SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGHABISKAN HADIAH PERMAINAN


__ADS_3

Pagi harinya.


Para istri Bayu nampak mencuci pakaian bersama sama.


Sedangkan Bayu melatih fisiknya di ruang fitnes.


Nampak Bayu menarik beban seberat 100kg berulang kali.


Keringat membasahi tubuhnya.


"Sial... Mereka nginap di kapal...


"Sepertinya seru tuh mancing malam...


Kemudian Bayu melakukan sit up sebanyak 100 kali.


Selesai Sit up,ia melakukan push up.


Khalisa muncul di depan pintu saat Bayu melakukan push up.


"Mas...Jadi pergi apa enggak?" ucap Khalisa.


"Jadi..." ucap Bayu.


Bayu menyudahi olahraganya. Lalu menghampiri Khalisa.


Bayu merentangkan tangan saat menghampiri Khalisa.


"Mandi dulu sana mas. Keringatan gitu..." ucap Khalisa sambil menahan tubuh Bayu.


"He...He....He...Katanya suka di peluk..." ucap Bayu.


"Adek dah mandi mas...Nanti bau..." ucap Khalisa.


"Mandi lagi lah dek...Kita mandi berdua..." ucap Bayu.


"Gak ah... Nanti lagi enak - enaknya di gangguin dan bisa gak jadi berangkat.." ucap Khalisa.


"Iya seh...." ucap Bayu.


"Mas... Itu Sulis adek lihat sepertinya menyukai mas..." ucap Khalisa.


"Ya memang dia menyukaiku dek...Kan mas orangnya tampan..." ucap Bayu.


Khalisa menggelitiki Bayu.


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...


"Geli dek...


Khalisa menghentikan aksinya.


"Mas dah bilang padanya,kalau mas gak bisa menerima cintanya,karena di hati mas ada adek...


Khalisa memeluk Bayu.


"Katanya gak mau di peluk..." ucap Bayu.


"Gakpapa,biar kita mandi bareng mas.." ucap Khalisa.


"Oh iya...Melisa kemana?" ucap Bayu.


"Pulang dia mas...


"Itu Melisa kok manja ke mas...Apa mas berbuat yang tidak - tidak pada Melisa?" ucap Khalisa lalu melepaskan pelukannya.


"Enggak... Dari awal bertemu ya begitu sifatnya dek...Dia lebih suka tinggal di sini..Padahal dia punya adik.." ucap Bayu.


"Mas gak ada ngentuin Melisa kan..?" ucap Khalisa.


"Enggak....Sumpah demi Allah... Kalau mas gak ada berbuat seperti itu pada dia...Adek gak percaya sama mas." ucap Bayu.


"Percaya kok mas...Cuman adek heran aja...Kenapa Melisa seperti itu pada mas.." ucap Khalisa.


Hinata dan Diana berdiri di dekat pintu masuk ruang fitnes yang pintunya terbuka. Mereka mendengar percakapan Bayu dan Khalisa.


"Hem... Gak tahu... Dah yuk..Mas mau mandi....Oh iya satu lagi... Mas gak akan nikah lagi,jadi jangan berpikiran aneh - aneh dan permintaan aneh - aneh seperti menyuruh mas nikah lagi.. Kalau itu terjadi...Mas pergi dari kehidupan kalian.." ucap Bayu.


Khalisa memeluk Bayu lagi.


"Jangan mas...Adek gak akan nyuruh mas nikah lagi..Adek gak mau mas nambah istri lagi.." ucap Khalisa meneteskan air matanya.


Bayu mengusap punggung Khalisa.


"Jangan berpikiran negatif pada orang dek...


"Jika mas seorang bajingan,sudah pasti mas gauli itu Melisa,Sulis,Annisa dan wanita yang menyukaiku...Mereka pasti mau melakukan itu padaku. Tapi mas gak mau melakukannya." ucap Bayu.


Khalisa mempererat pelukannya.


"Jangan mas...Adek gak mau mas seperti itu.." ucap Khalisa.


Hiks...Hiks...Hiks.. Hiks.. Khalisa menangis.


"Dek...Jadi gak kita ke Toko buku..?


"Ayu sama Diana menunggu loh...


Khalisa melepas pelukannya.Bayu mengusap air mata Khalisa.


"Jangan berpikiran negatif ya sayang.." ucap Bayu.


"Iya mas..." ucap Khalisa.


Bayu mengambil hapenya yang di letakkan di atas meja kecil.


Mereka kemudian berjalan keluar ruang Fitnes.


"Oh iya...Ajakin Sulis...Mau gak dia ikut.." ucap Bayu.


"Iya mas..."ucap Khalisa.


"Bentar... Mas telpon Mel... Nanti dia ngambek kalau gak di ajakin.."ucap Bayu.


Bayu menekan nomor hape Melisa kemudian menelpon.


Tuuut....Tuuut. Tuuuut...


"Halo kak..." suara Melisa.


"Halo juga Mel...Ikut ke Mall apa enggak... Kita mau ke Mall..." ucap Bayu.


"Ikuuuut....Tungguin kak...Mel ganti Baju..." suara Melisa.


"Iya..." ucap Bayu lalu mematikan panggilannya.


---***---


Di Toko buku di Mall.


Bayu berjalan bersama para istrinya,Sulis,Melisa dan para pengawal.


Bayu berpenampilan sederhana,hanya memakai kaos partai bergambar pohon jengkol,celana panjang dan sandal jepit. Meskipun sederhana,Bayu memakai parfum mahal.


Diana,Hinata dan Sulis berada di buku tentang agama Islam,sedangkan Bayu dan Khalisa berada di rak buku komik


Bayu mengambil buku komik detektif Conan yang tak di segel,lalu membacanya.Sedangkan Khalisa dan Melisa mengambil buku novel di dekat Bayu.


Seorang pemuda melihat Melisa,lalu mendekatinya.


"Cari buku apa cantik...


Melisa diam tak menjawab.


" Kok diam saja...


Bayu menoleh ke arah pemuda itu lalu ke pengawal.


Nampak pengawal hendak mengusir pemuda itu,lalu Bayu memberi kode untuk diam.


"Kamu sama siapa kesini cantik.." ucap pemuda itu.


"Lu pergi sana,jangan ganggu gue..." ucap Melisa risih melihat pemuda itu menggoda dirinya.


"Gue cuman ingin berkenalan denganmu cantik...Siapa tahu kita berjodoh..." ucap pemuda itu.


"Jangan ganggu adikku..." ucap Bayu tanpa melihat pemuda yang menggodai Melisa..


"Siape lu...Gua gak ada ngajak ngobrol lu.." ucap pemuda itu.


Bayu meletakkan buku komik,lalu merangkul Melisa.


"Dia adikku... Sekali lagi kamu godain dia... Aku patahkan tulang lehermu ." ucap Bayu sambil menatap tajam ke arah pemuda tersebut.


Pemuda itu melihat penampilan Bayu dari atas ke bawah. Bayu hanya memakai celana panjang,kaos partai pohon jengkol dan sandal jepit.


"Gua gak percaya lu itu kakaknya... Dia aja penampilannya sangat bagus,lah lu... Penampilan seperti babu... Apa jangan - jangan lu ini babunya ya... Yang melindungi majikannya." ucap pemuda itu.


Salah satu pengawal mengeluarkan pistolnya lalu mengarahkan ke pemuda itu.


"Kamu jangan menghina bosku. Minta maaf sekarang atau aku tembak kepalamu yang bodoh itu " ucap pengawal tak terima Bayu di katakan pembantu oleh pemuda tersebut.


Pengunjung yang tak jauh dari Bayu melihat ke arah Bayu.

__ADS_1


Pemuda itu lantas ketakutan.


"Ma.. Ma...Maaf " ucap pemuda itu lalu pergi menjauh.


"Kamu gakpapa Mel?" ucap Bayu.


"Mel gakpapa Kak..." ucap Khalisa.


Setengah jam kemudian,mereka keluar dari toko buku.


"Kita kemana lagi neh?" ucap Bayu.


"Ke arena permainan gimana yank?" ucap Diana.


"Shujin...Aku mau beli alat make up.." ucap Hinata.


"Hem..Kita ke toko kosmetik dulu,habis itu kita ke arena bermain..." ucap Bayu.


Mereka kemudian berjalan ke arah toko kosmetik.


Setelah sampai mereka memilih alat kosmetik.


"Lis...Kalau kamu ingin...Ambillah...Nanti aku yang bayarin..." ucap Bayu.


"Uangku masih ada mas...Uang pemberian mas aja masih banyak.." ucap Sulis.


"Gakpapa Lis...Ambil saja...Biar suamiku yang bayarin.." ucap Khalisa.


"Ya udah deh..." ucap Sulis.


"Aku dah mencoba membuang perasaan ini padamu mas dan mencoba mencoba menerima cintanya Ahmad..Tapi kenapa mas selalu perhatian padaku...Sakit tahu mas..." ucap Sulis dalam hati.


"Bayu...Aku cuman memberi saran...Jangan terlalu perhatian dengan teman wanitamu itu,takutnya dia sakitvhati,karena cintanya bertepuk sebelah tangan" suara Sekar.


"Iya mbak... Terima kasih atas sarannya...


"Oh iya... Mbak Sekar bisa mendengar apa yang terjadi di sekitarku ?" ucap Bayu dalam hati. Sebab selama ini ia mau menanyakan itu,tapi tak sempat.


"Bisa... Tapi aku tak bisa muncul di alammu Bayu.." suara Sekar.


"Jadi...Mbak dengar dong ketika aku sedang bercinta dengan istriku.." ucap Bayu dalam hati.


"Dengar... Tapi aku langsung pergi...Brisik tahu..."suara Sekar.


Bayu ingin sekali memgumpat,tapi tak jadi.


Para istri Bayu dan Sulis selesai memilih make upnya.


Bayu membayar belanjaan mereka.


Setelah itu mereka berjalan ke arah arena wahana bermain.


Ketika sampai di tempat itu,Bayu membeli coin lalu membaginya ke istrinya dan juga Sulis.


Kemudian mereka berjalan ke mesin permainan yang terpajang.


"Shujin....


"Itu ada permainan lempar bola... Bagaimana kita belomba.." ucap Hinata sambil menunjuk.


"Ayoo... Siapa takut.." ucap Bayu.


"Hadiahnya apa?" ucap Diana.


"Hem... Memasak,Pagi Siang dan Sore.." ucap Hinata.


"Deal..." ucap mereka kecuali Sulis.


Mereka berjalan ke arah permainan tersebut.


Nampak permainan itu terdapat beberapa lubang yang ada nilainya.


Bayu mulai duluan,ia memasukkan coin. Kemudian bola menggelinding.


Bayu mengambil lalu melemoar ke lubang yang poinnya paling tinggi.


Wuuutt....


Pluuung.... Bola masuk.


Pluungg...


Pluuung...


Nampak para gadis ABG yang tak jauh dari Bayu melihat Bayu,kemudian mereka mendekatinya.


Setiap lemparan,Bayu berhasil memasukkan bola ke poin tertinggi hingga waktunya habis.


Khalisa melihat para gadis ABG tersebut.


"Hem... Pantesan saja,Awan sengaja berpenampilan seperti itu. Rupanya untuk itu ta.." ucap Khalisa dalam hati baru menyadarinya.


Sebab saat mereka akan berangkat,dirinya sempat protes akan penampilan Bayu. Yang lain memakai pakaian bagus.


Namun sayang,lemparannya kebanyakan meleset,jika masuk,itu pun poinnya kecil.


Setelah itu gantian Hinata.


Hinata berhasil memasukkan semua bolanya ke poin tertinggi sama seperti Bayu.


Kemudian Diana memasukkan coinnya.


Diana berhasil memasukkan semua bolanya le poin tertinggi,karena ia sering berlatih melempar Shuriken bersama Bayu.


Kemudian Melisa ikut mencoba.


Melisa berhasil memasukkan bola ke poin tertinggi.


"Kalian kok bisa memasukkan semua bolanya..?" ucap Khalisa Heran.


"Kita sering latihan kak..." ucap Melisa.


Sulis ikut mencoba,namun jarang masuk ke lubang sasaran.


"He...He...He...He...Aku juga gagal Put..." ucap Sulis.


"Jadi yang masak Kak Putri dan kak Sulis.." ucap Hinata.


"Kak.. Bisa main capitan gak?" ucap Melisa.


"Gak bisa...Soalnya gak pernah main Mel.." ucap Bayu.


"Ayoo kita main kak..." ucap Melisa sambil memegang tangan Bayu lalu menariknya.


Bayu mengikuti Melisa.


Sesampai di tempat permainan,Bayu memasukkan koin lalu mencobanya.Namun gagal.


Tiba - tiba Bayu memiliki sebuah ide.


"Mel...Nanti aku tutup mata,Mel bantu gerakin tuasnya ya.." ucap Bayu.


"Siap kak..." ucap Melisa


Bayu memasukkan koin,lalu Melisa memegang tangan Bayu.


Bayu menggunakan ajian Rogoh Sukmonya.


Saat capit itu mengenai boneka,Bayu mencoba menyentuhnya agara tak jatuh.


Usahanya pun sukses hingga capit itu ke tempat semua dan melepaskan bonekanya.


Bayu kembali ke raganya.


"Yeeeei.... Behasil kak..." ucap Melisa kesenangan.


"Mau lagi gak Mel?" ucap Bayu.


"Mau kak..." ucap Melisa.


Khalisa menghampiri Bayu.Sedangkan Diana,Sulis dan Hinata bermain di permainan lainnya.


"Oke...Mel yang masukin koin,dan gerakinnya,nanti aku tutup mata lagi..Begitu dapat,masukin koin lagi ya Mel.Sampe bonekanya habis dan jangan ajakin aku mengobrol" ucap Bayu.


"Siap kak..." ucap Melisa kesenangan.


Bayu memejamkan mata sambil memegang tuas.Ia kembali memggunakan ajian Rogoh Sukmonya.


Sukma Bayu keluar,Melisa memasukkan Koin.


Bayu kembali menahan bonek tersebut.


"He...He...He...He..Mayan... " ucap Bayu kesenangan bisa memggunakan ajiannya dalam permainan tersebut.


Khalisa nampak terkejut melihat kejadian itu.


"Mas kok bisa melakukan itu..." ucap Khalisa.


"Jangan di ajakin ngobrol kak..Biar kak Bayu fokus."ucap Melisa sambil memasukkan koin.


Hingga boneka di dalam kotak tersebut habis. Bayu kembali ke raganya.


Bayu membuka mata lalu menoleh ke Khalisa.

__ADS_1


"Maaf dek...Tadi mas gak jawab pertanyaan adek... " ucap Bayu.


"Ya gakpapa mas...Terus kenapa mas bisa melakukan itu?" ucap Khalisa heran.


"Nanti saja di rumah mas kasih tahu..." ucap Bayu.


Nampak Melisa menyerahkan sebagian boneka ke pengawal karen dirinya tak bisa membawa semua boneka yang di dapat.


"Kak....Main itu yuk..." ucap Melisa sambil menunjuk permaianan yang di dalamnya ada hadianya.


"Ayooo..." ucap Bayu.


Bayu dan Melisa kembali melakukanya,hingga hadiah di kotak permainan itu habis.


Seorang penjaga permaianan nampak terbengong melihat aksi Bayu dan Melisa.


Lalu lanjut ke permaianan capit boneka yang agak besar dari sebelumnya.


Bayu dan Melisa menguras isi kotak tersebut.


"Yeeei... Kak Bayu hebat.... " ucap Melisa kesenangan.


"Apa lagi neh Mel?" ucap Bayu.


"Itu kak..." ucap Melisa menunjuk kotak permainan capit,yang isinya hape.


Saat mereka hendak bermain,seorang petugas menghampiri mereka.


"Maaf bang... Yang ini jangan di mainkan." ucap petugas.


"Lah...Ini kan permainan untuk pengunjung kan... Jadi pengunjung bebas bermain di sini." ucap Bayu.


"Atas dasar apa lu melarang suami gue bermain? Jika dasar lu gak jelas,maka aku akan bertindak tegas,bisa memecatmu atau menutup tempat bermain ini" ucap Diana tiba - tiba muncul.


"Siapa lu mau mecat gue dan tempat usaha ini.." ucap petugas tersebut.


"Jawab saja pertanyaan gue...


" Atas dasar apa lu melarang suami gue ? " ucap Diana nyaring.


Para pengunjung memperhatikan mereka,salah satu teman petugas itu menghampiri mereka.


"Lah... Kalau dia main,nanti di habiskan,orang lain tidak bisa bermain...Ngerti kagak lu." ucap petugas itu.


"Hei dengar ya...


"Ini wahana bermain...Siapa saja berhak bermain,mau di habiskan atau tidak terserah pengunjung dan gak ada larangan jangan menghabiskan hadiah yang telah di sediakan..." ucap Diana.


"Mana manajer tempat ini... Gue mau dia di pecat..." Melisa berkata nyaring karena emosi,karena kesenangannya terganggu.


"Jangkreek... Di balik sifat manjanya,ternyata sadis juga Mel,maen pecat orang."ucap Bayu dalam hati.


"Sudah Mel... Jangan pecat dia,kasian..." ucap Bayu.


"Gak bisa gitu kak, hak kita sebagai pengunjung di rampas sama dia..." ucap Melisa.


Seorang pria menghampiri mereka.


"Maaf ini ada apa ya ribut - ribut di sini?" ucap pria tersebut.


"Bapak siapa?" ucap Diana.


"Saya manajer tempat ini..." ucap pria tersebut.


"Baguslah... Jadi aku gak perlu memanggil pengacaraku tuk kesini...


"Ini anak buah bapak melarang suamiku bermain... Dia takut hadiah dalam permaianan itu di habiskan oleh suamiku... Apakah pantas seorang pelayan melarang pengunjung bermain di sini? sedangkan di sini tak ada larangan untuk menghabiskan semua hadiah yang ada di dalam permaianan" ucap Diana.


"Maaf pak... Mereka menghabiskan hadiah dalam permainan,mereka sudah menghabiskan 2 tempat permainan.." ucap petugas itu.


"Jangan di pecat pak... Dia gak salah... " ucap Bayu.


Hinata dan Sulis menghampiri mereka.


"Pecat aja kak... Orang itu harus di beri pelajaran,karena mengambil hak orang lain..." ucap Melisa.


"Iya aku tahu itu Mel...Tapi jangan langsung di pecat.. Kasih surat peringatan saja,dan suruh berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya...Kasian dia Mel." ucap Bayu tak tega melihat petugas itu harus kehilangan pekerjaannya.


"Oke.... Bapak kasih surat peringatan ke dia,jika tidak... Keluarga Han akan menutup tempat ini." ucap Melisa mengancam.


"Eh....!!!?? Manajer itu terkejut saat Melisa menyebut keluarga Han.


"Maaf pak..Bu.....Kami akan memberi surat peringatan ke anak buah saya...


"Silahkan bapak melanjutkan kembali...


"Soni....Ikut saya ke ruangan.." ucap manajer lalu pergi,di ikuti petugas yang melarang Bayu bermain.


"Iya pak..." ucap petugas.


Bayu melihat jam tangannya.


"Kita pulang yuk...Dah jam neh..." ucap Bayu.


"Sekali lagi nah kak.....Habis itu kita pulang..." ucap Melisa.


"Ya sudah...Ayook...


"Habis itu pulang ya Mel..." ucap Bayu.


"Iya kak..." ucap Melisa.


Mereka berjalan ke permaian yang ada hadiah hape Nokia.


Bayu kembali menggunakan ajian Rogoh Sukmonya.


Satu persatu kotak hape berhasil di ambil,bahkan di tempat yang sulit pun bisa di ambil.


Seorang petugas lainnya memperhatikan mereka bermain.


"Bagaimana bisa Bayu mengambilnya, sedangkan aku saja tak bisa melakukan itu.." ucap Hinata dalam hati penasaran saat melihat Bayu.


"Buset dah...Gue aja yang kerja di sini selalu gak bisa mengambil itu hadiahnya. Kok mereka dengan mudahnya mendapatkan hadiah itu ya.." ucap petugas itu dalam hati penasaran


Bayu membuka matanya.


Melisa memberikan kotak hape pada pengawal.


"Ayook kak kita pulang..." ucap Melisa sambil memegang sebuah boneka beruang warna pink.


"Ayoo..." ucap Bayu.


Mereka pun meninggalkan wahana tempat bermain tersebut.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di rumah.


Nampak Melisa membagi hadiah permaian pada Diana,Khalisa,Hinata dan Sulis di ruang keluarga.


"Terima kasih mel...." ucap Khalisa.


"Sama - sama kak..." ucap Melisa.


"Oh iya... Bagaimana mas bisa mengambil semua hadiah ini?" ucap Khalisa.


"Asem...Ingat aja dia...Kirain dah lupa.." ucap Bayu dalam hati.


"Pakai ilmu kebatinan sayang... Mas menahan agar hadiah itu tidak jatuh..." ucap Bayu.


"Ooo... Begitu ya kak" ucap Melisa.


"Curang dong..." ucap Khalisa.


"Iya seh...Emang curang." ucap Bayu.


"Jangan di ulangi lagi ya mas..." ucap Khalisa.


"Iya sayang...." ucap Bayu.


"Sokorinnn... Kena omel sama yayank..." suara Jalu.


"Jangan di marahin kak bayu dong kak..." ucap Melisa memelas.


"Aku gak marahin kok Mel..." ucap Khalisa.


"Diampuut... Bayu melakukan itu agar adikku senang pakde..." ucap Bayu dalam hati.


"Sepertinya dia masih bersegel Bay... Coba kamu rayu dia...Siapa tahu mau diajakin tidur" suara Jalu.


"Bangkeek......Dia itu adikku pakde... Bayu gak bakalan mau melakukan itu.." ucap Bayu dalam hati.


"Aiissh... Padahal enak loh Bay... Terasa banget jepitannya jika di masukin.." suara Jalu.


"Waasssu...


"Dah pergi sana pakde...Punya saudara kok pikirannya kotor gitu...Jangan - jangan pakde selalu ngentu ke cewek yang dekat dengan pakde." ucap Bayu dalam hati.


"Jelas dong... Kalau dia mau ya ku coblosin lah..


"Aaaaaa.... Atit... Jangan di tarik kupingku.. " suara Jalu.


"Biarin... Jangan kamu dengarin ocehan dia Bay... Aku lebih suka dirimu seperti ini daripada menjadi Bajingan...Kalau kamu melakukan itu,aku tidak lagi mengobrol denganmu.." suara Sekar.


"Iya mbak...Bayu gak akan menjadi bajingan kok" ucap Bayu dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2