SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
AKU DI TINGGAL LAGI


__ADS_3

Pagi hari.


Setelah Bayu berlari pagi,dirinya bersama rekan sesama tentara membersihkan salju yang menumpuk. Sebab tadi malam hujan salju turun sangat lebat.


Bayu memakai baju kaos bercorak militer dan celana panjang militer,baju militer ia ikat di pinggang,memakai topi tanpa kaos tangan,di punggungnya ada senjata laras panjang. Bayu menyekop tumpukan salju memggunakan skop,lalu menaruhnya di gerobak. Sementara yang lain memakai baju berlapis agar tidak kedinginan.


Nampak sesuatu di mulut mereka keluar seperti orang merokok,karena cuacanya sangat dingin.


"* Sudah penuh..." ucap Bayu saat meletakkan salju ke gerobak.


Tentara yang memegang gerobak,berjalan untuk membuang salju.


" Jiang...Kamu tidak kedinginan?" ucap Tentara 1.


" * Dingin... Karena tiap hari aku selalu berlari pagi,jadi tidak terasa...Kenapa?" ucap Bayu terpaksa berbohong.


Sebab para tentara lainnya rata - rata memakai baju tebal membersihkan salju.


" Di sini itu tak ada wanita yang menghangatkan tubuhmu..." ucap tentara 2.


" * Ada...Nanti dia datang " ucap Bayu asal bicara.


" Siapa wanita itu?" ucap tentara 1.


Nampak Xiang memakai baju musim dingin bersama 4 orang pengawalnya berjalan ke arah Bayu.


" Apakah Jingmi...?" ucap tentara 3.


Bayu melihat Xiang datang.


" * Itu orangnya..." ucap Bayu sambil menunjuk ke arah Xiang.


Para tentara menoleh lalu melihat ada seorang wanita berjalan bersama 4 pria.


" Dia kelasihmu..." ucap tentara 1.


" Itu kan nona Xiang..." ucap tentara 2 yang mengenali Xiang.


Xiang memegang pergelangan tangan Bayu lalu menariknya.


" * Kemana?" ucap Bayu.


" Ikut aku..." ucap Xiang.


" * Aku lagi bersih - bersih...Tunggulah setelah aku selesai bersih - bersih...." ucap Bayu.


" Baiklah..." ucap Xiang melepas tangan Bayu.


Xiang kemudian berjalan sedikit menjauh.


Bayu melanjutkan lagi membersihkan salju.


" Dia kekasihmu?" ucap tentara 2 berkata pelan di dekat Bayu.


"* Tidak tahu...Kenapa?" ucap Bayu.


" Kok tidak tahu..."


" Dia itu wanita gadis cantik dan juga kaya.." ucap tentara 2 berkata pelan.


" Entahlah...Aku tidak memikirkan itu,yang aku pikirkan hanyalah bagaimana aku bisa dengan cepat menyelesaikan tugasku.." ucap Bayu.


1 jam kemudian.


Salju yang menumpuk di halaman kini telah bersih.


Bayu dan Xiang berada di salah satu ruangan. Hanya mereka berdua saja di ruangan itu. Mereka duduk di kursi sofa yang panjang. Para tentara yang melihat Bayu berjalan bersama Xiang menyebarkan berita itu kepada teman - temannya. Hingga satu markas tahu jika Bayu dan Xiang mempunyai jalinan khusus.


" Aku dengar dari paman Tang Shin,hari ini ikut latihan menembak,lalu besoknya ikut menjalani tes berjalan kaki yang jaraknya sangat jauh.. Apakah itu benar?" ucap Xiang.


" *Iya...Itu benar.." ucap Bayu.


" Apakah kamu yakin?"


" Sebab medan yang kamu lewatin itu sangatlah berat,melintasi sungai,Danau,bukit,pegunungan..." ucap Xiang.


" * Yakin sekali..Agar aku bisa mencapai keinginanku. Menjadi nomor 1 di angkatan militer ini.."


"* Setelah ujian itu,Paman Tang Shin akan memnyematkan tanda pangkat untukku saat pelantikan nanti.."ucap Bayu.


Bayu yakin bisa melalui ujian di markas militer dengan cepat,dengan begitu. Ia bisa pergi ke Indonesia dengan mudah,tanpa harus bersusah payah mencari uang untuk beli tiket dan paspor.


Xiang memegang telapak tangan kanan Bayu.


" Sebentar lagi tahun baru..."


" Kamu mendapatkan hari libur selama 2 pekan.."


" Aku ingin merayakannya bersamamu.."


" Apakah kamu mau menemaniku?" ucap Xiang.


" * Aku tidak bisa berjanji..." ucap Bayu.


" Kenapa tidak bisa berjanji?" ucap Xiang.


"* Sebenarnya..."


" * Aku punya rencana.."


" * Liburan nanti aku mau kepantai.."


" * Aku ingin sekali pergi ke sana.." ucap Bayu.


" Kamu juga bisa pergi ke pantai bila menemaniku..."


" Bagaimana...Apakah kamu mau?" ucap Xiang.


"* Mau....Mau...Mau..." ucap Bayu bersemangat karena Xiang bisa mengajaknya ke pantai.


Xiang menyodorkan jari kelingkingnya.


" Janji..." ucap Xiang.


Bayu menyambut dengan jari kelingkingnya juga,lalu mengaitnya.


" Iya...Aku janji.." ucap Bayu.


Cuup.... Xiang mencium pipi Bayu.


" Aku sangat senang sekali..." ucap Xiang.


" * Sama..Aku juga senang sekali...Akhirnya bisa ke pantai.." ucap Bayu.


" Kenapa kamu ingin sekali ke pantai..?" ucap Xiang.


" * Tiap hari yang aku lihat ,sungai,jalanan,teman - teman di sini dan juga bangunan ini..."


" * Aku ingin melihat yang belum pernah aku lihat.." ucap Bayu.


" Apa kamu pernah ke Shanghai? " ucap Xiang.


" * Belum pernah...Ada apa di sana?"


"* Apakah ada pantainya?" ucap Bayu.


" Ada...Kebetulan juga di sana aku ada perlu..."


" Sekalian kita berlibur.." ucap Xiang.


"* Apakah kamu punya kapal?" ucap Bayu.


" Aku punya kapal,kapal itu dulunya milik keluargaku yang ada di Shanghai.." ucap Xiang.


" * Waah... Bagus itu..."


"* Aku bisa menangkap ikan..." ucap Bayu.


" Kamu bisa menangkap ikan di laut?" ucap Xiang.


" * Tidak bisa...Harus aku jaring dulu.." ucap Bayu.


" Di kapal itu semuanya ada...Jadi.."


" Kamu bisa bebas melakukan apapun yang kamu suka.." ucap Xiang.


"* Bebas melakukan apapun yang aku suka?" ucap Bayu.


" Iya... Hanya kita berdua.." ucap Xiang.


" *Heeeeeh...!!!?? Kita berdua saja?" ucap Bayu kaget. Ia pikir hanya dirinya dan Xiang saja di kapal itu.


" Iya...Kita berdua saja..." ucap Xiang.


"* Lalu siapa yang mengemudikan kapal,dan menyalakan mesinnya?" ucap Bayu.


" Tentu saja kamu Jiang..." ucap Xiang.


"* Aku.." ucap Bayu sambil menunjuk dirinya.


" Iya...Kamu yang melakukannya.."


" Kapalnya itu sangat besar,ada bar,kolam renang dan juga sebuah helikopter.." ucap Xiang.


" Jancook...."


Bayu menoleh ke Xiang.


" * Aku mana bisa mengemudikan kapal,jika nabrak gimana? Kita bisa tenggelam.." ucap Bayu.


Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha.... Xiang tertawa berhasil mengerjai Bayu.


Xiang menyentuh pipi Bayu setelah berhenti tertawa.


" Ada orang yang mengemudikannya,dan juga beberapa orang pengawal serta koki untuk memasak.."


" Namun mereka tak berani mendekati kita..Kecuali aku panggil"


" Jadi....Hanya kita berdua di kapal itu.." ucap Xiang.


Mereka terdiam saling menatap,Xiang memajukan wajahnya ke Bayu,lalu mencium bibirnya. Bayu menyambut bibir Xiang.


Lidah mereka saling menari,kadang di mulut Xiang,kadang di mulut Bayu.


Gairah Bayu tiba - tiba muncul setelah sekian bulan purnama tidak muncul. Ia melepas pakaian milik Xiang sambil berciuman.


Xiang yang mendapat serangan dari pria pujaan hatinya juga menyambutnya,ia juga sangat ingin bercinta dengan Bayu.


Xiang membantu Bayu melepas pakaian yang ia pakai.


Nampak 2 buah gunung kembar milik Xiang. Lalu Bayu menyerang gunung tersebut.


Kemudian melepaskan pakaian milik Xiang yang tersisa.


Xiang menikmati sentuhan yang di berikan oleh Bayu.


Bayu berdiri lalu melepaskan semua pakaiannya.


" Besar sekali..." ucap Xiang dalam hati melihat burung milik Bayu.


Xiang memegang burung Bayu yang sudah berdiri tegak,lalu memasukkan ke dalam mulutnya.


Bayu merasakan sensai yang luar biasa,saat Xiang menyerang burungnya.


5 menit kemudian.


" Masukkanlah..." ucap Xiang sambil membuka lebar kedua kakinya.


Bayu menggesek - gesek kepala burungnya,lalu mencoba memasukkan.

__ADS_1


Tiba - tiba.


Tok....Tok...Tok...


" Maaf...Nona..."


" Jiang di panggil di suruh untuk berkumpul.." suara pengawalnya.


" Sial...mengganggu saja" ucap Xiang dalam hati.


Xiang menarik pinggul Bayu.


Blesss...


" * Aku di panggil..." ucap Bayu.


" Aku akan menelpon paman Tang Shin...Jangan di keluarkan.." ucap Xiang lalu meraih tas di dekatnya.


Xiang menelpon Mayor Jendral Tang Shin meminta waktu untuk Jiang. Karena Jiang lagi bersamanya.Setelah itu Xiang mematikan hapenya.


" Aku sudah menelpon..Dia bilang tidak apa - apa...Nanti ikut setelah kita selesai.." ucap Xiang.


"* Baiklah..." ucap Bayu.


" Nah...Sekarang...Gerakan pinggulmu sayang.." ucap Xiang.


Bayu mengerakkan pinggulnya.


Bayu merasakan sensasi yang sangat luar biasa enaknya,sejak ia tinggal bersama kedua orang tua angkatnya hingga kini,baru kali ini ia melakukannya.


" Ternyata bercinta itu enak sekali..."


"Seandainya saja aku mau menerima ajakan Zhouzu.." ucap Bayu dalam hati sambil menggenjot Xiang.


Xiang merasakan ujung burung Bayu menyentuh dasar lubangnya.


Tak sampai 5 menit,ia merasakan mau keluar.


" Terus sayang...Ah...Aah..Ahh..."ucap Xiang.


Xiang kelonjotan karena baru saja keluar. Bayu terus menggenjotnya.


2 jam 20 menit kemudian.


Berbagai macam gaya di lakukan oleh Bayu dan Xiang hingga akhirnya.


" * Aku mau kencing..." ucap Bayu.


" Jangan di cabut,di dalam saja.." ucap Xiang.


Bayu membuang di dalam lubang Xiang.


Xiang merasakan hangat di dalam lubangnya.


" Aku mencintaimu..." ucap Xiang.


"* Aku juga mencintaimu..." ucap Bayu.


Bayu mencium bibir Xiang. Xiang juga membalas ciuman Bayu.


1 jam kemudian.


Bayu berada di lapangan tembak. Ia memegang senjata khusus untuk menembak jarak jauh.


Pengawas memperhatikan Bayu mengoperasikan senjata tersebut.


Ketika Bayu bisa,ia mencentang sebuah kotak nilai.


Bayu membidik target.


Dooor....


Bayu menarik tuas,keluar selongsong peluru.


Dooorrr....


Bayu menaris tuas lagi setiap kali menembak.


Peluru yang di tembakkan oleh Bayu mengenai di poin tertinggi.


Lalu ada papan target yang bisa bergerak. 5 bewarna putih,1 bewarna hitam.


" Jangan tembak yang putih.." ucap pengawas.


" Jancok...." ucap Bayu kesal. Sebab saat ia latihan tidak seperti ini.


Bayu terdiam lalu fokus. Ia menghitung tiap gerakan target yang bergerak. Setelah daoat perhitungan,Bayu menarik pelatuknya.


Dooor....


Peluru melesat dan mengenai papan target yang hitam.


Kemudian ada lagi papan target selanjunya.


Ada 15 papan target bewarna putih,dan 1 berwarna hitam. papan target yang outih bergerak kekanan dan kekiri saling berbaris. Seolah olah itu adalah orang berlalu lalang,kemudian target warna hitam hanya diam saja.


" Wasssu.... "


" Kok semakin rumit seh..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu menghitung celah untuk menembak.


" Jancook...Hanya bisa 1 detik.."


" Apa aku bisa.."


" Coba sajalah,kalau gak bisa juga gak masalah...Yang penting aku sudah berusaha.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu menarik pelatuknya.


Doooorrr...


Rintangan pertama,peluru itu berhasil melewati hingga ke rintangan terakhir papan target putih yang bergerak.


Papan target bergerak menuju arah peluru.


Kurang dari setengah detik peluru itu hampir mengenai papan target yang bewarna putih.


Peluru itu mengenai papan target yang bewarna hitam.


" Bagus...Tembakanmu sangat akurat.." ucap pengawas melihat di layar laptopnya.


"* Apakah ada lagi pak..?" ucap Bayu yang tak melihat target selanjutnya.


" Ada..Target itu terbang ke atas...Ada bola warna hitam dan juga putih.."


" Jangan tembak yang bewarna putih..Persiapkan amunisimu.." ucap pengawas.


Sebenarnya,itu adalah latihan untuk satuan tentara khusus,rekan Bayu sebelumnya tidak di berikan latihan semacam itu,namun Mayor Jendral Tang Shin yang memerintahkan untuk memberikan tes itu. Jika Bayu lulus dalam tes itu. Maka Bayu langsung masuk dalam Tim kesatuan khususnya.


Bayu mempersiapkan amunisinya.


" Apa kamu siap..?" ucap pengawas.


" * Tunggu pak..Punggungku seperti di masuki binatang.."


Bayu segera melepas semua bajunya,laku mendapati seekor kumbang. Lalu membuang kumbang tersebut,kemudian memamai kembali pakaiannya. Lalu fokus untuk menembak.


"* aku sudah siap pak.." ucap Bayu.


Pengawas menekan tombol di depannya.


keluar bola warna hitam sejauh 300 meter. Bola itu ukurannya seperti bola tenis.


Bayu segera membidik bola itu.


Dooor.....


Peluru melesat ke arah bola hitam.


Tasssh...


Bola hitam itu pecah.


Lalu muncul bola warna putih.


Bayu hampir menekan pelatuknya.


Muncul bola hitam sejauh 350 meter.


Bayu membidik lalu menembak.


Dooorr....


Bayu berhasil mengenai bola hitam tersebut.


Muncul 5 bola dan 1 bola hitam bersamaan sajauh 460 meter.


" Diampuut..." ucap Bayu sambil berusaha membidik target.


Dooorr....


Tembakan Bayu mengenai bola putih.


" * Maaf pak...Bisa di ulang kembali yang tadi.." ucap Bayu.


" Baiklah...Aku ulang lagi..Fokus.." ucap pengawas.


Bayu kemudian fokus terhadapa bola hitam.


Muncul 5 bola putih dan 1 bewarna hitam.


Bayu yang melihat bola hitam dalam bidikannya,tak membuang waktu,ia segera menarik pelatuknya.


Dooorrr...


Peluru melesat sangat cepat mengenai bola hitam


"Sungguh berbakat sekali dia. Aku saja tidak bisa melakukannya.." ucap pengawas dalam hati.


Pengawas menekan tes selanjutnya.


Muncul 8 bola putih 2 bola hitam bersamaan.


Bayu yang melihat 2 bola warna hitam langsung menembak satu bola hitam terlebih dahulu,lalu dengan cepat ia menarik tuas senjata lalu menembak lagi ke arah bola warna hitam sebelum terjun ke bawah.


Doooorrr....


Peluru melesat dan mengenai bola warna hitam.


Prok...Prokk...Prook...Prook.. Pengawas menepuk tangannya.


" Selamat...Anda telah berhasil melakukan ujian menembak.." ucap pengawas.


"* Terima kasih pak.." ucap Bayu.


" Persiapkan dirimu untuk 2 hari selanjutnya,karena itu menjadi tes terakhir.." ucap pengawas.


" Siap pak.." ucap Bayu sambil memberi hormat.


***


Di kediaman Xiang.


Nampak Xiang duduk di kursi belajarnya. Ia teringat kembali saat dirinya bercinta dengan Jiang/Bayu.


Setelah pertemuan pertamanya dengan Bayu, Bayangan wajah Bayu selalu hadir.


Ia sangat gelisah memikirkan Bayu. Di saat dirinya tak ada kegiatan maupun urusan pekerjaan yang membuat dirinya terkekang semenjak keluarga meninggal semua. Xiang pergi menemui Bayu. Setelah menemui Bayu,hatinya merasa lega. Ia ingin selalu bersama dengan Bayu. Namun karena Bayu sedang menajalani pendidikan militer,maka terpaksa ia tahan.

__ADS_1


Setiap hari kegiatannya sekolah,mengurus pekerjaan,hingga larut malam jika pekerjaan itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena ia harus terbang ke kota lainnya untuk pergi ke kantor peninggalan keluarganya.


Seluruh berkas tentang keluarga Sulis dan Ahmad ludes terbakas akibat serangat helikopter yang menyerang menggunakan roket. Sehingga jejak keluarga Ahmad dan Sulis hilang.


" Dia sangat kuat dan juga tampan..."


" Aku berulang kali dibuatnya keluar..."


" Jiang...."


" Aku tidak akan melepaskanmu..."


" Tidak akan ku biarkan wanita lain mendekatimu.."


" Kamu pemuda yang membuatku bersemangat.." ucap Xiang.


Xiang tiba - tiba teringat mantan kekasihnya.


Mantan kekasihnya selalu minta apa - apa pada Xiang. Dan Xiang menurutinya. Namun. Setelah ia mendapat kabar bahwa keluarganya tewas terbantai semua,dirinya Shock. Lalu mantan kekasihnya menawarkan diri untuk membantunya. Padahal ia ingin menguasai harta benda keluarga Xiang.


Xiang mengiyakan saja.


Mantan kekasihnya itu berhasil menguras jutaan yen dari perusahaan Xiang. Lalu pengacara Xiang memberi tahu ke Xiang,bahwa kekasihnya telah menggelapkan uang perusahaan.


Xiang segera bertindak atas arahan pengacaranya. Mantan kekasihnya di tangkap dan di jebloskan dalam penjara.


Sejak saat itu,dirinya memutuskan hubungan dengan kekasihnya itu,lalu duduk menyendiri tidak mau lagi berteman atau dekat pria manapun.


Namun semenjak ia melihat Bayu,ia sangat penasaran akan sosok pemuda tampan yang selalu duduk menyendiri,dan juga ia baru pertama kali melihatnya serta dapat mengakahkannya dalam lomba berlari. Karena rasa penasaran,maka ia pun mendekati pemuda itu yang tak lain adalah Bayu. Setelah tahu mengapa Bayu duduk menyendiri akhirnya ia memutuskan untuk mengobrol dengan Bayu.


Xiang memandang gambaran dirinya bersama Bayu di buku gambar,sebelum Bayu ikut latihan menembak,Bayu memberika buku gambar kepada dirinya.


" Kamu pandai menggambar,pandai dalam mengerjakan soal dan juga pandai memuaskanku..."


Xiang mengusap gambar Bayu.


" Setelah kamu lulus,aku akan menyuruhmu menikahiku lalu mengerjakan tugasku di kantor.."


" Sehingga aku bisa bersantai di rumah.." ucap Xiang dalam hati.


Xiang mencium gambar Bayu lalu meletakkan di dadanya.


" Jiang...Aku mencintaimu..." ucap Xiang.


---****---


Di sisi Bayu.


Bayu dan rekan - rekan berangkat ke pos pertama dimana mereka harus menajani tes.


Saat sudah sampai di pos pertama,Bayu turun dari belakang truk. Di punggungnyavterdaoat tas ransel yang berisi makanan,minuman dan peralatan lainnya.


Bayu berbaris bersama rekan - rekannya.


Seorang pengawas mengabsen semua tentara yang akan ikut tes tersebut.


Setelah selesai memgabsen,mereka berjalan menuju pos ke dua yang jaraknya 20Km.


Mereka berlari lambat di tanah yang bersalju sambil memegang sebuah senapan.


Setelah berlari sejauh 7km,terdapat sebuah danau yang sebagian telah membeku


Mereka berjalan di danau tersebut dengan hati - hati.


Di seberang danau sudah ada mobil ambulan yang sudah stanby.


" * Esnya ada yang tipis dan juga tebal.."


" Kita lewati di pinggirannya saja..." ucap Bayu.


" Kalau lewat di pinggir,maka waktunya semakin lama.." ucap Shi Dong.


"* Tidak masalah...Yang penting kita berjalan di atas danau,soal waktu kita bisa mengejarnya sambil berlari...Bagi yang mau ikut aku silahkan.." ucap Bayu lalu berjalan di pinggiran air danau yang telah membeku.


Sementara ada yang tak ingin membuang waktunya,.mereka berjalan ke tengah danau.


Tiba - tiba es yang mereka injak pecah karena permukaan es sangat tipis.


Byuuur....


Bayu bersama temannya yang berjalan di pinggiran danau melihat ke arah tengah danau.


" * Lihat sendirikan...Kita cari yang mudahnya saja,jangan cari yang susah.." ucap Bayu sambil berjalan.


Tim penyelamat segera menolong mereka yang terjebak di tengah danau yang luasnya 1.800 meter persegi.


Setelah selesai melewati Danau,Bayu dan ke 6 orang temannya berlari mengejar waktu yang tertinggal.


Hingga akhirnya mereka tiba di pos ke dua.


Mereka istirahat sebentar.


" Untung aku ikuti kamu Jiang.." ucap Shi Dong.


"* Padahal aku ingin sendirian aja,agar aku mendapat nilai yang bagus..." ucap Bayu.


" Kurang ajar...Kita - kita juga ingin mendapatkan nilai yang bagus.." ucap Wei Long.


" * Oh iya,kemarin saat tes menembak,siapa yang bisa mengenai bola hitam?" ucap Bayu.


" Bola hitam..?? Apa maksudmu Jiang...Aku tak mengerti" ucap Shi Dong.


Bayu menceritakan tentang tes kemarin.


" Kami tidak melakukan tes itu,kami menembak target yang diam saja. Iya kan Shi Dong.." ucap Wei Long.


" Iya...Betul itu.." ucap Shi Dong.


" * Sial....Berarti aku menjalani tes yang lebih susah dari kalian.. Jancook" ucap Bayu


Bayu melihat jam tangannya.


" Apa itu Jancok..?" ucap Shi Dong.


" *Ungkapan ketika kita kesal..."


" * Ayo kita lanjut lagi.." ucap Bayu. Sebenarnya Bayu masih kuat untuk melanjutkan lagi perjalanan ke pos berikutnya,namun karena ada yang kelelahan,mau gak mau berhenti.


Mereka melanjutkan perjalanan lagi.


Tak terasa masuk waktu shalat Dzuhur.


" Tunggu...Aku berhenti 6 menit..Mau sujud dulu.." ucap Bayu setelah melihat jam tangannya.


Bayu berwudhu menggunakan air minumnya.


" Sujud...? " ucap Wei Long.


Bayu melepas tasnya,kecuali senjatanya,lalu shalat di atas tumpukan salju.


Wei Long bersama 4 irang lainnya memperhatikan Bayu shalat.


" Apa yang di lakukannya?" ucap Wei Long.


" Entahlah...Setiap hari dia melakukan itu,bahkan malam hari" ucap Shi Dong yang sekamar dengan Bayu.


Setelah Bayu selesai shalat,Bayu meraih tasnya.


" * Ayoo kita berangkat..." ucap Bayu.


Mereka kemudian melanjutkan lagi perjalanan berbekal peta yang di berikan oleh pengawas.


2 jam kemudian.


Nampak sebuah aliran sungai yang lumayan dalam dan deras di depan mereka.


" * Kalian mau menyebrang sendiri - sendiri atau pakai tali?" ucap Bayu.


" Jika pakai tali,harus ada orang yang menyebrang lebih dulu.." ucap Shi Dong.


" * Aku yang akan menyebrang duluan..Gimana?" ucap Bayu.


" Baiklah..Kita pakai tali,tapi siapa yang melepas tali di sini?" ucap Shi Dong.


" Aku yang akan lepas.." ucap Wei Long.


Mereka kemudian segera mengikat tali di sebuah pohon yang lumayan besar.


Bayu meletakkan tasnya.


" * Nanti tas kalian dulu yang menyebrang,lalu kalian..." ucap Bayu lalu terjun ke sungai sambil membawa tali.


Bayu berenang sekuat tenaga mencapai seberang sungai yang jaraknya 50 meter.


Setelah berhasil mencapai di pinggiran sungai,Bayu segera memanjat pohon yang besar lalu mengikat satu tali.Kemudian mengaitkan katrol,lalu tali yang ujungnya sudah terpasang kaitan.


Tali itu di tarik ke seberang sungai,Bayu memegang tali satunya,supaya bisa menarik.


Tas yang mereka bawa di kaitkan,lalu Bayu menarik tas tersebut. Setelah selesai menarik semua tas. Kemudian Shi Dong lebih dulu menyebrang sungai dengan tali. Bayu menarik Shi Dong agar cepat sampai.


Satu persatu mereka menyebrangi sungai dengan mudahnya. Jika mereka menyebrang sendiri - sendiri,maka akan sangat kesulitan,di tambah membawa beban yang begitu berat.


Setelah selesai menyebrangi sungai,mereka melanjutkan perjalanan.


Bayu mengambil gumpalan salju lalu memakannya,karena dirinya haus,air yang ia bawa untuk wudhu saja.


" Jangan makan salju,nanti perutmu sakit.." ucap Wei Long.


" * Tenang saja...Aku tidak akan sakit perut hanya karena memakan salju..Kecuali salju itu ada kotorannya..." ucap Bayu.


" Kamu beneran pacaran dengan dengan Xiang ya " ucap Qing Thau teman sekelas Bayu.


" * Mau tahu ...Atau mau tahu sekali..?" ucap Bayu.


" Jancook..." ucap Qing Thau.


Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Bayu dan yang lainnya tertawa.


" * Berhti dulu ya.." ucap Bayu.


" Kenapa berhenti lagi Jiang?" ucap Wei Long.


" * Aku mau sujud.." ucap Bayu.


" Sujud lagi..?" ucap Qing Thau.


" * Iya...Jika kalian mau lanjut sendirian tidak masalah..." ucap Bayu lalu berhenti,ia meletakkan tas lalu melepas sepatunya.


" Bagaimana ini...Jika dia selalu sujud terus...Kita akan terlambat" ucap Wei Long berkata lirih.


" Dia memang seperti itu,Aku hitung ada 5 kali " ucap Shi Dong.


" Aku lanjut saja..." ucap Qing Thau.


" Sama aku juga.." ucap Wei Long.


5 orang setuju untuk lanjut sendiri.


Shi dong bingung,akhirnya ia memutuskan ikut suara terbanyak.


Akhirnya Bayu di tinggalkan oleh teman - temannya masih keadaan shalat.


Setelah Bayu selesai shalat,ia melihat tak ada lagi teman - temannya.


" Aku di tinggal lagi..."


" Jancoook..." ucap Bayu.


Bayu melanjutkan lagi perjalanannya.

__ADS_1


__ADS_2