
Setelah ibunya memberi tahu bahwa Xiang adalah keluarga musuh yang selamat menjadi lega.
Lega tak mengenalkan Xiang kepada keluarganya,dan juga tidak membuka identitasnya.
"Awalnya Bayu akan memberi tahu identitasnya ke Xiang,jika Xiang benar - benar di bawah kendalinya dan juga ia seorang yang memiliki jabatan penting di Militer.
Malamnya,Bayu mengobrol bersama keluarganya. Hana telah memberi tahu ke kakek Zhang mengenai Xiang.
" Lebaran kurban nanti..Abi mau nyembelih sapi apa enggak?" ucap Diana.
" Kapan lebarannya mi..?" ucap Bayu.
" Hari minggu nanti." ucap Diana.
" Masa seh..Lah terus puasa ramadhannya lewat dong.." ucap Bayu.
" Sudah lewat abi..." ucap Ayu.
" Jancook.."
" Aku pikir belum.." ucap Bayu.
" Abi gak lihat kalender. " ucap Diana.
" Enggak...Sebentar.."
Bayu berdiri lalu berjalan ke kalender yang terpasang.
" Taeek...Taek...."
" Puasanya dah lewat...Wasssuu...." ucap Bayu begitu melihat kalender.
" Di china gak ada kalender lebaran kah bi?" ucap Ayu.
" Gak ada..."
" Hemm...Besok aku mau beli sapi.."ucap Bayu.
1 Jam kemudian.
Bayu di kamar Diana.
" Abi..." ucap Diana.
" Iya.." ucap Bayu.
" Hemm...."
" Apakah abi tidak mau menyentuhku lagi?" ucap Diana.
" Tiap hari kan abi selalu menyentuh umi.." ucap Bayu.
" Bukan itu.."
" Itu loh bi...Masa gak paham seh.." ucap Diana.
Bayu paham maksud Diana itu adalah ngentu.
" Yang mana seh sayang.." ucap Bayu pura - pura tidak tahu.
" Ya sudah...." ucap Diana,lalu ia berebah di samping Bintang yang terlelap tidur.
Bayu menghampiri Diana,lalu mendekatkan wajahnya ke pipi Diana.
Cuup...
" Apakah aku tidak menarik lagi?" ucap Diana. Ia mengeluarkan air matanya.
" Maaf ya sayang...Tadi itu aku pura - pura gak tahu. Sebenarnya aku ingin,tapi aku lihat sayang capek seharian mengurus Bintang. "
Diana diam tak menjawab.
" Sayang sangat cantik dan menarik.."
" Aku kangen.." ucap Bayu pelan
Bayu memasukkan tangannya ke dalam baju Diana,lalu memainkan ujung gunung,sambil mencium Diana.
Namun Diana diam saja.
" Maafin aku sayang.." ucap Bayu merasa bersalah.
" Asem....Lah kok masih ngambek.." ucap Bayu dalam hati.
" Ya sudah kalau sayang gak mau maafin aku.."ucap Bayu.
Diana masih diam. Bayu menarik tangannya,lalu duduk di lantai.
" Jika sayang sudah tak sayang lagi padaku,kembalikan saja aku pada orang tuaku.." ucap Diana.
" Ya Allah....Bingung aku menghadapi istriku jika ngambek begini" ucap Bayu dalam hati lalu bangkit.
" Aku masih sayang padamu..."
" Maafkan aku sayang..."
" Aku yang lama meninggalkanmu dan bermain banyak wanita,sehingga membuat dirimu merasa bahwa aku tak lagi mencintaimu dan menyanyangimu..."
" Jika sayang merasakan hal begitu..."
" Aku akan pergi dari sini dan berjanji tak akan menikah lagi dan bermain wanita lagi.Maafkan aku...Aku bukanlah suami yang sempurna. " ucap Bayu lalu berjalan ke pintu.
Diana bangun lalu mengejar Bayu sebelum Bayu membuka pintu,ia memeluk Bayu dari belakang.
" Jangan pergi...Hiks...Hiks..Hiks..." ucap Diana.
" Aku sebagai suami telah gagal dalam membina rumah tangga ini.."
" Maafkan aku..Aku bukan lelaki yang sempurna untukmu.."ucap Bayu.
" Sayang...Maafin aku.."
" Aku gak mau sayang pergi meninggalkan aku lagi...Hiks...Hiks..Hiks..."
" Jika sayang pergi..."
Hiiks...
" Aku akan pergi bersama Bintang dari dunia ini...Hiks...Hiks...Hiks..." ucap Diana.
Bayu melepaskan ke dua tangan Diana yang memeluk dirinya,lalu membalikkan badan.Setelah itu memeluk Diana.
" Aku tidak akan meninggalkanmu sayang."
"Jika sayang tidak ingin aku menikah lagi,aku akan bilang ke Sulis dan Aisyah,bahwa aku tidak jadi menikahinya..." ucap Bayu.
" Aku mengizinkan sayang,tapi..Hiks..Hiks.."
" Sayang jangan melupakanku hiks...Hiks...Hiks. Dan juga Ayu.." ucap Diana.
" Aku tidak akan melupakanmu sayang.."
" Maafkan aku ya.." ucap Bayu,lalu mengusap air mata Diana,setelah itu menciumnya.
Diana membalas ciuman Bayu.Mereka berciuman sambil berjalan ke arah tempat tidur.
" Iya..Aku maafin sayang.." ucap Diana setelah berciuman.
Diana menurunkan celana Bayu,nampak rudal.Bayu telah mengeras. Lalu memasukkan rudal itu dalam mulutnya.
Setelah puas,Diana membuka pakaiannya,Bayu membantu membuka. Setelah terlepas semua,Diana berebah di tempat tidur. Bayu melepas baju lalu menindih Diana dan menikmati tubuh Diana.
" Airnya keluar" ucap Bayu.
" Minum aja sayang.." ucap Diana.
Bayu pun menyusu. Setelah sekian lama,akhirnya Bayu merasakan ASI lagi selain milik ibunya.
Diana menahan suaranya,agar tak kedengaran oleh ibu Bayu dan Ayu.
Setelah puas menikmati ASI dan lubang Diana,Bayu memasukkan rudalnya.
Blessh...
Kemudian Bayu menggerakkan pinggulnya.
Diana memegang mulutnya agar tak bersuara saat Bayu menggerakkan rudalnya.
Hemmmp...Hemmmph...Heempph...Heemph..
Lalu suara kulit saling berbenturan seperti orang bermain lato - lato.
Plook...Plook....Plook...plokk...plokk...
Jika saja masih tinggal di Jakarta,Diana tak akan manahan suaranya.
Berulang kali dirinya keluar,hingga tak terasa Bayu juga akan keluar setelah 1 jamman ia menggenjot Diana.Berbagai macam gaya ia lakukan,tapi sangat hati - hati agar Bintang tidak terbangun.
" Enak banget sayang.."ucap Bayu pelan.
" Iya sayang..." ucap Diana.
Tiba - tiba Bintang terbangun dan menangis.
Bayu mencabut rudalnya. Diana segera mendekati Bintang lalu menyusui Bintang.
" Asem...Lagi enak - enaknya terbangun.." ucap Bayu dalam hati lalu menutupi tubuh Diana dengan kain jarik
" Nanti aku pasang pelafon sayang,biar suaranya kita gak kedengaran.." ucap Bayu pelan.
" Iya sayang..." ucap Diana.
" Hemm..."
" Aku akan memasang di kamar yang kosong,setelah Jadi sayang pindah di situ." ucap Bayu pelan.
" Lagi yuk sayang .." ucap Diana setelah Bintang tidur.
" Ayoo.." ucap Bayu menerima ajakannya Diana.
Mereka pun melanjutkan kembali bercinta.
***
Pagi hari.
Bayu pergi bersama seorang pengawalnya ke toko bahan bangunan untuk memplester dinding dan juga memasang plafon. Tak lupa ia memakai masker.
" Siapa yang bisa nukang kang?" ucap Bayu sambil menyetir.
" Pak Juspa bisa bos.." ucap pengawal.
" Pak Juspa itu tinggal di mana?" ucap Bayu.
" Dekat saja bos.." ucap pengawal.
" Ya sudah..Nanti sampeyan hubungi dia,lalu suruh plester dan pasang plafon,kalau bisa bawa 3 orang yang bisa mengerjakan.."
" Jika dia kerja di tempat lain,cari orang lain,aku akan bayar 2x lipat dari ongkos tukang.." ucap Bayu.
" Siap bos.." ucap pengawal. Lalu memberi tahu rekannya untuk memghubungi Juspa.
Bayu sampai di toko bangunan.
" Koh... Ada paku kah..?" ucap Bayu.
" Ada..Mau yang berapa in..?" ucap pemuda keturunan china.
" * Aku mau plester tembok sama pasang plafon kamar,itu apa saja yang di butuhkan.." ucap Bayu.
Pemuda itu kaget,pemuda di depannya bisa bahasa china.lalu membalas dengan ucapan bahasa china.
__ADS_1
" Ukuran berapa kamarnya.." ucap pemuda itu.
"* Hem....3,5 x 4 meter kalau gak salah.."
"* Kamarnya ada 5.." ucap Bayu.
" Sebentar..Aku hitung dulu.." ucap pemuda itu lalu mengira - ngira bahan yang akan di butuhkan. Stelah dapat ,ia memberi tahu.
" * Ooo..Habis segitu.."
" * Ya sudah aku pesan.." ucap Bayu.
" Alamatnya di mana?" ucap pemuda itu.
" *Mana kertas..Aku akan gambar denanhnya.." ucap Bayu.
Pemuda itu memberikan kertas dan pulpen ke Bayu.
Bahu menggambar denah rumahnya.
" Atas nama siapa?" ucap pemuda itu.
" Bayu..." ucap Bayu lalu membayar bahan yang ia pesan.
Pengawalnya datang memghampiri.
" Nganu bos..Pak Juspanya gak bisa..Dia ada kerjaan.." ucap pengawal.
" Waduuh..."
" Masa iya aku panggil Kebo sama Cempe .." ucap Bayu.
Bayu tahu bahwa Bimo dan Lukman bisa memplester dinding.
" Saya punya kenalan tukang,jika anda berminat.." ucap pemuda itu.
" Sangat berminat sekali..Berapa nomornya?" ucap Bayu.
" Sebentar.."
Pemuda itu memgambil ponselnya.
" Catat ya.."
Bayu mengeluarkan ponselnya.
" 0856******* Namanya Mario lalu 0812******* Namanya Ferdi.." ucap pemuda itu.
Lantas Bayu memghubungi Mario.
Tuuut...Tuuut...Tuuut....
" Halo...." suara Mario.
" Halo pak selamat pagi..." ucap Bayu.
" Iya pagi...Ini siapa ya?" suara Mario.
" Aku Bayu pak,dapat nomor bapak dari masnya yang jual bahan bangunan..." ucap Bayu.
" Ooo...Iya..Ya..Ada apa pak Bayu.." suara Mario.
" Apakah anda sibuk?" ucap Bayu.
" Kebetulan saya sedang libur pak" suara Mario.
" Kebetulan...Aku ada kerjaan untuk sampeyan,aku mau plester kamar dan pasang plafon..Apakah bisa pak..?" ucap Bayu.
" Bisa - bisa pak..Kapan?" suara Mario.
" Besok pagi,soalnya hari ini aku ada perlu,dan kalau bisa bawa 3 orang tukang ya pak..Untuk pembantu aku sudah ada..." ucap Bayu.
" Siap pak...Kalau boleh tahu,alamatnya di mana?". suara Mario.
Bayu memberi tahu alamatnya dengan memberi tahu letak rumahnya.
" Di situ..Apakah bapak sudah tahu?" ucap Bayu.
" Sudah pak..Saya paham daerah situ.." suara Mario.
" Baik pak...Kalau bisa pagi datang ya pak.." ucap Bayu.
" Iya pak..." suara Mario.
" Ya sudah kalau begitu..."
"Selamat pagi pak.." ucap Bayu.
" Pagi juga" suara Mario.
Bayu mematikan panggilannya.
" Kang...Sama itu..Lupa aku,Terpal..Buat sementara," ucap Bayu.
" Ukuran berapa..6X 5 ada gak?" ucap Bayu.
" Ada...Berapa lembar?" ucap pemuda itu.
" 4 aja.." ucap Bayu.
" Ada lagi?" ucap pemuda itu.
Bayu memgeluarkan uang.
" Gak ada..."
" Sip..Aku pergi dulu..." ucap Bayu lalu pergi meninggal toko Bangunan.
Pengawal menyetir mobil.
" Kemana lagi bos?" ucap pengawal.
" Toko mainan...Aku mau belikan mainan buat Bintang sama Imam.." ucap Bayu.
" Siap bos.." ucap pengawal.
" Enggak bos..." ucap pengawal.
" Jancook.." ucap Bayu.
" Kan bisa di cari sambil jalan bos.." ucap pengawal.
" Waaah.. Pinter juga sampeyan...Sekolah TK di mana?" ucap Bayu.
" Nganu bos...Aku gak lulus TK,cuman PAUD aja.." ucap pengawal.
" Diampuut.."
" Mesti gurune ayu..."ucap Bayu.
" He eh...Kok bos tahu.." ucap pengawal.
" Pak Lurah yang ngasih tahu.." ucap Bayu.
" Oh iya Bos..Di sana bos ngapain aja selama di China..?" ucap pengawal.
" Jadi tentara,tiap hari latihan,belajar menjalankan misi.." ucap Bayu.
" Wuuiih..."
" Terus pangkatnya bos apa?" ucap pengawal.
" Pangkatku rendah,cuman Kolonel aja." ucap Bayu.
" Jancook...Itu bukan rendah bos...Tapi tinggi.." ucap pengawal.
" Salah...Yang tinggi itu Jendral..."
" Hemmm...Kita ke Mall aja kang" ucap Bayu.
" Siap bos.." ucap pengawal.
Bayu melihat penjual kasur.Di samoing konter pulsa.
" Sek...Mandek sek kang..Amu mau beli kasur.." ucap Bayu.
Bayu turun lalu membeli 2 kasur ukuran kecil. Sengaja Bayu beli kasur itu untuk bercinta di bawah. Agar anaknya tidak terbangun.Kemudian membeli kartu perdana lagi tak lupa isi pulsa,setelah lanjut lagi ke Mall
" Kang...Aku jaluk tulung..Golekno aku sapi yo.." ucap Bayu.
" Lanang opo wedok?" ucap pengawal.
" Lanang kang...Buat Qurban.." ucap Bayu.
" Terus kalau dapat di apain bos?" ucap pengawal.
" Sampeyan gendong..." ucap Bayu.
" Jancook...."
" Mana kuat aku bos.." ucap pengawal.
" Sampeyan beli.. Hemm...2 ekor.."
" 1 taruh di mushalla..satunya di mesjid yang dekat sini.." ucap Bayu.
" Siap bos.." ucap pengawal.
Setelah sampai di Mall,Bayu dan pengawalnya turun lalu masuk. Bayu hanya memakai celana panjang dan baju kaos lengan pendek tak lupa sandal swalow berjalan mencari stand penjual mainan.
Tak lama kemudian,Bayu menemukannya dan masuk. Berbagai macam mainan ada di dalam toko tersebut.
" Sandainya saja aku bisa ke masa lalu,aku akan mengirim mainan ini..." ucap Bayu dalam hati memegang mobil remot control berukuran besar. Sebab dulu ia ingin memiliki mainan seperti itu di saat masih anak - anak. Tapi ibunya hanya membelikan mainan mobil yang kecil,dan di tarik memakai tali.
Bayu memilih maianan tersebut berbagai macam,untuk Bintang dan Imam. Setelah puas beli mainan,ia pun segera pulang untuk bermain bersama kedua anaknya.
" Ayoo kang....Ngebut sedikit...Aiih..Lambat.." ucap Bayu saat di mobil menuju pulang.
" Sabar bos..." ucap pengawal.
" Aku gak sabaran ingin memberikan mainan ini pada kedua anakku.." ucap Bayu.
Setelah sampai di rumah.
Bayu melihat bahan bangunan yang ia pesan sudah datang,lalu ia segera masuk ke dalam rumah sambil membawa mainan.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu lalu berjalan.
Nampak Diana sedang menggendong Bintang.
Sedangkan Ayu sedang menonton tivi.
" Wa'alaikum salam..." ucap Ayu dan Diana.
" Abi bawakan mainan untuk Bintang dan Imam.
" Bi...Imam masih kecil..Belum bisa mainan yang itu.." ucap Diana melihat Bayu menunjukkan mobil remot control.
"Pasti bisa..."
" Tahu gak.."
" Dulu waktu aku masih kecil belum sekolah,ingin sekali punya mobil - mobilan yang besar,yang ada batreinya,biar bisa jalan sendiri..Tapi gak kesampaian sampe sekarang.."
" Makanya aku belikan sekarang aja...Supaya anakku gak seperti aku yang dulu alami..."
" Mau minta aja nunggu lama.."
" Kata ibu,ayah gajinya kurang,sehingga gak bisa yang aku inginkan. Jadi ibuku hanya beli mainan yang kecil.."
" Jika aku tahu ibu telah berpisah dengan ayahku,pasti aku tidak akan minta di belikan mainan.."
__ADS_1
"Itulah aku..Anak kecil yang hidup susah bersama ibuku seorang..."
" Tidak punya saudara...Keluarga.."ucap Bayu lalu mengusap air matanya. Lalu berjalan ke ruang tamu.
Diana datang menghampiri Bayu.
" Sayang...Maaf ya..."
" Aku gak bermaksud melarang sayang beli mainan itu,tapi tiap usia anak ada maian tersendiri...Seperti Bintang dan Imam.."
" Mainannya ya benda yang aman buat Bintang,biasanya itu di jual di toko bayi.."ucap Diana.
"Iya.." ucap Bayu.
" Abi marah..?" ucap Diana.
" Enggak umi..."
Bayu berdiri lalu menatap Diana.
" Besok kita ke Mall yuk.." ucap Bayu.
" Ayoo.." ucap Diana.
Bayu berjalan ke teras untuk mengambil Terpal,paku dan palu,serta tangga yang terbuat dari almunium.
" Sayang mau ngapain?" ucap Diana.
" Mau masang terpal ini,agar tukang tidak mengintip sayang pas mereka sedang bekerja di atas.." ucap Bayu.
Kemudian Bayu masuk ke dalam Diana,ia memasak terpal untuk menutup kamarnya sebagai plafon sementara,setelah itu di kamar Ayu dan ibunya.
Sore hari.
Bayu mengambil mainan mobil control,lalu memainkannya di dalam rumah sambil menggendong Imam memakai kain jarik.
" Kamu seh Mam...Masih kecil..Coba langsung besar gitu..Jadi kan kita bisa main bareng..."
" Ngeeeeng..." ucap Bayu sambil mengarahkan mobil remote.
Mobi itu mengarah ke ibunya yang sedang membaca buku,duduk di lantai sambil bersender.
" Ada monster Mam...Kita tabrak monster itu.."
Hana melihat ke arah Bayu,karena mobil mainan berulang kali menabrak dirinya. Ia pun membalikkan mobil tersebut.
" Waah...Monster kuat Mam..Mobil kita terbalik" ucap Bayu lalu berjalan,kemudian membalikkan mobil tersebut. Setekah itu Bayu mengarah ke dapur.
Karena bosan main di dalam,Bayu bermain di luar. Ia mengambil pesawat Helikopter dengan panjang 1 meter,lalu menerbangkannya.
" Tuh Mam...Pesawatnya terbang...Tuuh..." ucap Bayu sambil mengendalikan mainan tersebut
Orang - orang melihat mainan pesawat remote cobtrol,terutama anak - anak. Mereka memandang ke arah Helikopter yang bergerak terbang di jalan kesana kemari. Jalanan itu nampak sepi,tak ada mobil melintas. Seba rumah Han di dalam,bukan di pinggir jalan besar.
Seorang pria yang merupakan tetangga Bayu mendekati Bayu,ia melihat tumpukan bahan material bahan bangunan.
" Mau plester tembok kang?" ucap pria itu.
" Iya kang..." ucap Bayu sambil melihat arah mainannya.
" Kapan di kerjain?" ucap pria itu.
" Besok kang...Mau plester kamar sama pasang plafon kamar.."
Bayu mendaratkan mainannya. Para bocil mendekati pesawat mainan itu.
" Oh iya..Sampeyan kerjo opo kang?" ucap Bayu.
" Aku buka usaha percetakan.."
" Oh iyo..Kita belum kenalan.."
Pria itu menyodorkan tangannya.
Bayu menyambut tangan pria itu.
" Tejo.." ucap pria itu.
" Bayu.."
" Meh mirip jeneng kakangku" ucap Bayu melapas jabatan tanganya.
" Sopo jeneng kakangmu?" ucap Tejo.
" Bejo. " ucap Bayu.
" Bedo huruf wae..Aku huruf te..." ucap Tejo.
" Bii...." suara Ayu.
Bayu menoleh ke sumber suara,nampak Ayu berdiri di pintu.
" Opo mi..?" ucap Bayu.
" Imam mau mandi." ucap Ayu.
" Ku tinggal dulu ya kang..." ucap Bayu.
" Iyoo.." ucap Tejo.
Bayu mengambil mainan itu lalu berjalan masuk ke dalam.
***
Malam harinya.
Setelah makan malam bersama keluarganya,Bayu bermain bersama Bintang. Ia memegang boneka Barbie lalu mengubah suaranya.
" Hallo cantik..Kita main yukk.."
" Main apa kak.."
" Main itu..Masak - masakan.."
" Ikut...Kita masak apa kak.."
" Masak granat nanas,sausnya pakai bubuk uranium..." ucap Bayu.
" Ya meledak dong sayang.." ucap Diana.
" Hehehehehe....bayu cengengesan.
" Waah...Ibumu gak bolehin..Kita main yang lain yuk.."
" Main apa kak..."
" Main rudal..Kita akan rudal pesiden china yang koclok itu.."
" Iya kak...Ayo kak.." ucap Bayu.
" Kenapa sayang menyebut presiden china koclok?" ucap Hana.
" Bayu di suruh membuktikan menyelam selama 14 menit bu."
" Nah..Bayu menyelam di kolam,terus duduk sambil melamun.."
" Tiba - tiba sang Jendral masuk ke air,dia menarikku keluar.."
" Bayu mengomel,karena belum 14 menit.."
" Malah dia bilang kalau Bayu menyelam sudah 30 menit.Bayu gak percaya sama ucapan presiden,lalu menyelam lagi dan melihat jam tangan."
" Lah kok sang Jendral menarikku lagi.."
" Ya aku maki dia,aku bilang ke dia Jancok,aku belum menyelam 14 menit,dia bilang cukup..Terus ku jawab wedus." ucap Bayu.
Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.. Diana tertawa.Dan membayangkan Bayu berhadapan dengan presiden china. Jika saja Bayu berkata di depan presiden Indonesia,bisa di pastikan Bayu akan terkenal di seluruh penjuru indonesia,karena telah berani berkata Jancok di depan presiden.
***
China.
Pihak Militer China melakukan pemakaman secara militer kepada prajurit yang gugur saat menjalankan tugasnya di luar Negeri.
Nampak peti mati berjejer rapi,di depan peti mati itu ada foto yang terpasang, 1 diantara foto itu ada foto Bayu.
Xiang datang mendatangi proses pemakaman. Di dalam peti mati itu tak ada mayat,hanya barang milik korban saja.
Saat peti mati Bayu di turunkan di dalam liang,para prajurit mengarahkan senapannya ke atas,lalu menembak.
Door....Door....Door....Door...Door...
Salah satu tentara yang hadir melihat foto Bayu. Ia merasa pernah melihatnya,akan tetapi bukan sebagai tentara. Tentara itu datang ke pemakaman karena kerabat keluarganya yang juga sebagai tentara tewas bersama Bayu.
" Sepertinya aku pernah lihat..Tapi di mana ya?"
Nampak pria itu meningat - ingat kembali.
" Aah...Iya..."
Pria itu berhasil memgingatnya.
" Dia itu mirip turis yang menginap di hotel." ucap pria itu dalam hati.
Setelah pemakaman selesai,mereka membubarkan diri.
" Aku melihat Jiang seperti melihat turis..Wajahnya mirip sekali.." ucap pria itu kepada rekannya.
" Kamu lihat di mana?" ucap temannya.
Pria itu menceritakan saat dirinya bersama temannya saat memeriksa hotel,namun temannya tewas dengan cara sangat misterius,ia selamat karena kembali ke markas.
" Mungkin dia orang lain.." ucap temannya.
" Iya seh..Taoi wajahnya sangat mirip sekali." ucap pria itu.
Tak jauh dari pria itu,ada kapten Wong yang dulu memeriksa Bayu saat menyusup di rombongan pelajar.
Kapten Wong mendekati pria itu.
" Aku mendengar,kamu pernah melihat Jiang" ucap kapten Wong.
" Siap ..Iya pak.." ucap pria itu.
" Di mana?" ucap kapten Wong.
" Di hotel pak,sebelum peristiwa rahasia itu.." ucap pria itu.
" Siapa nama pria itu?" ucap kapten Wong.
" Siap,aku tidak ingat pak..Hanya wajahnya saja." ucap pria itu.
" Sedang apa pria itu?" ucap kapten Wong.
" Siap...Sedang liburan pak. Lalu kami menyarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan.." ucap pria itu.
" Liburan? Apakah pria itu datang bersama teman - temannya..?" ucap kapten Wong.
" Siap...Iya pak.." ucap pria itu.
" Apakah mereka orang china?" ucap kapten Wong.
" Siap..Sebagian tidak dan sebagian lagi seperti orang Jepang pak,tapi dia diam saja,hanya temannya yang berbicara.." ucap pria itu.
" Kenapa kamu tidak melaporkan kejadian itu..Kamu tunggu di sini,jangan kemana - mana"ucap kapten Wong.
Kapten Wong lantas berjalan,lalu mencari Mayjen Tang shin,sebab tadi ia melihat ada Mayjen Tang Shin hadir di pemakaman Bayu.
Tak lama kemudian,ia melihat Mayjen Tang Shin bersama Xiang berjalan ke arah mobil, lalu ia pun berlari menyusul.
Setelah sampai,ia memberi hormat kepada Mayjen Tang Shin.
__ADS_1
" Ada apa kapten Wong?" ucap Mayjen Tang Shin.