SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENENTUKAN NAMA CAFE


__ADS_3

Bayu masuk ke dalam kelas setelah dari kantin,dirinya tak melihat Sulis di dalam kelas.


"Kemana Sulis....


Kemudian Bayu berjalan keluar kelas lagi,lalu celingukan mencari Sulis.


"Mungkin ke kamar mandi.." gumam Bayu. Tak melihat Sulis.


Kemudian Bayu memutuskan untuk masuk ke dalam kelas,karena sebentar lagi akan ada pelajaran.


Ketika Bayu akan duduk,ia tak melihat tas milik Sulis.


"Tasnya gak ada..


Tak lama kemudian seorang Dosen masuk dalam kelas,pelajaran pun di mulai.


30 menit kemudian.


"Aneh.... Apa jangan - jangan dia pulang ke rumah. " ucap Bayu dalam hati.


Bayu kemudian menggunakan ajian Rogoh Sukmo untuk mengecek keberadaan Sulis.


----***---


Di rumah Bayu.


Bayu muncul di depan,lalu masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Sulis.


Setelah mencari di semua tempat,Bayu tak menemukannya.


"Apa dia pergi ke rumah pak Ridwan....


Bayu kemudian menghilang.


----***---


Di rumah pak H. Ridwan.


Bayu muncul di teras rumah lalu masuk ke dalam.


"Gak ada....Apa di rumahnya Alvin...


Nampak Bayu berpikir.


"Ke sana sajalah...


Bayu menghilang dari kamar Sulis..


---***---


Rumah Alvin.


Bayu muncul di depan pintu,lalu masuk ke dalam.


Bayu memasuki ruang tamu lalu melesat ke arah ruang keluarga.


Bayu tak melihat seorang pun keluarga Alvin,yang ada hanya para pembantu saja,lalu Bayu mengitari semua ruangan yang ada.


Bayu masuk dalam kamar Johan.


Nampak ibunya Alvin duduk di depan meja rias sambil mengoleskan salep di lukanya.


"Jika kamu tak menghina ibuku... Wajahmu tidak akan terluka...


Tiba - tiba muncul niat isengnya.


"Kerjain aah......" ucap Bayu.


Bayu menggeser botol yang terletak di meja rias.


"Eh....!!!??? Liliana tersentak kaget saat melihat botol di depannya bergerak.


Kemudian Bayu menggeser botol lainnya lalu menjatuhkan ke lantai.


Liliana merinding ketakutan, lalu berdiri.


Duuuk.... Botol plastik terjatuh.


"Ha...Ha...Ha..Hantuuuuuuuuuu...." teriak Liliana kemudian berlari ke arah pintu.


Kemudian Bayu menghilang untuk kembali kekampus.


----***-----


Di kampus.


Bayu kembali lagi ke raganya.


"Kemana Sulis ya..." ucap Bayu dalam hati penasaran.


Setelah jam pelajaran selesai,Bayu memgambil hapenya.


Nampak 4 pesan masuk.Bayu memeriksa pesan tersebut.


3 pesan dari operator,1 pesan dari Sulis.


SULIS.


Mas... Aku tadi di panggil oleh ibu mas ke depan,dan ini lagi dalam perjalanan menuju rumahku mas.


"Oalah.... Tibakno pulang kampung.Layakno tak golek i ora ketemu - ketemu ....


Kemudian Bayu membalas pesan tersebut.


TO SULIS.


Oke...TITIDJ ya lis.


Bayu memgirim pesan tersebut lalu keluar kelas menuju parkiran.


Setelah sampai di parkiran,Bayu masuk ke dalam mobil sambil menunggu teman - temannya datang.


"Semoga saja Sulis gak di usir dari rumah..." ucap Bayu dalam hati.


Setelah teman - temannya datang dan juga Mei Lien. Mobil yang di tumpangi Bayu perlahan berjalan menuju rumah.


----***----


Di dalam mobil yang di tumpangi Hana dan Sulis.


Nampak Sulis menangis di dalam pelukan Hana.


"Bu... Mengapa orang tuaku membenciku bu... Padahal Sulis masuk agama ini karena sebelumnya membaca terjemahan Al Qur'an..


"Mereka tidak membencimu nak...


"Ibu lihat... Ibumu masih menyanyangimu...


Hana mengusap punggung Sulis.


"Insya Allah mereka masih tetap menghubungimu sayang....


"Yang sabar ya... "ucap Hana.


"Iya bu....


Sulis melepaskan pelukannya.Kemudian mengelap air matanya.


"Sulis ingin tinggal di rumah kossan yang lama saja bu.." ucap Sulis.


"Kenapa ingin tinggal di sana,apakah kamu gak betah tinggal bersama ibu?" ucap Hana.


"Sulis betah bu... Hanya saja Sulis ingin pergi ke mesjid...


"Di sana dekat dengan mesjid..Sulis bisa menenangkan pikiran bu.." ucap Sulis.


"Terus jika bertemu Alvin lalu kamu di bawa oleh dia gimana sayang? Jakarta itu tak seperti di desa....


Nampak Sulis berpikir.


" Ibu gak bisa mengawasi kalian 24 jam " ucap Hana.


----***----


Di rumah Bayu.


Mobil berjalan beriringan masuk ke dalam halaman rumah Bayu.


Kemudian mobil itu berhenti di teras rumah.


para pengawal yang menjaga rumah dengan sigap membuka pintu mobil.


Nampak Bayu dan yang lainnya turun dari mobil lalu berjalan ke arah pintu rumah.


Mei Lien yang tak melihat Sulis kemudian bertanya."Kemana Sulis?"


"Sulis pulang ke kampung halamannya bi..."ucap Bayu.


"Ooo... Begitu......" ucap Mei Lien.


Setelah sampai di lantai 2.


Mereka kemudian masuk dalam kamar masing - masing.


Di kamar Bimo.


Nampak Bimo melepas pakaian kuliahnya,lalu mengganti pakaian yang biasa.


Tiba - tiba Bimo merasa ingin BAB,


Bimo pun berjalan ke arah Toilet.


Setelah selesai BAB ,Bimo keluar dari Toilet


lalu masuk ke kamar mandi untuk wudhu,selesai wudhu,Bimo memakai sarung,baju lengan panjang dan songkok,lalu mengambil hapenya di atas tempat tidur,kemudian berjalan ke pintu.


Tiba - tiba hapenya berdering.


Bimo melihat di layar hapenya nampak panggilan dari nomor baru.


"Siapa ya...?


Bimo penasaran.


"Angkat ...enggak...Angkat...enggak...Angkat saja deh...


"Haloo...." ucap Bimo.


Tak ada jawaban,Bimo melihat kelayar hapenya,ia pikir panggilannya terputus,setelah di lihat masih tersambung,lalu Bimo menempelkan lagi hapenya di telinga.


"Halo...Ini siapa?" ucap Bimo

__ADS_1


"Ya...Haloo.... " suara wanita.


"Cewek...?" ucap Bimo dalam hati terkejut.


"Kamu siapa dan ada perlu apa? " ucap Bimo.


"Gue Cintya.... " suara wanita.


"Ooo... Cintya... Dapat nomorku dari mana...?" ucap Bimo penasaran.


"Dari teman gue Bay..." suara Cintya.


"Bay.....??Maaf salah orang....Aku bukan Bay... Tapi Bimo..." ucap Bimo.


Tak ada jawaban dari Cintya.


Bimo melihat ke layar hapenya,panggilan terputus.


"Cewek aneh..." ucap Bimo sambil mengantongi hapenya lalu keluar kamar.


Di ruang shalat,nampak Bayu,Paijo,dan Lukman menunggu kedatangan Bimo. Di sebelah mereka ada Mei Lien. nampak duduk memangku Kevin menunggu untuk makan siang bersama.


"Tumben lama kamu Bo...?" ucap Lukman.


"Sory ...Tadi kebelet.. Terus ada yang nelpon aku,ternyata salah sambung..." ucap Bimo.


"Kamu jadi imam Mo..." ucap Bayu.


"Kok aku Yu...?" ucap Bimo.


"Ya iyalah...Kamu telat gitu..." ucap Bayu.


"Yo wess.." ucap Bimo.


Selesai Shalat mereka mengganti pakaian lalu turun kebawah untuk makan bersama.


Mei Lien menunggu mereka selesai makan di ruang keluarga


Saat mereka berjalan ,mereka berpas pasan dengan Widya yang sedang membawa jemuran yang telah kering.


"Bellanya di mana mbak?" ucap Bayu yang tak melihat Bella.


"Tidur dia Bay..." ucap Widya.


"Ooo...Tidur...." ucap Bayu.


Mereka kemudian melanjutkan lagi jalannya ke ruang makan.


Setelah sampai,,ia makan bersama.


Selesai makan,Bayu menghampiri Mei Lien yang duduk di kursi sofa .


Bayu berdiri di belakang Mei Lien lalu memegang bahu Mei Lien setelah itu memijatnya.


Uugghh.... Mei Lien melenguh karena merasakan pijatan Bayu.


"Kamu pintar mijat Bay...?" ucap Mei Lien menikmati pijatan Bayu.


"Gak terlalu pintar bi...


"Oh iya.....Aku gak jadi keluar bi... Soalnya sudah ada gantikan..." ucap Bayu sambil memijat bahu Mei Lien lalu beralih ke lehernya.


Tak ada jawaban dari Mei Lien,karena Mei Lien menikmati pijatan Bayu.


Bimo,Lukman dan Paijo menghampiri Bayu lalu duduk di kursi sofa.


"Bay... Nama cafe kita nanti apa?" ucap Paijo.


"Hemm..... Cafe apa ya... " ucap Bayu berpikir sambil mijatin Mei Lien.


"Cafe F5 gimana Bay..?" ucap Lukman.


"Jelek itu...Cari yang bagus lah..." ucap Mei Lien.


"Cafe Mantan gimana?" ucap Bayu.


Mei Lien membalikkan badan ke arah Bayu.


"Cafe Mantan?" ucap Mei Lien.


"Iya bi... Cafe mantan,.. " ucap Bayu.


Nampak Paijo,Bimo dan Lukman berpikir.


"Aku setuju...." ucap Lukman.


"Podo..." ucap Bimo.


"Aku yess..." ucap Paijo.


"Terus siapa tukang masaknya?" ucap Bimo.


"Si Kevin lah yang masak Mo... Ya gak bi.." ucap Bayu.


"Heeeeeh.....!!!!???


"Jangkreeek.... Yang ada dapur itu berantakan lah Bay..." ucap Lukman.


Bayu kemudian berjalan ,lalu duduk di samping Mei Lien.


"Tau Bayu tuh...Masa kucing di suruh masak.." ucap Paijo.


"Wa'alaikum salam..." ucap mereka semua.


"Oh iya Bay... Sulis ke kampung halaman sama siapa Bay..." ucap Bimo.


"Sama ibuku mo..." ucap Bayu.


Hinata dan Melisa menghampiri mereka lalu duduk.


"Ganti baju dulu donk cantik..." ucap Bayu pada Melisa dan Hinata. Sebab mereka belum mengganti seragam sekolahnya.


"Bentar kak....Capek neh..." ucap Melisa.


Bayu teringat Hinata bisa membuat Susyi.


"Oh iya... Ayu kan bisa membuat Susyi tuh...


"Gimana kalau Cafe itu menyediakan Susyi..?" ucap Bayu.


Nampak mereka berpikir.


"Ayu kan sekolah Bay..." ucap Mei Lien.


"Aku minta Hinata mengajarkan cara membuat Susyi... Jadi sekolahnya tidak terganggu bi..." ucap Bayu.


"Hem...Boleh juga... Jadi Cafe kita akan tambah ramai.." ucap Bimo.


Tak lama kemudian Daniel muncul.


"Kirain kamu tidur Niel..." ucap Lukman.


"Habis buka game,pasang GSL... " ucap Daniel.


"GSL...??? ucap Bayu dan Paijo.


"GSL itu gencatan Senjata Lanjutan... Biar gak kena serang..." ucap Daniel.


"Habis lebaran...Kita akan opening itu Cafe.." ucap Bayu.


"Kenapa nunggu habis lebaran Bay?" ucap Mei Lien.


"Kan lagi puasa bi...Malamnya kita shalat tarawih,lalu tadarusan...Jadi gak sempat mikir Cafe..." ucap Bayu.


---***----


Pukul 20.35.


Nampak mobil yang di tumpangi oleh Hana sudah sampai di depan rumah.Lalu Hana dan Sulis turun dari mobil kemudian berjalan menuju kamar.


Bayu yang duduk di dekat pagar Balkon bersama teman - temanya melihat 3 mobil berjalanmemasuki halaman.


"Ibu sudah pulang." ucap Bayu dalam hati lalu berdiri kemudian berjalan untuk menemui ibunya.


"Mau kemana Bay..." ucap Paijo.


"Mau menemui ibuku kang..." ucap Bayu.


Saat Bayu menuruni tangga,Ia berpaspasan dengan Sulis yang sedang naik tangga.


"Liss..." ucap Bayu.


"Iya mas.." ucap Sulis.


"Sudah makan apa belum....?" ucap Bayu.


"Sudah mas...Aku ke kamar dulu ya mas...Mau mandi..." ucap Sulis.


"Iya... " ucap Bayu.


Bayu kemudian melanjutkan lagi jalannya.


Tok....Took...Tok....


"Bu...Ini Bayu bu...." ucap Bayu.


Tak ada jawaban dari Hana.


"Sepertinya ibu lagi mandi.Ya udah ku tunggu dulu aja.." gumam Bayu.


30 menit kemudian.


Tok....Tok....Tok...


"Bu...Ini Bayu bu..." ucap Bayu.


"Iyaaa.... "suara Hana.


Ceklek...Kriieeet...Pintu terbuka separuh,akan tetapi Hana berada di balik pintu.


"Masuk sayang...Ibu belum pakai jilbab." ucap Hana di balik pintu.


Bayu kemudian masuk ke dalam lalu duduk di kasur. Hana mengunci pintu kembali,lalu berjalan menghampiri Bayu.


Nampak Hana memakai handuk di kepalanya,menggunakan kaos lengan pendek dan handuk melilit di pinggangnya..


Hana duduk di samping Bayu.


"Ada apa sayang...?" ucap Hana.


"Bayu hanya bertanya tentang Sulis bu .." ucap Bayu.

__ADS_1


"Ibu sudah bertwrus terang pada orang tuanya,bila Sulis dah masuk islam..."ucap Hana.


"Hem.... Kenapa di beri tahu langsung bu...Kan bisa di sembunyikan..." ucap Bayu.


"Gak bisa sayang...Jika di sembunyikan akan ketahuan juga,mending di beri tahu langsung..." ucap Hana.


"Terus respon mereka bagaimana bu...?" ucap Bayu.


"Mereka tak mengakui Sulis sebagai anaknya lagi..." ucap Hana.


"Sial.... Coba aku yang kesana...Gak bakalan begini ceritanya..." ucap Bayu dalam hati.


Hana melepas handuk di kepalannya.Nampak rambut Hana sebagian sudah memutih.Akan tetap kuliti wajahnya masih kencang,tak ada tanda keriput.


"Sulis ingin tinggal di kossan lama,ibu melarangnya...Takutnya Alvin berbuat yang tidak - tidak pada Sulis." ucap Hana.


"Hem...Kenapa gak di suruh nginap di rumah pak H. Ridwan saja bu... .Lalu kang Ahmad yang menjaga Sulis..


"Waktu itu seh Alvin minta ketemuan sama Bayu bu...Tapi belum Bayu iyakan.." ucap Bayu.


"Mungkin Sulisnya sungkan nginap di rumah pak Haji sayang...


"Di iyakan saja ketemuan sama Alvin,tapi dengan catatan. Sayang yang pilih tempatnya..Bukan dia yang pilih...


"Oh iya... Kapan sayang buka Cafenya?" ucap Hana.


"Setelah lebaran saja bu...Sakalian Bayu mau mengajak anak buah kang Malik ke jalan yang benar..." ucap Bayu.


" Bagus itu...Ibu akan dukung. Ajak mereka secara perlahan... Siapa tahu mereka mau bertobat...


"Rencananya habis lebaran itu keluarga Malik mau pindah ke Jogja menempati rumah ibu..." ucap Hana.


"Ooo...Gitu.." ucap Bayu.


"Iya sayang... Dari pada gak ada yang nempati,nanti rusak rumah ibu...Dan kebetulan sawah ibu habis masa berlakunya untuk mereka yang menyewa,jadi Malik bisa menggarap sawah..." ucap Hana.


"Oh iya bu... Hampir saja Bayu lupa..


"Pak KH. Mustafa titip salam...


"Tolong di maafkan kesalahannya waktu itu.." ucap Bayu.


"Ibu tidak akan memaafkannya sayang..." ucap Hana.


"Ayolah bu... Mau sampai kapan ibu marahan sama pak Kyai...


"Ibu pernah bilang,kalau orang punya salah,harus di maafkan..." ucap Bayu.


"Apa sayang sudah maafkan kesalahan orang yang telah meninggalkan sayang dan ibu...?" ucap Hana.


Bayu terdiam,sebab dirinya tidak mau memaafkan ayah kandungnya.


"Ya sudah kalau begitu bu...Bayu mau ke atas dulu.." ucap Bayu. Lalu berdiri lau berjalan.


Hana ikut berdiri lalu berjalan. Kemudian Hana membuka pintu separuh saja.Bayu kemudian keluar dari kamar Hana. Pintu di tutup,tak lupa Hana menguncinya.


----***----


Di lantai 2.


Bayu mencari keberadaan Sulis.Tapi tidak ketemu,lalu memutuskan ke kamarnya.


Tok....Tok...Tok...


"Lis....Sulis...." ucap Bayu.


Tok....Tok...Tok...


"Iya mas....." suara Sulis.


Ceklek...Kriiieeeettt....


Nampak Sulis memakai baju tidur tak memakai jilbab.


"Mau tidur kah kamu Lis?" ucap Bayu.


"Iya mas...Aku capek..." ucap Sulis.


"Aku cuman mau nanya...Apakah kamu ingin tinggal bersama Annisa lagi?" ucap Bayu.


"Hem.... Maunya seh gitu mas...Biar aku bisa datang ke mesjid.Tapi ibu takut Alvin datangin aku mas...." ucap Sulis.


"Besok aku akan menemui Alvin Lis... Ya sudah kalau gitu...Met bobo ya...Semoga mimpiin kang Ahmad..." ucap Bayu lalu berlari ke Balkon.


*****


Besok harinya.


Di Kampus.


Jam istirahat.


Bayu berjalan ke kantin bersama Sulis dan 6 orang pengawal.


Nampak seorang wanita cantik menghampiri Bayu.


"Bayu... Bisa kita bicara sebentar." ucap wanita itu.


"Biarkan dia pak..." ucap Bayu.


"Iya... Bicara saja mbak." ucap Bayu.


"Tapi gue maunya kita berdua saja..." ucap wanita itu.


Bayu tersenyum.


"Lis duluanlah... Aku ada perlu sebentar..." ucap Bayu.


"Iya mas...." ucap Sulis.


"Nah...Sekarang bicaralah..." ucap Bayu.


"Masih ada pengawal lu.." ucap wanita itu.


"Tolong menjauh sebentar ya pak..." ucap Bayu pada pengawalnya.


"Siap bos..." ucap para pengawal.


Para pengawal menjauh.Bayu menundukkan kepalanya.


Nampak Mei Lien berjalan ke arah Bayu.


"Nah... Sekarang bicaralah mbak..." ucap Bayu.


"Gue mau ngajakin lu makan malam di restoran.." ucap wanita itu.


"Maaf mbak...Kalau malam aku gak bisa..." ucap Bayu.


Mei Lien berdiri di samping Bayu


"Kalau pulang kuliah.." ucap wanita itu.


"Jangan ganggu cowok gue...Sono...Pergi lu dari sini..." ucap Mei Lien


kemudian Mei Lien menarik tangan Bayu.


"Ayo sayang....Kita tinggalin cewek resek ini .." ucap Mei Lien.


Mau tak mau Bayu mengikuti kemauan Mei Lien.


"Maaf ya mbak..." ucap Bayu ketika akan melewati cewek itu.


"Iya..." ucap cewek itu.


Cewek itu menatap Bayu yang berjalan di gandeng oleh Mei Lien.


"Rupanya gosip yang beredar itu benar... Bahwa Bayu berpacaran dengan salah satu keluarga Han..


"Gue akan merebut Bayu dari tangan lu Mei....Awas saja nanti pembalasan Gue...." ucap cewek itu dalam hati.


Cewek itu bernama Cintya.


---***---


Bayu berjalan bersama Mei Lien.


"Suwun yo Mei...Untung ada sampeyan tadi..." ucap Bayu.


"Sami - sami...


Mei Lien mendekatkan wajahnya ke telinga Bayu.


"Kamu kan keponakanku yang paling tampan dan pemilik hatiku..."


Kemudian menjauhkan wajahnya di telinga Bayu.


"Oh iya Bay... Kenapa kamu bisa bertemu sama Cintya?" ucap Mei Lien.


"Dia yang datangin aku...Kemarin ada cewek minta nomor hapeku.." ucap Bayu.


"Jangan kasih sembarangan orang Bay nomor hapemu.." ucap Mei Lien.


"Ya enggak lah...Kemarin ku kasih nomornya Bimo saja bi...." ucap Bayu.


Mei Lien kembali mendekatkan wajahnya ke telinga Bayu.


"Jangan memanggilku bibi jika di kampus...Panggil aku sayang atau nama saja..."ucap Mei Lien.


Mereka sudah sampai di kantin.Nampak Sulis,Bimo,Daniel dan Lukman sedang makan.


"Ya sudah... Ku tinggal dulu sayang..." ucap Mei Liien.


"Iya Mei..." ucap Bayu


"Untung saja ada bibiku tadi,jika tidak bisa lama aku ngobrol sama cewek tadi..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu memesan makanan lalu duduk di samping Lukman.


Tak terasa waktu sudah pulang jam Kuliah.


Bayu mengambil hapenya untuk menghubungi Alvin.


Tuuuut....Tuuut...


"Hallo Bay...." suara Alvin.


"Halo juga kang...


"Sibuk apa enggak kang?" ucap Bayu.


"Enggak Bay..Kenapa..?

__ADS_1


__ADS_2