SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGUBAH PERATURAN PERUSAHAAN.


__ADS_3

Bayu mengambil hapenya untuk menghubungi Alvin.


Tuuuut....Tuuut...


"Hallo Bay...." suara Alvin.


"Halo juga kang...


"Sibuk apa enggak kang?" ucap Bayu.


"Enggak Bay..Kenapa..? " suara Alvin.


Bayu berjalan keluar kelas bersama Sulis.


"Gakpapa... Katanya sampeyan mau ketemuan..Mumpung aku gak sibuk kang" ucap Bayu.


"Hem.... Oke...


"Ketemuan di mana?" suara Alvin.


"Sejam lagi aku hubungi kang..." ucap Bayu.


Bayu mematikan hapenya.Kemudian menoleh ke Sulis.


"Lis...Aku duluan...Mau menemui Alvin..." ucap Bayu.


"Iya mas...Hati - hati..." ucap Sulis.


"Pak...Jangan ikutin aku.. Aku ada perlu..." ucap Bayu pada pengawalnya lalu berlari.


"Tapi bos..." ucap seorang pengawalnya.


Bayu tak menjawab,ia terus berlari.


Setelah sampai di parkiran.


Bayu berjalan ke arah mobil yang ada di depan iringan.


"Pak...Saya ada perlu... Dan saya tak ingin di kawal..." ucap Bayu pada seorang pengawal yang ada di dekatnya.


"Siap bos..." ucap pengawal.


Bayu masuk ke dalam mobil Pajero hitam.Kemudian Bayu menjalankan mobil tersebut.


----***----


Di Kantor Cheng Fei.


Di ruangan Cheng Fei.


Sedikit demi sedikiti Hana belajar mengenai perusahaan Han.


Nampak Hana duduk di kursi sofa memperhatikan layar laptop memeriksa keuangan kantor di temani satu teh kotak .Sedangkan Cheng duduk duduk di kursinya memeriksa dokumen.


Di mata Cheng Fei,Hana adalah sesosok wanita kalem,tapi tegas dan juga cepat bisa belajar apa yang ia ajarkan.


"Hem.... Mereka juga berbisnis dalam hiburan malam..." ucap Hana dalam hati ketika melihat melihat File keuangan di salah satu klub malam.


Kemudian Hana mengklik PT. Sinar Harapan Borneo Han.Perusaahan itu bergerak dalam bisnis batu bara di kalimantan.


Hana menoleh ke arah Cheng.


"Adik Cheng.. " ucap Hana.


Cheng yang sedang memeriksa dokumen menoleh ke arah Hana.


"Iya kak...Ada apa?" ucap Cheng


Hana berdiri kemudian berjalan ke arah Cheng Fei.


"Hemm....Aku punya usul..." ucap Hana.


"Usul apa itu kak..?" ucap Cheng Fei.


"Ketika kakak mengobrol dengan bawahan..


"Salah satunya kakak mendapat keluhan..." ucap Hana.


"Keluhan....?? Keluhan apa itu kak?" ucap Cheng Fei.


"Mengenai pakaian... Bahwa perusahaan ini melarang pegawainya memakai jilbab...


"Kakak ingin merubah peraturan itu..." ucap Hana.


"Hem..... Itu peraturan dari kakek Kak...Jadi aku gak bisa bilang iya ataupun tidak..." ucap Cheng Fei.


"Ooo...Begitu...Baiklah..Kakak hubungi kakek dulu..." ucap Hana.


Hana berjalan ke kursi sofa yang ia duduki tadi untuk mengambil hapenya yang ia taruh di dalam tas.


Setelah sampai,Hana mengambil hapenya,lalu menghubungi kakek Zhang.


Tuuut.....Tuuut...Tuuutt...


"Halo Hana sayang.." suara kakek Zhang.


"Halo juga kakek... Maaf jika Hana mengganggu kakek..." ucap Hana.


"Gak ganggu kok..." suara kakek Zhang.


"Hana ingin sedikit mengubah peraturan di kantor kek...Mengenai pakaian..." ucap Hana.


"Ooo...Begitu...


"Silahkan kamu atur Hana...Karena kamu adalah cucu kesayanganku...Kakek mau lanjut rapat lagi..." suara kakek Zhang.


"Terima kasih kek..." ucap Hana.


Panggilan terputus.


Hana berjalan ke arah Cheng Fei.


"Dik... " ucap Hana.


"Ya kak..." ucap Cheng Fei.


"Cara untuk memgumumkan bagaimana ya.. Tentang pakaian itu?" ucap Hana.


"Hem....Kak Hana buat surat saja tentang pemberitahuan... File untuk suratnya ada di laptop itu kak.." ucap Cheng Fei.


"Oke deh..." ucap Hana.


Hana kemudian berjalan lagi ke tempat duduknya.


Setelah sampai,ia mencari file surat tersebut.


Ketika sudah ketemu,Hana mengetik surat pemberitahuan.Isinya menyangkut pakaian hijab khusus wanita beragama islam.


Setelah selesai,Hana mengeprint surat tersebut.


Nampak alat Printer di dekat Cheng Fei bersuara lalu mengeluarkan kertas.


Hana berjalan ke arah alat printer tersebut. Setelah sampai ia mengambilnya.


'Terus apa lagi Dik...?" ucap Hana.


"Kak Hana bisa berikan surat itu ke Casandra,atau bisa langsung ke HRD untuk di proses langsung...." ucap Cheng Fei.


"Oooh...Begitu...Baiklah..." ucap Hana lalu berjalan ke pintu.


"Sudah di tanda tangani apa belum kak suratnya?" ucap Cheng Fei.


Hana menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan ke arah Cheng Fei.


"Belum...." ucap Hana.


"Ya di tanda tangani dulu dong kak...." ucap Cheng Fei.


Hana berjalan ke arah Cheng Fei.


"Neh tanda tangani dulu dik..." ucap Hana sambil menyerahkan kertas.


Cheng Fei menerima kertas tersebut.Lalu membacanya sebentar,setelah itu mendatangani surat itu lalu di berikan kepada Hana.


Hana kembali berjalan ke pintu menuju meja Casandra.


Casandra berdiri,ketika Hana berada di depan mejanya.


"Mbak Sandra..." ucap Hana.


"Iya bu.." ucap Casandra.


"Ruangan HRD ada di mana?" ucap Hana .


"Ada di lantai 3 bu...Mari saya antar" ucap Casandra.


"Ooo...Di situ...


"Tidak perlu... Saya bisa sendiri...Terima kasih.." ucap Hana.


"Sama - sama bu..." ucap Casandra.


Hana kemdian berjalan ke arah tangga.

__ADS_1


Saat Hana berjalan ke lorong,ia berpaspasan dengan 3 orang.


3 orang itu setengah membungkuk ke arah Hana.


Setelah sampai di tangga,Hana melesat ke arah lantai 3.


5 detik Hana sampai di lantai 3.


Kemudian Hana berjalan lagi,ia melihat pria remaja menjadi Cleaning Servis membersihkan lantai. Hana menghampiri Cleaning Servis tersebut.


"Maaf mas saya mengganggu,..." ucap Hana.


Cleaning servis menghentikan pekerjaannya.


"Iya bu..." ucap pria itu.


"Saya mau bertanya ada di mana ruangan HRD itu.?" ucap Hana.


"Ada di sana bu....


pria itu sambil menunjuk.


"Ibu lurus lalu belok kanan..Lurus lagi...Setelah itu belok kiri..." ucap pria itu.


"Terima kasih...." ucap Hana.


"Sama - sama bu..." ucap pria itu.


Hana kemudian berjalan lagi.


Setelah sampai yang di katakan oleh Cleaning Servis tadi,Hana bertanya lagi pada seseorang yang akan melewati dirinya.


"Maaf pak..Ruang HRD sebelah mana?" ucap Hana.


"Itu ruangannya bu..." ucap pria itu sambil menunjuk.


"Terima kasih pak.." ucap Hana.


"Sama - sama bu..." ucap pria.


Hana kemudian berjalan ke arah ruangan HRD.


Tok....Tok...Tok....


"Masuuk...." suara pria.


Hana membuka pintu.Ia melihat 2 orang pria duduk berhadapan memakai pakaian putih di padukan jas hitam.Kemudian Hana berjalan.


2 pria tersebut menoleh ke Hana.Mereka heran,mengapa ada wanita bercadar masuk ke ruangan.


Hana menaruh kertas itu di meja.


"Segera proses surat ini...


Pria A mengambil surat yang letakkan di meja lalu membacanya.


"Dalam waktu 3 x 24 jam..Semua wanita yang beragama islam wajib memakai jilbab,pakaiannya jangan ketat..Apakah anda bisa " ucap Hana.


"Maaf... Ibu berada di bagian apa?" ucap pria A sambil memegang kertas,karena dirinya tak pernah melihat Hana. Pria A menjaga ucapannya agar tak menyinggung sebab surat yang ada di tangannya itu berasal dari Cheng Fei.


"Jawab dulu pertanyaan saya...Kalau tidak bisa,saya akan mencari pengganti posisi anda." ucap Hana.


"Eh....!!!?? Kedua pria itu terkejut.


"Bi...Bisa bu..." ucap pria A.


"Bagus... Saya belum tahu berada di bagian apa,saat ini masih di ruangan adik saya.." ucap Hana.


"Di ruangan adik? Maaf kalau boleh saya tahu...


Tiba - tiba telpon di atas meja berbunyi.


"Maaf saya terima telpon dahulu...


"Iya silahkan...." ucap Hana.


"Maaf pak Richad...Apakah bu Hana sudah tiba di ruangan bapak?" suara Casandra.


"Bu Hana??...Maaf...bu Hana itu siapa?" ucap pria A.


"Beliau adalah kakaknya pak bos,memakai jilbab dan cadar " suara Casandra.


Deg.... Pria A terkejut mendengar ucapan sekertaris Cheng Fei. Keringat dingin keluar dari wajahnya. Karena tak menyangka,wanita yang berjilbab itu adalah kakaknya Cheng Fei.Salah satu Bos besar.


"Su..Su...Sudah..."ucap pria A terbata - bata.


"Oke pak... Terima kasih..." suara Casandra lalu panggilan terputus.


Pria A meletakkan gagang telpon lalu berdiri kemudian membungkuk.


"Iya...


"Segera di proses...Jika tidak mau memakai Jilbab,suruh orangnya menemui saya...Dan satu lagi..


"Setiap waktu shalat,adakan shalat berjamaah. Buat ruangan khusus untuk shalat,bila tidak ada yang mau shalat,panggil dia suruh menghadap ke ruangan adik saya....


Pria A tetap menunduk tak berani menegapkan badan,sedangkan pria B tetap duduk di kursi.


"Saya tak ingin melihat karyawan di sini meninggalkan shalat karena pekerjaan..." ucap Hana.


"Baik bu... Saya akan melakukan apa yang ibu perintahkan." ucap pria A.


"Bagus...Saya tinggal dulu..." ucap Hana lalu berjalan ke arah pintu.


Setelah Hana keluar ruangan.


Pria A menegapkan tubuhnya.


"Mengapa bapak nampak ketakutan dengan wanita bercadar tadi?" ucap pria B heran.


"Beliau bukan orang sembarangan pak,wanita itu adalah kakaknya bos besar yang ada di lantai 25..." ucap pria A.


"APAAA....!!!!??? " ucap pria B terkejut sampai ia berdiri dari kursinya


----****----


Sebuah mobil Pajero hitam berjalan menuju sebuah tempat,mobil itu di kendarai seorang pemuda berkulit putih bak seorang artis korea. Pemuda itu adalah Bayu.


Tiba - tiba hape nokianya berbunyi,Bayu merogoh kantong celana untuk memgambil hapenya.


Nampak di layar muncul nama Bibi Mei Lien.


"Haloo bi..." ucap Bayu.


"Kamu di mana Bay?" suara Mei Lien.


"Lagi di jalan mau ke Cafe bi.." ucap Bayu.


"Cafe mana Bay?" suara Mei Lien.


"Tempat yang dulu kang Paijo pernah bekerja bi.." ucap Bayu.


"Kamu mau ngapain ke situ Bay?" suara Mei Lien.


"Aku ada perlu bi... " ucap Bayu.


"Kamu mau ketemuan sama Alvin?" suara Mei Lien.


"Iya bi...Kok bibi tahu?" ucap Bayu.


"Sulis yang memberitahuku...


"Ini aku meluncur kesana...." suara Mei Lien.


Panggilan terputus.Bayu meletakkan hapenya di kantong baju.


"Siaal... Padahal pengen sendiri... Malah jadi berdua deh..." ucap Bayu.


Tak terasa Bayu sudah sampai di parkiran Cafe.


Kemudian Bayu memasang headset untuk mendengarkan lagu - lagu di hapenya sambil menunggu kedatangan Mei Lien.


Baru 4 Lagu yang Bayu dengarkan,tiba - tiba datang mobil Pajero hitam berhenti di samping mobil Bayu.


Bayu menoleh ke samping kanan.


Nampak para pria turun sambil memegang senjata laras panjang,salah satu pria membuka pintu. Nampak Mei Lien turun dari mobil.


Bayu keluar dari mobil.


"Kenapa ikut kesini bi.."ucap Bayu.


Mei Lien mendekat ke Bayu


Bayu menghindar ketika Mei Lien akan mencium.Akan tetapi Mei Lien Memeluk Bayu


Cuup...


"Aku ingin lihat... Kevin itu orangnya bagaimana...Dan jangan panggil aku bibi bila kita berdua..." ucap Mei Lien pelan.


"Asem.... Maen nyosor aja....." ucap Bayu dalam hati.


"Ooo...Gitu...Tapi jangan aneh - aneh loh ya Mei.." ucap Bayu.

__ADS_1


Mei Lien melepaskan pelukannya.


"Siap Bayuku sayang..." ucap Mei Lien lalu menggandeng Bayu.


Kemudian mereka berjalan ke arah pintu Cafe di ikuti 8 orang pengawal.


"Mas..Mas...Jangan berdiri.. Kalian duduklah di kursi..." ucap Bayu pada para pengawal.


"Siap bos....." ucap para pengawal.


Bayu duduk di kursi yang mejanya kosong,Mei Lien duduk di samping Bayu,lalu pelayan Cafe datang untuk menanyakan pesenan.


"Saya pesan teh hangat saja mbak...Soalnya saya lagi menunggu seseorang" ucap Bayu.


Pelayan itu mencatat lalu pergi meninggalkan Bayu.Pelayan itu menghampiri ke para pengawal Bayu.


Bayu mengambil hapenya untuk menghubungi Alvin.


Tuuuut.....Tuuuut....


"Ya Bayu..." suara Alvin.


"Aku sudah berada di cafe tempat yang dulu kita pernah berkelahi kang..." ucap Bayu.


"Oke...Aku akan kesana..." suara Alvin.


---***----


Kantor Alvin.


Nampak di salah ruangan kantor Alvin.


Alvin berada di ruangannya.


Setelah menerima telpon dari Bayu. Ia keluar dari ruangannya.Baru beberapa langkah,nampak Vino mendatangi Alvin.


"Alvin...Kamu mau kemana?" ucap Vino.


"Mau turun kebawah menemui Bayu..."


Deg.....Vino tersentak kaget. Ia pikir Bayu telah mati kena santet.


" Paman kesini mau ada perlu apa?" ucap Alvin.


"Maen - maen saja...." ucap Vino.


"Ku tinggal dulu ya paman..." ucap Alvin.


"Iya..." ucap Vino.


Alvin meninggalkan Vino.


Vino diam - diam mengikuti Alvin dari belakang untuk melihat Bayu secara langsung.


----***----


Di tempat Bayu berada.


Bayu melihat Alvin berjalan ke arahnya bersama 2 orang pengawalnya.


Bayu bersalaman ke Alvin,sedangkan Mei Lien diam saja.


Meja yang di tempati Bayu memiliki 4 kursi,2 kursi yang berhadapan.


"Silahkan duduk kang....


Bayu dan Alvin duduk di kursi,Alvin duduk berhadapan dengan Bayu. Alvin melihat ke arah Mei Lien sebentar lalu melihat ke Bayu.


"Katanya mau ngobrol..." ucap Bayu.


"Dia siapa Bay?" ucap Alvin.


Vino duduk sidikit menjauh dari Alvin sambil memakai topi.


"Gue pacarnya..." ucap Mei Lien.


"Ooo.... Begitu...


"Hemm....Begini Bay... Tolong beri tahu aku...Ada di mana Sulis ...Aku masih mencintai dia..Aku ingin minta maaf kepadanya." ucap Alvin.


" Bukannya aku itu mau ikut campur masalah kalian...


"Sulis sendiri bilang padaku... Bahwa sampeyan telah selingkuh di depan matanya...


"Aku tahu Sulis itu orangnya bagaimana.. meskipun aku baru mengenalnya...


"Sulis tipikal cewek yang jujur dan setia.Kenapa sampeyan begitu tega menghianati cintanya?" ucap Bayu.


"Aku minta maaf Bay... Kejadian itu terjadi begitu saja, dan aku tak bisa memguasai nafsuku... Aku mohon padamu,pertemukan aku dengan Sulis Bay.." ucap Alvin.


Bayu menghela nafas...


"Berat kang...Sampeyan sudah menghianati di tambah orang tua sampeyan menarik investasinya...


"Aku akan mengembalikan lagi investasinya Bay..." ucap Alvin memotong ucapan Bayu.


Bayu menggelengkan kepalanya.


" Dalam agamaku,Jodoh,mati dan rejeki itu hanya Allah yang maha mengetahuinya,tak seorang pun yang dapat mengetahui..


"Sulis mungkin bukan jodohmu kang...


"Dan satu hal lagi yang perlu sampeyan ketahui..


"Kemarin....


"Sulis pulang kerumahnya,Dan dia bertemu dengan kedua Orang tuanya, akan tetapi orang tuaNya mengusir Sulis dari rumahnya..." ucap Bayu.


"APAAAA.....!!!!?? ucap Alvin terkejut.


"Serius Bay....?" ucap Alvin tak percaya.


"Iya ...Aku serius...


"Saat ini Sulis menenangkan pikirannya... Jadi..


"Aku mohon pada sampeyan,agar tidak mengganggu Sulis...


"Di luaran sana masih banyak wanita cantik yang bisa di jadikan istri sampeyan ..." ucap Bayu.


"Susah Bay... Kebanyakan mereka matre,tidak seperti Sulis...


"Tolong aku Bay... Pertemukan aku dengan Sulis." ucap Alvin.


"Kalau untuk mempertemukan kalian,mungkin aku masih bisa. Tapi ...


"Jika untuk menyatukan kalian...Aku tak bisa kang


Mereka terdiam.Para pengawal Bayu memperhatikan Alvin dan anak buahnya serta memperhatikan sekitar,bila ada gerakan yang mencurigakan,mereka akan segera bertindak.


Bayu menoleh ke seorang pelayan Cafe.


"Bang....


Pelayan itu melihat ke arah Bayu.


"Sini....


Pelayan itu menunjuk dirinya.


"Iya...Sampeyan..


Pelayan itu berjalan ke arah Bayu.


"Tolong hitung pesanan saya dan teman - teman saya ..." ucap Bayu.


"Siap pak...." ucap pelayan.


Pelayan itu kemudian pergi ke meja kasir.


"Kapan kamu bisa pertemukan aku dengan Sulis Bay?" ucap Alvin.


"Hem.... Aku gak tahu kang... Soalnya itu tergantung Sulis..." ucap Bayu.


Pelayan mendatangi Bayu.


"Ini pak tagihannya.." ucap pelayan sambil menyodorkan kertas Nota.


Bayu menerima lalu melihat totalnya. Kemudian Bayu mengambil dompetnya.


"Ini... Sisanya buat sampeyan..." ucap Bayu sambil menyodorkan uang.


Pelayan itu menerima uang dari Bayu.


"Terima kasih pak " ucap pelayan itu lalu pergi.


"Ya sudah kang.... Aku tinggal dulu...." ucap Bayu lalu berdiri,Mei Lien dan Alvin ikut berdiri.


Bayu berjalan,Mei Lien memegang lengan Bayu.Para pengawal Bayu berdiri,lalu mengikuti Bayu.


"Ternyata dia pacarnya Bayu... Sungguh beruntung sekali dia...." ucap Alvin dalam hati menatap Bayu berjalan bersama Mei Lien.


Nampak Vino melihat Bayu berjalan keluar lalu menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Awas ya kamu Bayu... Aku akan membuat perhitungan denganmu..." ucap Vino dalam hati.


__ADS_2