SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENIKAHKAN ANAK GADIS TETANGGA.


__ADS_3

Setelah menerima telpon dari Ayu.


" Sepurane loh pak... Saya ini bukan anak seorang kyai.."


" Gus Wafiq itu ikut - ikutan memanggil saya gus karena beliau menganggap saya adiknya.."


" Lalu teman - teman di pondok pesantren memanggil saya gus.." ucap Bayu meluruskan ucapan gus Wafiq.


" Ooo...Begitu to gus...Iya - iya." ucap pria tua itu.


" Saya pamit pulang dulu pak,mau makan..Soalnya saya puasa tadi,assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." ucqp pria tua itu.


Bayu memutuskan untuk pulang. Dirinya tak khawatir bila ada pencuri masuk ke dalam rumah,karena uang pemberian kakek buyutnya sudah di simpan di brankas,yang ada di Jakarta serta ada pengawal yang menjaga rumah ibunya.


" Asem...Aku malah di cecar banyak pertanyaan..."


" Ini gara - gara si gus Sapi .." ucap Bayu dalam hati sambil berjalan ke rumah.


Di saat Bayu sampai di rumah,baru saja dirinya hendak masuk ke dapur untuk makan,terdengar suara adzan.


" Aseem...Cepet banget adzan.." ucap Bayu.


Bayu segera wudhu,lalu mengambil kunci motornya,tak lupa memakai masker. Ia akan shalat isya' di mesjid.


Setelah shalat isya' Bayu segera pulang. Atak ada orang yang bertanya ke dirinya.


" Selamet...Gak ada yang tanya - tanya..."


" Mending tinggal di Jogja.."


" Gak ada yang tanya - tanya " ucap Bayu sbil memgendarai sepeda motor Legendanya. Sebab tetangga di Jogja rata - rata sudah mengenal dengan sosok Bayu.


Sesampai di rumah,Bayu segera mengisi perutnya.


1 jam kemudian.


Bayu duduk di depan tivi mulutnya terdapat sebungkus choki - choki yang sisa separo,ia memikirkan pelaku pembunuhan istrinya kembali.


Dirinya merasa pelakunya adalah Sebastian,namun di tepis,karena mengingat ia pernah membantai orang - orang di depan Cafe. Ia pun berpikir bahwa keluarga yang ia bunuh saat di depan Cafe juga pembunuh Putri. Kerana setelah kejadian itu,ada banyak yang meninggal kehabisan darah saat di larikan ke rumah sakit.


Nampak sebuah iklan yang biasanya ia lihat dari dulu hingga sekarang.


"Marilah seluruh rakyat Indonesia


Arahkan pandanganmu ke depan


Raihlah mimpimu bagi nusa bangsa


Satukan tekadmu 'tuk masa depan


Pantang menyerah


Itulah pedomanmu


Entaskan kemiskinan cita-citamu


Rintangan 'tak menggentarkan dirimu" suara di tivi.


" Bentar lagi pemilu.."


" Pasti banyak yang mencalonkan jadi pak lurah sama pak erte.."ucap Bayu dalam hati.


Tiba - tiba ia teringat jka dirinya tak punya baju jas di rumah ibunya. Baju jasnya ada rumahnya di Jakarta. Lalu Bayu memutuskan untuk mengambilnya.Ia pun menghilang dari ruang keluarga.


---***---


Jakarta.


Rumah Bayu.


Nampak kamar Bayu kosong,tak ada penghuninya.


Tiba - tiba Bayu muncul di depan lemari pakaian.


" Mudah - mudahan masih ada.."


Bayu membuka lemari pakaian.


Nampak pakaian mewah tergantung.Pakaian itu jarang ia pakai.


" Nah ini dia jasku.."


Bayu memgambil baju jasnya,lalu menutup lemari pakaian.


" Oh iya...Sepatu. Masa aku pakai sandal jepit.." ucap Bayu teringat sepatu.


Setelah mengambil sepatu,Bayubteringat akan sorban warna hijau pemberian pak H. Ridwan.


Setelah semua perlengkapan untuk acara ijab kabul tetangga sudah di ambil semua,Bayu segera kembali ke Sragen dengan cara menghilang.


Pintu kamar terbuka,nampak Ayu masuk ke dalam kamar bersama seorang gadis yang masih ada hubungan keluarganya.


***


Pukul 2.40.


Bayu terbangun,seperti biasa ia minum air putih yang telah ia siapkan sebelumnya.


" Begini ya kalau hidup membujang.."


" Tidur sendirian,makan sendirian.."


" Huuft..."ucap Bayu.


30 menit kemudian.


Bayu selesai wirid,langsung ke dapur untuk mempersiapkan makan sahur.


Di saat ia sedang memasak,dirinya teringat saat hilang ingatan. Ingatan itu tentang sosok makhluk astral yang berada dalam tubuhnya. Selama ia hilang ingatan,hanya Jalu saja yang berbicara. Namun wanita yang ia beri nama Sekar tak ada bicara,lalu Bayu mencoba untuk memanggil.


" Mbak Sekar..."


Tak ada jawaban.


" Mbak Sekar yang cantik..." ucap Bayu dalam hati.


Tak ada jawaban dari Sekar.


" Asemm...Seperti dia sudah pindah rumah.." gumam Bayu.


Bayu memutuskan nanti saja setelah shalat subuh akan mengunjungi Sekar.


Tak terasa jam menunjukkan akan masuk waktu shalat subuh,Bayu pergi ke mesjid sebelum adzan di kumandangkan.


Sesampai di mesjid,ia melihat ada 3 orang pemuda sudah ada di mesjid.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu menyapa 3 pemuda.


" Wa'alaikum salam gus.." ucap ke 3 pemuda.


Bayu bersalaman ke 3 pemuda tersebut.


" Kang..."


" Sudah masuk subuh..Pukul bedugnya dan tolong nyalain mic..Biar aku yang adzan.." ucap Bayu.


" Siap gus..." ucap mereka.


***


Perlahan Bayu mencoba berbaur dengan masyarakat di sekitarnya,dan juga meluruskan ucapan gus Wafiq. Bahwa dirinya bukan putra dari seorang Kyai. Agar mereka tidak salah paham akan memanggil dirinya dengan sebutan Gus. Sebab panggilan Gus itu hanya untuk putra dari seorang Kyai.


Namun warga tetap memanggilnya gus,meskipun Bayu sudah menjelaskan. Mereka senang terhadap Bayu,orangnya loyal mau membantu terhadap warga kurang mampu.


Sore hari.


Bayu duduk di teras sambil bermain mobil remot controlnya bersama pengawalnya.


Tiba - tiba ada seorang bapak - bapak datang membawa 1 tanda pisang kepok yang di angkut memakai sepeda,sebagian sudah menguning sebagian masih hijau. Rumah Hana belum memiliki pagar besi,shingga siapa saja bisa masuk ke perkarangan rumahnya.


" Assalam mu'alaikum gus..." ucap pria itu.


Bayu melihat ke arah pria itu,ia belum tahu namanya,namun ia oernah bertemu saat memberikan amplop.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.Lalu berjalan menghampiri pria itu untuk membantu memegang sepedanya.


" Ini mau di jual pak?" ucap Bayu.


" Sanes gus...Ini buat gus Bayu.." ucap pria itu.


" Owalah...Gak usah repot - repot pak.." ucap Bayu.


Pria itu menurunkan pisangnya.


" Cuman pisang aja gus..."


Bayu memgeluarkan dompet dari kantongnya.


" Gak usah gus...Aku ikhlas memberikan pisang ini ke panjenengan.." ucap pria itu.


" Ini bukan buat bapak,tapi anak bapak..Rejeki ojo di tolak pak" ucap Bayu memberikan 500rb pada pria itu.


Mau tak mau pria itu menerima,padahal dirinya hanya berniat memberikan pisang miliknya ke Bayu sebagai ucapan rasa terima kasihnya karena telah di berikan uang oleh Bayu.Namun ia tak menyangka Bayu memberikan uang lagi.


" Matur suwun gus.." ucap pria itu lalu hendak mencium tangan Bayu.


Bayu menarik tangannya.


" Sami - sami pak.." ucap Bayu.


" Saya langsung pulang ya gus.." ucap pria itu.


" Tunggu sebentar pak.."


Bayu masuk kedalam rumah,untuk mengambil teh kotak dan choki - choki.


" Ini buat buat anak bapak.." ucap Bayu memerikan kantong plasting berisi teh kotak dan choki - choki.


" Matur suwun gus...Assalam mu'alaikum" ucap pria itu.


" Wa'alaikum salam warah matullah.."


Pria itu pergi meninggalkan rumah Hana. Bayu melihat pisang kepok yang ada di teras.


" Buat apa ya pisang ini..."


Bayu bingung mau di apakan pisang itu.


Tiba - tiba ia memiliki ide untuk membuat pisang itu menjadi enak.


" Aku buat pisang keju saja.."


" Tapi kejunya sisa sedikit.."


" Hemm...Nanti malam aku beli ah." ucap Bayu.


Malam hari setelah selesai shalat Isya'.


Bayu bersiap - siap hendak pergi membeli bahan untuk membuat olahan pisang kepok menjadi makanan yang enak.


2 pengawal duduk di teras,mereka secara bergantian menjaga rumah Hana.


" Pak ..Tak tinggal dulu..Aku mau ke Toko.." ucap Bayu.


" Apakah perlu saya antar pak..?" ucap pengawal.


" Gak usah pak..Saya bisa sendiri.."ucap Bayu.


Bayu berangkat memakai sepeda motornya menuju toko untuk membeli bahan. Karena besok ia akan membantu tetangganya yang punya hajatan bernama Sumarno.


****

__ADS_1


Pagi dini hari.


Pukul 2.10.


Bagu terbangun dari tidurnya,seperti biasa.Namun ,karena dirinya ingin membuat masakan pisang,maka Ia melakukan shalat tahajud dan shalat tobatnya. Setelah selesai.Dirinya pergi ke dapur. Di meja sudah tersedia bahan - bahannya.


" Saatnya memasak..." ucap Bayu.


1 jam kemudian.


Bayu selesai membuat masakan pisang goreng yang di beri keju,susu kental manis,ada pula yang memakai mayones. Pisang itu di letakan di piring. Lalu ia mencoba makanan yang ia buat.


" Heem....Enak..Gak kalah sama sama makanan di Cafe - cafe.." ucap Bayu.


Setelah kenyang,Bayu segera ke kamar mandi untuk gosok gigi,dan berwudhu. Karena sebentar lagi shalat subuh


Selesai shalat subuh.Bayu memberikan pisang itu ke pengawalnya.


Lalu pergi berlari pagi seperti biasa yang ia lakukan.


1 jam setelah berlari,Bayu pergi ke rumah pak Sumarno.


Nampak banyak orang di rumah pak Sumarno. Mereka bergotong royong membantu.


Bayu menghampiri para pemuda yang sedang mendirikan tenda ada pula bapak - bapak.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam gus.." ucap semua orang.


Bayu membantu orang - orang mendirikan tenda sambil mengobrol.


" Ini gus minumannya.." ucap seorang bapak - bapak menawarkan minuman.


" Matur suwun pak...Aku poso.." ucap Bayu sambil memegang tiang tenda.


" Oalah...Poso to.." ucap orang itu lagi.


" Acarane nanggep opo iki?" ucap Bayu.


" Mung suara kaset wae gus.." ucap pria 1.


" Oalah...Tak pikir Didi Kempot opo gak dalang Ki Mantep.." ucap Bayu.


" Duiite gak cukup gus.." ucap pria 2


Setelah tendanya berdiri,mereka beristirahat. Sengaja mereka tak memberikan kursi karena untuk kendaraan yang mau lewat,besok baru akan di tutup jalan itu.


Pak Sumarno datang menghampiri Bayu lalu duduk di sampingnya.Ia meminta Bayu untuk memimpin acara acara selamatan agar acaranya itu lancar. Bayu oun menyanggupinya.


Selesai acara selamatan. Pak Sumarno memberikan amplop saaat bersalaman sebagai ucapan terima kasihnya.


Mau gak mau Bayu menerimanya,jika menolak dirinya akan merasa sungkan.


Setelah selesai,Bayu segera pulang,karena setengah jam lagi akan dzuhur.


1 jam kemudian.


Bayu berebah di ruang keluarga,lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Ayu.


Tuuut...Tuuuut....Tuuut...Tuuuut...Tuuuut....


Tuuut...Tuuuut...


" Asem...Gak di angkat"


Bayu mematikan ponselnya lalu menghubungi Diana.


Tuuuut...Tuuut...Tuuut...Tuuut...


" Assalam mu'alaikum bi.." suara Diana.


" Wa'alaikum salam...Posisi sayang ada di mana sekarang?" ucap Bayu.


" Di ruang keluarga bi..Ada apa ?" suara Diana.


" Kirain di kamar,aku mau ke sana mau lihat Bintang..Sepii dirumah seperti kuburan.." ucap Bayu.


" Sebentar bi..Aku ke kamar.." suara Diana.


" Iya...,kalau bisa ke kamarku aja ya sayang,sama Ayu..Gak boleh ada orang lain.." ucap Bayu.


" Iya bi...Nanti aku telpon abi jika sudah di dalam kamar.." suara Diana.


" Iya...Asssalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." suara Diana.


Bayu mematikan panggilan.


15 menit kemudian.


Ponsel Nokianya bergetar panjang,Bayu melihat ke layar,nampak panggilan dari Diana.


" Hallo sayang.." ucap Bayu.


" Halo juga suamiku yang ganteng,kita sudah di dalam kamar." suara Diana.


" Oke...Pintu sudah di kunci?" ucap Bayu.


" Belum.." suara Diana.


" Kunci dulu cantik..Nanti kalau ada orang tiba - tiba masuk gimana" ucap Bayu.


" Bentar bi.."


" Sudah bi.." suara Diana.


" Oke...Sekarang sayang menajuh dari pintu soalnya aku akan muncul di pintu sayang." ucap Bayu.


" Iya sayang..." suara Diana.


Bayu mematikan panggilan. Lalu memejamkan matanya.


---***---


Jakarta.


Bayu muncul di dekat pintu sambil duduk,karena saat dirinya akan menghilang,ia duduk menyender di tembok.


Bruuuk.... Bayu rebah kebelakang karena tak ada sandaran.


" Jiangkreek..Waasssuu...Aku lupa.." ucap Bayu.


Kedua istri Bayu melihat Bayu terjungkal ke belakang tertawa,sebab mereka menunggu Bayu muncul di pintu.


Ha...Ha...Ha....Ha...Ha..Ha..Ha...


Bayu bangkit lalu berjalan ke arah istrinya.


" Kok bisa sayang jatuh kebelakang?" ucap Diana.


" Tadi pas aku menghilang lagi senderan di tembok mi...Begitu muncul di sini malah gak bersender.. Ya geblak aku?" ucap Bayu.


Bayu melihat ke dua anaknya,lalu menciumnya satu persatu.


Eemmmuaach...


Emmuuaachh....


" Abi kangen sama kalian..." ucap Bayu.


" Kapan acara di rumah pak Sumarno bi?" ucap Ayu.


" Besok mi..."


" Setelah acara selesai aku langsung ke sini.."


" Oh iya...Aisyah sudah datang kah?" ucap Bayu.


" Sudah ...Kemarin mereka datang bi.." ucap Diana.


" Kirain belum.." ucap Bayu.


" Dia kaget melihat rumah kita,dan tak percaya jika ini rumah kita.." ucap Diana.


" Ya iyalah kaget mi..."


" Kan dia tahunya rumah yang ada di Sragen.." ucap Bayu.


" Abi mau menemui dia?" ucap Diana.


" Enggak.."


" Nanti aja..."


" Kalau sekarang aku temui,yang ada aku gak bisa balik ke Sragen," ucap Bayu.


" Kan abi bisa menghilang seperti dewa.." ucap Diana.


" Aku gak mau orang - orang pada tahu kalau aku ini bisa menghilang kemana saja yang aku mau mi.."


" Belum lagi keluarga Ayu,mereka akan menggangapku sebagai dewa lalu menyembah..Iya kan yomesan?" ucap Bayu.


" Iya...Sebelum saya memeluk agama islam,pasti saya mengira shujin adalah seorang dewa yang menyamar.." ucap Ayu.


" Tuh kan..."


" Maka dari itu,aku gak mau memperlihatkan ilmuku pada orang lain,hanya ke kalian saja.." ucap Bayu.


" Terus untuk Sulis dan Aisyah bagaiamana?" ucap Diana.


" Kalian wanita paling spesial di hatiku setelah Putri..."


" Jadi hanya kalain saja yang tahi,dan jangan di beri tahu ke Aisyah ataupun Sulis ya.." ucap Bayu.


" Jika anak kita sudah besar bagaimana? Apakah abi merahasiakan pada anak kita?" ucap Diana.


" Iya..."


" Jadi aku mohon ke kalian,jangan beri tahu ke siapun ya sayang...Yomesan...." ucap Bayu.


" Iya bi..." ucap Ayu dan Diana.


" Abi sudah makan?" ucap Diana.


" Aku puasa mi.." .


"Oh iya..Acara ijab kabulku kapan seh mi?" ucap Bayu.


" Ibu belum memberi tahu abi?" ucap Diana.


" Belum..." ucap Bayu.


" Hari Rabu bi.." ucap Diana.


" Rabu besok.." ucap Bayu.


" Iya..." ucap Diana.


" Bi...Setelah ini jangan dekati wanita atau pun menikah lagi ya.."


" Jika abi lakukan itu,aku akan membunuh wanita itu,aku tak peduli dia siapa.." ucap Ayu.


" Iya sayang..." ucap Bayu.


Tok...Tok...Tok...(suara pintu kamar Bayu).


" Kak Ana..." suara Aisyah.


" Sebentar..." ucap Diana nyaring.


" Asem...Aku belum selesai kangen loh mi.." ucap Bayu.

__ADS_1


" Nanti malam aja sayang ke sini lagi.." ucap Diana.


" Insya Allah kalau gak sibuk ya mi..Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." ucap Ayu dan Diana.


Bayu menghilang dari kamar,lalu Diana berjalan ke pintu.


---****---


Kamar Ayu.


Bayu muncul di dekat pintu,lalu membuka pintu kamar.


Tok...Tok...Tok... ( suara pintu di ketuk)


" Assalam mu'alaikum...." suara pria yang berasal dari pintu depan.


" Wa'alaikum salam..."ucap Bayu lalu berjalan ke depan.


Nampak seorang pemuda membawa rantang.


" Ini gus..Dari pak Sumarno.." ucap pemuda itu.


" Oh iya..." ucap Bayu menerima lalu berjalan ke dapur untuk menuangkan isi dalam rantang ke tempat makanan.


Setelah selesai mengeluarkan semua makanan,Bayu berjalan lagi ke depan.


" Matur suwun yoo.." ucap Bayu.


" Sami - sami gus...Assalam mua'alaikum" ucap pemuda itu.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.


Hooaaam......


" Sial..."


" Kalau tidur siang nanggung,sebentar lagi shalat Ashar..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu memutuskan untuk berwudhu,lalu bermain mobil remot control sambil menunggu waktu shalat Ashar.


10 menit sebelum adzan,ia segera meluncur ke mesjid.


***


Pagi hari.


Bayu bersiap - siap untuk berangkat ke rumah Sumarno. Dirinya berkaca di cermin melihat penampilannya,apakah sudah pas.


Nampak Bayu memakai stelan jas,di pundaknya ada sorban bewarna hijau,dan memakai songkok hitam.


" Hemmm...Dah oke..."


" Tinggal berangkat..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu berjalan keluar sambil membawa sepatu hitamnya.


" Pak Bayu mau pergi ke rumah pak Sumarno ?" ucap pengawal.


" Iya pak..Setelah acara selesai,aku akan ke jakarta.." ucap Bayu sambil memakai sepatu lalu pergi ke rumah pak Sumarno memakai sepeda motornya.


Nampak orang - orang sudah ada yang datang,namun pihak mempelai pria belum datang.


Bayu turun dari sepeda motornya lalu berjalan.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam" ucap semua orang.


Bayu bersalaman ke orang yang akan ia lewati.


" Oalah...Tak pikir mantenne seng teko,sekaline gus Bayu..." celutuk salah satu bapak - bapak.


" Manten lanangnge dereng teko to pak?" ucap Bayu.


" Dereng gus.." ucap sebagian orang.


1 jam kemudian.


Pihak pengantin pria sudah datang dan duduk di depan Bayu. Di antara mereka ada meja kecil untuk ijab kabul,di samping Bayu sudah ada pak penghulu. Di sekelilingnya terdapat oikah keluarga mempelai.


Bayu mengambil mic di meja.


"Tes..Tes...Cek sound.."


" Iki endi manten wedok e..Sido rabi opo ora,yen gak sido aku arep mulih,mergo ono tonggoku seng arep tak rabekno.." ucap Bayu.


( Ini mana pengantin wanitanya..Jadi nikah apa enggak. Jika tidak jafi,aku mau pulang,sebab ada tetanggaku yang mau aku nikahkan)


" Sabar guuss.." ucap sebagian orang.


Tak lama kemufian muncul oengantin wanita memakai busana putih.


" Alhamdulilah...Matur suwun ngeh bapak - bapak lan ibu - ibu...Acarane sampun selesai.Monggo di cicipi hidangan yang telah di hidangkan oleh tuan rumah." ucap Bayu.


" Belum guuiuss...." ucap sebagian ibu.


" Guyon buk ibu,"


" Baiklah..Kita mulai saja acaranya.."


" Assalam mu'alaikum warah matullahi wabarakatuh.." ucap Bayu


" Wa'alaikum salam warah matullahi wabarakatuh.." ucap semua orang.


"Alhamdulillah wasyukurillah,walahaula wala quwata illah billah..."


" Pada hari ini..."


" Pak Sumarno memberikan amanah kepada saya untuk menikahkan putrinya bernama Sumirna kepada pemuda tampan yang bernama Budi Hartono."


" Apa betul namanya mas Budi Hartono,?" ucap Bayu.


" Iya benar gus.." ucap Budi.


" Saya hanya memastikan saja,takut salah sebut,nanti saya bilang Asep Hartono pas ijab kabulnya.."


" Sebelumnya apakah mas Budi tahu tugas sebagai suami?"ucap Bayu.


" Tahu gus.." ucap Budi.


" Apa tugas seorang suami?" ucap Bayu.


" Memberi nafkah lahir dan bathin " ucap Budi.


" Selain itu?" ucap Bayu.


" Membahagiakan istri.." ucap Budi.


" Nah itu dia jawaban yang saya tunggu - tunggu.."


" Jika sudah sah menjadi suami,kewajiban anda yang sebelumnya membahagiakan ke dua orang tua,maka akan bertambah lagi tugas mas Budi,yaitu membahagiakan istri yang telah mas Budi nikahi.."


" Bila mbak Sumarni telah menjadi istri mas Budi,dan mbak Sumarni membuat kesalahan kepadamu, janganlah mas Budi melakukan kontak fisik yang dapat mengakibatkan mbak Sumarni terluka.."


" Sebab..Pak Sumarno menyerahkan sepenuhnya kepada mas Budi untuk merawat,menyanyangi dan membahagiakan putrinya.."


" Bila ada masalah,bicarakan secara baik - baik."


" Apakah mas Budi paham apa yang saya ucapkan.?" ucap Bayu.


" Paham gus.." ucap Budi.


" Mas kawin Seperangkat alat shalat dan cincin emas 2 gram."ucap Bayu.


" Iya gus.." ucap Budi.


" Baiklah..Kita mulai saja.Sepertinya mas Budi sudah tidak tahan untuk menjadi suami dari mbak Sumarni"


Bayu menyodorkan tangannya,Budi menyambut. Lalu menjauhkan mic dari mulutnya.


" Mau pakai bahasa indonesia apa bahasa arab" ucap Bayu.


" Bahasa indonesia gus.." ucap Budi.


" Jika aku gerakkan tanganku,mas Budi langsung menjawab ya..." ucap Bayu.


" Iya gus.." ucap Budi.


Bayu menaruh mic di depan mulut.


" Nanti para hadirin jawabnya Barakallah ya.."


" Bismillah.."


" Ananda Budi Hartono bin Heru Kusmanto.."


" Hari ini saya Muhammad Bayu Samudra Han.."


" Di mana pak Sumarno menyerahkan kepada saya untuk menikahkan putrinya bernama Sumarni. Dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas 2 gram" ucap Bayu Namun Budi langsungenjawab,padahal Bayu belum menggerakkan tangannya.


" Saya terima nikahnya..." ucap Budi tapi di potong oleh Bayu.


" Belum selesai mas Budi.."


" Sudah gak tahan ta mas.." ucap Bayu.


" Dia sudah gak tahan guuuus..." celutuk seorang pemuda.


Bayu menjauhkan micnya,


" Kalau saya gerakin,baru sampeyan ngomong santai aja,gak usah tegang.."


Bayu menaruh mic depan mulutnya.


" Bismilah..."


" Ananda Budi Hartono bin Heru Kusmanto."


" Saya nikahkan engkau dengan seorang gadis bernama Sumarni binti Sumarno, di mana ayah kandungnya telah menyerahkan kepada saya untuk menikahkan kepada engkau dengan emas kawin seperangkat alat shalat dan emas 2 gram di bayar TUNAAI...." ucap Bayu lalu memiringkan tangannya.


" Saya terima nikah dan kawinnya Sumarni binti Sumarno dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas 2 gram di bayar TUNAI..." ucap Budi.


" Barakallah..." ucap Bayu dan semua orang yang hadir secara serempak.


Bayu membaca do'a.


2 Jam kemudian.


Bayu duduk di salah satu meja makan setelah acara serah terima pengantin,hari ini ia sengaja tak puasa.


" Tadi aku nikahkan anak tetangga..Setelah ini aku yang nikah dengan 2 orang wanita sekaligus.."ucap Bayu dalam hati.


" Wuiih...Keren..."


" Jadi istrimu ada banyak Bay?" suara Jalu.


" Jancook..."


" Mumet iyoo pakde.." ucap Bayu dalam hati.


" Yo wes...Di keloni wae gak usah di rabi.." suara Jalu.


" Dusoo pakde..." ucap Bayu dalam hati.


" Yo ora to...Kan podo - podo senenge,kecuali di paksa.." suara Jalu.


" Diampuut.." ucap Bayu dalam hati.


" Piye Bay jepitannya prawan,opo maneh seng mangkel .."


Bayu menyentil burungnya.

__ADS_1


" Juancook...Loro Bay...Wassuuu.." suara Jalu.


__ADS_2