SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KELUARGA


__ADS_3

Di sisi Fei Long.


Fei Long saat ini berada dalam kamar,ia baru saja dari luar untuk mengisi perut sekaligus memonitor di Cafe Mantan.


Hua Yan Chen sempat menanyakan ke karyawan Cafe tentang Bayu,namun karyawan menjawab tidak tahu.


Ponselnya Fei Long berdering nada panggil,lalu ia melihat ke layar.


Nampak nomor baru yang menelpon,Fei Long membiarkan saja,sebab ia tak kenal.


Setelah berhenti,giliran ponsel Hua Yan Chen yang berdering.


Hua Yan Chen pun tak menerima panggilan nomor asing. Setelah panggilan berakhir,muncul sebuah pesan.


From 0813*******


Ini aku Jiang,apakah paman jancok ada bersamamu.


" Ehh.....!!!!??? Hua Yan Chen terkejut saat membaca pesan itu.


" Ada apa?" ucap Fei Long melihat ekspresi Hua Yan Chen.


" Jiang memgirim pesan.." ucap Hua Yan Chen.


" Serius..?" ucap Fei Long.


" Iya...Ini lihatlah" ucap Hua Yan Chen lalu memperlihatkan pesan ke Fei Long.


Fei Long melihat nomor yang mengirim pesan sama dengan nomor yang barusan masuk.


" Aku gak bisa bahasa Indonesia.." ucap Fei Long.


" Ini aku Jiang..Apakah paman jancok bersamaku.." ucap Hua Yan Chen menerjemahkan ke bahasa China.


" Jancook...."


Fei Long lantas menghubungi nomor yang tadi menelpon.


Tuuut....Tuuuut....Tuut...


"Hallooo..Paman Jancook..." suara Bayu memakai bahasa China.


" Jancook...Apa kamu Jiang?" ucap Fei Long.


" Iya paman...Kata selingkuhan paman yang bernama Hua Yan Chen,paman mencariku.." suara Bayu.


" Siaaal...Berarti benar..Bahwa dia itu Jiang,tapi bagaimana dia bisa selamat" ucap Fei Long dalam hati.


" Loudspeker..." ucap Hua Yan Chen.


Fei Long meloudspeker


" Ehh..!!Dari mana kamu tahu? " Fei Long terkejut.


Hua Yan Chen juga terkejut,bagaimana mungkin Jiang tahu.


Lantas Hua Yan Chen memeriksa ruangan,apakah ada kamera tersembunyi.


"Paman tidak perlu mencari kamera tersembunyi,karena aku tidak memasang kamera tersembunyi di kamar paman.. Jika mau menemuiku..Nanti aku kirim alamatnya..." suara Bayu.


Panggilan berakhir.


" Sial...." ucap Fei Long.


" Aku tak menemukan kamera tersembunyi.


Fei Long mencoba menelpon lagi.


" Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.."suara operator.


Fei Long mematikan panggilan,lalu menelpon nomor Bayu yang lama.


"Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.."suara operator.


Fei Long mematikan panggilan.


"Bagaimana dia bisa tahu..." ucap Fei Long penasaran.


Sebab yang tahu nomornya adalah para anak buahnya. Kemudian Fei Long menghubungi anak buahnya untuk menanyakan perihal mengapa Jiang bisa tahu nomornya dia dan juga Hua Yan Chen.


Namun,anak buahnya menjawab tidak tahu,dan mereka pun terkejut mendengar ucapan Fei Long ketika bilang Jiang menelpon Fei Long.


Fei Long mencari kamera tersembunyi di setiap sudut ruangan memakai alat.


Namun ia tak menemukan kamera tersembunyi tersebut.


" Apakah dia itu benar Jiang pak?" ucap Hua Yan Chen.


" Iya...." ucap Fei Long.


" Pantas saja Jendral memuji kehebatan Jiang.."


" Dia tahu nomorku dan semua nomor ponsel Timku..daaaan..."


" Dia tahu kalau aku selingkuh..." ucap Fei Long dalam hati.


"Berarti tentara yang melihat pemuda yang mirip Jiang itu benar - benar Jiang..:


" Lalu..Bagaimana dia tahu?" ucap Hua Yan Chen.


" Dia itu pemuda yang misterius.." ucap Fei Long.


Tiba - tiba ponselnya berdering nada pesan. Fei Long mengecek ponselnya.Lalu memberikan ke Hua Yan Chen.

__ADS_1


" Dia di Lampung.." ucap Hua Yan Chen.


" Lam pung? Di mana Lam Pung?" ucap Fei Long.


Hua Yan Chen lantas mengambil buku peta,lalu membuka buku tersebut dan menunjukkan ke Fei Long.


" Lampung itu berada di sini pak.." ucap Hua Yan Chen.


" Jauh sekali..."


" Kenapa dia ada di sana? Dan mengapa dia bisa tahu namamu?" ucap Fei Long.


" Aku tidak tahu pak.." ucap Hua Yan Chen.


" Apakah kita ke sana? " ucap Fei Long.


" Aku takut ini jebakan pak.." ucap Hua Yan Chen.


Tiba - tiba ponsel Fei Long berdering nada panggil.


Fei Long melihat ke layar,nampak panggilan dari nomor Jiang.Fei Long menerima panggilan tersebut.


" Paman...Jika paman tidak kemari,aku akan pergi ke Singapura..Dan aku akan memberitahu ke bibi,jika paman selingkuh.." suara Bayu.


" Tunggu...Apakah kamu beneran Jiang?" ucap Fei Long.


" Iya paman jancok... Cepetan ke sini...Jika enggak aku akan menelpon bibi Ling Ling dan pergi ke Singapura" suara Bayu.


" Siall..." ucap Fei Long dalam hati.


" Baiklah...Aku akan kesana.." ucap Fei Long.


" Oke...Aku tunggu,jika lewat 12 jam,aku akan pergi ke Singapura... Suara Bayu.


Panggilan berakhir.


" Siaal...." ucap Fei Long.


" Ada apa pak?" ucap Hua Yan Chen.


" Jika kita tidak ke sana dalam waktu 12 jam,dia akan pergi ke Singapura.." ucap Fei Long.


Fei Long lantas menghubungi 4 rekannya,sisanya tetap mengawasi dan mencari informasi.


Setelah menghubungi 4 rekannya. Fei Long segera berkemas untuk pergi ke Lampung.


1 Jam kemudian,Fei Long bersama timnya pergi ke Lampung menggunakan mobil sewaan.


Selama perjalanan,Fei Long tak habis pikir. Bagaimana Jiang tahu nomornya dia dan juga Hua Yan Chen.


" Bagaimana dia tahu nomor kita?" ucap Hua Yan Chen.


" Entahlah... Aku sendiri saja bingung.." ucap Fei Long.


" Misi kita selesai..." ucap Fei Long.


" Padahal aku ingin berlama - lama di sini.." ucap Hua Yan Chen.


Selama perjalanan,mereka di ikuti oleh para pengawal keluarga Han. Bayu telah memberitahu ke kakek Zhang mengenai hotel tempat menginap Fei Long.


***


Lampung.


Bayu berada di taman pinggir jalan,duduk di kursi panjang,di tangan kanannya terselip batang rokok Surya. Di sampingnya ada tas ransel,teh Kotak dan botol air mineral. saat ini ia sengaja tak memakai masker. Hanya mengenakan tudung jaket dan kacamata saja.


" Kok suwi tenan too..." ucap Bayu dalam hati.


Terdengar suara nada pesan,Bayu mengecek pesan teraebut. Rupanya itu pesan dari pengawal yang mengikuti Fei Long. Memberitahukan bahwa Fei Long baru tiba di pelabuhan Bakauheni.


" Sebentar lagi mereka sampai..."


" Jika gak ku ancam,pasti gak bakalan datang.." ucap Bayu pelan.


Sementara sepeda motor yang Bayu kendarai,di titipkan di kantor polisi.


" Siapa yang datang Bay?" suara Jalu tiba - tiba muncul.


" Janda muda pakde..." ucap Bayu dalam hati sambil melihat sekitar.


" Ayu gak rondone Bay..?" suara Jalu.


" Uaayuuu pooll....Pakde mau kah?" ucap Bayu dalam hati.


" Ngapusiii....." suara Jalu.


" Beneran pakde...Tapi itu 40 tahun yang lalu..." ucap Bayu dalam hati.


" Nenek - nenek dong..." suara Jalu.


" He eh...." ucap Bayu dalam hati.


" Jancoook..." suara Jalu.


" Ha....Ha...Ha...Ha....Ha...Ha....Ha..." Bayu tertawa dalam hati.


Setelah menunggu sekian lama..Ponselnya muncul nada pesan.Bayu melihat pesan itu,rupanya dari pengawalnya lagi. Memberitahukan bahwa rombongan Fei Long telah berhenti tak jauh dari taman.


Bayu menghapus semua pesan masuk dan panggilan keluar dan panggilan masuk.


Saat hendak menghapus panggilan keluar,Fei Long menelpon.


Bayu menerima panggilan tersebut.

__ADS_1


" Hallloo.." ucap Bayu.


" Aku sudah sampai di tempat yang kamu kirim...Kamu ada di mana?" suara Fei Long.


" Di hatimu..." ucap Bayu.


" Jancook....Aku serius.." suara Fei Long.


" Ya di tempat yang aku tunggu paman..Aku duduk di kursi sendirian..." ucap Bayu.


" Oke...Aku kesana.." suara Fei Long.


Panggilan berakhir.


Bayu melihat 4 orang,3 laki - laki dan seorang perempuan berjalan kaki.


2 orang berhenti di dekat Bayu,dan 2 lagi berjalan hingga 10 meter lalu berhenti.


Bayu melihat 2 orang yang berhenti.Mereka adalah Fei Long dan Hua Yan Chen


" Jiang..." ucap Fei Long.


"# Iya...."


Bayu mengambil tasnya.


" #Duduklah paman..." ucap Bayu(# memakai bahasa Cina)


Fei Long duduk di samping Bayu.


Bayu menurunkan tudung kepala dan melepas kacamatanya.


Fei Long dan Hua Yan Chen melihat sangat jelas sekali wajah Bayu.


" Ternyata benar..Dia Jiang.." ucap.Hua Yan Chen dalam hati.


Bayu menyodorkan tangan ke Fei Long. Fei Long menyambut.


"# Lama kita tidak berjumpa.." ucap Bayu.


" Iya...Mengapa kamu bisa ada di sini? Dan bagaimana kamu bisa selamat?" ucap Fei Long.


"#Takdir...."


" #Aku di takdirkan selamat dari penyerangan itu,dan di takdirkan di sini.."


Bayu menghisap rokok.


Huuuuufftt....Asaap keluar dari hidung dan mulut Bayu.


" # Begitu juga dengan pertemuan ini...Ini yang di sebut dengan takdir.."


"# Kita di takdirkan bertemu di sini..Jika paman tidak datang,maka aku akan pergi ke Singapura.."


Bayu menekan angka lalu menunjukkan ke Fei Long.


" # Ini nomor pribadi bibi Ling Ling ?" ucap Bayu.


" Eh....!!!!???.Fei Long terkejut melihat nomor itu,sebab itu nomor sangat pribadi.


" Ba..Ba..Bagaimana kamu bisa tahu Jiang?" ucap Fei Long.


"# Aku ini tentara terlatih.."


"# Jika tidak masuk militer,aku tidak akan tahu.." ucap Bayu.


" Sial... Pantas saja pak presiden sangat menginginkan Jiang...Rupanya dia sangat pintar.." ucap Fei Long dalam hati.


"Jiang... Mengapa kamu tidak melapor?" ucap Hua Yan Chen.


" #Melapor? Untuk apa? Apakah kalian mencariku di saat kecelakan itu?"


Hua Yan Chen terdiam.


" #Aku menunggu tim penyelamat,tapi tak ada datang membantuku..."


"# Aku berusaha sendiri untuk keluar dari zona merah itu.."


" # Di saat aku berusaha keluar,ada warga yang melihatku. Dan dia menolongku.." ucap Bayu.


" Setidaknya kamu melapor Jiang..." ucap Fei Long.


" # Aku tidak mau melapor..." ucap Bayu.


" Apakah kamu tinggal di perumahan Golden Hills?" ucap Hua Yan Chen.


"# Tidak...Aku tidak tinggal di sana." ucap Bayu.


" Ada orang yang bilang bahwa kamu tinggal di sana?" ucap Hua Yan Chen.


" # Jika ada yang bilang aku tinggal di istana presiden...Apakah kamu langsung percaya?" ucap Bayu.


" Kita akan selidiki dulu.." ucap Hua Yan Chen.


Bayu berdiri sambil memakai tas ranselnya.


" Kamu mau kemana ?" ucap Fei Long.


" Mau beli makan..." ucap Bayu lalu berjalan.


Fei Long berdiri lalu mengikuti Bayu,begitu juga dengan Hua Yan Chen dan anak buah Fei Long.


Apa yang kamu cari ?" ucap Fei Long sambil berjalan.

__ADS_1


"# Keluarga.." ucap Bayu.


__ADS_2