
Kapal perang Militer China telah bertolak ke Nunukan,untuk bergabung dalam latihan militer bersama para prajurit TNI. Komandan mengirimkan kabar mengenai orang yang mirip dengan Jiang ke pusat Militer.
Sementara di sisi Bayu.
Nampak Bayu menelpon Wardoyo,ia akan memberikan ikan hasil tangkapannya ke Wardoyo. Sebab tak mungkin ia bawa masuk ke Hotel. Sementara Fuad dan yang lainnya telah pulang.
Ikan yang Bayu peroleh telah di taruh di sepeda motor tinggal pulang.
Tuuuut....Tuuuut...Tuuut...
" Hallo bos..." suara Wardoyo.
" Assalam mu'alaikum kang..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam.." suara Wardoyo.
" Sampeyan ada di rumah..?" ucap Bayu.
" Iya bos...Oh iya..Ada neh rumah sewaan.. 500 ribu sebulannya..Mau kah bos..?" suara Wardoyo.
" Ya mau lah...Sampeyan bisa meluncur ke hotel.." ucap Bayu.
" Kapan bos..?" suara Wardoyo.
" Sekarang...Aku mau cek out,sekalian antarin aku dan tolong bawakan kantong plastik yang besar,jika gak ada belikan dulu nanti uangnya ku ganti" ucap Bayu.
" Siap bos...." suara Wardoyo.
" Ya sudah kalau gitu....Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." suara Wardoyo.
Bayu menyimpan ponselnya,lalu naik ke sepeda motor. Setelah itu memakai masker dan memakai helm.
Saat akan melewati rumah Ida,Bayu melihat Ida mengobrol dengan seorang pemuda di teras rumah. Ida juga melihat Bayu.
Bayu mengira pemuda itu adalah pacar Ida.
" Kak Ahmad..." ucap Ida nyaring.
Bayu menghentikan motornya.
Ida berjalan cepat menuju Bayu.
" Ada apa dek..?" ucap Bayu.
" Nanti karumah kah?" ucap Ida.
" Insya Allah.."
Bayu melihat ke arah pemuda yang berbicara pada Ida tadi lalu melihat ke Ida.
" Kakak pulang dulu ya...Mau mandi.." ucap Bayu.
" Enggeh....Adek tungu.." ucap Ida.
" Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..Titidije kak.." ucap Ida.
" Iya..." ucap Bayu lalu menarik gas motor.
Sesampai di parkiran hotel,Bayu menelpon Wardoyo.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut...Tuuut...
" Halo bos...Aku lagi di jalan bos.." suara Wardoyo.
" Oke...Aku tunggu di parkiran kang.." ucap Bayu.
" Siap bos.." suara Wardoyo.
Seorang security menghampiri Bayu.
" Maaf pak...Bapak mau ngapain di sini..?" ucap security.
" Saya lagi nunggu teman pak,sekaligus mau cek out.." ucap Bayu.
" Ooo...Maaf pak..Saya pikir bapak bukan tamu hotel." ucap Security.
" Iya...Gakpapa pak.." ucap Bayu.
" Ini bapak habis mancing?" ucap security.
" Iya...Bapak mau ikan?" ucap Bayu.
" Mau pak...Tapi saya lagi jaga.." ucap security.
" Gampang...Telpon orang di rumah suruh ambil.." ucap Bayu.
" Oh iya...."
Bayu memberikan 2 ekor ikan kakap merah ke security.
" Terima kasih pak.." ucap security.
" Sama -sama pak.." ucap Bayu.
Muncul mobil yang di kendarai Wardoyo. Lalu Wardoyo keluar dari mobil dan menghampiri Bayu.
" Wuiih...Bos habis mancing kah?" ucap Wardoyo.
" Iya....Tolong masukkan ke mobil ya kang...Aku mau masuk ke dalam.." ucap Bayu.
" Siap bos.." ucap Wardoyo.
" Tungguin aku..." ucap Bayu lalu berjalan ke pintu masuk hotel.
Setelah menyelesaikan administrasi,Bayu mendatangi Wardoyo.
" Kang....Itu ikan buat sampeyan,terus tolong antarkan aku ke rumah sewaan itu..." ucap Bayu.
" Motorku gimana bos..?" ucap Wardoyo.
" Aku naik motor aja kang..Tak ikutin dari belakang.." ucap Bayu.
" Siap bos..." ucap Wardoyo.
Setelah itu mereka meluncur ke rumah sewaan yang di maksud oleh Wardoyo.
Setelah sampai di rumah sewaan.
Bayu melihat rumah sewaan itu saling berhimpitan dalam satu atap.Lantai teras terbuat dari keramik.Tak ada pintu pagar,hanya tembok setinggi 1 meter sebagai pemisah.
" Ini bos rumah sewaannya..." ucap Wardoyo.
" Lumayan.." ucap Bayu.
" Tunggu sebentar bos..." ucap Wardoyo lalu pergi menemui pemilik rumah sewaan.
Tak lama kemudian,Wardoyo kembali bersama seorang wanita,Bayu menaksir wanita itu berusia 25 tahun.
" Ini orangnya mbak...Yang mau nyewa.." ucap Wardoyo.
Bayu menangkupkan tangan ke wanita itu tak berani menatap wajahnya.Ia hanya melihat sekilas wajah wanita itu lalu menundukkan kepala.
" Masnya sendiri?" ucap wanita itu.
" Iya bu..." ucap Bayu.
Wanita itu membuka salah satu pintu rumah.
Bayu mengikuti wanita itu,ia melihat di dalamnya bersih,lantainya berkeramik putih.
" Dapur dan WCnya di belakang..."
Bayu berjalan ke belakang.
Tak ada kompor maupun peralatan masak. Hanya meja kompor yang terbuat dari corran semen yang di lapis keramik.
Lalu melihat ke dalam kamar tidur,nampak kasur dari busa di lantai,bantal,guling dan lemari pakaian.
" Oke bu...Saya ambil.." ucap Bayu.
" Ada KTPnya mas?" ucap wanita itu.
Bayu mengeluarkan dompet,lalu menyerahkan KTPnya ke wanita itu.
" Ini bu..." ucap Bayu.
" Masnya tinggal di Jakarta ya..." ucap wanita itu.
" Ganteng juga orangnya.." ucap Nita dalam hati,sebab ia melihat wajah Bayu di KTP. Sedang Bayu yang sekarang memakai masker,sehingga tertutup wajahnya.
" Iya bu...Saya sebelumnya di Jakarta.." ucap Bayu.
" Perbulannya 500 ribu. Karena masnya sendiri,airnya gratis. Tapi listriknya bayar sendiri ya mas.." ucap wanita itu.
" Iya bu...Maaf dengan ibu siapa?" ucap Bayu.
" Saya bu Nita..." ucap wanita itu.
penampakan bu Nita.
" Iya bu Nita...Saya Ahmad..."
"Boleh saya tempati rumah ini bu..." ucap Bayu.
" Boleh...Asal masnya bayar dulu.." ucap Nita.
Bayu mengeluarkan uangnya lalu memberikan ke Nita.
" Sebentar bu..."
Bayu berjalan keluar menemui Wardoyo.
" Kang..Aku minta 2 ekor ikan buat bu Nita.." ucap Bayu.
" Ambil aja bos..." ucap Wardoyo.
Bayu membuka pintu belakang mobil,lalu mengambil 1 ekor ikan kakap merah dan 1 ekor ikan Trakulu berukuran besar. Setelah itu berjalan kembali menemui bu Nita.
" Ini bu...Saya ada sedikit rejeki buat ibu.." ucap Bayu sambil memberikan ikan hasil pancingnya.
" Waah...Besar betul ikannya. Ini masnya habis mancing kah?" ucap bu Nita.
" Iya bu..." ucap Bayu.
" Nanti KTPnya aku balikin setelah aku data ya mas.." ucap bu Nita.
" Iya bu..." ucap Bayu.
Bu Nita pun pergi meninggalkan Bayu.
" Cakep kan pemilik rumah sewaannya bos.." ucap Wardoyo.
" Iya cakep...Kenapa gak sampeyan pacarin aja kang" ucap Bayu.
" Anjeeeng...Entar lakinya nimpas aku pakai mandau gimana.." ucap Wardoyo.
"Katanya sudah ke Banten tiga tahun...Gimana seh.." ucap Bayu.
" Iya..Tiga tahun aku jualan salome. Di timpas ya aku mati.." ucap Wardoyo.
" Motornya mau sampeyan pakai kah kang." ucap Bayu.
" Pakai aja gakpapa bos.." ucap Wardoyo.
" Hem...Begini..."
" Berapa perharinya? Soalnya hari ini aku gak melanjutkan travel lagi.." ucap Bayu.
" Emang bos mau pakai berapa hari? Soalnya itu motor ku pakai buat kerja bos.." ucap Wardoyo.
" Gak tahu kang...Atau gak tolong carikan aku motor sewaan..." ucap Bayu.
Nampak Wardoyo berpikir.
Terdengar suara adzan.
" Ya sudah... Seratus ribu sehari gimana bos..?" ucap Wardoyo.
" Oke...Setuju...." ucap Bayu.
1 jam kemudian.
Bayu baru pulang habis membeli ember untuk mencuci dan juga jemuran. Lalu masuk ke dalam rumah.
Di saat sedang mencuci baju,Bayu mendengar dering ponselnya. Ia pun segera menuju ke ponselnya yang sedang di cas.
__ADS_1
Nampak panggilan dari Ida.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa' alaikum salam...Kenapa sms adek gak di balas kak.." suara Ida.
"Maaf,lagi nyuci... Cucianku menumpuk..." ucap Bayu.
" Kacian...Mau adek cucikan kah.." suara Ida.
" Boleh...."ucap Bayu.
" Tapi...Bawa adek ke penghulu dulu...Baru adek bisa nyucikan baju kakak.." suara Ida.
" Diampuut..." ucap Bayu dalam hati.
"Becanda kak..." suara Ida.
" Iya....Kakak nyuci baju dulu ya..." ucap Bayu.
" Enggeh...Setelah mencuci ke rumah adek ya..." suara Ida.
" Emangnya adek mau ngasih apa?" ucap Bayu.
" Banyu air putih.." suara Ida.
" Oke...Dah dulu ya...Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam.." suara Ida.
Bayu kembali mencuci bajunya. Setelah selesai,ia pun menjemur pakaiannya di depan rumah.
Nampak bu Nita berjalan sambil membawa rantang ke arah Bayu.
Begitu sampai,ia melihat wajah Bayu tanpa memakai masker.
" Ganteng banget...." ucap bu Nita dalam hati.
Bayu melihat ke arah bu Nita yang diam berdiri.
Namun,Bayu mencueki saja,ia terus menjemur pakaiannya.
Setelah itu masuk ke dalam rumah.
" Mas Bayu..." ucap bu Nita saat Bayu baru melewati pintu.
Bayu kembali lagi.
" Iya bu...Ada apa?" ucap Bayu.
Bu Nita berjalan mendekati Bayu.
" Ini buat mas Bayu..."
Bu Nita menyerahkan rantang ke Bayu,Bayu menerima.
" Dan ini KTPnya mas Bayu..." ucap bu Nita.
" Terima kasih bu..." ucap Bayu.
" Di habisin ya mas.." ucap bu Nita.
" Iya bu...Saya masuk ke dalam ya bu" ucap Bayu.
" Iya...." ucap bu Nita.
Bayu berjalan masuk kedalam,kemudian bu Nita kembali kerumahnya.
Bayu duduk di lantai,lalu membuka rantang pemberian bu Nita.
" Alhamdulilah....Rejeki gak kemana.."
Nampak nasi dan ikan di sayur pedas.
" Sepertinya ini ikan pemberianku.." ucap Bayu dalam hati. Sebab ia melihat kepala ikan kakap merah dalam rantang.
" Bismillah...Allahumma bariklana fima razaktana waqina adzabannar..." ucap Bayu lalu memakan nasi tersebut.
Bayu mendengar suara nada dering.Ia pun segera memgambil ponselnya.
Nampak panggilan dari Sulis.
" Assalam mu'alaikum sayang..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam mas...Mas lagi apa?" suara Sulis.
" Lagi makan...Sayang sudah makan?" ucap Bayu.
" Sudah...Ne lagi makan Cempedak mas..."
" Kapan mas pulang...?" suara Sulis.
" Gak tahu yank...Jika sudah beres..Maka aku segera pulang..." ucap Bayu.
" Kangeen..." suara Sulis.
" Sama..Aku juga kangen sayang..." ucap Bayu.
" Ku susul ke sana gimana mas?" suara Sulis.
" Jangan dulu ya sayang....Jika sudah clear urusannya,nanti aku hubungi. Dan jika sayang mau bertemu dengan cewek yang mirip dengan Putri juga bisa nantinya.." ucap Bayu.
" Iya deh... Mas audah dengar berita mengenai kuda Niel apa belum?" suara Sulis.
" Kuda Niel...Kenapa dia sayang...?" ucap Bayu.
" Mantan cowoknya si Marthen pertama kan ngancam tuh,.Marthen bersama teman - temannya" suara Sulis.
" He eh....Terus..." ucap Bayu sambil makan.
" Terus yang ke dua kalinya,mereka mendatangi Daniel di Cafe pas Daniel baikin kamera CCTV..."
" Mereka berkelahi,terus di lerai oleh teman - teman dan mereka memblacklist Marthen dan teman - temanya.Gak boleh datang lagi ke Cafe.." suara Sulis.
" Daniel belum ada memberitahuku sayang.." ucap Bayu.
" Untung aja cepat di lerai mas...Jika enggak,si Marthen di bunuh oleh Daniel. Soalnya Daniel memegang senjata seperti ujung tombak itu loh mas..Yang di simpan dalam lemari Gazebo." suara Sulis.
" Kunai..." ucap Bayu.
" Iya...Kunai..." suara Sulis.
" Gak ada mas...Cuman benjol aja si Marthennya kena pukul.." suara Sulis.
" Coba sayqng tanya ke Daniel,di mana rumahnya Marthen. Jika dia gak tahu,suruh tanya ke Selvie." ucap Bayu.
" Buat apa mas?" suara Sulis.
" Nanti aku akan mendatangi rumahnya Marthen..Jika di biarin,maka dia akan berulah lagi.." ucap Bayu.
" Siap mas...Mas lagi apa?" suara Sulis.
" Mas lagi makan,tadi di kasih sama tetangga.." ucap Bayu.
" Tetangga...Emang di hotel ada tetangga mas?" suara Sulis.
" Emangnya sayang gak baca smsku ya.." ucap Bayu.
" Hehehehe...Enggak mas.Soalnya di sms banyak sms penipuan. Masa iya aku dapat hadiah dari bank BRI. Kan aku gak punya tabungan di bank BRI mas.." suara Sulis.
" Ooo..Begitu..Ini aku nyewa rumah sayang,kalau di hotel terus,bingung aku mau nyuci kayak mana"
" Ini baru aku tempati setelah pulang dari mancing terus check out, tadi itu pemilik rumah sewaan tak kasih ikan dek. Terus dia ngasih aku makanan...Ya tak makan " ucap Bayu.
Terdengar suara adzan.
" Ooo...Begitu...Kok di sana sudah adzan mas.." suara Sulis.
" Waktunya duluan di sini sayang. Kan beda satu jam.." ucap Bayu.
" Oh iya..Lupa.."suara Sulis.
" Dah dulu ya sayang...Setelah shalat,aku mau datangi rumah pak Anwar..Untuk membahas lahan.."ucap Bayu.
" Iya mas...Cium dong..." suara Sulis.
"Emmmuaaachhh...Asssalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam...Emmmuaaaacch..Love you mas..." suara Sulis.
" Love you to.."ucap Bayu lalu mematikan panggilan.
Bayu menutup makanan tersebut,lalu cuci tangan. Kemudian memakai sarung dan shalat.
Setelah selesai shalat. Bayu memakai celana panjang,lalu pergi kerumah Ida. Tapi sebelum itu ia mengirim sms ke para istrinya,lalu ke Ida.Meskipun Bayu jarang menelpon istrinya,ia selalu mengirim pesan.
Namun,ia teringat akan menelpon ayah mertuanya. Bayu langsung menghubungi Jien Lie Han.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut....
Tuuut...
" Ya haloo .." suara Jien Lie.
" Halo juga pah..."
" Pah...Bayu punya rencana..." ucap Bayu.
" Rencana apa ?" suara Jien Lie.
Lantas Bayu memberi tahu rencana itu ke Jien Lie
" Gimana pah..?" ucap Bayu.
" Bagus..Kapan mereka akan datang?" suara Jien Lie.
" Nanti Bayu kabari pah..." ucap Bayu.
" Oke..." suara Jien Lie.
" Sudah dulu ya pah...Bayu mau ke sana..Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam.." suara Jien Lie.
Bayu mematikan panggilannya,lalu mengunci pintu rumah.
Bayu hanya memakai kaos partai,celana panjang,dan sandal jepit,tak lupa masker. Ia tak memakai jaketnya,karena jaketnya kotor bau amis.
Setelah sampai di depan rumah Ida,Bayu melepas helm dan juga masker,lalu berjalan ke rumah Ida yang pintunya nampak terbuka.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
Bayu melihat Fuad terbaring di ruang tamu.
" Wa'alaikum salam..Masuk aja broo.." ucap Fuad sambil berbaring.
Bayu masuk ke dalam rumah.
" Kenapa kang....?" ucap Bayu sambil duduk.
" Badanku rasanya mau copot...." ucap Fuad.
" Mancing lagi yuk...Malam ini kita berangkat.." ucap Bayu.
" Anjeeng...Kamu aja sendirian broo..." ucap Fuad.
Muncul Ida dari dalam rumah sambil membawa teh,lalu duduk di samping Bayu.
" Minum jamu kang...Biar sehat lagi..." ucap Bayu.
" Aku kada doyan jamu broo.."ucap Fuad.
" Dek...Ada minyak urut atau minyak kayu putih apa enggak..?" ucap Bayu.
" Gak punya kak.." ucap Ida.
Bayu mengeluarkan dompetnya,lalu menyerahkan uang 50 ribu ke Ida.
" Tolong belikan minyak urut,jika gak ada minyak kayu putih.." ucap Bayu.
" Jika kada ada keduanya gimana kak.." ucap Ida.
" Minyak rem..." ucap Bayu.
" Oke..."ucap Ida lalu berdiri.
" Angsulnya ambil aja..." ucap Bayu.
" Kenapa gak sekalian oli bekas broo.." ucap Fuad lalu bangkit dan duduk.
" Nah itu....Tapi jauh belinya kang...Kasian Ida jalan kaki.." ucap Bayu.
__ADS_1
" Anjeeeng..." ucap Fuad.
"Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..Ha.." Bayu tertawa.
" Masuk angin aku ini...Mungkin besok aku izin gak masuk kerja.." ucap Fuad.
" Jika beli umpannya 500 ribu,gimana itu kang? Mungkin 3 hari 3 malam kita mancing terus.." ucap Bayu.
" Iya...Tapi aku kada sanggup.." ucap Fuad.
Muncul Ida memegang botol minyak urut.
" Ini kak minyaknya.." ucap Ida.
" Terima kasih..."
" Kang...Buka bajumu.." ucap Bayu.
" Emang kamu bisa mijat ya Mad..?" ucap Fuad.
" Bisa..."
Fuad melepas kaosnya.
Bayu berpindah posisi ke belakang Fuad. Terus mengolesi badan Fuad mulai dari leher hinggan punggung.
" Tetanggaku pernah ku pijat..."
Bayu mulai memijat pundak Fuad.
" Besoknya dia gak bisa jalan kang..." ucap Bayu.
" Anjeeeeeng...Kada usah lah ikam memijat..." ucap Fuad sambil menyingkir.
" Ha...Ha..Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..." Ida tertawa.
"Becanda kang..Sini.." ucap Bayu.
" Ogah...." ucap Fuad.
" Mau sembuh apa tetap begitu terus?" ucap Bayu.
" Ya mau cepat sembuhlah.." ucap Fuad.
" Makanya ke sini.."ucap Bayu.
Fuad kembali ke posisi semula.
Kemudian Bayu mulai memijati punggung Fuad .
" AAaaaw....."
Fuad meringis kesakitan.
"Jangan keras - keras...Sakit tahu.." ucap Fuad.
Muncul ibunya Ida dari dalam rumah,lalu melihat Bayu memijati Fuad.
" Ini loh aku mijatnya pelan..."
" Dek...Ada palu apa enggak..?" ucap Bayu.
" Buat apa kak?" ucap Ida.
" Buat mijatin kakakmu ini...Badannya kayak badak..Keras pakai banget..." ucap Bayu sambil memijat.
" Asssuuuu..." ucap Fuad.
Ibunya Ida kembali masuk ke dalam.
" Emang badannya kak Fuad keras kak..Ulun aja dulu sering tuh di suruh injakin badannya..." ucap Ida.
" Kalau injakin kakakmu,sambil bawa batu atau apalah,biar berat.." ucap Bayu.
" Sekarang mah gantian Dewi yang di suruh..Kada sanggup jar bila ulun yang menginjak.." ucap Ida.
" Ooo..Begitu.." ucap Bayu.
" Badanmu tambah gede Daa...Mana sanggup aku nahan berat badanmu.." ucap Fuad.
" Ku injakin gimana kang..?" ucap Bayu.
" Ogah...Ida aja aku kada kuat menahan,apalagi badanmu yang ganal tuh..."
" Aaau...Pelan - pelan.."ucap Fuad.
" Ini sudah pelan - pelan.." ucap Bayu.
Heeeeek......" Fuad bersendawa.
" Tuh...Anginnya keluar.." ucap Bayu.
Heeeeek....." Fuad sendawa lagi.
" Cocok lah ikam jadi dukun..." ucap Fuad.
" Asem....."
" Eh kang...."
" Sampeyan kerja gitu dapat cuti apa enggak?" ucap Bayu.
" Dapatlah...Kenapa emangnya.?" ucap Fuad lalu bersendawa lagi.
" Sampeyan cuti dan datang ke perusahaan PT. Mandala Lion.,bapak sampeyan juga di ajak.." ucap Bayu.
" Mau ngapain aku ke sana broo.." ucap Fuad.
" Datang aja...Cuti 3 hari..."ucap Bayu.
" Iya..."
"Eh bentar,itu perusahaan yang menyerobot lahan milik Harati ya..Kok kamu tahu broo.." ucap Fuad.
" Ada yang memberitahuku.."
" Sampeyan ke sana bersama bapak sampeyan,terus salah satu keluarga Harati di ajak..Ya kang.." ucap Bayu.
" Ooo..Begitu..Oke.." ucap Fuad.
" Biar cepat selesai masalah tanah itu..." ucap Bayu.
" Siapa yang ngantar kita ke sekolah." ucap Ida.
" Aku...Mau gak...?" ucap Bayu.
" Mau...Mau...Mau kak.." ucap Ida merasa senang.
" Nanti aku ajukan dulu cutinya bro.." ucap Fuad.
" Emangnya gak bisa langsung di setujui ya kang?" ucap Bayu.
Muncul pak anwar dari dalam memakai sarung dan baju koko, lalu duduk.
" Tergantung atasanku broo..." ucap Fuad.
" Bilang aja darurat kang.." ucap Bayu.
Fuad yang awalnya merasakan kurang enak badan,kini ia merasakan badannya kembali Fit. Bahkan tak merasakan sakit saat di pijat oleh Bayu.
" Badannku terasa enteng broo..Tadi itu masya Allah..Berat banget..Mau berdiri aja susah.." ucap Fuad.
Terdengar suara lantunan ayat - ayat suci Al Qur'an.
" Syukurlah.." ucap Bayu.
" Oh iya..Bapakmu kerja apa broo..?" ucap Fuad.
" Dari aku bayi hingga sekarang..Aku hanya bersama ibuku aja kang..." ucap Bayu. Sengaja tak mau menyebut ayah kandungnya.
" Maaf..." ucap Fuad.
" Gakpapa..." ucap Bayu kemudian menyudahi memijat Fuad. Karena terdengar suara Tarhim.
" Ambil air wudhu.." ucap pak Anwar.
" Enggeh pak.." ucap Fuad.
" Iya pak..." ucap Bayu.
" Kamu batal ya bro.." ucap Fuad sambil memakai baju kaosnya.
" Iyoo..." ucap Bayu.
" Tumben kamu pakai baju kaos begitu aj broo.." ucap Fuad setelah selesai wudhu.
" Bajuku kotor kang,tadi sebelum aku ke sini tak cuci bajuku..." ucap Bayu.
" Tunggu sebentar.."
Fuad masuk ke dalam,lalu muncul membawa baju koko.
" Neh..Pakailah..." ucap Fuad.
Bayu memakai baju koko milik Fuad. Untung saja pas.
Saat akan shalat,Bayu di suruh menjadi imam lagi oleh pak Anwar.
Setelah selesai shalat.
" Nak Ahmad..Piyan bisa mengajari ngaji lah?" ucap pak Anwar.
" Insya Allah bisa pak..." ucap Bayu.
" Coba piyan ajari itu anak kami Dewi dan Ida..." ucap pak Anwar.
Fuad mengambil Al Qur'an lalu memberikan ke Dewi dan Ida.
Mau gak mau Bayu mengajari ngaji ke dua putri pak Anwar.
Di mulai dari Dewi. Bayu diam menyimak,jaraknya 1 di antara mereka.
" Stop....Huruf Qof itu panjang 3 harakat,jangan di baca 2 harakat saja. Begini.." ucap Bayu lalu memberi contoh ayat yang tadi di baca oleh Dewi.
" Ternyata di hapal dan suaranya sangat merdu." ucap pak Anwar dalam hati memperhatikan Bahu mengajari ngaji.
Dewi mengulangi ucapan Bayu.
Tak terasa adzan Isya'.
40 menit kemudian.
Bayu mengobrol dengan Fuad dan pak Anwar,membahas masalah tanah milik Harati.
" Dari mana piyan tahu perusahaan itu?" ucap pak Anwar. Sebab ia tak memberi tahu ke Bayu.
" Ada yang memberitahuku pak.."
" Jika bapak dan kang Fuad datang ke sana,bersama salah satu anggota keluarga Harati. Maka,masalah itu akan cepat di selesaikan. " ucap Bayu.
Nampak pak Anwar berpikir.
Ida datang sambil membawa buku menghampiri Fuad.
" Kak...Tahulah ini caranya bagaimana mengerjakan..Ulun pusing kada bisa mengerjakan.." ucap Ida.
Fuad melihat buku tersebut.
" Aiih..Lupa sudah pelajaran fisika..." ucap Fuad.
" Coba lihat kang..."
Fuad memberikan buku Fisika ke Bayu.
" Nomor berapa?" ucap Bayu.
" Nomor empat.." ucap Ida.
Bayu memperhatikan soal nomor 4.
" Ada buku tulis yang gak di pakai buat coret -coret sama pulpen." ucap Bayu.
" Ada..." ucap Ida.
" Tolong ambilkan..Nanti aku kasih tahu caranya.." ucap Bayu.
Ida masuk ke dalam mengambil buku tulis.
" Kamu bisa ngerjakan Mad..?" ucap Fuad.
" Bisa kang..." ucap Bayu.
__ADS_1