
Thou Ling Feng meletakkan foto Jiang/Bayu di meja.
Saat Ling Ling melihat foto itu,dirinya terkejut.
Fei Long datang menghampiri lalu melihat foto di meja.
" Siaal...Rupanya Jiang yang pernah tinggal bersamaku.." ucap Fei Long dalam hati.
" Ini adalah Jiang.." ucap Thou Ling Feng.
Fei Ling duduk di kursi,lalu mengambil foto tersebut.
" Kenapa mereka mencari alamat Jiang?" ucap Fei Long.
" Aku tidak tahu..." ucap Thou Ling Feng.
" Dia pernah tinggal bersamaku.." ucap Fei Ling.
" Eh....!!!! Thou Ling Feng terkejut.
" Serius....?" ucap Thou Ling Feng.
" Iya..Aku serius..."
" Makanan yang kamu makan itu adalah resep darinya...Juga nama kedai ini..." ucap Fei Long.
" Tunggu sebentar..Apakah Jiang kamu latih menembak?" ucap Thou Ling Feng.
" Tidak...Aku tidak pernah melatihnya.." ucap Fei Long.
" Apakah dia tahu bahwa kalian agen rahasia..?" ucap Thou Ling Feng.
" Dia tidak tahu...Bahkan ,ketika kami pergi untuk menjalankan misi..Dia tetap di rumah ini.."
" Namun..Karena misi yang kujalankan sedikit terhambat..Maka jadwal pulang menjadi mundur.."
" Jiang pergi meninggalkan rumah ini untuk mencari keluarganya.." ucap Fei Long.
" Ooo...Begitu..."
" Aku pikir,kalian yang melatih Jiang menembak.."
" Keahlian menembaknya sama seperti kamu.."
" Dia tahan terhadap cuaca dingin ..Bahkan mampu menahan nafas selama 40 menit.." ucap Thou Ling Feng.
" Benarkah yang kamu katakan itu kakap merah?" ucap Fei Long.
" Iya...Itu benar..Aku baca di filenya..."
" Sungguh sayang...Dia tewas saat menjalankan misi yang kedua untuk menyelamatkan warga kita yang terjebak di timur tengah.."
" Misi pertama,dia sukses memipin misi itu tanpa terluka,baik timnya maupun orang yang di selamatkan.."
" Misi ke dua,dia tewas bersama timnya..."
" Pesawat Helikopter yang di tumpangi Jiang, di serang pasukan pemberontak.."ucap Thou Ling Feng.
" Kalau gak salah ingat dia pernah menelponku.." ucap Fei Long.
" Menelponmu?" ucap Thou Ling Feng.
" Iya...Dia pernah menelponku.." ucap Fei Ling.
" Kapan dia menelpon..?" ucap Thou Ling Feng.
" Aku lupa...Saat ku telpon balik..Tapi nomornya tidak aktif.." ucap Fei Long.
" Kenapa kamu bisa bertemu dengan Jiang?" ucap Thou Ling Feng.
" Saat itu aku selesai menjalankan misiku..Lalu pulang.."
" Di tengah perjalanan,aku melihat dia berlari sendirian malam - malam.."
" Aku berhenti,lalu ku tolong dia..." ucap Fei Long.
" Di jalan apa kamu bertemu dengan Jiang?" ucap Thou Ling Feng.
Fei Long memegang dagunya sambil mengingat - ingat.
" Aku lupa..." ucap Fei Long .
" Saat itu ada wanita mengaku keluarganya,terus agen pasukan khusus mencari alamat rumah Jiang di Indonesia,kemudian mereka tewas bunuh diri.."
" Seorang tentara melihat seseorang mirip dengan Jiang...."
" Heemmm..."
Fei Long mencoba mencerna kasus tersebut
" Apakah itu benar - benar Jiang ya.." ucap Fei Long dalam hati.
Fei Long mengeluarkan ponselnya,lalu melihat panggilan masuk,namun tak menemukan nomor yang di cari.Kemudian mencari kontak wanita yang mengaku ibunya Jiang.
Fei Ling menemukan kontak tersebut,lalu melihat kodenya wilayah.
" Ini masih wilayah china..." ucap Fei Long dalam hati.
Fei Long mencoba menghubungi nomor tersebut,namun sayang.Nomor itu sudah tidak aktif .
" Aku pulang dulu.." ucap Thou Ling Feng.
" Iya...Terima kasih sudah mau mampir.." ucap Fei Long.
Fei Long membuka pintu,lalu Thou Ling Feng keluar dari ruko Fei Long.
Fei Long mengunci pintu dan berjalan ke tempat semula.
__ADS_1
" Kalau tidak salah..Aku pernah mencoba menelpon Jiang.." ucap Ling Ling.
" Coba kamu cek...Apakah masih ada nomornya.." ucap Fei Long.
" Ponselku ada di kamar.." ucap Ling Ling.
Mereka pun berjalan ke lantai 2.
Setelah sampai di dalam kamar,Ling Ling mengambil ponselnya lalu memeriksa panggilan keluar.
" Ketemu..." ucap Ling Ling.
" Mana..Coba lihat.." ucap Fei Long.
Ling Ling menyerahkan ponselnya ke Fei Long.
Fei Long menerima dan melihat nomor milik Jiang.
" Plus enam dua delapan... "
" Hemmm...."
Fei Long mencari buku telpon,setelah menemukan buku telpon,ia mencari kode nomor tersebut.
Saat Fei Long membuka halaman berisikan nomor kode negara Indonesia,Fei Long terkejut. Sebab kodenya sama.
" Dia berada di Indonesia.." ucap Fei Long.
" Indonesia...?" ucap Ling Ling.
" Iya..Indonesia..." ucap Fei Long.
Fei Long teringat akan ucapan Bayu,atas pertanyaan dirinya mirip orang apa.
" Mengapa dia tanya mirip orang mana ya.."
" Apakah dia orang indonesia..?"ucap Fei Long dalam hati.
---0.0.0----
INDONESIA.
Jogjakarta.
Minggu pagi hari.
Bayu mengantar Bejo ke rumah calon istrinya menggunakan mobil Lamborghini. Di depannya sebuah mobil polisi,belakang mobil Bayu terdapat puluhan mobil paling banyak dari keluarga Han. Keluarga Han menganggap Ki Kartolo penyelamatnya,karena telah membantu menjalankan misi yang sangat berbahaya,tanpa Ki Kartolo dan keluarganya. Misi itu akan gagal berantakan.
Semua orang melihat mobil mewah tersebut.
Swtwlah sampai di tempat tujuan,mereka keluar dari mobil dan berjalan ke rumah calon pengantin.
Bejo duduk di hadapan pak penghulu,ada meja kecil di antara mereka.
Acara akad nikah di lakukan secara islami,meskioun Bejo menganut kepercayaan kejawen. Sebab di KTPnya islam,saat mengisi formulir di kelurahan,tak ada agama bernama Kejawen. Sehingga Bejo memilih islam.
Pak Penghulu memulai acara ijab kabul.
Di saat Bejo selesai mengucapkan ijab kabul.
" Bagaimana para saksi?" ucap pak penghulu.
Bayu bersama teman - temannya yang duduk di dekat Bejo langsung berkata.
" TIDAK SAAAAAH....." ucap mereka serempak.
" Diampuut..." ucap Bejo.
" Kenapa tidak sah..?" ucap pak penghulu.
" Kurang nyaring pak penghulu,aku gak dengar.." ucap Bayu. Sebelumnya Bayu dan teman - temannya sudah merencanakan aksi tersebut.
Kakek Zhang yang ada di situ juga ikut berkata." Ulangi lagi..."
" Baiklah..." ucap pak penghulu.
Ijab kabul pun di ulangi. Lalu Bejo menjawab secara lantang.
" Gimana para saksi..." ucap pak penghulu.
" SAAAAAAH....." teriak Bayu di ikuti teman - temannya.
Orang - orang di sekitar ikut bilang sah.
" Jancook i kowe Bay...Wasssuuu.." ucap Bejo kesal.
" Yo ben....Sekali - sekali ngerjain sampeyan.." ucap Bayu.
" Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...." tawa orang - orang di dalam ruangan tersebut.
Bahkan yang memegang handy cam juga tertawa.
Pak penghulu membacakan do'a. Mereka pun terdiam.
Setelah itu Bayu dan yang lainnya keluar dari ruangan tersebut.
Bejo juga ikut keluar,karena mau berganti pakaian adat jawa.
" Iki idene wedus loh kang.." ucap Lukman saat berjalan.
" Diamput tenan Wedusmu Man.."ucap Bejo.
" Hehehehe...Ben kelingan sampek tuwek kang.." ucap Bayu.( biar teringat sampai tua kang).
Bejo memasuki rumah tetangga calon istrinya untuk berganti pakaian.
Sementara Bayu dan yang lainnya menunggu Bejo selesai mengganti pakaian.
__ADS_1
" Neh rokok Bay.." ucap Lukman sambil menyodorkan rokoknya ke Bayu.
" Rokokku masih ada.."
Bayu mengeluarkan rokok surya 12 yang di beli saat ia ke Cafe. Hanya berkurang 3 batang saja.
" Neh rokokku.." ucap Bayu.
Bayu mengambil rokoknya,lalu menyalakan rokok tersebut.
" Nanti sore jadi ngantar Ida Bay?" ucap Daniel.
" Jadi Niel..Soalnya aku dah janji..Jam setengah satu kita pergi.." ucap Bayu.
" Kuwi awan Bay..Uduk sore..." ucap Lukman.
" Lah...Nang tiket jam telu.."
" Jam telu kuwi sore opo awan?" ucap Bayu.
" Sore..." ucap Lukman.
" Lah iyoo..Mangkane aku ngomong sore berangkat..." ucap Bayu.
" Tak pikir sore dari rumah.." ucap Lukman.
" Nak mangkat sore dari rumah...Tikette anguus..Terus tekan kono wes bengi..." ucap Bayu.
Tak terasa 1 batang rokok yang di pegang Bayu telah habis.
" Kok suwi tenan too.." ucap Bayu sambil melihat ke rumah yang di masuki Bejo.
Bejo keluar memakai pakaian adat Jawa.
" Kuwi kang Bejo..." ucap Bimo.
Acara temu manten pun di laksanakan.
Hingga tak terasa waktu berputar,Bayu selesai shalat Dzuhur lalu menghampiri Ida.
" Ayoo..." ucap Bayu.
" Sekarang kak..?" ucap Ida.
" Iya cantik..." ucap Bayu.
Ida pun berpamitan ke para istri Bayu dan juga ibunya Bayu.
Bayu pun berpamitan ke ibunya dan juga para istrinya.
" Jangan ngebut ya sayang.." ucap Hana.
" Iya bu.." ucap Bayu.
Bayu dan Ida berjalan ke mobil Lamborghini,setelah sampai mereka masuk ke dalam.
Pengawal ikut bersama Bayu untuk mengawal ke bandara agar Bayu tidak tersesat di jalan.
Bayu menyalakan music.
" Kak.." ucap Ida.
" Iya dek.." ucap Bayu sambil menekan tombol dan melihat ke arah depan.
" Liburan sekolah..Adek boleh gak ke rumah kakak?" ucap Ida.
" Boleh..."
" Adek belum memberi tahu soal uang itu ke mamak adek kan?"ucap Bayu.
" Belum..Kan kakak yang nyuruh jangan memberi tahu dulu.." ucap Ida.
" Pinter..."
" Pas sampe di rumah aja adek memberitahunya.." ucap Bayu.
Sesampai di bandara.Bayu dan Ida turun dari mobil.
" Kang...Sampeyan bisa bawa mobil ini?" ucap Bayu kepada pengawalnya.
" Maaf pak..Saya tidak berani,takut hilang kendali.." ucap pengawal.
" Iya seh..Mobil ini jika asal tekan gas langsung liar jalannya kalau gak bisa mengendalikannya..." ucap Bayu dalam hati.
"Ya sudah... Aku parkirkan mobil ini dulu kang,sampeyan jagain Ida dulu ya.." ucap Bayu.
" Siap pak..." ucap pengawal.
Bayu masuk ke dalam mobil lalu menjalan mobil itu ke tempat parkiran. Setelah sampai,Bayu turun dan berlari le tempat Ida berada.
" Pulang tinggal mampir ke alam ghaib,lalu ke bandara..Gak usah beli tiket pesawat" ucap Bayu dalam hati.
Setelah sampai di tempat Ida berada.
" Jika mau kembali,kembali aja kang...." ucap Bayu.
" Siap pak...." ucap para pengawal.
Bayu dan Ida masuk ke dalam bandara.
" Jangan sentuh kakak ya dek.." ucap Bayu.
" Kenapa kak?" ucap Ida.
" Aku gak ingin wudhuku batal..." ucap Bayu.
Setelah menunggu di ruang tunggu,akhirnya pesawat yang akan mereka tumpangi akan berangkat. Mereka pun berjalan ke pesawat.
__ADS_1