SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MUDIK 3


__ADS_3

Lebaran ke 2.


Pukul 3.30


Bayu berdiri di jalanan depan rumahnya bersama hantu Pocong.



Penampakan hantu Pocong


Nampak Bayu memgenakan kaos dan celana pendeknya melakukan pemanasan sebelum berlari. Sudah lama Bayu tidak lari pagi bersama hantu pocong.


"Ayo Cong kita lari pagi..


Hantu pocong melompat di tempat tanpa menyentuh tanah sebagai jawaban ucapan Bayu.


Setelah itu Bayu berlari,hantu pocong berada di samping Bayu saat Bayu mulai berlari.


"Coba kamu bisa bicara Cong...Kan enak kita bisa mengobrol...


Ketika terdengar suara Tarhim,Bayu memutuskan kembali kerumah.


"Ayo Cong...Kita pulang...


Pukul 6.20


Nampak Bayu duduk di teras rumah sambil menikmati kue kering.


Kemudian Diana muncul dari dalam rumah menghampiri Bayu.


"Yank..." ucap Diana.


"Iya.." ucap Bayu.


"Habis ini kita kemana?" ucap Diana.


"Hem...Kita keliling lagi,sambil menunggu kang Ahmad yank.. Katanya dia mau ke sini. Begitu dia datang,kita ke Rumah Sulis,lalu ke rumah pakde ku" ucap Bayu.


Setengah jam kemudian,mereka kembali keliling kampung.


Hinata nampak kesenangan,karena bisa makan lagi.Ia sengaja sarapan sedikit saja agar bisa menikmati kue lebaran.


Saat mereka masuk ke dalam rumah warga,Hinata melihat makanan kue yang di sediakan.


"Ini kue apa shujin?" ucap Hinata menunjuk kue Nogosari.


"Itu namanya Nogosari..." ucap Bayu.


Hinata kemudian mencomot kue tersebut.


"Oishiii....


"Ini terbuat dari apa ?" ucap Hinata.


"Itu terbuat dari tepung beras,santen,garam,gula pasir dan pisang.." ucap Bayu.


"Bojomu ayu - ayu Bay..." ucap seorang ibu - ibu .


"Injih bu..." ucap Bayu.


pukul 9.20.


Bayu Bayu berjalan kaki bersama istri dan Melisa hendak kerumah tetangga yang belum mereka datangi serta di dampingi 2 pengawal.


Tak jauh dari Bayu,ada mobil Pajero terparkir.


Tiba - tiba hapenya berbunyi.


Bayu mengambil hapenya untuk melihat siapa yang menelpon.


Nampak di layar nama Ahmad yang muncul.


"Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam.. Kamu di mana Bay?" suara Ahmad.


"Jalan - jalan keliling kampung kang" ucap Bayu.


"ini aku dah sampai di rumahmu.." suara Ahmad.


"Ooo...Begitu.Sama siapa kang?" ucap Bayu.


"Sama Babe,enyak,Annisa dan Zahra..." suara Ahmad.


"Oke...


Bayu mematikan panggilannya.


"Kita Balik yuk...Keluarga pak haji sudah datang.." ucap Bayu.


Mereka pun masuk ke dalam mobil. Karena jika berjalan kaki,jaraknya lumayan jauh.


Tak lama kemudian,Bayu sampai di rumah.


Mereka turun dari mobil lalu berjalan masuk dalam rumah.


Ahmad duduk di teras sambil merokok.


Bayu menghampiri Ahmad lalu bersalaman.


"Minal aidzin walfaidzin ya kang.." ucap Bayu.


"Sama - sama,gue juga minal aidzin walfaidzin..." ucap Ahmad.


Ketiga istri Bayu menangkupkan tangan ke Ahmad.


Bayu dan dan ketiga itrinya masuk kedalam.


20 menit kemudian.


Bayu duduk bersama Ahmad di teras.


"Di sini masih rame ya Bay.." ucap Ahmad melihat orang - orang masih berdatangan untuk bersilaturahmi.


"Ya iyalah kang...Namanya juga kampung..." ucap Bayu.


Bayu mengambil hapenya untuk memghubungi ketiga. Memberi tahu bahwa dirinya akan ke rumah Sulis.


Ketiga temannya menyambut baik,mereka meminta Bayu untuk menunggu. Setelah itu Bayu mengantongi kembali hapenya.


muncul 1 rombongan keluarga tetangga Bayu.


"Assalam mu'alaikum..." ucap seorang bapak - bapak.


"Wa'alaikum salam...


Bayu dan Ahmad berdiri menyambut.


"Monggo pak..." ucap Bayu.


Setelah mereka masuk,Bayu dan Ahmad kembali duduk.


Bayu memgambil rokoknya Ahmad lalu menyalakannya.


"Bay..." ucap Ahmad.


Huuuufftt... Asap keluar dari mulut Bayu.


"Opo kang?" ucap Bayu.


"Aku khawatir bila Sulis jadi berangkat naik Haji.." ucap Ahmad.


"Berdo'a aja kang,semoga Sulis tidak kenapa - kenapa di sana" ucap Bayu.


"Kenapa kamu iyakan permintaan dia Bay...?" ucap Ahmad.


"Gimana ya...


"Sulis itu ku anggap sebagai keluargaku kang..


"Terus dia minta sesuatu padaku...


"Ya aku iyakan saja,lagi pula yang di minta itu ibadah kang,bukan barang atau apalah...


"Sebelumnya itu dia terlihat murung kang...Aku kasihan melihatnya...


"Aku tanya,kenapa kamu murung Lis..


"Dia diem saja... Ya aku bilang ya sudah kalau gak mau ngomong sama aku lagi..Lalu aku tinggal...


"Baru 2 langkah dia manggil aku..


"Rupanya dia pengen naik haji..


"Aku iyakan saja permintaannya... Ku telpon mbah buyutku... Sampeyan juga ingin naik Haji kah kang...Kalau iya aku telpon mbah buyutku.." ucap Bayu.


Nampak Ahmad berpikir.


Rombongan keluarga tetangga Bayu keluar rumah.


Bayu mengeluarkan uang 3 lembar pecahan 50 ribu,lalu di berikan pada anak tetangganya itu.


Mereka sangat senang sekali mendapat uang tersebut dan mengucapkan terima kasih.Lalu pergi.


"Emang bisa kah Bay...?" ucap Ahmad.


"Yo gak tahu kalau belum di coba..Sampeyan mau ta...Kalau mau aku telpon mbah buyut.." ucap Bayu.


Tiba - tiba terdengar suara sirine mobil polisi.Lalu muncul mobil polisi di ikuti beberapa mobil Pajero warna hitam berbaris rapi.


Tetangga Bayu terkejut melihat mobil polisi berhenti di ikuti mobil Pajero yang berbaris di belakang mobil polisi. Mereka mengira ada pejabat yang datang.Lalu seorang warga bertanya pada polisi tersebut. Polisi itu menjawab yang datang keluarga Han.Warga itu bertanya lagi,siapa itu keluarga Han,polisi itu menjawab keluarga Bayu.


Bayu juga ikut terkejut,karena dirinya tak tahu jika keluaga besarnya akan datang ke Jogja.


"Keluargamu ke sini Bay?" ucap Ahmad melihat orang - orang turun dari mobil Pajero.


"He eh...Tak pikir mereka gak ke sini.." ucap Bayu.


Nampak Zhang Yong Han berjalan bersama keluarga besarnya.


"Assalam mua'laikum..." ucap Zhang.


Bayu dan Ahmad berdiri menyambut.


"Wa'alaikum salam " ucap Bayu dan Ahamd serempak.


Mereka mengucapin selamat hari raya idul Fitri.


Seluruh keluarga Han ikut serta dalam rombongan tersebut.Mereka penasaran akan rumah Bayu yang ada di Jogja.


Karena tak mampu menampung keluarga Han,sebagian mereka di teras rumah.


"Sepertinya aku harus memperbesar ruang tamuku neh..." ucap Bayu dalam hati melihat keluarga besarnya berkumpul.


Jien Li Han menghampiri Bayu,lalu duuduk di lantai.


"Sejuk di sini ya Bay.." ucap Jien Li.


"Iya Pa... Kok gak papa gak ada info ke Bayu jika mau ke sini" ucap Bayu penasaran.


"Sengaja buat kejutan untukmu...


"Awalnya seh papa ingin lebaran pertama,tapi


"Kakekmu (Zhang Yong ) bilang lebaran ke 2 aja..Sama - sama berangkat bersama keluarga yang lainnya..." ucap Jien Li.


"Ooo...Begitu..." ucap Bayu.


Tetangga Bayu yang hendak kerumah Bayu tak jadi mampir,karena melihat rumah Bayu banyak orang.


Tiba - tiba sebungkus rokok samsu terbang beserta korek gas.


Bayu dan yang lainnya melihat ke pintu.


Nampak ibunya berdiri di pintu.


"Jangan ada yang mengambilkan rokok itu" ucap Hana kemudian masuk ke dalam lagi,lalu muncul Zhang Yong Han sambil senyum kecut melihat sikap Hana.


"Padahal cuman ngeluarin aja...


"Langsung di buang sama Hana...Apes...Apes.." ucap Zhang.


"Ha....Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...Ha... sebagian keluarga Han tertawa.


"Kakek seh ngeluarin rokok di depan Kak Hana..


"Coba kakek keluarin botol whiski..." ucap Edwin.


"Yang ada kepala kakek bocor kena botol..." ucap Zhang sambil memungut rokoknya.


"Bagus itu..." ucap Jien Li.


"Jancoook...." ucap Zhang.


Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..Ha... Mereka tertawa termasuk Bayu.

__ADS_1


Sebagian pria keluarga Han merokok,sebagian tidak.


Bimo muncul mengendarai sepedanya. Lalu ia meletakkan sepedanya di pinggir jalan.


"Bim...Rumah lu ada di mana?" ucap pemuda bernama Zhou Yan Li Han.


"Ada di sana bang..." ucap Bimo.


Bimo bersalaman ke keluarga Han.


"Mana Lukman dan Daniel?" ucap Edwin.


"Sebentar lagi mereka kesini pak..." ucap Bimo.


Muncul Lukman mengendarai sepedanya.


"Panjang umur kamu Man..." ucap Bayu.


Lukman bersalaman kepada keluarga Han.


Sebuah mobil sedan BMW lewat dengan plat B 4 YUU yang di kemudikan oleh Daniel.


"Loh...!! Itu kan mobilmu Bay..." ucap Jien Li terkejut melihat plat mobil BMW tersebut.


"Di pinjam Daniel pa...Untuk pulang kampung.." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu.." ucap Jien Li.


Daniel pulang kampung duluan bersama Bimo dan Lukman naik mobil BMW tersebut.


Daniel keluar dari mobil lalu berjalan ke rumah Bayu. Setelah sampai,ia bersalaman.


"Kang...Jadi ikut apa enggak?" ucap Bayu.


"Ikut kemana Bay...?" ucap Ahmad.


"Mekkah.." ucap Bayu.


"Enggak Bay..." ucap Ahmad.


Hape Bayu berdering,lalu Bayu mengeceknya.


Muncul di layar nama Sulis memanggil.


Bayu menerima panggilan tersebut.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam.. Mas jadi kesini apa enggak?" suara Sulis.


"Jadi Lis... " ucap Bayu.


"Jam berapa mas ke sini" suara Sulis.


"Ini keluargaku yang di jakarta ngumpul semua,.." ucap Bayu.


"Mereka nanti kerumahku apa gak mas?" suara Sulis.


"Gak tahu...Bentar aku tanyain..


"Mbah yut..." ucap Bayu memanggil kakek buyutnya.


"Opo Bay?" ucap Zhang.


"Nanti Bayu mau kerumah Sulis,setelah itu ke rumah pakde.. Mbah Yut mau ikut?" ucap Bayu.


"Yang mau ikut Bayu angkat tangannya...


Zhang Yong Han mengangkat tangan.


Sebagian mengangkat tangan,sebagian tidak,namun lebih banyak yang mengangkat tangan.


"Sekalian jalan - jalan melihat air terjun..


Yang tidak angkat tangan kemudian mengangkat tangannya.


"Kita ikut Bay...." ucap Zhang.


"Mereka ikut Lis..." ucap Bayu.


"Waduh...." suara Sulis.


"Kok waduh Lis..." ucap Bayu.


"Eeee... nganu mas...Makanan di rumah cuman sedikit." suara Sulis.


"Kita sebentar saja,habis itu kita ke rumah pakdeku...Kamu mau ikut gak Lis?" ucap Bayu.


"Pakde Kartolo kah Bay...?" suara Sulis.


"Iya...Sekalian nanti lihat air terjun.." ucap Bayu.


"Mau...Mau... Mas..." suara Sulis.


"Ya sudah kalau gitu...Siapin pakaian gantimu,kemungkinan kita nginap di sana... Oh iya...Jangan beri tahu orang tuamu,kalau keluarga besarku ke sana" ucap Bayu.


Bayu mengatakan itu agar keluarga Sulis tidak kerepotan menyambut keluarga besar Bayu.


"Iya mas...Assalam mu'alaikum.." suara Sulis.


"Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap Bayu.


"Kamu nginap kah Bay?" ucap Lukman.


"Iya Man..Kalau kamu gak nginap ya gakpapa...


"Soalnya kalau sebentar aja melihat air terjun itu kurang puas. " ucap Bayu.


"Aku pulang dulu Bay..." ucap Lukman.


"Kok pulang?" ucap Bayu.


"Ambil baju ganti" ucap Lukman.


Lukman dan Bimo kembali kerumahnya untuk mengambil baju ganti.


"Kamu nginap gak Niel?" ucap Bayu.


"Ya nginap lah... Nanti Bimo dan Lukman pulang gimana? masa suruh jalan kaki" ucap Daniel.


"Gak ambil baju gantimu?" ucap Bayu.


"Sudah ada di mobil Bay...Soalnya aku kepikiran,pasti kamu kerumah pakdemu,terus nginap di sana...Ya aku bawa aja baju gantiku buat jaga - jaga." ucap Daniel.


"Tumben pinter..." ucap Bayu.


Daniel mengambil teh Kotak lalu meminumnya.


Makanan yangbada di dapur,habis tanpa sisa di makan oleh keluarga Han.Bahkan ada yang tidak kebagian.


"Bay... Ibumu masaknya kok gak banyak...Aku gak kebagian ketupatnya neh.." ucap Liu Chang Fei Han.


"Ibu gak tahu jika semuanya akan ngumpul di sini,makanya masak ketupatnya itu sedikit paman...Ya maaf...


"Hem...Nanti pas lebaran ketupat aja paman,kita akan buat ketupat lagi.." ucap Bayu.


"Kapan itu Bay?" ucap Liu Chang.


"5 hari lagi.. " ucap Bayu.


"Di sini apa di Jakarta buatnya?" ucap Liu Chang.


"Di jakarta paman." ucap Bayu.


Bimo dan Lukman muncul membawa tasnya.


Sejam kemudian,mereka naik ke mobil menuju rumah Sulis.


Setelah semua masuk ke dalam mobil,satu persatu mobil berjalan mengikuti mobil polisi.


Setelah menumpuh perjalanan,akhirnya rombongan keluarga Bayu sampai.


Keluarga Sulis terkejut melihat rombongan keluarga Bayu.Kedua kakaknya Sulis ada di dalam rumah.Sebab mereka di suruh datang oleh ayahnya.


Begitu juga dengan warga sekitar kaget melihat mobil polisi dan banyak mobil Pajero Hitam berbaris.


Bayu berjalan di depan bersama Zhang Yong Han,Jien Li,pak H.Ridwan, danTian Fei,siaanya mengikuti di belakang.


"Selamat siang pak... " ucap Zhang.


"Ya siang juga..." ucap ayahnya Sulis.


"Maaf kami di culik oleh cicit saya untuk datang kemari..." Zhang.


Ayahnya Sulis dan Zhang bersalaman.


"Ha...Ha...Ha...Ha...Bapak bisa saja...Mari masuk pak.." ucap ayahnya Sulis.


Mereka kemudian bersalaman.


Keluarga Sulis tak menyangka keluarga besar Bayu datang semua.Karena Sulis tak memberi tahu.


Keluarga Sulis menawarkan makanan berupa ketupat,keluarga Bayu yang tidak mendapatkan ketupat langsung menyerbu.


Kedua orang tua Sulis duduk di satu kursi,lalu Bayu,Zhang Yong,Ahmad dan pak H. Ridwan duduk di kursi paling panjang. Jien Lie,dan Tian Fei duduk di kursi yang sendiri.


"Buset dah..." ucap Bayu dalam hati melihat keluarganya menyerbu makanan tersebut.


"Maafin keluarga saya pak,sebab Hana memasak ketupat hanya sedikit saja.." ucap Zhang.


"Itu salahmu kek...Kenapa gak ada infoin ke Hana bila mau datang membawa banyak pasukan" ucap Hana tak terima di salahkan oleh kaleknya.


"Iya gakpapa...." ucap ayahnya Sulis. Di dalam hatinya tertawa.


"Bay...Nanti keluargamu datang kerumahku gak?" ucap Ahmad lirih.


"Gak tahu...Kenapa kang?" ucap Bayu.


"Soalnya ketupat di rumah sisa sedikit..." ucap Ahmad lirih.


"Oh iya pak...Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pak Zhang terutama nak Bayu telah melindungi dan menjaga putri saya..


"Dan juga memberangkatkan putri saya naik Haji...Semoga kebaikan kalian di balas oleh Tuhan yang maha kuasa" ucap ayahnya Sulis.


"Saya melakukan itu untuk keselamatan cicit saya pak,serta keselamatan teman baek cicit saya.." ucap Zhang.


Tak lama kemudian


Pak H. Ridwan lantas berbicara mengenai hubungan antara putranya dengan Sulis,lalu pak H. Ridwan mengutarakan niatnya yaitu meminta Sulis jadi menantunya.


Kedua orang tua Sulis terkejut,mereka tak menyangka kedua orang tua Ahmad mengatakan itu.


"Lis...." ucap ayahnya Sulis nyaring memanggil Sulis yang berada di ruang keluarga.


"Iya paa..." suara Sulis.


Tak lama kemudian Sulis datang.


Ibunya Sulis menggeser duduknya menyuruh Sulis duduk di samping ayahnya dengan isyarat tangan.


Sulis duduk di antara kedua orang tuanya yang memakai Jilbab.


"Pak Haji melamar untuk di jadikan istri untuk putranya yang bernama Ahmad Zakaria..


"Apakah kamu mau menjadi istrinya..?" ucap ayahnya Sulis.


Sulis melihat ke Ahmad.


"Iya pa...Sulis mau..." ucap Sulis.


"Baiklah...


"Saya ayah kandung Sulistyo Maharani menerima lamaran ini" ucap ayahnya Sulis.


"Alhamdulillah..." ucap pak H. Ridwan.


Bayu yang tak melihat Sulis lalu melihat ke arah Sulis. Sulis pun melihat ke Bayu. Tatapan mata mereka bertemu.


"Selamat ya Lis.... Kamu telah di lamar oleh keluarga pak Haji... " ucap Bayu dalam hati lalu melihat ke arah lain.


"Aiiishh... Kenapa kamu lepasin dia Bay...Sayang loh...Dia cinta mati denganmu..." suara Jalu tiba - tiba terdengar.


"Gakpapa pakde...Lagian aku tak mencintainya..." ucap Bayu dalam hati. Di dalam hati kecil Bayu mencintai Sulis,karena setiap hari bertemu dan mengobrol.Muncul benih - benih cinta di dalam hatinya.


"Preeet... Aku tahu kamu mencintai dia..Iya kan,dan kamu gak rela bila dia menikah dengan orang lain." suara Jalu.


"Ku akui aku memang mencintai dia pakde...Tapi cintaku ke dia hanya sebagai keluarga saja..." ucap Bayu dalam hati.


Sejam kemudian mereka berpamitan untuk pergi ke kulon Progo.


Sulis juga ikut dalam rombongan Bayu,ia masuk di dalam mobil yang di tumpangi Hana.


Setelah mereka pergi,ibunya Sulis melihat makanan di meja ludes semua tanpa sisa. Ia pun hanya bisa memggeleng geleng kepala saja.


----****--

__ADS_1


KULON PROGO.


Rombongan Mobil Bayu melaju di jalan raya menuju rumah Ki Kartolo.


Tak lama kemudian rombongan itu sampai di rumah Ki Kartolo.Sebagian parkir di halaman rumah Ki Kartolo sebagian di pinggir jalan.


Mereka turun dari mobil.Lalu berjalan menuju rumah Ki Kartolo.


Bayu melihat rumah Ki Kartolo sedikit perubahan.Terakhir kali ia berkunjung saat lebaran tahun kemarin bersama keluarga pak Warso.


Di teras rumah ada Nabila dan Nadya sedang mengobrol,begitu melihat banyak mobil datang,Nadya masuk kedalam memberitahukan ke orang tuanya.


Ki Kartolo bersama keluarganya muncul dari dalam rumah menyambut keluarga Bayu dan pak H. Ridwan.


"Selamat datang di gubuk reyot ini pak tua..." ucap Ki Kartolo pada Zhang Yong Han.


"Jancook.. Aku ini masih muda...Kamu yang sudah tua..." ucap Zhang tak terima ucapan Ki Kartolo.


"Sudah...Sudah... Sesama bau tanah jangan saling berantem..." ucap Hana.


"Waaasssuu..." ucap Ki Kartolo.


"Jancooook..." ucap Zhang.


"Ha.....Ha....Ha.....Ha....Ha...Ha...Ha..Ha...


Sebagian keluarga Han tertawa.


Kemudian mereka bersalaman.


Bayu bersalaman dengan Ki Kartolo tak lupa mencium tangan.


"Kenapa kamu gak bilang bila kamu kesini bersama keluarga besarmu?" ucap Ki Kartolo saat bersalaman dengan Bayu.


"Bayu aja gak tahu kok pakde. Ujuk - ujuk(tiba - tiba) mereka datang tanpa pemberitahuan." ucap Bayu.


"Ini biang keroknya Ki..." ucap Jien Li Han menunjuk ayahnya.


"Juancoook....Waasssuuu...Aku lagi yang kena..." ucap Zhang.


"Ooo...Dia to...Pantesan aja..."ucap Ki Kartolo.


"Pantas apa pak tua?" ucap Zhang.


"Aki - aki yang nyuruh..." ucap Ki Kartolo.


"Bangsat...Ayoo kita duel.." ucap Zhang pura - pura marah.


"Ayook...Aku pengen tahu kehebatanmu pak tua..." ucap Ki Kartolo bercanda,tak menanggapi serius.


"Jika kalian berkelahi,aku akan mencubit perut kalian hingga membiru.." ucap Hana sambil menatap tajam.


Zhang Yong Han dan Ki Kartolo lantas memegang perutnya.


"Mampuuss...." ucap Tian Fei.


"Sokorin...." ucap Jian Li.


"Masih mau...." ucap Bayu ikut menimpali.


"Jancoook....." ucap Zhang Yong dan Ki Kartolo serempak.


Ha.....Ha.....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha.... Sebagian dari mereka tertawa.


Setelah mereka bersalaman.


"Kak Bayu..Di mana air terjunnya?" ucap Zhou Yan.


"Mau kesana kah?" ucap Bayu.


"Iya dong...Kita di kesini penasaran dengan air terjun itu.." ucap Zhao Yan.


"Ayooo..." ucap Bayu.


Mereka kemudian pergi ke tempat wisata tersebut.


Hanya Zhang Yong Han dan Ki Kartolo tidak ikut.Mereka duduk menikmati rokok di temani segelas kopi lalu mengobrol ngalor ngidul.


---***---


Di tempat Bayu berada.


Bayu berjalan bersama keluarganya ke tempat wisata.


Nampak orang - orang berlalu lalang di jalanan,ada yang dari daerah sekitar,ada pula yang dari kota untuk berlibur di air terjun tersebut.


Setelah menempuh perjalanan dengan jalan kaki,mereka akhirnya sampai.


Bejo memberi tahu pada penjaga tiket,bahwa orang - orang yang bersamanya itu adalah keluarganya,sehingga mereka langsung masuk tanpa harus memgantri membayar tiket masuk.


Jien Li Han mengeluarkan uang pada petugas itu. Namun di tolak halus. Jien Li Han memegang tangan petugas tersebut lalu berkata.


"Ambillah...Bagi - bagi sama temanmu..." ucap Jien Li Han lalu berlari menyusul anggota keluarganya.


Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di tempat wisata tersebut.


"Bagusnya mas..." ucap Khalisa melihat air terjun.


"Iya..." ucap Bayu.


Bayu melihat 2 anak kecil bermain di dekat kolam air terjun,yang mana ada larangan anak kecil di larang masuk.


Wajah kedua anak kecil itu pucat.


"Buset dah...Ada tumbal lagi..." ucap Bayu dalam hati.


Tiba - tiba ia mencium aroma bunga melati dan bunga kantil.


Bayu menoleh ke kanan lalu ke kiri.


"Semoga bukan dia lagi...Bisa berabe..." ucap Bayu dalam hati.


"Harap di jaga yang punya anak kecil,jangan terlepas dari penjagaan kalian..." ucap Bejo mengingatkan.


"Apakah di sini sering terjadi kecelakaan?" ucap Tian Fei.


"Sering pak... Kami sudah berusaha maksimal,akan tetapi ada orang tuanya menganggap imbauam itu remeh.


"Pihak keamanan di sini kerepotan jika banyak pengunjung kemari.


"Tahun Baru kemarin 2 anak kecil lolos dari penjagaan orang tua,dan pihak keamanan. Mereka tewas tenggelam di air terjun itu." ucap Bejo sambil menunjuk ke arah air terjun.


Para pengawal mendengar ucapan Bejo lantas meningkatkan pengawasannya,terutama anak - anak keluarga Han.


Mereka berfoto - foto sebentar lalu berjalan menjauhi air terjun.


"Sayang..." ucap Diana.


"Iya..." ucap Bayu.


Diana mendekatkan wajahnya di telinga Bayu.


"Apakah sayang melihat makhluk halus di sekitar sini?" ucap Diana lirih


" Ada... 2 anak kecil bermain di air terjun." ucap Bayu lirih.


Bayu dan ketiga istrinya menghampiri salah satu warung yang berjualan kue basah.


"Shujin...Ini apa?" ucap Hinata menunjuk Tiwul.


"Itu namanya Tiwul..." ucap Bayu.


"Kalau yang ini?" ucap Hinata menunjuk klepon.


"Itu namanya Klepon." ucap Bayu.


Hinata lantas mengambil jajanan tersebut.


Bayu memberikan uang pada penjual,namun penjual itu menolaknya,karena ia kenal dengan Bayu.


"Gak usah lee..." ucap ibu itu.


"Mboten nopo - nopo bu...Rezeki mboten pareng di tolak..." ucap Bayu sambil memberikan uang 500 ribu pada ibu penjual tersebut.


Mau tak mau ibu itu menerima.


"Keakehan lee..." ucap ibu itu.(kebanyakan nak).


"Mboten nopo - nopo bu....


"Ayo yang mau mencobanya silahkan ambil" ucap Bayu.


Ke tiga istri Bayu dan keluarga Han lainnya ikut mengambil jajanan khas jawa tersebut. Lalu berjalan mencari tempat untuk menikmati makanan tersebut.


Jajanan kue khas Jawa itu pun ludes di ambil oleh keluarga Bayu. Lalu mereka memesan makanan lainnya.


"Ini terbuat dari apa shujin.." ucap Hinata memakan Tiwul.


"Itu terbuat dari singkong,yang ini juga dari singkong.." ucap Bayu lalu menunjuk makanan yang lainnnya yang terbuat dari singkong.


Sementara itu,Sulis berjalan bersama Ahmad.


"Sayang..." ucap Ahmad.


"Iya.." ucap Sulis.


"Aku kaget saat orang tuaku melamarmu,sebab sebelumnya babeku tak memberi tahuku..." ucap Ahmad.


"Gakpapa Yank...Aku senang kok..." ucap Sulis.


"Jadi...Setelah kamu pulang dari mekkah,kita akan menikah..." ucap Ahmad.


"Iya..." ucap Sulis.


Dari kejauhan,seorang wanita memperhatikan Sulis.Karena sebelumnya ia pernah memanfaatkan wanita itu.


Wanita itu memakai pakaian kebaya warna hijau,bawahannya memakai kain jarik ,di rambutnya terdapat rangkaian bunga melati dan bunga Kantil.


Pukul 16.10.


Mereka memutuskan untuk kembali ke rumah Ki Kartolo.


Sebuah sinar melesat ke arah Sulis,orang awam tak bisa melihat sinar tersebut,hanya orang yang memiliki ilmu mata batin yang kuat serta bawaan dari lahir yang bisa melihat sinar tersebut.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Ki Kartolo.


Bayu dan yang lainnya pergi ke belakang untuk wudhu.


Lalu mereka menunaikan shalat Ashar berjamaah. Pak H. Ridwan bertindak sebagai Imam.


Setelah mereka shalat. Mereka berkumpul dengan yang lainnya.


Bayu melihat ke arah Sulis yang berkumpul bersama para wanita yang seusianya.


Nampak Sulis seperti tak biasanya,ia seperti diam saja tak banyak bicara.sedangkan ketiga Istri Bayu mengobrol dengan Nadya,Nabila dan beberapa gadis keluarga Han.


"Dia kenapa ya..." ucap Bayu dalam hati penasaran lalu mendekati Sulis.


"Lis..." ucap Bayu.


Sulis melihat ke Bayu.


"Iya mas..." ucap Sulis.


"Kamu sakit?" ucap Bayu.


"Enggak mas..." ucap Sulis.


"Kalau sakit bilang ya..." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke teras rumah,karena para pria berkumpul di luar.


"Ini Bay kopimu..." ucap Bejo.


Bayu berjalan memdekati Bejo lalu mengambil segelas kopi.


"Jancook...Jek panas.." ucap Bayu.


"Adem ngene loh Bay..." ucap Bejo sambil memegan teko pemanas air berisi kopi.


"Wasssuuu...." ucap Bayu. Bayu tahu jika Bejo menggunakan ajiannya.


Sejam kemudian keluarga Han berpamitan untuk pulang,keluarga Ahmad juga ikut berpamitan.


"Loh kang...Katanya mau ngajakin Sulis jalan - jalan..." ucap Bayu.


"Gak jadi Bay...Nanti aja aku ajakin jalan - jalan" ucap Ahmad.


Sengaja keluarga Ahmad ikut pulang bareng keluarga Han,agar cepat sampai di jakarta.


Mereka pun meninggalkan rumah Ki Kartolo.


Saat menjelang Magrib,Bayu kembali mencium aroma bunga melati dan Kantil,ia berdiri lalu masuk ke dalam untuk shalat magrib.


Tak jauh dari Bayu berada,nampak seorang wanita cantik jelita melihat ke arah Bayu yang duduk di teras lalu masuk ke dalam.

__ADS_1


"Aku akan kembali lagi sayang untuk menjemputmu..." ucap wanita cantik tersebut lalu menghilang.


Wanita itu adalah Nyi Kumala Sari,penunggu air terjung Kedung Pedut.


__ADS_2