
Fuad masuk ke dalam rumah lalu duduk berhadapan dengan Bayu.
" Broo.." ucap Fuad.
" Opo kang..."ucap Bayu.
" Tadi kan ku bekisah sama teman - temanku..."
" Nah dia itu cerita..Ada seorang pria mendatangi temanku.."
" Terus menunjukkan foto.."
" Foto itu mirip dengan kamu broo.."
" Dia tanya,apakah kamu pernah melihat orang di foto ini.." ucap Fuad.
Deeg....Bayu tersentak kaget
Lalu Bayu berpikir bahwa orang yang menunjukkan foto itu adalah militer China yang sedang menyamar.
" Dia bilang gak lihat.."
" Terus dia melihatmu lalu carita ke aku.."
" Kenapa kamu di cariin broo..." ucap Fuad.
" Aku gak tahu kang sebelum bertemu dengan orang itu..."
" Hemmmm...."
" Teman - teman sampeyan masih ada ?" ucap Bayu.
" Sudah pulang broo.." ucap Fuad.
" Begini kang...Beri tahu ke teman - teman sampeyan.."
" Bila ada yang mencariku segera hubungi sampeyan,terus sampeyan telpon aku.."
" Bawa mereka di gang sebelah.." ucap Bayu.
" Oke..."
" Kamu lagi punya masalah ya broo..?" ucap Fuad.
" Setiap manusia pasti punya masalah kang..Entah masalah dengan dirinya sendiri contohnya masalah kesehatan dana masalah dengan sesama manusia contohnya kita bermaslah dengan teman,orang lain atau tetangga,bisa jadi dengan keluarga...."
" Karena aku gak bertemu dengan orang yang mencariku,aku gak tahu apa masalahnya apa" ucap Bayu.
" Ooo...Begitu.." ucap Fuad.
" Oh iya...Besok sampeyan libur apa enggak kang?" ucap Bayu.
" Libur..Tapi aku lembur broo..Banyak kerjaanku.."
" Kenapa emangnya ?" ucap Fuad.
" Aku berencana mengajak Ida jalan kepantai..Tapi sama sampeyan.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..."
" Ajak aja si Dewi.." ucap Fuad.
Bayu melihat ke arah pak Anwar.
" Iya..Bawa Dewi jalan bersama kalian..." ucap pak Anwar.
" Kang....Sms teman - teman sampeyan.." ucap Bayu.
" Sms apa?" ucap Fuad.
" Ya bilangin kalau ada yang mencariku,suruh beritahu ke sampeyan.."
Fuad mengambil hapenya lalu mengetik.
" Pulsa sampeyan masih ada apa enggak?" ucap Bayu.
" Baru aja ku isi bro.." ucap Fuad sambil memgetik.
" Kirain sekarat..." ucap Bayu.
" Apakah sebelumnya piyan ini punya masalah di luar Balikpapan?" ucap pak Anwar.
" Jujur pak...Saya sering membantu masalah ,kadang membantu masalah teman,sahabat,keluarga..Kadang orang yang tidak saya kenal saya bantu.."
" Nah..Masalah saya sendiri malah sampai sekarang belum terselesaikan..." ucap Bayu.
" Masalah apa itu..Kalau boleh ulun tahu?" ucap pak Anwar.
" Begini pak...Mungkin loh ya pak.."
" Mungkin yang mencariku itu orang suruhan.."
" Karena saya dulu pernah membantu keluarga orang kaya raya.."
" Terus...Orang itu memiliki seorang anak cewek..Nah..."
" Anaknya itu suka sama saya..."
" Tapi saya tidak mau pak..." ucap Bayu.
" Kenapa gak mau broo...? Kan enak tuh nilah dapat anak orang kaya" ucap Fuad.
" Karena aku sadar diri broo.."
" Aku anak orang desa..."
" Nanti kalau aku menikah dengan anaknya..Terus dia minta di belikan ini...Itu duit dari mana.."
" Terus apa kata keluarga mereka?"
" Pasti salah satu keluarga mereka menghinaku karrna aku anak kampungan.."
" Jadi..Aku kabur saja...Untung saja aku gak ngasih tahu alamat asli rumahku.." ucap Bayu.
" Kan tinggal minta sama mertua.." ucap Fuad.
" Aku gak mau jadi benalu di rumah dia kang.."
" Dan aku gak mau mereka menghina ibuku.."
" Jika mereka menghinaku karena aku miskin gak masalah..Memang aku miskin.."
" Tapi...Jika mereka menghina dan mencaci maki ibuku..."
" Aku gak bakalan tinggal diam,minimal ku buat bonyok itu orang yang menghina ibuku.."
" Mending aku cari cewek yang senasib denganku. Cari uang dengan keringat sendiri...." ucap Bayu.
" Kamu asli mana seh Mad?" ucap Fuad.
" Aku asli jawa kang..." ucap Bayu.
" Boteeeek.." ucap Fuad gak percaya. Sebab melihat wajah Bayu tak seperti orang jawa pada umunya.
" Yo wes yen gak percoyo." ucap Bayu.( Ya sudah kalau tidak percaya).
" Kenapa wajahmu sama kulitmu kok putih,matamu hampir seperti orang cina gitu.Apa akmi ada keturunan orang cina." ucap Fuad.
" Ibuku kulitnya sama denganku kang..." ucap Bayu.
" Terus bapakmu..?" ucap Fuad.
" Dari aku bayi sampai sekarang..Aku hanya bersama ibuku saja kang..Bapakku gak ada.."
Bayu melihat jam tangan.
"Aku pamit pulang dulu ya kang." ucap Bayu.
" Belum jam 5..Jam 7 aja pulangnya." ucap Fuad.
" Asemmm...."
" Insya Allah besok saya cerita lagi" ucap Bayu.
Bayu menghampiri pak Anwar,setelah dekat ia bersalaman tak lupa cium tangan.
Kemudian berdiri agak jauh dari pal Anwar.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa' alaikum salam..." ucap Pak Anwar,Fuad dan Ida.
Bayu berjalan ke teras di ikuti Ida.
" Kalau sudah sampe..Sms ya kak.." ucap Ida.
" Insya Allah..." ucap Bayu lalu memakai maskernya.
" Kenapa pakai masker terus kak..?" ucap Ida.
" Biar gak kena polusi.."
Bayu naik ke sepeda motor,lalu memakai helmnya. Kemudian.menyalakan sepeda motor
" Kakak pulang dulu..Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam...Hati - hati kak.." ucap Ida.
" Iya..." ucap Bayu lalu menjalankan sepeda motornya.
" Semoga aja cepat di temukan itu orang yang mencariku.."
" Jika sudah ku temukan,ku hipnotis dia,lalu menyuruh mereka bilang kalau pria yang di foto pergi ke Papua karena bekerja di kapal..Biar mereka mencariku di sana..Dengan begitu..Aku aman..." ucap Bayu dalam hati.
Setelah sampai di rumah sewaan,Bayu memasukkan motornya Wardoyo ke dalam rumah. Setelah itu ia menggosok gigi,wudhu.
Selesai wudhu,Bayu mengirim pesan ke Ida,Nita dan para istrinya, sambil berebah.
" Hemmm....Aku bisa gak ya langsung menghilang terus muncul di rumah.."
" Hemmmm...Coba aaaah..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu memejamkan matanya mengingat kamar tidurnya lalu mencoba menghilang.
Setelah itu ia membuka matanya.
" Aseemm....Gak bisa..."
Bayu bangkit,lalu duduk.
" Apa karena jauh yaa..."
Lantas Bayu teringat Kumala Sari,ia pun mencoba memanggil Kumala Sari,apakah dia datang atau tidak.
" Kumala Sari....Cantik..Datang dong.."
Bayu melihat tak ada Kumala Sari datang. Biasanya sekali panggil langsung datang.
" Kumala Sari...Sayang..."
Kumala Sari tidak muncul di kamar Bayu.
" Aseeem...."
" Berarti kalau melewati lautan gak bisa..."
" Tapi kenapa waktu aku di timur tengah bisa ya..?"
Bayu menepuk keningnya.
__ADS_1
" Oh iya...Aku kan pindahnya langsung ke istana Kumala Sari...Aseeemm.." ucap Bayu.
Lantas Bayu mencoba berpindah tempat ke alam ghaib.
***
Alam ghaib.
Istana Kumala Sari.
Bayu muncul di kursi tempat biasa ia duduk bersama Kumala Sari.
Kumala Sari yang sedang duduk di kursi melihat Bayu muncul kaget.
" Suamiku..." ucap Kumala Sari.
Bayu membuka matanya.
" Alhamdulilah...Berhasil.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu menoleh ke Kumala Sari.
" Assalam mu'alaikum sayang..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam sayang...Ada apa sayang kemari..?" ucap Kumala Sari.
" Kangen..." ucap Bayu.
" Jadi aku bisa berpindah tempat ke alam ghaib.."
" Heeemmm...Aku bisa dong pindah ke rumahku jika aku bisa ke sini.... Gak perlu beli tiket pesawat terbang.." ucap Bayu dalam hati.
" Sayang kemana? Kok aku cari gak ketemu..?" ucap Kumala Sari.
" Aku lagi di luar pulau Jawa sayang.." ucap Bayu.
" Ngapain?" ucap Kumala Sari.
" Ada urusan masalah lahan milik perusahaan keluargaku.."
" Lebih tepatnya di Kalimantan Timur..." ucap Bayu.
" Sudah selesai urusannya?" ucap Kumala Sari.
" Sudah...Tadi ini aku ngetes,bisa apa enggak pergi ke rumahku.."
" Pas ku coba gak bisa sayang...Terus ku panggil sayang,sayang gak muncul - muncul" ucap Bayu.
" Jika di pisahkan dengan lautan gak bisa sayang..."ucap Kumala Sari.
" Ooo...Begitu..."
" Makanya aku coba datang kemari.."
" Alhamdulillah berhasil.." ucap Bayu.
" Jadi aku bisa membawa istriku ke Kalimantan dengan cara menghilang,tapi harus transit dulu ke sini.."
" Tapi...Bisa apa enggak ya..Nanti gak bisa lagi.."
" Hemmmm...Mending mereka naik pesawat terbang aja...Belum lagi pengawal yang ikut.. ucap Bayu dalam hati.
" Ku lihat di rumah pakdemu lagi ramai.."ucap Kumala Sari.
" Kang Bejo mau nikah dia yank.."
" Oh iya...Aku istirahat dulu ya sayang..." ucap Bayu.
" Aku temanin ya sayang.." ucap Kumala Sari.
" Hemmm...Temanin aja ya...Jangan aneh - aneh.." ucap Bayu.
" Iya sayang..." ucap Kumala Sari.
Kumala Sari memberi kode agar berhenti ke anak buahnya. Agar Bayu tenang bisa tidur.
Akhirnya Bayu tidur bersama Kumala Sari.
Setelah Bangun tidur,Bayu melakukan shalat subuh.
" Jangan baca nyaring ya..." ucap Kumala Sari ikut shalat bersama Bayu.
" Iya..." ucap Bayu.
Mereka pun shalat subuh,karena ia melihat jam tangannya sudah lewat waktu subuh,Kumala Sari mengenakan pakaian tertutupnya. Ia tak membaca bacaan shalat,hanya membaca Allahu akbar saja.
Selesai shalat,Bayu memakan buah - buahan sambil melihat aksi para penari.
" Habis ini sayang mau kemana?" ucap Kumala Sari kembali berpenampilan seperti Ratu kerajaan Jawa.
" Aku kembali ke Kalimantan sayang...Ada muncul masalah di sana.." ucap Bayu.
" Masalah apa?" ucap Kumala Sari.
" Tentara China ada yang melihatku saat aku di Kalimantan.."
" Dan di Kalimantan,aku bertemu dengan orang yang mirip dengan Putri.." ucap Bayu.
" Serius sayang..?" ucap Kumala Sari.
" Iya..Aku serius.." ucap Bayu.
" Sayang menyukai gadis itu?" ucap Kumala Sari.
" Iya...Tapi aku belum ada bilang bahwa aku telah memiliki istri yank...Aku takut dia tidak mau.." ucap Bayu.
" Kenapa tidak sayang pengaruhi dia ( Hipnotis),agar mau dengan sayang" ucap Kumala Sari.
" Aku gak mau memakai ilmu itu sayang...Biarlah terjadi secara alami saja...Di terima atau tidak,aku tetap menerimanya.."
" Aku mau memepertemukan dulu dengan para istriku..Tapi belum bisa.." ucap Bayu.
" Ada yang mencariku berbekal sebuah foto.."
" Aku dapat informasi itu dari kakaknya Ida,cewek yang mirip dengan Putri.." ucap Bayu.
" Kenapa mereka mencari sayang..?" ucap Kumala Sari.
" Aku curiga dia militer china sayang..."
" Kan aku pernah cerita ke sayang,jika mereka tahu aku masih hidup..Bisa gawat .."
" Aku balik dulu ya sayang..." ucap Bayu.
" Aku ikut ya sayang.." ucap Kumala Sari.
" Heeeemmm....Tapi jangan mengajakku mengobrol ya sayang..." ucap Bayu.
" Iya..." ucap Kumala Sari.
" Ganti bajumu sayang.."
Kumala Sari memakai kekuatannya,ia merubah penampilannya,yakni memakai pakaian berjilbab,tapi tidak memakai cadar.
Bayu berdiri,begitu juga Kumala Sari.
" Nah...Gitu kan terlihat cantik..." ucap Bayu.
Kumala Sari memegang tangan Bayu.
****
Kamar sewaan.
Bayu dan Kumala Sari muncul di dalam kamar. Cahaya matahari menerangi kamar tersebut.
" Dah pagi.." gumam Bayu.
Batu bersiap - siap pergi kerumah Ida.
Saat dirinya sedang berganti pakaian,ponselnya berdering nada panggil.
Bayu melihat ke layar, lalu menekan tombol dan meletakkan di telinga.
" Hallo Assalam mu'alaikum pah.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam...Kenapa hapemu gak aktif tadi Bay ..." suara Jien Lie.
" Lah..Gimana mau aktif,sinyal aja gak ada.." ucap Bayu dalam hati.
" Lagi di cas pah...Ada apa pah..?" ucap Bayu.
" Papah dapat info bahwa ada orang yang mencarimu.." suara Jien Lie.
" Iya...Papah kok tahu.." ucap Bayu.
" Ya tahu lah..Semalam mentraktir para ormas makan bakso kan..?" suara Jien Lie.
" Asem....Berarti tukang baksonya itu Intel.." ucap Bayu dalam hati.
" Saran papah..Cari orang itu,minta bantuan sama orang - orang ormas..Bila ketemu.."
" Hipnotis dia..Katakan padanya bahwa orang yang mirip dengamu itu pergi keluar negeri..." suara Jien Lie.
" Sudah Bayu lakukan pah...Hanya Bayu belum bertemu..."
" Bayu akan mengatakan orang yang mirip denganku itu pergi berlayar ke papua,jika keluar negeri,mereka akan curiga.." ucap Bayu.
" Oke...Terserah kamu aja,atur bagaimana baiknya..."
" Istrimu jangan dulu ke Balikpapan sebelum mereka pergi dari Balikpapan ya Bayu.." suara Jien Lie.
" Siap komandan..." ucap Bayu.
" Ya sudah..Itu saja yang mau papah omongin..Assalam mu'alaikum.." suara Jien Lie.
" Wa'alaikum salam pah..." ucap Bayu.
Lantas Bayu menelpon istrinya,agar jangan dulu ke Balikpapan. Sebab semalam ia mengirim sms,kalau masalah tanah sudah selesai,dan ingin mempertemukan dengan Ida di pantai.
Setelah selesai menelpon istrinya,ia menelpon Ida. Setelah itu barulah ia bersiap - siap pergi.
Ia mengeluarkan sepeda motor supra Fit milik Wardoyo yang nampak kotor.Bayu berncana akan mencuci motor itu di tempat pencucian sepeda motor.
Telponnya berdering saat Bayu mengunci pintu.
Nampak panggilan dari bu Nita pemilik rumah sewaan.
" Hallo assalam mu'alaikum bu.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..Mas Bayu ada di mana..?" suara bu Nita.
" Depan rumah sewaan bu...Ini mau pergi.." ucap Bayu.
" Gasnya belum di pasang..Aku mau masak gak bisa...Tolong ke sini dong mas...Aku tqkut jika ku pasang meledak..." suara bu Nita.
" Asem...Masa iya harus aku seh...Kan ada tetangganya...Bantu gak ya.." ucap Bayu dalam hati.
" Nanti ku buatin kopi sama sarapan mas...Tolong ya.." suara bu Nita.
" Iya bu..." ucap Bayu. Mau gak mau membantu dulu.
Bayu menyalakan sepeda motor lalu meluncur ke rumah bu Nita. Sementara Kumala Sari duduk di jok motor seperti manusia pada umumnya dan memeluk Bayu.
Bayu tak merasakan berat,saat membonceng Kumala Sari. Karena ia tahu Kumala Sari bukan manusia.
Tak membutuhkan waktu lama Bayu sampai,karena jaraknya dekat dengan rumah sewaan.
Bayu melihat rumah bu Nita memiliki 2 lantai.
__ADS_1
Bayu turun dari sepeda motornya.Lalu berjalan ke arah pintu rumah bu Nita yang nampak terbuka.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..Mas Bayu..?" ucap bu Nita,ia tak mengenali Bayu karena Bayu memakai tudung jaket,masker dan kacamata.
" Iya bu.." ucap Bayu.
Bu Nita berdiri.
Bayu melihat bu Nita hanya memakai kaos dalam celana pendek. Dan pentilnya nampak. tercetak di kaosnya. San belahan dadanya nampak kelihatan.
" Asem...." ucap Bayu dalam hati lalu memalingkan mukanya.
" Mari masuk mas...Langsung ke dapur." ucap bu Nita.
" Iya bu.." ucap Bayu.
Bayu berjalan,sementara bu Nita di depan Bayu.
Bayu mencium aroma wangi parfum yang di pakai bu Nita.
Setelah sampai di dapur.
" Ini gasnya mas,aku mau angkat susah,sama masangnya.."
Bayu segera mengangkat tabung gas 12 kg ke dekat tabung gas yang akan di ganti. Lalu melepas regulator gas,Setelah itu menggeser tabung gas tersebut hingga ia selesai mengganti dan meletakkan tabung kosong ke tempat tabung gas yang masih bersegel.
Di saat ia mengganti tabung gas,bu Nita mendekati Bayu.
Bayu sempat menoleh ke arah bu Nita dan melihat belahan dadanya di balik kaos tersebut. Kemudian melihat ke arah tabung gas lagi.
" Ku buatkan kopi dulu ya mas..." ucap bu Nita.
" Gak usah bu...Saya ada perlu.." ucap Bayu.
" Gak boleh nolak..Ini kalimantan mas...Nanti kamu kepuhunan.." ucap bu Nita.
" Kepuhunan itu apa bu..?" ucap Bayu tidak mengerti.
" Kepuhunan itu,bila di tawarin kopi terus menolak..Nanti dia akan celaka..."
" Itu sering terjadi mas..."
" Waktu itu tetangga di buatkan kopi sama istrinya,tapi dia gak minum buru - buru pergi.."
" Pas di jalan dia kecelakaan.." ucap bu Nita.
" Masa seh bu..?" ucap Bayu.
" Iya...Ini Kalimantan,bukan Jakarta.."
" Mas duduk aja..Nanti ku antarin kopinya.."
" Oh iya...Kopi hitam apa kopi susuu mas..."ucap bu Nita.
" Kopi hitam aja bu.." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke arah ruang tamu,lalu duduk.
Sementara Kumala Sari tetap berada di dapur memperhatikan bu Nita.
Bu nita mengambil dua gelas,aatu untuk kopi,dan satunya air putih. Setelah itu bu Nita memasukkan sesuatu di gelas air putih,kemudian mengambil air putih.
Kumala Sari menghampiri Bayu yang sedang mencocokkan waktu jam tangan dengan jam dinding.
" Dia memasukkan sesuatu di dalam minumanmu sayang..."
" Sepertinya dia menginginkan sesuatu dari sayang.."ucap Kumala Sari.
" Iya...Terima kasih ya sayang,sudah di kasih tahu.." ucap Bayu.
Bayu menyetel ulang waktu di hapenya.
Tak lama kemudian bu Nita muncul membawa nampan berisi piring nasi kuning,2 gelas minuman,lalu meletakkan di meja.
" Silahkan mas..." ucap bu Nita.
" Iya bu..." ucap Bayu,lalu mengambil piring nasi.
" Gelas air putih sayang.." ucap Kumala Sari.
Bayu membaca do'a lalu makan.
" Kok sepi bu..?" ucap Bayu sambil menatap bu Nita.
" Iya..."
" Aku tinggal sendirian...Suami di lokasi,2 atau 3 bulan baru pulang.." ucap bu Nita.
Mata bu Nita menghijau,lalu kembali normal lagi.
Bayu menguasai bu Nita secara penuh.
Bayu melihat ke arah piring yang ia pegang,sambil menyendok nasi.
" Bu Nita,Jawab dengan jujur...Apa yang kamu masukkan dalam air putih..?" ucap Bayu lalu makan nasi kuning.
" Obat perangsang mas..." ucap bu Nita.
" Kenapa ibu melakukan itu..?" ucap Bayu.
" Karena aku tertarik padamu dan karena suamiku jarang pulang.."
" Jadi..Aku ingin bercinta denganmu.." ucap bu Nita.
" Ooo...Begitu..." ucap Bayu lalu menghabiskan nasi kuning.
Kemudian berjalan ke dapur untuk minum.
Setelah itu kembali duduk ketempat semula.
" Sekarang ibu minum air putih ini hingga habis.." ucap Bqyu.
Bu Nita menurut,lalu ia meminum air putih.
Selesai meminum air putih dan meletakkan gelas . Bayu mengambil gelas tersebut ,kemudian menarik kembali ilmu hipnotisnya. Lalu meletakkan gelas kosong di samping piring.
" Mampus kamu mbak...Kalau aku bajingan...Wes tak kentu..." ucap Bayu dalam hati.
" Kentu wae Bay..." suara Jalu.
Bayu meminum kopi tersebut hingga habis.
" Oh iya mas Bayu...Bisa minta tolong lagi apa enggak?" ucap bu Nita.
" Maaf bu...Bukannya saya gak mau nolongin.."
" Saya sudah di tunggu...Terima kasih atas sarapan dan kopinya bu.." ucap Bayu.
" Padahal aku minta tolong gantikan lampu di lantai atas mas...Mati lampunya." ucap bu Nita.
" Lain kali aja bu...Maaf ya bu..."
Bayu berdiri.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu lalu berjalan sambil memakai masker.
" wa'alaikum salam..." ucap bu Nita.
Setelah Bayu pervi,tak lama kemudian bu Nita merasakan libidonya naik.
" Sial...Mengapa aku jadi ****** begini..."
" Apa karena aku menginginkan Bayu tuk menyetubuhiku.." ucap bu Nita.
Bu Nita lantas ke dapur untuk mengambil terong,setelah itu ke kamar tidur untuk menuntaskan hasratnya.
***
Di sisi Bayu.
Bayi baru selesai mencuci motor Supra Fit di tempat pemcucian sepeda motor,lalu meluncur ke rumah Ida.
Namun,di tengah perjalanan,ia merasakan tak nyaman dengan motor tersebut. Lalu Bayu turun dari sepeda motor untuk memgecek.
Ban belakang nampak kempes. Dan ban tersebut sudah tipis.
" Aseeem....Bocor lagi..." ucap Bayu.
Mau gak mau Bayu menuntun sepeda motor tersebut ke tambal ban.
Tak lama kemudian,Bayu melihat bengkel telah beroperasi,Bayu membawa motor itu ke bengkel tersebut
" Pak...Bisa tambal..?" ucap Bayu kepada mekanik bengkel yang sedang mengganti oli.
" Gal bisa mas...Di sana ada tambal ban..." ucap mekanik sambil menunjuk.
" Jauh gak pak..?" ucap Bayu.
" Lumayan kalau jalan kaki sekitar 25 menit lah.." ucap mekanik.
" Jika aku jalan ke sana,pasti lama.."
" Hemm...Mending ganti baru sajalah.." ucap Bayu dalam hati.
" Pak...Ada ban luar gak pak..?" ucap Bayu.
" Ada...Mau yang merek apa?" ucap mekanik.
" Honda aja,sekalian ban dalamnya ya pak.." ucap Bayu.
" Oke...Silahkan duduk dulu mas.." ucap mekanik.
Bayu kemudian duduk di kursi kayu.
Sambil menunggu,ia pun mengirim pesan ke istrinya dan juga Ida.
Di saat mekanik mengganti ban motor yang Bayu pakai,sebuah motor berhenti.
Bayu melihat ke arah orang yang berhenti tersebut. orang itu berboncengan.
" Maaf pak...Bisa isi angin.." ucap pria itu.
" Bisa...Yang mana?" ucap mekanik.
" Yang belakang.." ucap pria 1.
Pria 2 mengeluarkan seauatu dari kantong jaketnya. Bayu melihat pria 2 itu memegang sebuah kertas.
" Maaf pak...Apakah anda pernah melihat pria di foto ini.." ucap pria 2.
" Asemm...Itu mereka.." ucap Bayu dalam hati.
" Gak pernah pak.." ucap mekanik.
Pria 2 lantas mendekati Bayu.
" Maaf pak...Apakah anda pernah melihat orang di foto ini.." ucap pria 2.
Bayu memperhatikan foto yang di sodorkan pria 2 tersebut.
Nampak di foto itu adalah dirinya memakai seragam militer.
" Aseemm.."
" Ini kan fotoku.." ucap Bayu dalam hati.
Kumala Sari yang berdiri di depan Bayu juga melihat ke arah Foto tersebut.
__ADS_1
" Ini kan foto sayang..." ucap Kumala Sari.