
Malam hari.
Rumah Xiang yang semula hening,kini mendadak ramai oleh para pengawal yang menghias rumah Xiang. Sebab besok Xiang dan Bayu akan menikah. Xiang sebenarnya belum bisa menikah karena usianya belum mencapai persyaratan.Begitu juga dengan Bayu. Akan tetapi,berhubung Xiang yang meminta,pak presiden mengizinkan. Di negara China tidak boleh berpoligami. Bila ketahuan maka mendapat hukuman. Makanya Xiang sengaja membawa gadis untuk Bayu gauli,agar Bayu hanya miliknya seorang. Seharusnya pernikahan itu di adakan seperti acara pernikahan pada umumnya,di mana ada proses lamaran,acara minum teh. Namun, berhubung Xiang dan Bayu tak memiliki keluarga,akhirnya acara itu langsung pada intinya.
Bayu berada di kamar sebelah,yang dulu di tempati oleh Aisyah. Ia berpikir bahwa Xiang marah padanya karena dirinya ingkar janji,dan ia bisa meninggalkan Xiang. Tetapi yang ia pikirkan salah. Justru Xinag tidak marah dan mau menikah.
Nampak Bayu duduk di tepi ranjang. Memikirkan bagaimana caranya ia keluar dan menghubungi ibunya untuk memberitahukan jika dirinya hendak menikah.
Bayu melihat telpon rumah,lalu ia mengambilnya,kemudian menekan nomor telpon.
Tut...Tut....
" Sial....Gak bisa...." ucap Bayu tak bisa menghubungi ibunya memakai telpon rumah. Bayu meletakkan gagang telpon.
" Sepertinya harus memakai kode sandi dulu,tapi kodenya apa?" ucap Bayu dalam hati.Dirinya tak tahu kode sandi telpon rumah tersebut.
Bayu berjalan ke arah jendela,nampak di teras rumah para pengawal sibuk menyiapkan acara pernikahan.Lalu mencari celah untuk keluar.
" Waassssuuu..." ucap Bayu tak bisa menemukan jalan keluar.Kemudian ia merebahkan diri di kasur.
" Nanti subuh aja aku keluar" gumam Bayu lalu memejamkan mata.
Tak terasa waktu sudah masuk subuh. Bayu terbangun,lalu berjalan ke arah jendela.
Nampak penjagaan di perketat.
" Juangkreek...." ucap Bayu lemas,ia tak bisa keluar rumah. Ia memutuskan untuk shalat subuh.
Selesai shalat subuh. Bayu tak bisa keluar kamar,karena ia tak boleh keluar kamar selama acara pernikahan. Xiang mengunci pintu kamar Bayu dan mengawasi melalui kamera CCTV.
Tak terasa waktu cepat berlalu.Bayu memakai pakaian pengantin berjalan bersama Xiang yang juga memakai pakaian pengantin menuju panggung,di saksikan para pengawal dan anak buah Bayu serta atasannya. Pernikahan mereka di adakan secara tertutup.
Bayu dan Xiang berdiri di panggung,di tengah mereka ada pria tua sebagai pemimpin acara pernikahan.
Bayu mengucapkan sumpah dan jani setianya,begitu juga dengan Xiang. Setelah itu mereka saling tukar cincin yang telah di persiapkan oleh Xiang. Mereka kini sah menjadi suami istri.
30 menit kemudian.
Bayu duduk bersama anak buahnya bernama Lou Thang.
" Selamat ya pak...Maaf aku tak membawa kado untuk anda.." ucap Lou Thang.
"* Iya tak masalah yang penting datang.." ucap Bayu.
" Kenapa acaranya mendadak pak?" ucap Lou Thang.
" * Tanyakan aja langsung pada istriku...Dia yang mengatur semuanya.." ucap Bayu.
" Tidak berani aku pak..." ucap Lou Thang.
" * Apakah kamu membawa ponsel?" ucap Bayu.
" Bawa pak.." ucap Lou Thang.
" * Aku pinjam sebentar..Ponselku di ambil sama istriku.." ucap Bayu.
Lou Thang mengeluarkan ponselnya lalu memberikan ke Bayu.
Bayu menerima ponsel Lou Thang,kemudian menekan nomor ibunya. Ketika sudah tersambung,Bayu memberitahu bahwa dirinya baru saja selesai menikah dan jangan menghubungi nomor yang ia pakai,sebab bukan punyanya dan ponselnya di tahan oleh pacarnya memakai bahasa jawa. Tanpa menunggu jawaban dari Hana,Bayu mematikan panggilan tersebut dan menghapus panggilan terakhir. Agar Lou Thang tidak tahu Bayu menelpon siapa.
" * Terima kasih..." ucap Bayu sambil mengembalikan ponsel mikik Lou Thang.
***
Malam harinya.
Bayu bersama Xiang di dalam kamar Xiang yang telah di hias duduk di tepi ranjang.
" Aku bahagia sayang...Akhirnya kita bisa menikah..Kamu jadi suamiku..." ucap Xiang.
__ADS_1
"*Iya...Aku juga senang sayang.." ucap Bayu biasa saja. Ia kepikiran mengenai 2 istrinya dan juga Aisyah.
" Kenapa dia seperti memikirkan sesuatu" ucap Xiang dalam hati memperhatikan Bayu diam saja setelah menjawab ucapannya.
" Suamiku...." ucap Xiang.
"* Iya..." ucap Bayu tak melihat ke arah Xiang.
" Mengapa kamu diam di hari pernikahan kita?"
" Apakah kamu memikirkan wanita itu?" ucap Xiang.
" Kalau aku berterus terang...Pasti dia marah dan tidak terima" ucap Bayu dalam hati.
Bayu melihat ke arah Xiang.
" * Tidak..."
" * Aku berpikir...Kenapa sayang tak membolehkanku mengundang bibiku?" ucap Bayu.
" Maaf...Itu untuk keselamatan kita sayang.."
" Aku ingin sayang yang menggantikanku bekerja,tapi.."
" Pak presiden gak mengizinkanku.." ucap Xiang.
" * Maksudnya apa sayang? Aku tidak mengerti" ucap Bayu.
" Sayang tidak di izinkan berhenti ,Karena sayang prajurit yang bisa di andalkan.." ucap Xiang.
" Sialan si Wedus itu gak mau aku berhenti..Awas aja...Aku akan menemui dia.." ucap Bayu dalam hati.
" Aku sudah menuruti semua keinginan sayang.."
" Jika sayang bermain di belakangku mencintai wanita lain..Aku tidak segan - segan membunuh wanita itu di depan sayang.." ucap Xiang.
" Iya sayang..." ucap Bayu.
" Dia telah membuatku bertemu dengan keluargaku..." ucap Bayu dalam hati.
" Sekarang kita suami istri..."
Xiang melepaskan pakaiannya.Setelah itu menubruk Bayu.
" Suamiku...Puasin aku..." ucap Xiang lalu mencium Bayu.
Bayu membalas ciuman Xiang karrna telah menjadi istrinya. Ia tak perlubkhawatir lagi dengan ibunya. Sebab ia telah melakukan apa yang di suruh oleh ibunya.
5 menit kemudian.
Bayu melepaskan pakaiannya,lalu menikmati tubuh Xiang.
Berhubung Bayu telah menikah,ia di beri hari libur sebanyak 3 hari.
Setelah Bayu bercinta dengan Xiang yang kini menjadi istrinya. Nampak Xiang memeluk Bayu.
" Sayang..." ucap Xiang.
"* Iya.." ucap Bayu.
" Kita tunda dulu ya punya anak" ucap Xiang.
" * Kenapa di tunda?" ucap Bayu.
" Jika aku hamil,aku tidak bisa mengerjakan tugasku..." ucap Xiang.
"* Seandainya...Kita hidup sederhana..."
"* Tak ada mobil dan rumah mewah..Apakah sayang mau hidup seperti itu..?" ucap Bayu.
__ADS_1
" Aku tidak mau..."ucap Xiang.
"* Kalau aku beri 2 pilihan..."
" Pertama kita hidup bersama,tapi hidup sederhana.."
" *Kedua...Sayang hidup kaya raya,tapi kita tidak hidup bersama..."
" * sayang pilih yang mana?" ucap Bayu.
" Aku pilih kedua,jika kaya,aku bisa mendapatkan apa yang aku mau,aku mau sayang hidup bersamaku dan bahagia" ucap Xiang.
Bayu memencet hidung Xiang pelan.
"* Tidak boleh serakah..."
"* Sebelum aku bertemu dengamu.."
"* Hidupku bahagia..."
" * Mekipun aku hanya orang miskin,tak pandai berhitung,tapi bisa membaca dan menulis bahkan melukis..."
" * Tiap hari cari ikan,jual ke pasar,lalu berkumpul dengan keluarga..."ucap Bayu.
" Apakah ibu sayang orangnya cantik dan ayah sayang tampan?" ucap Xiang.
"* Mereka Cantik dan tampan..."
"* Baju yang aku pakai sangat lusuh,karena tidak punya uang untuk membeli. Tapi itu tidak masalah buatku.."
"* Yang penting bisa makan setiap hari.."
"* Lalu ibuku membelikan aku baju ketika mendapat uang hasil penjualan ikan.."
"* Padahal aku tidak meminta.."
"* Apakah sayang tahu arti dari ceritaku itu?" ucap Bayu.
" Sayang dari keluarga miskin.." ucap Xiang.
" * Kurang tepat.."
"* Lebih tepatnya.."
"* Uang tidak bisa membeli kebahagiaan.."
"* Tanpa uang,aku hidup bahagia..."
"* Jangan biarkan uang itu memperbudakmu.."
" * Aku lihat sayang tiap hari ke sekolah,lalu kekantor malam belajar,kadang mengerjakan tugas kantor.."
" * Saranku..Sayang fokus saja pada pekerjaan kantor.."
" * Sayang kan pemilik perusahaan..."
" * Kecuali sayang sepertiku.."
"* Maka sayang fokus sekolah demi mendapatkan nilai tinggi,jika sudah lulus,maka akan sangat mudah mendapatkan pekerjaan..Sedangkan sayang.."
" * Sayang sudah memiliki perusahaan...Buat apa belajar di sekolah.."
" * Lebih baik sayang fokus belajar bidang perusahaan..Agar tidak pusing dan lelah.." ucap Bayu.
" Baiklah...Aku akan berhenti sekolah,dan akan belajar tentang dunia usaha sayang.." ucap Xiang.
" * Pintar..."
" * Jadi sayang tidak perlu belajar menghadapi ujian sekolah..Yang sayang harus hadapi itu dunia usaha..." ucap Bayu.
__ADS_1
Xiang tak menjawab,ia memejamkan mata karena ngantuk dan lelah.
" * Sial...Ponselku belum di kembalikan lagi..Bagaimana aku mau nelpon orang rumah.." ucap Bayu dalam hati.