SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MINUMLAH


__ADS_3

JAKARTA.


4 hari setelah kematian Putri.


Hana memanggil para pengawal yang ikut mengantar Putri ke Lampung. Ia menanyakan saat kejadian itu.


Hana diam menyimak ucapan para pengawal,terutama pengawal yang berusaha mengejar mobil truck yang telah mengakibatkan mobil yang di tumpangi Putri masuk ke jurang.


" Apakah kalian sudah mendatangi pemilik truk yang menghalangi jalan kalian?" ucap Hana.


" Sudah bu..Pemilik truk memang tempat tinggalnya di daerah itu." ucap pengawal A.


" Apakah saat kalian berangkat,ada yang mengikuti kalian?" ucap Hana.


" Tidak ada bu...Saya selalu mengawasi di belakang,jika ada yang mencurigakan,maka kami akan memghentikannya.." ucap pengawal B.


" Setelah keluar dari pelabuhan,apakah mobil truk itu mengikuti kalian?" ucap Hana.


" Iya ada bu...Kami pikir truk itu seperti truk biasanya yang sering lewat,jaraknya juga lumayan jauh,tapi lama kelamaan truk itu mendekat karena sering menyalip .." ucap pengawal B.


" Jika itu 1 komplotan gak mungkin supir truk yang mengahalangi jalan tinggal di situ." ucap Hana dalam hati.


Setelah itu,Hana menemui Ayu dan Diana. Sebab Hana merasa janggal dengan cerita para pengawal.


" Ayu...Diana..."


" Ibu mau nanya... Pas saat Putri pergi ke Lampung,dia ada bicara apa tidak?" ucap Hana.


" Ada bu..."


" Sebelum pergi ke Lampung,kak Putri menelpon Bayu sebelum Bayu di nyatakan tewas.kak Putri meminta izin ke Bayu untuk pergi kekuburan ayahnya."


" Namun Bayu tidak memberikan Izin ke kak Putri.."


" Kemudian 2 minggu yang lalu kalau tidak salah ya kak..kak Putri bilang ke kita akan pergi ke Lampung.." ucap Diana.


" Iya bu..."


" Di saat kita di Gazebo,kak Putri bilang ke kita bahwa seminggu lagi akan pergi kelampung. Kita tidak bisa ikut..Karena akan pergi ke percetakan untuk mengambil cetakan Al Qur'an yang sudah jadi untuk di kirim ke Jepang" ucap Ayu.


" Apakah kalian saat berbicara itu ada pengunjung di dekat kalian?" ucap Hana.


" Ada bu...Ya seperti biasa suasana Cafe saat itu sangat ramai..Kami duduk di Gazebo.." ucap Diana.


" Bu...Apakah Bayu sudah ibu temukan?" ucap Ayu.


" Sudah Ayu...Tapi maafkan ibu.."


" Ibu lupa menyimpan senjata,"


" Di saat Bayu membalas pelukan ibu,dia tahu kalau ibu membawa senjata. Jadi dia pergi meninggalkan ibu.." ucap Hana.


" Apakah di saat ibu bertemu dengan Bayu, ibu melepas jilbab ibu?" ucap Diana.


" Ibu sudah lepas jilbab ibu,namun Bayu masih tidak mengingat ibu..."


" Ibu memberi saran.."


" Jangan pergi kemana - mana sebelum Bayu pulang ke sini ya sayang.."


" Kemungkinan mereka masih di sekitar Jakarta.." ucap Hana.


" Bagaimana jika kita tinggal di desa aja bu.." ucap Diana.


" Tunggu Bayu pulang ya sayang...Jangan pergi keluar,biar Cafe di urus sama Paijo dan yang lainnya. Kecuali pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan kalian.." ucap Hana.


" Iya bu..." ucap Ayu dan Diana serempak.


----***---


MALAYSA


Waktu sekarang.


Tiba - tiba Bayu merasakan pundaknya di sentuh oleh orang yang berada di belakangnya. Bayu reflek memegang tangan itu lalu membantingnya.


Bruuuk....


Semua orang melihat ke arah Bayu.


"Eh....!!!?? Bayu terkejut melihat orang yang barusan ia banting tadi rupanya pria yang ia cari .


" Maaf Pak...Maaf...."


" Saya reflek membanting bapak..." ucap Bayu sambil menangkupkan kedua telapak tangannya.


Bayu membantu pria itu berdiri. Ia memang tak sengaja,sebab Bayu sangat waspada di tempat asing.


" Iya tak apa...Saya juga yang salah... " ucap pria itu.


" Apakah anda terluka..?" ucap Bayu.


" Tak..."


" Saya tak apa..."


" Sebentar lagi mau adzan...Saya tinggal dulu.. Selepas itu saya akan menemuimu" ucap pria itu.


" Baik pak..." ucap Bayu.


Setelah selesai shalat.


Bayu duduk menunggu pria itu.


Tak lama kemudian,pria yang di tunggu akhirnya datang,lalu duduk di depan Bayu.


" Assalam mu'alaikum.." ucap pria itu.


" Iya..." ucap Bayu.


" Sesama islam wajib menjawab salam.."


" Saya berkata Assalam mu'alaikum..Anda menjawab Wa'alaikum salam.." ucap pria itu.


" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu.


" Apa yang hendak anda cakap.." ucap pria itu.


Bayu melihat sekeliling. Nampak masih banyak orang di dalam mesjid.


" Bisakah kita bicara 4 mata saja pak..?" ucap Bayu.


" Bisa...Kita cakap di mana?" pria itu.


" Di tempat tak ada orang lain tahu ucapanku.." ucap Bayu.


" Selepas shalat isya'. Saya akan mengajak anda ke tempat tinggal saya... Bagaimana?" ucap pria itu.


" Setuju...Saya hubungi atasan saya dulu pak.." ucap Bayu.


" Silahkan..." ucap pria itu.


Bayu mengambil ponselnya,lalu menghubungi Tang Shin.


Tuuut...Tuuutt...Tuuut...


" Ya Jiang...Ada apa? Apakah kamu tersesat?" suara Mayor Jendral Tang Shin.


" * Siap,Saya tidak tersesat pak. "


" * Saya minta izin tambahan waktu,sebab saya ada keperluan.." ucap Bayu.


" Di izinkan...Jika kesasar,telpon saya..." suara Mayor Jendral Tang Shin.


" * Siap pak...Terima kasih.."


Bayu memutus panggilan tersebut.


" Saya bisa pak..." ucap Bayu.


" Sudah berapa lama anda di China.." ucap pria itu.


" Maaf pak..Jangan bertanya tentang pribadi saya. Tunggu di rumah bapak saja.." ucap Bayu.


" Maaf.."


" Heemm...4 hari ini,kenapa anda tidak datang kemari?" ucap pria itu.


" Saya ikut kompetisi pak. Dan saya tinggal di barak militer..." ucap Bayu.


" Bagaimana hasil kompetisi itu.." ucap pria itu.


" Tim kami menang pak..." ucap Bayu.


" Alhamdulilah..Selamat ya." ucap pria itu.


" Terima kasih pak..Oh iya,nama bapak siapa." ucap Bayu.


" Oh iya...Maaf saya lupa memperkenalkan diri.. Nama saya Ihsan.." ucap pria itu.


" Ooo..Pak Ishan..."


" Maaf pak Ihsan... Saat pertama kali saya ke sini itu,apakah pak Ishan tahu suara apa yang sedang di putar dalam mesjid ini.." ucap Bayu.


" Itu suara ayat - ayat suci Al Qur'an.Surah Ar Rahman." ucap pak Ihsan.


" Ooo...Surah Ar Rahman.." ucap Bayu.


Mereka terdiam.


" Rasa - rasanya suara itu sangat tidak asing..."


Bayu memukul kepalanya agar ia dapat mengingat kembali.


Duug.....Duug...


" Jancok...Aku masih gak ingat.Tapi.."


" Aku bisa mengikuti irama bacaan itu.." ucap Bayu dalam hati.


" Kenapa anda memukul - mukul kepala anda sendiri..?" ucap pak Ishan.


" Agar saya ingat pak..." ucap Bayu.


" Ya Allah... Kenapa kamu hilangkan ingatanku ini... "


" Aku sudah meminta padamu,tapi kamu tetap tidak memberi ingatanku kembali.Apa seh sebenarnya maumu? Apa....? Apaaaaa... " ucap Bayu dalam hati.


Suara tarhim pun terdengar dari speaker.


" Pak Ishan.." ucap Bayu.


" Iya..." ucap pak Ihsan.


" Bolehkah saya bersuara seperti pak Ihsan di depan Mic..?" ucap Bayu.


"Bersuara...? Maksud anda Adzan begitu?" ucap pak Ihsan.


" Iya...Saya ingin mencobanya.." ucap Bayu.

__ADS_1


" Boleh..." ucap pak Ihsan.


Saat masuk shalat Isya',Bayu berdiri di depan mic,lalu memgumandangkan Adzan pertama kali setelah dirinya lupa ingatan.


Ihsan yang mendengar suara Bayu nampak terkejut,sebab suara Bayu sangat merdu sekali,dan bernada panjang.


" Sepertinya dia pemuda mesjid,lalu lupa ingatan. " ucap pak Ihsan dalam hati.


Setelah selesai shalat Isya. Bayu berjalan kaki bersama pak Ihsan menuju rumah pak Ihsan.


Jarak rumah pak Ihsan dengan mesjid hanya 50 meter.


Nampak seorang gadis cantik menggunakan jilbab duduk di teras.


Gadis itu melihat kearah ayahnya yang berajalan bersama orang yang tidak ia kenal.


" Eh....!!!?? Bayu terkejut melihat wanita itu,sebab pakaiannya sama seperti wanita yang ada di dalam bayangan yang muncul di kepalanya.


Bayu berdiri di depan gadis itu.


Gadis itu terkejut dengan sikap pemuda asing yang bersama ayahnya.


Bayu mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu.


Gadis itu memalingkan wajahnya.


Bayu menegapkan kembali badannya.


Gadis itu melihat ke wajah Bayu lalu berdiri.


Bayu memeluk gadis itu.


" Sayang....Kamu kemana saja..." ucap Bayu sambil memeluk.


" Eh...!!!?? Gadis itu terkejut,begitu juga pak Ihsan.


" Lepasin..." ucap gadis itu sambil meronta - ronta.


Bayu melepaskan pelukannya sambil memegang kedua tangan gadis itu.


" Kenapa sayang?..Apakah kamu juga lupa ingatan sama sepertiku..?" ucap Bayu.


" Tidak...Saya tidak lupa ingatan,dan aku tidak pernah bertemu denganmu" ucap gadis itu.


Bayu melepas pegangan tangan di tangan gadis itu.


" Aisyah... Dia adalah pemuda yang bapak bicarakan waktu itu."



Penampakan Aisyah


" Pak Jiang,dia adalah putri saya yang ke tiga.."ucap pak Ihsan.


" Jangan bohong.." ucap Bayu masih menatap gadis cantik itu,dan tak mendengar ucapan Pak Ihsan.


" Saya tak berdusta kepadamu.." ucap Aisyah.


" Kenapa kamu ada dalam ingatanku..?" ucap Bayu.


" Mana saya tahu...Saya jumpa dengan dirimu, baru kali ini ..."ucap Aisyah.


" Pak Jiang..."


Bayu menoleh ke pak Ihsan.


" Kita mengobrolnya di dalam saja.." ucap pak Ihsan.


" Siap pak...Tapi apakah benar dia ini putri bapak?" ucap Bayu untuk menyakinkan lagi.


" Itu benar,dia putriku..Mari masuk" ucap pak Ihsan.


" Iya pak.." ucap Bayu lalu masuk ke dalam rumah.


" Aisyah..Buatkan minum untuk tamu ayah.." ucap pak Ihsan.


" Baik ayah.." ucap Aisyah lalu masuk ke dalam rumah.


" Sialan pemuda itu,baru pertama kali datang sudah mendekatkan wajahnya di mukaku,lalu memelukku dengan percaya dirinya untuk bertemu denganku.." ucap Aisyah dalam hati.Dirinya baru kali ini di peluk oleh pria lain,selain ayahnya.


Bayu duduk di kursi sofa bersama pak Ihsan.


" Apakah benar pak Jiang pernah bertemu dengan putri saya." ucap pak Ihsan.


" Saya tidak seberapa yakin pak,hanya pakaiannya saja yang sama,akan tetapi dalam ingatan saya itu.."


" Wajah wanita itu tidak jelas..Hanya pakaian saja yang jelas saya lihat.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu.." ucap pak Ihsan.


Tak lama kemudian Aisyah muncul membawa nampan berisi 2 gelas teh,lalu di letakkan di meja.


" Aisyah...Duduklah dulu di sini.."


Aisyah menuruti ucapan ayahnya.


" Apakah kamu pernah bertemu dengan Jiang?" ucap pak Ihsan.


" Demi Allah ayah...Saya belum pernah jumpa dengan dia ayah. " ucap Aisyah.


" Tapi kenapa pakaianmu sama dengan ingatanku?" ucap Bayu.


" Pakaian ini tak hanya satu saja...Banyak di jual di Mall.." ucap Aisyah.


" Iya juga seh..." ucap Bayu sambil menggaruk - garukkan kepalanya meskipun tidak gatal.


Aisyah melihat ke arah ayahnya.


" Jangan dulu pergi.."


Aisyah berdiri lalu melihat ke arah Bayu.


" Apakah kamu yakin,kita tidak pernah bertemu..?" ucap Bayu.


" Sangat yakin sekali..." ucap Aisyah.


Bayu memukul - mukul kepalanya agar wanita dalam bayangannya muncul.


" Dia lupa ingatan... Ayah mohon jangan pergi dulu,siapa tahu ingatannya muncul.." ucap pak Ihsan.


Aisyah duduk kembali lalu memandang wajah Bayu.


" Dia lupa ingatan,pantas saja tingkahnya aneh.."


" Tapi...Jika di perhatikan,dia sangat tampan sekali.." ucap Aisyah dalam hati.


Ehemm... Ehemm..


Aisyah terkejut,ia ketahuan oleh ayahnya memandang wajah Bayu,yang seharusnya tidak boleh di lakukan oleh wanita.


Aisyah lantas menundukkan wajahnya.


" Pusing saya pak..." ucap Bayu.


" Pusing kenapa?" ucap pak Ihsan.


" Putri bapak tidak mau mengakuinya..." ucap Bayu.


" Apa yang kamu cakap...?" ucap Aisyah sambil mendelikkan matanya ke arah Bayu.


" Kenapa kamu tidak mengakuinya,bahwa kita pernah bertemu.." ucap Bayu.


" Tunggu sekejap..."


Pak Ihsan ingat sesuatu lalu melihat ke arah Aisyah.


" Apakah saat ikut lomba tilawatil Qur'an ada seorang pemuda yang menemuimu ?" ucap pak Ihsan.


" Tak ada ayah...Aisyah tidak pernah berjumpa dengan pemuda ini.." ucap Aisyah.


" Apa kamu punya pacar? Dan menyembunyikan hal itu pada ayah?" ucap pak Ihsan.


" Demi Allah ayaaaah...Aisyah tidak punya pacar..." ucap Aisyah.


" Tilawatil Qur'an itu apa pak?" ucap Bayu.


" Lomba membaca dan menghapal Al Qur'an." ucap pak Ihsan.


" Ooo....Apakah putri bapak hapal Al Qur'an?" ucap Bayu.


" Tentu saja..Dia hapal Al Qur'an dan pernah juara 1." ucap pak Ihsan.


" Coba kamu baca Ar Rahman...Apakah bisa?" ucap Bayu.


"Tentu saja saya bisa.." ucap Aisyah.


" Aku ingin mendengar suaramu membaca Ar Rahman..." ucap Bayu.


Aisyah melihat ke arah ayahnya.


Pak Ihsan menganggukkan kepala.


Kemudian Aisyah mengucapkan surah Ar Rahman.


Bayu diam menyimak dan juga mengingatnya.


Aisyah tak mengucapkan surah Ar Rahman hingga selesai. Hanya 20 ayat saja.


" Bismilahirrahman nirrahiim " ucap Bayu mencoba mengucapkam surah Ar Rahman.


" Ar Rahmaaaaan...."


Bayu mengucapkanya memakai irama yang merdu


" 'Allamal Qur'an...."


" Kholaqal insaaaaan.."


" 'Allamahul bayaan.."


Bayu mengucapkan kalimat itu,tak terasa ia mengeluarkan air mata. Hingga tak terasa Bayu mengucapkan sampai akhir ayat surah Ar Rahman.


Pak Ihsan dan Aisyah yang mendengarkan suara Bayu terkejut. Sebab suara Bayu sangat merdu sekali hingga merasuk ke kalbu. Mereka diam menyimak ucapan Bayu. Tak ada kesalahan dalam tanda bacanya.


Aisyah ikut memgeluarkan air matanya. Ia tak menduga pria di depannya itu sangat pandai mengucapkan ayat - ayat Al Qur'an. Bahkan dirinya merasa kalah dengan pemuda tersebut.


Di saat Bayu membaca suarah Ar Rahman,seorang wanita yang tak lain istri pak Ihsan muncul lalu duduk. Ia melihat ke arah Bayu mengucapkan ayat - ayat Al Qur'an sambil berlinang air mata.


Bayu memgusap air matanya ketika selesai mengucapkan kalimat surah Ar Rahman.


" Suaramu sungguh merdu sekali Jiang..."


" Apakah kamu penghapal Al Qur'an?" ucap pak Ihsan.


" Saya tidak ingat pak...Apakah saya salah mengucapkannya?" ucap Bayu.


" Tidak...Bahkan anda mengucapkan surah Ar Rahman hingga selesai,sedangkan putriku hanya 20 ayat saja..." ucap pak Ihsan.


" Serius pak...!!!" ucap Bayu tak percaya.

__ADS_1


" Demi Allah..Yang saya ucapkan adalah kebenaran.." ucap pak Ihsan.


Bayu terdiam lalu menunduk.


" Kenapa aku bisa mengucapkan surah Ar Rahman hingga selesai,dan mengapa aku mengeluarkan air mata saat aku mengucapkannya" ucap Bayu dalam hati merasa bingung dengan dirinya sendiri.


" Pak Jiang..." ucap pak Ihsan.


Bayu mendongakkan kepalanya.


" Iya pak..Ada apa?" ucap Bayu.


" Apakah pak Jiang pernah ikut lomba membaca Al Qur'an..?" ucap pak Ihsan.


" Kan saya sudah beritahu ke bapak,saya ini tidak ingat apa - apa..."


Bayu melihat ke arah Aisyah.


" Apakah kamu kekasihku..?" ucap Bayu.


" Apaaaa....!!!??? ucap Aisyah terkejut.


" Aku ingin membawamu ke China,siapa tahu ingatanku kembali.." ucap Bayu.


" Kurang ajar sekali dia, dengan mudahnya berkata seperti itu padaku.." ucap Aisyah dalam hati.


" Apakah pak Jiang menyukai putriku ?" ucap pak Ihsan.


" Iya..Apakah boleh saya bawa putri bapak ke China..?" ucap Bayu.


" Saya tak mau pergi ke China.." ucap Aisyah.


" Ya sudah..Aku tinggal di rumahmu saja...Siapa tahu ingatanku cepat kembali.." ucap Bayu dengan entengnya berbicara.


Ke dua orang tua melihat ke Bayu berbicara,lalu saat Aisyah berbicara ,mereka melihat ke Aisyah.


" Mana bisa kamu tinggal di rumahku...." ucap Aisyah.


" Kenapa tidak bisa...?" ucap Bayu.


" Kamu bukan keluargaku." ucap Aisyah.


" Ya sudah...Kita berkeluarga saja.." ucap Bayu.


" Eh...!!!??? Aisyah terkejut.


" Tapi bagaimana caranya agar aku bisa berkeluarga dengamu..?" ucap Bayu.


" Maaf saya menyela...Apakah pak Jiang memiliki keluarga?" ucap pak Ihsan.


" Saya tidak ingat pak..." ucap Bayu.


" Sial... Baru kali ini aku bertemu dengan orang asing,lalu mengajaku menikah,bertemu saja baru ini," ucap Aisyah dalam hati.


" Apakah dia Jiang pak?" ucap ibunya Aisyah.


" Iya...Dia Jiang yang waktu itu aku ceritakan.." ucap pak Ihsan.


Tiba - tiba ponsel Bayu bersering,lalu Bayu melihat siapa yang menelpon. Nampak nama Tang Shin muncul.


" Hallo..."ucap Bayu.


"* Apakah kamu masih lama Jiang?" suara Mayor Jendral Tang Shin.


" * Siap... Masih pak..." ucap Bayu.


" Jaga dirimu,jangan berbuat macam - macam di negara ini.." suara Mayor Jendral Tang Shin.


" *Siap pak...Saya tidak akan macam - macam" ucap Bayu.


" Bagus..." suara Mayor Jendral Tang Shin.


Panggilan terputus,Bayu mengantongi hapenya lalu melihat ke arah Aisyah lalu ke arah pak Ihsan.


" Pusing saya pak..." ucap Bayu.


" Pusing kenapa?" ucap pak Ihsan.


" Tidak apa - apa.."


Bayu melihat ke arah Aisyah.


" Kamu mau tidak menikah denganku.." ucap Bayu.


" APAAAA.....!!!??? " ucap Aisyah nyaring terkejut.


"Ya menikah,siapa tahu ingatanku kembali.." ucap Bayu.


" Tidak...Aku tidak mau.." ucap Aisyah.


" Kenapa tidak mau...?" ucap Bayu.


" Kamu adalah pemuda asing,baru pertama berjumpa saja langsung memelukku dan mengajakku menikah.."


" Jika kamu bertemu dengan wanita yang pakaiannya sama denganku.."


" Kamu pasti mengajak wanita itu untuk menikah denganmu.." ucap Aisyah.


" Iya juga seh...Jika aku bertemu dengan wanita yang pakaiannya sama dalam ingatanku,pasti mengajaknya menikah..


" Eh...!!! Tunggu dulu.."


" Jika dia langsung mengiyakan,bagaimana dengan Xiang..."


" Jancoooook..." ucap Bayu dalam hati.


" Tapi..Kenapa kamu ada dalam ingatanku?" ucap Bayu.


" Mana saya tahu..Namamu saja aneh begitu." ucap Aisyah.


" Saat latihan militer,aku terjatuh dan kepalaku membentur batu. Kemudian aku mendapat sebagian ingatanku,yaitu namaku."


" Namaku Muhammad Bayu Samudra Han.Panggil saja namaku Bayu."


" Teman - temanku tidak aku beritahu tentang rahasiaku ini..Hanya kalian yang tahu.."ucap Bayu.


Lalu menundukkan kepalanya.


" Lalu...Kenapa pula kamu beritahu ke kami?" ucap Aisyah.


" Entahlah...Aku percaya saja kepada kalian..Lagi pula,kalian juga jauh dari rumahku."


Bayu berbicara sambil menundukkan kepalanya.


" Aku di tolong oleh orang yang menjala ikan di sungai.."


" Mereka merawatku dan menganggapku sebagai putranya..."


" Rumah mereka sangat sederhana sekali,hanya terbuat dari anyaman Bambu,lantainya masih tanah.."


" Hari pertama aku di temukan dan telah siuman.."


" Aku mendengar suara adzan,tapi aku tidak menemukan asal suara itu,lalu tubuhku bergerak sendiri untuk wudhu dan shalat.."


" Suara adzan itu muncul lagi di saat sore hari,menjelang malam,lalu malam dan subuh.."


" Aku selalu melakukan sujud itu,tapi aku tidak tahu namanya apa?"


" Saat aku tidak melakukannya 1 kali,perasaanku sangat gelisah dan pusing."


" Sejak saat itu aku selalu shalat..Bahkan kedua orang tua angkatku juga ikut - ikutan aku melakukan shalat."


" Tiap pagi aku membantu menjala ikan di sungai.."


" Ikan yang aku tangkap sangat banyak dan besar - besar ,ayah angkatku bernama Anming,dan ibuku bernama Xoulang..


Bayu menceritakan sampai ia nyasar ke rombongan pelajar yang ikut latihan militer hingga dirinya menjadi prajurit. Tapi Bayu tak menceritakan tentang Xiang dan juga matanya.


" Begitulah kisahku..."


" Terima kasih kalian mau mendengarkan ceritaku ini.." ucap Bayu.


Bayu mendongakkan kepalanya lalu melihat jam tangannya.


Pukul 11.05


" Apa benar kamu kebal racun?" ucap Aisyah.


" Jika kamu tak percaya,bawa kemari racun yang ada di rumahmu,aku akan meminumnya.." ucap Bayu.


" Dari cerita pak Jiang itu,keluarga pak Jiang ada di indonesia.." ucap pak Ihsan.


Aisyah berdiri lalu berjalan masuk ke dalam.


" Mungkin pak.. Tapi Indonesia itu kan luas.." ucap Bayu.


Aisyah muncul sambil membawa botol racun serangga yang biasa untuk menyemprot nyamuk.


" Ini minumlah..." ucap Aisyah sambil meletakkan botol itu.


" Aisyah...Apa yang kamu lakukan..?" ucap pak Ihsan.


Bayu meraih botol itu,dan membuka tutupnya.Lalu meminum racun tersebut.


Glek....Glek... Glek...Glek..Glek...


Mereka yang melihat Bayu menenggak racun tak percaya apa yang mereka lihat.


Bayu tidak menghabiskan racun itu,lalu meletakkan di meja.


" Sial....Dia benar - benar jujur..Aku pikir dia berdusta.." ucap Aisyah dalam hati.


" Telpon ambulan..." ucap ibunya Aisyah khawatir dengan pemuda asing yang meminum racun serangga.


" Tak perlu...Aku tidak apa - apa.."


Bayu berdiri lalu menghampiri Aisyah.


" Sekarang giliran dirimu...Jika yangbkamu ucapkan tadi adalah kejujuran dan bukan dusta bahwa kamu memang bukan kekasihku.." ucap Bayu sambil menyodorkan racun yang tersisa separo.


" Tidak...Aku tidak mau mati oleh pemuda asing yang gila.." ucap Aisyah.


" Berarti kamu gadis pendusta...." ucap Bayu.


" Aku bukan gadis pendusta seperti yang kamu tuduhkan padaku.." ucap Aisyah tak terima dengan ucapan Bayu.


" Minumlah..." ucap Bayu.


" Baik...Aku akan meminumnya..." ucap Aisyah lalu mengambil botol itu dari tangan Bayu.


Aisyah membuka mulutnya sambil memiringkan botol racun.


Dan....


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2