SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBUNUH PARA PENJAGA DAN POLISI


__ADS_3

Bayu memegang kaca mata yang tergantung di kaosnya,lalu memakainya.


12 orang pengawal berdiri di depan Bayu yang berjarak meter. Mereka bersiaga,karena melihat seorang pemuda membawa pedang di tangannya meskipun masih di dalam sarung pedang.


2 penjaga berdiri di pos penjagaan.


Bayu mengeluarkan pedang katana dari sarungnya.


"Kalian telah berani mengusik keluargaku,maka kalian harus mati...." ucap Bayu.


Para penjaga mengeluarkan pistol dari balik bajunya.


"Berhenti atau ku tembak" ucap salah satu penjaga sambil menodongkan senjata ke arah Bayu.


Bayu kemudia memegang gagang pedang katana dengan kedua tangan,lalu berlari ke arah penjaga.


"Kalian harus matiii...." ucap Bayu sambil mengeluarkan kekuatan.


Door....Doorr.....Dooorr.....


Dooorr....Dooorr... Dooorr...


Salah satu peluru melesat ke arah wajah Bayu,Bayu menghindari,ia membiarkan peluru itu menyerang tubuhnya.


Bayu memgayunkan pedangnya.


Craaassh...... Salah satu pengawal terpotong tangannya yang memegang pistol.


Beberapa penjaga menghidari sabetan pedang Bayu.


Bayu terus mengayunkan pedangnya ke arah penjaga.


Dooor.....Dooorr.....Doorr..


Craaasshh...


"Dia kebal peluru...." ucap salah satu pengawal melihat Bayu tak apa - apa terkena tembakan.


Bayu terus meyerang para penjaga menggunakan pedangnya.


Craassh....Salah seorang pengawal terkena sabetan pedang di pahanya.


"Siall.... Panggil bantuan..." ucap penjaga yang berlari menjauh dari arena pembantain Bayu.


Nampak Bayu membunuh semua penjaga yang ada di sana dan mengejar penjaga lainya,kemudian mengambil pistol tlyang tergeletak di lantai.


Door....Dooorr.....Dooorr.....


Doorr....Doorr...


Ceklek....Ceklek.... Pistol yang di pegang Bayu kehabisan peluru,lalu Bayu mengambil Pistol lainnya,lalu menembaki para penjaga.


Dor....Dooor....Dooor.....


"Mau lari kemana kamu...." ucap Bayu.


Nampak 9 penjaga tewas,sisanya melarikan diri.


Bayu berjalan ke arah rumah Agus Irawan yang jaraknya 50 meter darinya.


Suara tembakan dari halaman rumah Agus Irawan mengundang perhatian warga. Satu persatu mendatangi rumah Agus.


Bayu sudah sampai di depan pintu rumah. Bayu menendang kuat - kuat.


BRAAAAAAAK.......Pintu rumah terbuka.


"BAJINGAN.....KELUAR KAMU....DI MANA KAMU SEMBUNYIKAN IBUKU...." teriak Bayu.


Bayu berjalan masuk mencari keberadaan Agus Irawan.


Saat berada di dapur,Bayu melihat seorang ibu - ibu ketakutan,ia menghampiri ibu - ibu tersebut.


"Katakan padaku...Di mana Bajingan Agus Irawan berada?" ucap Bayu.


"Ampun.... Aku tidak tahu...Sebab pak Agus belum ada pulang ke rumah.." ucap ibu tersebut.


Bayu mengarahkan pistolnya ke galon air minum.


Dooorr.....


"Katakan...Bajingan itu ada di mana? Atau kamu ku bunuh " ucap Bayu.


"Sumpah...Aku pak Agus belum pulang..." ucap ibu tersebut.


Bayu berjalan ke arah kulkas,lalu membukanya,ia mengambil teh kotak kemudian menutup kembali.


Suara sirine mobil polisi terdengar.


Bayu duduk di lantai,ia meletakkan pistolnya lalu meminum teh kotak,Setelah habis,Bayu mengambil pistolnya lalu berjalan ke depan rumah.


Setelah sampai di depan rumah,nampak 15 orang polisi bersenjata lengkap mengarahkan senjatanya ke Bayu. Seorang polisi membawa pengeras suara,dan beberapa penjaga ada di belakang para polisi.


Seorang Polisi membidik Bayu dari kejauhan,ia mencari sesuatu yang membuat Bayu kebal senjata.


"Jatuhkan senjatamu...Atau kami akan menembak..." ucap polisi.


"Jika kamu menembakku...Aku akan membantai kalian....


Bayu berjalan ke arah polisi.


"Katakan padaku...Di mana ibu mertuaku kalian sembunyikan...Atau aku bunuh kalian semua..." ucap Bayu.


" Siapa nama ibu mertuamu..." ucap polisi yang memegang pengeras suara.


Bayu berhenti 8 meter dari para polisi.


"Intan Rahayu Pertiwi...


"Aku... Bayu Samudra...Akan membalas kematian adik iparku yang kalian bunuh..


"Kalian minggir atau aku bunuh " ucap Bayu.


Bayu mengarahkan pistolnya ke arah penjaga.


Namun salah satu polisi menembak kaki Bayu.


Dooorrr ......Dooorr...


Bayu menghindar lalu mengarah pistol ke kaki polisi yang menembak tadi.


Dooor... Doooorr..


Polisi itu terkena tembakan di kakinya,satu puluru meleset.


Para polisi tak tinggal diam,mereka menembak ke arah Bayu.


Dooor....Door....Dooorr.....Dooorr...

__ADS_1


Doorrr....Dooorr....Dooor...Doorrr....


Dooor....Door....Dooorr.....Dooorr...


Doorrr....Dooorr....Dooor...Doorrr....


Bayu menghindari peluru yang mengarah di kepalanya.Ia mengambil Shuriken di kantong celananya,lalu melempar dengan kekuatan penuhnya,karena para polisi itu menggunakan tameng.


Wuuuut....


Wuuuut....


Wuuuut....


Wuuuut....


Wuuuut...


Shuriken melesat ke arah para polisi di balik tameng pelindung.


Shuriken itu menembus tameng polisi lalu menancap di kepala.


Jleb.... Jleb...Jleb... Jleb....Jleb...Jleeb...Jleeb...


Barisan barikade polisi yang memegang tameng pelindung roboh.


Bayu melesat menyerang para polisi tersebut.Ia mengayunkan pedang katananya.


Craaasshh....


Craaassh...


Craassh...


Craaasssh...


Crassshh....


Satu persatu polisi terkena sabetan pedang Bayu.Para penjaga yang tadinya di belakang para polisi memyelamatkan diri.


Lalu Bayu mengambil senjata laras panjang.


Doooorr.....Suara tembakan dari jauh.


Bayu menghindar ke samping,lalu melihat sumber tembakan.


Seorang polisi,sedang merunduk di tanah mengarahkan senjatanya.


Lantas Bayu menembakkan senjata laras panjang ke arah polisi tersebut.


Dooor....Dooor....Dooor....Dooor....Dooor...


Dooorr.....Doorr....Ceklek...Ceklek...


Bayu membuang senjatanya,lalu memgambil senjata laras panjang lainnya.


Bayu berjalan ke arah polisi yang menembak tadi.


Nampak polisi itu mengerang kesakitan terkena tembakan


"Sudah aku katakan tadi...


Bayu mengarahkan ujung senjata di kepala polisi tersebut yang mengerang kesakitan.


"Kalian ku suruh menyingkir malah menembakku..Jadi jangan salahkan aku membunuhmu." ucap Bayu


Dooor....


Dooorr....


Doorrr...


Bayu berjalan ke arah mobilnya.


Saat melewati polisi yang masih hidup, Bayu membuang senjata laras panjang kemudian memenggal kepala para polisi itu.Lalu Bayu mengambil Shuriken yang menancap di kepala.kemudian Bayu berjalan ke mobilnya. ,


Bayu masuk kedalam mobil,lalu menjalankan mobilnya yang nampak penyok di bagian depan karena menabrak pagar rumah.


"Siaaal.... Di rumah Bajingan gak ada lagi,di mana dia memyembunyikan ibu mertuaku...


Bayu meninggalkan rumah Agus Irawan.


"Jika aku tahu,pasti aku samperin...


Bayu mengambil hapenya yang ia tarus di kaca spedometer.


Nampak 40 panggilan tak terjawab,dia antara ibunya,kakek buyut dan Hinata.


Bayu menelpon ibunya.


Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut


"Di mana kamu sayang..." suara Hana.


"Lagi di jalan bu menuju rumah..." ucap Bayu.


"Ibu mendapat kabar,jika terjadi penyerangan,lalu sayang keluar...Sayang ke tempat siapa?" suara Hana.


"Ke tempat si Bajingan Agus Irawan bu.. Dia membalas atas kematian ibunya... Sebab Bayu mendapat sms, isinya tak terima bila ibunya meninggal,dan akan menuntut balas..." ucap Bayu.


"Sekarang sayang kembali Jakarta sekarang,sebab Hinata dan Khalisa sekarang dalam perjalan ke Jakarta..." suara Hana.


"Tapi bu...Bu Intan bagaimana.? Soalanya di rumah Bajingan itu Bayu tak menemukannya..." ucap Bayu.


"Pulang dulu sayang ya...." suara Hana.


"Maaf bu...Jika Bayu belum menemukan ibunya Putri,Bayu belum bisa pulang..." ucap Bayu.


"Pulang sayang ya..Jangan bantah perintah ibu." suara Hana.


"Baiklah...Bayu pulang..." ucap Bayu mau gak mau pulang. Sebab ibunya menyuruh hingga 2 kali untuk pulang.


Bayu menepikan mobilnya,lalu mengambil botol air mineral. Tutup botol di bolongi untuk di buat air wudhu.


----***----


Seorang pria yang mengawasi rumah Agus Irawan yang melihat Bayu pergi,memgambil hapenya.


"Bos...Sepertinya Bayu memiliki ajian kebal senjata... Sebab ku lihat dia tak terluka.." ucap pria itu.


"Kebal senjata ya...Menarik..Pantau saja perkembangan di sana,." suara pria.


"Siap bos..." ucap pria.


Panggilan terputus.


----***---

__ADS_1


Di rumah sakit.


Nampak Agus Irawan berdiri di depan ruang visum. Ia menunggu jenazah istrinya.


Tiba - tiba hapenya berdering. Agus melihat siapa yang menelpon.


Nampak nama salah satu pengawalnya,lalu Agus menerima panggilan tersebut.


"Bos...Maaf ganggu... Seoramg pemuda datang membantai para penjaga bos..." suara pria.


"APAAA....!!!??? ucap Agus terkejut.


"Kita sudah menembak pemuda itu,tapi dia tak terluka,dan kami sudah menghubungi kantor polisi untuk meminta bantuan. Teman - teman sedang bergerak menuju kemari.." suara pria.


Lantas Agus teringat dengan putrinya,sebab saat menelpon tak di angkat.


"Sekarang kamu pergi ke sekolah anakku... Sebab perasaanku tak enak.." ucap Agus.


"Siap boss..." suara Pria.


Panggilan terputus.


Agua teringat pengawal yang biasa mengantar putrinya sekolah,lalu Agus menelpon pengawalnya.


Tuuut....Tuuuut....Tuuuut....


"Haloo bos..." suara pria.


"Apakah putriku masih ada di sekolahan.." ucap Agus.


"Masih bos..." suara pria.


"Sekarang kamu samperin dia...Bilang padanya ibunya meninggal dunia..." ucap Agus.


"Innalillahi...Nyonya meninggal bos?" suara pria.


"Iya... Cepetan ke kelas putriku.." ucap Agus.


"I...Iya bos..." suara pria.


Agus mematikan panggilannya.


15 menit kemudian.


Hape Agus Irawan berdering,ia meluhat siapa yang memanggil,rupanya pengawal yang menjaga anaknya.


"Gimana?" ucap Agus.


"Maaf boss... Kata temannya, ada sorang pria yang menjemput Bening bos..." suara pria.


"APAAAA.....!!!??" ucap Agis Irawan terkejut.


"Siapa yang menjemput putriku...?" ucap Agus.


"Pakaiannya sama seperti kita bos... Dan kita gak tahu siapa yang menjemputnya saat jam istirahat.." suara pria.


"Bajingan....


"Cek rekaman CCTV....Siapa yang me jemput putriku.." ucap Agus.


"Siap bos..." suara pria.


Agus mematikan panggilan.


"Sialan kamu Hana..... Mengapa kamu begitu kejam terhadapku...


15 menit kemudian,hapenya berdering lagi,nampak panggilan dari anak buahnya yang menjaga rumah.


"Haloo..." ucap Agus.


"Bos....Pemuda itu bernama Bayu Samudra.


Deg....Agus tersentak kaget.


"Dia datang mencari ibu mertuanya,dan menuntut balas kematian adik iparnya..." suara pria.


"Ibu mertuanya? ..." ucap Agus.


"Iya bos...Kami tidak tahu menahu tentang ibu mertuanya,teman - teman tewas terbunuh,begitu juga polisi... Bayu seperti memiliki ajian kebal senjata bos...Kita tembak tidak terluka..." suara pria.


"Apakah Bayu masih di sana?" ucap Agus.


"Sudah pergi bos..." suara pria.


Agus mematikan panggilannya


Nampak Agus memikirkan kejadian yang menimpa dirinya,mulai dari sms orang tak di kenal,lalu kematian istrinya,penyerangan Bayu dan penculikan putrinya.


"Sepertinya ada orang lain yang sengaja mengadu domba...


Agus menekan nomor milik Bayu.


Tuuuut....Tuuuut...Tuuuut.....


"Di mana kamu sembunyikan ibu mertuaku" suara Bayu.


"Aku akan jawab,tapi sebelum itu... Aku mau tanya... Apakah kamu mendapat sms dari nomor asing?" ucap Agus.


"Iya... Aku mendapatkan pesan,jika anakmu tak terima bila ibunya mati,dan dia akan membalasnya..." suara Bayu.


"Eh...!!!?? Agus terkejut. Rupanya sama seperti yang di alaminya.


"Aku juga mendapat pesan dari nomor asing,sms itu memberitahukan jika ibumu akan membunuh ibunya Sandi.. Aku telpon nomornya tak aktif..." ucap Agus.


"Ibuku tak akan berbuat seperti itu jika wanita sok Kaya itu masuk penjara... Cepat katakan di mana ibu mertuaku...Atau kubunuh semua keluarga Mahendra...Aku tak peduli..." suara Bayu.


"Sumpah demi Allah...Aku tak ada menyuruh anak buahku untuk mencelakai ibu mertuamu...Nomor yang mengirim pesan itu 0812********" ucap Agus.


"Itu bukan nomor ibuku... " suara Bayu.


"Adik Sandi di culik di sekolahannya....


Tak ada jawaban dari Bayu.


"Apa itu kamu Bay yang melakukannya?" ucap Agus.


"Tidak....Aku tak melakukannya,aku hanya datang kerumahmu,lalu membunuh para pengawal dan polisi untuk mencari keberadaan ibu mertuaku.


"Bajingan.....


"Aku tahu siapa pelakunya" suara Bayu.


Panggilan terputus.


"Siapa Bay....?"ucap Agus penasaran.


Tak ada jawaban dari Bayu,lalu Agus melihat ke layar hapenya. Lalu menekan panggilan ke Bayu.

__ADS_1


"Nomor yang anda tuju sedang sibuk...Cobalah beberapa saat lagi..." suara operator.


"Siapa yang di maksud Bayu...Apakah dia tahu siapa di balik semua ini...." ucap Agus dalam hati.


__ADS_2