SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MUDIK 5


__ADS_3

Ruang keluarga.


Pukul 6.20


Diana keluar kamar tidur setelah mengganti pakaiannya. Ia berjalan ke arah ruang keluarga.


Nampak hanya ada Melisa dan Hinata sedang mengobrol.


"Mel..." ucap Diana.


"Iya kak..." ucap Melisa memanggil Diana dengan sebutan kakak bukan lagi bibi.karena telah menikah dengan Bayu.


"Lihat mas Bayu gak Mel?" ucap Diana.


"Enggak kak..." ucap Melisa.


Diana teringat,karena sejak subuh sampai sekarang ia tak melihat keberadaan Sulis.


"Kalau Sulis Mel..." ucap Diana.


"Enggak lihat juga kak,mang kenapa seh kak..."


ucap Melisa.


"Dari tadi kakak cari gak ada...." ucap Diana.


"Mungkin Kak Sulis sama kak Bayu keluar rumah kak.." ucap Melisa.


"Hem....Iya juga seh.." ucap Diana.


Diana merasa ada yang aneh,tak biasanya Sulis keluar rumah bersama Bayu.


"Kenapa mereka keluar berduaan ya...


Diana berjalan menuju teras rumah.


"Jangan - jangan mereka...


Diana berpikiran bila suaminya dengan Sulis sedang memadu kasih di tempat lain agar tidak ketahuan.Diana tahu dari Khalisa bahwa Sulis masih mencintai Bayu,akan tetapi Bayu tak mencintai Sulis.


Namun pikiran itu di tepisnya.


"Ah....Paling mereka menikmati pemandangan di desa ini...


"Tapi kenapa mereka keluar dini hari..." ucap Diana dalam hati.


Diana berdiri di halaman,lalu ia melakukan senam Taichi agar badannya segar.


Tak jauh dari Diana berada,Daniel duduk santai ,di tangannya memegang hape Nokia N Gage dan sebatang rokok yang menyala. Ia asik bermain game di hapenya.


Lalu muncul Lukman membawa 2 gelas kopi. lukman meletakkan gelas tersebut lalu duduk di dekat Daniel.


"Bayu wes balik opo durung Niel.."ucap Lukman.


"Belum..." ucap Daniel matanya tak lepas dari hapenya.


Bejo muncul dari dalam rumah.


"Kalian mau mandian di kolam apa gak?


"Mumpung masih pagi,pengunjung belum berdatangan..Jadi di sana sepi." ucap Bejo.


"Hem...Ayooo..


"Niel...Ikut apa enggak?" ucap Lukman.


"Ikut lah..." ucap Daniel kemudian menutup permainannya.


"Mei... ikut gak?" ucap Lukman agak nyaring memanggil Diana.


"Ikut kemana?" ucap Diana.


"Mandian di kolam dekat air terjun..." ucap Bejo.


"Ikuut..." ucap Diana.


Tak lama kemudian,ke tiga istri Bayu,sahabat Bayu,Melisa,Nadya,dan Bejo pergi ketempat wisata untuk mandi.


"Sulis mana?" ucap Bimo tak melihat Sulis.


"Gak tahu..Mungkin dia keluar sama Bayu." ucap Lukman.


"Yo wes...Ayo kita berangkat...?" ucap Bimo.


Setelah menempuh perjalanan dengan jalan kaki,akhirnya mereka sampai di kolam pemandian.


Tempat itu masih sepi pengunjung,hanya ada pihak pengelola,dan orang - orang yang berjualan. Karena Jam buka tempat wisata itu jam 8 pagi.


Melisa yang memakai pakaian renangnya masuk dalam kolam tersebut.


Sementara Bejo mengawasi mereka.Ia tak ikut mandi di dalam kolam itu.


"Kang...Kenapa gak ikut mandi?" ucap Daniel.


"Aku hanya mengawasi saja,takut ada hal yang mengganggu kalian...." ucap Bejo.


Sementara keluarga Nabila pulang duluan,karena ada perlu.


---***---


Di alam Gaib.


Kamar tidur.


Kumala Sari tak lagi merasuki tubuhnya Sulis.


Bayu melihat Sulis seperti Khalisa karena terkena ajian Kumala Sari.


Sedangkan Kumala Sari sendiri berada di alam nyata mencari tumbal seorang gadis untuk di jadikan pelayannya.


Sulis merasa masih bermimpi bisa memadu kasih dengan Bayu.Padahal itu adalah nyata,bukan lagi mimpi.


Mereka berada di tempat tidur tanpa memakai sehelai benang di tubuh.


Sulismeletakkan kepalanya di paha Bayu. Bayu mengusap rambut Sulis..


"Sayang..." ucap Sulis


"Iya..." ucap Bayu.


"Sayang pengen punya anak cewek apa cowok?" ucap Sulis.


"Sembarang ,mau bayi cewek atau cowok,yang penting sehat.." ucap Bayu.


Sulis memegang dedeknya Bayu,kemudian melahapnya.Ia tak pernah bosan menikmati dedeknya Bayu,karena dirinya merasa berada di surga saat dedeknya Bayu masuk ke dalam lubangnya.


Bayu menikmati atas tindakan istrinya itu,padahal yang melakukannya adalah Sulis di bawah kendali Kumala Sari.


Sulis dan Bayu bercinta kembali.


Selesai Bayu mengeluarkan lahar panas ,mereka istrahat 30 menit sambil makan buah - buahan,


Setelah itu mereka melanjutkan kembali.


Karena Sulis ingin goanya selaku di tusuk oleh dedeknya Bayu.


Nampak Sulis di atas Bayu sambil menggerakkan pinggulnya maju mundur,lalu ia merasakan akan *******,ia pun menangangkat pinggulnya naik turun dengan cepat agak ia orgasm ,lalu ia berhenti karena dirinya telah keluar, setelah itu ia merasakan guanya di sirami oleh Bayu ,ia pun menghentikan aktifitasnya.


Setelah Sulis tak merasakan dedek Bayu bergerak - gerak,ia turun dari tubuh Bayu,lalu berebah di samping Bayu.


Nampak lelehan cairan putih keluar dari sela - sela goanya yang tak mampu menampung semua lelehan tersebut.


Sulis memegang perut Bayu yang datar,


ia tak ingin terbangun dari mimpi indahnya.


"Mas..." ucap Sulis.


"Iya dek.." ucap Bayu.


"Aku mencintaimu.."ucap Sulis.


"Aku juga mencintaimu.." ucap Bayu.


Hoaaamm.....Sulis menguap.


"Kok aneh... Kalau ini mimpi kenapa aku merasa ngantuk dan capek.." ucap Sulis dalam hati heran.


Sulis berusaha sekuat tenaga menahan rasa ngantuknya,akan tetapi tak bisa,akhirnya Sulis tertidur.


Bayu memeluk Sulis,lalu ia ikut tertidur.


3 jam kemudian Kumala Sari muncul.


Kumala Sari menggerakkan tangannya untuk menguluarkan ajiannya.


Kumala Sari,Sulis,dan Bayu menghilang dari kamar tersebut untuk mengembalikan Sulis dan Bayu. Karena ia tak mau sosok putih itu menghajar dirinya lagi.


---***---


Alam nyata.


Di dalam kamar.


Kumala Sari muncul di dalam kamar tersebut.


Ia menggerakkan alas tempat tidur yang sebelumnya Bayu pakai buat tidur memakai kekuatannya.


Setelah semuanya tersusun kembali,Kumala Sari memunculkan Bayu di tempat tidur tersebut dalam keadaan semua.


Kumala Sari menghilang dari kamar itu.


---***---


Tempat wisata air terjun Kedung Pedut.


pukul 9.20.


Suasana tempat Wisata itu di serbu banyak pengunjung ,baik warga sekitar maupun orang kota,bahkan ada yang dari Jakarta berkunjung di tempat itu.


Bejo dan yang lainnya berada di warung. Nampak mereka sedang menikmati makanan yang di sajikan.


Diana mencoba menelpon Bayu. Namun tak di angkat,lalu mencoba nelpon Sulis,akan tetapi hape Sulis tidak aktif.


"Kemana ya mereka pergi." ucap Diana dalam hati.


"Yuk kita pulang..." ucap Khalisa.


Mereka kemudian berjalan pulang kerumah Bejo.


Dari jauh Kumala Sari memperhatikan mereka,lalu ia melesatkan ajiannya ke arah Melisa. Seperti yang di lakukan ke Sulis. kemudian menghilang.


---***---


Di kamar tempat Sulis tidur.


Ki Kartolo berjalan menuju dapur untuk menaruh gelas bekas minuman kopi,ketika melewati pintu kamar tempat Sulis berada.


Ki Kartolo mencium aroma wangi bunga Melati dan bunga Kantil.


"Eh....!!!?? Ki Kartolo terkejut karena itu tak pernah terjadi.Dan ia tahu siapa pemilik aroma tersebut. Karena sebelumnya ia pernah mencium aroma itu.


Biasanya Ki Kartolo mencium bunga itu di kamar khusus untuk melayani orang yang meminta jasanya dan mencium aroma bunga bunga itu di teras rumah,karena di halaman rumah ada tanaman bunga melati,bunga mawar,dan pohon bunga Kantil.


Jika pagi sampai sore Aroma wangi itu tak sampai masuk dalam rumah,ketika malam tiba,aroma wangi akan masuk tetapi tak seberapa tajam,hanya sampai di ruang tamu saja.


"Sial....Sepertinya dia datang ke sini....


Ki Kartolo membalikkan badan dan berjalan cepat ke pintu kamar itu,lalu membuka pintu kamar tersebut.

__ADS_1


Ceklek...Kriiiieeet.....(suara pintu terbuka)


Saat Ki Kartolo menekan tuas pintu,Kumala Sari menghilang dari kamar tersebut.


Tercium semerbak aroma wangi bunga Melati dan bunga Kantil saat pintu terbuka.


Nampak Sulis tertidur di tempat tidur.


"Gawat...Rupanya ia tahu bahwa Bayu datang kesini...


"BUK E....( ki Kartolo berkata nyaring memanggil istrinya.).


Istri Ki Kartolo yang mendengar suara suaminya memanggil,segera datang menghampiri meskipun dirinya sedang sibuk.


Aroma bunga Melati dan bunga Kantil hilang.


Muncul istri Ki Kartolo.


"Ono opo pak e.." ucap istrinya Ki Kartolo.


"Temanin aku untuk menghampiri temannya Bayu...


Sengaja Ki Kartolo memanggil istri karena ia akan menghampiri Sulis,jika sendirian takutnya ia di tuduh yang tidak - tidak.


Mereka masuk ke dalam kamar memghampiri Sulis.


"Coba buk e bangunkan dia" ucap Ki Kartolo.


"Ndukk...Tangi nduk..." ucap istri Ki Kartolo sambil mengoyangkan lengan Sulis.


Mata Sulis terbuka.lalu terbangun.


"sepuluh peng selawe bagi loro piro nduk...(10x 25: 2)" ucap Ki Kartolo,memgetes Sulis. Jika tak di bawah pengaruh Kumala Sari maka Sulis bisa menjawabnya.


Sulis diam tak menjawab pertanyaan Ki Kartolo.Ia turun dari tempat tidur untuk mandi.


Ki Kartolo menahan Sulis.


"Jancook...Dia kena ajian Nyi Kumala Sari." ucap Ki Kartolo sambil menahan tubuh Sulis .


Ki Kartolo mengucapkan mantranya,lalu meletakkan telapak tangan di wajah Sulis.


Tiba - tiba Sulis tak sadarkan diri.Ki Kartolo sigap menahan tubuh Sulis,lalu di baringkan di tempat tidur.


Ki Kartolo kembali mengucapkan mantranya untuk menghilangkan ajian Kumala Sari kemudian auranya Kumala Sari.


Setelah selesai. Ki Kartolo mencoba membangunkan Sulis.


"Nduuk..." ucap Ki Kartolo sambil menggoyangkan lengan Sulis.


Sulis membuka matanya dan ia terkejut melihat orang tuanya Nadya ada di dekatnya,lalu Sulis terbangun.


" Nduk...Jawab pertanyaan pakde..Sepuluh peng selawe bagi loro piro nduk?" ucap Ki Kartolo .


"Satus selawe (125)pakde.....Kenapa pakde tanya seperti itu? lalu kok aku ada di kamar" ucap Sulis.


"Awakmu ada yang ganggu,ini sudah pakde bersihkan...


"Banyak - banyak berzikir,jangan pernah kosongkan pikiranmu agar kamu tidak di ganggu.." ucap Ki Kartolo.


"Di ganggu sama siapa pakde? ucap Sulis.


"Makhluk halus...


"Pakde tinggal dulu..." ucap Ki Kartolo,lalu ia keluar kamar menuju kamar Bayu berada.


Ki Kartolo bersyukur bahwa temannya Bayu tak di bawa ke istana Kumala Sari,jika di bawa ke sana,maka ia akan kerepotan menghadapi Kumala Sari.


Setelah sampai di depan pintu kamar Bayu,Ki Kartolo memekan tuas pintu.


Ceklek...Kriiieeet....(suara pintu terbuka.)


Nampak Bayu tidur di lantai beralaskan alas tikar.


"Aneh...Biasanya jam segini Bayu gak pernah tidur.." ucap Ki Kartolo.


Ki Kartolo lantas mendekati Bayu,lalu mengucapkan mantranya.


Selesai itu Ki Kartolo membangunkan Bayu.


"Lee...Tangi lee..." ucap Ki Kartolo sambil menggoyangkan lengan Bayu.


Bayu membuka matanya lalu terbangun.Ia melihat sudah terang tanpa lampu peneranga ,karena ada cahaya sinar matahari masuk kedalam.


"Jancook...Aku kesiangan...


"Kenapa pakde baru banginin Bayu.." ucap Bayu.


Ki Kartolo berdiri.


"Mana pakde tahu...


Bayu kemudian berdiri sambil memegang bantal lalu meletakkan bantal di kasur.


"Temanmu yang bernama Sulis di ganggu sama Kumala Sari." ucap Ki Kartolo.


"Eh...!!!??? Bayu terkejut saat meletakkan bantalnya.


"Serius pakde..." ucap Bayu.


"Iya pakde serius lee...." ucap Ki Kartolo.


"Gawaat... Kalau dia ganggu Sulis,otomatis dia ganggu aku..." ucap Bayu dalam hati.


"Dia itu siapa Bay..." suara Jalu.


"Penguasa air terjun Kedung Pedut pakde.." ucap Bayu dalam hati.


"Apakah dia ada menemuimu lee?" ucap Ki Kartolo.


"Penguasa air terjun...Apakah dia seorang Ratu Bay?" suara Jalu bersamaan dengan Ki Kartolo saat bertanya.


Ki Kartolo lantas menempelkan telapak tangan di kening Bayu kemudian komat kamit membaca mantra.


"Bayu gakpapa pakde..." ucap Bayu.


Ki Kartolo menyudahinya,


"Jawab pertanyaanku yang tadi lee..." ucap Ki Kartolo.


"Hem...Bayu cuman mencium aroma bunga Melati dan bunga Kantil saat di air terjun,tapi Bayu gak pernah bertemu pakde.." ucap Bayu.


"Syukurlah..." ucap Ki Kartolo lega. Bahwa Kumala Sari tak menemui Bayu.


"Bayu mandi dulu ya pakde...Lengket banget..." ucap Bayu.


Terdengar suara teman - teman Bayu mengobol.


Muncul Bimo dan Lukman.


"Loh Bay....!!! Kamu tadi pergi kemana?


"Kita cari gak ketemu - ketemu..." ucap Lukman.


"Tidur.....Kenapa kamu gak bangunin aku Man..?" ucap Bayu.


"Mosook..." ucap Lukman tak percaya.


"Aku tangi kowe wes gak ono...Tak pikir kowe shalat tahajud terus mlayu keliling kampung.." ucap Bimo.(Aku bangun kamu sudah tidak ada,kupikir kamu shalat tahajud,terus berlari keliling kampung).


Deg.... Jantung Bayu terasa copot,sebab ia ingat dirinya sedang bercinta dengan Khalisa seperti di alam mimpi. Sama seperti waktu ia bercinta denga Kumala Sari. Tetapi dirinya tak bisa berbuat apa - apa,hanya bisa menjawab ucapan,merasakan sentuhan,menikmati


"Bajingan...Awas kamu ya Kumala Sari...Aku akan buat perhitungan dengamu..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengambil pakaian sarung .


"Aku mandi dulu..." ucap Bayu lalu berjalan ke kamar mandi.


---***---


Di sisi Sulis berada.


Kamar mandi.


Sulis melepas pakaiannya,ia merasakan badanya lengket,dan capek di sekujur tubuhnya.


Di lehernya nampak bekas cupangan.


Di depan Sulis ada bak air ukuran tinggi 1,5 M panjang 4 M lebar 2 M. Di dalam air ada beberapa ekor ikan,agar tak ada jentik - jentik nyamuk. Bak kamar mandi itu terhubung dengan kamar mandi di sebelahnya.


Sulis mengambil gayung lalu menyirami tubuhnya sambil mengusap tubuhnya.


Saat tangannya berada celah lipatan pangkal paha,Sulis merasakan licin.


"Kok licin ya...


Sulis merasa bingung dan aneh,lalu ia teringat saat waktu selesai bercinta kemudian tidur,paginya baru mandi. Rasanya sama persis.


Kemudian Sulis teringat saat dirinya merasa ngantuk di alam mimpi.


"Jangan - jangan aku tidak bermimpi...


"Tapi...Katanya pakdenya Bayu aku di ganggu makhluk halus.


Sulis kembali menyirami tubuhnya.


Kriiiieeet....Duuuk....(suara pintu kamar mandi di sebelah.


Lalu terdengar suara orang mandi.


"Bajingaaaan....Setelah ini aku akan menghajarmu..." suara Bayu.


"Eh...!!!?? Sulis terkejut,rupanya yang mandi itu adalah Bayu.


"Apa aku tanyakan ya..." ucap Sulis dalam hati.


Sulis kemudian berpikir.Lalu ia memberanikan dirinya.


"Mas..." ucap Sulis.


"Jancook...Kaget aku Lis..." suara Bayu.


"Maaf mas..." ucap Sulis.


"Ada apa Lis..." suara Bayu.


"Kemarin pas pulang dari tempat air terjun,tiba - tiba aku di kamar tidur..


"Lalu aku mimpi aneh mas.." ucap Sulis.


"Mimpi apa Lis?" suara Bayu.


"Kita bercinta mas..." ucap Sulis.


"Serius Lis..." suara Bayu.


"Serius mas...Ne V aku terasa licin,seperti habis ngentu..." ucap Sulis.


"Apakah kamu ingat suasana kamar itu Lis" suara Bayu.


"Ingat mas...Kamarnya itu seperti di Film kerajaan jawa..." ucap Sulis.


"Lis..." suara Bayu.


"Iya mas.." ucap Sulis.


"Masih ingat tata cara mandi junub( setelah hubungan badan)yang aku ajarkan.." suara Bayu.


"Masih mas,emangnya kenapa mas...Kok nanya mandi junub segala.." ucap Sulis.

__ADS_1


"Lakukan mandi junub Lis,nanti aku akan menemuimu setelah mandi.." suara Bayu.


"Iya mas..." ucap Sulis.


"Aneh..Kenapa dia nyuruh aku mandi Junub ya" ucap Sulis dalam hati heran.


Sulis pun melakukan apa yang di suruh oleh Bayu.


Bayu lebih dulu selesai mandi.


Setelah selesai mandi,Sulis mengelap tubuhnya dengan kain handuk,lalu rambutnya di lilit memakai handuk satunya.


kemudian Sulis memakai pakaian gantinya burupa kaos lengan panjang dan celana panjang.Selesai itu ia keluar dari kamar mandi.


Sulis menggantungkan handuk yang ia pakai untuk mengelap badanya.Setelah itu berjalan kearah pintu menuju kamarnya.


Hana melihat Sulis selesai mandi,datang menghampiri Sulis.


"Lis..." ucap Hana.


"Iya bu..." ucap Sulis.


"Ibu mau bicara tapi di kamar saja kita bicaranya.." ucap Hana.


Mereka pun berjalan ke kamar.


"Aneh...Kenapa Ibunya Bayu mau bicara padaku? apakah aku ada berbuat salah.." ucap Sulis dalam hati penasaran


Setelah sampai di kamar.


"Ceritakan pada ibu,apa yang terjadi?" ucap Hana.


"Cerita yang mana ya bu?" ucap Sulis bingung.


"Begini Lis...Ibu sibuk di dapur membantu ibunya Bejo memasak.


"Setelah subuh,Putri,Diana dan Ayu mencari Bayu,tapi tak ketemu...


"Ibu pikir Bayu sedang berlari pagi lalu shalat subuh di mushalla seperti yang biasa dia lakukan..


"Mereka juga tak ada bilang mengenai dirimu,


"Tadi ibu berbicara ke ayahnya Bejo,bila kamu di gangguin makhlus halus.." ucap Hana.


"Hem....Sulis merasa aneh bu...


"Soalnya seingat Sulis itu..


"Sulia sedang pulang bersama - sama setelah dari tempat wisata,Tiba - tiba Sulis terbangun di tempat tidur.Kok bisa begitu ya bu" ucap Sulis.


"Apakah kamu ingat kejadian tadi malam?...ucap Hana


"Hem....Sulis bersama teman bu,setelah itu pulang lalu tidur." ucap Sulis.


"Bukan malam kemarin Lis...Tapi yang tadi malam semua orang nyanyi,Bayu yang memetik gitar.." ucap Hana.


Sulis mengeleng - gelengkan kepala.


"Kok Sulis gak ingat ya bu...Apakah Sulis tidur?" ucap Sulis.


"Kamu gak tidur Lis..Semalam juga kamu ada...Tapi kamu diam saja sama seperti ibu...


"Ibu tak ikut bernyanyi,hanya mendengar saja..." ucap Hana.


"Masa seh bu..?" ucap Sulis tak percaya.


"Apakah kamu ingat setelah kamu pulang bersama keluarga Han dan yang lainnya Lis?" ucap Hana.


*Di luar pintu ada Bayu yang hendak menemui Sulis,akan tetapi,Bayu mendengar suara ibunya,Bayu menempelkan telinganya dipintubagar suaranya jelas.*


"Hem... Sulis bermimpi bertemu dengan Bayu bu.." ucap Sulis.


"Bertemunya di mana dan ngapain aja?" ucap Hana.


"Hem...Sulis gak tahu tempatnya itu di mana,tapi sekilas seperti kamar kerajaan bu,seperti di Film ,terus kita bercinta,lalu setelah bercinta Sulis merasakan ngantuk kemudian tidur..


"Lalu Sulis terbangun ada kedua orang tua Kang Bejo di kamar" ucap Sulis.


"Oke cukup Lis..." ucap Hana.


"Mangnya ada apa seh bu...Apa yang sebenarnya terjadi...Kenapa mimpiku terasa nyata" ucap Sulis.


"Kamu masih ingat saat kejadian di kossan apa enggak Lis?" ucap Hana.


"Masih bu..." ucap Sulis.


"Yang mengganggu Bayu itu adalah Kumala Sari,dan kamu ikut terkena olehnya.."ucap Hana.


"Apaaaa...!!!!??? ucap Sulis terkejut.


"Apakah itu nyata bu...Ataukah hanya halusinasi saja..." ucap Sulis.


"Ibu belum tahu pasti...Ya sudah kalau gitu... Kalau lapar,ambil makanan yang ada di dapur..Jagan sungkan...Ibu pergi dulu.." ucap Hana.


*Bayu pergi menjauh dari pintu*


Hana kemudian berjalan,lalu menghentikan langkahnya di dekat pintu kemudian membalikkan badan.


"Jangan kosongkan pikiranmu ya Lis...Banyak - banyak berzikir" ucap Hana.


"Iya bu .." ucap Sulis.


Hana membuka pintu kamar meninggalkan Sulis sendirian di kamar.


"Apa yang sebenarnya terjadi..


Sulis merasa kebingungan.Apakah benar jika Bayu menggauli dirinya.


Lantas Sulis teringat dengan kalender Haidnya.


"Jika benar,berarti aku bisa hamil..." ucap Sulis dalam hati.


Sebab ia merasa di dalam masa suburnya.


Sulis mengusap perutnya,ia berharap bila itu terjadi,maka ia bisa melupakan Bayu di dalam hatinya,dan merawat bayi tersebut.


---***---


Bayu berjalan hendak ke air terjun Kedung Pedut untuk memberi pelajaran ke Kumala Sari. Karena telah mengganggu dirinya.


Diana dan Hinata muncul dari dalam kamar melihat Bayu berjalan hendak keluar.


"Shujin..." ucap Hinata.


"Sayang..." ucap Diana berbarengan dengan Hinata.


"Iya..." ucap Bayu sambil menghentikan langkahnya.


Lalu muncul Khalisa.


"Tadi sayang dari mana? Kita cari gak ketemu." ucap Diana.


"Aku gak kemana - mana,hanya tidur saja..." ucap Bayu.


"Sayang jangan bohong...Kita cari di kamar juga gak ada..Apa sayang berduan dengan Sulis" ucap Diana.


"Baiklah...


Bayu menghembuskan di mulutnya.


"Aku di ganggu lagi oleh penunggu air terjun bernama Kumala Sari.." ucap Bayu.


Hana datang menghampiri Bayu.


"Kumala Sari???" ucap ketiga istri Bayu.


"Kurang ajar... Di mana dia shujin? aku akan membunuhnya.." ucap Hinata.


"Yomesan...Dia bukan manusia seperti kita.." ucap Bayu.


"Bukan manusia.." ucap Hinata tak percaya.


"Dia itu makhluk halus yang berkuasa di kerajaan alam ghaib di air terjun itu...


"Kalian sudah dengar kan ucapannya kang Bejo kemarin,bahwa ada anak kecil tewas di sana.."ucap Bayu


"Iya aku dengar mas..." ucap Khalisa.


"Itu ulahnya Kumala Sari,dulu sempat Nabila hampir mati tenggelam gara - gara ulah Kumala Sari, kemudian aku mencoba menyelamatkannya. Nabila berhasil selamat.


"Akan tetapi,aku di bawa oleh dia ke alam gaib.." ucap Bayu.


"Ano...Alam gaib itu apakah sama seperti alam kita shujin?" ucap Hinata penasaran.


"Hampir sama,hanya saja di sana tak ada matahari,hanya cahaya menjelang malam...


"Penghuninya ada yang berbentuk manusia pada umumnya,adapula yang menakutkan bahkan bentuk badannya ada yang seperti bintang mempunyai taring dan badannya penuh bulu.." ucap Bayu.


"Ayoo kita kumpul dulu sayang di ruang keluarga..." ucap Hana.


"Iya bu..." ucap Bayu dan ketiga istrinya.


Mereka kemudian berjalan ke ruang keluarga.


Hana memanggil yang lainnya untuk berkumpul.


"Apakah Sulis juga di ganggu sayang? Soalnya aku tak melihat Sulis.." ucap Diana.


"Iya...Dia juga terkena sayang..." ucap Bayu.


Ketiga teman Bayu datang.


"Apakah dia di bawa ke alam gaib mas?" ucap Khalisa.


"Aku gak tahu dek... " ucap Bayu. Sebab Bayu tak ada melihat Sulis.


Ki Kartolo datang bersama Bejo.


"Apa yang di lakukan Kumala Sari mas?" ucap Khalisa.


"Dia menyukaiku dek...Dan menganggap aku ini suaminya..." ucap Bayu.


Diana dan Hinata mengepalkan tangannya. Ingin rasanya membunuh Kumala Sari.


"Kenapa mas gak melawan dia?" ucap Khalisa.


"Aku gak bisa melawannya dek,karena terkena ajiannya...Apa yang di perintahkan mas turuti.." ucap Bayu.


Hana,bu Intan,Melisa dan Sulis datang menghampiri.


Nampak Hinata diam saja tak banyak bicara ketika melihat Bayu.


"Baiklah...Semuanya sudah berkumpul...


"Aku akan mengetes kalian,dan jawab dengan benar.." ucap Ki Kartolo.


Ki Kartolo lantas memberikan soal pada semua orang,termasuk Bayu dan Sulis meskipun sudah sudah sadar sepenuhnya. Mereka menjawabnya dengan benar,karena soalnya begitu mudah.


Ketika Ki Kartolo bertanya pada Melisa.


"Satus kurang telung puluh tambah selawe piro nduk.." ucap Ki Kartolo.(100 - 30 + 25)


"Pak tua...Dia itu gak bisa bahasa jawa,jangan di tanya pakai bahasa jawa..." ucap Hana gregetan.


"Aku mana ngerti...Tak kiro iso boso jowo..." ucap Ki Kartolo.


"Kulon nuwun....


"Ki....Tolooong Ki" suara dari depan meminta pertolongan.

__ADS_1


__ADS_2