SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
OKE


__ADS_3

"Assalam mu'alaikum..." suara kakek Zhang.


" Wa'alaikum salam mbah..Maaf mengggangu..Ini Darurat mbah.." ucap Bayu.


" Darurat kenapa Bay?" suara kakek Zhang.


" Mereka mengirim orang lagi untuk mencari Bayu mbah.." ucap Bayu.


" Apakah keluarga Ida yang memberitahumu?" suara kakek Zhang.


" Iya mbah...Dia tahu nama Bayu,dan juga Ida memberi tahu bahwa Bayu tinggal di jakarta.." ucap Bayu.


" Apakah Ida memberitahu alamat rumah kita?" suara kakek Zhang.


" Tidak mbah..Tadi Bayu sudah bilang ke mereka,bila dia datang lagi telpon Bayu.." ucap Bayu.


" Baiklah...Kakek akan mengirim orang untuk ke sana..."


" Bawa semua istrimu ke perumahan Golden..Tapi kamu tetap di sana,jika mereka sudah kamu singgkirkan.."


" Kamu bisa berkumpul kembali dengan istri - istrimu Bay.." suara kakek Zhang.


" Baik mbah...." ucap Bayu.


Bayu mematikan panggilan. Lalu melihat ke Melisa.


" Ada apa kak?" ucap Melisa.


" Segera kemasi pakaian sayang..." ucap Bayu.


" Kita pergi kemana kak..?" ucap Melisa.


" Kembali ke Golden Hills..." ucap Bayu.


" Kenapa kita kembali ke sana kak..Padahal Mel senang tinggal di sini.." ucap Melisa.


" Darurat sayang...Mereka mengirim orang lagi mencariku...Dan mereka sudah tahu namaku dan tempat tinggal kita.." ucap Bayu.


" Apakah Ida yang memberitahunya kak..?" ucap Melisa.


" Iya sayang...Kakak panggil dulu yang lain ya...Setelah shalat Isya',kalian pergi ke rumah ibu.." ucap Bayu.


" Iya kak..." ucap Melisa.


Melisa merasa senang tinggal di rumah baru,karena suasana rumah yang baru sangat nyaman dan asri,di tambah dekat pantai.Ia bisa pergi ke pantai kapanpun ia mau. Melisa baru 4 hari menempati rumah tersebut.


Bayu dan para istrinya berkumpul di bangunan serba guna untuk shalat Magrib bersama.


Setelah selesai shalat dan berdo'a.


Bayu duduk menghadap ke istri - istrinya.


" Maaf...Ini keadaannya semakin darurat.."


" Mereka mengirim lagi pasukan untuk mencariku...Dan mereka tahu namaku dan juga tempat tinggal kita..Namun mereka tidak tahu alamat rumah kita..."


" Cepat atau lambat...Mereka pasti mengetahuinya..."


" Oleh sebab itu..Untuk sementara..Kalian tinggal di rumah ibu..." ucap Bayu.


" Padahal kita sudah senang tinggal di sini mas.." ucap Sulis.


" Iya...Aku tahu itu..."


" Jika mereka aku temukan..Aku akan mengirim dia ke luar negeri dan ku bunuh mereka.."


" Habis shalat Isya '....Kalian berangkat ya.."ucap Bayu.


" Abi gak ikut?" ucap Diana.


" Enggak...Aku akan mencari mereka umii.."


" Mudah - mudahan mereka cepat kita temukan,dan kita bisa tinggal di sini lagi.." ucap Bayu.


" Bagaimana kalau kita tinggal di istana Kumala Sari aja mas.." ucap Sulis.


" Hemm...Boleh...Yang lain bagaimana?" ucap Bayu.


" Ide yang bagus itu Lis...Tapi.."


" Di sana tidak ada sinyal,gak ada tivi..Lama - lama bosen." ucap Diana.


" Iya seh...Dan di sana waktunya terasa cepat,sehari di sini,di sana 2 hari.." ucap Sulis.


" Heemm...Bagaimana jika setiap jatah kita,mas bawa kita ke istana" ucap Diana.


" Aku hanya bisa malam jam 9 aja sayang..."


" Pagi sampai sore,aku harus stanby." ucap Bayu.


" Ya audah..Begini saja mas..."


" Jam 9 bawa kita ke sana,subuhnya mas bawa kita kembali..." ucap Sulis.


" Boleh...Nanti aku akan bicarakan hal ini ke Kumala Sari.." ucap Bayu.


Pagi harinya.


Bayu memakai ilmu menghilangnya berpindah tempat ke Cafe Mantan. Ia muncul di ruang peristirahatan istrinya.


Setelah itu,Bayu mengumpulkan semua anak buahnya untuk memberitahukan,jika ada yang mencarinya di suruh menghubungi Bayu dan menahan orang tersebut. Juga anak buahnya yang berada di pasar dan di jalanan.


Serta Bayu memberitahukan ke sahabatnya,yqkni Lukman,Bimo,Daniel dan Paijo.


---0.0.0---


Balikpapan.


Fei Long masih bersama dengan Hua Yan Chen di dalam kamar. Fei Long berdiri,sementara Hua Yan Chen duduk di kasur yang memakai pakaian seksi.


" Jika kita naik pesawat,mungkin kita akan bernasib sama dengan mereka.." ucap Fei Long.


" Kita naik kapal laut saja pak..." ucap Hua Yan Chen.


" Oke..." Fei Long.


" Bagaimana jika bawa gadis itu untuk menunjukkan rumah Jiang.." ucap Hua Yan Chen.


" Lebih baik jangan...Pasti gadis itu menghubungi Jiang..." ucap Fei Long.


" Bagus dong pak...Jika kita bisa bertemu dengan Jiang,lalu kita pulang.." ucap Hua Yan Chen.


Fei Long menghela nafasnya


" Aku tidak tahu apa yang Jiang pikirkan.."


" Dugaanku selalu meleset..."


" Pertama..Aku menduga dia tinggal di jawa tengah..Ternyata di Jakarta..."

__ADS_1


" Kedua...Aku pikir dia masuk militer..Ternyata tidak.." ucap Fei Long.


" Lantas...Dia mahir menembak itu dari mana pak?" ucap Hua Yan Chen.


" Dugaanku dia ikut perkumpulan menembak.."


" Heeemmm..."


" Jika kita menemukan Jiang...Jaga jarak..."


" Dan hubungi markas..."


" Aku menduga ada yang melindungi Jiang dari kejauhan..." ucap Fei Long.


" Baik pak..." ucap Hua Yan Chen.


Fei Long duduk di samping Hua Yan Chen.


" Karir kita di pertaruhkan dalam misi ini.."


" Bila gagal...Kita di berhentikan..." ucap Fei Long.


" Mengapa Jiang tidak di tangkap pihak imirgran ya pak..?" ucap Hua Yan Chen.


" Aku tidak tahu..Dia pemuda yang penuh misteri.."


" Aku letakkan uangku saja untuk mengetes dia,malah dia buang di tempat sampah.." ucap Fei Long.


" Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..." Hua Yan Chen tertawa.


" Jika itu aku,sudah ku ambil kemudian ku buang di toko baju pak.." ucap Hua Yan Chen.


Fei Long memegang pundak Hua Yan Chen,lalu merebahkannya. Setelah itu Fei Ling mencium bibir Hua Yan Chen.


Hua Yan Chen menerima serangan Fei Long.


Fei Long menarik tali baju di pundak Hua Yan Chen hingga gunung kembar itu terlihat jelas.


Pagi Harinya.


Fei Long bersama timnya yang berjumlah 10 twrmasuk Fei Long ke pelabuhan Semayang. Hari ini tak ada penyebrangan ke Jakarta,hanya ke Surabaya saja. Mau tak mau mereka ke Surabaya memggunakan perahu penumpang. Tak lupa Fei Long melaporkan kegiatannya kepada Jendral Han Lie Xing dan juga Ling Ling.


Sebenarnya Ling Ling juga ingin ikut,namun karena telah memiliki seorang anak,ia pun tak bisa ikut.


Sementara pihak keluarga Han,mereka menempatkan mata - mata di bandara dan pelabuhan.


Sesampai Fei Long dan timnya sampai di Surabaya.


Fei Long memerintahkan anak buahnya untuk mencari informasi keret api. Setelah dapat.


Mereka pun naik kereta api menuju Jakarta.


---0.0.0---


8 Hari telah berlalu.


Setiap malam,Bayu berkunjung ke istana Kumala Sari,karena Bayu meminta Kumala Sari untuk menjemput salah satu istrinya.


Dengan senang hati Kumala Sari melakukan itu,ia juga bisa bercinta dengan Bayu setiap hari.


Saat ini Bayu berada di perahu kecil miliknya pemberian dari perusahaan kelauraga Han. Keluarga Han memiliki perusahaan pembuatan perahu pesiar.



Bayu duduk sendirian di perahu,ia berada tak jauh dari daratan. Sehingga,jika ada informasi mengenai militer china yang mencari dirinya. Ia bisa dengan cepat ke daratan,dan pergi ke rumah lalu menghilang menuju Cafe.


" Apa yang harus aku lakukan.."


" Jika gak kubunuh...Mereka akan mengetahui jati diriku..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengambil teh kotaknya dan meminum teh kotak tersebut. Setelah itu mengambil sebatang rokok karena pikirannya pusing.


Huuuuuft...Asap rokok keluar dari mulut dan hidung.


Bayu mengambil alat pancingnya yang ia letakkan di dinding perahu.


Kali ini Bayu memancing memakai umpan micro jig.


Bayu memutar handel reel sambil menggoyangkan jorannya.


Joran Ul nya melengkung karena umpan micro Jignya di sambar ikan.


" Straaaik....." ucap Bayu.


Bayu memutar handel.


Spool reel berputar,karena ikannya melawan.


" Mayan kuat juga perlawanannya.." gumam Bayu.


Hingga akhir,Bayu berhasil menaikkan ikan yang ia dapat yakni seekor GT beratnya hampir 2 kilo.


Bayu memasukkan ikan itu ke box ikan.


Nampak sudah 10 ekor ikan GT berbagai ukuran yang berhasil Bayu selamatkan.


Bayu meletakkan jorannya kembali,lalu duduk memikirkan rencana bila bertemu dengan mereka.


Di saat sedang memikirkan rencananya,ia melihat jam tangan.


" Hampir jam sebelas...Mending pulang aja aah..Mandi terus shalat.." ucap Bayu..


Bayu menekan tombol untuk menaikkan jangkar. Setelah jangkar kapal telah di angkat,Bayu menyalakan mesin kemudian menjalankan perahu tersebut.


Sesampai di dermaga belakang rumahnya,Bayu menarik perahu itu memakai mesin untuk di naikkan ke tempat pembawa perahu yang ada rodanya yang bisa di tarik dengan mobil.


Setelah perahunya naik ke daratan,Bayu segera membawa ikan hasil pancingan ke dalam rumah.


****


Di sisi Tim Fai Long.


Fei Long dan Timnya telah berada di Jakarta. Timnya menyebar di beberapa titik di ibu kota Jakarta. Mulai dari kampus,tempat tongkrongan anak muda hingga tempat pariwisata.


Kaibo yang merupakan pasukan khusus duduk di dekat sekolah SMA.


Karena cuaca di ibu kota Jakarta sedang panas,ia pun tak tahan. Lalu membeli minuman dingin.


Para murid SMA keluar dari pintu gerbang karena jam pelajaran telah selesai.


Kaibo yang melihat anak sekolah sudah pulangan dan mereka melewati Kaibo yang sedang menikmati minuman dingin.


Ada 3 orang siswi berhenti di dekat Kaibo,mereka membeli minuman dingin.


Kaibo mengeluarkan foto Bayu.


" Permisi adik...Maaf om mau tanya.."


Seorang siswi menoleh ke Kaibo.

__ADS_1


" Apakah adik pernah melihat pemuda ini..Dia bernama Bayu.." ucap Kaibo.


Gadis itu melihat foto Bayu.


" Tidak lihat A'..." ucap gadis 1.


" Adik yang satunya..Pernah melihat?" ucap Kaibo.


" Gak lihat om.." ucap gadis 2.


" Terima kasih...." ucap Kaibo.


" Siaal....Sudah 12 hari di Jakarta,tapi belum juga menemukan Jiang.." ucap Kaibo dalam hati.


Ketiga gadia itu pergi setelah selesai membeli minuman dingin.


Kemudian datang lagi 6 orang siswa. Salah satunya ialah Marthen. Sejak dirinya di hukum oleh ayahnya,kini ia pulang dan pergi bersama pembantunya yang mengantar dan menjemput. Sebwlum di hukum,Marthen selalu naik kendaraan pribadinya. Enatah itu motor atau mobil.


" Van...Belikan gue minuman dingin dong..Hauss neh..." ucap Marthen ke Ivan.


" Okee...100 ribu ya.." ucap Ivan.


" Anjeeeng....Gak jadi sudah...." ucap Marthen


" Bercanda..." ucap Ivan.


Ivan membelikan minuman dingin untuk Mathen.


" Permisi...Apakah kalian pernah melihat pemuda ini.." ucap Kaibo ke salah satu teman Marthen.


Sedabgkan Marthen tak melihat ke Kaibo,ia sedang mengirim pesan ke pembantunya. Karena tak melihat mobil yang biasa menjemput.


" Gue gak pernah lihat..." ucap teman Marthen.


" Namanya Bayu..." ucap Kaibo.


Marthen yang mendengar suara Bayu di sevut kaget. Lalu melihat ke arah Kaibo.


" Coba sini gua lihat.."


Marthen memperhatikan foto itu.


" Nama lengkapnya siapa?" ucap Marthen,karena ia tak tahu wajah Bayu yang memakai masker.


" Tidak tahu...Aku hanya tahu namanya saja.." ucap Kaibo.


" Ooo..Gitu..."


" Di sini banyak yang bernama Bayu..Tapi wajahnya tidak sama yang aku kenal...:ucap Marthen.


" Oo...Begitu..."


Tiba - tiba ponsel Marthen berdering nada panggil,Marthen melihat ke layar ,nampak panggilan dari supir yang biasa jemput.


" Kamu di mana? Ini kamu sudah telat 10 menit" ucap Marthen.


" Maaf boss...Bannya bocor...Ini aku lagi menganti ban dengan ban serep boa.." suara supir


" Dia memakai cincin warna merah di cincinnya.." ucap Kaibo.


Marthen melihat ke Kaibo.


" Ya sudah..Cepetan..."


Marthen mematikan panggilan telpon.


" Cincin warna merah di jari tangan kanan?" ucap Marthen. Ia ingat bahwa pernah melihat Bayu memakai cincin bewarna merah,meskioun tidak tahu wajah Bayu.


" Benar..Apakah kamu.pernah melihatnya..?" ucap Kaibo.


" Aku kenal,cuman wajahnya aku tidak tahu..Karena dia memakai..." ucap Marthen.


" Masker..." ucap Marthen dan Kaibo serempak.


" Kamu tahu alamat rumahnya?" ucap Kaibo.


" Iya..Gue tahu.." ucap Marthen.


" Beri tahu aku..Di mana alamatnya.." ucap Kaibo.


" Gue bisa saja memberi tahumu..Asal ada uang..Jika enggak..Gue gak akan memberi tahu..." ucap Marthen.


Kaibo mengeluarkan uang 200 ribu lalu di berikan ke Marthen.


Marthen menerima.


" Hanya segini saja?" ucap Marthen.


" Iya...Aku tidak punya uang lagi..." ucap Kaibo.


Marthen mengembalikan uang itu.


" Jika ada uang 100 juta..Gue akan memberitahumu.Jika gak punya,aku tidak akan memberitahumu" ucap Marthen.


" Apakah kamu tidak menipuku?" ucap Kaibo.


" Tidak..Bahkan gue akan mengantarmu ke rumahnya.." ucap Marthen.


" Baik...Tunggu sebentar.." ucap Kaibo lalu berjalan agak menjauh untuk menghubungi Fei Long. Karena dirinya tak memiliki uang sebanyak itu.


" Mayan..Dapat duit.."


" Tapi..Kenapa dia mencari Bayu ya...?"


" Bodoh amat....Dia yang membuatku begini..." ucap Marthen dalam hati.


Ivan menyodorkan minuman dingin ke Marthen.


" Yakin lu..Itu Bayu yang di maksud.." ucap Ivan.


" Yakin lah...Namanya sama dan juga sama - sama memakai cincin warna merah..." ucap Marthen


" Nanti bukan lagi..." ucap Ivan.


" Kalau bukan ya bukan urusan gue..Yang penting ciri - ciri dan namanya aama..." ucap Marthen.


Kaibo kembali.


" Berapa nomor ponselmu.? Ucap Kaibo.


" 0813*******" ucap Marthen.


Kaibo mengetik nomor Marthen,lalu memiscol.


" Itu nomorku...


" Besok..Kita bertemu di sini, Dan..."


" Ku bawa uangnya.." ucap Kaibo.

__ADS_1


" Okee..." ucap Marthen.


__ADS_2