SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
SALING BERBAGI


__ADS_3

Bayu tiba di rumah Ida.Ia melihat Ida berseragam SMA sedang memakai sepatu.


" Broo...Aku antar adikku sekolah dulu ya..." ucap Fuad.


" Iya kang..."


" Kalau pulang naik apa adik sampeyan?"ucap Bayu.


" Naik taksi..." ucap Fuad


" Wuuiih...keren..Naik taksi.." ucap Bayu.


" Biasa aja kak..." ucap Ida.


".Taksi di sini itu angkot.." ucap Fuad.


" Aseemm.... Kirain taksi argo kang..."


Muncul adiknya Ida memakai seragam putih biru.


Sambil menenteng tasnya lalu duduk untuk memakai sepatu.


Bayu mengeluarkan uang,lalu memberikan ke adiknya Ida.


" Ini buat jajanmu.." ucap Bayu memberikan uang 20 ribu.


" Makasih kak...." ucap adiknya Ida.


Ida menoleh ke adiknya lalu melihat ke Bayu.


Bayu pura - pura gak melihat Ida.


" Aku mana kak?" ucap Ida berharap di kasih uang juga oleh Bayu.


" Kan kakak sudah di kasih hape..." ucap adiknya Ida.


Ida berdiri lalu berjalan ke arah Fuad yang sudah duduk di atas motor.


" Gitu aja ngambek...."


Bayu berjalan ke arah Ida yang naik ke sepeda motor.


" Ini untukmu..." ucap Bayu memberikan uang 20 ribu.


" Kada usah kalau kada ikhlas.." ucap Ida ngambek.


Bayu melepas tali sepatu Ida,lalu menarik sepatu tersebut hingga lepas. Lalu berjalansamb


" Kak Ahmad.....Kembalikan sepatuku...." ucap Ida.


" Ke sini dong..." ucap Bayu.


Fuad memperhatikan saja tingkah Bayu dan adiknya.


Ida turun dari sepeda motor lalu berjalan dengan satu kaki,tak ingin kaos kakinya kotor.


Ibunya Ida muncul dari dalam,lalu melihat Bayu dan Ida.


Ida berusaha merebut sepatu yang di pegang Bayu.


" Duduk duluu...."


Ida duduk di kursi. Lalu Bayu memakaikan sepatu Ida. Ia pernah melakukan hal itu ke Putri saat masih SMP. Dan kini Bayu mengulangi kembali,namun bukan memberi uang saku,hanya melepas sepatunya Putri saja.


Ida memperhatikan Bayu memakaikan sepatu miliknya.


" Ini uangnya cantik...." ucap Bayu sambil memberikan uang 20ribu setelah selesai memakaikan sepatu Ida.


" Makasih..." ucap Ida.


" Iya..."


Ida menyodorkan tangan ke Bayu,Bayu menangkupkan ke dua telapak tangannya.


Ida berjalan ke sepeda motor.


" Hati - hati..." ucap Bayu.


" Enggeh..." ucap Ida.


Fuad kemudian pergi dengan membonceng ke dua adiknya ke sekolah.


Bayu merasakan ponselnya bergetar,lalu ia mengecek hapenya.


" Assalam mu'alaikum kang..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam bos...Maaf baru nelpon..." suara Wardoyo.


" Iya gakpapa...Ada apa kang?" ucap Bayu.


Ibunya Ida masuk kembali ke dalam rumah.


" Bos mau cari rumah kontrakan yang seperti apa?" suara Wardoyo.


" Yang biasa saja,jangan terlalu besar.." ucap Bayu.


" Yang satu kamar aja kah?" suara Wardoyo.


" Iya kang..Kalau ada kabarin ya.." ucap Bayu.


" Siaap bos.... Assalam mu'alaikum.." suara Wardoyo.


" Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap Bayu lalu mengantongi hapenya.


Muncul ibunya Ida sambil membawa segelas teh.


" Gak usah repot - repot bu..." ucap Bayu.


" Kada apa.- apa..Hanya teh saja...Silahkan di minum." ucap Khadijah.


" Terima kasih..." ucap Bayu.


" Sarapan dulu sebelum berangkat.." ucap Khadijah.


" Saya sudah sarapan bu..." ucap Bayu.


"Ibu tinggal dulu ya.." ucap Khadijah.


" Iya bu..." ucap Bayu.


Lantas Bayu teringat belum beli Choki - choki dan teh Kotak.


" Asem...Kok aku lupa ya..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu berjalan ke toko dekat rumah Ida.


Setelah berbelanja,Bayu melihat 5 orang pria berdiri sambil membawa peralatan pancing.3 pemuda 2 bapak - bapak.


Bayu berpikir bahwa mereka adalah teman Fuad. Bayu melewati ke 5 pria lalu duduk menikmati teh buatan ibunya Ida sambil menunggu Fuad datang.


Tak lama kemudian Fuad datang lalu menyapa ke 5 pria yang membawa alat pancing. Setelah itu Fuad masuk ke dalam rumah.


Tak lama kemudian Fuad muncul sambil membawa peralatan pancingnya.


" Ayo broo...Kita berangkat.." ucap Fuad.


" Okee..." ucap Bayu lalu menghabiskan teh di gelas. Kemudian mengambil peralatan pancingnya dan juga bekal.


Bayu melihat mereka berjalan kaki ,tidak naik kendaraan.


" Kapalnya di mana kang?" ucap Bayu.


" Dekat aja broo.." ucap Fuad.


Tak sampai 10 menit,mereka pun sampai.


Bayu melihat banyak perahu terparkir di dermaga berbagai ukuran. Perahu itu rata - rata terbuat dari kayu.


Fuad bersama teman - temannya secara bergantian menurunkan peralatan ke kapal.


Bayu melihat sudah ada 2 orang berada di kapal.


Setelah semua naik ke kapal,Fuad melepas tali ikatan ,lalu sang kapten mulai menjalankan kapalnya.


" Oooo...Pakai mesin domping..." ucap Bayu dalam hati melihat kapten menyalakan mesin.


Perlahan,kapal yang Bayu tumpangi meninggalkan dermaga. Suara mesin kapal membuat bising di telinga bagi yang tak terbiasa.


" Banyak betul yang kamu beli bro.." ucap Galang kepada Bayu karena melihat Bayu membawa banyak bekal.


" Ya kita makan rame - rame lah..."


" Kalau sampeyan mau..Ambil aja.."ucap Bayu.


" Ku perhatikan...Masnya mirip artis ibu kota..." ucap pak Daus.


" Mirip aja pak..Tapi saya ini bukan artis.."


" Oh iya kang Fuad..Berapa lama sampai ke spot mancing..?"ucap Bayu.


" Kalau ombaknya gak besar 2 jam sampai broo..Kalau ombak besar ya 3 jam." ucap Fuad.


Bayu merasakan ponselnya bergetar panjang.Lalu melihat siapa yang menelpon.


Nampak Diana yang menelpon,Ia pun menjauh dari para pemancing.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam...Apakah urusannya sudah beres yank..?" suara Diana.


" Belum sayang...Tapi ini sudah mulai nampak akan beres. Soalnya aku sudah mempengaruhi salah satu ketua ormas di sini.." ucap Bayu.


" Ooo...Gitu..."


" Ini sayang lagi apa?" suara Diana.


" Di kapal sayang.." ucap Bayu.


" Sayang jadi mancingnya.." suara Diana.


" Jadi..." ucap Bayu.


" Kalau sudah selesai,kabari ya sayang...Kita pengen lihat cewek yang mirip dengan Putri itu " suara Diana.


" Iya sayang..." ucap Bayu.


" Ya sudah kalau begitu...Assalam mu'alaikum.." suara Diana.


" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu lalu mengantongi hapenya.


Setelah itu mengambil biskuit,teh Kotak,dan Choki - choki .


Sambil menikmati Choki - choki,Bayu mengeluarkan peralatan pancingnya.


Ketika hendak akan mengeluarkan Reel Jigging yang harga jutaan,tangannya berhenti di dalam tas,lalu ia kepikiran ucapan teman - temannya saat melihat Reel tersebut,terutama Fuad.


" Reel sultan..."


" Berapa harga reel itu "


" Kamu orang kaya ya..."


" Ini baru namanya orang kaya memancing dengan reel paling mahal.." Itulah perkiraan ucapan yang di ucapkan oleh para pemancing.


Sehingga Bayu memutuskankan memakai nilon yang berukuran besar dalam gulungan yang telah ia siapkan.

__ADS_1


Setelah sampai di spot mancing.


Cuaca sangat cerah berawan,angin bertiup sepoi sepoi.


Para pemancing mulai memancing,ada pula yang masih merakit pancingnya.


Sedangkan Bayu memasang umpan udang hidup.


" Bismilah...Niat ingsun golek iwak buat diriku dan juga teman - teman " ucap Bayu dalam hati saat akan melempar umpan ke laut.


Baru saja melempar dan merasakan pemberatnya menyentuh dasar laut,umpannya langsung di sambar ikan.


" Strike perdana..." ucap Bayu menarik senar nilon memakai tangan kosong tanpa sarung tangan.


" Wuuiih...Dapat dia.." ucap pak Daus.


Bayu melihat ikan GT yang besar.


" Gede banget trakulunya.." ucap Wawan.


" Musim ikan Trakulu.." ucap kapten.


Sang kapten mengambil gancu ikan,lalu mengaitkan ikan yang di dapat Bayu.


Nampak ikan GT beratnya kurang lebih 9 kilo menggelepar di lantai kapal.


" Jooooss...." ucap Fuad.


Bayu tersenyum,lalu memasang umpan udang hidup lagi.


Kembali,umpan Bayu di sambar ikan hingga jorannya melengkung.


" Strike...." ucap Bayu sambil menarik ikan yang ia dapat.


Bayu berusaha menaklukkan ikan yang di dapatnya.


Nampak ikan GT berukuran lebih besar dari sebelumnya muncul di permukaan. Sang kapten membantu menaikkan ikan milik Bayu.


" Strike " ucap Fuad.


" Po...Minta udangnya ya.." ucap Aco.


" Ambil aja kang.." ucap Bayu.


" Strike..." ucap Aco.


Tak terasa sudah 1 jam terlewati


Bayu mendapat ikan yang lebih besar dari pada pemancing lainnya.


Kemudian Bayu mencoba memakai umpan ikan layang yang sudah terpotonh,Bayu melempar umpan ke laut.


" Pakai sarung tangan,nanti luka tanganmu.." ucap kapten mengingatkan.


" Tenang aja pak...Saya sudah terbiasa.."


" Strikeee..." ucap Bayu lalu menarik nilonnya.


Tak butuh lama,ikan yang Bayu dapatkan berhasil di angkat.


" Hoki terus kamu broo..." ucap Fuad.


" Alhamdulilah kang..." ucap Bayu.


Bayu mencoba memakai umpan ikan layang utuh.


" Hati - hati jika pakai umpan ikan layang utuh.." ucap kapten.


" Strikeee..."


" Iya pak..." ucap Bayu.


Bayu merasakan tarikan ikan lebih kuat dari sebelumnya.


" Asemm....Ikan apa ini..." gumam Bayu sambil menarik dan mengulur nilonnya. Meskipun nilon yang di pakai cukup besar,jika di paksakan menarik. Akan putus oleh perlawanan ikan.


20 menit kemudian, Bayu melihat ikan besar muncul di permukaan.


Sang kapten segera menggancu ikan tersebut.


Bayu menarikkan ikan di bantu sang kapten.


Ikan tuna berukuran besar berhasil di dapat. Kapten memukul kepala ikan Tuna dengan sebatang kayu,agar berhenti menggelepar.


" Bah..Bah..Bah...Dapat ikan ganal terus dia..." ucap Dion.


" Alhamdulilah kang..." ucap Bayu.


" 80 kilo tuh bro.." ucap Fuad.


" Mungkin.." ucap Bayu.


Bayi terus memancing memakai umpan ikan layang yang utuh. Dan kembali mendapat ikan Tuna berukuran sangat besar.


Di saat Bayu melihat jam tangannya,waktu sudah menunjukkan masuk shalat Dzuhur. Bayu meletakkan alat pancingnya,kemudian wudhu memakai air minum di botol.


" Ayo kang...Shalat.." ucap Bayu.


" Iya..Duluan aja..." ucap Fuad sambil menggulung senarnya.


Selesai shalat,Bayu menikmati teh kotak,lalu menyalakan rokok. Sementara Fuad shalat setelah Bayu selesai shalat.


" Jika aku bilang sama Ida jika aku dah berkeluarga,pasti dia kecewa..Tapi"


" Kalau gak bilang...Dia mengejarku terus.." ucap Bayu dalam hati.


" Loh...Gak mancing maneh?" ucap pak Waluyo.


" Leren dulu pak...Sekalian memberikan kesempatan kepada yang lainnya.." ucap Bayu.


Setelah rokok yang Bayu habis,Bayu melanjutkan mancingnya. Kali ini ia ingin mencoba merinta. Berbekal informasi dari para pemancing saat ia mengunjungi proses rumah yang ia buat,Bayu pun membuat Rinta,mata kailnya cukup besar.Cukup menahan ikan seberat 15 kg.


" Strike....." ucap Bayu sambil menarik nilonnya.


Begitu ikan yang di dapat berhasil naik,nampak ikan Trakulu berukuran 1 kilo lebih menggelepar di lantai kapal. Bayu segera melepas ikan dari mata kail rinta satu persatu,namun ada 1 ekor ikan kecil nyangkut di rinta,Bayu segera memasukkan ikan kecil ke dalam jaring ikan untuk umpan hidup nanti malam. Setelah itu menurunkan kembali pancing rintanya tanpa memakai joran.


Lagi dan lagi. Bayu mendapatkan ikan trakulu besar dan sedang, Hingga box ikan warna putih tidak muat di penuhi ikan yang di dapat Bayu. Sementara pemancing yang lain,ikan yang di dapat tak sebesar Bayu.


" Spotnya joss..." ucap Bayu merasa senang mendapat banyak ikan.


" Penuh sudah boxnya..." ucap Aco sambil menggulung senarnya.


" Itu yang besar belum di isi." ucap Galang.


Ada 2 kotak tempat ikan berukuran besar yang tingginya 2 meter, dan 4 kotak box putih terbuat dari sterofom.


" Dia aja yang dapat ikan yang besar - besar.." ucap Daus.


" Mau pakai punyaku kang.." ucap Bayu.


" Gak usah Mad.." ucap Fuad sambil memegang jorannya menunggu umpan yang ia pasang di sambar ikan.


" Yo wes..." ucap Bayu ,lalu mulai memancing lagi.


" Tanganmu gak luka kah?" ucap kapten melihat Bayu berulang kali mendapat ikan Tuna berukuran besar.


" Tidak kep....Santai aja..." ucap Bayu.


Seandainya Bayu tak kebal,maka telapak dan jarinya terluka akibat gesekan nilon ketika ikan melawan saat di tarik.


Bayu menganti Rintanya. Kali ini ia memakai umpan ikan layang utuh.


Tak membutuhkan waktu yang lama,baru saja pemberatnya menyentuh dasar laut,umpan ikan layang di sambar ikan.


Bayu berusaha menarik ikan tersebut.


***


Sementara di kapal perang China.


Tentara yang melihat orang yang mirip Jiang lantas melaporkan ke Komandan.


Komandan tak percaya apa yang di ucapkan


" Tak mungkin itu Jiang....Sebab Jiang telah mati. Di timur tengah" ucap Komandan.


"Siap.. Sumpah...Saya benar - benar melihat pria itu mirip dengan Jiang pak..." ucap tentara1.


" Di mana kamu melihatnya?" ucap komandan.


" Siap..Saya tidak tahu nama tempat itu pak.." ucap tentara 1.


***


Di sisi Bayu.


Bayu duduk santai menikmati roti. Sebab dirinya sudah mendapatkan ikan dalam jumlah yang banyak dan juga besar - besar. Serta menunggu adzan Magrib.


Lebih 30 ekor ikan Tuna berukuran besar telah Bayu dapatkan.


"Kep(Kapten)...Pulang yuk..." ucap Bayu.


" Belum lah...Besok baru pulang..." ucap kapten


" Mentang - mentang sudah dapat banyak ikan,ngajakin pulang dia..." ucap Wawan.


" He...He...He...He...He...He..." Bayu cengengesan.


Di saat masuk.shalat Magrib,Bayu mengumandangkan Adzan.


Fuad menggulung senarnya ,setelah ikannya berhasil naik,ia pun segera wudhu seperti yang dilakukan Bayu.


Para pemancing mendengar suara adzan Bayu.


" Suaranya bagus...." ucap pak Daus.


" Iya...Dia seperti anak pesantren..." ucap kapten.


Setelah selesai shalat,Bayu lanjut mengaji dengan hapalannya. Ia tak memperdulikan akan mancingnya.


Fuad duduk di samping Bayu untuk shalat magrib.


" Bro...Ku makan ya rotimu..?" ucap Fuad setelah selesai shalat.


Bayu menoleh ke Fuad ,lalu menganggukkan kepalanya,kemudian menundukkan kepala lagi sembari membaca hapalannya secara pelan.


Fuad menikmati roti yang di beli Bayu.


Sebagian pemancing beristirahat sambil menunggu umpannya di sambar ikan mereka mengisi perutnya.


Mereka saling mengobrol,di selingi candaan.


Setelah selesai shalat Isya'. Bayu lanjut lagi memancingnya.


" Apa ku habisin aja ya umpannya biar cepat pulang..." ucap Bayu dalam hati. Sebab umpan yang di sediakan masih banyak.


Fuad mendekati Bayu yang sedang memotong ikan layang.


" Broo..." ucap Fuad.


" Opo kang..." ucap Bayu sambil memotong ikan.


" Kamu suka dengan adikku ya..." ucap Fuad.


Bayu meletakkan pisau,lalu menoleh ke Fuad.

__ADS_1


" Gimana ya..."


" Aku melihat adikmu itu seperti almarhum kekasihku..." ucap Bayu.


" Apa kamu sudah punya pacar..?"


Bayu menggelengkan kepala.


" Kalau kamu suka ,gak masalah..Asal jangan kamu sakiti dia..." ucap Fuad.


" Gak berani kang...."


Bayu memasang umpan di kail,lalu melempar ke laut.


" Jujur...Waktu kelas 2 SMP,aku sama Putri berpisah.." ucap Bayu sambil menarik nilonnya karena umpannya di sambar ikan.


" Putusan..?" ucap Fuad.


" Bukan putus kang..."


" Ayahnya kan Dinasnya itu selalu berpindah - pindah tempat. "


" Kebetulan saja ayahnya Putri mendapat surat pindah,mau gak mau dia ikut pindah. Dan aku gak di kasih tahu kalau dia mau pindah. Hanya menitipkan surat aja.."


" Hingga aku lulus dan melanjutkan SMA. "


" Aku tak mau membuka hatiku kepada cewek manapun...Meskipun banyak yang memberi kode kepadaku.."


Bayu melepas ikan kakap merah dari mata kail,ia mendapat 2 ekor sekaligus. Sebab Bayu memasang 3 mata kail.


" Kemudian aku Kuliah keluar kota.."


" Tak sengaja bertemu dengan Putri kembali..."


" Aku merasa senang banget bisa bertemu dengan kekasihku yang telah lama berpisah...Padahal kami itu gak ada kirim surat ataupun menelpon.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu...Pantas saja pacaranmu lama.."


" Pakai pancingku aja.." ucap Fuad.


" Mana....?" ucap Bayu.


Fuad mengambil alat pancing satunya.Lalu memberilan ke Bayu.


Bayu memasang umpan ikan layang yang telah di potong ke kail,lalu melempar ke laut. Kali ini ia memakai Jorannya.


Bayu berpikir bagaimana caranya,agar masalah lahan itu cepat selesai. Lalu ia pun memiliki ide.


" Strikeee...."


Fuad duduk santai sambil merokok dan menikmati kopi. Di kapal telah di sediakan kompor untuk merebus air dan memasak.


Nampak ikan kakap merah menggelepar di lantai,Bayu memasukkan ikan itu ke dalam Box putih yang kosong,sebelumnya terisi ikan. Sang kapten memindahkan ikan itu ke dalam kotak peti.


" Besok sampeyan kemana?" ucap Bayu sambil melempar umpan.


" Paling di rumah...Tidur..." ucap Fuad.


" Aku boleh kerumah kah..?" ucap Bayu.


" Datang aja..." ucap Fuad.


" Oke.....Strikeee..." ucap Bayu sambil menggulung senarnya.


Setelah ikan berhasil naik. Bayu mencoba memakai rangkaian 5 mata kail,agar sekali dapat bisa 3 atau 4 ekor ikan.


Setelah selesai merakit,Bayu segera memasang umpan,lalu melempar ke laut.


Fuad mengambil jorannya lalu memancing.


Bayu menarik nilonnya,karena umpan di sambar ikan. Setelah berhasil ikannya naik,nampak 3 ekor ikan kakap merah.


Setelah itu Bayu menghampiri Fuad.


" Coba sini pancingmu kang.."


Fuad memberikan Jorannya ke Bayu.


Bayu membaca do'a lalu meniup joran Fuad.


" Ini kang..." ucap Bayu sambil memberikan.


Fuad merasakan umpannya di sambar ikan.


Setelah berhasil naik,nampqk ikan kakap merah berhasil di dapat.


Lalu Fuad memasang umpan lagi setelah melepas ikannya. Bayu memasukkan ikan itu ke dalam box.


Fuad merasakan timah pemberat belum nyentuh dasar tapi umpannya sudah di sambar ikan,ia pun segera menggulung senar pancingnya.


Di saat Fuad mendapat ikan ke empat kalinya secara beruntun,ia menjadi heran. Mengapa ia selalu cepat dapat. Lalu menghampiri Bayu yang sedang melepas ikan kakap merah.


" Tadi itu pancingku kamu apain broo..?" ucap. Fuad heran.


" Hanya ku bacakan do'a saja. Jangan sampeyan langkahi Joranmu. Kalau sampeyan langkahi,maka sampeyan gak bakalan strike terus. Dan jangan lupa berdo'a" ucap Bayu pelan.


" Ooo..Begitu..." ucap Fuad lalu mencoba lagi.


Dan benar saja,tak membutuhkan waktu lama,umpan pancingnya cepat di sambar ikan. Begitu seterusnya hingga dirinya merasa capek menggulung senar. Kemudian istirahat.


Fuad melihat ke arah Bayu yang sedang menggulung reelnya.


" Dia sepertinya keturunan kyai...Ucapannya bujur kada bebengkok,barulah ulun lempar umpan sudah di sambar iwak .Ganal - ganal lagi iwaknya." ucap Fuad dalam hati.


Bayu tak memakai Joran milik Fuad,sebab saat menarik 3 ekor ikan kakap Merah kewalahan. Kini Bayu memakai pancing manual,hanya memakai tangan saja untuk menggulung nilon.


Bayu mendekati Fuad sambil membawa gulungan nilon dan sarung tangan.


" Kang...Pakai ini aja...Biar cepat dapatnya." ucap Bayu pelan.


" Okee....Terus piyan pakai apa" ucap Fuad.


Fuad menerima gulungan Nilon tersebut.


" Aku ada lagi...Biar yang lain gak dengar suara reel kita , dan kita habiskan umpan itu sampai pagi.." ucap Bayu.


" Oke...Siapa takut..." ucap Fuad.


Sementara yang lain ada yang tertidur.Ada pula yang bermain ponsel sambil menunggu reelnya berbunyi.


Bayu dan Fuad berlomba - lomba memancing. Fuad merasa senang,trip kali ini dirinya mendapat ikan dalam jumlah yang banyak.


Fuad melihat Bayu menarik nilon pancing,nampak 5 ekor ikan kakap berhasil Bayu dapatkan dalam sekali tarik. Ia pun juga mendapat ikan kakap merah berukuran besar.


Tak ada ucapan sepatah katapun antara Fuad dan Bayu. Hanya suara ikan yang menggelepar di lantai kapal. Para pemancing mengira Bayu dan Fuad nasib sama seperti mereka,yakni menunggu umpannya di sambar ikan. Karena posisi Bayu dan Fuad terhalang peti ikan.


Sang kapten melihat Bayu menggeleng gelengkan kepala,sebab ia baru kali ini melihat pemancing selalu mendapat ikan dapat waktu paling cepat dan juga ikan yang di dapat sangat besar. Ia membantu memasukkan ikan ke dalam kotak ikan berukuran besar.


Tak terasa pukul 4. 35.


Bayu melihat umpan ikan layang tinggal beberapa ekor saja. Ikan kakap warna merah nampak menggunung,Bayu malas memasukkan ikan ke dalam kotak ikan.


" Di jual kah ikannya..?" ucap kapten.


" Tergantung kesepakatan teman - teman kep..Kalau jual..Jual..Kalau enggak ya gak usah.." ucap Bayu sambil menarik nilon pancing.


Fuad beristirahat,sebab sedari tadi ia belum ada istirahat,selalu saja memancing tanpa henti.


" Pegel tangan eeh..." ucap Fuad.


" Bagaimana tidak capek..Ikan yang di dapat selalu besar..Itu 2 peti kayu sudah full.." ucap kapten.


" Masa seh kep...?" ucap Bayu tak percaya.


" Lihat aja sendiri.." ucap kapten.


Bayu meletakkan nilon pancingnya,lalu membuka penutup peti ikan.


Nampak ikan kakap Merah menumpuk di dalam kotak tersebut.


" Biyyuuuh....Kirain masih kosong kep..." ucap Bayu.


" Itu box putih juga penuh.." ucap Kapten.


" Waaaah... Kita bisa pulang cepat neh.." ucap Bayu.


" Iya... Istirahat aja dulu...Jam 9 kita pulang.." ucap kapten lalu masuk kedalam untuk istirahat.


Bayu mencuci tangannya.


" Kang...Ayoo kita shalat subuh.." ucap Bayu melihat Fuad menggulung senarnya.


" Iya...Habis ini lah..." ucap Fuad.


Bayu melubangi botol air,lalu wudhu. Setelah itu adzan Subuh .


Selesai Shalat,Bayu melanjutkan mancingnya,ia tak peduli ikan di dapat sudah tak muat dalam kotak penyimpanan.


Karena Bayu mau menghabiskan umpan yang tersisa.


Matahari mulai menampakkan sinarnya.


Aco yang baru bangun dari tidurnya kaget melihat geladak kapal di penuhi ikan bebagai jenis,lalu melihat Bayu yang sedang menarik nilonnya.


" Ini kamu sendirian yang dapat broo..?" ucap Aco.


" Tuh...Berdua sama kang Fuad kang..." ucap Bayu sambil menunjuk Fuad yang sedang menarik senar nilon.


Aco melihat ke arah Fuad.


" Gilaaaak..." ucap Aco.


Para pemancing yang mendengar suara Aco lantas melihat ke arah geladak kapal. Mereka pun terkejut melihat ikan berserakan di geladak kapal.


" Kalah - kalah pendogol..." ucap pak Daus.


Pukul 8.40.


Sang kapten menarik jangkarnya,setelah itu menyalakan mesin kapal. Sementara Bayu dan Fuad tertidur di ruang kemudi.


Para pemancing melihat Bayu dan Fuad tertidur pulas.


" Jika kita trip lagi..Ajakin dia aja...Gak usah dia bayar..Kita aja yang bayarin.." ucap pak Daus.


" Setuju...." ucap Wawan.


" Jangankan trip lagi,trip yang ini aku yang bayarin dia.."ucap pak Waluyo.


Mereka nampak senang sekali,berhasil membawa ikan dalam jumlah yang besar.


Sesampai di dermaga.Mereka bahu membahu mengangkut ikan.Akan tetapi,Bayu dan Fuad hanya duduk manis melihat mereka mengeluarkan ikan dari kapal.


" Ikannya di apakan ini?" ucap Bayu.


" Terserah sampeyan aja...Kan sampeyan yang dapat.." ucap pak Waluyo.


" Ya sudah..Kita bagi ikannya,lalu sebagian ikannya kita jual? Gimana?" ucap Bayu.


Mereka pun menyetujui usulan Bayu.


Bayu membagi ikan tangkapan tersebut. Lalu sisanya di jual.Uang hasil jual ikan buat membayar kapal lalu sisanya di bagi rata.


" Terima kasih ya mas bro..." ucap Wawan merasa senang. Sudah mendapatkan ikan,dapat banyak uang lagi hasil dari penjualan ikan.


" Iya..." ucap Bayu.

__ADS_1


" Suwun yo le..." ucap pak Waluyo.


" Injih pak.." ucap Bayu.


__ADS_2