SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
SERIUS PAK?


__ADS_3

Di salah satu gedung bertingkat,nampak seorang pria duduk sambil memegang senjata laras panjang,sambil mengawasi di bawah. Pria itu adalah Jiang / Bayu.


Bayu mendapat tugas pengamanan ,karena presiden dari negara Indonesia datang berkunjung.


Sejak dirinya menyanyikan lagu Didi Kempot saat di kapal,Bayu mengunduh lagu itu ke dalam ponselnya,serta lagu lainnya yang berasal dari Indonesia.


Ponsel itu pemberian dari Xiang. Karena ponsel milik Bayu tak bisa memutar lagu.


Sambil memgawasi,Bayu mendegarkan lagu - lagu dari ponselnya.


Nampak rombongan presiden Indonesia datang,yang di kawal militer China.


" Jika aku tembak presiden Indonesia gimana ya.." ucap Bayu dalam hati melihat presiden Indonesia dengan teropong senapannya.


" Ya mereka perang lah Bayu..." gumam Bayu.


Lalu mengarahkan teropongnya ke sekitar rombongan presiden Indonesia..


Bayu melihat jam tanganya.


" Asem...sudah waktunya sujud." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengambil air minumnya,lalu wudhu.


Setelah itu Bayu shalat sambil duduk,tak berani berdiri. Karena setiap Sniper mempertahankan posisinya saat bertugas .


Tak terasa kunjungan presiden Indonesia telah selesai.


Bayu merapikan persenjataannya ,ia melepas di setiap bagian senapan tersebut,lalu di masukkan dalam tas.


" Akhirnya....Selesai juga tugas.."


" Pulang kerumah,ngajarin Xiang,makan bersama terus tidur bersama.." ucap Bayu dalam hati.


Setelah selesai merapikan peralatan. Bayu bergegas pergi dari gedung tersebut berkumpul bersama rekan - rekannya.


---***---


Indonesia.


Nampak 6 orang berkumpul di meja. Di depan mereka ada beberapa minuman alkohol.


" Misi kita berjalan sukes.." ucap pria 1.


" Yo' i bro..." ucap Pria 2


" Kan sudah gue bilang...Gajah yang besar bisa mati bila di keroyok..."


" Dan ini baru di mulai..."


" Satu persatu keluarga dia kita habisin.." ucap Pria 3.


" Tapi sepertinya yang 2 istri Bayu itu jarang keluar kota bos.." ucap pria 4.


" Tenang saja...Suatu saat mereka akan keluar kota...Dan kita akan menghabisinya seperti yang kita lakukan tadi.." ucap pria 3 yang merupakan pimpinan kelompok tersebut.


" Dengan begini...Arwah adik gue akan tenang di sana,dan juga arwah bokap gue.."


" Tunggu saja Bayu..."


" Gue akan habisin keluarga lu satu demi satu..." ucap pria ke 3 dalam hati.


" Btw, gue lihat di Cafe tidak ada Bayu..."


" Apa kalian tahu dia ada dimana?" ucap pria 5.


" Mungkin dia sedang ada tugas keluar kota.." ucap pria 1.


Sementara di sisi rumah Bayu.


Bu Intan nampak sedih sekali,air matanya keluar membasahi pipinya. Ia tak menyangka Putri akan meninggalkan dirinya . Tak ada lagi yang tersisa di dalam keluarganya. Suami dan anak ke duanya telah meninggal,kini giliran Putri.


Hana yang berada di rumah Bayu mencoba menghibur ke bu Intan. Ia tahu rasanya di tinggal pergi anak kesayangan,saat ia mendengar berita kematian Bayu,Hana merasa shock dan sedih. Hilang selera makannya. Yang ada di pikirannya hanya Bayu seorang.


Kini istri Bayu hanya tersisa Ayu dan Diana.


Tak hanya Putri saja yang tewas saat kejadian itu. 2 pengawal ikut tewas saat mobil yang di tumpanginya masuk ke dalam jurang setelah di senggol truk.


Polisi masih memburu tersangka,yang hingga kini belum menemukan titik terang. Sebab di saat kejadian hujan turun sangat lebat. Sehingga tak ada yang melihat plat nomor kendaraan tersebut.


----***---


China.


Setwlah Bayu menyelesaikan misinya mengamankan tamu negara. Bayu kembali ke rumah Xiang.


Bayu turun dari mobilnya,lalu pengawal masuk ledslam mobil itu untuk memasukkan mobil itu dalam garasi Mobil.


Bayu melangkahkan kakinya,lalu menghampiri salah satu pelayan yang sedang bekerja.


" * Maaf...Xiang ada di mana?" ucap Bayu.


" Nona Xiang ada di kamarnya tuan.." ucap pelayan.


" * Terima kasih..." ucap Bayu.


Bayu berjalan menuju kamar Xiang.


Sesampai di depan pintu kamar. Bayu membuka pintu kamar tersebut.


Nampak Xiang sedang tertidur di ranjangnya. Bayu berjalan melangkah ke tempat tidur tak lupa menutup pintu.


Sesampai di tempat tidur,Bayu melihat Xiang memakai baju tidur yang transparan,di balik baju tidur itu,Xiang tidak memakai apa - apa. Xiang sengaja berpakaian seperti itu karena Bayu menelpon akan pulang. Lalu Bayu mencium kening Xiang.


Xiang membuka matanya.


" Jam berapa ini sayang...?" ucap Xiang.


"* Baru jam 10 malam.." ucap Bayu.


Xiang segera duduk.


" Apakah tamunya sudah pulang?" ucap Xiang.


"* Sudah...Aku usir dia... " ucap Bayu.


" Bagaimana sayang mengusirnya.." ucap Xiang.


"* Hei kalian orang indonesia. Ngapain kalian datang ke sini..Mengganggu waktuku saja bersama kekasihku..."


" *Cepat pergi dari sini..." ucap Bayu.


" Serius sayang?" ucap Xiang.


" * Tidak ...Aku hanya bercanda.."


"* Aku tidak berani mengusirnya..." ucap Bayu.


Bayu melepas pakaian dinasnya,kemudian mengganti pakaian tidur.


Setelah itu Bayu naik ke tempat tidur.


Xiang mendekati Bayu lalu memeluk Bayu.


Bayu mengusap rambut Xiang.


"* 1 bulan lagi akan ada lomba menembak. Pesertanya dari negara lain..."ucap Bayu.


" Lombanya di mana sayang?" ucap Xiang.


" * Di Malaysa.." ucap Bayu.


" Apakah sayang ikut lomba itu..?" ucap Xiang.


"* Iya... Paman Tang Shin memilihku untuk ikut,karena aku di nilai mampu malaksanakan tugas itu.." ucap Bayu.


" Berapa lama sayang..?" ucap Xiang.


" * Menurut jadwal 7 hari saja.."


Bayu memegang salah satu gunung Xiang,lalu memainkan jarinya.


"* Oh iya.. Aku baca di buku tentang reproduksi,jika cairanku masuk ke dalam lubang sayang.. Sayang akan hamil.."


"* Tapi..Aku lihat sayang tidak hamil?" ucap Bayu.


" Aku pakai obat suntik sayang.."


" Aku tidak mau hamil dulu..." ucap Xiang.


Bayu menari keatas pakaian Xiang lalu mencaplok salah satu gunung Xiang dengan mulut.


Xiang pun dengan senang hati menerima serangan itu,karena dirinya juga ingin di sentuh oleh Bayu.


Serangan Bayu turun ke bawah,Xiang membuka kedua pahanya,agar Bayu dengan leluasa menikmati lubang surgawinya.


" Aaah...Sayang...Heemm enak...Terus sayang..Oouuh.." ucap Xiang menikmati sapuan lidah Bayu.


10 menit kemudian,Bayu puas bermain di lubang Xiang,lalu melepas pakaiannya. Kemudian memasukkan burungnya ke dalam lubang Xiang.


Blesss...


" Aaaah..."


" Ayo sayang....Hajar lubangku ini..." ucap Xiang.


Bayu memaju mundurkan pinggulnya.


2 jam lebih mereka bercinta.


Bayu mengeluarkan cairan laharnya di dalam lubang Xiang. Setelah itu mencabutnya dan membersihkan cairan yang keluar dari lubang Xiang menggunakan tissu.


" Sayang..." ucap Xiang.


" * Iya..." ucap Bayu sambil membuang tissu ke tempat sampah lalu naik ke tempat tidur dan memeluk Xiang.


" Setelah aku lulus nanti,bagaimana kita menikah?" ucap Xiang.


" *Iya sayang...Kenapa gak sekarang saja..?" ucap Bayu.


" Masih lama sayang..."ucap Xiang.


Sejak kehadiran Bayu di rumahnya. Xiang merasakan kebahagian. Dirinya sangat mencintai Bayu,ia rela mengeluarkan uang agar Bayu merasa senang,meskipun Bayu tidak memintanya. Xiang tak khawatir uangnya habis. Sebab warisan keluarganya sangat banyak.


Xiang membelai wajah Bayu.


" Aku mencintaimu.." ucap Xiang.


"* Aku juga mencintaimu.." ucap Bayu.


Bayu menarik selimut,lalu mereka tidur berpelukan tanpa memakai busana.


Siang harinya.


Bayu berada di dalam mobil membaca buku tentang Akutansi sambil menunggu kekasihnya pulang sekolah.


" Kenapa aku membaca buku ini terasa familiar ya..?"


" Apa aku pernah mempelajari buku ini.." ucap Bayu dalam hati sambil membaca buku tersebut.

__ADS_1


Pintu mobil di samping Bayu terbuka.


Bayu menoleh ke samping,nampak Xiang masuk ke dalam mobil. Lalu pengawal menutup pintu.


Cuup...


Xiang mencium pipi Bayu.


Mobil yang di tumpangi Bayu perlahan berjalan.


Sesampai di rumah.


" Sayang... Kita masak yuk.." ucap Xiang.


" * Ayook.." ucap Bayu.


Mereka pergi ke dapur,Xiang mempersiapkan peralatan,sedangkan Bayu membuat bumbu masakan.


" Sayang bisa membuat kue?" ucap Xiang.


"* Aku belum pernah memasak kue sayang...Kenapa?" ucap Bayu sambil mengiris wortel.


" Tidak apa - apa,aku pikir sayang bisa membuat kue..." ucap Xiang.


" *Sayang mau ulang tahun?" ucap Bayu.


" Masih lama ulang tahunku sayang.." ucap Xiang.


20 menit kemudian.


" * Coba rasakan supnya...Enak atau tidak.." ucap Bayu.


Xiang mengambil sendok ,lalu mengambil kuah sup.Setelah itu meniup - niup kuah itu agar dingin,habis itu ia merasakan kuah sup.


" Pas sayang..." ucap Xiang.


Setelah selesai masak,mereka duduk di kursi makan.


" Aku ada tugas,nanti bantuin ya sayang.." ucap Xiang.


" *Iya sayang.." ucap Bayu.


Setelah selesai makan,mereka berjalan ke arah kamar.


Bayu melihat jam tangannya.


" Sudah waktunya.." ucap Bayu dalam hati.


Sesampai di dalam kamar.


" * Aku sujud dulu ya sayang..." ucap Bayu.


" Iya sayang..." ucap Xiang.


Bayu masuk ke kamar mandi setelah selesai wudhi,ia pun shalat.


Xiang berdiri 3 meter dari Bayu,ia melepas pakaiannya,lalu mengganti pakaian yang biasa di pakai sehari - hari.


Bayu yang melihat hal itu langsung melihat ke bawah.


" Jancook...Malah ganti baju di depanku.." ucap Bayu dalam hati.


Selesai Shalat,Bayu mengajari Xiang mengerjakan tugas sekolahnya.


" * Apa sayang sudah paham?" ucap Bayu setelah mengajarkan cara mengerjakan soal tentang perhitungan.


Xiang menganggukkan kepala.


Bayu mengacak rambut Xiang.


Lalu Bayu teringat kembali wanita yang memakai penutup di wajahnya.


" Dia orang indonesia,dan mengaku ibuku.."


" Aku suka lagu berasal dari indonesia.."


" Apakah dia benar ibuku..?" ucap Bayu dalam hati.


" Lalu yang ini bagaimana sayang?" ucap Xiang.


Bayu tak menjawab ucapan Xiang,ia kepikiran dengan jati dirinya yang sesungguhnya.


Xiang melambaikan tangan di wajah Bayu.


" Sayang..."ucap Xiang


Xiang memegang lengan Bayu.


" Eh...!!!?? Bayu terkejut.


" *Ada apa sayang..?" ucap Bayu.


" Apa yang sayang pikirkan?" ucap Xiang.


" * Aku memikirkan dirimu sayang..."ucap Bayu.


" Aku...? Kenapa sayang memikirkan aku...Kan aku ada di depan sayang.." ucap Xiang.


" * Aku memikirkan,jika mendapat tugas,dan tugas memakan waktu yang lama.."


" * Apakah sayang akan berselingkuh di belakangku?" ucap Bayu berbohong.


" Tidak....Aku tidak akan berselingkuh sayang.." ucap Xiang.


***


Di Markas tempat Bayu bertugas.


Nampak di depan Bayu ada sebuah pistol yang terpisah dari bagian. Ia harus bisa merakit senjata itu dengan cepat dan menembak papan target,di sebelahnya ada rekannya yang memegang stowatch.


" Mulai..." ucap teman Bayu.


Bayu segera mengambil bagian senjata itu ,lalu dengan gerak cepat Bayu merakitnya.


Dooorr....


Dooor...


Dooor...


Dooorr...


Dooorr...


Doorr...


Dooorr...


Doorr...


Peluru melesat ke target dengan poin tertinggi.


"* Berapa detik?" ucap Bayu.


" 20 detik.." ucap rekan Bayu.


Kemudian Bayu membongkar lagi pistol tersebut,dan meletakkan peluru.


" Mulai..." ucap teman Bayu.


Bayu mengambil bagian senjata, Ia mengubah cara dari yang semula,yaitu memasukkan 1 butir peluru saat merakit,selesai merakit memasukkan peluru dalam magazin.,kemudian memasukkan dalam gagang pistol.


Bayu menembak target dengan cepat.


" * Berapa detik?" ucap Bayu.


" 17detik,kamu semakin cepat.. " ucap teman Bayu.


Setelah latihan merakit senjata.


Bayu bersama rekan - rekannya berlatih membebaskan sandera yang di tahan,mereka menggunakan peluru cat.


Lawannya dari rekan Bayu yang lain.


" * Lindungi aku.." ucap Bayu sambil bersembunyi di balik tumpukan barang yang sengaja di pasang.


" Baik..." ucap rekan Bayu.


Bayu segera keluar dari tempat persebunyiannya.


Sebuah peluru cat melesat ke arah tubuh Bayu.


Bayu bergerak kesamping untuk memghindar.


Rekan Bayu berdiri lalu mengarahkan senjatanya ke arah lawan yang sedang menembak Bayu.


Sebuah puluru cat melesat dari arah lain,Bayu yang merasakan ada serangan dari sisi kanan,langsung menghindar dan mengarahkan senjatanya.


Kedua lawan terkena tembakan.


Bayu berguling lalu segera bangkit dan berlari ke arah tempat perlindungan.


" Seandainya saja aku punya kekuatan bisa menembus dinding.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu teringat ia mengantongi cermin. Lalu mengeluarkan cermin tersebut untuk melihat arah depan.


Nampak di cermin ada lawan yang sedang bersembunyi.


" Kena kamu.." ucap Bayu lirih lalu mengarahkan senjata sambil berdiri.


Bayu menekan pelatuk senjata tersebut.


Orang yang bersembunyi terkena tembakan Bayu tepat di kepalanya.


Bayu memberi kode ke rekannya untuk maju,karena sudah aman.


Satu persatu lawannya Bayu di habisi.


Kegiatan mereka di awasi oleh Mayor Jendral Tang Shin.


Tak terasa lawan Bayu terkena tembakan cat semua. Bayu melepas sandera yang berupa boneka yang terikat.


Rekan Bayu memagawasi sekitar,setelah itu mereka kembali ke titik penjemputan.


" Gerakan refleknya sangat bagus..Mampu menghindari tembakan.." ucap Mayor Jendral Tang Shin saat melihat aktifitas Bayu di layar monitornya. Kemudian ia keluar untuk menemui Bayu. Di jalan ia mengambil satu buah batu kerikil.


Setelah sampai,Mayor Jendral Tang Shin mengendap - endap,Lalu melempar batu kerikil ke arah Bayu yang sedang berdiri.


Bayu merasakan ada serangan dari belakang,segera menghindar dan mengarahkan senjatanya ke arah Mayor Jendral Tang Shin dan melepaskan tembakan.


Batu kerikil mengenai rekan Bayu.


" Eh...!!!!??? Bayu terkejut saat melepaskan tembakannya.


" Jancooook...Siapa yang melempar batu itu..." ucap rekan Bayu sambil mengusap kepalanya.


Puluru cat melesat ke kening Jendral Tang Shin.


" * Maaf pak ...Saya tidak sengaja..." ucap Bayu.

__ADS_1


Rekan - rekan Bayu yang melihat ke arah Mayor Jendral Tang Shin segera berdiri tegap dan memberi hormat.


" Kurang ajar,dia berhasil menghindar dan menembakku. Jika dia pegang senjata api,aku langsung tewas tadi itu..." ucap Mayor Jendral Tang Shin dalam hati.


Prok...Prook....Prook...Prokk.


Mayor Jendral Tang Shin menepuk tangannya.


" Bagus..."


" Gerakanmu sangat cepat,mampu menghindari lemparanku." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


Esok harinya.


Bayu berada di kolam air renang,yang dalamnya 4 meter.


Bayu berdiri bersama 4 orang rekannya. Mereka harus bisa membuka gembok di dasar kolam.


" Mulai..." ucap seorang pelatih.


Bayu bersama rekannya segera melompat sambil menarik nafas yang dalam.


Byuurr....


Bayu menyelam ke dasar kolam sambil membawa 20 kunci gembok.


Begitu sampai di dasar kolam,Bayu melihat ada 10 gembok saja,lalu Bayu memasukkan kunci gembok. Namun sayang tidak cocok,Bayu segera mengganti kunci gembok yang lainnya.


Bayu sekuat tenaga menahan nafasnya untuk membuka gembok tersebut.


Keluar gelembung udara dari mulut dan hidung Bayu.


" Jancook...Susah pool...Mana banyak lagi kuncinya" ucap Bayu dalam hati sambil berusaha membuka kunci.


Nafas bayu mulai habis. Dan muncul sosok hantu yang berpakaian tentara.


Bayu yang melihat sosok hantu itu terkejut,dan membuang nafas terakhir.


" Jancoooook ..." ucap Bayu sambil berusaha naik keatas.


Di saat ia berenang ke atas,dirinya bernafas seperti biasa.Seolah - olah berada di luar air.


" Kok aku bisa bernafas di dalam air ya..?" ucap Bayu dalam hati heran sambil menggerakan kaki dan tangan.


Begitu muncul di permukaan.,Bayu mencoba memasukkan tubuhnya lagi ke dalam air,dan bernafas untuk menyakinkan bahwa dirinya tidak berhalusinasi.


" Iya...Aku bisa...." ucap Bayu.


Tak ada gelembung udara yang keluar dari mulut dan hidung Bayu. Seperti ikan berenang di dalam air.


Bayu segera melesat ke bawah untuk membuka gembok.


Satu persatu kunci gembok di coba oleh Bayu.


" Aseek... Aku bisa bernafas di dalam air.." ucap Bayu kesenangan sambil membuka gembok.


Setelah selesai membuka semua gembok,Bayu mengambil gembok tersebut,lalu melesat ke atas.


Bayu meletakkan semua gembok di pinggiran kolam lalu,lalu keluar dari kolam renang.


Ke empat teman Bayu masih berusaha membuka gembok.


Pelatih yang melihat Bayu terkejut,sebab Bayu orang pertama yang berhasil membuka gembok itu dalam waktu tercepat. Tak ada yang bisa melakukannya.


***


Tak terasa waktu cepat berlalu.


Bayu menyiapkan peralatan untuk di bawa ke Malaysa. Bayu berhasil lolos seleksi dalam pengiriman peserta lomba bersama rekan - rekannya.


" Sayang...Nanti kalau pulang,bawakan aku oleh oleh ya..." ucap Xiang .


"* Siap sayang..." ucap Bayu.


Tak lama kemudian,Bayu dan Xiang berada di depan pintu.


Bayu mencium kening Xiang.


" * Aku berangkat dulu.." ucap Bayu.


" Iya sayang..." ucap Xiang.


Bayu berjalan ke mobil yang pintunya sudah terbuka lalu masuk ke dalam mobil.


Pengawal menutup pintu mobil. Bayu menurunkan kaca mobilnya,lalu melambaikan tangan.


Xiang membalas melambaikan tangannya.


---***---


MALAYSA.


Negara yang berbatasan langsung dengan negara Indonesia.


Bayu bersama teman - teman tiba di Malaysa malam hari.


Nampak rombongan Bayu berjalan sambil menarik tas yang ada rodanya.


Bayu melihat papan reklame yang terpasang.


" Bahasanya mirip seperti indonesia.." ucap Bayu dalam hati.


Setelah sampai di luar,mereka naik bis yang sudah daritadi menunggu.


40 menit kemudian,mereka tiba di sebuah hotel.


Bayu sekamar dengan temannya bernama Lien Wang.


" Di sini enak ya..." ucap Lien Wang.


" * Enak kenapa?" ucap Bayu.


" Tidak ada saljunya...Jadi tidak kedinginan.." ucap Lien Wang.


Bayu membuka jendela,lalu melihat ke luar.


Nampak pemandangan yang sangat indah di pandang mata.


" Iya...Gak ada saljunya...Pantesan aja aku lihat sepanjang perjalanan gak ada salju." ucap Bayu dalam hati.


***


Pukul 4.30.


Mesjid - mesjid di sekitar hotel tempat Bayu menginap menyalakan murotal Al Qur'an. Di dekat Hotel Bayu menginap,menyetel surah Ar Rahman.


Bayu yang terlelap dalam mimpi indahnya mendengar sesuatu yang tak pernah ia dengar selama ia berada di china. Kemudian ia membuka matanya untuk memastikan suara itu.


" Suara ini..." gumam Bayu.


Bayu segera bangun,lalu berjalan ke arah jendela.Setelah sampai,ia membuka jendela tersebut.


Suara lantunan surah Ar Rahman terdengar jelas di telinga Bayu.


" Kenapa di sini ada suara itu..."


" Terus...Siapa yang menyalakan suara itu.." ucap Bayu penasaran.


Bayu menutup kembali dan segera mengganti pakaiannya pakaiannya. Bayu memakai kaos bercorak militer dan celana panjang militernya. Tak lupas paspor ia bawa buat jaga - jaga. Lalu memakai sepatu dinasnya. Begitu persiapan selesai,Bayu menghampiri temannya.


" *Banguun..." ucap Bayu sambil menggoyangkan lengan Lien Wang.


Lien Wang membuka matanya.


" Ada apa? Apakah sudah pagi?" ucap Lien Sang.


" * Iya...Sudah pagi...Aku keluar dulu ya..?" ucap Bayu.


" Mau kemana?" ucap Lien Wang.


"* Mau menghampiri asal suara itu...Aku penasaran sekali.." ucap Bayu.


" Jangan jauh - jauh...Nanti kamu ke sasar.." ucap Lien Wang.


" * Gampang...Nanti aku tanya sama polisi saja...Aku keluar dulu.." ucap Bayu.


Bayu segera keluar kamarnya menuju asal suara tersebut.


Begitu sampai di luar hotel,Bayu melihat jalanan masih sepi,hanya terdengar suara lantunan ayat - ayat suci Al Qur'an di sepanjang mesjid


" Kenapa suara ini begitu sangat familiar di telingaku..." ucap Bayu dalam hati sambil berlari menuju asal suara yang ia dengar.


Tak lama kemudian,Bayu telah tiba di sebuah bangunan yang menyalakan suara tersebut.


Bayu melihat plang nama di pagar.


" Mesjid???"


Bayu berjalan ke arah mesjid sambil waspada. Karena dirinya berada di negeri orang.


Nampak seorang pria memakai peci berjalan hendak masuk ke dalam.


" Aku pakai bahasa indonesia sajalah...Jika pakai bahasa china,mereka tidak akan paham" ucap Bayu dalam hati sambil berjalan cepat ke arah pria itu.


(Note: Maaf..Author tidak pandai bahasa melayu,jadi memakai bahasa indonesia saja dalam percakapan ini.)


" Pak...Tungguuu..." ucap Bayu.


Pria itu lantas menghentikan langkahnya lalu melihat ke arah Bayu.


Ia melihat seorang pemuda memakai pakaian khas militer,dan memakai sepatu.


" Maaf...Sepatu anda tolong di lepas.. " ucap pria itu yang umurnya 40 an tahun.


" Iya pak...Maaf...Tolong jangan masuk dulu,saya memiliki banyak pertanyaan untuk anda.." ucap Bayu.


" Baiklah...Saya akan tunggu" ucap pria itu.


Bayu berjalan ke arah anak tangga,lalu melepas sepatunya,selesai melepas. Bayu menghampiri pria itu lagi.


" Maaf pak...Nama saya Jiang dari negara China..."


" Saya mau tanya,ini suara apa? Sebab di negara saya tidak ada suara semacam ini" ucap Bayu.


" Itu adalah lantunan ayat suci Al Qur'an..." ucap pria itu.


" Al Qur'an..?" ucap Bayu.


"Iya...Mari sini saya nak tunjukkan pada anda.." ucap pria itu.


Bayu berjalan mengikuti pria itu.


Sesampainya di tempat penyimpanan Al Qur'an. Pria itu mengambil lalu menunjukkan Al Qur'an itu pada Bayu.


" Inilah Al Qur'an itu...Kitab suci umat islam.." ucap pria itu.


" Serius pak..?" ucap Bayu tak percaya akan ucapan pria tersebut.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2