
Di saat Daniel keluar pintu,Alvin berjalan ke arah pintu.
Daniel merasa pernah bertemu dengan pria tersebut. Begitu juga dengan Alvin. Alvin merasakan pernah bertemu dengan pria yang berjalan dengan adiknya.
" Kak...Aku keluar dulu ya.." ucap Selvie.
" Iyaaa...."
" Dia cowok barumu Vie?" ucap Alvin.
" Iya kak..." ucap Selvie.
" Semoga aja kak Daniel gak ingat...Dan juga kak Alvin gak ingat.." ucap Selvie dalam hati berharap cemas.
Selvie segera menarik tangan Daniel agar segera pergi.
" Pulangnya jangan sampai larut malam..." ucap Alvin melihat adiknya menarik tangan pacarnya sambil berjalan menjauhi dirinya.
" Iya kak..." ucap Selvie.
" Dia kakakmu Vie ? " ucap Daniel.
" Iya...Yok kita pergi...
" Kak Daniel ke sini naik apa?" ucap Selvie.
" Mobil..." ucap Daniel.
" Mobilnya mana kak?" ucap Selvie tak melihat keberadaan mobil Daniel.
" Di luar Vie..."
Mereka pun berjalan ke arah pagar.
" Sepertinya aku pernah bertemu dengan kakakmu Vie.." ucap Daniel.
" Mati gue...Semoga saja dia gak ingat.." ucap Selvie dalam hati.
" Tapi aku lupa..." ucap Daniel.
" Syukurlah dia lupa..." ucap Selvie dalam hati.
" Mungkin kak Daniel lihat kakakku di jalan.." ucap Selvie.
" Hemmm...Bisa jadi..." ucap Daniel mengiyakan ucapan Selvie.
Daniel membukakan pintu mobil untuk Selvie.
Selvie masuk ke dalam lalu Daniel menutup pintu,segera ia berjalan cepat menuju pintu kemudi.
Setelah menyalakan mesin mobil,Daniel segera menjalankan mobilnya setelah mesin mobil menyala. Ia membeli mobil tersebut dengan uang miliknya.
" Kamu berapa sodara Vie?" ucap Daniel.
" 2 kak....Kakak sendiri?" ucap Selvie.
" Tiga sodara...Aku yang terakhir.." ucap Daniel.
" Cowok semua?" ucap Selvie.
" Enggak...Yang pertama cewek,lalu cowok..." ucap Daniel.
Daniel pun melupakan wajah kakanya Selvie,sebab ia tak mengingat di mana ia pernah bertemu kakaknya Selvie.
---0.0.0---
Di sisi Johan.
Setelah menempuh perjalanan jauh,akhirnya Johan sampai di tempat tujuan.
Johan menemui anak buahnya di sebuah Cafe.
Nampak Johan duduk sendiri menunggu kedatangan anak buahnya.
Setelah menunggu beberapa puluh menit,akhirnya anak buahnya datang.
" Maaf pak,kami datang telat. Perutku tadi mules..." ucap pria 1.
" Iya..Duduklah.."
Mereka pun duduk di kursi sofa.
" Apakah kalian sudah mendapatkan telur itu?" ucap Johan.
" Belum pak.."
" Agak susah mendapatkan telur itu.." ucap pria 2.
Mememang benar,telur yang di minta oleh sang dukun gampang - gampang susah. Sebab telur itu dari ayam betina yang baru pertama kali bertelur,di tandai ada noda darah di kulit telur. Jika dari ayam betina yang sudah beberapa kali bertelur,tidak akan ada noda darahnya. Seperti halnya manusia. Jika pertama kali melakukannya,akan terdapat noda darah.
" Coba kalian datangi peternak ayam.."
" Biasanya ada itu ayam perawan yang baru pertama kali bertelur.."
" Atau begini saja..Suruh dukunnya untuk mencari.. Nanti aku akan membayarnya.." ucap Johan.
" Kata Ki Bahar kita yang di suruh mencarinya pak.."
" Serta saat saat pelaksanaannya paling bagus yakni malam bulan purnama atau hari wetonnya pak. "
" Agar berhasil tanpa kendala.." ucap pria 1.
" Ooo...Begitu.."
" Antarkan aku ke rumah Ki Bahar.." ucap Johan.
Akhirnya mereka pun pergi ke tempat Ki Bahar berada.
Tempat tinggal Ki Bahar berada di desa yang jauh dari kota.
---0.0.0---
MARLAS BESAR MILITER CHINA.
Nampak Mayjen Tang Shin sedang menerima surat laporan dari Timnya.
Dalam surat itu,Timnya yang bergerak di kalimantan tak menemukan tempat tinggal Jiang.
" Aneh..Mengapa dia tak di sana..??"gumam Mayjen Tang Shin.
Lantas ia juga membaca lapotan dari detektif. Laporan itu juga menyebutkan bahwa Jiang tak berada di desa yang sesuai identitasnya. Area pencarian juga di perluas.
Mayjen Tangpakah ini ada hubunganya dengan kejadian yang menimpa keluarga besar Xiang dan juga prajurit yang gugur secara misterius.
" Apakah Jiang pelakunya..Tapi.."
" Jika dia pelakunya.. Apa motifnya?"
" Heeeemmm..."
Mayjen Tang Shin nampak berpikir.
" Aaaah...Tak mungkin Jiang pelakunya.."
" Jika dia pelakunya..Pasti pak presiden juga di bunuhnya.." ucap Mayjen Tang Shin.
Lantas Mayjen Tang Shin teringat tentang laporan mengenai Jiang bisa bahasa daerah saat berkunjung ke Bali. Lalu ia pun mencari tahu bahasa apa yang di gunakan oleh Jiang,kemungkinan Jiang berasal dari daerah itu.
---0.0.0---
__ADS_1
Sore hari.
Daniel mengantar Selvie kerumahnya,namun ia tak masuk ke dalam rumah.
" Ayo yank..Masuk.." ucap Selvie menawarkan Daniel untuk singgah.
" Lain kali saja ya sayang..." ucap Daniel.
Selvie akhirnya menerima Daniel sebagai pacarnya. Namun Selvie belum memutuskan pacarnya.
Selvie memegang paha Daniel.
" Yakin gak mau masuk yank..??" ucap Selvie sambil mengusap paha Daniel.
" Iya sayang.." ucap Daniel.
" Padahal aku pengen lagi yank.." ucap Selvie manja.
" Asem...Terima apa enggak ya.." ucap Daniel dalam hati.
Daniel bingung,rencananya ia hanya mengantar Selvie pulang saja,namun karena tawaran Selvie mengajak begituan lagi menjadi goyah. Lalu ia pun teringat kakaknya Selvie.
" Ada kakakmu sayang...Aku gak enak.." ucap Daniel.
" Anggap aja kakakku gak ada yank..."
" Ayo nah yank..." ucap Selvie.
" Gimana ya..."
Tiba - tiba ponsel Daniel berdering nada panggil.
" Sebentar yank..."
Daniel mengambil ponselnya,lalu melihat siapa yang memanggil.
Nampak nama Bayu muncul. Daniel pun menerima panggilan tersebut.
" Ya hallo Bay..." ucap Daniel.
" Assalam mua'laikum...Awakmu nangdi...Kok belum pulang?" suara Bayu.
" Wa'alaikum salam..Lagi di rumah pacarku Bay..." ucap Daniel.
" Oalah... Kirain di culik Laura.." suara Bayu.
" Diampuut..." ucap Daniel.
" Ya sudah kalau gitu...Hati - hati kalau pulangnya..Jangan ngebut... Dan jangan mabuk.. Kalau mabuk mending naik taksi agar kamu gak nabrak." suara Bayu.
" Siap pak kyai..." ucap Daniel.
" Assalam mu'alaikum.."suara Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap Daniel.
Panggilan berakhir.
" Bayu kenapa kak?" ucap Selvie.
" Dia cuman nanyain aku,kenapa gak ada dj rumah,terus pulangnya jangan mabuk..." ucap Daniel.
" Bayu perhatian sama sayang ya..?" ucap Selvie.
Daniel menoleh ke Selvie.
" Iya...Kalau Bayu tiba - tiba mencari kita,terus kita gak ada di rumah,pasti nelpon..."
" Gak hanya Bayu saja,kadang ibunya Bayu juga menelpon jika aku belum pulang saat tengah malam.."ucap Daniel.
" Ooo...Begitu..Jadi.."
" Jika mampir terus begituan,lalu di grebek sama kakaknya atau ayahnya.."
" Mampus aku.." ucap Daniel dalam hati.
" Mobil kakakku juga sudah gak ada yank.." ucap Selvie.
" Masa seh.." ucap Daniel.
" Iya..Biasanya mobil kakakku ada..Neh gak ada.."
" Ya udah kalau gak mau..." ucap Selvie pura - pura ngambek sambil membuka pintu mobil.
Daniel segera meraih tangan Selvie.
" Jangan ngambek gitu..Iya deh aku mau.." ucap Daniel.
Akhirnya mereka pun keluar dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
Sesampai di dalam kamar.
Daniel memeluk hendak mencium Selvie.
" Aku ke kamar mandi dulu yank.." ucap Selvie.
Mau gak mau Daniel mengiyakan.
Daniel duduk di pinggir tempat tidur. selesai dari kamar mandi Selvie berjalan ke arah Daniel.
Daniel segera menyambut Selvie. Merekapun berciuman dan saling raba.
Satu persatu pakaian Selvie di lepas oleh Daniel.
Hingga akhirnya mereka tak memakai pakaian sehelai benang pun dan saling memberikan kenikmatan.
Daniel berada di bawah,sedangkan Selvie di atas.
Saat menikmati lubang Selvie.,ia tak mencium aroma khas wanita. Yang ia cium aroma wangi. Sehingga Daniel dengan rakus menikmati lubang Selvie tanpa rumput hitam tersebut.
Setelah puas dalam posisi 69,Selvie mengubah posisinya,ia mengangkang sambil memegang Joninya Daniel mengarahkan ke sangkar,begitu pas,Selvie menurunkan pinggulnya.
Amblas lah si joni tenggelam dalam lubang.
Lalu Selvie menggerakkan pinggulnya.
" Aaahhh...Enak banget yank...Oouuh...Ssshh...Hemmpph..." ucap Selvie.
Daniel diam tak bergerak menikmati joninya dalam jepitan benda kenyal.
Berbagai macam gaya mereka lakukan hingga akhirnya Daniel merasakan akan keluar,lalu ia mencabut joninya. Cairan itu mengenai perut Selvie.
Daniel merasakan nikmat yang begitu dahsyatnya. Kemudian mengambil tissu untuk mengelap cairan tersebut.
" Papahmu sayang jam berapa pulang?" ucap Daniel.
" Gak tahu yank..."
Setelah perutnya bersih dari cairan lengket,Selvie turun dari tempat tidur.
" Mandi bareng yuk yank.." ucap Selvie.
" Ayoo..." ucap Daniel.
---0.0.0---
Rumah Alvin.
Kini rumah Angel menjadi milik rumah Alvin.
__ADS_1
Alvin baru saja menimmati tubuh Angel.
Nampak lubang Angel ada cairan putih kental.
Alvin berebah sambil memeluk Angel.
" Lalu ia teringat dengan pacar adiknya.
" Pemuda itu sepertinya gue pernah lihat,tapi di mana ya..."
Alvin berusaha mengingat - ingat.
" Aarrrgghhh...Sial..Gue lupa..." ucap Daniel dalam hati.
Meskipun berulang kali Alvin menumpahkan cairan putih kentalnya ke dalam lubang Angel.
Angel tidak akan hamil,karena Angel memakai KB.
---0.0.0---
Pagi hari di rumah Johan.
Selvie berjalan ke kursi meja makan sambil membawa tas karena pagi ini dirinya masuk sekolah.
Setelah tiba di ruang makan rupanya ayahnya telah berada di meja makan.
Selvie menarik kursi lalu duduk.
" Kemarin siapa yang datang ke rumah ini?" ucap Johan.
Selvie mengambil roti sambil berkata " Dia pacarku pah..."
" Ooo...Pacarmu.."
" Mengapa foto keluarga di lepas? ucap Johan.
Selvie mengolesi rotinya dengan selai.
" Oh iya pah...Pacarku punya kenalan seorang paranormal pah..Soal foto,sengaja ku simpan pah.. " ucap Selvie.
" Nanti yang seperti waktu itu.." ucap Johan berdiri dari kursinya,sebab ia telah selesai sarapan hanya menunggu kedatangan putrinya untuk menanyakan siapa tamu yang datang kerumahnya.Serta Selvie pernah memberi tahu seorang dukun dari teman Selvie,tapi dukun itu ternyata palsu.
" Ini berbeda pah..." ucap Selvie.
" Papah mau berangkat kerja nanti pasang kembali fotonya." ucap Johan lalu berjalan.Dirinya menganggap orang yang di maksud anaknya itu dukun palsu.
" Dia keluarga angkat Bayu pah..." ucap Selvie.
Johan menghentikan langkahnya ketika mendengar nama Bayu di sebut,lalu membalikkan badannya.
" Keluarga angkat Bayu?" ucap Johan.
" Iya..."
" Keluarga angkat Bayu...Kalau papah gak percaya ya sudah.."
Johan menghampiri Selvie karena ia penasaran siapa yang di maksud oleh putrinya itu.
" Nanti Selvie datang ke sana berdua dengan pacarku.." ucap Selvie lalu memakan rotinya.
Johan menarik kursi di samping Selvie lalu duduk.
" Bayu anaknya pakde Agus?" ucap Johan memastikan.
Selvie menganggukkan kepalanya karena di mulutnya lagi mengunyah. Setelah menelan,barulah ia bicara.
" Iya pah..." ucap Selvie.
" Di mana dia tinggalnya?" ucap Johan.
" Dia tinggal bersama Bayu pah..." ucap Selvie.
" Bersama Bayu?" ucap Johan.
" Iya... Dia tinggal bersama Bayu..."
" Dukunnya itu bernama kang Bejo.." ucap Selvie.
" Kang Bejo?? " ucap Johan.
" Iya pah...Katanya suruh datang bawa foto mamah,nama lengkap serta nama ayahnya mama...Lalu..."
" Ayam pah..." ucap Selvie.
" Ayam...? Ayam apa Vie.." ucap Johan.
" Ayam apa ya...?"
Selvie mengingat - ingat ucapan Daniel.
" Ayam Cem...Cem...Lupa pah.." ucap Selvie.
" Cemani...?" ucap Johan.
" Iya...Ayam Cemani pah.." ucap Selvie.
" Selain itu apa lagi?" ucap Johan.
" Gak ada pah..." ucap Selvie lalu meminum susu hangat.
" Dia sekolah,kuliah atau sudah kerja?" ucap Johan.
" Di kuliah dan juga kerja pah,serta punya usaha sendiri..." ucap Johan.
" Waaah....Tumben kamu pintar mencari pacar" ucap Johan.
" Emangnya kemarin Selvie gak pintar?" ucap Selvie.
" Enggak...Seharusnya punya pacar ya harus yang seperti itu.."
" Kuliah juga kerja dan punya usaha sendiri,agar bisa mandiri.."
" Oh iya...Dia punya usaha apa?" ucap Johan.
" Jual alat pancing pah.."
" Selvie berangkat dulu ya pah.."ucap Selvie sambil memgambil tas yang ia taruh di lantai.
" Berangkat sama papah aja..Papah ingin tahu pacarmu itu.." Johan.
Akhirnya Johan dan Selvie berangkat bersama - sama. Biasanya Selvie di antar oleh Ivan.
" Tokonya lumayan pah,sambil menunggu toko yang di bangun jadi,dia menyewa tempat..."
" Selvie lihat harga alat pancingnya itu lumayan mahal pah...Soalnya di impor langsung dari Jepang.." ucap Selvie.
Mereka masuk ke dalam mobil,lalu mobil itu pun berjalan.
" Siapa nama pacarmu?" ucap Johan.
" Daniel pah..." ucap Selvie.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.