SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGANTAR SULIS KE JATI ASIH Bag 1


__ADS_3

Di rumah Bayu.


Nampak rombongan mobil Pejero memasuki halaman rumah Bayu,di belakangnya terdapat mobil yang berbeda,mobil itu di kendarai oleh Vivi.


Mereka turun dari mobil.


Vivi berjalan menghampiri Bayu.


"Bay...Besar banget rumah lu...


"Rumah apa istana ini?" ucap Vivi melihat rumah Bayu yang begitu besar,halamannya sangat luas.


"Kandang manuk Vi..." ucap Bayu.


"Dia siapa Bay?" ucap Lukman.


"Teman sekelas Man.." ucap Bayu.


"Kandang manuk itu apa?" ucap Vivi.


"Kandang burung..." ucap Bimo.


Vivi berkenalan dengan teman - teman Bayu serta Diana.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu saat akan masuk dalam rumah.


"Wa'alaikum salam..." suara bu Intan.


Bu Intan muncul dari dalam.


Bayu dan yang lainnya bersalaman tak lupa cium tangan.


"Saya Vivi tante...Teman sekelas Bayu.." ucap Vivi saat bersalaman dengan bu Intan.


"Ooo...Temannya Bayu yang semalam minta bantuan untuk memgusir hantu itu." ucap bu Intan.


"Iya tante.. " ucap Vivu


"Ku tinggal dulu ya Vi.." ucap Bayu.


"Iya Bay..." ucap Vivi.


"Silahkan duduk nak..." ucap bu Intan.


Vivi dan bu Intan duduk di ruang tamu.


****


Di tempat Bayu berada.


"Niel... Tolong temanin Vivi ya...Kita shalat dulu.." ucap Bayu saat menaiki tangga.


"Siap Bay..." ucap Daniel.


Bayu berjalan bersama Diana ke kamar.


"Kenapa sayang membawa teman sayang ke rumah..." ucap Diana.


"Dia ingin sekali ke sini,dan dia juga tak menyukaiku... Jadi...


"Sayang tenang saja..." ucap Bayu.


Diana membuka pintu kamar.


"Jangan sering - sering ya mas...Aku takut teman - teman sayang berbuat yang tidak - tidak. " ucap Diana.


"Iya sayang...." ucap Bayu.


Bayu lanjut berjalan ke kamar Hinata.


Setelah Bayu dan yang lainnya shalat,Bayu memghampiri Vivi bersama Khalisa dan Diana.


Nampak Daniel sedang memgobrol dengan Vivi.


"Sory Vi...Kita tadi shalat dulu..." ucap Bayu.


" Ya gakpapa Bay..." ucap Vivi.


Vivi melihat ke arah Khalisa dan Diana yang tak memakai jilbab,hanya baju lengan panjang,dan celana panjang saja.


"Lisa cantik banget,pantesan aja Bayu jatuh padanya,tapi...Diana kok duduk nempel di samping Bayu...


"Apa dia istrinya Bayu yang satunya ya..." ucap Vivi dalam hati.


Bayu duduk di sofa menghadap Vivi.Bayu memakai kaos dan sarung.


"Bay..." ucap Vivi.


"Iya..." ucap Bayu tak melihat ke arah Vivi,karena Vivi memakai rok selutut.


"Kata Daniel,kalian satu desa ya.." ucap Vivi.


"Iya...Aku,Daniel,Bimo, dan Lukman..." ucap Bayu.


"Bay...Ternyata dia pandai menggambar seperti kamu,tapi bedanya...Dia gambar kartun...Gambarnya baguuuus banget.." ucap Daniel.


"Ya emang dia pintar memggambar Niel.." ucap Bayu.


"Kamu juga menggambar Bay...?" ucap Vivi.


"Gambaranku gak sebagus punyamu Vi..." ucap Bayu.


"Bayu itu jago memggambar Vi...Mirip banget seperti aslinya... Aku aja pernah di gambar sama dia.. Terus aku pajang di kamarku....


"Sampai orang - orang pengen juga di gambar,tapi Bayu gak meladeni" ucap Daniel.


"Itu bisa memghasilkan duit loh jika gambaran kita bagus dan di sukai banyak orang..." ucap Vivi.


" Kamu menggambar kartun itu kamu jual Vi..?" ucap Bayu.


"Enggak...Gue cuman hobi saja Bay,kadang mamiku mengomeliku karena gue jarang keluar rumah...


"Kalau keluar cuman beli buku gambar sama cemilan doank" ucap Vivi.


"Ooo...Begitu..


"Jarang bergaul dong.." ucap Bayu.


"Jarang Bay... Gak tahu kenapa,gue pengen banget ke rumah kamu....


"Setelah kamu bakar itu hantunya,gak ada lagi suara - suara aneh Bay." ucap Vivi.


"Kamu bisa bakar hantu Bay...?" ucap Daniel.


"Bisa Niel..." ucap Bayu.


"Pakai ajian Tapak geni itu kah..?" ucap Daniel.


"Lain Niel... Aku pakai amalan yang di berikan oleh pak KH. Mustafa dan pak KH. Syukron " ucap Bayu.


"Ooo...Kirain." ucap Daniel.


"Ajian Tapak Geni itu ajian apa Niel ? "ucap Vivi.


"Ajian Tapak Geni itu ajian Tangan Api Vi...Bila lawan tersentuh bisa melepuh.. Karena tanganya sangat panas seperti bara api..." ucap Daniel.


"Emang ada ajian itu? Bukannya itu cerita tahayul ya... Seperti film Angling Darma..." ucap Vivi.


"Bukan cerita tahayul Vi... Gue bisa melakukan itu.." ucap Daniel.


"Serius lu bisa melakukannya?" ucap Vivi tak percaya.


"Ya gue serius...Mau bukti?" ucap Daniel.


"Iya...Coba tunjukkan ke gue.." ucap Vivi.


"Looooh...Kok malah di pamerin..." ucap Bayu dalam hati.


"Bentar...Aku kedalam dulu.." ucap Daniel.


Daniel berdiri lalu berjalan ke arah dapur.


"Mas..." ucap Khalisa.


Bayu menoleh ke Khalisa.


"Opo dek..?" ucap Bayu .


"Mas tahu ajian itu kah?" ucap Khalisa.


"Iya... Mas tahu.." ucap Bayu.


"Apakah mas bisa melakukannya..?" ucap Khalisa.


"Bisa dek..." ucap Bayu.


Daniel datang membawa tempat plastik berisi air.


"Sentuh air ini Vi...


Vivi menyentuh air di dalam gelas.


Daniel membaca mantra,lalu mencelupkan tangannya.


"Perhatikan Vi..." ucap Daniel.


Vivi memperhatikan air tersebut.


Tak lama kemudian,nampak air di dalam tempat plastik itu mengeluarkan uap air,lalu mendidih.


"Eh....!!!??? Vivi dan Khalisa terkejut.


Daniel menarik tangannya,lalu membaca mantra lagi.


"Coba sentuh airnya Vi.." ucap Daniel.


Vivi menyentuh gelas tersebut.


"Eh...!!?? Vivi terkejut saat menyentuh air di dalam gelas.


"Panas...


"Kok bisa gitu Niel..." ucap Vivi.


"Ya bisalah... Itu yang namanya Ajian Tapak Geni.." ucap Daniel.


Khalisa menyentuh air tersebut tersebut,ia merasakan air itu terasa panas.


"Siapa yang mengajarimu Niel?" ucap Vivi.


Bayu langsung memyahutinya


"Dia belajar dari gurunya Vi..."


"Ooooh..Gitu...


"Bisa ajarin gue gak Niel.." ucap Vivi.


"Maaf Vi...Guruku berpesan,ilmu ini hanya boleh aku turunkan pada keturunanku saja.." ucap Daniel.


"Yaaaaaaah.....


"Kirain kamu mau ajari gue..." ucap Vivi.


"Assalam mu'alaikum...." ucap Hinata muncul di pintu bersama Melisa.


"Wa'alaikum salam" ucap Bayu,Khalisa dan Diana.


"Kok bisa mendidih begitu ya Niel..." ucap Vivi.


Hinata dan melisa memghampiri Bayu.Hinata mencium tangan Bayu saat sudah sampai lalu melihat ke arah Vivi.


"Ya bisalah...Namanya juga ghaib Vi..Sama halnya suara yang kamu dengar setiap malam.." ucap Daniel.


Melisa berdiri didekat kursi.


"Shujin....Dia siapa?" ucap Hinata.


"Dia teman sekelas Yomesan..."ucap Bayu.


Hinata duduk di samping Diana.


"Yomesan sudah shalat?" ucap Bayu.


"Kenapa cewek itu memanggil Bayu shujin?" ucap Vivi dalam hati mendengar percakapan Bayu dan Hinata.


"Sudah shujin..." ucap Hinata.


"Kak....Nanti ajari Mel lagi ya...Mel ada PR.." ucap Melisa.


"Iya Mel...


"Ganti baju dulu yomesan..."ucap Bayu.


"Hai..." ucap Hinata lalu berdiri kemudian berjalan bersama Melisa.


"Oh iya Vi... Sudah berapa komik yang kamu buat?" ucap Bayu.


"He...He...He...Gak ada,selesai ku gambar,gue simpan aja Bay...Sampai menumpuk.Kadang mamiku mengomel terus di jual,gara - gara di kamar penuh tumpukan kertas.." ucap Vivi.


"Kenapa gak di buat komik aja,terus bisa kamu jual karyamu...Mayan loh...Apa lagi jika bewarna.."ucap Bayu.


"Betul itu Bay....Apa lagi jika cerita yang kamu buat itu seru..Pasti banyak peminatnya.." ucap Daniel.


"Hemm....


"Gue gak tahu caranya nerbitin Komik


"Kan kamu tahu sendiri,gue di kampus jarang gaul,hanya Sulis aja teman ngobrol gue...Itu pun gue jarang ngobrol " ucap Vivi.


"Iya juga seh...Kamu itu pendiam di kelas..Kalau kamu cowok sudah ku gangguin biar kamu ngomong,sayangnya cewek seh.." ucap Bayu.


"Kenapa sama Sulis kamu sering ngobrol Bay?" ucap Vivi.


"Kan Sulis keluargaku Vi" ucap Bayu.


"Iya juga seh..." ucap Vivi.


Hinata muncul bersama Sulis dan Melisa lalu mereka duduk. Hinata tetap memakai jilbabnya,hanya di dalam kamar saja ia melepaskan jilbab.Hinata duduk di samping Diana.


Vivi memperhatikan Melisa dan Hinata.

__ADS_1


"Bayu bilang istrinya ada 3...Yang mana aja ya mereka... Apa mereka tidak serumah.." ucap Vivi dalam hati penasaran.


"Kak....Setelah kak Bayu shalat nanti,ajarin Mel ya.." ucap Melisa.


"Iya sayang...


"Tenang aja..Emang PR apa seh Mel?" ucap Bayu.


"Fisika kak..." ucap Melisa.


"Oouh...Fisika...


"Oh iya Vi...Coba kamu tanya ke teman - teman,siapa tahu ada yang tahu cara nerbitin komik...Kan mayan tuh" ucap Bayu.


"Gimana ya... Gue itu suka menyendiri Bay...Ini aja gue keluar rumah karena penasaran banget pengen tahu rumahmu..." ucap Vivi.


"Hem....Nanti aku coba tanya sama keluargaku yang lain,siapa tahu mereka ada yang tahu..." ucap Bayu.


"Bay ...Gue pamit undur diri dulu..." ucap Vivi.


"Iya.." ucap Bayu.


Vivi berdiri di ikuti yang lain,kemudian berjalan ke teras.


"Thanks ya Bay...Di bolehin berkunjung kerumahmu..." ucap Vivi.


"Iya.." ucap Bayu.


Vivi berjalan ke parkiran mobil.


"Dia siapa kak?" ucap Melisa.


"Vivi..Teman sekelasku Mel.." ucap Bayu.


"Oooo..." ucap Melisa.


Mobil Vivi melewati depan Bayu.


Tiin....Suara klason dari mobil Vivi.


Setelah mobil Vivi menjauh,Bayu dan yang lainnya masuk ke dalam.


"Kak... Jangan tidur ya...Mel makan dulu,habis itu bantu Mel kerjain PR..." ucap Melisa.


"Iya Mel..." ucap Bayu.


Melisa berjalan ke arah dapur bersama Daniel.


"Mas.." ucap Khalisa.


"Iya dek..." ucap Bayu.


"Mas bisa seperti Daniel kah?" ucap Khalisa.


"Bisa yang gimana dek?" ucap Bayu.


" itu....Ajian Tapak Geni..." ucap Khalisa.


"Ooo...Itu...


"Iya...Mas bisa dek...." ucap Bayu.


---***---


Di rumah Vivi.


Nampak Vivi sedang memggambar di kertas.


Tok...Tok...Tok..


"Vi..." suara ibunya Vivi.


"Masuk aja Ma...Gak di kunci.." ucap Vivi.


Ibu Vivi lantas masuk ke dalam kamar Vivi ,lalu berjalan ke arah Vivi.


"Apakah kamu sudah kerumahnya Bayu.." ucap ibunya Vivi.


Vivi meletakkan pensilnya lalu menoleh ke ibunya" Sudah ma...Rumahnya besar banget seperti istana.."


"Emang di mana seh rumah Bayu itu sayang?" ucap ibunya Vivi.


"Di perumahan Golden Hills ma..." ucap Vivi.


"Ooo...Di situ..


"Gitu dong kamu keluar rumah...Jangan di dalam rumah terus" ucap ibunya Vivi.


***


Malam harinya.


Pukul 21.55.


Bayu bersama ketiga istrinya dan Sulis berada di ruang shalat. Bayu baru selesai memberi tahu bacaan surah pendek,untuk mereka hapalin.


"Yank.. aku mau nanya" ucap Diana.


"Tanya apa yank?" ucap Bayu.


"Kenapa islam itu ada yang NU dan ada yang muhammadiyah?" ucap Diana penasaran.


"NU dan Muhammadiyah itu hanyalah ormas islam sayang..." ucap Bayu.


"Terus kita ini ikut yang mana Shujin?" ucap Hinata.


"Kita ikut madzab imam Syafi'i


"NU dan Muhammadiyah itu berbeda dalam madzhab..


"Contoh saja do'a qunut...Kita pakai qunut,sedangkan muhammadiyah tidak...


"Perbedaan itu tak membuat kita gaduh,karena punya dasar sendiri - sendiri." ucap Bayu.


"Emang...Ada berapa madzhab dalam agama islam yank?" ucap Diana.


"Yang aku tahu ada 4 madzhab.. Pertama Imam Hanafi..Kedua Imam Malik ..Ke tiga Imam Syafi'i dan ke empat Imam Hambali..


"Mereka itu adalah para alim Ulama yang hapal ribuan Hadits...


"Jika ingin mengetahuinya,ada di buku.." ucap Bayu.


Hape Nokia Bayu bergetar pendek.


Bayu mengambil hapenya untuk mengecek.


From Vivi.


Bay....Thanks banget ya.. Sekarang sudah gak ada lagi suara aneh - aneh di rumahku.Aku senang banget,malam ini aku bisa bergadang lagi.


Bayu meletakkan hapenya.


"Dah tengah malam... Besok lagi kita lanjut. " ucap Bayu.


"Siapa yang sms Yank..?" ucap Diana.


"Vivi.. Dia ngucapin terima kasih karena sudah gak ada lagi suara aneh - aneh..kalau gak percaya cek aja..." ucap Bayu lalu menyerahkan hapenya pada Diana.


"Seandainya waktu bisa aku putar kembali.. Aku akan terima Bayu saat Bayu mau menikahiku karena sudah memggauliku.. Mungkin saat ini aku dah menikah dengan Bayu...Tapi sayang aku gak bisa...Untuk pergi jauh darinya pun gak bisa,dia melarangku untuk pergi dari rumah ini " ucap Sulis dalam hati.


Sulis berdiri lalu berjalan ke arah kamarnya.


"Ya Allah...Kenapa hidupku begini...


"Tinggal bersama orang yang aku cintai,tapi orang yang ku cinta tak mencintaiku rasanya sakiiiiiit banget...


Sulis meneteskan air mata sambil berjalan ke arah kamarnya.


"Aku sudah berusaha membuang perasaan ini dan menutupi darinya.." ucap Sulis dalam hati.


Setelah sampai kamar,Sulis melepas jilbabnya.


Lalu duduk di tepi ranjang.


"Semakin lama aku bersamamu,semakin besar rasa cintaku padamu mas..


"Perhatianmu padaku yang membuat aku susah tuk mengubur rasa cintaku...


"Asal kamu tahu saja mas...Cintaku padamu lebih besar dari pada cintaku ke Ahmad.


Sulis mengelap air matanya.Kemudian berebah.


"Ya Allah...Hapuskanlah rasa cintaku pada Bayu..Agar aku bisa bahagia menjalin hubungan dengan Ahmad..." ucap Sulis.


Tak lama kemudian Sulis tertidur.


Pukul 2.55.


Sulis membuka matanya,lalu bangun.Ia melhat jam di dinding setelah itu berjalan ke kamar mandi karena ingin buang air kecil.


Selesai dari kamar mandi,


"Kalau aku tidur lagi,nanti kesiangan..


"Hemmm....


"Shalat tahajud sajalah... Sekali - sekali seperti yang di lakukan Bayu...Siapa tahu aku bisa mengubur perasaaanku padanya ." ucap sulis.


Sulis melakukan shalat tahajud karena pernah di beri tahu pada Bayu,bila menginginkan sesuatu dan cepat di kabulkan do'anya maka shalat tahajud.


Sulis berjalan ke kamar mandi,selesa itu ia memakai mukena lalu berjalan ke arah ruang shalat.


Sulis melihat Bayu sedang berzikir saat dirinya sudah sampai di ruang shalat. Bayu menoleh ke arah Sulis sebentar lalu menundukkan kepalanya lagi.


Sulis mengambil sajadah,kemudian menggelarnya kemudian duduk.


"Tumben Sulis shalat malam... Ada apa ya.." ucap Bayu dalam hati setelah mengetahui siapa orang yang datang di belakangnya.


"Mas...Shalat tahajud itu 2 rakaat ya.." ucap Sulis.


"Iya Lis...Niatnya sudah tahu apa belum" ucap Bayu tanpa menoleh ke Sulis.


"Belum mas..." ucap Sulis.


Bayu membalikkan badan. Bayu memberi tahu niat shalat tahajud.Setelah Sulis bisa memgucapkannya,Bayu membalikkan badan lagi.


Kemudian Sulis shalat sunnah.


"Bay..." Suara Jalu.


"Kalau pakde ngomong masalah kelon gak aku jawab loh.."ucap Bayu dalam hati.


"Aisssh...Kamu ini loh..Padahal jika bahas kelonan itu asik...


"Di tambah... Yang kita ajak kelon orangnya sangat cantik..." suara Jalu.


"Emmoh...Bahas yang lain saja pakde..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu melihat jam tangannya.Kemudian berdiri untuk membangunkan istri dan teman - temannya.


Bayu melihat sekilas wajah Sulis saat sedang wirid,Sulis melihat ke arah Bayu.


Tatapan mata mereka bertemu.Kemudian Bayu tersenyum lalu berjalan ke arah kamar Bimo.


Tok...Tok...Tok...


"Bim..Sahuur Bim...


Tok...Tok...Tok..


"Sahuuuuur.....Biiiim..." ucap Bayu agak nyaring.


"Iyaaa Bay..." suara Bimo.


Bayu lanjut membangunkan yang lain.


"Sahuuurr....Sahurr..." ucap Bayu agak nyaring sambil berjalan.


Tok....ToK..Tok...


"Kang...Saahuuurr...Ayoo tangii (Bangun).."ucap Bayu.


Tok....Tok...Tok...


"Iyoo..Iki aku tangii..."suara Paijo.


Bayu berjalan lagi.


"Sahur sahuuurrr...." ucap Bayu.


Bimo keluar kamar lalu menghampiri Bayu.


"Tumben awakmu bangunin sahur jam setengah empat.." ucap Bimo.


"Ben awakmu iso ngudud akeh..." ucap Bayu.


"Lukman wes di gugah po durung Bay?" ucap Bimo.(Sudah di bangunin apa belum).


"Belum..." ucap Bayu.


Selesai membangunkan semuanya,Bayu berjalan ke arah Sulis.


Nampak Sulis sedang bersujud di sajadah.


"Lis..." ucap Bayu.


Sulis bangun dari sujud,lalu menoleh ke Bayu.


Mukanya basah karena habis menangis.


"Iya mas.." ucap Sulis sambil mengelap air matanya.


Bayu duduk jongkok melihat Sulis yang habis menangis.


"Kenapa kamu menangis?" ucap Bayu.


"Gakpapa mas...Aku hanya kangen sama papaku.." ucap Sulis berbohong.


"Kamu mau bertemu sama papamu?" ucap Bayu.


"Iya mas..." ucap Sulis.

__ADS_1


"Kasihan...Aku juga dulu begitu Lis,kangeen sekali ingin bertemu ayahku meskipun hanya 5 menit saja." ucap Bayu dalam hati.


"Hari Minggu kamu mau ikut gak?" ucap Bayu.


"Kemana mas...?" ucap Sulis.


"Kerumah orang tuamu...." ucap Bayu.


"Aku takut mas..." ucap Sulis.


Bayu memegang pundak Sulis.


"Gak usah takut...Aku akan melindungimu...


"Dah yuk..Kita makan sahuur..." ucap Bayu lalu berdiri.


Sulis melepas mukenanya. Kumudian berdiri dan berjalan bersama Bayu.


***


Di teras rumah.


Nampak Paijo,Lukman,Bimo dan Bayu duduk di teras setelah makan sahur.


"Ilmu yang aku ajarkan,jangan di pamerin ke orang - orang ya...,Anggap saja kalian tidak punya ilmu yang aku ajarkan..Takutnya ada orang yang iri,lalu kalian kenapa - kenapa " ucap Bayu.


"Aku gak ada pamerin ke orang lain Bay...


"Tak pakai buat manasin kopi aja,biar tetap anget.." ucap Lukman.


"Podo...Aku yo ora ono pamer - pamer Bay.." Bimo.


"Syukurlah...Kalau gitu...":


Bayu mengambil rokok sampurna milik Paijo lalu membakarnya..


Huuuuftt.... Asap keluar dari mulut Bayu.


"Posomu full opo ora Bim?" ucap Bayu lalu meminum teh kotaknya.(Puasamu full apa enggak Bim)


"Alhamdulillah aku durung ono pecah( batal) Bay.." ucap Bimo.


"Tahun ini baru kali ini puasaku full Bay.." ucap Paijo.


"Lah...Sak durunge piye kang?" ucap Bayu.(Sebelumnya gimana kang).


"Banyak bolongnya,apa lagi jika banyak pelanggan..." ucap Paijo.


"Aku muleh kampung,mbokku pangling karo aku..Jarene awakku tambah resik lan kuru.." ucap Bimo.(Aku pulang kampung,ibuku pangling sama aku,katanya diriku jadi bersih dan kurus...).


"Lah piye gak resik... Lah wong kowe jarang nang panasan kok.. " ucap Lukman.(Lah gimana gak bersih..lah kamu jarang di panasan kok).


"Coba sak durunge muleh awakmu berjemur Mo...Di jamin mbokmu gak pangling karo kowe.." ucap Bayu. (Coba sebelumnya pulang dirimu berjemur Mo..Di jamin ibumu gak lupa sama kamu).


"Jangkreek..." ucap Bimo.


"20 menit lagi subuh loh..." ucap Bayu.


"Bisa neh sebatang lagi.." ucap Paijo.


Paijo memgambil rokoknya lalu membakarnya.


"Oh iyo Bay...Kok kamu di gendong sama temanmu?" ucap Lukman.


"Kalah adu Panco dia Man..."ucap Bayu.


"Ooo... Ngono...Kok bisa adu panco kamu Bay?" ucap Bimo.


"Dia jengkel sama aku,tiap ketemu tak gojloki (mengejek) terus.." ucap Bayu.


"Owalah...Ngono to..." ucap Bimo.


"Itu ada burung di Gazebo,burungnya siapa?" ucap Bayu.


"Burungku Bay...Apik too.." ucap Lukman.


"Apik...Kok gak bisa ngomong.." ucap Bayu.


"Lah...Kuwi manuk Murai Batu karo Cucak ijo Bay....Mana iso ngomong.." ucap Lukman.


"Lapo gak tuku Beo,opo gak kakaktua man.." ucap Bayu.


"Awakmu pengen manuk kuwi kah Bay..?" ucap Lukman(Dirimu ingin burung itu kah Bay).


"He eh....


Bayu melihat jam tangannya.


"5 menit subuh..." ucap Bayu.


Bayu meminum teh kotaknya hingga habis,lalu meminum air putih. Di ikuti teman - temannya. Kemudian mereka masuk ke dalam rumah untuk shalat Subuh bersama - sama.


---***---


Kampus pagi Hari.


Bayu,Khalisa dan Sulis berjalan ke arah kelas,dari kejauhan,Vivi melihat Bayu lalu berlari.


"BAYUUU..." Teriak Vivi.


Bayu membalikkan badan.


Vivi mendekat ke Bayu,nafasnya terengah - engah,ia meletakkan tangan di tumit.


"Ada apa Vi?


Vivi mengarahkan tangan ke Bayu. Karena masih mengatur nafasnya.


"Makanya...Rajin - rajin olah raga,biar nafasmu gak senin kamis.." ucap Bayu.


Vivi menegapkan badannya.


"He...He...He...Tau aja lu kalau gue jarang olah raga.." ucap Vivi.


"Ya tahu lah...Nafasmu ngos - ngossan gitu.." ucap Bayu.


Bayu berjalan lagi.Vivi mengikuti Bayu hingga sampai di kelas tanpa obrolan.


"Mas..." ucap Khalisa.


"Iya dek..." ucap Bayu.


"Lebaran nanti kita pakai baju kembar yuk.." ucap Khalisa.


"Ayoo...Kapan kita ukur bajunya?" ucap Bayu.


"Di rumah aja mas...Nanti mama yang buat.." ucap Khalisa.


Bu Eva masuk dalam kelas.


"Tumben Alex gak masuk.." ucap Bayu dalam hati tak melihat Alex.


"Assalam mua'laikum warah matullahi wabarakatuuh..." ucap bu Eva.


"Wa'alaikum salam warah matullahi wabarakatuuh..." ucap semua orang.


"Selamat pagi semuanya..." ucap bu Eva.


"Selamat pagi bu..." ucap semua orang.


Bu Eva mulai mengabsen.


Saat nama Alex di sebut.


"Alex izin bu...Orang tuanya sakit.." ucap Gery teman Alex.


"Ada suratnya?" ucap bu Eva.


"Di meja bu.." ucap Gery.


Bu Eva melihat amplop putih di meja,kemudian memgambilnya,lalu di buka. Setelah itu lanjut mengabsen lagi.


"Ooo...Orang tuanya sakit.." ucap Bayu dalam hati.


Setelah jam pelajaran mata kuliah selesai,Bayu memghampiri Gery.


"Ger..." ucap Bayu.


Gery menoleh ke Bayu.


"Ada apa Bay...?" ucap Gery.


"Siapa yang sakit?" ucap Bayu.


"Ibunya Alex Bay.." ucap Gery.


"Sakit apa ibunya Alex?" ucap Bayu.


"Katanya seh ibunya ambruk,lalu di bawa ke rumah sakit... " ucap Gery.


"Oooh...Begitu...Kamu punya nomor hapenya gak Ger..."ucap Bayu.


"Punya...Sebentar...


Gery memgambil hapenya,begitu juga Bayu.


"0812****** " ucap Gery.


"Oke...Suwun yo..." ucap Bayu.


Bayu lalu berjalan menuju kursinya.Ia tak melihat Sulis di tempat.


"Sulis kemana dek?" ucap Bayu.


"Ke perpus mas..." ucap Khalisa.


Bayu menggeser kursinya mendekat ke Khalisa.Lalu duduk.


"Dek..."ucap Bayu.


"Ya mas..." ucap Khalisa.


"Tadi malam Sulis shalat tahajud, setelah itu mas bangunin teman - teman..pas mas samperin Sulis di ruang shalat untuk makan sahur bersama,dia habis menangis.. Mas tanya..


"Kenapa kamu menangis... Dia jawab kangen sama ayahnya.." ucap Bayu.


"Kasihannya...Antarin dia kerumahnya mas.." ucap Khalisa


"Ya mas juga kasihan dek..Seperti mas dulu yang kangen sama ayahku.. Terus hari minggu rencana aku mau antarkan dia ke rumahnya.." ucap Bayu.


"Rumahnya Sulis ada di mana mas?" ucap Khalisa.


"Di desa Jati Asih dek..Tapi mas gak tahu persis lokasinya,hanya nama desanya aja.." ucap Bayu.


"Ooo...Desa Jati asih.." ucap Khalisa.


"Mang adek tahu desa Jati Asih?" ucap Bayu.


"Enggak mas..." ucap Khalisa.


Bayu mengambil hapenya untuk menghubungi Alex.


Tuuuut....Tuuut...Tuuuut...


"Haloo..." suara Alex.


"Haloo juga Lex...Ini aku Bayu.." ucap Bayu.


"Elu Bay...Ada apa?" suara Alex.


"Kamu lagi di mana?" ucap Bayu.


"Gue di rumah sakit Bay..Nyokap gue sakit,ne gue nungguin.." suara Alex.


"Ooo...Gitu...Aku do'ain semoga lekas sembuh..


"Ku pikir kamu gak masuk karena sakit gendong aku..." ucap Bayu.


"Ya kagak lah...Gue kuat gendong lu..Bahkan 10 kali.." suara Alex.


"Ya sudah kalau gitu Lex..." ucap Bayu.


"Ya.." suara Alex.


Bayu mematikan panggilannya.


"Mau ke perpus gak dek?" ucap Bayu.


"Mau mas..." ucap Khalisa.


***


Di perpustakaan.


Bayu dan Khalisa masuk dalam perpus.


Bayu melihat 1 orang pengawal menjaga Sulis yang duduk di depannya.


"Nah..Kalau di jaga kan enak...Gak ada cowok yang berani dekatin Sulis.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu dan Khalisa mengambil buku,setelah itu duduk di dekat Sulis,sang pengawal berdiri lalu pindah tempat.


**Flash back On.


Saat Sulis berjalan keluar kelas,seorang pengawal menghampiri Sulis untuk menjaga Sulis karena mendapat perintah langsung dari Bayu.


Herman melihat Sulis dari kejauhan bersama pengawal tak berani mendekat.


"Sial... Rupanya Bayu tak main - main dengan ancamannya.. Seandainya Bayu tak ikut campur,aku sudah berhasil mendapatkan dia,dan aku akan menikmati tubuhnya Sulis.." ucap Herman dalam hati.


Herman berjalan ke arah Fakultasnya.


*** Flasback Off.


Bayu melihat jam tangannya.


"5 menit lagi masuk...Yuk kita kembali ke kelas.." ucap Bayu.


Bayu,Sulis dan Khalisa berdiri lalu memgembalikan buku.


.

__ADS_1


__ADS_2