
Nampak sebuah mobil berhenti tak jauh dari markas Militer tempat Bayu berlatih. Di dalamnya ada 6 orang,2 orang berasal dari indonesia,mereka adalah Hana dan Bejo.
Hana bingung saat mengetahui jika Bayu masuk ke dalam markas Militer. Jika dirinya menyusup lalu ketahuan,maka akan sulit baginya untuk keluar dari China,lalu ia teringat akan Ki Kartolo juga Nadya dan Bejo. Hana meminta bantuan kepada Ki Kartolo untuk membantunya,karena dirinya tak bisa menggunakan ajian Rogoh Sukmo. Namun Ki Kartolo tidak bisa,sebab ia tidak tahan terhadap cuaca yang sangat dingin. Lalu Ki Kartolo meminta kepada Bejo. Bejo menyanggupinya akan tetapi dirinya tak bisa langsung berangkat. Sebab ia sudah janji kepada teman sekaligus tetangganya . Temannya itu punya acara. Jika Nadya tidak di izinkan berangkat karena Nadya baru sebulan menikah. Mau tak mau menunggu temannya selesai acara yang acaranya tinggal beberapa hari lagi. Setelah acaranya selesai,barulah Bejo berangkat ke China,di bantu kakek Zhang membiayai Bejo.
Bejo menggunakan ajian Rogoh Sukmonya mencari keberadaan Bayu di dalam markas Militer.
Bejo menembus setiap ruangan yang ada.
" Bayu...Awakmu nang endi to..Kok angel men di golek i" ucap Bejo mencari Bayu.( Dirimu di mana seh,kok susah sekali di cariin.)
Setelah berkeliling mencari,Bejo memutuskan kembali ke raganya.
Bejo membuka matanya setelah sukmanya menyatu dengan raganya.
" Gimana Jo? Apakah kamu menemukan Bayu..?" ucap Hana.
" Maaf bulek...Bayune gak ono nang kono.." ucap Bejo.
Hana mencoret di sebuah peta yang ia bawa.
Nampak sudah 4 coretan di peta tersebut.
" Baiklah...Kita lanjut ke markas Militer selanjutnya.." ucap Hana.
Mobil mereka bergerak menuju Markas militer China yang lain.
Seandainya saja Hana datang sebelum Bayu pergi,mereka akan segera bertemu. Namun sayang mereka terlambat.Bayu telah pergi duluan menjalani tes.
" Sial....Sebentar lagi hari lahirnya..Bagaimana jika ada orang yang mengetahui mata Bayu...Bisa gawat Bayu,.."
" Ya Allah....Jagalah putraku dari marabahaya..."ucap Hana dalam hati.
Hana sangat khawatir mengenai hari kelahiran Bayu. Jika bukan hari kelahiran,ia bisa tenang menghadapinya meskipun belum menemukan Bayu.
---***---
Di sisi Bayu.
Bayu terus melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya berbekal peta yang ia bawa.
Nampak Bayu duduk sambil memperhatikan peta dan kompas.
" Heemm..."
" Ini peta kok di suruh memutar ya..."
" Kenapa gak jalan lurus aja seh.."
Bayu melihat titik pos jaga. Ada wilayah yang tidak ada titiknya,jika di tarik garis lurus maka jarak tempuhnya semakin pendek.
" Nanti sajalah aku coba...Bentar lagi mau gelap.." ucap Bayu.
Bayu berlari menuju pos berikutnya.melewati pepohonan yang tertutup salju.
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh,akhirnya Bayu sampai di pos jaga.
" Sebutkan nomor identitasmu.." ucap penjaga.
" *Siap...10021987AD..." ucap Bayu dengan tegas.
" Di mana rekanmu..?" ucap penjaga karena melihat Bayu seorang diri.
" *Siap ...Aku di tinggal pak.." ucap Bayu.
" Kenapa di tinggal..?" ucap penjaga.
" * Siap..Aku sujud selama 6 menit,lalu mereka meninggalkanku pak.." ucap Bayu.
" Apakah kamu terluka?" ucap pengawas.
" *Siap...Tidak pak.." ucap Bayu.
" Silahkan di lanjut,atau beristirahat.." ucap penjaga.
" Siap ..Aku lanjut pak.." ucap Bayu.
Bayu berjalan lagi ke arah pos berikutnya. Penjaga mencatat apa yang di ucapkan oleh Bayu,lalu memberi tahu ke yang lain memakai radio.
Perjalanan Bayu masih panjang. Jika saja medan yang di tempuh ada jalan raya,maka dengan mudah Bayu melaluinya. Tapi yang di lalui Bayu rata - rata adalah hutan,sungai,bebatuan.
Bayu beristirahat sebentar untuk shalat magrib.
Selesai ia shalat,Bayu membuka bekal yang di bawa. Lalu memakannya.
" Jika jalanan terang,gak masalah.." ucap Bayu dalam hati.
Setekah selesai makan,Bayu mengubur wadah bekas ia makan,lalu meminum air beberapa teguk.
Bayu berpikir Jika ramai - ramai enak..Ada teman ngobrol..Lah ini sendirian. Maka hanya suara binatang malam saja yang ia dengar.
" Mau tidur nanggung,belum sujud,nyalain aoi,nanti di datangin pengawas dan di nyatakan gagal,.."
" Heemmm...."
" Lebih baik aku lanjut jalan saja.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu melanjutkan lagi perjalanannya.
Perlahan sinar cahaya matahari menghilang,di gantikan kegelapan malam.
Bayu masih melihat dengan jelas tapi terbatas.
" Seandainya aku kekuatan super.."
" Pasti aku bisa melihat di gelap - gelap.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu membayangkan punya mata super lalu mengeluarkan kekuatannya.
Tiba - tiba ia dapat melihat jelas jarak 100 meter.
EH....!!!??? Bayu terkejut.Sebab baru kali ini ia mencobanya.
Bayu tak mengetahui,bahwa itu adalah ilmu yang di berikan Kumala Sari.
" Aseek....."
Bayu kesenangan bisa melihat dengan jelas.
" Aku jadi manusia super sekarang..." ucap Bayu.
Bayu berjalan dalam kegelapan malam.
Tak terasa masuk waktu shalat Isya. Bayu berhenti lalu berwudhu meskioun dirinya belum batal. Karena ia lupa hukum Fiqih. Yang ia ingat bacaan dan gerakan shalat,doa mau makan.
Selesai shalat,Bayu lanjut berjalan menuju pos berikutnya
Terdengar suara lolongan Srigala.
4 jam kemudian,Bayu berhenti untuk istirahat. Ia menutup tas dengan salju,lalu mengumpulkan salju untuk dirinya sendiri. Setelah terkumpul cukup banyak,Bayu menutupi kaki dan badannya.Kemudian wajahnya. Setelah selesai,Bayu tidur sambil membekap senjatanya.
4 Km dari Bayu berada,ada kelompok yang sebelumnya bersama Bayu. Mereka berkumpul di dekat pepohonan.
6 orang pengawas menghampiri mereka. Pengawas itu mencoba mengambil senjata para peserta. Bila berhasil di rebut,maka peserta gagal.
Senjata Shi Dong perlahan di tarik,namun ia sigap menarik karena merasakan senjatanya di ambil. Pengawas memberi kode untuk diam.Shi Dong yang tahu kode itu terdiam.
__ADS_1
Senjata Wei Lien perlahan di ambil,pengawas berhasil mengambilnya.
Dari 6 orang,hanya 2 orang yang berhasil mempertahankan senjatanya.
Di sisi Bayu.
4 orang pengawas mencari keberadaan Bayu,namun tak menemukannya. Mereka yakin bahwa Bayu tak jauh dari kelompok Shi Dong berada,namun mereka salah. Bayu sangat jauh dari kelompok Shi Dong.
Esok paginya.
Mereka yang kehilangan senjata kaget. Lalu Shi Dong memberi tahu,bahwa senjata mereka di ambil oleh pengawas. Begitu Shi Dong memberi tahu,mereka menjadi lemas karena telah gagal mempertahankan senjatanya. Sebab senjata mereka adalah nyawa bagi seorang prajurit.
Di sisi Bayu.
Bayu berjalan santai menuju pos berikutnya agar tenaganya masih prima. Ia telah berhasil mengatur pengelihatan malamnya. Sehingga tak khawatir lagi dalam berjalan di kegelapan malam. Namun dirinya tidak tahu Bahwa nanti sore adalah hari lahirnya.
Terlihat pos jaga.
Bayu mendekati pos jaga itu memberikan laporan seperti sebelumnya. Setelah memberi laporan,ia pun melanjutkan lagi jalannya.
500 meter berjalan,Bayu berhenti lalu membuka peta dan juga kompas.
" Jika aku belok kiri,maka aku memutar,jika aku belok kanan,maka aku berjalan lurus.."
" Hemmm..."
Bayu memikirkan langkah apa yang seharusnya di ambil.
" Belok kanan sajalah..Dengan begitu aku bisa cepat sampai melewati 6 pos jaga sekaligus.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu melangkahkan kaki ke sebelah kanan di pertigaan jalan.
Awalnya perjalanan Bayu sangat mudah. Sesekali ia membuka kompas lalu menembak arah yang mau di tuju,agar tidak nyasar. Begitu sudah menentukan target yang di tuju,Bayu mengantongi kompasnya.
Setelah sampai di tempat yang di tuju,Bayu membuka kompas lagi,lalu menargetkan sebuah batu besar yang searah dengan dirinya.
" Semoga cepat sampai.." gumam Bayu lalu berjalan kaki lagi.
Tak terasa waktu shalat Dzuhur.
Bayu berhenti karena medan yang di laluinya sangat sulit,yaitu berupa tebing yang tinggi dan bebatuan.
" Asem..."
" Medannya sangat susah...Kupikir lebih mudah.." ucap Bayu dalam hati lalu melihat jam tangannya.
" Sudah waktunya sujud.." gumam Bayu.
Bayu mengambil air dalam botol lalu wudhu.
Selesai shalat,Bayu melanjutkan lagi jalannnya sesekali berhenti untuk melihat peta dan kompas.
" Ini seperti rumah,dan dekat sini ada sungai..."
" Lebih baik aku ke sungai saja dulu," ucap Bayu.
Bayu berharap bisa bertemu dengan orang di desa yang ia lihat dari peta satelit. Peta itu ia buat sendiri dari komputer. Sedangkan yang di bagikan oleh pengawas adalah peta biasa.
Bayu melompati bebatuan ke batuan lain.Ia sangat berhati - hati dalam melangkahkan kakinya. Jika tidak,ia akan terperosok.
2 jam kemudian,Bayu menemukan sungai sesuai di peta.
Bayu mengisi air botolnya,karena airnya telah habis.
Tiba - tiba Bayu melihat ada seorang pria sedang memancing di seberang sungai yang jaraknya 400 meter.
" Kebetulan ada orang.Tanyain aaaah...Siapa tahu dia memberi tahuku jalan pintas.." gumam Bayu.
Bayu memasukkan botolnya ke dalam tas,Lalu memeriksa peralatan elektroniknya. Nampak alat elektroniknya terbungkus plastik kedap air,begitu pula pakaian gantinya.
" Amaan..." ucap Bayu lalu menutup tasnya,kemudian menyeberangi sungai.
" Looh...Kok gak ada.???"
" Yang ku lihat tadi manusia atau hantu ya..."
" Lebih baik aku cari tahu.." ucap Bayu.
Bayu melangkahkan kaki sambil waspada.
Terdengar suara wanita,tapi asal suara itu sang jauh.
Tiba - tiba perutnya keroncongan,karena terakhir Bayu makan setelah shalat sebelum malam.
Bayu berhenti lalu makan bekalnya.
Seorang pria mengawasi Bayu dari kejauhan dengan kamera pengintai yang terpasang.
Selesai makan,Bayu melanjutkan lagi perjalanannya.
Bayu yakin,bahwa yang ia lihat bukanlah Hantu,tapi manusia.
Bayu melihat kedepan kadang sesekali melihat kanan dan kiri serta belakang.
" Aneh...Perasaan ada orang di situ sedang mancing...Kok sekarang gak ada ya..."
Bayu melihat ada sebuah papan peringatan.
" Di sini banyak Srigala berkeliaran.."
" Mau Srigala kek,musang kek,Anjing kek..."
" Aku gak takut..."
" Jika mereka datang langsung Dooor..."
" Mati deh mereka.." ucap Bayu sambil memperagakan gaya menembaknya.
Bayu mempertajam indra pendengarannya,siapa tahu ia mendengar suara wanita lagi.
" Asem... Gak ada lagi suara orang di sini.."
Bayu melangkahkan kakinya.
Tiba - tiba seekor ular kobra ada di depannya. Ular itu mengembangkan kulitnya.
" Kamu ngapain di situ...?
Ular Kobra melompat ke arah kaki Bayu,lalu menggitnya.
Bayu mencengkaram kepala ular,kemudian memutarnya.
Kreetakk..
Ular itu langsung tewas.
Tak jauh dari Bayu,ada seorang wanita mengintip ke arah Bayu,sambil membawa busur dan anak panah.
" Aku tanya baik - baik malah kamu menyerangku.."
Bayu melempar ular itu jauh - jauhnya.
Bangkai ular itu mengenai wanita yang bersembunyi di balik semak yang tertutup salju.
Wanita itu kaget karena kepalanya terkena lemparan ular,ia mengira ular itu masih hidup. Spontan ia berdiri lalu berlari.
__ADS_1
Bayu melihat ada seseorang yang muncul dari semak - semak dan berlari segera mengejarnya.
"* TUNGGUUUU....." Teriak Bayu sambil mengejar.
Namun wanita itu terus berlari lalu bersembunyi.
" Jancook...."
" Malah ngilang maneh..."
" Waasssuuu..." ucap Bayu berdiri celingukan mencari wanita yang berlari,ia tahu yang berlari adalah wanita karena rambutnya panjang.
10 meter dari Bayu berada,wanita itu bersembunyi di balik batu.
" Yo wes lah.." ucap Bayu lalu berjalan lagi. Siapa tahu menemukan warga desa.
Wanita itu keluar dari persembunyiannya. Ia tak percaya bahwa ada seorang tentara masuk ke wilayahnya. Lalu ia segera memberi tahu ke yang lainnya.
2 jam berikutnya.
Bayu melihat ada bekas jejak langkah manusia. Lalu ia mengikuti jekak itu.
" Siapa tahu aku menemukan warga di sini,lalu aku tanya jalur yang mudah untuk aku lalui.." ucap Bayu dalam hati.
Seorang pria yang mendapat laporan,dari kamera pengawas segera menemui tentara yang masuk ke wilayahnya. untuk menanyakan maksud dan tujuannya. Jika membahayakan warga penduduk,maka mereka akan mencari tempat lain.
20 menit sebelum jam 6 sore.
Saat Bayu berjalan,ia melihat seorang pria datang memghampirinya.
" Aseeek....Akhirnya ketemu juga.." ucap Bayu dalam hati.
" * Maaf pak..Permisi.." ucap Bayu.
" Iya ada apa pak?" ucap pria itu sambil waspada.
Bayu mengeluarkan peta lalu menunjukkan le pria itu.
"* Apakah anda tahu jalan termudah ke jalan ini pak?" ucap Bayu.
" Maaf kalau boleh tahu,anda sedang apa di sini?" ucap pria itu.
"* Aku sedang menjalani tes Militer pak..Nah..."
" *Seharusnya aku lewat sini pak,..."
Bayu menunjukkan rutenya.
" *Cuman...."
"* Aku memutar dari titik ini ke titik ini.." ucap Bayu.
Pria yang mendengar penjelasan tentara akhirnya paham dan mengerti,rupanya tentara itu hanya menanyakan jalan tercepat.
" Di sini...Rata - rata jalannya sangat sulit pak.."
" Lebih baik anda kembali saja ke titik semula..." ucap pria itu.
" * Begitu ya..." ucap Bayu.
" Benar paaaaak..." ucap pria itu.
"* Aku Jiang pak...Tidak pakai marga..Hanya Jiang saja.." ucap Bayu.
" Pak Jiang..."
" Medan di sini sangat terjal,apa lagi jika mau ke arah sana..."
Pria itu menunjuk arah.
" Di sana banyak tebing dan jurang cukup curam.Sangat susah di lewati,butuh 3 hari baru sampai." ucap pria itu.
Sebenarnya ia tahu jalan menuju jalan itu,namun ia merahasiakan dari siapapun orang luar desa.
" * Baiklah...Terima kasih atas sarannya pak.."
" Aku permisi dulu.." ucap Bayu.
" Sama - sama.." ucap pria itu.
Bayu membalikkan badan lalu berjalan.
" Jancook... Aku kudu balek songko awal maneh..."
" Wasssuuuuu..." ucap Bayu.
" Maaf...Anda tadi bicara apa?" ucap pria itu mendengar bahasa asing yang di ucapkan Bayu.
" * Bahasa Indonesia pak.." ucap Bayu lalu lanjut jalan lagi.
Namun baru 4 langkah berjalan tiba - tiba Bayu merasakan tubuhnya sangat lemas tak bertenaga,lalu ambruk.
Pria yang melihat Bayu ambruk kaget lantas datang mengahmpirinya.
" Kenapa badanku lemas...Padahal tadi siang aku habis makan..." ucap Bayu dalam hati. Ia mencoba memggerakkan tangan dan kakinya.
Mata Bayu yang awalnya hitam putih,berubah merah semua. Lalu normal kembali.
Pria itu datang lalu duduk jongkok.
"Anda kenapa?" ucap pria itu.
" * Aku tidak tahu pak...Tiba - tiba tubuhku lemas sekali tak bisa di gerakkan.." ucap Bayu.
Mata Bayu berubah menjadi warna - warni.
Pria yang di samping Bayu melihat mata Bayu berubah menjadi warna - warni terkejut bukan main.
" Ma...Ma..Matanya...Sama seperti milikku" ucap pria itu dalam hati.
Mata Bayu berganti normal.
" * Tolong aku pak.."
" * Aku benar - benar tidak bisa bergerak.." ucap Bayu.
" Kenapa matamu berubah?" ucap pria itu.
"* Mata apa pak...? Mataku ya tetap begitu dari dulu.." ucap Bayu tak mengetahui warna matanya..
Mata Bayu berubah memerah semuanya.
Pria itu melihat mata Bayu terkejut.
" Kenapa sekarang berubah jadi merah semua..Siapa kamu sebenarnya?" ucap pria itu.
" * Jika bapak tidak mau menolongku..."
"* Aku tidak akan memberi tahu.Biarkan saja aku disini..Kemungkinan teman - temanku akan datang mencariku.." ucap Bayu.
" Janji kamu akan cerita ini semua padaku..." ucap pria itu.
"* Iya...Aku berjanji dan bersumpah sebagai seorang prajurit,pantang bagiku untuk melanggarnya.Aku akan menceritakan ke pada bapak.. Namun anda juga harus berjanji padaku untuk tidak memberi tahu kepada orang lain..Jika setelah aku bercerita dan ceritaku ini tersebar...Maka anda akan aku cari dan aku bunuh.." ucap Bayu.
" Sepertinya dia juga menyimpan sebuah rahasia.." ucap pria itu dalam hati.
__ADS_1
" Baiklah...Aku berjanji tidak akan menyebarkan ucapanmu itu..." ucap pria itu.
Pria itu mengambil radio HT di balik punggungnya untuk memberi tahu bahwa dirinya butuh bantuan.