
Setelah sampai di bandara militer. Rombongan Bayu turun dari pesawat,lalu mereka langsung naik mobil.
3 jam kemudian,mereka sampai di pos pertama.
Mereka turun dari mobil karena medan yang di lalui tak bisa memakai mobil.
" 15 menit lagi kita berangkat.." ucap Lou Ying yang memimpin misi tersebut.
" Kebetulan...Ini kan sudah waktunya sujud.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berwudu kemudian shalat di atast tumpukan salju.
Rekan Bayu yang melihat heran melihat sikap Bayu sujud di tanah.
15 menit telah berlalu.
Mereka melanjutkan perjalan menuju titik yang telah di tentukan.
Bayu berjalan bersama 4 orang rekannya menaiki sebuah bukit.
" Semoga saja tidak ada beruang di sini.." ucap pria 1.
" Kenapa emangnya? Kamu takut..?" ucap pria 2.
" aku tidak takut,hanya saja pas kita sedang tertidur sebentar...Tiba - tiba ada beruang datang.Atau tidak gerombolan srigala." ucap pria 1.
" Tembak saja mereka...Beres.." ucap pria 3.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di tempat pengintaian.
Bayu mengumpulkan salju,ia membentuk sebuah kotak untuk ia sujud agar tidak ketahuan oleh musuh. Begitu selesai,Bayu segera bersiap di posisinya. Ia membaringkan tubuhnya di tanah. Tangan kanan memegang sebuah teropong yang sudah di tutup menggunakan kain khusus,agar pantulan kacanya tidak ketahuan oleh musuh.
" Mari kita absen.." suara radio.
Semua anggota bersuara satu persatu.
" 10.." ucap Bayu menyebut nomor urut dirinya.
" Aku lihat nomor 10 membuat kotak salju,itu buat apa" suara radio.
" * Buat bercinta dengan beruang," ucap Bayu.
" Jancook..." suara radio.
" Jika yang datang gajah bagaimana tuh" suara radio.
"* Itu buatmu saja,aku tidak suka yang berbadan gemuk.." ucap Bayu.
" Kamu pandai melawak juga ya nomor 10.." suara radio.
" * Aku kan muridmu guru..Bagaimana seh.." ucap Bayu.
" Sudah - sudah...Kalau begini terus yang ada kita ketahuan,aku daritadi menahan tawaku.." suara radio.
" * Oke..." ucap Bayu sambil mengawasi.
Bayu teringat tentang dirinya akan menelpon ibunya. Lalu ia meraih ponsel satelitnya kemudian menekan nomor tersebut.
Tuuuut....Tuuuut...Tuuut...
" Haloo..." suara Hana.
"* Maaf...apakah kamu ibuku?" ucap Bahu pelan.
" Bayu...Sayang...Kamu ada di mana.." suara Hana.
"Bahasanya sama.." ucap Bayu dalam hati.
" Jika aku anakmu,apa nama lengkapku.." ucap Bayu lirih. Sambil melihat sekeliling menggunakan teropong.
" Muhammad Bayu Samudra Han.."suara Hana.
" Iya...Benar..." ucap Bayu dalam hati.
" Kamu di mana sayang...Cepat katakan...Ibu akan menemuimu sekarang.." suara Hana.
" Jangan sekarang bu...Aku lagi bertugas.."
"Setelah selesai bertugas...Aku akan menghubungi ibu.. Sudah dulu ya bu.." ucap Bayu lalu mematikan panggilannya.
" Ternyata aku masih memiliki ibu..." ucap Bahu dalam hati.
Tiba - tiba ponselnya bergetar,Bayu melihat nomor yang ia telpon barusan menelpon balik,Bahu menekan tombol menerima.
"Maaf...Jangan hubungi aku dulu bu...Aku sedang bertugas,jika ibu masih tetap menghubungiku,maka aku tidak akan menemuimu.." ucap Bayu lalu mematikan panggilannya. Ia takut saat sedang menelpon tiba - tiba ada pengawas atau musuh datang menyerang dirinya.
Lalu Bayu teringat tentang sujudnya.
" Jika aku sujud,lalu ketahuan musuh,bisa runyam urusan..."
" Hemmm..."
" Jika di ganti tengkurap saja gimana ?"
" Coba sajalah..." ucap Bayu dalam hati.
Tak terasa waktu shalat telah masuk. Bayu wudu sebentar hanya 1 kali basuhan untuk menghemat air. Lalu ia kembali tengkurap,lalu Ia membayangkan mengangkat kedua tangan,Sambil berkata lirih.
Setelah selesai shalat menggunakan bayangan saja,ia menunggu reaksi dirinya,apakah ia akan gelisah atau tidak nyaman.
Setelah menunggu lama,dirinya tak merasakan gelisah.
" Asek...Berhasil,jadi aku bisa sujud sambil bertugas.." ucap Bayu dalam.
Tengah malam.
Hape satelit tiba - tiba bergetar,Bayu melihat kelayar,nampak nomor yang sama menghubungi,Bayu menolak panggilan itu,lalu mematikan hapenya.
" Sudah di beri tahu,kalau aku selesai tugas ,aku akan nelpon..Masih aja nelpon..Mending ku matikan aja...Beres dah." ucap Bayu pelan.
" Nomor 10.." suara radio.
" * Iya ada apa?" ucap Bayu pelan.
" Aku pikir tidur.." suara radio.
" * Tidak...Aku sudah tidur pas naik pesawat.."
Bayu melihat sebuah pergerakan tak jauh darinya.
" Tunggu...Aku melihat sebuah pergerakan.." ucap Bayu.
" Apakah itu penyusup" suara radio.
Bayu menggunakan kekuatannya untuk melihat kegelapan malam.
Nampak 5 ekor srigala yang jarak 80 meter darinya.
"* 5 gadis berbulu yang lewat.." ucap Bayu.
" Gadis berbulu,Beruang kah?" suara radio.
" * Beruang tidak bergerombol.."ucap Bayu.
" Mereka pakai baju apa" suara radio.
" * Tidak pakai pakaian sama sekali,telanjang bulat.." ucap Bayu.
Tiba - tiba muncul suara lolongan Srigala.
" * Mereka memanggilmu.." ucap Bayu.
" Jancok..." suara radio.
Tak ada yang berani tertawa,sebab jika tertawa maka Srigala itu akan tahu posisi mereka.
3 jam kemudian.
Bayu masih mempertahankan dirinya agar tetap terjaga.
" * Yang memberikan informasi itu siapa" ucap Bayu.
" Yang jelas itu bukan aku.." suara radio.
" Sama..Aku juga tidak.." suara radio.
Perlahan turun salju.
" Asem...hujan lagi.." ucap Bayu dalam hati.
Salju semakin deras,pandangan mata menjadi terbatas..
" Waspada...Kemungkinan penyelundup memanfaatkan badai ini.." suara radio.
Setiap 20 menit. Mereka mengabsen.
30 menit kemudian. Badai salju tak kunjung berhenti.
Bayu melihat samar - samar bayangan hitam bergerak.
" Itu beruang apa manusia ya..."
Bayu mengambil kamera yang memperlihatkan panas suhu suatu benda.
" Asem...Beruang,monyet apa orang ya.." gumam Bayu.
Lantas Bayu menekan tombol radio.
" *Ada pergerakan,antara itu manusia atau beruang atau srigala. Jaraknya 90 meter dariku.." ucap Bayu.
" Ada berapa" suara radio.
__ADS_1
" * Yang terlihat hanya 1.." ucap Bayu.
" Aku mendapatkannya...Kita tunggu saja.Jika itu manusia...Kita akan gerebek dia.." suara radio.
" Oke.."ucap Bayu.
" Badai ini membuat tubuhku kedinginan..." suara radio.
" Selesai misi ini...Kita akan bersenang - senang" suara radio.
Bayu melihat target yang di awasi diam tak bergerak.
"Sepertinya itu memang beruang.." suara radio.
" * Iya..." ucap Bayu.
Hingga badai itu berhenti.
" Nomor 12 izin istirahat dulu.." suara radio.
" Di izinkan.." suara radio.
" Nomor 7 izin istirahat..." suara radio.
" Di izinkan.." suara radio.
" Siapa lagi yang mau istirahat,ada satu kursi lagi.." suara radio.
" Nomor 2 izin istirahat..." suara radio.
" Di izinkan. 3 jam kalian harus segera di posisi,menggantikan yang lain.." suara radio.
Tak terasa 2 hari 2 malam Bayu berada di sebuah bukit. Bayu merasakan kantuk karena belum ada tidur.
" Nomor 10 izin istirahat..." ucap Bayu setelah selesai shalat dzuhur.
" Di izinkan,istirahat selama 4 jam." suara radio.
" Akhirnya...Bisa tidur..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu membalikkan tubuhnya,lalu memejamkan mata di tengah tumpukan salju.
Tak terasa masuk waktu shalat Ashar,Bayu terbangun dari tidurnya.
Di saat ia membuka mata,banyak salju yang menutupi wajahnya setebal 30 cm.
Bayu segera menyingkirkan salju itu,lalu mengambil botol air minum.
" Jancok...Airku beku lagi..." gumam Bayubmelihat air minumnya berubah menjadi es.
terlintas di Pikiran Bayu memakai salju,sebab salju dan air sama - sama air. Bayu membasuk anggota tubuhnnya dengan salju. Setelah itu ia shalat.
20 menit kemudian.
"* Nomor 10 kembali bertugas.." ucap Bayu.
" Apakah nomor 10 kedinginan.." suara Mayor Jendral Tang Shin di radio.
" *Siap..Tidak pak...Tubuhku terasa hangat..." ucap Bayu.
Sebagian kembali ke pos karena tak kuat menahan suhu yang terlalu ekstrim hingga minus 30° . Setelah itu mereka kembali ke posisinya. Sementara Bayu,tetap berada di posisi,dari awal hingga sekarang.
" Nomor 10..Apakah persediaan makananmu cukup.." suara radio.
" *Cukup sampai besok..." ucap Bayu.
" Baiklah...Kita akan kirim makanan untukmu dan juga batrei.." suara radio.
"* Jangan lupa air minum...Airku membeku.." ucap Bayu.
3 jam kemudian,rekan Bayu memghampiri titik di mana Bayu berada.
" Nomor 10...Kamu ada di mana?" suara radio.
" * Masih di posisi..Ada apa?" ucap Bayu.
" Aku berada di dekat posisimu..Mengantarkan paket istimewa.." suara radio.
Tubuh Bayu tertumpuk salju setebal hampir 2 meter,lalu Bayu berdiri dan melihat rekannya ada didekatnya.
Rekan Bayu terkejut,melihat Bayu muncul di timbunan salju.
" * Mana paketku.." ucap Bayu.
Rekan Bayu memberikan paket itu.
" Gilaa... Dia masih segar dan tidak kedinginan. Jika itu aku,sudah di pastikan sudah tewas membeku.." ucap rekan Bayu yang memberikan paket tersebut.
" * Terima kasih..." ucap Bayu lalu kembali ke posisinya.
Bayu membuka isi paket itu. Nampak ada Coklat di dalamnya.
Bayu mengambil coklat tersebut dan memakannya.
Ketika menjelang misi akan berakhir.
Malam hari,badai salju.
Bayu melihat 2 sosok berjalan memakai kamera pemindai suhu menuju perbatasan yang jaraknya 60 meter dari Bayu.
"*Ada 2 pergerakan.Jaraknya 80 meter menuju perbatasan." ucap Bayu.
" Di terima... Semua tim..Awasi pergerakan di dekat no 10." suara radio.
2 sosok itu mendekati perbatasan dengan negara tetangga. Setelah itu berjalan menjauhi perbatasan.
" * Aku akan mendekati" ucap Bayu.
" Berhati - hatilah...Aku akan melindungimu.." suara radio.
" Oke..." ucap Bayu.
Bayu bangkit dari lokasi persembunyiannya,lalu berjalan pelan ke arah target sambil menenteng senjata yang siap di tembakkan.
Bayu berlindung di pohon sambil melihat 2 target yang berjalan.
"* 2 orang manusia..." ucap Bayu ke radio..
" * BERHENTI...." Bayu berteriak sambil menodongkan senjatanya.
2 orang itu kaget.,
" * ANGKAT TANGAN KALIAN,DAN TIARAP DI TANAH..JIKA TIDAK,AKU AKAN MENEMBAK KALIAN.." teriak Bayu.
Salah satu dari mereka mengambil seseuatu di balik mantelnya,lalu memgarahkan ke Bayu.
Doooorrr...... Suara letusan senjata api dari rekan Bayu sebelum salah satu orang yang di hampiri Bayu menembak.
Teman yang tertembak lantas melarikan diri.
Bayu mengarahkan senjatanya ke arah kaki.
Dooorr....
Orang itu terjerembab ke tanah,karena kakinya terkena tembakan.
****
Bayu bersama rekan - rekannya berhasil menyelesaikan misi,lalu mereka kembali markas.
Di markas khusus tim pasukan Mayor Jendral Tang Shin.
Mayor Jendral Tang Shin merasa puas atas keberhasilan Timnya. Lalu mereka kembali ke tempat masing - masing.
Bayu pergi kerumah Xiang,sebab ia berangkat ke markas memggunakan mobil milik Xiang.
Di dalam mobil,Bayu menghidupkan ponsel satelitnya. Lalu menghubungi nomor pemberian Ling Ling.
Tuuut....Tuuuut....Tuuut...
" Halooo..." ucap Bayu.
" Ya Bayu...Bagaimana keadaanmu sayang..." suara Hana.
" * Baik... Anda berada di mana?"
Hana memberi tahu lokasinya.Bayubtidak berani memanggil ibu,sebab saat dirinya masuk militer ia mengaku orang tuanya telah meninggal.
"* Bisakah anda datang ke sini...?" ucap Bayu.
" Bisa....Kapan..?" suara Hana.
"* Nanti aku sms anda...Dan jangan telpon ataupun sms ke hapeku...Jika anda lakukan itu...Aku tidak akan menemuimu selamanya.." ucap Bayu lalu mematikan hapenya.
Di sisi Hana.
Hana hendak melacak nomor ponsel Bayu,namun keburu di matikan oleh Bayu,sehingga waktunya tidak cukup.
" Kenapa Bayu tak memanggilku ibu...Apakah ada yang di sembunyikannya.." ucap Hana dalam hati.
Hana hendak menelpon Bayu,lalu di urungkan. Sebab Hana teringat ucapan Bayu agar tidak memghubunginya.
Tak lama kemudian,muncul sebuah pesan. Hana membuka pesan tersebut. Nampal pesan dari nomor Bayu memberitahukan tempat dan waktu untuk bertemu.
Hana segera meluncur ke tempat alamat yang di berikan oleh Bayu. Ia pergi bersama Bejo dan 5 pengawalnya.
****
Di sisi Bayu.
Bayu berada dalam mobil sendirian sambil memegang teropong.,sambil mengawasi taman yang di jadikan tempat bertemu.
__ADS_1
Bayu melihat seseorang memakai penutup, hingga wajahnya tidak kelihat,bersama seorang pria. Lalu ada 5 orang pria..
5 orang pria itu lantas menjaga jarak dengan sosok berpakaian tertutup.
Hape Bayu berdering,Bayu menerima panggilan tersebut.
" Aku sudah di tempat,kamu di mana sayang...,," suara Hana.
"Kenapa membawa banyak orang.?."
" Aku ingin hanya kita berdua saja..."
"Jika anda membawa orang,maaf...Aku tidak akan menemuimu..." ucap Bayu.
" Maaf sayang...Ibu tidak tahu...Mereka ini buat menjaga ibu.."suara Hana.
" Oke...Ini yang terakhir...Aku harap,anda datang sendirian.."
" Jika membawa orang lagi,aku tidak akan menemuimu...Nanti aku kirim alamat,jangan telpon atau sms aku.." ucap Bayu lalu menyalakan mobil.
Bayu meninggalkan tempat itu mencari tempat lain.
20 menit kemudian.
Bayu berhenti di teman yang lain,lalu mengirim pesan ke Hana.
Bayu kembali mengawasi tempat sebelum ia menghampiri wanita yang mengaku ibunya.
Setelah menunggu,akhirnya Bayu melihat wanita yang sama.Ia mperhatikan sekelilinng. Lalu menelpon Hana.
Tuuut....Tuuut...
" Ya Bayu...Ibu sudah di tempat yang kamu sebut sayang...Kamu di mana sayang" suara Hana.
" Apakah di mobilmu ada orang?" ucap Bayu.
" Ada...Mereka menunggu di dalam mobil.." suara Hana.
" Suruh pergi.....Aku gak mau orang - orangmu itu mengganggu...,,," ucap Bayu.
Mobil yang di tumpangi Hana segera pergi dari tempatnya.
Setelah tak ada yang mengikuti wanita berpakaian tertutup,Bayu keluar dari mobil memakai pakaian bermerk yang di belikan oleh Xiang tak lupa memakai jaket,masker dan kaca mata.. Di balik baju Bayu tersimpan sebuah pistol untuk berjaga - jaga.
Bayu berjalan sambil melihat sekitar dan waspada karena wanita yang ia temui membawa pasukan. Di saat Bayu melihat wanita yang bilang bahwa itu adalah ibunya menjadi ragu,karena wanita itu membawa pasukan.
Handa duduk di kursi taman sendirian.
Bayu berdiri di depan Hana.
" Siapa kamu sebenarnya?" ucap Bayu.
Hana berdiri ketika melihat sosok Bayu. Setelah sekian purnama,orang yang sangat di cintai dan di sayangi bertemu juga. Ia mengira Bayu telah tewas.
" Bayu...." ucap Hana.
Bayu melepas masker dan kacamatanya serta tufung jaketnya.
" Iya namaku Jiang dan Bayu." ucap Bayu.
Hana hendak memeluk Bayu,Bayu mundur.
" Kenapa sayang...Ini aku ibumu..." ucap Hana.
" Kenapa anda memakai penutup wajah?"
" Sedangkan wanita yang sering aku temui tidak memakai penutup seperti dirimu..?" ucap Bayu.
Hana teringat akan ucapan kakek Zhang agar membuka Jilbabnya saat bertemu Bayu.
Hana melepas cadarnya.
Nampaklah wajah cantik Hana.
Bayu yang melihat tertegun akan kecantikan wanita di depannya.
" Kok dia masih muda ya..." ucap Bayu dalam hati.
" Apakah kamu sudah mengingatnya sayang?" ucap Hana.
" Aku tidak ingat..." ucap Bayu.
Hana melepas Jilbabnya di depan Bayu. Agar Bayu dapat meningat kembali.
" Bayu....Aku ini ibumu sayang..."
" Ibu yang mengandungmu,melahirkanmu dan juga membesarkanmu..." ucap Hana.
Bayu memperhatikan wajah dan rambut wanita itu.
" Cantik..." ucap Bayu dalam hati.
" Jika kamu ibuku,kenapa aku bisa di sungai?"
" Untung aku gak mati..."
" Aku di temukan oleh pria tua yang biasa menjala di sungai.." ucap Bayu.
" Itu karena..." ucap Hana tak melanjutkan ucapannya. Karena Bayu sekarang bagian dari militer China. Bisa saja Bayu menangkap dirinya.
" Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?" ucap Bayu.
Hana melihat sekeliling lalu melihat ke Bayu.
" Karena di saat kita liburan,kamu tercebur ke sungai sayang..."
" Ibu memanggil orang - orang untuk menyelamatkanmu.."
" Tapi sayang tidak di temukan.." ucap Hana terpaksa berbohong.
Hana mendekati Bayu. Bayu diam saja,lalu ia memeluk Bayu putra kesayangannya air matanya mengalir membasahi pipi,kerinduan dengan putranya yang sangat ia sayangi kini telah bertemu.
Bayu membalas pelukan Hana.
Namun ia merasakan sesuatu di balik pakaian yang di pakai wanita di depannya.
" Jancok....Dia bawa senjata..." ucap Bayu dalam hati.
Kemudian Bayu mendorong tubuh Hana.
" Apa yang kamu sembunyikan di balik bajumu?" ucap Bayu.
" Itu senjata untuk berjaga - jaga sayang..." ucap Hana.
" Senjata??"
" Tunjukkan kartu anggota militer anda.." ucap Bayu.
" Ibu tidak punya sayang..." ucap Hana.
" Sial... Wanita sepertinya penjahat kelas internasional..." ucap Bayu dalam hati.
" Pergilah....Aku tidak akan menangkapmu..."
" Jika kita bertemu lagi,dan anda membawa senjata...Maka aku akan menahan anda meskipun anda mengaku ibuku.." ucap Bayu.
" Sayang...Aku ini ibu kandungmu..." ucap Hana lalu memeluk Bayu lagi.
Bayu menahan wanita itu agar tidak memeluknya.
" Aku peringatkan lagi yang kedua kalinya..."
" Pergi saja dari sini..."
" Jika tidak..."
" Pasukanku akan menangkapmu..." ucap Bayu.
" Tidak...Ibu tidak akan pergi dari sini.." ucap Hana sambil menangis.
" Baiklah...Aku yang akan pergi...Jangan hubungi aku lagi.." ucap Bayu lalu berjalan.
Tangan Bayu di pegang oleh Hana.
" Jangan pergi...Hiks...Hiks...Hiks.."
" Ibu tidak mau berpisah denganmu sayang..." ucap Hana.
Bayu memegang tangan Hana yang memegang tangan.
Tangan Hana terlepas.
" Aku masih memberimu kesempatan... Jangan sia - siakan kesempatan ini..." ucap Bayu lalu berlari meninggalkan Hana.
Hana mengejar Bayu. Ia berhasil meraih tangan Bayu.
Bayu menangkap tangan Hana lalu menjatuhkan Hana.
Bruuuk....
Bayu menatap wajah Hana.
" Aku peringatkan kembali ke anda..."
" Jangan dekati aku ..."
" Jika masih nekat...Aku akan membawamu ke kantor polisi.." ucap Bayu lalu berlari meninggalkan Hana yang tergeletak.
Hana segera bangkit,lalu berdiri. Ia tak lagi melihat ke beradaan Bayu putra semata wayangnya.
" Bayu...."
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak ingat ibu sayang..."
" Ya Allah....Sembuhkanlah penyakit putra hambamu ini.." ucap Hana dalam hati.