
Hana melihat seorang sedang berlari,namun hanya terlihat punggungnya saja.
Potongan rambut mirip seperti Bayu. Hana segera mengejar orang tersebut,berharap itu adalah Bayu. Ia mengerahkan semua kekuatannya.
Jarak Hana dengan orang yang berlari semakin dekat.
Tap.... Hana memegang pundak orang itu.
" Sayang...." ucap Hana.
Orang yang di sentuh Hana berhenti lalu menoleh ke arah Hana.
Mukanya berbeda dengan Bayu. Hanya rambut saja yang sama.
" Anda siapa..?" ucap orang itu.
"* Maaf..Saya salah orang.." ucap Hana.
Orang itu lantas pergi meninggalkan Hana sambil berlari.
Para pengawal menghampiri Hana.
" Apakah nyonya menemukannya..?" ucap salah satu pengawal.
" * Tidak... saya salah orang..."
" * Tetapi...Saya yakin...Yang saya lihat itu adalah putra saya.." ucap Hana.
***
Di rumah Fai Long.
Bayu dudu di kamarnya,ia baru saja selesai mencuci bajunya.
" Enaknya ngapain ini..."
" Hemmmm...."
" Main hape sajalah..."
Bayu mengambil hapenya lalu mencari permainan.
Nampak di layar ada permaian sodoku dan ular. Bayu memilih ular. Kemudian memainkannya.
1 jam kemudian.
Bayu jenuh bermain,lalu meletakkan hapenya.
Tiba - tiba hapenya berdering nada panggil.
" Eeh....!!!! Bayu kaget.
" Jancoook...Bikin kaget aja.."
Bayu melihat ke layar. Nampak nama kontak Ling Ling cantik.
" Bibi..?"
Bayu menekan tombol menerima panggilan.
" *Hallo..." ucap Bayu.
" Haloo juga..."
" Kamu lagi di mana Jiang..?" suara Ling Ling.
" *Di kamar bi...Baru selesai mencuci baju.." ucap Bayu.
" Aku lupa memberi tahumu.."
" Jika pergi...Pastikan kamu tidak menyalakan kompor dan tidak mencolokkan listrik ya Jiang.." ucap Ling Ling.
"* Siap bi..." ucap Bayu.
" Pinter.." suara Ling Ling.
"* Bingung aku bi.." ucap Bayu.
" Bingung kenapa?" suara Ling Ling.
"* Tidak ada kegiatan.." ucap Bayu.
" Kamu pergi saja keluar jika jenuh.. Jangan lupa kunci pintunya.." suara Ling Ling.
"* Iya bi.." ucap Bayu.
" Ya sudah kalau begitu. " suara Ling Ling.
Panggilan berakhir.
"* Kapan bibi pulang..?"
Bayu menunggu tak ada jawaban,lalu melihat ke layar.
" Yaaaa...Mati..."
Bayu memgambil charger hape lalu mencolokkan ke hapenya.
" Keluar..."
" Tapi aku pergi ke mana..?"
" Hemm..."
" Menggambar sajalah.." ucap Bayu.
Bayu mengambil buku,pensil dan penghapus.
Bayu menggerakkan pensil itu,ia mengingat wajah dan posisi duduk Ling Ling bersama Fai Long.
Setelah jadi,Bayu lanjut lagi memggambar wajah Zhouzu.
" Dia sedang apa ya...."
" Apa dia mencariku..."
Terlintas di fikiran Bayu untuk kembali ke desa menemui Zhouzu.
" Heemmm...Jika aku kembali "
" Nanti mereka menangkapku lagi.."
Bayu melihat jam tangannya.
" Perasaan tadi jam 11..."
" Kok sekarang jam 12 lewat.."
" Cepat banget.." ucap Bayu.
Bayu meletakkan pensilnya,lalu berjalan ke kamar mandi.
Setelah selesai shalat,Bayu memutuskan untuk tidur. Karena tidak ada kegiatan.
Pukul 22.20.
Bayu membuka matanya. Ia melihat ruangan sudah gelap.
" Juncook..."
" Dah malam..."
Bayu meraba - raba tempat tidur,ia memegang lemari kecil. Lalu membuka laci. Ia ingat meletakkan senter di laci itu.
Setelah mendapatkan senter,ia pun memyalakannya. Kemudian melihat jam tangan.
" Aseem..."
" Jam 9 lewat.."
Bayu berdiri lalu berjalan ke arah saklar lampu.
Cetek... Bayu menekan saklar.
Ruangan kamar Bayu yang semula gelao,kini terang.
Bayu berjalan ke arah laci,lalu meletakkan senternya di atas lemari itu kemudian pergi ke kamar mandi.
40 menit kemudian.
Bayu berada di dapur.
" Masak apa ya.."
" Heemmm...."
" Telor aja lah dulu buat ganjal perut." ucap Bayu.
Bayu mengambil telur lalu menggoreng setengah matang sebanyak 2 butir.
20 menit kemudian.
Bayu selesai makan telur setengah matang dan minum segelas susu.
" Apa aku di buang sama keluargaku ya.."
" Atau aku di culik kemudian kabur,lalu jatuh kesungai.."
"Jika aku di culik berartiii...Kau harus berhati - hati."
" Jika aku di buang.."
" Berati aku gak akan mau kembali ke sana.."
" Lebih baik aku harus waspada...."
" Benar juga yang di ucapkan bibi Ling Ling."
Bayu mengambil piring dan gelasnya,lalu berjalan ke dapur. Setelah sampai di dapur,Bayu mencuci piring dan gelas itu,lalu duduk di kursi.
" Kemana ya..."
" Jalan saja lah.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan ke kamarnya untuk memgambil uang buat jaga jaga dan juga botol air minum,setelah itu turun kebawa.Bayu berjalan kearah pintu,lalu mengambil kunci ointu yang tergantung di dinding.
Ceklek...Ceklek...Kriiieeet.
Bayu keluar rumah kemudian mengunci kembali pintu.
Bayu menoleh ke kanan lalu ke kiri.
" Ke sana...Atau ke sana..."
" Heeemmm...kiri sajalah..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu melangkahkan kaki ke tempat yang belum ia kunjungi.
Nampak orang berlalu lalang di pinggir jalan. Pakaian wanita rata - rata memperlihatkan paha yang mulus.
" Masih rame jam segini..."
__ADS_1
Bayu melihat banyak toko yang masih buka.
Tiba - tiba ada seorang wanita hendak memyentuh tangan Bayu untuk mampir ke tokonya,Bayu memghindari tangan wanita tersebut.
"* Bibi mau apa ?" ucap Bayu melihat wanita cantik berpakaian seksi.
" Mari mampir...Malam ini ada diskon.." ucap wanita itu.
" *Diskon apa?" ucap Bayu.
" Diskon di ranjang..." ucap wanita itu.
" * Maaf...Aku tidak mau..Aku baru saja bangun tidur.." ucap Bayu.
" Justru itu..."
" Aku akan menemanimu minum lalu kita bercinta sepuasnya....Ayolaah.." ucap wanita itu.
" Jiangkreek.."ucap Bayu dalam hati.
"* Maaf aku tidak bisa..." ucap Bayu lalu melanjutkan lagi jalannya.
Nampak seorang wanita cantik jalannya sempoyongan lalu jatuh.
Bayu datang menghampiri lalu membantu wanita itu.
" Hang Wei...Kamu kah itu..?" ucap wanita itu melihat wajah Bayu.
" Bukan...Aku Jiang..." ucap Bayu lalu membawa wanita itu ke kursi kosong,lalu mendudukkan wanita tersebut.
Bayu mencium aroma alkohol dari mulut wanita itu.
Wanita itu memegang tangan Bayu.
" Hang Wei...Apakah kamu kembali kepadaku?" ucap wanita itu.
" Embooh mbak...Wes tak kandani aku iki Jiang kok.." ucap Bayu sambil berusaha melepaskan tangan wanita itu.
" Kenapa kamu tinggalin aku..?" ucap wanita itu mencengkram kuat lengan Bayu.
" * Itu dia Heng Wee bi..."
Bayu menunjuk arah.
Wanita itu melepas tangan Bayu.
"* Tapi bohong..." ucap Bayu lalu pergi meninggalkan wanita itu.
Bayu melihat ada yang menjual tas,
" Kebetulan neh..." ucap Bayu dalam hati.
kemudian Bayu menghampirinya. Karena dirinya tak punya tas.
2 jam kemudian.
Bayu memutuskan untuk kembali,karena tak ada lagi yang membuatnya tertarik.Ia hanya membeli tas dan juga jaket bertudung.
***
Pagi hari.
Bayu duduk di lantai 2 setelah selesai membersihkan rumah,memasak dan sarapan. Lalu melihat ke arah tivi.
" Nonton tivi sajalah..."
Bayu menghampiri tivi,kemudian menekan tombol.
" Kok gak nyala..."
Bayu teringat,ia pernah melihat Ling Ling memasukkan colokan. Bayu mencari colokan itu,Setwlah ketemu,ia pun mencolokkan ke lubang listrik.
Tivi pun menyala.
Bayu mengambil remot di samping tivi.
Nampak acara berita di tivi. Lalu Bayu memgganti channel.
Nampak film kartun Doraemon yang baru saja di mulai.
" Doraemon???"
Bayu memutuskan menonton Doraemon.
" Kok rasanya aku pernah lihat ini ya..."
" Tapi aku gak ingat.."
Setelah selesai 1 episode,Bayu memindah channel tivi.
Nampak sebuah berita tentang latihan militer china. Lalu Bayu memindah channel tivi.
Nampak film Action yang di bintangi Jet Li.
" Sepertinya ini seru..."
" Tonton sajalah..." ucap Bayu.
Bayu menonton acara itu hingga habis.
***
6 hari kepergian Fai Long.
Nampak Bayu mengambil jemuran karena hari sudah sore.
" Kok mereka belum pulang ya..."
Pukul 23.20.
Bayu menonton tivi sambil menunggu Fai Long datang.
" Jika mereka gak pulang.."
" Aku akan pergi dari sini aja.."
" Siapa tahu aku menemukan hal - hal yang baru.."
" Tapi...."
" Aku pergi kemana ya..."
" Heeemmm..."
" Ikuti apa kata hati aja lah..." ucap Bayu dalam hati.
Nampak di layar tivi sedang menayangkan film horor.
" Jadi yang ku lihat itu hantu..."
Bayu teringat akan sosok yang duduk di atas batu nisan,ia pikir yang duduk itu adalah manusia.
" Aseem...."
" Tapi kok gak sama ya..."
" Waaaah...."
" Yang buat film ini harus bertemu dengan hantu yang asli,biar lebih bagus filmnya.
Tak terasa jam 12 malam.
Bayu melihat jam tangannya,lalu memutuskan untuk tidur.
Bayu mematikan tivi ,lalu melepaskan colokan listrik. Kemudian berjalan ke kamar tidur.
Pagi pukul 9.20.
Bayu menunggu Fai Long dan Ling Ling di lantai bawah sambil memegang hape.
Bayu menekan hapenya lalu menelpon Ling Ling.
Terdengat suara operator.
" Gak aktif lagi..."
" Asem....Asem..."
" Keluar...Males..."
" Di rumah... Bingung..."
" Heemmm..."
Bayu berpikir hendak berbuat apa.
" Jika hari ini gak ada datang.."
" Besok aku pergi aja dari sini..." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke lantai 2 menuju kamarnya.
Di dalam kamar,Bayu menulis surat untuk Failong dan juga Ling Ling bila hari ini tak kunjung kembali.
Selesai menulis surat,Bayu memutuskan menonton tivi.
Pukul 23.20.
Bayu berada lantai bawah duduk di kursi. Di depannya ada secangkir kopi.
" Jancook..."
" Belum ada muncul sampai sekarang.."
" Kemana seh mereka.." ucap Bayu lalu mengambil gelas kopi kemudian menenggak kopi itu hingga tersisa ampas.
Bayu berjalan ke dapur untuk mencuci gelas.
***
Pagi hari.
Nampak Bayu membuat sarapan dan bekal untuk berjalan jauh.
Selesai sarapan,Bayu mencuci semua peralatan,lalu pergi kekamar dengan membawa kotak makan,pisau,dan botol air minum.
Sesampai di kamar,Bayu memasukkan semua pakaian di dalam tas,lalu senter,bekal makanan,botol air minum,charger hape. Sebagian uang di masukkan dalam tas,sebagian lagi di kantongi. Lalu mengambil hape dan juga buku gambar yang di dalamnya ada 2 buah surat.
" Beres...Tinggal pakai jaket dan pergi..."
Bayu mengambil jaket kemudian memakaianya,lalu keluar kamar tidur tak lupa menutup kembali.
Sesampainya di lantai bawah.
Bayu meletakkan buku gambar,lalu surat di letakkan di atas buku gambar.
" Beress..."
" Maaf ya paman...Bibi...Aku pergi tanpa bepamitan.."
" Terima kasih telah menampungku di sini.." ucap Bayu.
__ADS_1
Bayu berjalan ke pintu,lalu mengambil kunci.
Ceklek...Ceklek...Kriiiieeet...
Bayu melangkahkan kakinya keluar,lalu mengunci kembali pintu.
Setelah selesai mengunci pintu,Bayu melempar kunci pintu ke lantai 2 sesuai amanah Fai Long.
Bayu berjalan ke arah kanan menuju tempat pemberhentian bis.
Seorang pria yang di tugaskan mencari Bayu melihat Bayu berjalan. Lalu berlari memghampiri.
" Tuan Bayu..."
Bayu tak menoleh karena bukan namanya yang di sebut.
" Tuan Muhammad Bayu Samudra.." ucap pria itu.
Bayu menoleh ke pria yang barusan berbicara.
" * Paman siapa?" ucap Bayu.
" Benar dia Bayu.." ucap pria utu dalam hati.
" Tuan...Ibu anda mencari anda...Dia mencemaskan tuan...Ayo pulang.." ucap pria itu sambil mengambil hapenya.
Bayu menghentikan langkahnya.
" * Nama saya Jiang...Bukan Bayu.."
" * Paman salah orang..." ucap Bayu.
" Jiang...???" ucap pria itu.
" * Iya paman namaku Jiang.." ucap Bayu.
Pria itu memperhatikan Bayu dari bawah ke atas. Ia melihat cincin bewarna merah di jari.
" Ehh...!!! Pria itu terkejut. Sebab Bayu juga memiliki cincin warna merah sesuai ciri - cirinya.
" Tuan adalah Bayu..." ucap pria itu.
Bayu berjalan meninggalkan pria itu.
Lamtas pria itu menghubungi yang lainnya sambil berjalan di belakang Bayu.
" Jangan - jangan dia orang jahat..."
" Tapi....."
" Aku buktikan sajalah...Jika dia bisa bahasa indonesia aku akan percaya.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu menghentikan langkahnya.
" * Paman...Mengapa paman mengikutiku?" ucap Bayu.
" Kami tak ingin kehilangan tuan.." ucap pria itu.
" Di mana rumahku?" ucap Bayu memakai bahasa indonesia.
" Maaf tuan... Saya tidak paham ucapan tuan." ucap pria itu.
" Bajingan...Dia orang jahat..."
" Aku harus kabur..." ucap Bayu dalam hati.
Lantas Bayu memiliki sebuah ide.
" * IBUUUUU...." teriak Bayu.
Pria itu menolehkan kepalanya,ia mengira nyonya Hana sudah sampai.
Bayu melihat kesempatan,lalu berlari sekuat tenaga.
Pria itu menoleh lagi ke arah Bayu karena tak melihat nyonya Hana.
" Ehhh....!!!?? Pria itu kaget melihat Bayu sudah tidak ada di tempatnya.
" Sial...Dia kabur lagi..." ucap pria itu lantas berlari mencari Bayu.
40 menit kemudian.
Hana menemui pria yang mengaku telah menemukan Bayu.
" * Di mana Bayu?" ucap Hana.
" Maaf nyonya...Dia kabur.." ucap pria itu.
" *Kabur...?' "
" * Apa kamu yakin dia Bayu?" ucap Hana.
" Yakin nyonya...Sebab wajahnya sama dan juga dia memakai cincin warna merah." ucap pria itu.
Deeg.....Hana tersentak kaget. Akhirnya ia senang dapat mengetahui putra kesayangannya masih hidup.
"*Ceritakan padaku.. Kenapa dia bisa kabur..." ucap Hana.
Pria itu menceritakan kejadian saat bertemu dengan Bayu.
" Kenapa dia tak mengenali namanya sendiri.." ucap Hana dalam hati heran dan penasaran.
" Maaf nyonya..."
" Sepertinya tuan Bayu Amnesia.." ucap salah satu pengawal.
" *Amnesia...?" ucap Hana.
" Benar nyonya...Jika tuan Bayu Amnesia.. Maka dia tidak tahu siapa nama dirinya bahkan keluarganya..." ucap pengawal itu lagi.
Air mata Hana keluar. Ia merasa sedih mengetahui Bayu hilang ingatan.
" Ya Allah....Sembuhkanlah penyakit putra hamba..."
" Hamba sangat rindu padanya.." ucap Hana dalam hati.
" * Perluas area pencarian..." ucap Hana.
" Siaap..." ucap para pengawal.
***
Rumah Fai Long.
Pukul 23.10.
Fai Long dan Ling Ling baru saja tiba,Ling Ling membuka pintu yang terkunci,lalu mereka masuk ke dalam.
Nampak ruangan gelap gulita.
Fai Long menyalakan senter kecil,lalu menyalakan lampu.
" Apa Jiang sudah tidur..?" ucap Ling Ling.
" Entahlah...." ucap Fai Long.
Mereka berjalan menuju lantai 3.
Ling Ling melihat ada buku gambar dan juga kertas buku tulis lantas mengambilnya. Sebab tak biasanya Bayu meletakkan buku gambar di atas meja makan pengunjung.
Ling Ling membuka buku gambar.
Nampak di dalam buku gambar itu ada dirinya bersama Fai Long.
" Ehh...!!!??? Ling Ling terkejut.
Lalu ia segera membuka kertas buku yang terlipat.
Kepada bibi Ling Ling yang cantik.
Maaf...Jika bibi baca surat ini berarti aku sudah pergi.
Terima kasih telah menampungku selama ini.
Hanya buku gambar sebagai kenang - kenangan buat bibi dan paman. Resep makanan ada di balik kertas ini.
Dari.
Jiang.
Ling Ling mengeluarkan air matanya.
" Suamiku....Jiang pergi.." ucap Ling Ling.
" Serius?" ucap Fai Ling.
" Lihatlah sendiri.." ucap Ling Ling sambil menyerahkan buku gambar dan kertas buku yang masih terlipat.
Fai Long membuka kertas tersebut.
Kepada paman Fai Long yang Jancok.
Jika baca surat ini berarti aku telah pergi dari rumah. Terima kasih telah menolongku dan menampungku di rumah paman. Aku minta maaf jika ada salah.
Dari.
Jiang.
" Jancooook...."
" Dia pergi tidak bilang padaku." ucap Fai Long.
Fai Long naik ke lantas 3. Sementara Ling Ling masih duduk di kursi melihat lukisan yang Bayu buat.
Ada gambar Fai Long duduk di trotoar sambil makan es kriem. Ada pula dirinya sedang berdiri melayani pembeli.
" Dia pandai sekali menggambar..."
" Jiang..."
" Kenapa kamu pergi dari sini.." ucap Ling Ling . Ia merasa kehilangan.
Ling Ling teringat jika Bayu mempunyai hape,lantas ia mengambil hapenya.
Nampak hapenya mati,lalu mengambil charger.
Setelah hapenya hidup,ia menelpon Bayu.
" Gak aktif lagi..." ucap Ling Ling dalam hati.
Sementara Fai Long mengecek rekaman CCTV. Ia melihat Bayu melakukan aktifitas seperti biasanya,berhubung tidak jualan,Bayu hanya membaca buku,mengambar, tiduran, nonton tivi. Tak ada orang lain masuk ke dalam rumahnya.
" Orang aneh..."
" Jancoook.."
" Kenapa kamu pergi Jiang.."
" Apa karena kita telat pulangnya?"
" Sial..."
__ADS_1
" Seandainya teman - temanku gak terluka dan cepat menyelesaikan misi,aku pasti pulang cepat.." ucap Fai Long.