SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PULANG KE INDONESIA


__ADS_3

Kediri.


25 Desember.


Pukul 16.10.


Nampak Paijo duduk di teras bersama ayahnya. Para warga yang penasaran akan berita tentang orang - orang yang membawa senjata di kediaman Paijo nampak melihat dari kejauhan.


"Bapak gak nang sawah?" ucap Paijo.


" Gendeng opo waras Jo...


" Ono tamu kok di tinggal nang sawah.." ucap Slamet.


" Sopo ngerti bapak budal nang sawah..." ucap Paijo.


" Eh... Nyopo kowe nyeluk morotuane Bayu mama?" ucap Slamet.( Kenapa kamu memanggil mertuanya Bayu mama).


" Di suruh pak....Jadi aku yo manut wae..." ucap Paijo.


" Tak kiro kowe rabi anak e,terus gak ngomong karo bapak..." ucap Slamet.( Ku pikir kamu nikahi anaknya,terus tidak bilang ke bapak).


" Mboten wani pak..." ucap Paijo.


" Bayu nang jakarta opo nang Jogja ?" ucap Slamet.


" Sak niki teng Jepang pak...Marani morotuane..." ucap Paijo.( Sekarang di Jepang pak,datangi mertuanya).


" Kowe di jak opo ora?" ucap Slamet.


" Di jak,nanging... Sinten seng ngerumat Cafe..


( Di ajak,cuman..Siapa yang mengurus Cafe)


" Terus mama mboten nderek nang jepang.." ucap Paijo.


" Oalah......


" Bapak penasaran karo Bayu...


" Pengen bapak budal nang Jakarta... Rioyo ape dolan rono,jare kowe Bayu nang Jogja.." ucap Slamet. ( Ingin bapak berangkat ke Jakarta... Lebaran mau jalan ke sana,kata kamu Bayu di Jogja).


Slamet mengambil rokoknya lalu membakarnya.


I'im adik Paijo muncul dari balik pintu.


"Pak... Jaluk duite...Di kon mamak tumbas gulo..( Pak...Minta uangnya.. Di suruh mamak beli gula)


Paijo mengeluarkan dompet lalu memberikan uang 50 ribu kepada adiknya.


" Angsule tak pek yo mas..." ucap I'im.( Kembaliannya ku ambil ya mas)


"Iyoo..." ucap Paijo.


I'im pun pergi setelah mendapat uang dari Paijo.


" Isuk maeng kowe dolan nangdi Jo?" ucap Slamet. ( Pagi tadi kamu jalan kemana Jo)


" Nang merican pak..." ucap Paijo.


" Merican gonne sopo?" ucap Slamet.


" Ngendangi keluarga pak Arif...." ucap Paijo.


" Pak Arif?... Pak Arif kuwi sopo?" ucap Slamet.


" Pak Arif itu masih ada hubungan keluarga dengan bu Intan pak.." ucap Paijo.


" Ooo... Ngono....


" Tumben kowe ora ngerokok.."ucap Slamet heran melihat putranya tidak merokok. Biasanya Paijo selalu menemani merokok.


" Leren pak..." ucap Paijo.


Bu Intan muncul di balik pintu lalu mendatangi Paijo.


" Jo..." ucap bu Intan.


" Iya ma..." ucap Paijo.


" Di sini ada supermarket gak Jo atau pasar gitu.." ucap bu Intan.


" Kalau supermarket jauh ma....


" Jika ke pasar dekat.... Bentar..


" Pak.. Dino iki sasine opo?" ucap Paijo.


" Kliwon...Sesuk Legi..." ucap Slamet.


" Pasar di sini mengikuti hari jawa ma...


" Kebetulan hari ini tutup,besok baru ramai.." ucap Paijo.


" Ooo... Begitu...


" Mama pengen belanja...." ucap bu Intan.


" Kalau ke Sri Ratu bisa geger nanti di sana,belum lagi ke pasar..


" Jika bu Intan kenapa - kenapa... Bisa mampus aku..." ucap Paijo.


" Sini ma...Biar aku aja yang belanja..." ucap Paijo.


----****----


JEPANG.


29 Desember.


Pukul 9.05.


Nampak Bayu memakai pakaian mau pergi belanja.


" Kita mau belanja di mana neh?" ucap Bayu sambil memakai baju.


" Ke Mall lah yank...


" Tapi Mallnya jangan yang waktu itu kita datangin..." ucap Diana.


Setelah semua siap,Bayu dan ketiga istrinya berfoto lalu keluar kamar menuju ruang tamu untuk menunggu Hana dan Melisa.


20 menit kemudian.


Bayu dan yang lainnya berjalan ke mobil. Bayu melihat Malik berdiri di dekat mobil.


" Kirain masih di hotel kang...." ucap Bayu.


" Enggak Bay... Tadi di hubungi sama pak Kakashi jika kalian akan pergi belanja..." ucap Malik.


" Kebetulan sekali...


" Tanggal 30 kita akan pulang kang...


" Nanti tolong bawakan oleh - olehnya ya..." ucap Bayu.


" Siap bos..." ucap Malik.


Bayu masuk ke mobil di susul Malik dan yang lainnya.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka tiba di sebuah Mall.


" Kak... Kita main dulu yuk..." ucap Melisa.


" Nah kan..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu tahu maksud Melisa,yaitu menghabiskan hadiah permaian.


" Iya..." ucap Bayu.


Sesampai di wahana permaian. Bayu pun beraksi,ia memakai ajian Rogoh Sukmo untuk memguras hadiah dalam kotak permaianan.


Satu persatu kotak hadiah ludes di ambil.


Hanya hadiah yang jelek saja tidak di ambil.


Setelah puas bermain,mereka pun belanja pakaian.


" Pilih aja kang... Buat mbak Widya dan Bella..." ucap Bayu melihat Malik hanya diam berdiri mengawasi sekitar.


" Gak usah Bay...." ucap Malik.


" Ya sudah... Nanti biar istri - istriku yang beli..." ucap Bayu.


Setelah selesai berbelanja.


" Banyak banget Bay yang kamu beli..." ucap Malik melihat barang yang di beli keluarga Bayu.


" Buat oleh - oleh kang...


" Besok kita mau pulang..." ucap Bayu.


" Besok...? Kirain tanggal 2 kalian pulangnya.." ucap Malik.


" Adem kang....


" Kelamaan di sini bisa membeku..


" Sampeyan pengen tanggal 2 to pulangnya?" ucap Bayu.


" Aku ngikut kamu Bay... Kamu pulang,ya aku pulang... Soalnya pesan kakekmu dibsuruh jaga kalian kalau pergi.." ucap Malik.


" Ini hanya sebagian saja yang ku bawa kang... Sisanya nanti di kirim..." ucap Bayu.


" Setelah ini kita kemana?" ucap Malik.


" Makan...." ucap Bayu.


Mereka pun berjalan ke arah stand makanan siap saji. Malik dan anak buahnya membawa pistol di balik jas hitam. Dan juga anak buah Kakashi.


30 Desember


Bayu dan yang lainnya sudah bersiap - siap untuk kembali ke Jakarta.


" Akhirnya...Aku akan makan Choki - choki dan minum Teh Kotak lagi..."ucap Bayu dalam hati.


Bayu dan keluarganya berpamitan kepada seluruh anggota keluarga Hatake. Bayu duduk dengan posisi kedua kaki di bawah bokong,.


" # Semuanya... Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak atas jamuan ini...


" # Kami minta maaf bila ada salah kata maupun perbuatan kepada kalian..." ucap Bayu lalu menunduk. Kemudian menegapkan kembali.


"# Iya Bayu - chan...


"# Maafkan kami,kunjungan kalian sedikit ada konflik... Berkunjung ke sini lagi jika kalian ada waktu.." ucap Kiyoshi.


Bayu bersalaman tak lupa mencium tangan. Kiyoshi memeluk Bayu.


" Jika ada waktu... Kakek akan pergi ke sana..." ucap Kiyoshi lalu melepaskan pelukannya.


Ketika Bayu di hadapan para wanita,Bayu menangkupkan kedua telapak tangannya.


"# Saya pamit pulang dulu..." ucap Bayu.


Namun,di saat Bayu berhadapan dengan Shizuka.


Shizuka memeluk Bayu.


" Apakah musim semi Bayu - san akan kesini lagi..?" ucap Shizuka lalu melepaskan pelukannya.


"# Jika umurku panjang dan tidak ada kesibukan... Aku akan kembali kesini saat musim semi ." ucap Bayu.


Setelah selesai bersalaman. Bayu berdiri di depan keluarga Hatake.


" # Terima kasih banyak..." ucap Bayu sambil membungkuk 90° lalu menegapkan kembali.


Rombongan Bayu berjalan ke depan,sesampai di mobil Bayu dan rombingannya masuk ke dalam mobil.


Kaca mobil di buka,Bayu dan rombongannyaelambaikan tangan ke arah keluarga Hatake yang berdiri di dekat mobil.


Keluarga Hatake ikut melambaikan tangan ke arah rombongan Bayu.


" Mata no kikai ni.." ucap Bayu.( Sampai jumpa di lain waktu)


Mobil yang di tumpangi rombongan Bayu berjalan menjauhi kediaman Kakashi.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai. Akan tetapi tiba - tiba muncul badai Salju.


Rombongan Bayu masuk ke dalam bandara. Setelah chek in,mereka menunggu di ruang tunggu.


Terdengar suara dari speker,bahwa pesawat yang akan landing maupun take off mengalami keterlambatan,ada pula yang di alihkan ke bandara lain.


" Asem.... Delay lagi..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu berjalan ke arah tembok kaca. Ia melihat salju turun bergitu lebat.


Bimo dan Daniel menghampiri Bayu.


" Bay... " ucap Daniel.


" Ya..." ucap Bayu.


" Nanti setelah sampai rumah...


" Aku pinjam mobilmu ya..." ucap Daniel.


" Iya... Pakai aja... Tapi...


"Jangan langsung pulang ke Jogja... Istirahat dulu..." ucap Bayu.

__ADS_1


3 jam kemudian.


Badai salju belum juga reda,malah makin lebat.


Kruuucukkk...Kruuucuuuk.... ( suara perut Bimo)


Bayu yang duduk di samping Bimo menoleh ke arah Bimo.


" Luwe kah Bim?" ucap Bayu.


" He eh....Beli makanan dulu yuk..." ucap Bimo.


Bayu mengeluarkan dompetnya,lalu memberikan uang kepada Bimo.


" Nah... Sekalian beli untuk yang ada di sini...Jangan lupa minumannya.." ucap Bayu.


" Gak iso boso Jepang aku Bay..." ucap Bimo.


" Pakai bahasa Inggris..." ucap Bayu.


" Opo maneh bahasa inggris... Ora iso blass aku..." ucap Bimo.


" Itu Daniel kan bisa bahasa inggris.." ucap Bayu.


" Oh iyoo..Lali aku..." ucap Bimo.


Bayu mendekatkan muka ke telinga Bimo.


" Mangkane... Ojo ngentu terus... Jadi gampang lupa kan..." ucap Bayu lirih.


" Wasssuuuu...." ucap Bimo.


Bimo menghampiri Daniel.


" Niel... Terke aku nang warung..." ucap Bimo.( Antarin aku ke warung).


" Warung...?


" Warunge sopo....?" ucap Daniel.


" Warunge bulek mintuk..." ucap Bimo.


" Ngawur... Iki loh jek nang Jepang..." ucap Lukman.


" Wetengku luwe cook... Iki aku di wenehi duit karo Bayu tumbas panganan..." ucap Bimo sambil memperlihatkan uang Yen ke Daniel.( Perutku laper cook... Ini aku di kasih duit sama Bayu beli makanan).


" Jancook... Ngomong dong daritadi" ucap Daniel


" Aku wes ngomong cook... " ucap Bimo.


Daniel berdiri


" Yo wes... Ayoo..." ucap Daniel.


Daniel dan Bimo berjalan keluar ruang tunggu,baru 6 langkah.


" Aku ora di jak...?" ucap Lukman.


" Tak kiro kowe ora gelem melu.." ucap Daniel.


Lukman berdiri lalu menghampiri Bimo dan Daniel.


" Silitku panas... Ket maeng lungguh terus..." ucap Lukman.( Pant*tku panas,dari tadi duduk terus).


Mereka pun berjalan lagi.


" Ini kita mau kemana?" ucap Lukman.


" Ke warung bulek Mintuk..." ucap Bimo.


" Diampuut....Serius iki..." ucap Lukman.


" Yo embooh..." ucap Bimo.


Daniel menghentikan langkahnya.


" Eh..Tunggu dulu...


" Kita sebenarnya mau ke warung bulek Mintuk apa ke warung bulek Endah?" ucap Daniel.


" Waasssuu...." ucap Bimo dan Lukman.


" Coba tanya ke Ayu... Dimana ada warung di sini..." ucap Lukman.


" Gak usah... Aku tanya sama petugas saja.." ucap Daniel.


Daniel berjalan ke seorang petugas bandara yang berdiri memakai bahasa inggris.


Petugas itu pun memberi tahu letak supermarket yang ada di Bandara.


Daniel yang mendapat informasi menghampiri Bimo dan Lukman.


" Wes... Jarene Paklek Sugiono warung bulek Mintuk dan bulek Endah gak ada...


" Adanya warung remang - remang.. Warungnya ada di sana.." ucap Daniel.


" Gendeng...." ucap Lukman.


Mereka bertiga pun berjalan ke arah mini market.


Sesampai di mini market.


" Iki warungnge sopo Niel?" ucap Bimo.


" Warungnge mbah Sugiono.." ucap Daniel.


Lukman mengambil troli. Mereka pun membeli makanan dan minuman.


Di tempat Bayu berada.


" Kok lama banget ya mereka...


" Jangan - jangan nyasar lagi..." ucap Bayu dalam hati melihat ke tiga sahabatnya belum muncul.


Bayu memejamkan mata lalu membaca mantra ajian Rogoh Sukmo untuk mengecek ke tiga sahabatnya.


" Kak... Laperrr..." ucap Melisa.


Bayu membatalkan ajiannya.


" Tunggu sebentar... Tadi kakak menyuruh Bimo untuk beli makanan..." ucap Bayu.


2 orang petugas bandara, salah satunya mendorong sebuah kotak besi.


Bayu melihat ke arah petugas tersebut.


Nampak ke dua petugas itu membagikan makanan dan minuman karena keterlambatan pesawat.


" Alhamdulilah... Dapat makanan..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu dan yang lainnya menerima makanan dan minuman tersebut. Lalu memakannya.


" Kalian lama banget..." ucap Bayu.


" Lukman kebelet ngisink Bay..." ucap Daniel.


" Ini makanan dari mana Bay?" ucap Bimo.


" Di kasih sama petugas...


" Itu punya kalian... " ucap Bayu.


Ketiga sahabat Bayu kemudian duduk dan makan.


" Bay... Kenapa kita tidak balik kerumah Ayu saja...?" ucap Bimo.


" Percuma Bim... Badai salju ini malah lebih bahaya... Jalanan semakin licin,jarak pandang berkurang..." ucap Bayu.


Pukul 22.20.


Badai salju akhirnya reda. Para petugas bandara berjibaku membersihkan salju di lapangan terbang.


Bayu dan rombongannya maaih menunggu di ruang tunggu.


Sebagian tidur di kursi karena lelah menunggu.Ada pula yang di lantai karena tidak bisa tidur di kursi.


Nampak Bayi dan ketiga istrinya berebah di lantai beralaskan kain.


Terdengar suara dari speker bahwa hujan salju telah berhenti,2 jam lagi pesawat bisa terbang maupun mendarat.


Bayu terbangun karena mendengar suara dari speker. Kemudian melihat jam tangannya.


" Lama juga ya...


Bayu melihat ke tiga sahabatnya juga tidur.


Setelah sekian lama menunggu. Akhirnya rombongan Bayu akan menuju pesawat yang mereka tumpangi.


Bayu menghampiri ketiga sahabatnya.


" Bim...Banguun..." ucap Bayu sambil menggoyang lengan Bimo.


" Ngantuk aku Bay..." ucap Bimo masih memejamkan mata.


" Kamu mau ku tinggal di Jepang..?" ucap Bayu.


Seketika Bimo terbangun.


" Asem.... Aku pikir dah sampe di jakarta.." ucap Bimo.


Setelah selesai semuanya bangun,mereka pun berjalan ke pesawat.


" Ademme .... " ucap Bayu sambil berjalan ke arah pesawat.


" He eh... Adem pooool...." ucap Bimo.


Setelah sampai di dalam pesawat,mereka duduk di kursi.


Tak lama kemudian,pesawat yang mereka tumpangi bergerak.


" Bay...." ucap Lukman.


" Opo Man?" ucap Bayu.


" Cessanku ketinggalan..." ucap Lukman.


" Kowe arep medun kah?" ucap Bayu.


" He eh... Aku mau ambil cessanku.." ucap Lukman.


" Loncat yooo..." ucap Bayu.


" Asem.... Mati aku aku Bay...Wooo... Weduss.." ucap Lukman.


" Beli aja yang baru..." ucap Bayu.


" Jiangkreek...


" Hapeku keri maneh... Waasssuuu..." ucap Bimo.


" Salahmu sendiri gak kamu cek sebelum pergi..." ucap Daniel.


" Lah piye... Ngasih tahunya ndadak gitu..." ucap Lukman.


" Nanti beli yang baru Man..." ucap Bayu.


" Hape itu banyak kenangannya Bay.." ucap Lukman.


" Emangnya ketinggalan di mana hapemu Man?" ucap Diana.


" Di hotel..." ucap Lukman.


Setelah menempuh perjalanan yang panjang,akhirnya pesawat yang di tumpangi Bayu akan tiba di bandara Soekarno Hatta. Terdengar suara pramugari di speker,memberi tahu bahwa pesawat akan segera tiba memakai bahasa inggris.


Pov Bayu.


" Alhamdulilah...Akhirnya sampai..." ucapku dalam hati.


Ku melihat di sebelahku,nampak Putri masih tidur. Wajahnya sungguh cantik, Ku pegang lengannya.


" Dek...Banguun..." ucapku.


Perlahan mata Putri terbuka.


" Hooooaaammmm....


" Dah sampe ya mas?" ucap Putri.


" Sebentar lagi..." ucapku.


Setelah pesawat mendarat dengan sempurna lalu berhenti.Pintu pesawat terbuka.


Aku mengambil tas lalu memanggulnya.


Skip hingga sampai di rumahku.


Aku turun dari mobil,lalu membantu para pengawal yang menurunkan barang - barang.


Ku ambil 2 koper milik istriku,lalu berjalan ke rumah.


Ku lihat mbak Dewi berdiri di depan pintu masuk menyambut kami. Dewi tersenyum ke arahku.


" Assalam mu' alaikum..." ucapku.


" Wa'alaikum salam mass..." ucap Dewi.


" Aman aja kan mbak...?" ucapku.


" Aman mas...Sini kopernya mas...Biar mbak yang bawa." ucap Dewi.

__ADS_1


" Gak usah mbak...Oh iya..Mama sama kang Paijo di rumah apa di Cafe?." ucapku.


" Mereka ke Cafe mas..." ucap Dewi.


Ku berjalan ke ruang tamu,lalu duduk di sofa. Kemudian aku teringat susatu yang ku rindukan. Ku berdiri lalu berlari ke dapur.


Setelah sampai di dapur,ku buka kulkas.


" Hallo sayang...


Ku ambil teh Kotak. Lalu menciumnya.


" Emmnuaaacch... Emmmuuaaach....


" Kangen aku sama kamu...


" Kalau aku tahu kamu gak ada di sana...


" Pasti kamu ku bawa..." ucapku.


Kuminum teh Kotak tersebut.


" Bismillah...


Glek....Glek...Glek....


Ku rasakan badanku yang awalnya capek.Kini sedikit berkurang.


" Enaknya ngapain ya...


" Tidur masih pagi...


" Ke Cafe sajalah....


Ku berjalan ke arah ruang tamu untuk mengambil baju khas Jepang untuk di bagikan ke anak buahku.


Setelah sampai,ku ambil 2 tas koper besar yang sudah ku tandai.


" Aku ke Cafe dulu ya..." ucapku pada ke tiga istriku yang sedang duduk di sofa.


" Nanti saja mas... Kan kita baru sampe...Nanti mas ke capek an" ucap Putri.


" Mas gakpapa dek...


" Lagian mas kangen sama mama..." ucapku.


Putri berdiri lalu menghampiriku.


" Adek ikut..." ucap Putri.


" Adek gak capek ta?" ucapku.


" Enggak...


" Adek juga kangen sama mama..." ucap Putri.


" Yo wes kalau gitu...


" Pak... Tolong bawakan tas ini ke dalam mobil Rubicon ya.." ucapku.


" Siap bos..." ucap pengawalku.


" Yomesan dan sayang ikut apa enggak?" ucapku.


" Enggak sayang... " ucap Diana.


" Aku di rumah saja shujin..." ucap Ayu.


" Yo wes....Kita tinggal dulu ya... Assalam mu'alaikum...." ucapku.


" Wa'alaikum salam..." ucap Ayu dan Diana serempak.


Ku berjalan ke teras rumah.


Nampak mobil Rubicon sudah siap.


" Sudah di siapin ternyata..." ucapku dalam hati.


Pengawal membukakan pintu mobil untukku dan juga istriku.


Ku masuk dalam mobil,lalu memakaikan sabuk pengaman pada Putri,laluku pakai sendiri sabuk pengaman. Setelah itu ku memakai kaca mata.


Pengawal menutup pintu mobil.


" Musim semi nanti mas jadi ke Jepang?" ucap Putri.


" Insya Allah dek..." ucapku sambil memutar kunci.


Setelah mesin hidup,ku tekan kopling dan memindahkan prosneling. Kemudian ku tekan gas.


" Adek gak ikut..." ucap Putri.


" Katanya mau lihat bunga Sakura... Bagus loh yank..." ucapku sambil mengemudi.


" Jika nanti di serang lagi gimana mas?" ucap Putri.


"Mas akan menjagamu dek..." ucapku.


" Waktu itu aja mas gak jagain kita..." ucap Putri.


" He....He...He...He...


" Ya maaf.... Waktu itu urgent dek..." ucapku.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya aku sampai di Cafe.


Ku pakai masker,kemudian turun dalam mobil.


Ku buka pintu mobil sebelahnya.


" Kang... Tolong ke sini sebentar..." ucapku memanggil anak buahku yang menjaga parkiran bernama Tomi.


" Lu siapa?"


Saat melihat istriku turun dari mobil tak memakai penutup wajah.


" Bos...!!!


" Maaf bos... Saya gak tahu..." ucap Tomi.


" Ya gakpapa... Masa kamu dah lupa sama aku... Baru aja di tinggal sebentar..." ucapku.


" Ya maaf bos... Lagian bos pakai masker seh..." ucap Tomi.


Ku tutup pintu mobil lalu ku buka pintu belakang untuk mengambil koper.


Setelah ku mengeluarkan semua koper.


" Ini apaan bos?" ucap Tomi.


" Ini di dalamnya baju...Panggil yang lainnya..


" Bawa keruangan Paijo.." ucapku.


" Siap bos...." ucap Tomi.


Ku berjalan masuk ke dalam Cafe bersama istriku.


" Assalam mu'laikum..." ucapku kepada pengawal yang berdiri di dekat pintu masuk.


" Wa'alaikum salam bos....Kapan datangnya.." ucap pengawal.


Ku sodorkan tanganku untuk berjabat tangan.


" Baru saja...


" Gimana... Aman aja kan kang?" ucapku.


" Aman bos..."ucap pengawal.


" Ku tinggal dulu.." ucapku.


Ku berjalan menuju ruang Paijo. Sambil menyapa anak buahku dan juga para pengawal. Sedangkan Putri berjalan mencari ibunya.


Setelah sampai di rintu ruangan Paijo. Ku tarik tuas pintu.


" Assalam mua'alaikum..." ucapku.


" Wa'alaikum salam..." suara wanita.


Ku lihat sosok wanita muda yang cantik duduk di depan komputer. Lalu berdiri.


" Maaf... Bapak mencari siapa?" ucap wanita itu.


" Paijo bu... " ucapku.


" Apakah bapak sudah membuat janji?" ucap wanita itu.


" Belum...Paijo kemana ya bu...?" ucapku karena tak melihat Paijo di Cafe.Ku pikir dia di dalam ruangannya.


" Pak Paijo sedang ada perlu... Apakah bapak sudah buat janji sebelumnya?" ucap wanita itu.


" Belum..." ucapku.


" Kalau belum,silahkan bapak buat janji terlebih dahulu. Dan datang di lain waktu.." ucap wanita itu.


" Juancook... Sopo to iki..." ucapku dalam hati lalu membuka masker dan kaca mata.


Wanita itu terkejut melihat wajahku.


" Ya sudah kalau gitu...." ucapku lalu membalikkan badan.


" Tu...Tu...Tunggu pak...." ucap wanita itu.


Ku menoleh kembali.


" Ada apa bu...?" ucapku.


" Ma...Maaf pak... Apakah bapak bernama Bayu.." ucap wanita itu.


" Awan..." suara ibu mertuaku.


Ku menoleh asal suara itu.


Ku melihat ibu mertuaku berjalan bersama Putri.


" Iya ma..." ucapku.


Ibu mertuaku memelukku.


" Kok lama sekali... Mama kangen tahu..." ucap ibu mertuaku.


" Sama...Bayu juga kangen sama mama..." ucapku.


" Fit... Ambilkan minuman untuk putraku... Jangan lupa coklatnya.." ucap ibu mertuaku.


" Baik bu..." ucap wanita itu kemudian pergi.


Ku berjalan ke dalam lalu duduk di sofa di ikuti Putri dan ibunya.


" Dia siapa ma?" ucapku.


" Fitri...Dia yang membantu tugasnya Paijo..." ucap ibu mertuaku.


" Ooo... Begitu...


" Terus Paijo kemana ma?" ucapku.


" Tadi pagi pergi bersama Rahman... Katanya mau cari ikan buat nanti malam..." ucap ibu mertuaku.


" Juangkreeeeek.... Mancing gak ngajak - ngajak..." ucapku dalam hati.


Ku ambil hapeku lalu ku telpon Paijo.


Tuuuut....Tuuut....Tuuut...


" Hallo Bay..." suara Paijo.


" Sampeyan di mana?" ucapku.


" Aku mancing Bay... Aku di culik oleh Rahman..." suara Paijo.


" Jancook...


" Lapo gak ngajak aku..." ucapku.


" Piye arep ngajak...Sampeyan nang Jepang kok"suara Paijo.


Fitri masuk sambil membawa teh Kotak dan satu kotak Choki - choki lalu meletakkan di meja.


" Fitri pacarmu kah?" ucapku.


" Loh.... Wes nang Jakarta kah Bay?" suara Paijo.


" Sudah... Ini aku di ruangan sampeyan...Yo wes kalau gitu... Kalau pulang harus bawa ikan yang besar... Kalau enggak.. Aku akan membawamu ke KUA bersama Fitri untuk di nikahkan...


" Assalam mu'alaikum..." ucapku lalu mematikan hape.


" Pak... Nganu..Saya minta maaf..." ucap Fitri namun ku potong.


" Sudah ku maafkan...


" Sudah berapa lama kamu kerja di sini?" ucapku.


" Baru aja Wan... Pas Awan pergi ke Jepang.." ucap ibu mertuaku.


" Ooo... Begitu...


" Apa Paijo sering keluar ma ninggalin kerjaan?" ucapku.

__ADS_1


" Baru hari ini Paijo pergi Wan...Itu pun di paksa oleh Rahman..." ucap ibu mertuaku.


__ADS_2