SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
CAPEK AKU LIS


__ADS_3

Setelah mereka tahu Bayu sudah kembali seperti yang dulu,kakek Zhang dan yang lainnya merasa lega.


" Oh iya Bayu.."


" Bagaimana caranya kamu bisa sampai ke sini?" ucap Jien Lie penasaran.


" Bayu mendapatkan misi,yaitu membebaskan para pekerja proyek di timur tengah ayah.."


" Nah...Dalam perjalanan itu,kita di serang.."


" Mereka menembaki kita.."


" Kita balas menyerang.."


" Tapi nahas...Mereka memiliki senjata alat berat,Bayu pikir mereka hanya memiliki senjata laras panjang saja."


" Kendaraan yang Bayu tumpangi meledak terkena roket.."


" Ledakan itu membuat ingatan Bayu kembali muncul.."


" Kepala Bayu terasa sakit sekali saat semua ingatan Bayu muncul ayah.."


" Lalu Bayu pingsan..."


" Terus katika sadar,Bayu di tahan oleh mereka,yang Bayu lihat hanya Bayu sendirian saja.."


" Lalu datang seorang pria,dia bicara memakaia bahasa arab.Dan Bayu paham dia bicara apa"


" Bayu jawab saja pertanyaan dia memakai bahasa arab.Dia terkejut,lalu dia tanya Bayu dari mana.."


" Bayu jawab dari indonesia."


" Tiba - tiba terdengar suara adzan..."


" Pria itu meninggalkan Bayu,"


" Bayu membuka ikatan tali yang mengikat tangan Bayu ,setelah itu kabur."


" Bayu menyamar menjadi penduduk setempat sambil mencari informasi untuk keluar dari negara itu.."


" Begitu dapat informasi,Bayu bergegas meninggalkan kota itu secara diam - diam.."


" Dalam perjalan."


" Bayu bertemu pasukan TNI,lalu minta bantuan ke mereka,.."


" Alhamdulilah mereka menolong Bayu.."


" Bayu pulang ke indonesia tanpa ketahuan oleh pihak militer china dan Amerika.."


" Jika ketahuan,maka Bayu tetap menjadi prajurit dan meminta pihak TNI untuk tidak memberitahukan dulu kepada keluagaku di Indonesia..."


" Lalu Bayu segera kerumah pakde untuk sementara waktu.."


"Begitu ceritanya.." ucap Bayu mengarang cerita,meskipun sebagian ceritanya asli,tapi di bumbui dengan kebohongan agar keluarganya percaya. Jika ia bilang bisa menghilang,akan terjadi kesalahpahaman. Terutama keluarga Hatake. Keluarga Hatake mengira Bayu adalah seorang dewa yang turun ke bumi.Lalu mereka akan menyembah Bayu. Bayu tak mau hal itu terjadi.


Mereka pun percaya dengan ucapan Bayu.


" Siapa nama lengkap pacarmu itu.?" ucap Tian Fei.


" Bayu telah melupakannya kek,dan dia mungkin sudah tahu berita tentang kematian Jiang..." ucap Bayu.


" Kakek hanya penasaran saja..Sebab dari kisahmu itu,kita curiga dia salah satu keluarga musuh kita.." ucap Tian Fei.


" Dia begitu mudahnya menghubungi presiden kakek..."


" Saat dia meminta untuk menikah denganku.." ucap Bayu.


" Apaa...!!! Kamu menikahi pacarmu?" ucap kakek Zhang.


" Iyaa...Mau gak mau mbah.."


" Soalnya tiap hari Bayu dan dia ngentu..."


" Terus ibu bilang padaku,jangan ngentu dengan wanita yang bukan istri Bayu.."


" Lalu Bayu bilang sama dia.."


" Alhamdulilah dia mau,besok langsung nikah.."


" Berhubung usianya belum memenuhi persyaratan,dia nelpon pak presiden.."


" Begitu.." ucap Bayu.


" Apakah nanti kamu akan menemuinya dia?" ucap Jien Lie.


" Enggak ayah...Jika Bayu menemui dia,sama aja masuk ke kandang Harimau,pasti dia akan memberi tahu ke pihak militer,lalu Bayu akan terjebak lama di sana.." ucap Bayu.


" Benar apa yang di ucapkannya Bayu.."


" Lebih baik,kamu tidak usah menemui dia bahkan menghubungi dia.." ucap kakek Zhang.


" Oh iya..Kata kang Bejo,desa yang Bayu datangi itu katanya masih ada hubungan keluarga dengan kita.."ucap Bayu.


" Iya..Dia keluarga kakek yang terpisah,kalau di urut melalui silsilah keluarga. Dia itu kakek panggil kakek.." ucap kakek Zhang.


" Berarti ramalan itu benar.." ucap Bayu.


" Ramalan?" ucap Tian Fei.


" Itu loh kek.."


" Saat Bayu melihat pembangunan mesjid. "


" Bayu bertemu pria berumur sekitar 50 tahun lah.."


" Dia bilang...Bayu akan menemukan saudara yang lama tidak pernah bertemu,tapi Bayu akan terluka.."


" Ternyata itu keluarga mbah Zhang,dan yang membuat Bayu terluka kehilangan Putri.."


" Wanita yang Bayu cintai dari SMP.." ucap Bayu.


" Kakek baru ingat..."


" Kakek berpikir itu saudara kakek,tapi tidak mungkin. Tapi yang membuatmu terluka,kakek tidak tahu.." ucap kakek Zhang.


" Bayu tinggal dulu ya.." ucap Bayu.


" Kamu mau kemana Bayu -chan.." ucap Kakashi yang daritadi diam saja menyimak.


" Bayu mau mancing ayah..."


" Eh...Ayah bisa bahasa indonesia?" ucap Bayu.


" Tentu...Ayah belajar bahasa indonesia.." ucap Kakashi.


" Bayu tinggal dulu ya...Bayu pusing.." ucap Bayu lalu pergi meninggalkan Restoran menuju dek kapal untuk mancing.


Setelah sampai,Bayu meminta tolonng kepada pengawal untuk menurunkan kapal,karena dirinya ingin mancing.


Sambil menunggu kapal di turunkan,Bayu berjalan ke mini market,lalu mengambil cemilan,tak lupa rokok.


20 menit kemudian, kapal telah siap di gunakan,begitu juga perlengkapan alat memancing. Bayu naik ke kapal itu bersama 3 pengawalnya.


Bayu mulai memasang umpan berupa cumi yang di potong.lalu melempar ke laut.Ia hendak mengambil rokok,tiba - tiba umpannya di sambar ikan lagi.


" Juancok...Baru aja aku taruh." ucap Bayu. Lalu menggulung senarnya.


Begitu ikannya berhasil di angkat,Bayu membakar rokok,lalu melempar umpan.


Umpan di makan ikan kembali.


" Straaaik..." ucap Bayu sambil menggulung senarnya.


Muncul 4 sahabat Bayu menaiki perahu.


" Waduuus...Kita cari gak ketemu - ketemu,sekaline mancing maneh.." ucap Bimo.


" Pusing aku Bo..." ucap Bayu sambil menggulung senar.


Teman - teman Bayu ikut memancing.


Mereka mendapatkan ikan lumayan banyak,tapi gak sebanyak yang Bayu dapat.


Umpan Cumi yang di bawa Bayu habis.


" Asem...Habis lagi umpanku.."


Bayu melihat umpan mainan,jika di malam hari akan menyala bila di senteri sinar UV.


" Pakai ini sajalah.." ucap Bayu mengambil metal Jig berukuran besar.


Setelah umpan mainan terpasang,Bayu segera menenggelamkan metal jig tersebut.


Tiba - tiba ia merasakan umpannya di sambar ikan. Bayu sigap menutup pengaman senar.


Terdengar suara derit reel yang Bayu pakai.


Bayu merasakan ikan yang menyambar umpannya sangat besar,karena perlawanannya sangat kuat. Bahu berusaha menaikan ikan tersebut.


Setelah ikan itu muncul,pengawal sigap mengambil gancu,lalu menusukkan ke tubuh ikan.


" Sepertinya jika pakai reel terlalu lama naik ke atas..."


Bayu melihat gulungan nilon ukuran 100 LB.


" Pakai ini sajalah.." ucap Bayu dalam hati mencoba memakai nilon,tanpa reel.


Bayu memasang metal Jig,lalu menenggelamkan metal Jig tersebut.


Baru turun 20 meter,umpannya di sambar ikan.


" Straaaik...." ucap Bayu sambil menarik nilonnya.


Berhubung Bayu memakai nilon langsung,tanpa Reel. Bayu cepat menaikkan ikan tersebut memakai kedua tangannya.


Tak terasa box ikan tidak muat menambung,karena ukurannya besar besar,dari pada tadi siang


" Bayu selalu hoki yo...Baru aja di lempar langsung di sambar ikan umpannya" ucap Lukman melihat Bayu sedang menaikkan ikan besar.


" He eh..."


" Eh....Straaaik aku.." ucap Daniel.lalu menggulung senarnya.


Bayu memikirkan nama Xiang.


" Kalau gak salah namanya Xiang Lien Qing.Ah iya...Namanya Xiang Lien Qing." ucap Bayu dalam hati sambil mengulur metal jignya.Bayu baru mengingat nama lengkap Xiang.


Umpan di sambar kembali,Bayu sigap menahan nilon tersebut. Seharusnya jika memakai nilon langsung harus memakai pengaman di jari agar tidak terluka ,namun Bayu tidak memakai,karena ia kebal gesekan nilom tersebut.

__ADS_1


" Mau buat apa ikan segutu banyaknya Bay ?" ucap Paijo.


" Buat tetangga kang...Kalau sampeyan mau ambil aja" ucap Bayu sambil menarik ikan.


" Aku gak terlalu suka ikan Bay,cuman suka mancing aja.." ucap Paijo.


Setelah acara memancing,Bayu segera pulang ke Sragen,dengan membawa mobil Rubiconya. Ia sengaja membawa mobil itu untuk membawa istrinya jalan - jalan,serta memiliki alasan yang kuat ketika tetangga melihat Bayu punya mobil mewah yaitu dari gajinya bekerja di luar negeri.


Di dalam mobil terdapat 4 box besar berisi ikan,serta alat pancing,tas koper berisi uang dan makanan berupa ikan bakar.


Bayu mengemudikan mobil itu tanpa pengawalan,sambil melihat arah belakang. Ia menghapal plat kendaraan di belakang,apakah kendaraan itu mengikutinya apa tidak. Lalu menelpon ibunya,untuk memastikan,apakah di halaman rumah ada orang atau tidak.Bagitu Bayu menelpon,ponsel ibunya tidak aktif.


" Asem....Ibu sudah tidur.."


Bayu melihat jam tangannya.Ternyata jam 3.40.


Tiba - tiba ia teringat amalan yang di berikan ibunya.


" Coba ah..."


" Kalau cepat sampai,maka aku bisa membagikan ikan ini ke tetangga.Agar mereka bisa memasaknya.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu pun mencobanya,jika gagal. Maka ia akan memakai ilmu yang di berikan oleh Kumala Sari.


Sambil menyetir,Bayu membaca amalan tersebut.


Perlahan kendaraan Rubicon warna putih melesat di jalan Tol.Melewati kendaraan di depannya.


Tak terasa Bayu sudah melewati Jogjakarta. Hingga dirinya sampai di perbatasan desa tempat tinggal ibunya.


Bayu memperlambat laju kendaraan,kemudian membelokkan mobilnya ke Jalan menuju rumah.


Nampak pos ronda yang ia datangi kemarin malam,Ada 4 orang berjaga,mereka adalah pengawal keluarga Han.


Bayu menghentikan mobilnya,lalu turun sambil membawa plastik berisi ikan.


" Boss..." ucap pengawal 1.


" Sampeyan pengawalkku ta?" ucap Bayu.


" Iya bos..Kami menyamar.." pengawal 2.


" Oalaah...ini untuk kalian..." ucap Bayu sambil menyerahkan plastik berisibikan.


" Suwun bos...Kok tahu kita lagi laper.." ucap Pengawal 1.


" Tahulah...Soalnya bunyi perut sampeyan sampai ke Jakarta..." ucap Bayu


" Jancok.." ucap pengawal 1.


Bayu masuk ke mobilnya,lalu meninggalkan pos ronda.


Begitu masuk halaman rumah ibunya,terdengar suara adzan subuh.


" Alhamdulillah sampai..." ucap Bayu dalam hati. Lalu turun dari mobil dan berjalan ke pintu.


Took...Tokk....Took...( suara pintu di ketuk)


" Assalam mu'alaikum...Bu...Ibu..."


" Bukain pintunya dong..." ucap Bayu


Tok...Tok...Tok....


Ceklek...Ceklek....Kriiieeeet.... Pintu terbuka.


Nampak Diana berdiri.


" Aku baru selesai wudhu sayang.." ucap Diana.


" Tungguin abi,abi mau cuci tangan dan kaki." ucap Bayu ingin shalat berjamaah dengan istrinya.


30 menit kemudian.


Bayu keluar rumah untuk mengambil box ikan dan barang - barang lainnya.


Setelah semuanya masuk ke dalam rumah.


Bayu memberi tahu ke dua istrinya.


" Di dalam box ini ada ikan..."


" Terus...Di dalam koper ini uang hadiah lomba.."


" Nah..Ikan ini sebagian mau abi bagikan ke tetangga,sekalian abi mau membagikan uang ke orang yang tidak mampu." ucap Bayu.


"Iya bi.." ucap Ayu dan Diana.


" Sebagian lagi sumbang ke mesjid,sebagian lagi untuk kita.."


" Di dapur kantong kresek ada banyak gak?" ucap Bayu.


" Sedikit aja bi.." ucap Diana.


" Ya sudah..Aku beli kresek dulu.." ucap Bayu.


Bayu berjalan keluar menuju toko yang sudah buka.


Setelah sampai di luar,Bayu berlari menuju toko.


" Bulek..Beliii.."


Muncul seorang gadis memakai pakaian sekolah putih abu - abu.


" Kang Bayu...!!" ucap gadis itu terkejut,ia mengenali Bayu. Akan tetapi Bayu tak mengenali gadis itu.


Bayu tersenyum.


" Aku mau beli kantong plastik,ada gak mbak?" ucap Bayu.


" Gak jual.." ucap gadis itu.


" Waduh...Kirain jual.."ucap Bayu.


"Di toko bu Darmi kang..." ucap gadis itu.


" Bu Darmi...Di mana itu?" ucap Bayu.


" Kang Bayu ngalor..di sana ada perempatan jalan,lalu ngetan ngareppe mushalla ada toko,di situ tokonya bu Darmi.." ucap gadis itu.


" Ngalor terus ngetan.." ucap Bayu.( utara terus timur)


" Iyo kang..." ucap gadis itu.


Bayu mengeluarkan 300 ribu.


" Ini aku ada sedikit rejeki untukmu.." ucap Bayu sambil memberikan uang.


" Duit opo iki kang?" ucap gadis itu.


" Duit halal,itu uangku tak kasih ke sampeyan buat sangu.Aku pergi dulu...Assalam mua'alaikum..." ucap Bayu lalu pergi.


"Wa'alaikum salam..." ucap gadis itu.


Bayu berlari lagi ke arah utara. Setelah menemukan perempatan jalan,Bayu berbelok ke arah timur.


" Ooo...Di sini ta mushalanya..Terus mesjidnya di mana ya.." ucap Bayu melihat sebuah bangunan Mushala.


Kemudian Bayu melihat ada Toko yang baru buka oleh seorang ibu -ibu.Ia pun segera ke toko itu.


" Buleek...Beli kantong kresek..Ada gak bulek.." ucap Bayu.


" Ada..Yang besar atau yang kecil?" ucap ibu itu.


" Yang besar warna merah 4 bungkus,sama plastik es yang 1 Kg 2 bungkus..." ucap Bayu.


Ibu itu memgambil kantong kresek warna merah dan plastik es.lalu memberikan ke Bayu.


Bayu memberikan uang 100 ribu.


" Duit cilik wae.." ucap ibu itu( uang kecil saja).


" Angsulnya ibu ambil saja..Suwun ya bu.." ucap Bayu lalu pergi.


" Tunggu..." ucap ibu itu.


Bayu menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan.


" Ada apa bulek..?" ucap Bayu.


" Kowe anak e sopo...?" ucap ibu itu.


" Bu Viana...Aku pulang dulu ya bulek...Asaalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.."


" Guantenge reek..Berarti bu Viana wonge Ayu." ucap ibu itu melihat wajah Bayu.


Setelah Bayu sampai di rumah,ia segera memasukkan ikan ke dalam kantong kresek. Setiap plastik berisi 1 ikan.


Hana muncul di dapur


" Bu..." ucap Bayu.


" Iya sayang.." ucap Hana.


" Ada berapa pengawal kita?" ucap Bayu.


" Ada 20 orang.." ucap Hana.


" Mereka tinggal di mana?" ucap Bayu


" Kiri kanan dan depan rumah ini adalah pengawal kita sayang.." ucap Hana.


" Ooo...Begitu."


" Hemm...Yang ini berarti buat pengawal,lalu sisanya buat tetangga."


"Ya sudah bu..Bayu mau bagikan ikan ini.Nanti ibu yang ngasih ke pengawal ya sisanya,sama Sulis jika hari ini jadi ke sini." ucap Bayu.


" Iya sayang..Kalau bisa yang ikan paling besar di potong sayang." ucap Hana.


" Iya bu.." ucap Bayu.


Bayu memotong ikan yang besar menjadi beberapa bagian. Setelah itu memasukkan ke dalam plastik merah.


Bayu memasukkan uang ke dalam plastik es,lalu di masukkan ke dalam kantong kresek merah yang berisi ikan.


Bayu berjalan keluar rumah sambil menenteng plastik berisi ikan dan meletakkan di bak mobil pick up.Setelah itu menghampiri pengawalnya untuk minta bantuan.

__ADS_1


Di saat Bayu berjalan ke rumah tetanngga. 4 pengawal berada di bak truk untuk menjaga ikan yang berisi uang,agar tak ada yang mencurinya.Satu orang lagi bertugas menyupir.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu ketika berdiri di depan pintu tetangganya yang terbuka


" Wa'alaikum salam..." suara pria.


Muncul seorang pria dewasa.


" Ini kang...Aku ada sedikit rejeki.." ucap Bayu sambil memberikan kresek merah.


Pria itu menerima pemberian Bayu.


" Matur suwun..."


" Guedi tenan iwak e...Mancing opo tuku?" ucap pria itu.


" Mancing kang..Aku ke sebelah dulu kang...Assalam mu'alaikum" ucap Bayu.


" wa'alaikum salam.." ucap pria itu.


Bayu berjalan ke tetangga sebelahnya lagi untuk memberikan ikan.


Pria itu berjalan masuk ke dalam rumah untuk memberikan kepada istrinya yangbsedang di dapur setelah mendapatkan ikan dari Bayu.


"Opo kuwi mas..?" ucap wanita yang juga istri dari pria itu.


" Ikan..Di kasih sama.."


" Aku lupa nanya namanya.Wonge putih,duwur..Seperti artis.." ucap pria itu.


Wanita itu melihat ke dalam isi plastik teraebut,lalu melihat ada sebuah plastik bening,karena penasaran,ia pun mengambilnya.


" Loh...Ono duite mas.." ucap wanita itu.


" Moso to..." ucap pria itu.


" Iyoo...Iki loh.." ucap wanita itu sambil menunjukkan kantong plastik bening berisi uang.


" He eh..."


Wanita itu membuka plastik bening,lalu menghitung uang tersebut.


" Piro duite dek..?" ucap pria itu.


" Telung juto limang atus,.." ucap wanita itu.(3,5juta).


"Balekno wae duite dek.." ucap pria itu.


" Kenapa di kemalikan mas..?" ucap wanita itu.


" Kita belum tahu itu duit apa...Kalau halal gak masalah..Yen haram aku emmoh mangan duit haram.."


Wanita itu memberikan uang itu ke suaminya.


Lantas pria itu bergegas keluar rumah untuk menemui Bayu.


Di sisi Bayu.


Bayu mendatangi rumah yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Nampak wanita tua sedang duduk di kuris bambu.


" Assalam mu'alaikum mbah..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." ucap wanita tua itu.


" Ini mbah...Saya ada ikan untuk mbah.." ucap Bayu sambil memberikan kantong kresek.


" Suwun yo le.." ucap wanita tua itu sambil menerima.


Bayu mengeluarkan uangnya lagi.


" Ini aku ada sedikit rejeki buah mbah..." ucap Bayu sambil memberikan uang.


" Oalah...Gak usah repot - repot le..."ucap wanita tua itu.


" Mboten nopo - nopo mbah..Aku tak wangsul disek yo mbah.." ucap Bayu.


" Jenengmu sopo le..Kok mbah lagek roh kowe..?" ucap wanita tua( Namamu siapa nak..Kok mbah baru tahu kamu).


" Bayu mbah...Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam salam." ucap wanita tua itu.


Orang - orang yang Bayu kasih ikan sebagian mendatangi Bayu begitu tahu di dalamnya ada uang yang begitu banyak.


" Kang...Iki duit opo..?"ucap pria yang pertama kali di beri ikan oleh Bayu.


Orang - orang di sekitar Bayu juga terkejut,mereka pikir hanya dirinya saja yang mendapat uang itu,ternyata tidak.


" Itu duit dari gajiku kerja di Hongkong,sengaja aku selipkan ke ikan..Sepurane yo kang.." ucap Bayu.


" Oawalah...Ngono ta.."


" Matur suwun..." ucap pria itu.


Orang - orang di sekita Bayu juga mengucapkan terima kasih,karena di beri uang oleh Bayu.


" Sami - sami.." ucap Bayu.


" Jenengmu sopo? Lan kowe anak e sopo" ucap ibu - ibu.


" Bayu bu anaknya bu Viana....Aku tak permisi dulu,mau bagikan ikan ini ,keburu busuk.." ucap Bayu lalu pergi meninggalkan orang - orang yang mengerumini dirinya,seorang - olah dirinya maling tertangkap basah,lalu di introgasi.


Akhirnya mereka tahu,bahwa pemuda tampan itu putranya bu Viana(Hana). Dan mereka pun kembali kerumahnya masing - masing. Namun ada seorang bapak - baoak mendekati Bayu untuk membantu membagikan ikan.


" Sini biar aku bantu..." ucap pria itu.


" Matur suwun pak...Aku bisa sendiri..." ucap Bayu. Ia tak ingin uang yang ada di dalam di ambil oleh bapak itu.


" Gakpapa... Sini biar ku bantu.." ucap pria itu.


" Sepurane pak..aku masih kuat dan bisa sendiri ,serta aku ingin menemui tetangga baruku yang belum saya kenal pak.." ucap Bayu menolak halus.


Akhirnya pria itu meninggalkan Bayu,lalu menghampiri mobil pick up.


" Sini pak saya bantu.." ucap pria itu.


" Maaf pak..Kami tidak mengizinkan siapapun mengambil ikan ini kecuali Bayu sendiri." ucap pengawal.


" Sial...Gagal deh aku mau mengambil uang di dalam kantong plastik itu" ucap pria itu dalam hati,lalu pergi.


Bayu mendatangi penjual plastik yang ia datangi tadi.


" Buleek..."ucap Bayu


Muncul seorang ibu - ibu yang tadi pagi ia temui.


" Eeee...Cah ganteng..Tuku opo?" ucap ibu itu.


" Ini aku ada rejeki buat bulek." ucap Bayu sambil menyerahkan plastik merah.


" Ooo..Matur suwun yo.." ucap ibu itu.


" Sami - sami bulek..." ucap Bayu lalu berjalan


" Jenengmu sopo?" ucap ibu itu.


" Bayu bulek.." ucap Bayu sambil menoleh.


Ibu itu membuka plastik,ia melihat 1 ekor ikan kakap warna merah berukuran besar,dan ada sebuah plastik es berisi uang. Ibu itu terkejut,lalu segera mengambil uang itu,dan memghitungnya. Karena jumlahnya sangat banyak ia pun segera menghampiri Bayu.


Nampak Bayu memberikan plastik merah ketetangganya. Lalu berjalan lagi.


" Bayu..." ucap ibu itu sambil menghampiri.


Bayu menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah ibu itu.


" Diam - diam aja bulek...Itu sedekah dariku..." ucap Bayu lalu berjalan lagi.


Ibu itu terdiam tak bisa berkata apa - apa,yang di katakan Bayu adalah pertanyaan yang akan di lontarkan ke Bayu,tapi Bayu sudah memberi tahunya.Ia pun segera kembali kerumah.


Selesai Bayu membagikan ikan,Bayu kembali kerumah menaiki mobil pick up.Ia duduk di bak.


Nampak orang - orang yang di beri ikan oleh Bayu keluar rumah,untuk mencari Bayu. Lalu mereka melihat Bayu menaiki mobil.


Bayu melambaikan tangannya saja dan tersenyum.


" Matur suwun leee....." ucap orang - orang melihat ke arah Bayu. Mereka sangat senang sekali mendapat ikan dan juga uang.


" Sami - sami bu..." ucap Bayu


Setelah sampai di rumah,ia melihat mobil milik ayahnya Sulis di depan rumah ibunya.


" Lah...Kirain bohongan mau ke sini..Gak tahunya beneran...Aseem.." ucap Bayu dalam hati lalu turun dari mobil kemudian berjalan.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu ketika masuk.


Nampak kedua orang tua Sulis dan juga Sulis duduk bersama Hana.


" Wa'alaikum salam..." ucap mereka.


Sulis berjalan ke arah Bayu.


" Mas..."


"Mas beneran jalan kaki kerumahku?" ucap Sulis.Sebab rumahnya dengan rumah Bayu yang sekarang sangat jauh. Sulis berpikir bahwa rumahnya Bayu yang baru ada di Pacitan,dan dekat dengan rumahnya. Gak tahunya jauh.


" Iya...Aku jalan kaki.." ucap Bayu.


" Mas gak bohong?" ucap Sulis.


" Sekarang aku nanya,aku pas pulang ke rumah jalan kaki..Naik mobil apa motor?" ucap Bayu.


" Jalan kaki..." ucap Sulis.


" Nah itu tahu...Kenapa nanya lagi.." ucap Bayu.


" Iiisssh...Mas ini.."


Sulis gregetan dengan Bayu.


" Aku pikir itu rumah mas dekat...Gak tahunya jauh.." ucap Sulis.


" Jalan kaki terus melambaikan tangan,Bosa nyamperin aku,terus aku naik bis,lalu turun dari bis.Jalan kaki lagi,terus naik angkot, lalu turun lagi..Setelah itu jalan kaki menuju rumahmu Lis.."


" Begitu..." ucap Bayu.


" Oooo...Begitu...Aku pikir mas jalan kaki dari rumah menuju rumahku tanpa naik kendaraan.." ucap Sulis.


" Capek aku Lis..." ucap Bayu.

__ADS_1


__ADS_2