SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBERI TAHU IDENTITAS AYUB


__ADS_3

Istana alam ghaib.


Nampak Bayu dan Kumala Sari muncul di ruang Singgasana milik Kumala Sari.


Kemudian Bayu duduk di kursi.


Kumala Sari merubah penampilan Bayu bagaikan sang Raja,memakai mahkota.


" Kenapa pakaianku di ganti cantik?" ucap Bayu.


" Biar sayang lebih tampan..." ucap Kumala Sari.


" Cantik... Aku hari ini ada kepeluan yang sangat penting.... Keperluan itu juga menyangkut dirimu.." ucap Bayu.


" Keperluan apa suamiku...?" ucap Kumala Sari.


" Masih ingat kejadian saat kamu menculikku dan temanku yang bernama Sulis?" ucap Bayu sambil menahan amarah,karena Kumala Sari adalah penyebab masalah Sulis di bawa ke cina.


" Sulis...? Sulis yang mana?" ucap Kumala Sari.


"Sulis temanku memakai jilbab....Lalu aku dan Sulis bercinta berulang kali.." ucap Bayu.


" Oh iya...Aku ingat...Dia juga menyukaimu...Jadi tak ada salahnya bila dia menikmati keperkasaanmu.." ucap Kumala Sari.


" Setelah kejadian itu...Dia menikah dengan seorang pria...kurang lebih 9 bulan kemudian Sulis melahirkan seorang bayi Laki - laki..."


" Cantik tahu siapa bayi itu.?" ucap Bayu.


" Ya itu anak mereka kan..." ucap Kumala Sari.


" Sulis mengandung anakku..." ucap Bayu.


" Serius...?" ucap Kumala Sari tak percaya.


" Aku tidak bercanda..."


" Dan karena kejadian itu...Aku tertimpa masalah..."


" Aku sempatkan untuk datang ke sini meskipun aku sangat sibuk,dan karena aku sudah berjanji padamu.." ucap Bayu.


" Terus..." ucap Kumala Sari.


" Sulis di bohongi sekelompok orang,lalu mereka di bawa ke cina karena memiliki mata seperti aku ini." ucap Bayu lalu merubah matanya menjadi merah semua.


" Aku mana tahu suamiku.." ucap Kumala Sari.


" Ada sekelompok orang mencari mata seperti yang aku miliki ini..."


" Izinkan aku untuk menyelsaikan masalah ini sebelum terlambat..Nanti jika selesai..Aku akan menemuimu..."


Nampak Kumala Sari berpikir.


" Aku janji akan menemuimu setelah selesai masalah ini..."


" Aku akan membawa Sulis kembali,dan menyelamatkan anakku..." ucap Bayu.


" Cina itu di mana? " ucap Kumala Sari.


" Cina sangat jauh...Kemungkinan 12 jam perjalanan memakai pesawat...Masalah ini berawal darimu... Jika aku tak bisa memyelamatkan anakku dan juga Sulis..Aku akan sangat marah padamu... Dan tak akan maafkanmu" ucap Bayu.


" Baiklah...Jika masalahmu sudah selesai,segera datang ke sini..."


Kumala Sari mengarahkan jari telunjuknya ke Bayu.


Nampak sebuah sinar hijau mengenai Bayu.


" Aku memberikan sedikit ilmuku padamu..Jadi suamiku bisa langsung datang kemari dengan mengingat tempat ini sambil memejamkan mata....Tak perlu lagi memanggilku.... Untuk kembali ke dunia nyata...Juga begitu sebaliknyanya." ucap Kumala Sari.


" Terima kasih cantik...Aku akan ke sini jika urusanku dah selesai..." ucap Bayu.


Bayu mencoba ilmu yang di berikan oleh Kumala Sari.Ia membayangkan teras rumah pakdenya.


Bayu menghilang dari ruang singgasana.


----***----


Rumah ki Kartolo.


Nampak Bayu muncul di teras rumah,di depannya ada seorang pengawal yang sedang berjaga.


Pengawal itu terkejut bukan main melihat sosok asing di depannya,sampai ia melompat ke belakang.


" Maaf pak...Aku ngagetin..." ucap Bayu.


Pengawal itu memperhatikan wajah Bayu yang memakai pakaian khas kerajaan jawa.


" Bos Bayu...??? Apakah betul anda bos Bayu..?" ucap pengawal itu memastikan.


" He eh...Ini aku..."


" Aku masuk dulu pak.." ucap Bayu lalu berjalan ke rumah ki Kartolo.


Nampak ki Kartolo sedang memgobrol dengan ke tiga istri Bayu,lalu mereka terdiam saat Bayu berada di dekat mereka.


Mereka melihat Bayu dari bawah ke atas.


" Kenapa ngelihatin aku seperti lihat orang gak di kenal?" ucap Bayu heran. Ia lupa jika berpakaian seperti raja.


" Sayang.....!!!??? " ucap Diana terkejut dan tak percaya.


" Shujinn...!!!???" Ucap Ayu.


" Iya...Kenapa seh kalian melihatku seperti itu?" ucap Bayu heran.


" Kowe gawe kelambine sopo lee...Opo kumala Sari seng wenehke kelambi iku?" ucap Ki Kartolo.(Kamu pakai pakaiannya siapa nak... Apa Kumala Sari yang memberikan pakaian itu?")


Bayu melihat ke arah baju yang ia pakai.


" Astaghfirullah....Aku lupa..."


Bayu memeriksa pakaiannya.


" Bentar...Aku kembali dulu mau ambil hape sama dompet.." ucap Bayu lalu menghilang lagi.


" Diampuuut...Sak iki Bayu iso ngilang dewe.." ucap ki Kartolo.


----***-----


Singgasa Kumala Sari.


Bayu mencul lagi. Di dekat Kumala Sari yang menikmati tarian dari penari.Lalu melihat ke arah Bayu.


" Ada apa suamiku? Apakah urusannya sudah selesai..." ucap Kumala Sari.


" Tolong kembalikan seperti semula pakaianku cantik..." ucap Bayu.


Kumala Sari menunjuk ke kursi di tempat Bayu duduk tadi.


Muncul pakaian Bayu. Lalu Bayu memerikannya.


Setelah memeriksa,tak ada yang ketinggalan.


" Jika mau ke sini,pakaian itu di pakai ya sayang.." ucap Kumala Sari.


" Siaap...Terima kasih cantik." ucap Bayu lalu menghilang.


----***----


Ruang tamu rumah ki Kartolo.


Bayu muncul di ruang tamu,di depannya ada Nadya yang sedang berdiri.Lalu Nadya membalikkan badannya.


" Eh....!!!??? Nadya terkejut melihat pemuda mukanya mirip Bayu,tapi pakaiannya seperti raja kerajaan.


" Mana kang Bejo mbak?" ucap Bayu.


" Kaget aku Bay,tak pikir sopo...Ujug - ujug nang mburiku.." ucap Nady.


" Ya maaf..." ucap Bayu.


Ayu memghampiri Bayu lalu memeriksa pakaian yang Bayu kenakan. Kemudian Diana juga ikut memeriksa Bayu,ia melepas mahkota yang Bayu pakai.


Nampak Diana memeriksa dengan teliti.


" Ini seperti emas..." ucap Diana.


" Gak tahu yank...Kalau emas nanti aku minta tukar aja...Atau gak ku kembalikan..." ucap Bayu.


" Apakah mas sudah selesai?" ucap Putri.


" Sebenarnya belum dek...Cuman mas tadi izin sama dia buat ngurus masalah kita.." ucap Bayu.


30 menit kemudian.


Mereka memutuskan kembali ke Jakarta.


Di dalam mobil.


Bayu menghubungi kakeknya.


Tuuut....Tuuuutt...Tuuut...


" Bagaimana? Apakah sudah selesai urusanmu Bayu..?" suara kakek Zhang.


" Sebenernya belum mbah...Cuman tadi Bayu minta izin untuk menyelesaikan masalah ini dulu.Inisedang dalam perjalanan pulang mbah." ucap Bayu.


" Ketika sampai di rumah...Jangan kemana - mana.." suara kakek Zhang.


" Bayu mau terawih dulu mbah" ucap Bayu.Saat ini memasuki bulan puasa.


" Ya sudah ,habis terawih saja,kakek akan kerumahmu" suara kakek Zhang.


" Iya mbah.Oh iya,apakah mbah ada mengirim orang ke rumah pak H.Ridwan?" ucap Bayu.


" Sudah " suara kakek Zhang.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu mbah...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." suara kakek Zhang.


Bayu menyimpan hapenya.


" Mas...Bisa cerita tentang masalah ini?" ucap Putri.


" Di rumah aja dek..Nanti mas akan cerita." ucap Bayu.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di rumah.Lalu mereka pergi ke mesjid di Menteng, setelah selesai shalat terawih.


Pak H. Ridwan menghampiri Bayu.


" Bayu...Sebenarnya ada apa?"


" Mengapa pengawal..." ucap pak H. Ridwan tak melanjutkan ucapannya


Bayu meletakkan jari di mulut,agar pak H. Ridwan diam.


" Nanti saya telpon saja pak haji...Maaf saya permisi mau pulang pak haji... Assalam mu'alaikum" ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap pak H. Ridwan.


Pengawal Bayu menyamar menjadi anak buah pak H.Ridwan bekerja di toko,sambil memantau apakah kelompok dari orang yang membawa Sulis ke cina mendatangi rumah pak H.Ridwan apa tidak.


***


Di rumah Bayu.


Nampak Bayu berkumpul bersama ke tiga istrinya,kakek Zhang dan bu Hana.


" Nah...Sekarang coba kamu beri tahu...Mengapa sampai ada kejadian ini.." ucap kakek Zhang.


" Baiklah..."


Bayu menghirup nafas dalam - dalam lalu menghembuskannya.


" Sebelumnya...Bayu minta maaf kepada Putr,Ayu dan Diana.."


" Awal mula kejadian ini lebaran,kita pergi ke rumah pakdeku.."


" Kalian ingat saat aku tak ada..?"ucap Bayu.


" Iya adek ingat mas...Kita memcari mas tidak ada.." ucap Putri.


" Mas di bawa oleh Kumala Sari ke istananya..."


" Begitu juga dengan Sulis..Lalu kami berhubungan badan.."


" Bayu melihat Sulis wajahnya mirip dengan adek.Dan saat itu aku berada di bawah pengaruhnya.."


" Lalu..."


" Saat siang kita di rumah Sulis..."


" Bayu menelpon ibunya Sulis...Dia bilang Ayub matanya sakit...Warna matanya seperti kepunyaanku.." ucap Bayu.


Ketiga istri Bayu sontak terkejut. Namun bu Hana dan kakek Zhang tidak.Sebab ia tahu lebih dulu.


" Se..Se..Serius mas..?" ucap Putri.


" Iyaa..Mas serius..."


" Ada sekelompok orang mencari mata seperti kepunyaan Bayu... Sebab mata Bayu ini memiliki kekuatan magis. Yaitu memiliki kekuatan di atas manusia normal berupa tenaga belipat - lipat..."


" Sekelompok orang itu berada di cina,lalu mereka datang ke indonesia.."


" Sulis di beri tahu oleh dokter jika mata Ayub dapat menyebabkan kebutaan jika tak segera di operasi...Padahal itu hanya alasannya saja agar Sulis dan Ayub dapat di bawa ke Cina dengan mudah..."


" Mereka akan membunuh Ayub untuk mengambil kekuatan Ayub...


" Setiap hari kelahiran,mata Ayub berubah - ubah warnanya,sama seperti waktu aku dulu sebelum umurku 17 tahun.." ucap Bayu.


Lalu Bayu diam tak bicara. Bayu sengaja tak memberi tahu kekuatan asli mata pelangi.


" Jadi itu sebabnya...Mereka tahu mata pelangi..." ucap kakek Zhang dalam hati.


" Kenapa mas baru memberi tahu kita sekarang..." ucap Putri marah.


" Jika Sulis memberitahuku..Maka tidak akan seperti ini kejadiannya..." ucap Bayu.


" Ayo kita cari Sulis mas..." ucap Putri.


" Jangan....Kalian jangan pergi ke sana.."


" Kemungkinan mereka akan menyebar di Jakarta dan Jogja.."


" Kakek sudah meringkus orang yang berada di rumah orang tua Sulis..."


" Kalian jangan sering pergi jika tidak penting.."


" Untuk Bayu...Kakek ingin lihat warna matamu itu.."ucap kakek Zhang.


Awalnya normal,kemudian menghitam semua,lalu memerah semua dan terakhir.


Kakek Zhang terkejut,sebab mata Bayu bewarna pelangi semua,tidak seperti kepunyaanya atau keluarga lainnya.


" Mengapa milikmu bisa sepenuhnya bewarna - warni begitu?" ucap kakek Zhang penasaran.


" Latihan mbah..." ucap Bayu lalu menormalkan kembali matanya.


---***---


Rumah orang tua Sulis.


Nampak ibunya Sulis bernama Jesica sedang berada di halaman menanam bunga.


Tiba - tiba hape yang ia kantongi berdering nada panggil. Bu Jesica melepas sarung tangan lalu mengambil hapenya.


Nampak nomor baru yang menelpon di hapenya.


" Siapa ya...?"


Bu Jesica membiarkan saja,karena nomor baru.


Lalu hapenya berhenti berdering. Kemudian berdering lagi.


Bu Jesica melihat nomor yang tadi menelpon kembali.Ia pun menerima panggilan tersebut.Takutnya penting.


" Ya hallo..." ucap bu Jesica


" Selamat pagi bu...Maaf saya mengganggu anda beraktifitas.Kami dari rumah sakit Si*****.Apakah benar ini nomornya bu Jesica putri ibu bernama Sulis.." suara pria.


" Iya betul..Dengan saya sendiri...Ada apa pak..?" ucap bu Jesica.


" Begini...Ini masalah mengenai cucu anda.."


" Cucu anda mengalami penyakit langka...Kami akan mengirim seseorang untuk kerumah ibu untuk meminta persetujuan bila cucu anda akan di operasi.." suara pria.


" Kenapa dengan cucu saya pak.." ucap bu Jesica.


" Nanti akan di beri tahu oleh rekan saya bu..Mereka dalam perjalanan ke rumah ibu...Jadi ibu jangan kemana - mana.." suara pria.


" Iya pak...Hari ini saya tidak ada acara..." ucap bu Jesica.


" Baik bu...Itu saja yang mau saya sampaikan..


" Selamat pagi bu.." suara pria.


Beberapa jam kemudian.


Ibu Jesica berada di rumah menonton acara di tivi.


Hape yang di letakkan di meja berdering nada panggil. Bu Jesica mengambil hapenya.


Nampak nama Bayu yang menelpon. Ia pun menerima panggilan dari Bayu.


" Ya halloo..." ucap bu Jesica.


" Halo juga bu...Maaf Bayu ganggu..Apakah Sulis ada di rumah ibu...?" suara Bayu.


" Gak ada Bayu...Sulis pergi ke Cina.." ucap bu Jesica. Ia tahu karena Semalam di beri tahu oleh Sulis. Jika Sulis akan pergi ke Cina mengobati mata Ayub.


" Apaaa...!!!Cina...!!!!" suara Bayu terkejut.


" Iya... Sulis membawa Ayub berobat,karena matanya Ayub tidak normal.." ucap bu Jesica


" Gak normal gimana bu..?" suara Bayu.


" Matanya berubah - ubah. Kadang merah,kadang hitam semua,lalu warna - warni.."


" Sulis takut Ayub menjadi buta saat umurnya satu tahun...Makanya di bawa berobat ke cina.." ucap ibunya Sulis.


Bu Jesica mendengar Tak ada suara Bayu,setelah ia selesai bicara,lalu melihat hapenya.


Panggilannya sudah terputus. Lalu ia meletakkan lagi hapenya.


30 menit kemudian.


Terdengar suara bel.


Bu Jesica berdiri lalu berjalan untuk mengecek siapa yang datang kerumahnya.Bu Jesica melihat dari kaca jendela.


Nampak 2 orang pria memakai pakaian jas warna hitam.


Bu Jesica membuka pintu rumahnya.


" Selamat siang bu..." ucap pria A


" Iya siang...Maaf kalian siapa?" ucap bu Jesica.


" Kami dari rumah sakit Si******. Apakah ibu sebelumnya sudah di telpon oleh rekan kami.." ucap pria A.


" Ooo..Iya sudah...Mari silahkan masuk..."

__ADS_1


Mereka kemudian masuk.


" Silahkan duduk..." ucap bu Jesica.


Kedua pria itu duduk di kursi sofa.


" Maaf sebelumnya..."


Pria A mengeluarkan map lalu di letakkan di meja.


" Kami sedikit akan bertanya,mungkin ini masalah pribadi ibu dan juga anak ibu.." ucap pria A.


Terdengar suara hape milik bu Jesica di ruang keluarga.


" Sebentar... Ada telpon.."


Bu Jesica segera berdiri lalu berjalan untuk mengambil hapenya. Nampak nama Bayu yang menelpon. Ia pun menerima panggilan tersebut.


" Hallo...." ucap bu Jesica.


" Maaf bu,tadi hape saya mati..."


" Kapan Sulis ke cinanya bu?" suara Bayu.


" Kenapa kamu tanya begitu nak?" ucap bu Jesica.


" Ya gakpapa...Pengen tahu aja..." suara Bayu.


" Ooo...."


" Tadi pagi dia berangkat... Ini ada orang suruhan yang membayar Sulis Kecina datang kerumah. Dia..." ucap bu Jesica namun di potong oleh Bayu.


" Tolong ibu segera agak menjauh bu...Ini penting sekali..." suara Bayu.


" Ini sudah agak jauh Bayu..." ucap bu Jesica.


" Di dalam kamar ibu saja...Ini penting dan rahasia bu.." suara Bayu.


" Baiklah..."


" Kenapa Bayu menyuruh masuk ke dalam kamar..?" ucap bu Jesica dalam hati penasaran. Ia pun menuruti ucapan Bayu. Ia berjalan ke kamar tidur lalu menutup pintu.


" Tante sudah di kamar.." ucap bu Jesica..


" Tante....Jika mereka tanya mengenai siapa mantan kekasih Sulis atau teman - temannya jangan di beri tahu mengenai Bayu dan teman - teman Bayu bu...Juga mengenai Alvin.." suara Bayu.


" Emangnya kenapa nak..." ucap bu Jesica.


" Nanti Bayu beri tahu dan tahan mereka...Usahakan jangan singgung keluarga Bayu...Bayu akan kirim pengawal kesana...Tapi jangan beri tahu jika Bayu kirim pengawal.." suara Bayu.


" Iya nak..." ucap bu Jesica.


" Apakah ibu ada menaruh orang buat jaga rumah Sulis bu?" suara Bayu.


" Gak ada Bay...Emang kenapa?" ucap bu Jesica heran.


" Gakpapa...Ya sudah kalau gitu bu...Yang Bayu katakan tadi tolong di rahasiakan ya bu...Selamat siang..." suara Bayu.


Bu Jesica membuka pintu kamar lalu berjalan menemui 2 orang tamu. Setelah sampai ia duduk.


" Maaf... Bisa kita lanjut..?" ucap bu Jesica.


" Bisa bu..."


" Ibu tahu warna mata cucu ibu sejak kapan?" ucap pria A.


" Sejak putriku memberi tahu saat cucuku berumur 1 bulan..." ucap bu Jesica.


" Apakah di keluarga ibu ada yang memiliki mata seperti cucu ibu..?" ucap pria B.


" Hemm....Gak ada...Hanya Ayub saja..." ucap bu Jesica.


" Apakah Sulis sebelum menikah punya pacar atau tunangan.." ucap pria A.


Bu Jesica teringat ucapan Bayu.


" Iya ada.." ucap bu Jesica.


" Siapa nama kekasih putri ibu?" ucap pria A.


" Maaf bu..Kami ingin menulusuri tentang penyakit cucu ibu..Kemungkinan penyakitnya berasal dari mantan kekasihnya Sulis" ucap pria B.


" Setahuku pacarnya Leonardo.." ucap bu Jesica menyembunyikan Alvin.Ia memberi tahu pacar Sulis yang pertama.


" Leonardo tinggal di mana?" ucap pria A.


" Sekarang dia di Malang..." ucap bu Jesica asal bicara.


Pria B mencatat ucapan bu Jesica. Sementara di luar,sebuah mobil polisi berhenti. 6 orang polisi turun lalu 3 orang menghampiri mobil yang berhenti di depan pagar,3 orang lagi berjalan ke rumah bu Jesica. Mereka mendapat telpon dari kakek Zhang untuk menahan pria yang datang ke rumah Sulis. Jika mengandalkan pengawalnya yang bersama Bayu,tidak cukup waktunya. Beruntung kantor polisi hanya berjarak 300 meter saja dari rumah orang tua Sulis. Jadi mereka cepat datangnya.


" Apakah ibu tahu alamat rumahnya..?" ucap pria A.


" Dia bilang tinggal di dekat balai kota.." ucap bu Jesica.


" Apakah ibu punya nomor telponnya?" ucap pria A.


" Tidak...Putri yang punya.." ucap bu Jesica.


" Siapa teman pria yang dekat dengan anak ibu?" ucap pria A.


" Semua teman - teman yang paling dekat itu wanita...Tidak ada yang pria..." ucap bu Jesica menyembunyikan Bayu. Sebab Bayu paling dekat dengan Sulis.


" Apakah anak ibu suka pergi ke diskotik?" ucap pria A.


Ting....Tong.... ( suara bel pintu.)


" Sebentar pak..." ucap bu Jesica.


Bu Jesica berdiri lalu berjalan ke pintu masuk. Ia melihat 3 orang polisi.


" Selamat siang bu...." ucap Polisi A.


" Iya siang...Ada apa ya pak?" ucap bu Jesica heran dan penasaran. Mengapa ada polisi datang kerumahnya.


" Maaf bu...."


Polisi A masuk ke dalam dan melihat 2 orang duduk di sofa.


" Apakah mereka dari rumah sakit?" ucap polisi A berkata pelan.


" Iya pak.." ucap bu Jesica.


" Tangkap mereka " ucap polisi A memerintahkan ke rekannya.


" Siap pak..." ucap ke dua polisi lalu segera masuk untuk menangkapnya.


2 orang pria berjas kaget. Tiba - tiba di hampiri polisi lalu tangannya di borgol.


" Ada apa ini?"


" Mengapa kami di borgol?" ucap pria A.


" Anda telah menipu saudara Sulis,dan anda bukan dari rumah sakit SI*****" ucap Polisi A.


" Kami punya bukti jika kami dari rumah sakit..Dan kami tidak menipu.." ucap pria A.


Tiba - tiba hapenya pria A berdering nada panggil.


" Ambil hape mereka..."


Kedua polisi mengambil hape ke dua pria itu.


Lalu menyerahkan ke polisi A.


" Bawa ke mobil.." ucap polisi A .


" Siap..." ucap ke dua polisi lalu membawa 2 orang pria itu keluar dari dalam rumah.


" Pak...Sebenarnya ada apa? Mereka menipu apa?" ucap bu Jesica penasaran.


" Mereka menipu banyak orang, dan sudah banyak korbannya bu.." ucap Polisi A sesuai ucapan komandannya. Sebab ia di telpon oleh komandannya untuk menangkap orang yang berada di rumah orang tua Sulis.


" Menipu apa pak?" ucap bu Jesica.


" Investasi bu...Terima kasih atas kerja samanya bu..Kami pamit undur diri...Selamat siang." ucap polisi A lalu pergi meninggalkan rumah orang tua Sulis.


Bu Jesica duduk di kursi sofa. Ia memikirkan atas kejadian yang menimpa keluarga.


" Ada apa ini..."


" Apa yang sebenarnya terjadi..."


Lalu terlintas di pikirannya tentang Bayu.


" Bayu....Iya...Bayu...Dia yang tahu...Aku harus ke sana.."


Bu Jesica lantas mengambil hapenya untuk menghubungi suaminya.


Tuuut...Tuuut....Tuuut...


" Ya hallo ma..." suara ayah Sulis.


" Pa...Mama mau ke rumah Bayu...Ada hal penting yang harus mama sampaikan.." ucap bu Jesica.


" Hal penting apa ma...?" suara ayahnya Sulis.


" Nanti mama cerita ke papa...Mama izin mau kerumah Bayu...Hari ini juga.." ucap bu Jesica.


" Tunggu papa pulang ma...Papa ikut ke sana.." suara ayahnya Sulis.


" Jam berapa papa pulang?" ucap bu Jesica.


" Sejam lagi papa pulang .." suara ayahnya Sulis.


" Baiklah...Mama tunggu.." ucap bu Jesica. Lalu mematikan hapenya.

__ADS_1


__ADS_2