
Setelah memberikan kunci motor dan kamar kossan pada pengawalnya,Bayu kembali lagi ke dalam.
"Lebih baik aku datangain saja dulu,malamnya baru aku pakai ajianku..." ucap Bayu dalam hati.
"Aku mau ke Bengkulu untuk mengecek rumah orang itu setelah melihatnya,aku pulang. Kalian di rumah saja dulu ya " ucap Bayu.
"Shujin....Aku ikut..." ucap Hinata.
"Adek juga ikut mas..." ucap Khalisa.
"Jangan...Aku takut kalian kenapa - kenapa,jadi kalian di rumah saja ya sayang...Aku hanya melihat saja rumah itu,habis itu langsung pulang." ucap Bayu.
"Baiklah...Tapi belikan adek oleh oleh ya mas.." ucap Khalisa.
"Yomesan minta belikan apa?" ucap Bayu.
"Aku ikut..." ucap Hinata.
Bayu menghampiri Hinata lalu memegang kedua pundaknya.
"Setelah aku dari sana,kita jalan - jalan...Gimana?" ucap Bayu mencoba merayu Hinata agar tak ikut.
"Baiklah...Janji?" ucap Hinata.
"Iya...Aku janji..." ucap Bayu.
Hinata memeluk Bayu,Bayu membalas pelukan Hinata.Lalu mereka melepaskan pelukannya.
"Oh iya...Kotak kadonya kok gak di buka?" ucap Bayu yang melihat tumpukan kado pernikahan.
"Nanti saja mas di bukanya,setelah mas pulang dari Bengkulu.." ucap Khalisa.
"Ya sudah..Aku mandi dulu..." ucap Bayu.
"Mau di mandiin gak mas?" ucap Khalisa.
"Hem....Ayo kalau mau ikut mandi.." ucap Bayu.
Bayu berjalan bersama Hianata dan Khalisa ke kamar mandi di dalam kamar Khalisa.
Sesampai di kamar mandi,mereka melepaskan pakaian.
"Mas...Maen lagi yuk..." ucap Khalisa menggoda sambil memainkan burung Bayu.
"Ayoo..." ucap Bayu menerima ajakan khalisa.
Bayu berpikir toh sudah suami istri,jadi gak masalah berhubungan badan dengan Khalisa dan juga Hinata.
Mereka pindah ke tempat tidur,lalu mereka saling mencumbu.
Selama 2 jam lebih mereka bercinta,akhirnya mereka ngos - ngossan.
"Mas hebat...." ucap Khalisa puas atas kenikmatan yang ia dapat dari Bayu.
"Kalian juga hebat...
"Yuk kita mandi..."ucap Bayu.
"Shujin mandi duluan saja..." ucap Hinata seperti malas bergerak.
"Mas mandi duluan aja,adek capek..." ucap Khalisa.
"Yo wes..." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi,Bayu memakai pakaian celana panjang,kaos lengan pendek.
Bayu mengampiri ke dua istrinya yang masih di tempat tidur.
"Aku berangkat dulu..." ucap Bayu.
Khalisa bangun hendak bersalaman.
"Mas habis wudhu.." ucap Bayu tak ingin wudhu lagi.
"Hati - hati ya mas..." ucap Khalisa.
" Iya...Assalam mu'alaikum." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." ucap Hinata dan Khalisa serempak.
Bayu berjalan keluar kamar,tak lupa menutup pintu kembali.
Setelah sampai di teras rumah.
"Ada mobil nganggur gak pak?" ucap Bayu.
"Ada bos...Bos mau keluar?" ucap salah satu pengawal.
"Iya... Aku ingin keluar sebentar aja..." ucap Bayu.
"Bentar bos...Aku ambil dulu..." ucap pengawal itu lagi lalu berlari untuk memgambil mobil.
Tak lama kemudian mobil hitam Pajero Sport berhenti di depan rumah.
Bayu menghampiri mobil tersebut.Pengawal yang membawa mobil keluar dari mobil lalu menyerahkan kunci ke Bayu.
"Suwun pak..." ucap Bayu lalu masuk dalam mobil.
"Masih banyak bensinnya...
Bayu menyalakan mesin mobil lalu menjalankan mobil tersebut.
Perlahan mobil Pajero meninggalkan rumah Khalisa.
"Semoga saja lancar...Amin...
Bayu kemudian mengarahkan mobilnya ke arah Bengkulu.
Kemudian Bayu mencoba amalannya agar cepat sampai,dan bisa berkumpul lagi bersama keluarganya.
Perlahan mobil Bayu bergerak makin cepat.
Tak terasa Bayu sudah sampai di Bengkulu hanya 10 menit saja.
"Alhamdulilah...
Kemudian Bayu mencari alamat rumah tersebut.
30 menit kemudian akhirnya Bayu menemukan rumah tersebut berbekal aplikasi maps.
Bayu melihat sekilas rumah itu,lalu melajukan lagi mobilnya untuk memarkirkan mobilnya.
Setelah memarkirkan mobil,Bayu menggunakan Ajian rogoh sukmonya.
Sukma Bayu keluar dari raganya.
"Nah...Kalau begini kan aku bisa bebas keluar masuk tanpa ketahuan...
Bayu melesat ke rumah target,ia menebus pagar dan tembok.
"Kemana dia ya....
Bayu mencari keberadaan orang di dalam mimpinya.
Setelah berkeliling mencari,Bayu tak menemukannya,hanya beberapa penjaga keamanan dan pembantu saja yang ada.
Lalu Bayu masuk setiap ruangan yang ada di dalam rumah.
Ada 3 wanita berpakaian seksi mengerjai seorang wanita memakai alat bantu seperti alat reproduksi pria terbuat dari bahan silicon. wanita yang di kerjai tak memakai pakaian sehelai benang pun
"Diampuut....Cabut sajalah...
Bayu segera keluar dari ruangan itu,ia memasuki tiap - tiap ruang yang tertutup.
Ada sebuah peralatan perdukunan,ada bunga,dupa,telur ayam kampung.
Bayu merasakan hawa kekuatan mistis di ruangan itu sangat kuat.
"Jancook... Kok hawa di sini sangat kental aura mistisnya ya...
"Apa jangan - jangan dia penganut aliran hitam..
"keluar sajalah...Nanti lagi aku ke sini..Yang jelas sudah tahu tempatnya...
Bayu memutuskan keluar dari rumah tersebut.
Sukmanya Bayu kembali ke dalam raganya.
"Oke....Sekarang tinggal beli oleh - oleh...
Bayu menjalankan mobilnya menuju toko penjual oleh - oleh khas Bengkulu.
"Rupanya begini ya kota Bengkulu itu...
Bayu menikmati keindahan kota Bengkulu,lalu ia melihat plang jajanan khas Bengkulu.
Bayu membelokkan setirnya.
20 menit kemudian,Bayu selesai berbelanja oleh - oleh khas Bemgkulu.
"Sekarang tinggal pulang....
---***---
Di salah satu kantor polisi.
Nampak seorang pria mengendarai sepeda motor turun,lalu berjalan ke arah kantor polisi dengan membawa kantong plastik berisi makanan dan botol air mineral.
"Permisi pak....Saya mau mengantar makanan atas nama bu Desi.." ucap pria itu kepada seorang polisi yang berjaga.
"Letakkan di meja...
Kurir makanan meletakkan makanan itu di meja
"Ini makanan dari siapa?" ucap polisi lalu memeriksa makanan tersebut.
__ADS_1
"Gak tahu pak...Aku hanya mengantar saja..." ucap kurir.
Setelah di periksa tak ada benda mencurigakan seperti narkoba.
Polisi memfoto wajah kurir tersebut sebagai bukti.
"Silahkan anda pergi..." ucap polisi.
"Terima kasih pak..." ucap kurir lalu berjalan ke arah sepeda motornya yang ia parkir.
Setelah sampai di tempat motornya,ia menjalankan motornya keluar dari halaman kantor polisi.
Baru saja melewati gerbang pintu masuk,tiba - tiba ia merasakan hapenya bergetar,lalu ia menepikan motornya untuk mengangkat panggilan tersebut.
Nampak panggilan nomor baru di hapenya,ia menerima panggilan itu.
"Haloo..." ucap kurir.
"Tunggu di situ...Nanti ada seseorang menghampirimu memberikan uang tips.." suara pria.
Panggilan terputus.
"Maaf anda siapa?" ucap kurir.
Tak ada jawaban,lantas kurir mengecek hapenya.
"Mati...
"Tadi siapa ya...
Seorang pria memakai jaket yang ada penutup kepala,dan memakai masker menghampiri kurir tersebut.Lalu memberikan sebuah amplop putih ke kurir tanpa mengucapkan sepatah kata pun kemudian pergi.
"Pak...Ini apa?
Pria misterius itu tak menjawab,ia hanya mengangkat telapak tangan kanannya lalu menggoyangkan tanpa menoleh.
Kurir membuka amplop tersebut.
Nampak lembaran uang kertas di dalam amplop tersebut.
"Puji tuhan...Akhirnya aku ada uang untuk membayar biaya adikku sekolah.." ucap Kurir tersebut merasa sangat senang sekali menerima tips dari orang tak di kenal.
Lantas kurir itu menjalankan motornya lagi
***
Di dalam kantor polisi.
Seorang polisi mengantar paket makanan ke salah satu ruang tahanan sementara.
"Bu Desi...Ini ada makanan untukmu" ucap polisi,lalu meletakkan makanan itu di dalam sel tahanan.
Nampak muka Desi kusut,ia lebih banyak diam. Dalam fikirannya timbul niat membalas dendam terhadap Hana.
Desi melihat ke arah makanan yang ada di dalam kantong plastik,ia membuka kantong plastik tersebut.
Hanya botol air mineral saja yang ia ambil,lalu meminumnya.
Glek...Glek...Glek....
Tanpa di sadari,botol air minum itu telah tercampur racun. Terdapat bekas suntikan di balik plastik merk minuman itu yang di tutup memakai lakban putih. Sehingga tidak kelihatan.
---***---
Di ruang kerja Agus Irawan.
Nampak Agus tak fokus kerjaannya karena menghadapi masalah yang menimpanya.
Tiba - tiba hapenya berdering.
Agus mengecek hapenya.
Nampak panggilan dari nomor tak di kenal.
Agus membiarkan panggilan tersebut karena tak kenal.
Panggilan asing mati,tak lama kemudian terdengar suara nada pesan,Agus mengecek hapenya.
From 0812********
Makanya punya istri itu di jaga mulutnya. Aku masih belum puas melihat istrimu di penjara,aku akan membunuhnya.
"Hana...??
Agus menelpon nomor tersebut.
Tuuut.....Tuuuut....Tuuuut...Tuuut....
Namun panggilan itu tak kunjung di terima,lantas Agus membalas pesan itu.
To 0812*********
Hana...Maafkan aku. Aku masih mencintaimu.
Agus mengirim pesan tersebut.
Tak ada balasan dari pengirim pesan.
Lalu Agus menelpon nomor tersebut.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. " suara operator.
Agus mematikan panggilannya.
"Sial....
2 Jam kemudian.
Hape milik Agus Irawan kembali berdering.
Agis melihat nomor yang masuk menggunakan kode wilayah.
"Siapa ya...Angkat sajalah..
"Halo...
"Selamat siang pak Agus..Kami dari kantor kepolisian" suara pria.
"Iya pak...Ada apa?"
"Maaf sebelumnya...Istri anda tewas di dalam sel tahanan.." ucap pria.
"APAAAAAA.......!!!!??? " ucap Agus terkejut bukan main.
"Saat ini istri anda di bawa ke rumah sakit untuk di visum.Itu saja yang dapat kami sampaikan pak,kami mohon maaf yang sebesar - besarnya,selamat siang." suara pria.
Panggilan tersebut.
"BAJINGAAAAN........
BRAAAAAAAKKKKK.... Agus memukul meja kerjanya.
Matanya memerah karena marah. Ia tak menyangka Hana berbuat seperti itu pada ibunya Sandi.
---***---
Di sekolah SMA negeri
Nampak seorang gadis cantik duduk bersama teman - temannya.
Gadis itu bernama Bening putri Agus Irawan.
Seorang pria dewasa menghampiri Bening.
"Maaf mbak...Apakah mbak bernama mbak Bening?" ucap pria.
"Iya...Saya sendiri...Anda siapa?" ucap Bening tak mengenal pria yang menghampirinya.
"Saya di perintahkan oleh ayah anda untuk menjemput mbak..Karena ibu mbak meninggal di dalam penjara.." ucap pria.
"APAAA....!!!?? " ucap Bening terkejut bukan main.
"Ayo mbak...Mari ikut saya..Ayah mbak menunggu di rumah sakit." ucap pria itu.
Tanpa pikir panjang Bening mengikuti pria tersebut.
Saat mereka di dalam mobil,mulut Bening di bekap menggunakan kain yang sudah di beri obat bius oleh pria yang yang menunggu di dalam mobil.
Pengawal yang menjaga Bening tak mengetahuinya,sebab posisi mereka berada di dalam mobil.
---***---
Mobil Pajero Sport berhenti di depan rumah Khalisa yang di kemudikan Bayu.
"Alhamdulilah...Akhirnya sampai juga di rumah...
Bayu turun dari mobil sambil membawa tas belanjaan.
"Ini pak...Saya ada rejeki buat bapak..." ucap Bayu sambil memberikan 1 tas belanjaan berisikan oleh - oleh khas Bengkulu.
"Suwun bos.." ucap salah satu pengawal.
"Sami - sami...
Bayu berjalan ke pintu rumah.
Ceklek....Krieeet...
"Assalam mua'laikum....
"Wa' alaikum salam " suara Hinata dan Khalisa dari dalam rumah.
Bayu berjalan masuk ke dalam,lalu di hampiri Khalisa dan Hinata.
"Kok cepat betul mas? gak jadi ke Bengkulunya kah mas?" ucap Khalisa heran. Karena Bayu keluar rumah tak sampai 2 jam saja.
"Jadi...Ini mas bawakan oleh - oleh dari sana.." ucap Bayu sambil menunjukkan tas belanjaan.
__ADS_1
"Haaah....!!!?? Serius mas..?" ucap Khalisa tak percaya. Sebab jarak antara Lampung ke Bengkulu sangat jauh.
Hinata dan Khalisa memeriksa tas belanjaan tersebut.
"Iya serius... " ucap Bayu.
"Mas naik apa ke sananya?" ucap Khalisa masih penasaran.
"Naik mobil Pajero.." ucap Bayu.
Bayu duduk di karpet kain,lalu berebah.
Khalisa duduk di samping Bayu.
Hinata memakan kue Lepuk Durian jajanan khas kota Bengkulu.
"Mas....Adek masih gak percaya jika mas dari sana...Tapi setelah melihat jajanan itu...Adek merasa bingung.." ucap Khalisa.
"Gak usah bingung...Yang jelas mas sudah sampai di sana dan melihat rumahnya,lalu mas beli oleh - oleh dan pulang..." ucap Bayu sambil memejamkan mata.
Khalisa membelai wajah Bayu.
"Kalian sudah buka kadonya?" ucap Bayu.
"Sudah mas..." ucap Khalisa.
Tiba - tiba hapenya Bayu berdering.
Bayu mengambil hapenya yang berada di kantong celana.
Bayu membuka matanya,ia melihat pesan dari nomor tak di kenal.
From 0856********
Kamu sudah memenjarakan ibuku,dan juga membunuhnya.Aku akan membalas kematian ibuku.
Bayu lantas terbangun,lalu menelpon nomor yang mengirim sms tersebut.
"Nomor yang anda tuju sedang di alihkan.." suara operator.
"Diampuut....Siapa seh yang sms ini.." ucap Bayu kesal.
"Kenapa mas?" ucap Khalisa.
"Ini ada sms bilang akan membalas kematian ibuku...Begitu mas telpon gak bisa..." ucap Bayu.
"Mungkin itu sms iseng Shujin..." ucap Hinata.
"Bisa jadi...
"Oh iya...Ibu mana dek?" ucap Bayu tak melihat ibunya Khalisa.
"Di butik mas..." ucap Khalisa.
"Di temanin sama pengawal kan dek?" ucap Bayu.
"Iya mas...
"Syukurlah....Tapi kenapa perasaanku gak enak ya....Semoga tidak terjadi apa - apa dengan keluargaku." ucap Bayu dalam hati.
"Oh iya... Adek halangan mas...Kalau mas mau maen,sama Ayu saja ya.." ucap Khalisa.
"Iya sayang...." ucap Bayu.
Hinata lalu berdiri,kemudian berjalan menuju dapur untuk membuat minuman dingin.
Setelah jadi,Hinata kembali sambil membawa ceret berisi minuman dingin dan 3 gelas,lalu di letakkan di meja.
"Shujun mau es?" ucap Hinata.
"Mau donk Yomesan...Oh iya,aku ingin belajar bahasa jepang lagi Yomesan." ucap Bayu.
Bayu menerima gelas berisi es sirup dari Hinata.
Kemudian Hinata berdiri lalu berjalan ke kamar untuk mengambil buku catatan. Setelah itu kembali,lalu duduk di samping Bayu.
Hinata mulai mengajari Bayu bahasa jepang.
Tiap - tiap kata bahasa Jepang Bayu mengingatnya,serta cara pengucapannya.
Tok...Tok...Tok.... Suara pintu di ketuk.
"Biar mas saja yang buka.." ucap Bayu.
Bayu kemudian bangun lalu berjalan ke pintu depan.
Ceklek....Kriiieeet... Bayu melihat seorang pengawal berdiri di depan pintu.
"Maaf bos... Terjadi sesuatu pada bu Intan..." ucap pengawal.
"Maksudnya?" ucap Bayu belum paham.
"2 orang teman kita belum ada memberi kabar,biasanya setiap 30 menit memberi kabar.." ucap pengawal.
"Kirim tim untuk memeriksa.... " ucap Bayu.
"Baik bos..." ucap pengawal.
Khalisa dan Hinata datang menemui Bayu.
"Ada apa mas?" ucap Khalisa.
"2 orang temanku yang mengawal ibu tak ada memberi kabar...Biasanya tiap 30 menit memberi kabar melalui radio.." ucap Bayu.
Khalisa lantas masuk ke dalam untuk mengambil hapenya.
Sesampai di kamar,ia mengambil hape yang tergelatak di meja rias.,lalu menekan kontak ibunya.
Tuuut.....Tuuuuut....Tuuuuttt...
Tuuut....Tuuuut....Tuuuut...
"Angkat bu...." ucap Khalisa cemas.
Namun panggilan itu tak di angkat,lalu Khalisa mencoba lagi.
Tuuut....Tuuuut....Tuuuuut...
Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut....
Khalisa mematikan panggilannya,lalu berlari ke arah Bayu.
"Mas....Ibu gak angkat telpon adek...Biasanya ibu selalu angkat..." ucap Khalisa.
"Tenang dulu sayang...Teman - temanku menuju ke sana...Kita tunggu dulu kabar dari teman - temanku.." ucap Bayu mencoba menenangkan Khalisa.
"Sialan...Kenapa jadi begini seh...Apa jangan - jangan itu sms dari Sandi....
"Jika iya...Dan terjadi sesuatu pada ibunya Putri...Aku tak tinggal diam..." ucap Bayu dalam hati.
20 menit kemudian.
"Bos....2 pengawal kita tewas, adik ipar bos juga tewas... Bu Intan tak ada di tempat.." ucap pengawal.
Khalisa yang mendengar berita itu langsung ambruk.
Bayu sigap menahan tubuh Khalisa.Lalu membawa ke dalam kamar tidur.
Sesampainya di dalam kamar tidur,Bayu meletakkan Khalisa di tempat tidur.
"Yomesan...Apa kamu bawa katana?" ucap Bayu.
"Hai...Ada di dalam lemari baju
Bayu berjalan ke arah lemari baju,lalu membukanya.
Nampak pedang katana di bungkus kain merah,lalu Bayu mengambil pedang katana tersebut.
"Shujin mau kemana?" ucap Hinata.
"Aku mau mendatangi mereka....Yomesan tunggu saja di rumah..." ucap Bayu.
"Aku ikut..." ucap Hinata.
"Jangan....Ini bahaya....Aku gak mau kamu terluka sayang,lebih baik yomesan menjaga Putri di sini ya....." ucap Bayu lembut.
Bayu membuka ikatan kain merah.
Nampak pedang katana dan tumpukan Shuriken.Kemudian Bayu mengikat kembali.
Bayu berjalan keluar kamar menuju teras rumah,setelah sampai di teras rumah.
"Perketat penjagaan,aku akan pergi sebentar..." ucap Bayu pada para pengawalnya.
"Siap bos...." ucap para pengawal.
Bayu masuk dalam mobil Pajero sport warna hitam,lalu menyalakan mesin mobil.
Bruum....Bruum....
Bayu menjalankan mobil tersebut.
"Kamu sudah berani sekali mencelakai keluargaku,bahkan membunuh adik iparku...Aku akan membunuh semua keluarga Mahendra...
Hape Bayu berdering,Bayu melihat siapa yang menelpon. Rupanya ibunya yang menelpon.
Bayu tak mau menerima panggilan itu.ia fokus menyetir menuju rumah Agus Irawan.
Setelah menempuh perjalanan akhirnya Bayu sampai,ia menabrakkan mobilnya ke pintu pagar.
BRAAAAAAAK......Suara benturan.
Pagar rumah roboh di tabrak mobil Pajero.
Penjaga yang berdiri tak jauh dari pagar terkejut.Lalu semua pejaga mendatangi Bayu.
Bayu membalikkan cincinya lalu keluar dari mobil sambil memegang pedang katana.
__ADS_1