SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
JANGAN - JANGAN DIA MENGIKUTIKU.


__ADS_3

"Ayah tahu.. Bibi Lesti telah menyakiti perasaanmu juga ibumu..."


" Ayah bingung... Mau cari kemana.."


" Dia menghilang dari rumah tanpa di ketahui,bahkan rekaman CCTV gak memperlihatkan bahwa dia keluar rumah.." ucap ayahku.


" Bayu gak mau bahas dia ayah..


" Mau dia menghilang kek,mati gantung diri kek, Selingkuh kek.....Bayu gak ngurus dan gak peduli..."ucapku.


" Ya sudah...Kita bahas yang lain.."


" Bagaimana kuliahmu nak..?" ucap ayahku.


" Bayu berhenti kuliah yah..." ucapku.


" Kenapa gak kuliah saja nak..." ucap ayahku.


Ku lihat pria yang ku berikan kunci sepeda motor datang menghampiri.


" Ini kuncinya den..." ucap pria sambil memberikan kunci kepadaku


" Iya pak..Suwun..."


" Bayu bisa belajar di rumah yah..Tanpa harus kuliah.." ucapku.


" Oh iya.."


" Putri meninggal karena apa?" ucap ayahku.


" Kecelakaan ayah..." ucapku.


Pelayan membawakan makanan yang di pesan ayahku,lalu di letakkan di meja.


" Kecelakaan? " ucap ayahku.


" Iya...Mobil yang di tumpangi Putri masuk ke jurang.." ucapku.


" Kok bisa masuk kejurang? Apakah supirnya mengantuk?" ucap ayahku.


" Tidak..Mobilnya di senggol oleh truck.." ucapku.


" Ayo kita makan.." ucap ayahku.


Selama makan,ayahku tak bicara. Sepertinya dia gak suka makan sambil memgobrol.


" Di cari sampai ke ujung dunia pun,bakalan ketemu . Selamanya akan di kurung sampai mati." ucapku dalam hati.


Aku merasa bersyukur bisa pergi ke alam ghaib. Karena tak semua manusia bisa dengan mudahnya pergi ke alam ghaib.Bahkan ustadz yang terkenal di tivi saja belum tentu mampu. Hanya yang benar - benar beriman kepada Allah yang bisa le sana,contohnya ibuku.


" Ini..Makanlah.." ucap ayah menaruh daging rendang di piringku.


15 menit kemudian.Kamipun selesai makan.


" Oh iya nak... Apakah kamu punya kenalan ustad atau kyai di Jakarta.." ucap ayahku.


" Asem....Jika ku jawab enggak punya kenalan,alu jadi bohong. Tapi bila ku jawab,nanti ayahku memdatangi pak Kyai Syukron..." ucapku dalam hati.


Ku berpikir bila memberu tahu tentang pak kyai Syukron maka keberadaan bibi Lesti akan ketahuan,tapi gak masalah seh bila ketahuan. Yang penting merea gak tahu kalau itu perbuatanku.


" Di jakarta banyak sekali pondok pesantren yah.."


" Ayah coba saja datang .." ucapku.


" Heemm...Berapa nomor hapemu sekarang nak.." ucap ayahku.


" 0813******* ayah.." ucapku.


" Sebentar..."


Ayahku mengambil hapenya lalu mengetik.


" 0813 berapa tadi.." ucap ayahku.


" 2*******" ucapku.


Hapeku bergetar panjang,lalu ku ambil hapeku,namapak nama ayahku muncul.


" Itu nomor ayah.." ucap ayahku.


" Ayah masih pakai nomor lama?" ucapku.


" Iya masih..."


" Ya sudah kalau begitu,sebenarnya ayah ingin berlama - lama mengobrol denganmu. Tapi takut istrimu menunggu.."


Kami berdua pun berdiri.


" Kalau mau pergi duluan gakpapa..Ayah mau bayar makanan dulu.."


Ku sodorkan tanganku,ayajku menyambutnya. Ku cium punggung tangannya. Lalu ayah memelukku.


" Titip salam untuk ibumu ya nak.." ucap ayahku lalu melepas pelukannya.


" Iya ayah...Bayu pergi dulu. Assalam mu'alaikum.." ucapku.


" Wa' alaikum salam.." ucap ayahku.


Ku berjalan meninggalkan ayahku menuju parkiran motor untuk pergi ke rumah orang tua Laura.


Ku gak tahu berapa lama perjalanan sampai kerumah orang tua Laura,sebab aku mampir ke toko dulu membeli pesanan ibuku,saat ini aku sudah tiba di depan rumah orang tua Laura.


Nampak di depan rumahnya terdapat meja dan peralatan dagangan.


Ku turun dari sepeda motor lalu ku lepas helmku. Setelah itu berjalan ke pintu yang nampak tutup.


Tok....Tok...Tok...


" Assalam mu'alaikum..." ucapku.


" Wa'alaikum salam..." suara wanita.


Ceklek....Ceklek...Kriiieeet...


Pintu terbuka,ternyata yang membukakan pintu adalah istrinya Aryanto.


Istri Aryanto memandangku dari atas ke bawah lalu ke atas lagi.


Ku buka maskerku dan tudung jaketku.


Dia pun terkejut.


" Pak Bayuu....!!! " ucap istrinya Aryanto.


" Iya...Ibu ada gak mbak.." ucapkku.


" Ada...Ada...Silahkan masuk pak..."


Aku pun masuk ke dalam.


" Silahkan duduk.."


Aku duduk di kursi sofa. Kemudian istri Aryanto mengentuk pintu kamar yang dekat dengan ruang tamu.


" Beee.....Nyaaaak...Ada pak Bayu..."


Tok....Tok...Tok...


" Nyaaak...."ucap istrinya Aryanto.


Pintu kamar terbuka,kulihat ayahnya Laura muncul memakai kaos singlet dan sarung.


" Mana..."


Ayahnya Laura melihat ke arahku.Lalu masuk kedalam lagi.


Tak lama kemudian muncul ayah dan ibunya Laura. Ayahnya Laura memakai baju kemeja.


Kami pun bersalaman tak lupa cium tangan.


" Maaf pak...Ibu...Saya datang malam - malam.." ucapku.


Istrinya Aryanto masuk kedalam.


" Iya gakpapa... Datang subuh juga gak masalah,pintu rumah ini terbuka lebar untukmu nak Bayu.." ucap ayahnya Laura.


" Sudah lama kamu gak kesini..Kemana saja.."


" Lebaran kemarin juga gak ada datang...Ibu mau kerumah nak Bayu tapi gak tahu rumahnya.." ucap ibunya Laura.


" Maaf bu...Saya repot,ini juga saya sempatkan berkunjung.."


Kekeluarkan amplop dalam kantong celana,lalu keberikan pada ibunya Laura.


" Ini ada uang untuk ibu.." ucapku.


" Gak usah nak...Uang pemberianmu masih ada.." ucap ibunya Laura.


" Maaf bu...Saya hanya menyampaikan amanah saja.." ucapku.


Muncul istrinya Aryanto membawa nampan berisi segelas teh,lalu di letakkan di meja.


" Apakah ini dari Laura.?"


Aku menganggukkan kepalaku.


' Di mana dia sekarang nak..Ibu ingin berbicara pada Laura.."


" Apakah Laura bersamamu.."ucap ibunya Laura.


" Saya gak tahu bu...Laura ada di mana,soalnya dia suka keluyuran.." ucapku.


" Di minum pak tehnya.." ucap istrinya Aryanto.


" Iya mbak...Gak usah repot - repot...Aku hanya sebentar saja.." ucapku.


" Hanya teh saja kok pak.." ucap istrinya Aryanto.


" Bagaimana usaha ibu...?" ucapku.


" Alhamdulilah..Lancar nak.."


" Ibu gak kepanasan,gak kehujanan..."ucap ibunya Aryanto.


Ku ambil minuman teh itu lalu kuminum separo gelas.


" Masih panas pak..." ucap istrinya Aryanto.


" Sudah dingin mbak..." ucapku.Sebab aku tak merasakan panas di lidahku. Tapi entah kenapa jika aku bercinta,aku merasakan kehangatan tubuh lawan jenisku,atau aku bersentuhan dengan kulit wanita,baik itu istriku atau pun yang lain. Bahkan kehangatan tubuh Bintang pun dapat kurasakan,tapi jika sesama jenis seperti Imam. Aku tak merasakannya. Aneh bukan,aku sebenarnya ingin sekali Kumala Sari mengambil apa yang ia berikan padaku,tapi ku urungkan niat itu.


" Kang Aryanto mana mbak..?" ucapku.


" Dia lagi ngumpul bersama temannya,jam dua belas baru pulang.." ucap istri Aryanto.


Ku lihat jam tanganku.


" Maaf,saya gak bisa lama - lama...Soalnya istriku nungguin saya.." ucapku.


" Rumahmu ada di mana seh nak Bayu..?" ucap ayahnya Laura.


" Sementara saya tinggal di perumahan,nanti saya akan pindah.."


lalu aku berdiri.


Mereka juga ikut berdiri.


" Saya pulang dulu ya pak...Ibu...Mbak..Assalam mu'alaikum..." ucapku.


" Wa'alaikum salam..." ucap mereka serempak.


Ku berjalan keluar menuju motorku.


Kulihat keluarga Laura berdiri di depan pintu melihat ke arahku.

__ADS_1


Ku pakai masker,lalu helm. Setelah itu naik dan memasukkan kunci. Ku nyalakan si King.


Ku tekan klakson sebagai tanda aku pamit.


Tiiin....


Setelah menempuh perjalan akhirnya aku sampai di rumah.


" Assalam mu'alaikum...." ucapku saat melewati pintu.


" Wa'alaikum salam..." suara Kumala Sari.


Ku lihat seorang wanita memakai jilbab memakai cadar duduk di kursi sofa tamu,tapi suaranya bikin aku heran dan penasaran,suaranya sama dengan Kumala Sari.


Wanita itu mendekatiku.


" Dari mana suamiku..." ucap wanita itu.


Ku miringkan kepala lalu memutari wanita tersebut. Kemudian berdiri di depan wanita itu.


" Mbak siapa?" ucapku tak mengenali wanita itu.


Wanita itu membuka penutup wajahnya.


Eh....!!!??? Aku terkejut hingga melompat. Bagaimana tidak terkejut,biasa ku lihat setiap saat bertemu selalu memakai pakaian kebaya. Sekarang memakai pakaian syar'i. Dia ternyata Kumala Sari.


" Ini aku istrimu..." ucap Kumala Sari.


"Maaf sayang...Aku pangling..."


Ku memandang wajahnya. Dia menjadi cantik saat memakai jilbab.


" Siapa yang memakaikan pakaian ini cantik?" ucapku.


" Ibumu sayang...Bagaimana,aku jadi cantik gak sayang.." ucap Kumala Sari.


" Kamu sangat cantik sayang..."


Ku dengar suara langkah kaki,lalu ku menoleh ke belakang. Ternyata itu ibuku. Segera ku hampiri lalu mencium tangannya.


" Ini pesanan ibu.." ucapku sambil memberikan plastik.


" Gimana sayang.. Jadi cantik kan dia.." ucap ibuku.


" Cantik...Kok ibu bisa - bisanya dandani dia jadi seperti itu.." ucapku heran dam penasaran.


" Ibu lihat dia pakaiannya itu - itu aja, lalu ibu panggil dia saat di gazebo..".


Ku garuk - garukkan kepalaku,meskipun gak gatal. Aku bingung dengan sikap ibuku,semoga saja dia gak nyuruh aku nikahin dengan Kumala Sari. Masa iya manusia nikah dengan Jin.


" Lalu dia bilang bahwa sayang mengajaknya masuk islam,serta mengajari bagaimana cara menyembah Allah.." ucap ibuku.


" Iya bu..." ucapku.


"Bagus...Itu baru anak ibu.." ucap ibuku.


" Bayu naik ke atas dulu ya bu.." ucapku.


" Iya sayang..." ucap ibuku.


Ku berjalan,namun baru 3 langkah ku teringat ucapan ayahku,ku membalikkan badanku ke arah ibuku.


" Bu...Ada salam bu,dari ayah..?" ucapku.


" Wa'alaikum salam...Kenapa dia bisa bertemu dengan sayang?" ucap ibuku sambil menghampiriku.


" Kebetulan aja bu.. Bayu shalat di mesjid,pas sampai di dalam mesjid,gak lama kemudian ada orang berdiri di samping Bayu,pas Bayu noleh ternyata dia..Katanya seh habis dari rumah pak Johan bu.." ucapku.


" Ooo...Begituu..Ya sudah kalau gitu..." ucap ibu.


Aku lanjut berjalan lagi,tiba - tiba Kumala Sari muncul di sampingku saat berjalan menaiki tangga.


" Malam ini suamiku tidur sama siapa?" ucap Kumala Sari.


" Malam ini aku mau tidur bersama Aisyah.."ucapku.


" Bagaimana jika sayang bercintanya di istanaku saja,agar lama mainnya.." ucap Kumala Sari.


" Diampuut.... Soal urusan ranjang pinter banget...Coba yang lainnya.." ucapku dalam hati.


Ku buka pintu kamar Aisyah,untung saja tidak di kunci.Ku lihat Aisyah sudah tidur dan Kumala Sari menghampiri Aisyah,lalumasuk kedalam tubuh Aisyah.


Aisyah yang di rasuki Kumala Sari terbangun dari tidurnya.


Ku kunci pintu kamar lalu berjalan ke kamar mandi.


" Sayang mau kemana?" ucap Aisyah.


" Kamar mandi,wudhu terus shalat sayang..Aku belum shalat Isya' "ucapku sambil berjalan.


20 menit kemudian. Aku selesai shalat dan berdoa. Lalu merapikan sajadah kemudian berjalan ke tempat tidur.


Aisyah yang di rasuki Kumala Sari duduk di tepi tempat tidur lalu berdiri .


" Kita pergi sekarang ya sayang..Aku sudah gak kuat.." ucap Aisyah


" Iya sayang.." ucapku.


Aisyah memelukku,kemudian kamipun menghilang dari kamar.


---0.0.0---


Alam Ghaib.


Saat ini aku berada di dalam kamar Kumala Sari.


Kami saling berciuman dan meraba - raba,hingga pakaian kami terlepas. Ku lempar sembarang arah pakaianku ke lantai.


Di saat posisi 69,aku berada di bawah,ku cium aroma lubang Aisyah sangat wangi. Sehingga aku menjadi semangat untuk menikmatinya.


Setelah puas posisi 69,Aisyah memegang joniku,lalu memasukkan dalam lubang.


Blesssh...


Kami bercinta sangat lama sekali,biasanya ku bercinta hanya 2 jam saja sudahan. Setelah keluar,lanjut bermain lagi.


Setelah puas,kami berebah di tempat tidur.


" Apakah tadi ibuku ke sini sayang?" ucapku.


" Aku yang membawanya ke sini sayang.." ucap Kumala Sari.


" Oh iya... Nanti tambahin lagi buahnya,menjadi 4 ya..Agar dia gak busung lapar.." ucapku.


" Wanita yang sayang tahan?" ucap Kumala Sari.


" Betul sekali...Eh,apakah ibuku tahu dan melihat wanita itu sayang?" ucapku.


" Iya...Dia melihat wanita itu sayang.." ucap Kumala Sari.


---0.0.0---


Non Pov.


Nampak sebuah mobil bewarna hitam memasuki area perhotelan,seorang pria turun lalu membuka pintu. Nampak seorang pria memakai baju kemeja dan celana panjang hitam keluar,sebagjan rambutnya memutih. Pria itu adalah Agus Irawan ayah kandung Bayu. Agus memutuskan mencari penginapan setelah bertemu dengan Bayu. Ia akan mencari pondok pesantren untuk membantu adiknya. Ia menenteng sebuah tas berisi pakaian ganti. Sementara supir dan pengawalnya mencari informasi letak pondok pesantren.


Pagi harinya.


Agus selesai sarapan,ia berjalan keluar mencari pondok pesantren.Berbekal informasi dari pengawalnya yang ia suruh untuk mencari pondok pesantren,maka berangkatlah ia ke pondok pesantren tersebut.


Namun,Agus tak mendapat jawaban yang memuaskan dari pondok pesantren yang ia kunjungi,sebab pimpinan pondok pesantren tidak tahu keberadaan istri adiknya,lalu ia pergi ke pondok pesantren yang lain.


Setiba di gerbang pondok pesantre ke dua,Agus turun dari mobil menemui penjaga pondok pesantren.


" Assalam mu'alaikum pak..Maaf saya mengganggu anda.." ucap Agus.


" Wa'alaikum salam pak..Ada yang bisa kami bantu pak.." ucap penjaga tersebut.


" Nama saya Agus, ingin bertemu dengan pimpinan pondok pesantren ini..Apakah saya bisa bertemu pak..Soalnya saya ada perlu sekali pak.." ucap Agus.


" Hemm...Sebentar pak..Saya telpon dulu.." ucap penjaga.


Lantas penjaga mengambil hapenya lalu menghubungi seseorang.


Tak lama kemudian penjaga selesai menelpon.


" Maaf pak...Pak kyai ada perlu,2 jam lagi baru bisa.." ucap penjaga.


" Tidak apa - apa,saya akan menunggunya.." ucap Agus.


" Mari pak saya antar.." ucap penjaga.


Setelah sekian lama menunggu,akhirnya Agus bertemu dengan pimpinan pondok pesantren yang bernama KH. Ahmad Gazali.


Mereka pun bersalaman lalu duduk.


" Maaf pak kyai,jika kedatangan saya mengganggu kesibukan pak kyai" ucap Agus.


" Gakpapa,urusan saya sudah seleaai.." ucap kyai Ahmad sambil menggerakkan tasbih yang ia pegang.


"Nama Saya Agus.Kedatangan saya kemari karena adik saya mengalami sebuah kasus yang di luar nalar manusia." ucap Agus.


" Nama saya Ahmad Hazali,biasa di panggil Ahmad.."


" Di luar nalar manusia,maksud anda bagaimana pak Agus,saya tidak mengerti.?" ucap kyai Ahmad.


" Begini pak..Istri adik saya menghilang secara misterius di dalam rumah. Di cek rekaman CCTV tidak ada,di cari di dalam rumah juga tidak ada.." ucap Agus.


" Menghilangnya hari apa dan jam berapa?" ucap kyai Ahmad.


" Malam jum'at pak kyai. Untuk jamnya kita tidak tahu,sebab.."


" Dari pengakuan adik saya,ketika malam mau tidur masih ada,ketika bangun,adik saya tidak menemukan istrinya.Dia berpikir istrinya telah pergi menemui adiknya,sebab sebelumnya sudah meminta izin untuk pergi. ." ucap Agus.


" Siapa nama istri adik pak Agus..?" ucap kyai Ahmad.


" Namanya Lesti Ayunda Nugroho pak kyai.." ucap Agus.


KH. Ahmad Gazali lantas memejamkan matanya.


Tak lama kemudian membuka matanya.


" Apakah dia mempunyai masalah dengan orang lain?" ucap kyai Ahmad.


" Saya tidak tahu pak..Sebab saya tinggal di Lamoung,sementara adik saya di Jakarta.." ucap Agus.


" Berat..." ucap kyai Ahmad.


" Berat..?? Maksud pak kyai apa.." ucap Agus tak paham.


" Dia bermasalah dengan seseorang hang memiliki ilmu suprananatural yang cukup tinggi.."


" Istri adik pak Agus masih hidup,hanya saja.." ucap kyai Ahmad.


" Hanya saja apa pak kyai.." ucap Agus.


" Dia tak ada di alam ini.." ucap kyai Ahmad.


" Saya menjadi pusing pak kyai.." ucap Agus.


" Istri adik pak Agus berada di alamnya para Jin..." ucap kyai Ahmad.


Deeg..... Agus tersentak kaget mendengar ucapan kyai Ahmad.


" Apakah dia bisa di selamatkan pak kyai..?" ucap Agus.


" Maaf...Saya tidak bisa pak Agus..."


" Saran saya,pak Agus shalat tengah malam atau adik anda suruh shalat tengah malam minta petunjuk kepada Allah. Insya Allah,Allah akan membantu.." ucap kyai Ahmad.


" Saya bisa melakukannya pak kyai,tapi adik saya tidak bisa. Sebab,adik saya non muslim.." ucap Agus.


" Saya hanya menduga,istri adik anda membuat masalah yang begitu besar,sehingga orang itu tak terima,lalu orang itu meminta bangsa Jin untuk mengambil istri adik anda." ucap kyai Ahmad.

__ADS_1


" Apakah pak kyai bisa mengambil istri adik saya?" ucap Agus.


" Maaf pak Agus,itu di luar kemampuan saya..."


" Heemm...Coba pak Agus pergi menemui pak kyai Syukron. Siapa tahu beliau bisa membantu.." ucap kyai Ahmad.


" Maaf.. Pak kyai Syukron ada di mana pak kyai..?" ucap Agus.


" Beliau pimpinan pondok pesantren Darul Rahman. Di Jakarta selatan jalan purwa raya,Kecamatan Jagakarsa.." ucap Kyai Ahmad.


Agus mengeluarkan dompetnya,lalu mengambil beberapa lembar uang.


" Baiklah pak kyai,terima kasih atas bantuan dan informasinya. Saya pamit undur diri dulu."


Agus berdiri lalu menghampiri KH. Ahmad Gazali.


KH. Ahmad berdiri.


Agus bersalaman sambil menempelkan uang kepada KH. Ahmad Gazali.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Agus.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap kyai Ahmad.


Agus berjalan ke arah mobilnya yang di parkir,karena waktu sudah siang hari. Agus memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat sebentat. Sore harinya,barulah ia akan menemui KH. Syukron yang di maksud pak kyai Ahmad.


Di dalam perjalanan menuju hotel.


" Bagaimana pak? Apakah ada kemajuan?" ucap Bambang.


" Ada. Dia dia di culik oleh Jin.." ucap Agus.


" Serius pak....!!!" ucap Bambang tak percaya.


" Iya...Aku serius Bambang..."


" Nanti sore kita ke pondok pesantren Darul Rahman di Jakarta Selatan jalan Purwa Raya kecamatan Jagakarsa." ucap Agus.


" Siap pak..." ucap Bambang.


--0.0.0---


Pov Bayu.


pukul 9.20.


Saat ini aku berada di rumah,menemani Imam di ruang keluarga bersama Ayu dan Melisa. Rencana untuk jalan ke pantai terpaksa ku batalkan.


Imam terlihat lemas karena hari ini adalah hari lahirnya.


" Kapan - kapan saja ya Mel kita kepantai..Kan nanti kita tinggal di dekat pantai," ucapku melihat Melisa terlihat cemberut karena tak jadi ke pantai.


" Iya kak..." ucap Melisa.


" Kalau sudah tinggal di sana,kamu bisa puas bermain di pantai sayang..." ucapku.


Setelah ku memutuskan untuk tinggal di pantai. Kakek buyutku segera membangun rumah di sana. Awalnya tanah itu untuk membangun perusahaan,karena di sana tertulis tanh milik perusahaa kakek buyutku.


Ku minta kakekku membangun rumah itu tidak terlalu mewah,dengan berbahan kayu. Bernuansa gaya rumah yang ada di Jepang. Kata mbah buyut seh gak sampai 5 bulan sudah bisa di tempati.


" Oh iya...Nanti sore aku mau ke pondok pesantren Darul Rahman...Dah lama aku gak kesana.." ucapku.


" Mel ikut ya kak..." ucap Melisa.


" Iya sayang..." ucapku.


Ku lihat Sulis berjalan mendekatiku lalu memberikan sebuah amplop. Ku terima amplop tersebut lalu membukanya.


Nampak sebuah benda kecil memanjang.


" Apa ini Lis..?" ucapku gak tahu alat tersebut.


" Itu alat buat memeriksa apakah hamil apa enggak mas.." ucap Sulis.


" Ooo..Begitu.."


Ku lihat lagi alat itu,nampak 1 garis saja.


" Sayang hamil?" ucapku.


" Belum mass..." ucap Sulis.


Lalu ku lihat Aisyah datang kemudian duduk di samping Sulis.


" Yang sabar ya sayang..." ucapku.


" Tapi aku pengen cepat hamil mas.." ucap Sulis.


" Iya sayang..." ucapku.


" Mas nanti kemana?" ucap Sulis.


" Sore aku mau ke pondok pesantren sayang.." ucapku.


" Besok aja mas pergi ke sana.." ucap Sulis.


" Besok kan kita ke Sragen sayang.." ucapku.


" Mbak Ayu...Bayu tak pinjam dulu ya.." ucap Sulis.


" Silahkan..." ucap Ayu.


Sulis memegang tanganku,lalu menarikku.


" Ayoo mas..." ucap Sulis.


"Kemana Lis.." ucapku.


" Kita buat anak...." ucap Sulis.


" Asem...Masa pagi - pagi gini ngentu,.." ucapku dalam hati.


" Ayoo...Mel ikut apa enggak..." ucapku.


" Enggak kak..." ucap Melisa.


" Aku maunya kita berdua aja mas..." ucap Sulis.


" Kirain..." ucapku.


Aku pun berdiri lalu berjalan bersama Sulis menuju kamar.


Sesampai di dalam kamar tidur,Sulis masuk ke kamar mandi. Aku duduk di tempat tidur.


Tak lama kemudian Sulis keluar kamar mandi lalu menghampiriku.


" Heemm...Mau gak maen di istananya Kumala Sari sayang..?" ucapku.


" Kenapa kita harus maen di sana mas..?" ucap Sulis.


" Biar kita maennya lama..." ucapku.


" Sama aja mas..."


Sulis melepas kaos yang ku pakai.


" Kita maennya di sini aja.." ucap Sulis.


" 1 jam di sini,di sana 2 jam loh sayang..."


" Beneran mau di sini.." ucapku.


" Nanti dia ganggu lagi.."ucap Sulis.


" Enggak....Gimana? Mau apa enggak.." ucapku.


" Kalau kita di intip gimana mas..?" ucap Sulis.


" Gak ada yang ngintip sayang..Kalau gak mau ya sudah.." ucapku.


" Iya deh..Aku mau mas..." ucap Sulis.


" Sebentar...Aku panggil dia dulu..."


Sebenarnya aku bisa saja langsung membawa Sulis ke istana Kumala Sari,tapi aku gak mau langsunh melakukannya .


" Kumala Sari....Sayang...Datanglah..."


" Cantiik..." ucapku.


Tiba - tiba Kumala Sari muncul berpakaian syar'i.


" Assalam mua'alaikum..Ada apa sayang memanggilku..?" ucap Kumala Sari.


" Wa'alaikum salam warahmatullah..."


" Aku ingin bercinta dengan Sulis,bolehkah aku memakai tempat tidurmu sayang?" ucapku.


" Boleh...Tapi,nanti aku ikut ya..." ucap Kumala Sari.


" Iya sayang..." ucapku.


Lalu kamipun menghilang dari kamar Sulis.


---0.0.0---


Sore harinya.


Aku saat ini telah tiba di pondok pesantren Darul Rahman saat adzan Ashar berkumandang memakai si King.


Ku berjalan menuju mesjid.Di saat berjalan menuju mesjid,aku berpas - pasan dengan pak Kyai Syukron.


" Assalam mu'alaikum pak kyai.." ucapku.


" Wa'alaikum salam warahmatullah... Bayu..Alhamdulilah..."


Ku bersalaman tak lupa cium punggung tangannya.


" Kemana saja...Lama gak ada datang ke pondok bapak..?" ucap kyai Syukron.


" Maaf pak kyai..Saya ada keperluan,sehingga tidak sempat ke sini..." ucapku.


40 menit kemudian.


Saat ini ku berada di rumah pak kyai Syukron.


" Pak kyai...Saya pamit undur diri dulu..." ucapku.


" Assalam mu'alaikum..." suara pria yang begitu familiar di telingaku. Iya aku tahu pemilik suara itu. Itu adalah ayahku.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap kyai Syukron.


Ku menoleh ke pintu. Ayahku berjalan dan ia melihatku.


" Bayuuu....!!!?? " ucap ayahku.


" Bajingan...Kok dia tahu aku ada di sini.."


" Jangan - jangan dia mengikutiku lagi.." ucapku dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2