
Bayu meluncur ke markas pemgawal keluarga Han untuk menemui para tahanan.
Tiba - tiba hapenya bergetar panjang. Ia pun mengambil hapenya.
Nampak Diana istrinya yang menelpon, Bayu menerima panggilan tersebut dan meloudspeaker.
" Assalam mu'alaikum sayang..." ucap Bayu sambil memegang hapenya ke stir. Takut jika di tempelkan di telinga akan nabrak kendaraan lain.
" Wa'alaikum salam sayang...Sayang masih di sana?" suara Diana.
" Lagi di jalan yank...Menuju markas...." ucap Bayu.
" Kenapa sayang kesana?" suara Diana.
" Mau introgasi tahanan... "
" Tadi ada kelompok musuh datang kerumah pak haji...Terus kita tangkap..."
" Sayang tidur aja duluan...Aku gak tahu nanti pulang jam berapa..ucap Bayu.
" Iya sayang...Ya sudah..Hati - hati sayang...Assalam mu'alaikum..." suara Diana.
" Wa'alaikum salam warah matullah." ucap Bayu.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya ia sampai.
Bayu keluar dari mobil lalu berjalan ke sebuah bangunan tingkat 2. Setelah Masuk,Bayu berjalan menuju ruang tahanan.
Nampak 2 ruang tahan terisi. Ruangan pertama di isi 1 orang wanita,dan ruangan satunya terisi 4 orang pria.
" Tolong buka pintunya pak..."
Seorang pengawal yang tak jauh dari Bayu membuka pintu tahanan.
Bayu berjalan ke wanita yang sedang duduk di lantai.
" Katakan padaku,di mana Sulis berada ?" ucap Bayu.
" Aku tidak akan memberi tahumu,meskipun kau siksa aku.." ucap wanita itu.
Bayu merapalkan ajian tapak geninya.
" Oke...Aku akan mencobanya.." ucap Bayu. Lalu menyentuh lengan wanita itu.
" AAAAAAAAAKKKKHHHH........" wanita itu teriak kesakitan karena merasakan kulitnya terbakar.
Bayu melepaskan tangannya,lalu menghentikan ajiannya.
Wanita itu melihat bekas yang di pegang oleh pemuda di depannya. Nampak tangannya melepuh.
" Baru kupegang saja kamu kesakitan..."
" Cepat katakan....Di mana Sulis kamu bawa.."
" Jika tak memjawab,maka sekujur tubuhmu aku bakar dengan tanganku ini." ucap Bayu.
" Siiaal...Dia bukan manusia sembarangan...."
" Dia tak mempan dengan senjata api dan bisa melukai tanganku meskipun hanya di sentuh." ucap wanita itu dalam hati.
" Masih gak mau jawab..."
Bayu berjalan ke pengawalnya.
" Kunci borgolnya pak..." ucap Bayu.
Pengawal itu memberikan kunci borgolnya.
" Ini bos.." ucap Pengawal.
Bayu berjalan memghampiri wanita yang terduduk di lantai.
" Di mana kamu sembunyikan Sulis" ucap Bayu.
" Keluargaku akan datang membunuh kalian semua.." ucap wanita itu memakai bahasa cina.
" Aku yang akan membunuh keluargamu,"
" Aku akan menyiksa dia,hingga dia mati.." ucap Bayu memakai bahasa cina juga.
Wanita itu terkejut,rupanya pemuda di depannya bisa memakai bahasa cina.
" Jangan - jangan..."
" Mereka adalah kelompok yang di cari kakek buyut..."
" Pantas saja kakek buyut mencari di seluruh china tidak menemukannya..." ucap wanita itu dalam hati .
Nampak Bayu berpikir,bagaimana caranya agar tawanan itu buka mulut.
" Gimana ya....Agar wanita ini buka mulut,memberi tahu lokasinya Sulis..."
Bayu teringat akan wanita yang bernama Sekar yang berada di dalam tubuhnya itu bisa mengendalikan Kumala Sari.
" Mbak Sekar..." ucap Bayu dalam hati.
" Iya ganteng....Ada apa?" suara Sekar.
" Bayu minta tolong...Ada seorang wanita,dia salah satu kelompok yang membawa Sulis ke Cina.."
"Tolong mbak Sekar membuat dia menuruti ucapanku.." ucap Bayu dalam hati.
" Baiklah...Ndang tutup matamu,fokuskan fikiranmu ke tempatku berada..." suara Sekar.
Bayu melakukan apa yang di suruh oleh makhluk bernama Sekar.
Tak lama kemudian,Bayu membuka mata. Namun matanya tidak normal seperti biasa. Mata Bayu bewarna hijau semua.
Wanita yang ada di depan Bayu terkejut melihat warna mata Bayu. Sebab ia baru kali ini melihatnya.
Sekar yang memegang kendali tubuh Bayu menggunakan ilmunya.
Tatapan mereka saling bertemu,itu memudahkan Sekar menggunakan ilmunya.
Setelah itu Sekar memejamkan matanya.
Tak lama kemudian.
Bayu memegang kendali tubuhnya sendiri.
" Katakan padaku... Sulis dan anaknya di bawa kemana?".
Wanita itu memberi tahu keberadaan markasnya.
Bayu mengeluarkan kertas HVS dan pulpen,ia menulis alamat tersebut.
" Beri tahu aku..Dimana alamat mereka semua termasuk keluargamu...Semuanya..."
Wanita itu memberi tahu ke Bayu. Bayu mencatat alamat tersebut.
" Begini kan enak..." ucap Bayu sambil menulis.
Setelah mendapat informasi lengkap mengenai alamat dan markas. Bayu menyimpan kertas di tasnya.
Bayu berdiri lalu menghampiri pengawalnya.
" Pak...Apakah teman - teman sudah berhasil menangkapnya?" ucap Bayu.
" Sebentar bos..."
Pengawal menggunakan radio untuk bertanya ke rekannya yang bertugas untuk menyergap sisa komplotan musuh.
" Belum bos..." ucap pengawal.
Bayu berjalan ke wanita itu lalu melepas borgol yang mengikat tubuh wanita itu.
Setelah semua borgol terlepas.
" Berdiri..."
Wanita itu berdiri.
" Ayo ikut aku..."
Wanita itu mengikuti Bayu.
Setelah berada di luar sel.
" Tunggu di sini..." ucap Bayu.
" Bos...Nanti dia kabur gimana?" ucap pengawal menjaga jarak sambil menodongkan pistolnya.
" Tenang pak...Dia berada dalam kendaliku.."
" Bukain pintu ini pak..." ucap Bayu.
" Siap bos..." ucap pengawal.
Pengawal membuka pintu sel.
Bayu kembali meminta tolong pada Sekar untuk membuat ke 2 orang yang baru masuk sel tahanan di buat menurut.
Setelah selesai Bayu dan 2 orang pria keluar dari sel.
" Hubungi teman - teman...Aku bersama mereka yang akan menjebaknya..." ucap Bayu.
" Siap bos..." ucap pengawal lalu menghubungi rekannya.
Belum sempat menghubungi,Bayu berkata lagi" Di mana hape milik mereka?".
__ADS_1
" Ada di kotak penyimpanan bos..." ucap pengawal.
" Berikan padaku..." ucap Bayu.
" Siap bos..." ucap pengawal.
Bayu melihat ke arah wanita itu.
" Siapa yang memimpin operasi kalian?" ucap Bayu.
" Saya..." ucap wanita itu.
" Baguss...." ucap Bayu.
" Jadi gak perlu repot - repot lagi mengumpulkan anggota mereka." ucap Bayu dalam hati.
Sejam kemudian.
Bayu berada di suatu tempat,yakni sebuah restoran bersama Ke tiga tawanan dan para pengawal beserta polisi.
Bayu memberikan hape milik wanita itu. Ia menyuruh wanita itu untuk menghubungi yang lain agar datang kemari.
Wanita itu memuruti ucapan Bayu.
Muncul kakek Zhang bersama Kakashi.
" Loh mbah...!!! Kok di sini?" ucap Bayu kaget. Sebab sudah larut malam.
" Aku penasaran,bagaimana bisa mereka menuruti ucapanmu Bay?" ucap kakek Zhang melihat wanita itu sedang menghubungi ank buahnya.
" Hipnotis mbah.... " ucap Bayu.
" Ooo... Hipnotis...." ucap kakek Zhang.
Setelah selesai memberi tahu.
" Saya sudah hubungi mereka.." ucap wanita itu.
" Bagus...."
" Apakah mereka ada di jakarta?" ucap Bayu.
" Iya...Mereka ada di Jakarta" ucap wanita itu.
" Nanti kamu bilang temanmu yang satunya sedang ke toilet ya..." ucap Bayu.
Kemudian Bayu memberi tahu apa saja ketika mereka bertemu nanti.
" Sudah itu saja..."
" Ayo semua...Kita tunggu mereka datang..." ucap Bayu.
Bayu bersama kakek Zhang dan Kakashi mengawasi dari kejauhan ke tiga tahanan bersama para pengawal dan polisi. Sebagian menyamar,sebagian lagi berada di mobil memakai persenjataan lengkap.
2 mobil berhenti. Lalu keluar 8 orang pria, 2 pria lagi menunggu di mobil. Lalu mereka melihat sekitar, 6 pria masuk ke dalam sebuah tempat makan. Sisanya berjaga di depan pintu masuk.
6 pria itu menghampiri wanita yang duduk bersama 2 orang pria.
Mereka berbicara memakai bahasa cina.
Mereka memanyakan rekan satunya yang tidak ada. Wanita itu menjawab sedang berada di toilet. Lalu mereka duduk.
Di bawah meja mereka di pasang sebuah mic untuk mendengar ucapan mereka.
Lalu datang pelayan,pelayan itu adalah pengawal keluarga Han yang memyamar. Pelayan itu mencatat pesanan mereka,lalu pergi.
Tak lama kemudian muncul 2 pelayan mengantar pesanan mereka.
Di minuman mereka,di beri obat tidur. Agar mereka tertidur. Kecuali 3 tawanan.
Salah satu dari 6 pria yang datang sedikit curiga,sebab sikap bosnya sedikit aneh.
Lalu ia melihat sekeliling.
Nampak pengunjung rata - rata pria saja,tak ada wanita. Lalu meminum minuman yang ia pesan tadi.
" Apakah kalian tidak merasa aneh dengan bos kita?" ucap pria A ke rekannya yang datang bersamanya.
Rekannya memperhatikan bosnya itu. Nampak pandangannya kosong. Tak seperti biasanya.
" Hemm....Sedikit aneh seh..." ucap pria B.
" Sudahlah... Yang penting kita sudah dapat informasi. Dan kita akan menjadi kaya..." ucap pria C.
" Betul juga katamu..." ucap pria B.
Tak lama kemudian,ke 6 pria itu merasakan kantuk.
" Kok aku jadi memgantuk begini..." ucap pria D.
" Sama...Aku juga mengantuk.." ucap pria A.
" Jangan - jangan..." ucap pria B lalu mereka tertidur.
Salah seorang pengawal memberi tahu jika 6 orang yang masuk berhasil si lumpuhkan. Kemudian para pengawal dan polisi yang berjaga di luar,meringkus sisanya.
"JANGAN BERGERAK ATAU KAMI TEMBAK..." teriak salah satu pengawal muncul bersama polisi memakai persenjataan lengkap sambil menodongkan senjata laras panjang.
Sementara yang di mobil berusaha melarikan diri ketika rekannya di sergap. Namun sayang,di dekat ban mobilnya terdapat kayu yang ada banyak pakunya. Sehingga ban mobil itu menginjak paku tersebut yang di pasang oleh pengawal yang menyamar.
Polisi mengejar ke dua mobil tersebut yang melarikan diri.
Nampak sirine mobil terdengar nyaring saat mengejar.
Awalnya jarak mereka agak jauh,namun perlahan mobil mereka melambat,karena bannya kempes. Polisi itu akhirnya bisa mengejar ke dua mobil tersebut dan mengepungnya.
Kedua orang yang berada di dalam mobil mau tak mau keluar dari mobil dengan tangan di atas kepala.
Setelah semuanya berhasil di ringkus. Mereka di bawa ke markas keluarga Han.
Bayu bersama kakek Zhang dan Kakashi dalam 1 mobil menuju markas.
" Ayah bangga padamu....Kamu hebat.." ucap Kakashi.
"# Bayu gak hebat ayah...Ini semua berkat bantuan teman - teman..."
" Oh iya mbah...Yang wanita jangan di ganggu..."ucap Bayu.
" Mau kamu apakan dia Bay?" ucap kakek Zhang.
" Mau Bayu serahkan ke Ratu Kumala Sari mbah...." ucap Bayu.
" Ratu Kumala Sari?" ucap kakek Zhang.
" Dia penguasa air terjun kedung pedut mbah...Dia adalah biang keladi masalah ini.." ucap Bayu.
" Kenapa kamu membawa wanita itu kesana?" ucap kakek Zhang.
" Heemm....Buat hadiah aja mbah...Sebab dia juga membatu Bayu.." ucap Bayu.
" Hati - hati....Dia adalah wanita iblis..." ucap kakek Zhang.
" Siap mbah...Bayu selalu berhati - hati." ucap Bayu.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di markas.
Bayu menghilangkan hipnotis kedua pria tawanan tersebut.
Nampak ke duanya terkejut melihat teman - temannya telah tertangkap.
Kemudian Bayu membawa wanita itu ke alam ghaib milik Kumala Sari.Sebelum di bawa,ia menghilangkan hipnotis tersebut dengan bantuan Sekar.
****
Alam ghaib.
Bayu muncul di istana Kumala Sari.
Wanita itu terkejut melihat dirinya sudah berpindah tempat.
" Cantik....Aku punya sesuatu untukmu..." ucap Bayu.
Tiba - tiba Kumala Sari muncul di dekat Bayu.
Wanita itu terkejut melihat seorang wanita berpakaian aneh.
" Siapa dia suamiku?" ucap Kumala Sari.
" Kejutan untukmu cantik.."
" Bagaimana..? .Apa kamu suka..?" ucap Bayu.
Kumala Sari memandang wanita yang bersama Bayu dari bawah ke atas.
" Suka suamiku..." ucap Kumala Sari.
Bayu melihat ke arah wanita itu.
" Di mana aku...?" ucap wanita itu.
" Kamu berada di alam hantu..." ucap Bayu.
" Ja...Ja...Jadi...Kamu.." ucap wanita itu.
" Iya...Aku adalah hantu yang akan menghancurkan keluargamu hingga tak tersisa..."
" Cantik...Aku tinggal dulu...Untuk membebaskan Sulis..." ucap Bayu.
" Aku pikir temanmu sudah di bebaskan.." ucap Kumala Sari.
__ADS_1
" Belum...Nanti setelah aku bebaskan,aku akan mengunjungimu..." ucap Bayu.
" Janji...?" ucap Kumala Sari.
" Insya Allah....Do'akan saja semoga cepat aku menyelesaikan masalah ini..." ucap Bayu.
" Baiklah...Aku merestuimu suamiku..."
Kumala sari menjetikkan jari ke arah Bayu.
Nampak sebuah sinar melesat ke arah Bayu,lalu menyelimuti tubuh Bayu.
" Berhati - hatilah..." ucap Kumala Sari.
" Iya...Ini apa yang kamu berikan padaku?" ucap Bayu.
" Agar kamu tidak celaka nanti..."
" Aku gak mau kehilangan dirimu selamanya.." ucap Kumala Sari.
" Ooo....Ya sudah. Kalau begitu...Aku pergi dulu..." ucap Bayu lalu menghilang dari istana Kumala Sari.
****
Bayu tiba di rumah tepat waktu Subuh.
"Alhamdulilah sampai rumah..."
Bayu berjalan ke rumah,badannya lemas karena tak ada tidur dan juga energinya terkuras karena di gunakan oleh Sekar dan juga di gunakan untuk berpindah ke alam ghaib.
" Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu saat melewati pintu rumah yang di bukakan oleh pengawalnya.
" Wa'alaikum salam..." suara penghuni rumah.
Tak lama kemudian seluruh keluarga dan teman - temannya datang menghampiri Bayu. Karena mereka khawatir. Sebab setelah Diana menghubungi Bayu dan saat sahur akan menghubungi lagi. Hape Bayu tidak aktif.
" Sayang... Kenapa tadi ibu telpon gak bisa?" ucap bu Hana.
" Masa seh bu..."
Bayu mengambil hapenya lalu mengecek.
" Habis batreinya bu...Maaf..." ucap Bayu.
" Mas sudah sahur?" ucap Putri.
" Belum... Bentar mas makan dulu..." ucap Bayu.
" Sudah subuh Bay..." ucap Lukman.
" Diampuuut...."
" Kenapa gak nelpon aku man..." ucap Bayu.
" Lah...Gimana mau nelpon..Hapemu mati gitu.." ucap Lukman.
" Yo wes lah...Ayo kita shalat.." ucap Bayu.
10 menit kemudian
Mereka berada di ruang shalat.,
" Kang...Jadi imam yoo" ucap Bayu sambil duduk.
" Kenapa gak awakmu wae Bay..?" ucap Paijo.
" Awakku lemes kang...Gak iso ngadek suwi - suwi..." ucap Bayu.
" Ya udah..." ucap Paijo.
Akhirnya Paijo berdiri di posisi imam.
Shalat pun di mulai.
Bayu duduk di sajadah mengangkat kedua tangannya lalu di letakkan di dadanya. Ia sekuat tenaga menahan rasa ngantuk dan letihnya. Sebab ia belum ada makan nasi. Hanya makan kue di rumah pak H. Ridwan.
Selesai shalat subuh.
Bayu tak kuat lagi,lalu ia berebah kemudian memejamkan mata.
Putri menghampiri Bayu selesai berdoa'
" Mas....Mas..." ucap Putri sambil menggoyangkan lengan Bayu.
Namun Bayu tak bergeming,ia terlelap di alam mimpinya.
Diana menghampiri Bayu lalu menaruh jari telunjuk di hidung Bayu. Ia merasakan hembusan nafas Bayu.
" Dia tidur kak..." ucap Diana.
" Nak Bimo...Tolong angkat Bayu ke kamarnya.." ucap bu Hana.
" Iya bu..."
Bimo menghampiri Bayu lalu mengangkat Bayu. Lalu berjalan ke kamar
" Deleh (taruh) kamare sopo iki?" ucap Bimo.
" Kamarku Bim..." ucap Diana sambil mengikuti Bimo.
Setelah sampai di dalam kamar,Bimo meletakkan Bayu di tempat tidur. Lalu Diana menyelimuti Bayu.
" Terima kasih ya Bim..." ucap Diana sambil menyelimuti Bayu.
" Iyoo..." ucap Bimo lalu keluar kamar.
Pukul 11.40.
Diana menghampiri Bayu yang masih tertidur.
" Sayang....Bangun..."
Diana mengoyangkan lengan Bayu.
" Bentar lagi Dzuhur..." ucap Diana.
Perlahan mata Bayu terbuka.
" Jam berapa yank?" ucap Bayu.
" Jam 12 kurang.... Bentar lagi Dzuhur.." ucap Diana.
Bayu berusaha bangun.
" Siapa yang memgangkatku ke sini?" ucap Bayu heran. Sebab ia ingat jika dirinya tidur di ruang shalat.
" Bimo sayang..." ucap Diana.
Krucuuk...Kruuucukk... ( suara perut Bayu).
" Asemm...."
" Gara - gara gak sahur,perutku keroncongan.." ucap Bayu dalam hati,lalu berjalan ke kamar mandi.
Setelah selesai shalat Dzuhur.
Seperti biasa,Bayu menulis ayat - ayat Al Qur'an bersama Ayu.
Bayu memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa ke cina membebaskan Sulis dari cengkraman musuh keluarganya.
Lalu ia teringat dengan Malik.
" Oh iya...Aku minta bantuan saja ke kang Malik buat paspor..." ucap Bayu dalam hati.
Diana menghampiri sambil membawa mahkota pemberian Kumala Sari. Lalu duduk di samping Bayu.
" Sayang..." ucap Diana.
" Iya sayang ...Ada apa?" ucap Bayu sambil menulis.
" Coba lihat ini..." ucap Diana sambil menunjukkan mahkota.
Bayu menghentikan menulisnya lalu melihat ke mahkota lalu wajah Diana.
" Kenapa yank..?" ucap Bayu.
" Ini terbuat dari emas murni yank....Kemarin sudah ku periksakan di toko emas..." ucap Diana.
" Jangan di jual yank...Nanti aku kembalikan ke dia..." ucap Bayu lalu lanjut menulis.
" Dan satu lagi yank...Aku punya kabar bahagia untuk sayang" ucap Diana.
" Kabar apa itu yank ?" ucap Bayu lalu menoleh.
" Aku dan kak Ayu hamil..." ucap Diana.
" Eh....!!!??? Bayu terkejut.
" Seriuss?? " ucap Bayu.
" Iya sayang...Aku serius..." ucap Diana.
" Yomesan...Apakah yomesan hamil.?" ucap Bayu.
" Hai...."
" Kemarin juga iseng ikut periksa shujin...Ternyata aku hamil..." ucap Ayu.
" Alhamdulilah...." ucap Bayu merasa bahagia sekali,akhirnya ketiga istrinya hamil.
__ADS_1
" Sayang suka bayi laki - laki atau perempuan?" ucap Diana.
" Dua - duanya...Yang penting kalian sehat,dan anak kita sehat..." ucap Bayu.