
Bayu mengikuti mereka berdua.
Akan tetapi tak ada pembicaraan mengenai masalah penyerangan itu.
"Hem.....Gak pembicaraan yang penting...
Bayu memutuskan memasuki setiap ruangan,saat masuk ke dalam kamar Bening
Bayu melihat seorang gadis tertidur sambil memeluk guling.
"Apa dia adiknya Sandi...
"Sudahlah...Mending cabut dari sini..
Bayu memutuskan keluar dari rumah Agus Irawan.
Di perjalanan,Bayu melihat Kuntil anak duduk di dahan pohon.
"Kagetin aah...
Bayu menghampiri hantu Kuntil anak lewat belakang. Lalu muncul di depan
"Halo mbak kunti....Piye kabare...
Hantu Kuntila anak kaget,hampir terjatuh dari pohon.
"Jiaaah....Bisa kaget juga to...
"Kamu siapa? " ucap Hantu Kunti.
"Bayu...Namamu siapa mbak?"
"Namaku Kinasih.." ucap Hantu Kunti.
"Ooo...Mbak Kinasih...
"Mbak kok sendirian? biasanya ada temannya..
"Tak ada...Kamu mau jadi temanku ?" jawab Hantu Kunti.
"Kita beda alam mbak...Dah dulu ya mbak...Aku pergi dulu...Assalam mu'alaikum..
Bayu menghilang dari hadapan hantu Kunti anak tersebut.
Hantu Kunti terjatuh dari pohon karena terkejut.
---***---
Di kamar Hotel.
Sukma Bayu kembali ke raganya.
Bayu membuka matanya.
"Sepertinya aku harus memancing dia keluar...
"Setelah Shalat Jum' at sajalah...
Bayu berdiri lalu ke kamar mandi untuk sikat gigi. Setelah itu ia tidur.
Pukul 3.05.
Bayu terbangun,meskioun tanpa alarm,karena sudah terbiasa bangun jam 3.
Kemudian Bayu mengambil air minum di meja kecil,lalu duduk.
"Bismillah..
Glek....Glek...Glek....
"Alhmadulilah..
Bayu melakukan rutinitas biasanya.
Pukul 6.40
Bayu keluar kamar mengenakan kaos biru lengan pendek,celana panjang,sandal jepit merk Swalow yang selalu menemaninya berjalan.
"Kemana ya...
Bayu berpikir akan kemana.
"Keluar sajalah...Aku pancing agar mereka keluar...
Bayu masuk kembali ke kamar untuk mengambil jaket tak lupa Shuriken juga di bawa buat jaga - jaga. Setelah itu Bayu keluar kamar lagi mencari pengawalnya.
Saat berjalan Bayu bertemu Paijo.
"Mau kemana Bay..." ucap Paijo.
"Mau beli Nasi pecel..." ucap Bayu alasan.
Lukman melihat Bayu bersama Paijo ,lqlu datang menghampiri.
"Wuiih...Kebetulan...Aku lama gak makan nasi pecel Bay.... Aku ikut.." ucap Paijo.
"Jiangkrek.." ucap Bayu dalam Hati.
"Arep nangdi Bay?" ucap Lukman,karena melihat Bayu memakai jaket. (Mqu ke mana Bay)
"Beli nasi pecel..Mau ikut..?" ucap Bayu.
"Ikuut...." ucap Lukman.
Lantas Lukman menelpon Bimo dan Daniel.Lukman menyuruh mereka memanggil yang lain untuk sarapan nasi pecel.
Tak lama kemudian.
Yang datang tak hanya Daniel dan Bimo saja,Hinata,Melisa ,Diana,Kakashi dan Hiroshi juga datang.
"Asem...Malah rame - rame...Yo wes lah.." ucap Bayu dalam hati.
"Kak ikut ya...?" ucap Melisa.
"Iya Mel...
"Ayu san...Tanyakan ayah,apakah mau ikut?" ucap Bayu.
"Iya Kita mau ikut.." ucap Hinata.
"Ayoo kita jalan.." ucap Bayu.
Mereka kemudian berjalan ke arah pintu Lift.
Lift di hotel itu ada 2
Saat pintu Lift terbuka,Wanita lebih dulu masuk,yang pria menunggu Lift sebelahnya.
"Asem...Aku pengen ngajak ngobrol ayah Ayu,tapi aku belum bisa bahasa jepang. Diam saja gak enak...." ucap Bayu dalam hati.
"Oh iya Bay...Acaramu jadi di depan rumah Putri atau di hotel?" ucap Lukman.
"Depan rumah Man...Bu Intan mintanya di situ.." ucap Bayu.
"Ooo....Oke" ucap Lukman.
Pintu Lift terbuka,orang di dalam Lift keluar lalu mereka masuk dalam Lift.
***
Setelah mencari tempat penjual nasi pecel,akhirnya mereka menemukan juga tempatnya. Lalu mereka turun.
Para pengawal ada yang berdiri di luar,ada pula yang di dalam. Pengawal yang di dalam di minta Bayu duduk di kursi.
"Bayu san..Apakah Nasi pecel itu sama seperti pecel lele ?" ucap Hinata.
"Tidak sama...Nasi pecel memakai bumbu kacang,lalu sayuran yang sudah di rebus." ucap Bayu.
10 menit kemudian pesanan mereka sudah Jadi.
Nampak Khalisa,Kakashi dan Hiroshi memeriksa nasi pecel tersebut,karena baru pertama melihatnya,mereka saling berbicara memakai bahasa Jepang.
"Oishii...." ucap Hiroshi saat memakan nasi Pecel tersebut. Begitu pula dengan Kakashi.
---***----
__ADS_1
Hari Minggu.
Saat Sabtu sore,Hinata di jemput oleh Hana untuk menginap di rumah bu Intan karena esoknya mau menikah.
Suasana jalan menuju tempat acara di jaga oleh petugas kepolisian dan pengawalan keluarga Han dan para Preman (anak buah Bayu). Mereka mempunyai tanda khusus sebagai penjaga keamanan sebagian menjadi pelayan. Agar tak ada penyusup masuk dalam pesta pernikahan Bayu. Bahkan pasukan sniper di tempatkan di beberapa titik.
Suara sirine mobil polisi terdengar,
4 orang di tugaskan untuk merekam dan memfoto acara Bayu. Tak ada wartawan yang di perbolehkan masuk.
Nampak 6 mobil sedan berhenti di depan mesjid,puluhan personel pengaman keluar dari mobil sedan ,Lalu keluar Presiden dan wakilnya, di susul Ketua MPR dan Ketua DPR.
Mereka berjalan memasuki mesjid.
20 menit kemudian iringan mobil mewah yang membawa Bayu datang.
Bayu keluar dari Mobil mengenakan stelan Jas hitam putih, sepatu hitam.
"Kok dre deg (Gemetar) begini ya...
Bayu berjalan menuju dalam mesjid untuk ijab kabul.
Saat Bayu melewati pintu masuk mesjid
"Itu kan pak presiden sama wakilnya..
"Kok ada di sini...
Bayu melihat juga Ketua MPR dan juga DPR.
"Looh.... Mereka juga ikut..
Bayu melihat pak KH. Syukron,pak KH. Mustafa,pakde Kartolo, Ayah Ayu,paman Hiroshi, Kakek buyutnya, dan pak Warso(Ayah Nabila) serta keluarga besar Han dan teman - temannya.
Bayu kemudian duduk jongkok,lalu berjalan jongkok menuju mereka. Bayu melakukan itu karena ada 2 orang Kyai.
Seluruh orang yang hadir melihat Bayu bejalan sambil jongkok dari pintu.
Bayu bersalaman tak lupa cium tangan pada tamu yang dekat dengan meja kecil tempat proses ijab kabul.
Setelah selesai bersalaman,Bayu duduk di depan meja kecil.
Nampak 2 kotak mahar mas kawin ,1 kotak mas kawin berisikan uang 500 juta dan emas 5 KG.
Muncul sepasang suami istri di pintu masuk,mereka adalah Gubernur Lampung.
Setelah itu Muncul Gubernur Jakarta.
Bayu memainkan jarinya karena gugup.
"Santai aja pak kyai..." ucap pak KH. Syukron.
"Injih pak kyai..." ucap Bayu.
"Kok orang penting datang semua ya...Padahal aku ini hanya wong ndeso..." ucap Bayu dalam hati.
Hinata,Khalisa,Hana dan bu Intan muncul di pintu masuk mesjid.
Hinata dan Khalisa memakai gaun pengantin memakai gaya hijab warna putih. Mereka memakai gaun yang sama modelnya.
Lalu pak Penghulu datang.
Pak penghulu kaget saat melihat orang penting se Indonesia ada di dalam mesjid. Sebab ini adalah hal yang baru yang belum pernah lihat. Biasanya hanya pak Lurah,atau pak Camat saja yang hadir.
Ketika Jam menunjukkan waktu 09.30.
Acara Ijab kabul pun di mulai.
Pak KH. Sukron bertindak sebagai orang yang membuka acaranya.
Setelah itu pak KH. Syukron menjabat tangan Bayu,lalu mengucapkan Ijab dalam bahasa arab.
Bayu membalasnya memakai bahasa arab.
Yang pertama di nikahi Bayu adalah Khalisa,kemudian Hinata.
Lalu pak KH. Syukron membaca do'a setelah selesai Bayu mengucapkan ijab kabul.
Bayu memasangkan cincin ke jari Khalisa. Lalu Khalisa mencium tangan Bayu. Kemudian Bayu memasangkan cincin ke jari Hinata,lalu Hitana mengikuti apa yang di lakukan Khalisa,yaitu mencium tangan Bayu.
Selesai itu,pak penghulu memberi wejangan (nasihat) pada Bayu.
Semua orang terdiam mendengarkan Bayu melantunkan surah Ar Rahman.
"Ar rahmaaan...🎶
" A'llamal-quraan..🎶
" Kholaqol - ingsaan..🎶
" A'llamahul - bayaan...🎶
" Asy - syamsu wal - qomaru bihusbaan... 🎶
Nampak air mata Khalisa keluar begitu pula dengan Hinata.
Para hadirin yang yang ada di mesjid sebagian memgeluarkan air matanya . Sebagian keluarga Han mendengar suara Bayu nampak mengeluarkan air matanya,karena meresapi setiap kalimat yang di baca oleh Bayu.
" Fiihimaa ming kulli Faa kihatin Zau Jaan 🎶
"Fa biayyi Aalaaa i rabbikumaa tukazzibaan..🎶
Hingga Bayu membaca ayat terakhir.
"Tabaa rakasmu rabbika dzil jalaali wal ikram..🎶.
"Sodaqallaahul adzim..." ucap Bayu menutup bacaan surah Ar Rahman.
"Suaramu sungguh merdu sekali nak..." ucap pak penghulu.
"Terima kasih pak atas pujiannya,malah suara bapak lebih bagus dari pada suara saya.." ucap Bayu merendah.
"Bay...Kenapa gak surah Al Baqarah saja sekalian..." ucap Lukman agak nyaring.
"Lambemu ...Ya sore baru kelar acaranya kalau surah Al Baqarah.." ucap Bimo yang ada di samping Lukman.
"Nanti Man...Pas kamu nanti nikah,aku bacakan 10 Juz yaa.." ucap Bayu memakai mic.
"Juancoook...." ucap Lukman agak nyaring.
Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Sebagian undangan tertawa.Bahkan presiden pun tertawa.
"Saya tak menyangka,keluarga pak Zhang ada seorang Hafiz Qur'an..." ucap ketua DPR.
"Iya..Saya juga tak memyangka...Tak percuma saya datang jauh - jauh kesini..." ucap Presiden.
Pak Presiden,pak KH. Syukron,Ketua MPR ikut tanda tangan menjadi saksi nikahnya Bayu. Setelah itu Bayu tanda tangan,lalu Khalisa kemudian Hinata.
Selesai tanda tangan,mereka berfoto bersama.
Diana yang melihat proses ijab kabul tersebut merasa nampak sedih,karena tak bisa ikut dalam ijab kabul itu.
Selesai acara ijab mereka pergi ke tempat acara.
Ada sedikit acara adat saat Bayu datang ke tempat acara tersebut.
1 Jam kemudian Bayu duduk di kursi pelaminan bersama dengan Hinata dan Khalisa. di sebelah kanan kursi Bayu ada Hana dan Zhang,sebelah kiri kursi Bayu ada bu Intan.
Panggung pelaminan berada di teras rumah Khalisa. Sedangkan panggung hiburan ada di jalan.
Acara pernikahan Bayu menggunakan jalan perumahan. Setiap tamu yang datang di periksa secara ketat. Hanya tamu khusus saja yang tak di periksa.
Para tamu undangan nampak menikmati hidangan yang telah di siapkan.
Penyanyi Didi Kempot tampil di panggung memberi sambutan.
"Mas..." ucap Khalisa.
Bayu menoleh
"Iya dek...Ada apa?" ucap Bayu.
"Gakpapa... Adek gak nyangka kita jadi suami istri sekarang...Dan adek gak nyangka,Presiden juga datang dalam acara kita" ucap Khalisa.
"Sama...Mas aja kaget lihat pak Presiden,ketua MPR dan ketua DPR ada di dalam mesjid.." ucap Bayu.
__ADS_1
Pak Presiden bersama wakilnya berjalan ke pelaminan.Lalu bersalaman. Hana hanya menangkupkan tangan saja. Di susul ketua MPR,ketua DPR lalu Gubernur Lampung bersama istrinya dan gubernur jakarta.
Masyarakat sekitar juga berdatangan,mereka di periksa oleh pasukan keamanan keluarga Han.
Para pimpinan orang yang bekerja di perusahaan keluarga Han juga berdatangan.
Dari pintu masuk acara,nampak Bimo,Daniel,Lukman dan Paijo berjalan. Mereka membawa 2 ekor kambing sebagai kado pernikahan Bayu. Para pasukan keamanan membiarkan mereka masuk.Ada yang geleng - geleng kepala melihat aksi mereka.
Para tamu undangan nampak melihat mereka berjalan,ada pula yang merekam aksi konyol mereka.
Mbeeek....Mbeeek...
"Mbeeek...
Saat mereka akan sampai,Bayu melihat ke arah mereka
Mbeek...Mbeeek....
"Waasssuu....." ucap Bayu
Mereka berjalan ke arah Bayu.
Ha....Ha...Ha...Ha...Hana,Khalisa,Hinata,Intan tertawa melihat aksi mereka.
" Bay... Kita bingung mau kasih hadiah apa...Jadi kita putuskan beli kambing ini..." ucap Paijo.
"Iya..Iya.Iya...
"Terus aku taruh di mana kambingnya itu nantinya?" ucap Bayu.
"Tenang...Kamar kosong kan banyak Bay.." ucap Bimo.
"Aseeem....." ucap Bayu.
"Taruh mana ini Bay kambingnya.." ucap Paijo.
"Kita foto dulu sambil bawa kambing.." ucap Lukman.
Mereka kemudian berfoto,kambing yang di bawa mereka,di serahkan pada pengawal keluarga Han.
2 jam kemudian.
Agus Irawan datang bersama istri dan 2 anaknya. Mereka di periksa,setelah di nyatakan bersih,mereka di perbolehkan masuk. Mereka sempat heran dengan pemeriksaan tersebut.
Agus Irawan menulis di buku tamu yang ada di meja.Lalu Ia ingin melihat nama paling pertama di tulis buku tamu.Agus Irawan tersentak kaget saat melihatnya,karena yang ia lihat adalah nama Presiden,lalu wakilnya,kemudian ketua MPR,ada pula nama Mentri.
"Waah...Berarti tadi pak Presiden ke sini,pantesan saja aku masuk di periksa...Tapi kenapa mereka ada di sini ya..." ucap Agus Irawan dalam hati penasaran.
Agus Irawan mengambil souvenir berupa tasbih.
Lalu mereka berjalan ke stand makanan,selesai mengambil makanan mereka duduk.
Zhang pergi ke kamar mandi karena kebelet,ia masuk dalam rumah bu Intan.
Setelah selesai makan, mereka berjalan ke panggung pelaminan.
Sandi sebenarnya tak ingin datang ke pesta itu karena mantan kekasih hatinya menikah dengan orang lain,tapi yang jadi masalah adalah,calonnya itu adalah saudara tiri sendiri.
Hana,Bayu dan Khalisa melihat Agus Irawan bersama keluarganya berjalan ke arah pelaminan.
"Apakah dia Hana?" ucap Agus dalam hati melihat wanita bercadar.
"Apakah biaya pernikahan ini dari uang Khalisa?" ucap Desi.
"Kenapa emangnya ?" ucap Hana.
"Dari suaranya iya..." ucap Agus Irawan dalam hati masih hapal suara Hana.
Zhang Yong Han keluar dari pintu rumah bu Intan.
"Wajar aja seh...Kalian itu kan orang miskin,sok - sok an mengundang artis ibu kota.." ucap Desi.
Bayu melihat Hinata mengambil tas kecilnya,lalu menahan sambil menggelengkan kepala,sebab Bayu tahu Hinata hendak membunuh istri Agus memakai Shurikennya yang di simpan dalam tas kecil.
"Begitu ya.." ucap Hana.
"Sebenarnya aku malas datang ke acara orang miskin.." ucap Desi.
Sandi dan Bening pergi,mereka tak mau mendengar ucapan ibunya yang menghina ibu Bayu.
"Cukup maa...Jangan kamu hina mereka.
" ucap Agus Irawan.
"Aku akan menuntutmu ke pengadilan,karena telah menghinaku..." ucap Hana. Dalam diri Hana ingin rasanya membunuh wanita itu.
"Lah emang kenyataan kamu miskin kan?
"Kamu gak akan bisa menuntutku..." ucap Desi dengan nada sombong.
"Cucuku bisa menuntutmu,karena kamu telah menghina keluarga Han dan berani mengancam membunuh orang tua angkatnya Hana" ucap Zhang menatap tajam ke arah Desi. Zhang tahu itu dari Hana, Hana juga menyerahkan bukti salinan surat pernyataan yang dulu di tanda tangani kepada Zhang.
Mereka menoleh ke arah Zhang.
"Pak Zhang....!!!??? ucap Agus terkejut.
"Apaa..!!!..Keluarga Han...!!??" ucap Desi terkejut.Ia juga tahu tentang keluarga Han yang kaya raya,bahkan kekayaannya melebihi kekayaan keluarga Mahendra.
"Dan itu akan aku lakukan setelah anda pulang dari sini.. " ucap Zhang.
"Gak...Gak...Gak mungkin...Orang miskin ini keluarga Han.." ucap Desi dalam hati.
Muka Desi menjadi pucat. Keringat dingin keluar,badan gemetar.
"Maafkan perilaku istri saya pak..." ucap Agus.
"Aku tidak mau maafkan wanita busuk ini sampai hari kiamat... " ucap Hana.
"Kalian dengar sendiri ucapan cucu saya? Jadi..Persiapkan diri anda untuk masuk dalam sel penjara karena telah berani di depan umum menghina keluarga Han. Aku Zhang Yong Han kakek kandung dari Hana Oktaviana Han yang dulunya bernama Hana Aorora Sanjaya yang akan menuntutmu " ucap Zhang.
Agus Irawan terkejut mendengar ucapan Zhang barusan,yang mengatakan Zhang adalah kakek kandungnya Hana. Lalu Agus membawa pergi istrinya.
"Rasakanlah penderitaanmu...Makanya jangan suka menghina orang " ucap Bayu dalam hati.
---***---
Di dalam mobil Agus Irawan.
Desi nampak ketakutan karena mengetahui Hana adalah keluarga Han.
Agus Irawan melihat Desi ada sedikit rasa iba tapi lebih banyak marahnya.
"Makanya...Jangan suka menghina orang..
"Jadi begini kan urusannya...
"Ternyata hukum Karma itu masih ada...Dan sekarang terbukti..Aku gak bisa melindungimu... Karena itu perbuatanmu di masa lalu " ucap Agus Irawan.
Begitu mereka sampai di rumah.
Baru 30 menit sampai,mobil polisi datang kerumah Agus.
Nampak Agus Irawan menemui 3 orang polisi yang berdiri di depan pintu rumah.
"Selamat siang pak...Maaf kami mengganggu.." ucap polisi 1.
"Iya siang...Ada apa pak?" ucap Agus.
"Kami membawa surat perintah penangkapan atas nama saudari Desi Herlina Handayani..
Polisi 1 menyerahkan surat penangkapan pada Agus Irawan.
Agus Irawan membuka surat tersebut,ia terkejut saat membacanya. Bahwa ancaman Zhang bukan isapan jempol belaka.
"Karena telah menghina keluarga Han di depan umum dan mengancam membunuh orang tua angkatnya ibu Hana Oktaviana Han." ucap polisi 1.
"Ada di mana istri anda...?" ucap polisi 2.
"Ada di dalam,bentar saya panggilkan dulu.." ucap Agus.
"Saya ikut..." ucap polisi 2 agar bu Desi tidak kabur dari rumah.
Agus Irawan bersama seorang polisi berjalan masuk ke dalam rumah.
2 polisi menunggu di luar.
__ADS_1
Tak lama kemudian,mereka muncul bersama Sandi dan Bening. Mereka menangis karena ibunya di tangkap oleh polisi.
Nampak tangan Desi di pasang borgol,lalu masuk dalam mobil polisi.