SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGAJAK KUMALA SARI BERIMAN KEPADA ALLAH.


__ADS_3

Alam ghaib.


" Kupikir kamu gak datang" suara Kumala Sari.


Ku buka mataku,


Aku menggunakan ilmu menghilangku untuk pergi ke Singgasana penguasa air terjun Kedung Pedut. Sebelum pergi,aku berpamitan dulu kepada istriku,lalu menghubungi mbah buyut kemudian mengambil kunci kamar yang ada di Cafe,agar setelah selesai dari istana Kumala Aari,aku bisa berpindah ke kamar itu,kemudian mendatangi satu persatu orang yang ada dalam daftar.


Ku lihat Kumala Sari sedang berdiri dari singgasananya.


" Tentu saja aku datang.."


Kumala Sari mengarahkan jari telunjuknya. Aku tahu dia akan mengganti penampilanku. Dan aku teringat akan ucapan Diana tentang mahkota yang ku pakai,ternyata itu dari emas. Kalian pasti tahu,di dalam islam. Pria di larang memakai emas yang terdapat di dalam hadits.


" Tunggu" ucapku.


" Ada apa sayang?" ucap Kumala Sari.


" Apakah cantik akan mengganti penampilanku?" ucapku untuk memastikan.


" Tentu..." ucap Kumala Sari.


" Maaf,bisa di ganti yang lain yang bukan emas,misal kuningan " ucapku.


" Tidak..Kalau selain emas,warnanya tidak akan menarik.." ucap Kumala Sari.


" Maaf ya cantik.."


" Dalam ajaran agamaku,"


" Pria tidak boleh pakai emas,karena hukumnya haram..."


" Jadi...Maafkan aku. Aku tidak ingin memakainya lagi.." ucapku menolak halus. Jika kasar maka dia akan marah besar kepadaku,bisa jadi keluargaku terancam.


" Baiklah.." ucap Kumala Sari.


"Syukurlah dia mau" ucapku dalam hati lega.


" Hari ini aku puasa,tidak makan dan minum,tunggu jam 6 baru aku akan makan.." ucapku lalu duduk di kursiku.


Ku melihat para penari berlenggak lenggok mengikuti irama alunan gamelan.


Apa dia gak bosen,setiap hari melihat mereka menari,coba tariannya di rubah apa gitu jadi tarian ronggeng,atau apalah.


Lalu ku melihat para pemain musik,diriku yang lama gak megang alat musik merasa gatal di tanganku. Ku berdiri lalu menghampiri pria yang memukul alat musik yang berupa lempengan persegi panjang yang tersusun rapi.


" Pak amit enggeh (Permisi ya).Aku mau maen alat ini.." ucapku.


Pria itu menyingkir. Lalu ku duduk di depan alat musik itu. Kalian jangan mengira aku tak bisa,di sekolahku di ajarkan alat musik tradisional,agar para generasi muda bisa memainkannya,agar budaya jawa tidak hilang di makan oleh zaman.


Ku pukul alat musik itu mengikuti irama musik yang lainnya.


Ku lihat Kumala Sari menatap ke arahku yang sedang memukul alat musik,meskipun pandanganku tidak melihat ke alat musik gamelan,aku hapal letak - letaknya dan juga bunyinya bagaimana. Jangankan gamelan,gitar saja ku petik sesuka hatiku mencari nada yang sama seperti alat musik yang lainnya,sehingga orang - orang yang mendengarkan suara petikan gitarku terasa bukan dari gitar.


1 Jam lebih ku bermain alat musik,kemudian ku putuskan berhenti saja,lalu kembali ke kursi singgasana.


Kemudian terbesit dalam pikiranku untuk mengajak Kumala Sari menyembah Allah meskipun aku tahu bahwa Kumala Sari bukanlah manusia. Sebab aku teringat akan cerita nabi Sulaiman yang memiliki pasukan Jin.


" Cantik...Aku punya sebuah cerita bagus untukmu" ucapku.


" Cerita apa?" ucap Kumala Sari.


" Pernah mendengar cerita nabi Sulaiman..?" ucapku.


"Nabi Sulaiman? Siapa dia? "


" Aku tidak pernah mendengar nama itu"


" Apakah tetangga sayang?" ucap Kumala Sari


"Bukan..."


"Nabi Sulaiman itu adalah salah satu manusia yang di beri keistimewaan oleh Allah swt. "


"Nabi yang bisa mendengarkan ucapan hewan dan paham apa yang di ucapkan oleh seluruh hewan yang ada di dunia ini"ucapku.


" Apakah ada manusia seperti itu?" ucap Kumala Sari.


"Tentu ada,dengarkan baik -baik.."


Sengaja ku ceritakan kisah nabi Sulaiman,karena cerita itu mirip dengan yang aku alami,hanya saja aku tak bisa bahasa binatang dan juga,aku bukanlah seorang raja.


Aku menceritakan cerita nabi Sulaiman seperti bercerita di depan anak kecil.


Kumala Sari diam menyimak ceritaku,sesekali mengajukan pertanyaan atas apa yang aku ceritakan.


"Nah.. Ratu Bilqis menyanggupi undangan nabi Sulaiman,jaraknya istananya dengan istana nabi Sulaiman sangat jauuuuuh sekali.."


" Lalu nabi Sulaiman berencana memindahkan kursi kebesaraan ratu Bilqis.."


" Nabi Sulaiman pun berkata kepada para bawahannya..Siapa yang bisa memindahkan kursi kebesaran ratu Bilqis"


" Salah satu anak buahnya yang termasuk golongan Jin berkata,Jin itu sangat kuat yang bernama jin Ifrit."


" Jin Ifrit berkata hamba sanggup yang mulia raja.."


" Nabi Sulaiman tidak mengiyakan saja ucapan jin Ifrit itu,sebab ia tahu bahwa jin Ifrit membutuhkan waktu"


" Apakah ceritamu itu pernah terjadi? " ucap Kumala Sari.


" Pernah,dan terdapat di Al Qur'an ..."


" Lalu Allah swt berkata kepada nabi Sulaiman bahwa ia sanggup memindahkan dalam sekejap mata"


" Tak sampai 1 detik,kursi kebesaran ratu Bilqis ada di ruangan nabi Sulaiman"


" Ketika ratu Bilqis sampai di istana nabi Sulaiman,ia melihat istana nabi Sulaiman sangatlah bagus,mewah dan sangaaaat besar"


Ku lanjutkan cerita lagi hingga ratu Bilqis menyatakan beriman kepada Allah.


" Aku merasa sangat senang sekali jika cantik menyembah Allah,sama seperti aku "


" Dan aku akan memberitahu rahasia terbesarku jika cantik mau menyembah Allah"ucapku.


" Bagaimana caranya? Sedangkan aku saja mendengar sayang mengucapkan kalimat yang tidak aku pahami,tubuhku terasa panas.." ucap Kumala Sari.


Ku garuk - garuk rambutku,meski ku tak merasa gatal,sebab aku bingung harus menjawab apa. Karena aku tahu jika Kumala Sari bukanlah manusia,di saat aku shalat pernah Kumala Sari mendekatiku,lalu langsung menjauh,ketika selesai shalat ia bertanya kepadaku kenapa tubuhnya terasa panas mendengarkan ucapanku saat shalat. Tiba - tiba aku memiliki ide yang menurutku di luar nalarlah,aku akan menyuruhnya mengucapkan kalimat syahadat.Agar Kumala Sari beriman kepada Allah meskipun bukan golongan bangsa manusia.


" Begini saja..."


" Ikuti ucapanku"ucapku.


" Ucapan apa ? " ucap Kumala Sari.


" Ash hadu..." ucapku.


" Ash hadu.." ucap Kumala Sari.


" Yes,dia mau ngikuti syahadat.." ucapku dalam hati.


Ku ucapkan hingga kalimat terakhir.


" Sekarang cantik resmi menjadi menjadi pengikut nabi Muhammad,dan menyembah Allah."ucapku.


" Allah itu siapa,dan nabi Muhammad itu siapa?"


"Apakah dia orang yang lebih sakti dariku?"ucap Kumala Sari.


"Nabi Muhammad itu manusia biasa,hanya saja.."


" Beliau mendapat wahyu atau perintah dari Allah.."


" Allah itu tuhan semesta alam.."


" Dia yang menciptakan langit dan bumi,beserta isinya.."


" Nyi Loro Kidul saja kalah dengan Allah.." ucapku.


" Benarkah yang sayang ucapkan itu..." ucap Kumala Sari.


" Iya benar,yang aku katakan adalah kebenaran. Dan aku tidak berbohong padamu" ucapku


" Lalu di mana Allah itu,aku ingin menemuinya.." ucap Kumala Sari.


" Allah berada di tempat yang sangat jauh,bahkan manusia tidak bisa sampai ke sana,"


" Meskipun sangat jauh,Allah maha tahu apa yang kita lakukan,"


" Meskipun sayang menyimpan biji sawi,"


"Allah tahu di mana sayang menyimpannya.." ucapku.


" Lalu..Apa rahasia terbesarmu?" ucap Kumala Sari.


" Aku bisa hidup lebih 100 tahun asal aku menjaga kondisi badanku dan kesehatanku,serta fisikku masih kuat meskipun sudah tumbuh uban.."ucapku.


" Serius..? " ucap Kumala Sari tak percaya.


" Iya...Aku serius.."


" Aku tinggal dulu ya cantik.."ucapku.


" Mau kemana" ucap Kumala Sari.


"Shalat,nanti aku lanjut cerita kembali.."ucapku.


***


4 hari kemudian.

__ADS_1


Tak terasa sudah hari aku berada di alam ghaib.


4 hari itu juga aku menunggu para prajurit datang,namun belum juga datang. Selama 4 hari ku mengajarkan Kumala Sari cara menyembah Allah,tapi tidak shalat karena aku tak tahu cara makhluk halus menyembah Allah,ku suruh menyebut nama Allah lalu sujud 3 kali dalam sehari di dalam kamarnya dia. Tak lupa juga menyuruh dia tak mengambil nyawa manusia yang bersekutu dengan dia. Juga mengajarkan dia ucapan salam dalam islam. Serta Kumala Sari telah memberitahu cara mengendalikan orang dalam alam bawah sadar( Hipnotis). Aku bisa mengendalikan sesuka hatiku,bisa orang yang ku hipnotis sepenuhnya dalam kendaliku,ada pula yang hanya anggota tubuh saja yang ku kendalikan,namun pikiran dan ucapan tidak aku kendalikan.


Sekarang ku berjalan bersama Kumala Sari di pemukiman sebelum aku kembali ke dunia nyata.


Kumala Sari masih memakai pakaian kebesarannya,mekipun telah memeluk islam,aku tak bisa menyuruhnya pakai pakaian muslim. Percuma juga ku suruh. Lha wong dia bukan manusia.


Ku lihat wanita yang dulu pernah aku bawa ke alam gaib,wanita itu masih ada hubungan keluarga dengan Xiang,wanita itu sedang bersama anaknya. Kudatangi saja wanita itu.


Wanita itu terkejut ketika melihatku.


" Ka..Ka...Kamu..." ucap wanita itu memakai bahasa China.


Aku tersenyum ke arahnya.


" Betah tinggal di sini?" ucapku.


" Keluarkan aku dari sini..." ucap wanita itu.


Muncul seorang pria,aku tahu itu adalah genderuwo yang menyamar menjadi manusia.


" Dia bicara apa?"


" Mengapa aku tak paham.." ucap Kumala Sari.


Ku menoleh ke Kumala Sari


" Dia memakai bahasa China..."


Kemudian menoleh ke wanita itu.


" Jika kamu keluar dari sini,maka yang ada hanyalah kematian ,aku sudah membunuh keluargamu termasuk pimpinan keluargamu.."


" Jangan biarkan dia keluar dari sini sampai ajal menjemputnya. ucapku lalu melangkahkan kaki.


Wanita itu menghadangku.


" Kamu tak mungkin bisa menyentuh keluargaku.." ucap wanita itu.


" Tentu saja bisa,kamu lihat sekarang ada di mana? "


" Ini bukan alam manusia,melainkan alam ghaib yang semua penghuninya makhluk tak kasat mata jika di dunia manusia..." ucapku.


" Ja..Ja..Jadi.." ucap wanita itu.


Ku tatap genderuwo yang ada di dekatku.


" Kamu jaga dia,jangan sampai lepas. Jika dia keluar dari sini,aku akan menyiksamu..." ucapku.


" Hamba tidak akan membiarkan dia kabur yang mulia..." ucap genderuwo tersebut.


"Bagus..."


Ku lihat Kumala Sari.


" Cantik....Aku kembali dulu ya..." ucapku.


" Iya ganteng..." ucap Kumala Sari.


" Assalam mu'alaikum" ucapku.


" Wa'alaikum salam.."ucap Kumala Sari.


Aku tersenyum sambil melihat wajah Kumala Sari lalu menghilang.


Wanita yang tadi menghadangku terkejut saat melihat Bayu menghilang secara tiba - tiba.


***


Alam nyata.


Aku muncul di dalam kamar Cafe tempat biasa istriku istirahat.


Ku lihat jam di dinding sama dengan jam tanganku sama,yakni 6.20.


" Berarti Cafe ini belum buka,dan masih sepi.."gumamku.


Ku ambil kunci dalam kantong celana,lalu kubuka pintu.


Ceklek..Ceklek...Kriiieeeet.


Kubuka sedikit,untuk mengintip.


Nampak tak ada orang,lalu aku keluar,dan menutup kembali pintu tak lupa menguncinya.


Setelah itu ku berjalan keluar menuju jalan raya.


" Bosss...." suara pria.


Ku menoleh asal suara tersebut,rupanya yang memanggilku adalah anak buahku sendiri. Yang dulunya preman.


" Iya..."ucapku.


" Sama siapa bos?" ucap pria itu.


" Sendiri,gimana ? Betah kerja di sini?" ucapku.


" Betah lah bos..." ucap pria itu.


" Maaf ya kang..Minta tolong neh.." ucapku.


" Iya bos minta tolong apa.." ucap pria itu


" Ada motor gak? Tadi aku ke sini gak bawa kendaraan.." ucapku.


" Ada bentar bos,gue ambil dulu" ucap pria itu lalu pergi.


Tak lama kemudian pria itu muncul membawa sepeda motor Satria Hiu.


" Ini bos..Ini surat STNKnya.." ucap pria itu.


Ku terima surat STNKnya,


" Suwun yooo...Aku pakai dulu..."


Ku pakai helm lalu menghidupkan motornya.


"Assalam mu'alaikum.." ucapku.


"Wa'alaikum salam.." ucap pria itu.


Ku pacu sepeda motor pinjaman ke salah satu orang yang ada dalam daftar.


Tak terasa,aku sampai di sebuah tempat,sesuai alamat,karena rempat itu masih 1 kelurahan dengan Cafe Mantan. Hanya beda nama jalan.


" Nomor 24 A.." ucapku sambil memperhatikan nomor setiap rumah.


Saaf ku lihat ada rumah bertuliskan nomor 24 A, ku hentikan motor Satria,lalu ku matikan dan turun dari sepeda motor.


Nampak anak lelaki berpakaian merah putih sedang memakai sepatu. Ku hampirianak tersebut.


"Assalam mu'alaikum.." ucapku.


" Wa'alaikum salam om.." ucap anak itu.


" Apakah benar ini rumah pak Dion? " ucapku.


Seorang pria setenganlh baya muncul dari balik pintu lalu melihat ke arahku.


" Iya om..." ucap anak itu.


" Mau apa lu datang kemari..?" ucap pria itu.


Aku tersenyum ke arah pria paruh baya.


" Maaf pak,saya datang kemari hanya untuk silaturahmi"


Ku tatap matanya sambil memakai ilmu hipnotisku.


" Saya datang kemari tidak berbuat jahat atau mengancam,apa benar anda pak Dion?"ucapku.


Ku lihat matanya sekilas bewarna hijau,berarti ilmu hipnotisku berhasil.


" Iya benar..Gue Dion." ucap pria itu.


" Apakah anda merencanakan dan membunuh istri saya?"ucapku.


" Tidak..Gue tidak ada membunuh istri lu.." ucap pak Dion.


" Baiklah...Terima kasih.."


Ku ambil dompetku,lalu kuberikan uang 50ribu kepada anak SD hang masih di pintu.


" Ini buat jajanmu.."ucapku.


" Terima kasih om.." ucap anak itu.


"Saya pulang dulu,assalam mu'alaikum.." ucapku


" Wa'alaikum salam.." ucap mereka.


Ku naik lagi ke sepeda motor Satria,lalu ku pacu ke arah alamat rumah berikutnya. Ku merasa bersyukur mendapatkan ilmu yang di berikan oleh Kumala Sari,padahal aku tak memintanya.


Sesampai di rumah target ke 2. Pria itu berkata sama seperti pak Dion.


Hingga 10 rumah aku datangi,ucapannya sama.


Ku putuskan untuk kembali saja ke rumah.

__ADS_1


Sesampai di gerbang perumahan Golden Hills.


"Assaalam mu'alaikum.. Pak... Bisa minta tolong?"ucapku.


" Wa'alaikum salam pak.." ucap semua penjaga.


" Minta tolong apa pak? " ucap penjaga yang ada di dekatku.


" Kembalikan motor ini ke Cafe Mantan.."ucapku.


" Bisa pak.." ucap penjaga itu lagi.


Aku berikan STNK dan uang 100rb ke penjaga yang sanggup tadi.


" Matursuwun pak....." ucapku,lalu berjalan ke rumah.


Sesampai di depan rumah.


" Assalam mu'alaikum..." ucapku saat melewati pintu.


" Wa'alaikum salam..." ucap penghuni rumah.


Tiba - tiba aku baru teringat,bahwa besok adalah aku ijab kabul saat berjalan menuju kamarku.


Ayahnya Sulis menghampiriku saat akan naik tangga.


" Bayu.." ucap ayah Sulis.


" Iya pak." ucapku.


" Dari mana? " ucap ayah Sulis.


" Ada perlu pak,ada apa pak?" ucapku.


" Yuk ikut aku..." ucap ayah Sulis.


Ku ikuti ayahnya Sulis.Ternyata membawaku ke Gazebo.


" Kata Sulis,nanti kalian tinggal di sragen dalam satu atap? Apa benar?" ucap ayahnya Sulis.


" Benar pak..." ucapku.


" Begini..."


"Bagaimana jika kalian tinggal di Pacitan,."


" Bapak ada sebidang tanah,rencananya mau di buat perumahan,dekat pantai,mesjid dan pondok pesantren.."


" Bagaimana jika kalian tinggal di sana saja"


" Jika kalian tinggal 1 atap,rumah itu tidak akan muat menampung semua anak - anakmu nanti Bay..."


" Jika kalian tinggal di Pacitan,maka akan ayah bangun rumah kalian di sana."ucap ayahnya Sulis.


"Heemmm"


Ku berpikir ada benarnya juga apa yang di ucapkan oleh calon mertuaku,bila anak - anakku dah besar,gak bakal muat,di tambah aku ingin anak - anakku nanti masuk di pondok pesantren.


" Baiklah pak,saya mau.."


" Tapi biar saya aja yang mendesainnya. Agar rumah itu nampak sederhana"ucapku.


Aku ingin membuat rumah seperti rumahnya Ayu.


" Iya..."


" Tanah itu berjarak 100 meter dari pantai,belum ada rumah di sana."


" Jadi kamu bisa membuat pelabuhan,untuk kapalmu,jika ingin memancing" ucap ayah Sulis.


" Iya juga ya..Pas itu pak.."


" Nanti aku desain rumah bergaya Jepang.."


" Lalu ku bangun dermaga..Jadi kita bisa mancing pak..." ucqpku.


" Betul itu..Jadi kalau aku libur tak ada kerjaan,bisa kita mancing bersama." ucap ayahnya Sulis.


Ku lihat pak Ihsan berjalan menuju tempatku duduk.


" Assalam mu'alaikum.." ucap pak Ihsan.


" Wa' alaikum salam.." ucapku,lalu ku bersalaman dan mencium punggung tangan pak Ihsan.


Pak Ihsan duduk di sampingku.


" Nak Bayu,saye nak tanya perihal Aisyah dan juga pernikahan kalian."


" Mengapa pernikahan kalian tidak mengundang khalayak umum?"


" Dan mengapa kami tak boleh mengadakan pesta perkawinan kalian di Malaysa?" ucap pak Ihsan.


" Maaf pak,kami sebenarnya ingin menyelenggarakan pernikahan itu di Malaysa,tapi karena faktor keselamatan dan keamanan,kami adakan secara tertutup.."


" Takutnya nanti ada pihak militer China melihatku"


" Saya menjalankan misi penyelamatan di timur tengah,mereka mengira saya telah tewas terbunuh. "


" Jadi..Saya tak ingin mereka mengetahuinya."


" Jika mereka tahu dan saya di introgasi serta meminta tanda sidik jari,maka mereka akan tahu kalau saya ini Jiang pak.."


" Itu sangat berbahaya bagi Aisyah."


" Tak hanya Aisyah. Istri dan keluarga saya yang lain pun akan terancam.." ucapku.


***


Malam hari,aku berkumpul bersama teman - temanku di balkon lantai dua. Kakek Zhang memberi tahu kepadaku saat aku mengajarkan ngaji kepadanya,bahwa Hendi di temukan. Hendi berada di Bekasi,dan tidak terlibat dalam pembunuhan Putri.


" Bay....Kamu kita dengar kamu nikahi Mel ya..?" ucap Lukman.


" Iya..Maaf,itu semua karena kecelakaan,dan aku masih amnesia.."


" Sehingga aku mengiyakan saja,"


" Oh iya,nanti urusan dengan Clara,biar ibuku yang bantu ya Bim..Aku sepertinya gak bisa.."


" Aku fokus mencari pelaku pembunuh Putri"ucapku.


Ku ambil rokok milik Lukman,dan meyalakan tanpa korek.


Huuuufft.... Keluar asap dari mulutku.


" Seandainya Sulis memberi tahu bahwa Ayub adalah anakmu,pasti gak seperti ini ya Bay.." ucap Bimo.


" He eh..."


" Pasti aku akan menjaganya"


" Dan Putri..."


" Putri masih hidup " ucapku.


Ku teringat kembali ketika Putri masih hidup,dan aku masih merasa Putri belum mati.


" Terus kamu tinggal di mana Bay?" ucap Daniel.


" Untuk sementara,aku tinggal di Sragen.."


" Setelah itu antara Jogja atau gak Pacitan.." ucapku.


" Jogja aja Bay...Biar kita dekat kalau mau kerumahmu. Ya gak Bo..?" ucap Lukman.


" He eh..." ucap Bimo.


Ku hisap kembali rokok yang ada di jariku,lalu membuang asapnya.


Huuuuufftt......


" Besok aku akan mendatangi orang - orang yang pernah bermasalah denganku.." ucapku.


Sudah 3 hari,aku menunggu para prajurit yang mencari keberadaan Sebastian,hingga kini belum kembali. Apa mereka tersesat,tapi itu tak mungkin. Jika tersesat,tinggal kembali lagi ke alam ghaib.


" Bay..." ucap Daniel.


" Opo Neil?" ucapku.


" Boleh gak aku bangun ruko di dekat Cafemu,aku mau buka usaha toko pancing dan alat elektronik"


" Kan keluargamu ada yang dari jepang tuh, peralatan pancing mereka kwalitasnya sangat bagus - bagus dan kuat,"


" Kan lumayan buat nambah - nambah pemasukan.." ucap Daniel.


" Kamu tanya ke Diana saja Niel,aku gak bisa mutuskan. " ucapku.


" Malah Ana bilang ke aku suruh tanya ke kamu Bay.." ucap Daniel.


" Hem...."


" Boleh,tapi dananya besar loh.." ucapku.


" Tenang,aku sudah punya dana Bay.."


" 5 Milyar cukup kan?" ucap Daniel.


" Cukup..."


" Nanti aku akan bicarakan itu ke ayahku,semoga aja mereka mau.."ucapku.

__ADS_1


@@@@@@@


Selamat menunaikan ibadah puasa.


__ADS_2