
Ke esokan harinya.
Sepertia biasa,Bayu melakukan aktifitasnya di mulai jam setengah empat. Ia melakukan shalat sunnah,kemudian membaca Al Qur'an sembari menunggu subuh tiba.
Setelah shalat subuh. Bayu melakukan lari pagi mengitari rumahnya tanpa menggunakan alas kaki.
***
Kampus
Jam istirahat.
Bayu bersama keluarga dan juga teman - temannya kumpul di kantin, mereka makan bersama.
Di saat makan,Bimo memegang hapenya. Nampak Bimo mengetik di hapenya sambil senyum - senyum.
"Yang kemarin jadian traktir dong " ucap Diana.
Bimo diam tak menjawab,sebab ia fokus ke hapenya yang belum kamera.
Plaak.....
Lukman memukul pundak Bimo. Bimo terkejut.
" Opo seh Man..." ucap Bimo.
" Kowe di jak ngobrol kok meneng wae..."
" Taruh dulu hapenya jika kita ngumpul.." ucap Lukman.
" Yo...Yo..." ucap Bimo.
" Diana bilang... Yang baru jadian kemarin..Di suruh traktir.." ucap Daniel.
" Oke...Hari ini aku yang traktir..." ucap Bimo.
Bayu melihat ke arah Bimo,ia merasakan keganjilan. Sebab perawakan Bimo,muka bulat,pipi agak tembem,terdapat bekas jerawat,rambut keriting,wajah tidak terlalu ganteng,badan gempal,warna kulit seperti petani yang sering kesawah,namun bersih.
" Gak mungkin Bimo dengan mudah menaklukan Clara yang cantik,sedangkan waktu Bimo duduk di samping Clara...Clara diem saja"
" Terus waktu itu Clara ngajakin aku..."
"Hemmm....."
" Tapi ya sudahlah..."
" Gak baek prasangka buruk...Mudah - mudahan Clara jodohnya Bimo.." ucap Bayu dalam hati sambil menyimak obrolan teman - temannya..
" Amiin...." suara Sekar tiba - tiba muncul.
" Eh mbak Sekar... Piye kabare mbak.." ucap Bayu dalam hati sambil makan.
" Baik ganteng...." suara Sekar.
" Syukurlah... Pendekar mesum kemana mbak?" ucap Bayu dalam hati.
" Gak tahu... "
" Dia suka keluyuran Bay..." suara Sekar.
" Keluyuran?... Keluyuran kemana mbak?" ucap Bayu dalam hati.
" Ya ngikuti keluarga Jati lainnya..." suara Sekar.
" Ooo... Begitu..." ucap Bayu dalam hati.
Terjawab sudah apa yang selama ini menjadi pertanyaan di dalam pikiran Bayu,mengapa Jalu kadang ada,kadang tidak.
" Jo....Cintya kemana?" ucap Diana.
" Itu Cintya..." ucap Paijo sambil menunjuk.
Diana melihat ke arah yang di tunjuk Paijo.
Nampak Cintya duduk bersama teman - temannya.
" Gue dapat info... Lu jadian ya sama Cintya...?" ucap Diana.
" Uhuuuk....Uhuuuk...Uhuuuk..." Paijo kesedakan lalu mengambil gelas air minum.
Glek...gleek....Gleek....
" Siapa yang bilang?" ucap Paijo.
" Ada deh...Lu gak usah perlu tahu dari siapa informasi itu..." ucap Diana.
" Paijo pacaran sama Cintya? Kok aku baru tahu..." ucap Bayu dalam hati.
" Informasi palsu itu Na..." ucap Paijo.
" Iya kah....Soalnya informasi yang kuperoleh itu 80 % akurat..." ucap Diana.
Bayu berdiri,lalu berjalan ke arah Cintya.
" Cint..." ucap Bayu tanpa melihat wajah Cintya.
" Iya Bay..." ucap Cintya.
" Apa kamu pacaran sama Paijo?" ucap Bayu.
" Gosip itu Bay..." ucap Cintya.
" Ooo... Gosip to..."
" Soalnya di Cafe ada cewek."
" Cewek itu cantiiiiiik banget Cint"
" Dia sering datang ke Cafe terus nemuin Paijo..." ucap Bayu.
Tiba - tiba Cintya berdiri lalu memghampiri Paijo.
Bayu melihat Cintya menarik tangan Paijo. Paijo menurut saja.Mereka menjauhi kantin.
" Lah...Katanya gak pacaran...Kok maen tarik - tarikan..." ucap Bayu dalam hati. Lalu berjalan ke kursinya.
" Mas bilang apa ke Cintya,kok Paijo sampai di tarik oleh Cintya.?" ucap Putri.
" Mas cuman bilang.. Di Cafe ada cewek cantiik,sering datang ke Cafe.. Terus nemuin Paijo..Cintya langsung nyamperin Paijo dek." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..." ucap Putri.
Tak lama kemudian,Paijo dan Cintya datang menemui Bayu.
" Bayu....Katakan padaku...Siapa wanita itu..?" ucap Cintya.
" Lah kok tanya aku... " ucap Bayu.
" Siapa seh yang datang nemuin aku Bay...?" ucap Paijo.
" Coba tanya Bimo..." ucap Bayu.
Mereka melihat ke arah Bimo.
" Kenapa kalian melihatku?" ucap Bimo merasa bingung.
" Bim...Apakah ada cewek cantik yang datangin Paijo?" ucap Cintya.
" Ada...Kenapa emangnya?" ucap Bimo.
" Siapa Bim?" ucap Cintya.
" Siapa apanya?" ucap Bimo.
" Cewek itu Bimo..." ucap Cintya kesal.
" Ini ada apa seh sebenarnya? " ucap Bimo.
" Kamu jawab aja Bimo... Siapa cewek cantik yang datangin aku.." ucap Paijo.
" Fitri?" ucap Bimo.
__ADS_1
" Fitri kan memang tiap hari datangin aku,selain Fitri.." ucap Paijo.
" Heemm...Sopo yoo..."
" Clara kah?" ucap Bimo.
" Clara...? Siapa Clara itu Bim?" ucap Cintya.
" Pacarku... Kenapa Cint? Kalau kamu suka sama aku,maaf ya Cint...Aku sudah punya pacar sekarang.. Namanya Clara..." ucap Bimo.
" Amit - amit Bim..."
" Bay... Siapa seh cewek itu?" ucap Cintya.
" Ya Clara..." ucap Bayu.
" Kamu naksir aku mbak...Sepurane yo... Aku wes duwe pacar..." ucap Bimo.
" Jadi kalian beneran pacaran?"
" Padahal aku tadi aku ngetes aja... Soalnya Diana nanya ke kang Paijo."
" Kang Paijo gak mau jawab. Apakah kang Paijo pacaran sama Cintya... Begitu.." ucap Bayu.
" Siaal... Padahal aku nutup- nutupin dari teman - teman...Malah kebongkar.." ucap Paijo.
" Maaf ya sayang... Aku dah nutup - nutupin loh.." ucap Paijo.
" Iya...Gakpapa sayang...Lagian sudah ke bongkar juga.." ucap Cintya.
" Jadi...Kalian pacaran?" ucap Bayu.
" Iya...." ucap Paijo dan Cintya serempak.
" Kapan jadiannya?" ucap Putri.
" Belum sebulan Put..." ucap Paijo.
" Kenapa Rahman gak ada cerita ke aku ya.." ucap Bayu dalam hati.
---***---
Di suatu tempat di wilayah Jakarta.
Nampak wanita cantik duduk bersama rekan kerja yang sama - sama wanita.
Mereka duduk di sebuah ruangan menikmati kopi.
Seorang pria turun dari mobil. Pria itu memakai jas abu - abu,dan memakai dasi.
Pria itu berjalan ke sebuah kedai untuk menemui wanita yang ia cintai.
" Hai sayang..." ucap pria itu menyapa pacarnya yang duduk bersama teman - temannya.
Namun sang pacar diam saja tak seperti biasa. Biasanya sang pacar selalu menjawab.
" Clara....Apa kamu sedang sakit sayang..." ucap pria itu.
" Tidak... Ada apa?" ucap Clara.
Clara merasakan tak memiliki perasaan apa - apa lagi ke pria itu. Kini di dalam pikirannya hanya Bimo seorang.
Sebelum Clara bertemu dengan Bimo,Clara naksir Bayu. Namun dirinya sudah punya pacar.
Pria itu duduk di sampingnya,lalu mengusap rambut Clara.
"Sayang sudah makan apa belum?" ucap pria itu.
" Sudah. " ucap Clara.
" Syukurlah..." ucap pria itu.
Clara berdiri lalu mengambil tasnya.
" Gaiiiss.... Gue cabut dulu,mau kembali ke kantor... " ucap Clara.
" Iyaaa..." ucap teman - teman Clara.
" Sayang... Kamu kenapa seh...?"
" Kok jutekin aku sayang? Kamu marah sama aku?" ucap pria itu penasaran akan sifat Clara yang berubah drastis.
" Gakpapa... Lepasin tangan anda.." ucap Clara.
" Enggak... Aku gak mau..." ucap pria itu.
Clara mencoba melepas cengkraman pria itu.
Usaha Clara berhasil,kemudian ia berjalan ke arah mobilnya.
" Claraaaa....Tungguuuuu..." ucap pria itu.
Namun Clara tak berhenti,ia terus berjalan cepat meninggalkan tempat tersebut.
Pria itu kembali ke teman - teman Clara,karena ia tak berhasil mencegah Clara.
" Kenapa Clara sifatnya berubah drastis?" ucap pria itu ke salah satu teman Clara.
" Mana gue tahu... Tanya aja sendiri ke orangnya.." ucap teman Clara.
" Sial...."
Pria mengambil hapenya lalu menelpon Clara.
Tuuuut.....Tuuuuut.... Tuuuut....
Tuuuut...
" Nomor yang anda tuju sedang sibuk" suara operator.
" Siaaaaal....."
Pria itu mencoba menelpon lagi.
" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.Cobalah beberapa saat lagi." suara operator.
" Clara kenapa ya..."
" Apa salah gue?" ucap pria itu lalu berjalan ke mobilnya.
----***---
Cafe Mantan.
Pukul 14.30.
Nampak Bayu sedang duduk di Gazebo bersama Melisa. Bayu membantu mengerjakan tugas Melisa karena Melisa meminta tolong.
" Sekarang paham kan Mel ?" ucap Bayu.
" Paham kak..." ucap Melisa.
" Coba Mel kerjakan soal nomor 5.." ucap Bayu. Lalu melihat ke arah pengunjung Cafe.
" Iya kak..." ucap melisa.
Ayu datang menghampiri Bayu,ia baru saja dari dapur untuk melihat dan mengecek situasi dapur.
" Shujin...." ucap Ayu.
" Iya yomesan..." ucap Bayu.
" Akhir bulan,dapur kita tidak muat jika masak dalam jumlah yang cukup besar..." ucap Ayu lalu duduk di Gazebo.
" Ya emang gak muat,aku sudah memikirkan hal itu sayang..."
" Dapur kedua,aku akan memakai lantai pertama,biar teman - teman tidurnya di lantai atas.. "
" Soalnya kamar yang ada,ada yang masih kosong...Begitu.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..." ucap Ayu.
__ADS_1
Bayu melihat ke arah ke tiga sahabatnya.
Nampak ke tiga sahabatnya duduk sambil membuat ketupat,mereka membuat ketupat sambil mengobrol.
Pukul 16.30.
Bayu melihat Bimo membawa bungkusan plastik berisi makanan.
" Mau kemana Bim?" ucap Bayu.
" Mau mampir ke tempat Clara Bay..." ucap Bimo.
" Hati - hati yooo..." ucap Bayu.
" Iyaaa....Assalam mua'laikum..." ucap Bimo.
" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu.
***
Rumah Bayu.
Pukul 19.50.
Balkon lantai 2.
" Kang..." ucap Bayu.
" Iya Bay..." ucap Paijo.
" Sampeyan berhenti merokok apa karena Cintya ?" ucap Bayu.
" Iya... Kok kamu tahu? Apakah mama memberi tahu?" ucap Paijo.
" Aku cuman nebak aja kang..." ucap Bayu lalu mengambil rokok milik Lukman,karena Bayu ingin sekali merokok.
" Iki Kebo kok durung muleh yoo.." ucap Lukman.
" Katanya seh tadi ke tempat Clara sambil bawa makanan..." ucap Bayu.
Tak lama kemudian muncul Bimo naik sepeda motor,lalu berhenti.
" Itu Bimo..." ucap Daniel.
Bayu dan yang lainnya melihat ke arah Bimo.
" Bimo kelihatn senang yo..." ucap Lukman.
" Kan dia habis dari rumah pacarnya..." ucap Paijo.
Beberapa menit kemudian Bimo muncul sambil memegang teh Kotak.,lalu duduk.
" Tumben lama Bim?" ucap Daniel.
" Macet Niel..." ucap Bimo.
" Wes shalat po durung?" ucap Bayu.
" Durung Bay..." ucap Bimo.
" Ndang shalat disek kono... Silak ngantuk gak sido shalat engko..." ucap Bayu.( Cepat shalat dulu sana... Keburu ngantuk gak jadi shalat nanti)
" Ya pak Kyai..." ucap Bimo lalu berdiri kemudian berjalan.
" Bay..." ucap Paijo.
" Opo kang?" ucap Bayu.
" Jum 'at nanti antar ke mana lagi makanannya?" ucap Paijo.
" Tetap di mesjid itu aja kang..."
" Kan kita bertemunya di situ..." ucap Bayu.
" Yo wes kalau gitu...." ucap Paijo.
Setelah selesai shalat,Bimo kembali berkumpul.
" Bim..." ucap Bayu.
" Opo Bay?" ucap Bimo.
" Kalau Clara benar - benar jodohmu...Saranku..."
" Ajarin dia memasak..." ucap Bayu.
" Masak?" ucap Bimo.
" Iya...Soalnya waktu itu dia bilang gak pandai masak setelah aku tanya mengenai sushi yang di panaskan...Begitu.." ucap Bayu.
" Oooo...Begitu ."
" Iya deh..Engko tak ajari masak" ucap Bimo.
---***---
Minggu pukul 22.50.
Bayu,Daniel dan Lukman duduk di teras menunggu Bimo. Sebab terakhir di hubungi,Bimo masih di tempat Clara,dan sejam lagi pulang.
" Ini sudah sejam lebih...Kok Bimo belum muncul ya..." ucap Bayu.
Daniel memgambil hapenya untuk menelpon Bimo.
" Semoga aja dia gak kenapa - kenapa..." ucap Lukman.
" Amin..." ucap Bayu.
" Saya temannya..."
" Apaaaa...!!!??"
" Baik...Baik bu...Kami segera kesana.."
" Bimo masuk rumah sakit..." ucap Daniel.
" APAAAAAAAA......!!!!??? " ucap Bayu dan Lukman serempak terkejut bukan main.
" Kok bisa Niel?" ucap Bayu.
" Kecelakaan... Tabrak lari..." ucap Daniel.
" Pak...Tolong antar kami ke rumah sakit,dan tolong beri tahubke istri saya,bahwa kami ke rumah sakit menjenguk Bimo.." ucap Bayu.
" Siap bos..." ucap pengawal.
Tak lama kemudian mobil Pajero hitam berhenti di dekat Bayu.
Bayu bersama Daniel dan Lukman masuk ke dalam mobil.
Mobil yang di tumpangi Bayu berjalan menjauhi rumahnya.
Tak lama kemudian,hape Bayu berdering nada panggil,ia memgambil hapenya.
Nampak nama Istriku Putri muncul di layar.
" Assalam mu'alaikum dek.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam... Mas..."
" Tadi pengawal bilang kalau mas pergi ke rumah sakit.. Siapa yang sakit mas?" suara Putri.
" Bimo dek...Bimo masuk rumah sakit .." ucap Bayu.
" Innalilahi....."
" Bimonya gakpapa kan mas...?" suara Putri.
" Gak tahu dek...Ini aja masih di jalan... Kalian tetap di rumah,jangan keluar rumah kecuali ke kampus dan sangat penting" ucap Bayu.
" Iya mas...Assalam mu'laikum..." suara Putri.
__ADS_1
" Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap Bayu.