SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENOLONG TETANGGA


__ADS_3

Jam 9.20


Bayu mengambil Shuriken yang ada di plafon,ada 7 buah Shuriken yang menancap menggunakan tangga pinjaman dari tetangga sebelah.Setelah itu memgembalikan tangga yang ia pinjam.


Sedangkan Hinata sedang belajar bersama Hana di toko.Entah itu belajar agama islam ataupun belajar bahasa jawa.


Bayu berdiri 5 meter dari pohon nangka,sambil memegang Shuriken milik Hinata. Bayu ingin mencoba senjata tersebut. Sambil memikirkan kenapa ia bisa kalah dengan Hinata,padahal dirinya sudah membaca amalan tersebut.


Wuuut..... Shuriken tak mengenai pohon.


Sampai Shuriken itu habis,tak satupun menancap.Bayu mencari Shuriken yang ia lempar tadi. Lalu di coba lagi.


Lalu Bayu teringat.


"Oh iya...Aku sempat takabur...Makanya kalah" ucap Bayu sambil melempar Shuriken.


dari 7 Shuriken,hanya 2 yang menancap,itu pun bukan target yang ia lempar.


"Susah juga ya melempar senjata ini,tapi mengapa Hinata dengan mudah melemparnya,tepat sasaran lagi" ucap Bayu penasaran.


Bayu mencoba dan mencoba terus melempar Shuriken itu agar tepat sasaran,berbagai gaya lemparan ia coba.


"Jancook... Susaah...." ucap Bayu.


Tiba - tiba Hinata datang saat Bayu melempar Shuriken,Hinata ikut melempar Shuriken ke batang pohon Nangka.


Jleb.


"Yeees..... Nancap sempurna..." ucap Bayu kesenangan padahal itu Shuriken dari Hinata.


"Bayu san mau Ayu ajari?" ucap Hinata.


"Hem....Boleh..." ucap Bayu.


Hinata pun mengajari Bayu melempar Shuriken.


"Bukan begitu..." ucap Hinata saat Bayu salah dalam cara melempar.Lalu memberi tahu lagi cara agar Shuriken bisa menancap sempurna dan tepat sasaran.


Sejam kemudian,Bayu bisa mengenai tepat sasaran dalam jarak 5 meter. Bayu memungut Shuriken yang lepas sasaran,lalu mencoba lagi.


"Kalau di luar ruangan,harus lihat angin Bayu san. " ucap Hinata.


"Seperti memanah dong..." ucap Bayu.


"Hai....Sayang..." ucap Hinata.


"Mungkin aku harus mencoba membuka pintu hatiku untuk Hinata.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu kembali melempar Shuriken.


Tak terasa terdengar suara Tarhim.


"Mau Dzuhur...Berhenti dulu ya sayang.." ucap Bayu.


"Hai...Bayu san..." ucap Hinata merasa senang di panggil sayang oleh Bayu.


Mereka pun masuk kedalam rumah.


Tiba - tiba hapenya berbunyi pesan masuk.


Bayu mengeceknya.


Sulis.


Jangan lupa shalat dzuhur ya mas.


Bayu.


Iya..Terima kasih sudah mengingatkan Lis.


Bayu mengantongi lagi hapenya.


"Tumben Sulis selalu mengirim pesan pas mau shalat,subuh juga ia mengirim pesan.." ucap Bayu dalam hati merasa heran,semenjak Sulis tinggal di rumah pak Ridwan,Sulis selalu mengirim sms ke Bayu.


Setelah Mereka shalat dzuhur,mereka pun makan siang bersama.


Hinata menyukai masakan yang di buat oleh Hana.


Selesai makan Bayu menjaga toko,agar Hana bisa shalat.


"Bayu san..." ucao Hinata menemani Bayu di toko.


"Iya sayang..." ucap Bayu.


"Ano... Apakah jika Bayi san bertemu putri,Bayu san akan menikah dengan Putri?" ucap Hinata.


"Jujur... Jika dia belum menikah dan masih mencintaiku. Saya akan menikahinya...Tapi itu tergantung padamu,jika tak mengijinkan,maka saya tidak akan menikah dengan Putri." ucap Bayu.


"Ayu mengi..mengizinkan Bayu san untuk menikah dengan Putri.." ucap Hinata.


"Haaah....?!! Serius....? ucap Bayu tak percaya apa yang isa dengar.


Hinata menganggukkan kepala.


Bayu berdiri lalu memeluk Hinata.


"EH...!!!?? Hinata terkejut. Karena Bayu tiba - tiba memeluk dirinya.Lalu membalas pelukannya.


"Eheem.......Eheem..." suara Hana .


Mereka pun terkejut lalu melepaskan pelukannya.


"Sayang mau menikah dengan Ayu sekarang?" ucap Hana.


"Eng...Eng..Enggak bu...Bayu mau menikah pas umur Bayu 25 tahun.." ucap Bayu gelapan karena ketahuan memeluk Hinata.


"Kalau iya pun gakpapa sayang... Ibu punya sawah untuk kalian garap..Jadi kalian tidak perlu susah susah dalam mencari pekerjaan.." ucap Hana.


"Bayu ingin kuliah dulu bu... Agar Bayu punya ilmu.." ucap Bayu.


" Oooo...Gitu...ya sudah...Jangan pelukan lagi di toko,kalau mau pelukan di KUA sana ya saja nak.." ucap Hana.


"Iya bu..." ucap Bayu.


Hape Bayu berbunyi ada telpon masuk,Bayu memgambil hapenya. Nampak panggilan nomor baru.


"Siapa ya...??" ucap Bayu dalam hati penasaran.


Bayu pun memgangkat.


"Halooo..." ucap Bayu.


"Selamat siang.. Apa benar ini pak Bayu Saktiawan Mahendra." suara di telpon.


"Iya betul.. Maaf anda siapa?" ucap Bayu.


"Saya dari pengadilan pak.. Saya hanya memberitahukan bahwa besok siang bapak hadir dalam persidangan.." suara di telpon.


"Ooo... Begitu...Insya allah pak saya akan datang.." ucap Bayu.


Bayu di beri alamat dan waktu kapan harus hadir.


"Itu saja yang saya sampaikan,selamat siang.." suara di telpon.


"Selamat siang juga pak..." ucap Bayu.


Bayu mematikan hapenya lalu menaruh di kantong celana.


"Siapa sayang yang nelpon tadi?" ucap Hana.


"Kantor pengadilan bu...Besok tersangka yang mau menculik kita waktu itu akan di sidang besok jam 9 pagi." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu.. Saran ibu...Gunakan masker saat persidangan ya sayang.." ucap Hana.


"Iya bu..." ucap Bayu.


Tiba - tiba hape Bayu berbunyi lagi.


Bayu mengambil hapenya lalu melihat ke layar,ada nomor baru lagi.


"Haloo..." ucap Bayu.


"Kak Bayu di mana? kok gak ada di rumah..Kata kak Daniel ...Kak Bayu lagi keluar ada urusan.." suara Melisa.

__ADS_1


"Iya Mel... Ne aku ada urusan..Nanti malam baru aku pulangnya.." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu...Padahal Mel bawa kue dari Mama Mel buat kak Bayu " suara Melisa.


"Berikan pada teman - temanku saja Mel.." ucap Bayu.


"Kalau di habiskan sama mereka gimana kak? nanti kak Bayu gak kebagian." suara Melisa.


"Gakpapa,yang penting mereka senang..." ucap Bayu.


"Ya udah deh...Kak Bayu pergi kemana seh? apa kak Bayu menemui pacar kak Bayu" suara Melisa.


"Bukan...Ini masalah yang rahasia,bahkan teman - temanku saja tidak aku beri tahu.." ucap Bayu.


"Kalau kak Bayu keluar jakarta,beli oleh - oleh ya kak..." suara Melisa.


"Iya..." ucap Bayu.


"Ya sudah kalau begitu...Daaa...Kak Bayu.." suara Melisa.


"Da juga..." ucap Bayu.


Bayu mematikan hapenya,lalu menaruh di kantong celana.


"Itu pacar Bayu san?" ucap Hinata.


"Bukan... Yang barusan itu Melisa cicitnya kakek buyut Zhang sayang...


"Oh iya...Aku mau berlatih lagi,ajarin dong..Ayu cantik deh" ucap Bayu.


Hinata mukanya memerah karena di puji oleh Bayu.


Mereka pun pergi meninggalkan toko.


Setelah sampai,Bayu kembali berlatih melempar Shuriken.


Kini jarak Bayu dengan pohon Nangka 10 meter.


Bayu melempar Shuriken itu ke pohon. Hinata memberikan semua Shurikennya pada Bayu.


"Sayang bisa menggunakan pedang?" ucap Hinata.


"Tidak bisa yank...Kalau memghindari aku bisa...


Bayu mengambil batu kerikil lalu memberikan pada Hinata.


"Nanti sayang lempar ke aku pakai ini," ucap Bayu.


Bayu berjalan ke arah pohon Nangka.


"Nah...Sekarang coba sayang lempar..." ucap Bayu.


"Hai..." ucap Hinata.


Bayu memejamkan matanya.Hinata melempar batu kerikil itu ke arah Bayu. Bayu dengan mudah menghindar,walaupun ia msmejamkan matanya.


"Heeeeh....!!! Hinata terkejut. Saat ia melempar batu kerikil tak mengenai Bayu.


Ia pun melampar dengan kekuatannya. Tapi tak juga mengenai Bayu. Kecepatan lemparan Hinata seperti peluru,sangat cepat.


Batu kerikil di tangan Hinata Habis.Hinata menghampiri Bayu.


"Bayu san hebat.." ucap Hinata.


Bayu membuka matanya.


"Aku di ajari oleh pamanku sayang.." ucap Bayu.


Bayu melanjutkan latihan melempar Shurikennya hingga menjelang Ashar.


Bayu menyudahi latihannya,lalu masuk ke dalam rumah


Bayu mengambil emas batangan.


"Bayu san mau mandi bersama?" ucap Hinata.


"Kalau kita sudah nikah ya sayang,sementara tidak mau.." ucap Bayu.


Setelah menaruh emas batangan Bayu masuk ke kamar mandi,setelah selesai,gantian Hinata yang mandi. Lalu mereka shalat bersama. Selesai shalat,Bayu mengecas hapenya lalu menghampiri ibunya bersama Hinata.


"Nak....Ibu ingin bertemu dengan kakek buyutmu,soalnya ibu penasaran,mengapa dia memberikan kekayaannya padamu.." ucap Hana.


"Ayu gimana bu...?" ucap Bayu.


"Ayu ikut,lagian di sana juga ada pengawal." ucap Hana.


"Iya bu..." ucap Bayu.


"Ya sudah...Ibu mau mandi dulu.." ucap Hana.


Hana meninggalkan Bayu dan Hinata di toko,lalu berjalan ke belakang untuk memgambil handuk yang di jemur di samping rumah,saat hendak keluar,Hana melihat emas batangan menahan pintu samping.


"Ya ampun Bayu...Bayu...Beneran buat ganjal pintu ini emasnya..." ucap Hana sambil geleng - geleng kepala. Lalu Hana keluar mengambil handuk dan batu buat ganjal pintu. Saat masuk Hana mengambil emas batangan lalu menggantinya dengan batu,lalu Hana menaruh emas itu di meja. Hana berjalan ke kamar mandi.


"Apa yang aku katakan,selalu di lakukan oleh Bayu....Maafkan ibu ya nak..." ucap Hana dalam hati. Lalu Hana pun mandi.


Di toko.


Bayu mengajari Hinata bacaan Shalat yang belum Hinata kuasai.Ketika bacaannya salah,Bayu dengan sabar mengajari Hinata. Perlahan tapi pasti Hinata lancar membacanya,dan mengulang dari awal.


Hana muncul lalu datang mengampiri Bayu.


"Ibu masak dulu ya sayang..." ucap Hana.


"Iya bu..." ucap Bayu dan Hinata serempak.


Hana meninggalkan Bayu dan Hinata lagi.


Muncul bu Tini tetangga Bayu ingin berbelanja.


"Eeee... Ada cah bagus... kapan datangnya ..?" ucap bu Tini.


"Tadi malam bu..." ucap Bayu.


"Kata ibumu kamu kuliah di jakarta.." ucap bu Tini.


"Iya bu...Aku kuliah di jakarta..Ibu mau beli apa?" ucap Bayu.


"Ibu mau beli beras sama minyak goreng saja,tapi hutang dulu ya bay cah bagus" ucap bu Tini.


"Iya bu..." ucap Bayu.


Bayu meladeni bu Tini. Setelah itu mengambil buku catatan hutang.


Bayu melihat jumlah hutang bu Tini 163 ribu.Lalu mencoretnya


"Berapa hutangku Yu..." ucap bu Tini.


Bayu memgeluarkan dompet.Lalu memberikan 10 lembar uang seratus ribu pada bu Tini.


"Ini saya ada rejeki buat ibu...Hutang ibu di sini sudah lunas..." ucap Bayu.


"Se...Serius Yu.." ucap bu Tini tak percaya.


"Aku serius bu..." ucap Bayu.


Bu Tini mengambil uang di tangan Bayu sambil mengeluarkan air mata.


Lalu sujud sukur.Setelah berdiri dan memeluk Bayu.


"Matur suwun Yu...." ucap bu Tini.


"Sama - sama bu.." ucap Bayu.


Bu Tini melepaskan pelukannya.


"Terima kasih gusti...Aku bisa membawa suamiku berobat..." ucap bu Tini merasa senang sekali.


"Pak Wongso sakit kah bu..?" ucap Bayu.


"Iya Bay...Dah 2 minggu ini sakitnya...Makanya Ibu belanjanya hutang.." ucap bu Tini.


"Sakit apa bu...?" ucap Bayu.

__ADS_1


"Ibu gak tahu Yu...Soalnya mau di periksa ke dokter ibu gak punya uang.." ucap bu Tini.


"Hem...Bayu bawa kerumah sakit ya bu..Bentar Bayu tutup toko dulu..Ibu jangan pulang dulu" ucap Bayu.


Bayu menutup tokonya tak lupa mengambil kresek warna hitam,lalu menemui ibunya.


"Bu...Bayu ke rumah pak Wongso dulu ya.. Ngantar pak Wongso kerumah sakit..Tokonya dah Bayu tutup" ucap Bayu.


"Iya Sayang..." ucap Hana.


Bayu berjalan ke kamar untuk mengambil kunci mobil dan tasnya,lalu keluar bersama Hinata. Kemudian masuk ke dalam mobil.


Bayu mengeluarkan mobil dari halaman,lalu menghampiri bu Tini.


Bu tini masuk ke dalam mobil,lalu Bayu menjalan mobil itu ke rumah bu Tini berada.


Setelah sampai di depan rumah bu Tini.


"Sayang di sini saja ya.." ucap Bayu.


"Hai..." ucap Hinata.


Bayu dan bu Tini keluar dari mobil.


Anak - anak bu Tini keluar rumah karena melihat mobil sangat bagus berhenti di depan rumahnya,mereka heran dan penasaran mengapa ada mobil sangat bagus berhenti di depan rumahnya.Bagitu melihat siapa yang keluar,mereka terkejut,melihat ibu dan Bayu yang keluar dari mobil.


Bayu dan bu Tini berjalan ke rumah. Bayu melihat anaknya bu Tini di depan rumah.Lalu mereka masuk ke dalam,setelah sampai di kamar tempat pak Wongso di rawat,Bayu melihat pak Wingso badannya agak kurus terbaring di kasur.


"Bayu bawa ke rumah sakit ya bu..Soal biaya gak usah di pikirkan.." ucap Bayu.


"Iya Bayu...Matur suwun yoo lee...Mau bantuin ibu..Gusti allah akan membalas kebaikanmu lee.." ucap bu Tini .


"Amiin..Tolong ibu ambil Ktp dan kartu keluarga buat administrasi nanti." ucap Bayu.


"Iya Yu..." ucap bu Tini


Bayu mengangkat pak Wongso,lalu di bawa ke mobil.


"Mbak San (santi)...Tolong bukain pintu mobilnya ya.." ucap Bayu sambil menggendong pak Wongso.


"I..Iya..Bay..." ucap Santi.


Setelah sampai di mobil,Santi membuka pintu mobil,lalu Bayu meletekakkan pak Wongso di kursi .Bu Tini datang menghampiri Bayu.


"Ayo bu...Masuk.." ucap Bayu.


"Iya lee.." ucap bu Tini.


Bagu dan bu Tini masuk kedalam mobil,lalu mobil itu pergi meninggalkan rumah pak wongso.


Bayu menyetir sambil membaca berzikir,dalam hatinya ia pasrahkan semua pada allah,ia ingin dirinya cepat sampai di rumah sakit agar pak Wongso segera di obati.


Mobil Bayu melaju sangat cepat,Hinata melihat jalanan itu sepi tak ada kendaraan ,padahal di jalan itu banyak kendaraan,sedangkan bu Tini menatap suaminya yang berebah di sofa.


Setelah sampai di rumah sakit,Bayu dan bu Tini turun dari mobil,Bayu mendatangi petugas rumah sakit,lalu petugas itu menghampiri mobil Bayu dengan membawa kereta dorong.


Bu Tini mengikuti petugas rumah sakit yang membawa suaminya. Sedangkan Bayu memarkirkan mobilnya,setelah itu Bayu Memasukkan uang 50 juta ke dalam kantong kresek hitam yang ada di dalam tasnya.Lalu Bayu dan Hinata berjalan masuk kedalam rumah sakit.


Bayu menemui bu Tini di administrasi.


"Berapa biayanya bu..?" ucap Bayu.


"500 rb nak..Ini baru awal saja,belum lagi biaya lainnya..." ucap bu Tini.


Bayu mengambil uang di dalam tasnya yang sudah di bungkus plastik hitam,lalu memberikan uang itu pada bu Tini.


"Ini uang untuk pengobatan pak Wongso ya bu." ucap Bayu.


"Matur suwun yo nak...Ibu gak tahu gimana membalas kebaikanmu.." ucap bu Tini.


"Do'akan saja Bayu umurnya panjang ya bu.." ucap Bayu.


Bu Tini menerima lalu melihat isi di dalam kresek.


Bu Tini memeluk Bayu lalu menangis,sebab ia melihat uang yang di berikan sangat banyak,baru kali ini ia melihat jumlah uang begitu besar.


"Semoga dengan uang itu,pak Wongso sembuh ya bu.." ucap Bayu.


Bu Tini melepaskan pelukannya.


Bayu menuntun bu Tini ke kursi.


Hinata diam saja memperhatikan Bayu dan sekeliling.


30 menit kemudian,


Seorang dokter memghampiri bu Tini.


"Apakah ibu istri dari pak Wongso." ucap Dokter.


"Iya pak dokter...Gimana suami aku..?" ucap bu Tini.


Dokter itu menjelaskan bahwa pak Wongso harus segera di operasi dan membutuhkan biaya.


Bu Tini menyanggupinya. Beruntung biayanya tak lebih 50 juta,hanya 5 juta saja.


Akhirnya pak Wongso di operasi oleh dokter.


"Nak Bayu.." ucap bu Tini.


"Dalem bu.." ucap Bayu.


"Ini uang nak Bayu ibu kembalikan sisanya.." ucap bu Tini.


"Ambil saja bu,buat kepeluan selama pak Wongso di rumah sakit dan keperluan ibu di rumah.." ucap Bayu.


"Terima kasih ya nak Bayu.." ucap bu Tini.


"Sama - sama bu...


Bayu melihat jam tangannya


"Ini aku tinggal ya bu,soalnya mau magrib,nanti aku kembali kesini lagi '" ucap Bayu.


"Iya nak.." ucap bu Tini.


Bayu dan Hinata berjalan keluar menuju mesjid yang tak jauh dari rumah sakit.


"Dia begitu perhatian dengan tetangga yang kesusahan...Baru kali ini aku melihat pemuda seperti itu dan dia adalah calon suamiku." ucap Hinata dalam hati.


"Sayang..." ucap Hinata.


"Iya..." ucap Bayu.


"Ayu kagum dengan sayang... Sayang begitu perhatian dengan tetangga yang kesusahan.." ucap Hinata.


"Sesama tetangga kita saling membantu,entah itu tenaga,pikiran maupun uang. Kebetulan aku membawa uang dari rumah sayang..." ucap Bayu.


Setelah mereka selesai Shalat,mereka belanja makanan untul bu Tini,lalu berjalan ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit,Bayu tak melihat bu Tini di ruang tunggu.


Bayu mendatangi petugas rumah sakit.


"Maaf sus...Ibu yang tadi di sini kemana ya...?" ucap Bayu.


Perawat itu diam tak menjawab,karena terpesona dengan wajah Bayu.


"Sus...Suster..." ucap Bayu.


"Eh...!!? Suster itu terkejut.


"Maaf mas...Apakah mas mau saya rawat di hatiku.." ucap Suster.


"Asem malah di godain lagi.." ucap Bayu dalamhati.


Braaaak....Hinata memukul meja.


"EH.....!!!?? Bayu dan yang lainnya terkejut.


"Jawab pertanyaan suami saya ,atau anda saya bunuh.." ucap Hinata menatap tajam.


"Ma...Ma..Maaf bu..." ucap suster itu ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2