
Bayu mengeluarkan Kunai di balik jaketnya.
"Bunuh aku...Jika itu bisa memaafkan kesalahanku...." ucap Bayu tak berani menatap Khalisa.
"Apakah ada wanita lain yang berhasil kamu nikmati?" ucap Khalisa.
"Ada... Namanya Sulis... Aku melakukan itu karena pengaruh Jin penunggu air terjun Kedung Pedut bernama Kumala Sari..." ucap Bayu.
Eh...!!!?? Hinata terkejut,sebab ia baru tahu akan hal itu.
"Alasan apa lagi itu...Adakah alasan yang masuk akal bagiku?" ucap Khalisa menahan amarah.
"Kalau tidak percaya silahkan tanya pada ibuku,Ibuku sendiri hampir mati menyelamatkan aku di alam Jin,untung ada pak KH. Mustafa dan pakde Kartolo yang membantu....dan aku berani bersumpah apa yang aku katakan ini adalah kebenaran....
"Aku sudah berterus terang padamu... Tak ada yang aku tutup - tutupi lagi darimu mengenai waninta yang sempat tifur bersamaku.... " ucap Bayu.
"Apakah Sulis juga akan kamu nikahin?" ucap Khalisa.
"Tidak...Dia akan menikah dengan Ahmad...
Bayu melepas cincinnya.
"Kalau sayang tak mau maafkanku,silahkan bunuh aku...
Bayu mengiris jari telunjuknya dengan Kunai.
Nampak darah keluar dari ujung jari Bayu.
"Aku tak ingin hidup lagi... Dan tersiksa batin ini
"Cukup sudah aku merasakannya.... Jika sayang tak mau bunuh aku,lebih baik aku saja yang bunuh diri" ucap Bayu lalu bersiap menghunuskan Kunainya tepat di Jantungnya.
Khalisa segera memegang tangan Bayu yang memegang Kunai,lalu memeluk Bayu.Bayu membalas pelukan Khalisa.
"Jangan Pergi....Hiks...Hiks...Hiks...Aku sangat mencintaimu Awan...Hikss..Hiks...Hikss.." ucap Khalisa sambil menangis.
Bayu kembali memakai cincinya.
Selang beberapa menit kemudian,Khalisa berhenti menangis.
"Maafkan aku ya sayang.." ucap Bayu.
"Iya aku maafin." ucap Khalisa lalu melepaskan pelukannya.
Bayu menyimpan kembali Shurikennya.
Khalisa menoleh ke Hinata.
"Apakah kalian tinggal satu atap?" ucap Khalisa.
"Iya...Tapi kita tidak melakukan hal - hal negatif.Aku selalu menjaganya dan mengajarinya agama islam.Tak hanya Ayu saja,teman - temanku juga tinggal serumah." ucap Bayu.
"Hai...Yang di katakan Bayu san adalah benar" ucap Hinata
"Sayang tinggal di tempat siapa?" terus apakah benar mereka itu keluarga kandungmu yank?" ucap Khalisa.
"Di rumah..
"Rumah itu pemberian kakek buyut..
"Kakek kandungku ternyata bernama Chagyi Fei,kakek merupakan putra pertama dari 4 saudara...
"Kakek menikahi gadis dari kalangan bawah,kakek buyut tak setuju,lalu mereka pergi dari rumah
"Ibuku yang tahu,karena ini amanah dari orang tua angkat ibuku." ucap Bayu.
"Baiklah...Aku tak ingin mas menikah lagi..Cukup Aku,Ayu dan Mei Lien saja..
"Dan bila mas menikah lagi,aku lebih baik mundur..." ucap Khalisa.
"Tidak...Aku tidak menikah lagi selain kalian bertiga..." ucap Bayu.
"Apakah Sulis juga tinggal serumah dengan mas?" ucap Khalisa.
"Awalnya Sulis tinggal di rumah pak H. Ridwan karena peristiwa penyerangan di kampus..
"Dan Sulis bertunangan dengan Alvin..." ucap Bayu.
"Alvin...Alvin..Alvin...
Khalisa merasa familiar dengan nama itu.
"Tunggu dulu mas...Siapa Alvin itu mas?" ucap Khalisa untuk memyakinkan.
"Alvin putranya pak Johan Irawan Mahendra.." ucap Bayu.
"Apaa....!!!?? Khalisa terkejut.
"Awalnya mas gak tahu dia keluarga Mahendra,begitu pula pak Agus Irawan..
"Karena mereka tak menyebut nama keluarganya besarnya saat mas di undang ke rumah Alvin.
"Sulis memergoki Alvin sedang bercinta dengan wanita lain di kamarnya Alvin saat mengunjugi rumah Alvin.
"Sulis memutuskan pertunangannya,lalu ia masuk ke mesjid untuk menenangkan pikirannya,kemudaian dia masuk islam.Sulis ingin pindah mencari kossan..Keluarga pak H.Ridwan tak ingin Sulis kenapa - kenapa,karena dia seorang diri di Jakarta,tak punya keluarga..
"Maka mereka memutuskan untuk menghubungi ibuku untuk menginap di rumahku." ucap Bayu.
'Apakah mas ada bercinta lagi dengan Sulis.?" ucap Khalisa.
"Tidak....mas tak pernah melakukannya lagi..." ucap Bayu.
"WEDUUUSSS....SUDAH BELUM....." suara teriakan Bimo dari luar.
"Eh....!!!?? Khalisa terkejut.
"Teman - teman mas ke sini juga ta..?" ucap Khalisa.
"Iya...Mas suruh mereka nunggu di mobil dulu.." ucap Bayu.
Khalisa lantas berdiri lalu berjalan ke arah luar rumah.
Bayu dan Hinata lantas berdiri lalu keluar dari kamar Khalisa.
Nampak Khalisa bersalaman dengan teman - teman Bayu .
Teman - teman Bayu membawa kantong kresek berisi makanan siap saji.
Diana tak memakai Jilbab,ia memakai Baju kaos di padu kemeja lengan pajang dan Celana panjang .
"Silahkan duduk..." ucap Khalisa.
Mereka kemudian duduk.
"Bentar...Aku ke dapur dulu.." ucap Khalisa hendak membuatkan minuman.
Bayu memegang pundak Khalisa.
"Adek duduk saja...Temani mereka...Biar mas yang buatkan minuman.." ucap Bayu.
Bayu lantas berjalan ke arah dapur,
Melisa kemudian berdiri lalu berjalan mengikuti Bayu.
"Curiga aku...Jangan - jangan Bayu ngasih garam ke minumanku.." ucap Bimo lantas berdiri lalu berjalan masuk kedalam.
"Kowe seh bengok - bengok..." ucap Lukman.(Kamu seh teriak - teriak).
"Yen ora tak bengok 'i ra bakalan muncul wongee..." suara Bimo.(Kalau gak aku teriakin gak bakalan muncul orangnya)
"Jancoooook... Beneran di kasih garam minumanku sama wedus..." suara Bimo.
"Jarene pengen diet....Piye to Bo..." suara Bayu.
(Katanya pengen diet..Gimana seh Bo..)
Orang - orang yang yang ada di ruang tamu berdiri lalu berjalan ke dapur.
Nampak Bayu memakai garam,bukan gula pasir.
"Dek...Gulanya di mana seh? Aku cari gak nemu - nemu...Dapatnya garam..Ya aku kasih garam khusus buat Bimo..." ucap Bayu.
Ha.....Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...Ha...Mereka tertawa.
Khalisa membuka pintu rak bawah kompor.
Lalu memgambil gula pasir.
"Ini mas gulanya..." ucap Khalisa.
Bayu menerima gula lalu menuangkan ke dalam toples.
"Matur suwun Lis...Aku ra sido ngombe banyu uyah...." ucap Bimo. (Aku gak jadi minum air garam).
"Aissssh....Coba kamu tadi gak kesini Bo...Jadi aku pengen lihat reaksimu pas minum teh racikanku.." ucap Bayu.
"Jancook....." ucap Bimo.
Melisa menuangkan gula ke dalam gelas yang berisi air teh.
"Kenapa gak sekalian air Aki Bay..." ucap Lukman menimpali
"Waah... Bagus juga idemu...Nanti aku pakai air aki.." ucap Bayu.
"Jangkreek..." ucap Bimo.
Ha....Ha....Ha....Ha...Ha....Ha...Mereka tertawa.
Mereka mengambil gelas teh lalu berjalan ke ruang keluarga.
Setelah sampai,mereka duduk memisahkan diri,antara laki - laki dan perempuan.Khalisa membawa kaleng biskuit lalu di letakkan di tengah.
"Kalian gak berubah ya...Sama seperti dulu.." ucap Khalisa.
__ADS_1
"Iya dong Lis...Kita kan sahabat.. Tapi gak tahu ne si wedhus... Kalau konslet selalu bikin kita was - was.." ucap Daniel.
"Asem....Aku loh anak baek - baek...Gak suka nakal..." ucap Bayu.
"Oh iya...Tadi mbak yang namanya Sulis ya..?" ucap Khalisa.
"Iya mbak..." ucap Sulis.
"Hem....Kenapa waktu itu gak ikut ke sini?" ucap Khalisa.
"Maaf,lagi ada tugas...Jadi gak bisa ikut.." ucap Sulis.
"Ooo...Begitu...
Nampak Bimo membisikkan sesuatu ke Lukman.
"Apakah mas sudah tahu siapa pelakunya?" ucap Khalisa.
"Belum dek... Masih di selidiki...
"Tadi malam Mas coba cek ke rumah Alvin..
"Kapan kamu keluarnya Bay?" ucap Paijo,sebab Paijo setelah acara,ia merokok di balkon lantai 2.
"Gak tahu jam berapa kang,soalnya gak lihat jam..
"Hasilnya...Mereka tak ada membahas masalahku....
"Oh iya...Rumahnya pak Agus itu di mana dek?" ucap Bayu penasaran.
"Mas mau ngapain ke sana?" ucap Khalisa.
"Jalan - jalan saja..." ucap Bayu.
Lantas Khalisa memberi tahu alamat Agus Irawan Mahendra.
"Ooo...Di situ rumahnya...
"Gimana kalau kita kesana?" ucap Diana.
"Jangan dulu.. Biarkan aku yang ke sana sendirian..Kalau rame - rame malah bisa berabe.." ucap Bayu.
"Jangan sendirian sayang...Nanti kamu bisa celaka.." ucap Diana khawatir.
"Aku bisa jaga diri..." ucap Bayu.
Bayu mengambil hape samsungnya,lalu membuka aplikasi maps untuk mengetahui letak rumah Agus Irawan Mahendra.
"Dekat saja...Tinggal cuus...Sampai dah..." ucap Bayu dalam hati lalu menutup hapenya.
"Lis ...Numpang kamar mandinya .." ucap Lukman.
"Itu kamar mandinya..." ucap Khalisa sambil menunjuk.
"Masih suka nonton bola gak kamu Lis..?" ucap Daniel.
"Masih...Sampai sekarang" ucap Khalisa.
"Oh iya... Selain pak Agus Irawan siapa lagi keluarga Mahendra dek?" ucap Bayu.
"Hem....Pak Fredy mas..." ucap Khalisa.
"Rumahnya di mana?" ucap Bayu.
"Di Palembang dianya mas..Tuk alamat rumahnya Adek gak tahu..." ucap Khalisa.
"Punya nomor hapenya?" ucap Bayu.
"Enggak mas..." ucap Khalisa.
"Kita makan dulu yuk...Luwe wetengku..." ucap Bimo.
Lukman mengambil kresek berisi makanan,di ruang tamu lalu kembali ke ruang keluarga. Setelah itu membagikan nasi kotak.
"Allahumma bariklana fima rajaktana waqina adzabannar..Amin..." ucap Bimo langsung makan tanpa menunggu yang lainnya.
"Wooo...Kebo...Langsung maen hajar saja..." ucap Lukman.
"Luwe cook wetengkuu.." ucap Bimo.(Lapar cook perutku)
Mereka kemudian makan nasi kotak tersebut.
Setelah selesai makan,kotak nasi di taruh dalam kantong kresek.
"Assalam mu'alaikum..." suara bu Intan.
"Wa'alaikum salam...." ucap mereka serempak.
Lalu muncul bu Intan bersama Wahid.
Bayu bersalaman ke bu Intan,tak lupa cium tangan. Begitu juga yang lainnya.
"Kapan datangnya...?" ucap bu Intan.
Tiba - tiba terdengar suara Adzan.
"Bu...Bayu tinggal dulu ke mesjid.." ucap Bayu.
"Aku juga bu..." ucap Bimo,Lukman dan Paijo.
"Iya...." ucap bu Intan.
Mereka pun keluar rumah menuju mesjid.
BubIntan melihat ke arah Sulis,sebab ia baru melihatnya.
"Namamu siapa " ucap bu Intan.
"Nama saya Sulis bu..." ucap Sulis.
"Ooo...Sulis...
"Teman kuliah Bayu?" ucap bu Intan.
"Kak Sulis adalah kakak Mel bu..." ucap Melisa.
"Ooo...Begitu...Ya sudah...Ibu tinggal dulu kedalam" ucap bu Intan lalu pergi meninggal para wanita di ruang keluarga.
"Kita shalat di mana?" ucap Diana bingung.
"Di rumah saja..." ucap Khalisa.
"Siapa yang memimpin shalat?" ucap Diana.
Sulis dan Hinata menunjuk Khalisa.
"Bukannya Pemimpin shalat itu laki - laki ya.." ucap Diana.
"Dalam agama islam,apabila jamaahnya semuanya wanita ,tak ada laki - laki maka boleh menjadi imam shalat,kecuali jika ada pria sudah Baligh di antara jamaah itu maka haram hukumnya.." ucap Khalisa.
"Ooo...Begitu..." ucap Diana.
Mereka kemudian mengambil air wudhu.Lalu sahalat berjamaah.
Setelah selesai shalat.
Khalisa mendekati Diana.
"Bisa kita bicara sebentar.." ucap Khalisa pelan.
"Bisa..." ucap Diana pelan.
Mereka kemudian masuk dalam kamar tidur Khalisa.
5 Menit kemudian Bayu beserta Lukman,Bimo dan Paijo muncul.
"Mana Putri , dan Diana.." ucap Bayu.
"Ada di kamar kak...Lagi rapat...
"Kak...Pijatin pundak Mel nah kak...Sakit neh.." ucap Melisa.
Bayu menghampiri Melisa lalu duduk di belakangnya,kemudian memijat pundak Melisa.
"Makanya...Kalau tidur itu pakai bantal biar gak sakit lehernya dik..." ucap Bayu.
"Putri orangnya cantik ya Mas.." ucap Sulis.
"Ho oh...Kalau gak cantik aku gak jatuh cinta,meskipun kenal 1 abad lamanya..Neh contohnya aku sama Lukman..Sampai tua gak bakalan di bilang cantik." ucap Bayu.
"Jangkreek... Lukman.
Bimo menyalakan tivi.
"Bay..." ucap Paijo.
"Opo kang..." ucap Bayu.
"Hem... Bisa ngobatin orang kena guna - guna gak?" ucap Paijo.
"Siapa yang kena guna - guna?" ucap Bayu.
"Bapaknya temanku..." ucap Paijo.
"Aku gak bisa bilang bisa ngobatin atau enggak kang,tapi setelah selesai acara,insya Allah aku akan mencobanya,emangnya diguna - guna dalam hal apa?" ucap Bayu.
"Bapaknya tiba - tiba gak bisa jalan,di bawa ke puskesmas dan rumah sakit,dokter bilang sehat - sehat saja,Stroke enggak,asam urat enggak..
"Sudah di bawa ke orang pintar tetap gak bisa sembuh.." ucap Paijo.
"Coba bawa ke pondok pesantren Darul Rahman kang...
Khalisa dan Diana keluar dari kamar.Lalu mereka duduk di dekat Hinata.
__ADS_1
"Oh iya...di Cafe ada pak ustadz Fikri..Coba saja sama beliau kang.." ucap Bayu.
"Sudah...Cuman pak ustadz bilang gak bisa,malah pak ustadznya nyarani ke kamu Bay..." ucap Paijo.
"Nama lengkapnya siapa kang?" ucap Bayu.
"Aku gak tahu Bay.." ucap Paijo.
"Kirain tahu...
" Masih sakit gak Mel?" ucap Bayu.
Melisa menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
"Sudah enggak kak.." ucap Melisa.
"Ya sudah kalau begitu...
"Yank... Kita pamit undur diri dulu..Mau pulang.." ucap Bayu.
"Loh...Mas gak nginap di sini?" ucap Khalisa.
"Kalau sudah selesai acara,mas akan menginap di sini dek..." ucap Bayu.
Kemudian mereka berpamitan pada Khalisa dan bu Intan.
---***----
Hotel Golden.
Bayu dan yang lainnya tiba di Hotel.
Mereka di sambut oleh pelayan Hotel.
"Wuiiih...Hotel berbintang begini ya..." ucap Lukman.
Bayu melihat suasana Hotel tersebut.
"Permalamnya berapa ya nginap di sini...
"Kalau 50 ribu permalam....Aku akan bawa teman - temanku tinggal di sini saja.." ucap Bayu dalam hati.
"Kalau Nginap di sini biasanya tuh tarifnya berapa Diana?" ucap Paijo penasaran.
"Paling murah 500rb, yang mahal 2 juta lebih.." ucap Diana.
"Biyuuh...Itu duit apa daun ya..." ucap Paijo.
Setelah sampai di resepsionis,mereka mengeluarkan ktp lalu di serahkan ke petugas.
Setelah itu mereka mendapatkan kunci kamar,lalu mereka berjalan ke arah pintu Lift.
Bayu mendapat kamar sendiri,sendangkan Teman - temannya dobel
"Yang punya pasti duitnya banyak.." ucap Bimo.
"Salah..." ucap Bayu.
"Kok salah Bay..." ucap Lukman.
"Iya salah...Yang benar itu yang punya hotel ini orangnya masih hidup,." ucap Bayu.
"Waaasssuuu..." ucap Bimo dan Lukman.
Pukul 22.10.
Bayu duduk bersila di dalam kamarnya,ia hendak akan pergi mengunjungi rumah Agus Irawan memakai ajian Rogoh Sukmonya.
Baru saja hendak memgucapkan mantra
Tok...Tok...Tok...
"Bayu San...." suara Hinata.
"Iya Ayu san..." ucap Bayu lalu berdiri kemudian berjalan ke pintu.
Ceklek....Kriiiieet.....
Bayu kaget,melihat Ayah Hinata berdiri di samping Hinata lalu memeluk dirinya memakai jas hitam baju putih. Setelah itu melepaskan pelukannya.
Bayu juga melihat seorang pria tak di kenal
"Kyō wa genkidesuka? " ucap Kakashi.
"Bagaimana kabarmu hari ini?" ucap Hinata menerjemahkan.
"Watashi wa gengkida kenkōdesu Gifu " ucap Bayu
"Genkide Bayu san.." ucap Hinata membenarkan ucapan Bayu.
"Watashi wa genkide kenkōdesu Gifu...
(Kabarku baik dan sehat ayah mertua...)
"Ya maaf...Aku kan baru belajar...." ucap Bayu.
Hinata menerjemahkan ke bahasa jepang.
Salah satu pria menyodorkan tangan ke Bayu.
Bayu menerimanya.
"Namaku....Hiroshi..." ucap orang tersebut.
"Dia adalah pamanku Bayu san." ucap Hinata.
"Ooo...Begitu...Mari masuk.." masuk ucap Bayu.
Mereka kemudian masuk kedalam kamar,lalu duduk di sofa.
"Kapan datangnya..." ucap Bayu.
"Baru saja..." ucap Hinata.
"Nagaiai a tte imasendeshita ne" ucap Kakashi.
"Jangkreek....Aku gak paham yang ini...Aku baru belajar berapa kata saja..
"Aku harus bisa bahasa jepang lagi...Masa iya aku balas pakai bahasa Jawa..Ya gak sinkron.." ucap Bayu dalam hati.
"Sudah lama tidak bertemu.." ucap Hinata.
"Iya...Lama tidak ...Sebentar saya ambil minuman dahulu.." ucap Bayu.
Bayu mengambil minuman teh kotak lalu meletakkan di meja.
Sejam kemudian mereka pergi,Bayu memgunci pintu kamar agar tak di ganggu. Lalu Bayu melanjutkan lagi melakukan ajian Rogoh Sukmo.
Sukma Bayu berpisah dari raganya,lalu memghilang.
----***----
Depan rumah Khalisa.
Bayu muncul di teras,kemudian Bayu segera melesat ke arah rumah Agus Irawan.
Bayu melewati daerah yang banyak hantu pocong.
"Jancook...Banyak pocong di sini....
Bayu melewati saja,malas meladeni.
Tiba - tiba ada genderuwo
"Minggir...Jika tidak aku bunuh kamu...
Genderuwo itu menyerang Bayu dengan mengarahkan tangannya.
Bayu menghindar,lalu ia membaca amalan yang di berikan oleh ibunya. Amalan itu sama seperti amalan yang di berikan oleh pak KH. Mustafa.
Bayu bergerak lebih cepat,ia memukul tubuh genderuwo.
Bugh...... Buggh.....
Buugghh... Buughh....Tubuh Genderuwo terhempas.
"Kamu mau berkelahi denganku?"
Genderuwo geleng - geleng kepala.
"Bagus....Jika kamu berani menyerangku...Aku gak segan - segan membakarmu...
Kemudian Bayu melayang dari tanah lalu melesat ke arah rumah Agus Irawan.
Tak lama kemudian Bayu sampai di depan pagar rumah Agus Irawan.
Bayu melewati penjagaan di pintu gerbang lalu melesat ke arah rumah.
Nampak Agus bersama istrinya sedang mengobrol dengan 2 orang di ruang tamu .
"Ya sudah dik... Maaf mas merepotkanmu.." ucap Agus.
"Adik???
"Ya gakpapa mas... Aku pamit pulang dulu..Soalnya besok ada rapat.." ucap ucap Pria.
"Ooo...Jadi dia adiknya pak Agus..
Mereka kemudian bersalaman lalu mereka berjalan ke arah pintu.
Pak Agus bersama istrinya mengatar sampai di teras rumah,lalu 2 orang itu masuk dalam mobil.
Mobil itu pergi meninggalkan rumah Agus.
__ADS_1
Agus bersama istrinya masuk ke dalam rumah.