam senyap dan mematikan.


Nampak para penjaga ambruk,lalu para pasukan elit Hatake mengambil senjatanya. Agar tidak ketahuan oleh musuh serta melucuti senjatanya.


Pintu pagar di buka oleh seorang ninja,Bayu bersama yang lain masuk.


Bayu telah menyiapkan shuriken dan pedangnya. Begitu pintu utama di buka,ia segera menebas 2 penjaga yang berdiri dekat pintu.


2 penjaga itu terkejut saat pintu terbuka,karena mereka tahu pintu itu terkunci. Belum sempat mereka mengambil pistol di balik bajunya, mereka mendapat tebasan di leher. Lalu mereka ambruk.


3 Ninja maju kedepan lalu melempar shuriken ke sebuah pintu yang terbuka. Di mana ada dua penjaga sedang duduk mengobrol.Tak mengetahui bila rekannya yang berjaga di dekat pintu di serang.


2 penjaga megerang kesakitan akibat lehernya tertancap shuriken. Lalu seorang ninja menarik pedangnya,lalu menebas leher 2 penjaga itu.


Bayu berjalan lagi menuju target. Ia melihat 4 orang,3 pria dan 1 wanita.


Mereka terkejut melihat rombongan orang masuk ke dalam rumahnya memakai pakaian ninja.


2 orang pria mengambil senjata api di balik bajunya. Belum sempat mereka menarik pelatuk pistol,tangan mereka telah tertancap shuriken yang di lempar oleh Bayu.


Wanita itu ketakutan melihat rombongan Bayu.


Bayu mengeluarkan gulungan kertas.


"* Di mana wanita ini kalian sembunyikan?" ucap Bayu.


4 orang itu melihat gambar yang di pegang salah satu ninja.


" Saya tidak tahu.." ucap pria 1.


" Saya penah melihatnya" ucap pria 2.


"* Di mana kamu melihatnya?" ucap Bayu.


Wanita itu diam - diam mengambil hapenya untuk meminta pertolongan.


" 4 hari yang lalu di rumah Cho Ying Qing.." ucap pria 2.


Seorang ninja melhat gerak gerik wanita itu langsung menebas leher wanita tersebut.


Ketiga pria itu lantas terkejut,terutama salah satu pria. Sebab istrinya terbunuh di depan matanya sendiri. Ia ingin marah dan membunuh ninja itu,tapi apalah daya. Dirinya tak bisa melakukannya karena sudah terkepung.


" #Jangan coba - coba menghubungi orang lain.." ucap ninja itu.


"* Kalian jangan coba - coba menelpon orang lain.."


"# Bunuh mereka..." ucap Bayu.


Para pasukan elit Hatake membunuh tiga pria tersebut. Sementara sisanya membunuh anak - anak yang tidur di kamar.


Selesai membunuh,rombongan Bayu segera meninggalkan rumah tersebut menuju rumah target selanjutnya. Tapi sebelum itu,mereka mengambil harta benda,agar di kira mereka kerampokan. Sebab sebelumnya,Tim Bayu fan tim lainnya tidak melakukan perampokan.


Hanya Tim ki Kartolo saja yang selalu membunuh tanpa memyentuh korban,alias santet.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya Bayu tiba di salah satu rumah target. Bayu dan timnya membunuh mereka semua,dan mengambil harta benda.


Dalam semalam, sudah 7 rumah yang Bayu datangi. Dan mereka tewas semuanya.


Menjelang subuh,Bayu menyudahinya,lalu pergi ke kota berikutnya.


Harta benda yang di ambil,Bayu tak mengambil sepeserpun. Ia menyerahkan itu pada timnya untuk di bagi rata..


***


Siang hari.


Seorang utusan Zue Lin tiba di salah satu rumah yang telah di datangi tim Bayu bersama 4 orang dari kepolisian. Salah satunya merupakan detektif.


Mereka terkejut saat melihat penjaga tewas semua.


Lalu utusan Zue Lin segera masuk ke dalam rumah yang pintunya nampak terbuka. Ia melihat mayat penjaga tergeletak. Ruangan berantakan. Lalu melihat keluarga Zue Lin Fang Qing tergeletak bersimbah darah.


" Sepertinya mereka di rampok.." ucap Detektif yang memeriksa korban. Sebab ia tak menemukan dompet,hape,dan barang berharga lainnya.


Lalu detektif itu memeriksa,apakah ada sidik jari pelaku.


2 jam memeriksa. Detektif itu tak menemukan sidik jari pelaku. Ia menyimpulkan perampoknya tak menggunakan senjata api,hanya memakai senjata tajam,meskipun pistol penjaga lenyap. Karena ia tak menemukan tanda - tanda bekas tembakan.


" Tampaknya mereka sangat profesional sekali...Tak ada sidik jari,dan CCTV mati.." ucap detektif pada utusan Zue Lin Fang Qing.


" Apakah kau yakin ?" ucap utusan.


" Iya...Aku sangat yakin sekali.." ucap detektif.


" Lalu bagaimana tentang keluarga Kwang Zeng Qing...?"


" Mereka tewas begiti saja tanpa sebab,semua penjaga pun tewas. Tak ada kehilangan" ucap utusan.


" Itu yang membuat saya bingung..."


" Memgapa mereka tiba - tiba tewas dengan mulut mengeluarkan darah..."


" Jika di racun..Itu tak mungkin..." ucap detektif.


Utusan Zue Lin Fang Qing lantas menghubungi Zue Lin Fang Qing memberikan laporannya.

__ADS_1


__ADS_2