
Setelah pesawat yang Bayu tumpangi berada di ketinggian.
Ida tak merasakan takut lagi,lalu ia melihat ke arah jendela pesawat.
Nampak awan putih terhampar luas bagaikan kapas.
Ida menoleh ke Bayu.
" Kak...Awannya kok seperti kapas ya..?" ucap Ida.
" Iya...Emang begitu bentuknya,pertama kali kakak naik pesawatnya heran melihat awan itu dek.." ucap Bayu.
" Oh iya kak.."
" Waktu adek handak di tabrak truck..Kakak ada di mana? Dan mengapa kakak bisa menabrak adek?" ucap Ida.
" Gak jauh dek..Makanya,kalau jalan jangan melamun,terus harus lihat kanan kiri,untuk memastikan gak ada kendaran yang sangat dekat dengan kita.." ucap Bayu.
" Lalu..Kenapa adek pas jatuh,kada merasakan sakit,yang adek rasakan seperti jatuh di kasur. Terus ada kainnya..?" ucap Ida.
" Mati aku...Aku harus jawab apa coba..." ucap Bayu dalam hati.
" Heemm... Itu hanya perasaan adek saja..Kan adek lagi melamun.." ucap Bayu.
" Iya seh..." ucap Ida.
" Syukurlah,dia percaya.." ucap Bayu dalam hati.
" Adek pernah ke Banjar ?" ucap Bayu.
" Pernah.." ucap Ida.
" Ngapain ke Banjar dek?" ucap Bayu.
" Kerumah acil adek.."
" Ke sananya naik bis kak ae..Bukan pesawat.."
" Hemmm..Kenapa di kalung itu namanya Awan kak?" ucap Ida.
" Dulu namaku Bayu Saktiawan Mahendra. Di panggil Bayu.."
" Namun..Putri memanggilku Awan..Lalu ku berganti nama menjadi Muhammad Bayu Samudra..." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..." ucap Ida.
Hingga tak terasa pesawat yang mereka tumpangi tak lama lagi akan sampai.
Tiba - tiba pesawat menurunkan ketinggiannya.
Ida merasakan tubuhnya seperti terhempas.Jantungnya terasa naik.
" EMAAAAAKKK...." teriak Ida spontan.
Bayu menoleh ke Ida.
" Semoga ibunya gak lagi makan..Jika makan bisa kesedakan tuh.." ucap Bayu dalam hati.
Ida menoleh ke Bayu.
" Kak...Kenapa pesawatnya begini...Adek takut.." ucap Ida sambil memegang tangan Bayu.
" Pesawatnya sedang menurunkan ketinggian dek..Jika gak menurunkan ketinggian...Kapan kita turunnya.." ucap Bayu.
Ida menarik tangannya yang berada di lengan Bayu. Kemudian mengomel dengan bahasa daerah yang Bayu tidak mengerti.
Bayu menggeleng - gelengkan kepala melihat Ida mengomel. Sebagian ucapannya,ia paham apa yang di ucapkan,sisanya tidak paham.
" Kak..." ucap Ida setelah mengendumel.
" Iya.." ucap Bayu.
" Setelah adek sampek di rumah kakak,adek akan menjawab pertanyaan kakak.." ucap Ida.
" Iya..." ucap Bayu.
Bayu melihat kearah atas sambil sambil menyederkan kepalanya.
" Seandainya saja waktu bisa aku putar kembali.."
" Tentu aku saat ini masih memiliki 3 istri.."
" Ya Allah...Hapuskanlah ingatanku tentang Ida..."
" Atau gak ingatan Ida di hapus,agar dia tak mengingat diriku.."
Tiba - tiba Bayu teringat Sekar,wanita yang bicra kepada dirinya,meskipun tanpa wujud.
" Mbak Sekar...mbak cantiiiik.." ucap Bayu dalam hati.
" Iya ganteng..Ada apa" suara Sekar.
" Heemm..Mbak bisa gak menghapus ingatanku tentang Ida..." ucap Bayu dalam hati.
" Kenapa kamu mau menghapusnya Bay?" suara Sekar.
"Bayu bingung dan pusing mbak..Ida seperti Putri.."
" Jika melihatnya,Bayu seperti melihat Putri hidup kembali.."
" Ingin rasanya Bayu pergi bersama dia,hidup berdua saja..Tapi.."
" Bayu juga gak tega meninggalkan istri - istriku.." ucap Bayu dalam hati.
" Gak bisa Bay.." suara Sekar.
" Kirain mbak bisa.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu kembali dengan fikirannya mengenai Ida.lalu ia menoleh ke kanan.
__ADS_1
Nampak Ida memegang ponselnya.lalu melihat ke Bayu.
" Boleh di hidupin gak kak?" ucap Ida.
" Boleh..." ucap Bayu.
Ida menghidupkan kembali ponselnya,lalu memfoto dirinya sendiri sambil berpose. Setelah itu memfoto Bayu.
" Buat dia hilang ingatan aja Bay.." suara Jalu.
" Asemm...Jangan kalau itu..Bisa bahaya pakde.."
"Mending pakde aja yang hilang ingatan,agar gak mesum terus.." ucap Bayu dalam hati.
"Diampuut..."suara Jalu.
"Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha....Ha...." suara tawa Sekar.
" Masih lama ya kak?" ucap Ida.
"Sebentar lagi sampai..."ucap Bayu.
Bayu gak tahu apa yang di pikirkan Ida,padahal dirinya sudah memberi tahu bahwa ia memiliki 5 orang istri,tapi kenapa mau ikut ke Jakarta.
" Wanita emang susah di tebak...Asem.." ucap Bayu dalam hati.
" Ya begitulah Bay..Wanita itu penuh misteri... Sampe sekarang aku bingung.." suara Jalu.
" Bingung kenapa pakde..?" ucap Bayu dalam hati.
" Kenapa wanita kalau di tusuk lubang depannya bisa hamil,kalau di belakang enggak..Terus bayi itu keluarnya dari mana.." suara Jalu.
" Lubang depan itu tempat untuk pipis dan jalan keluar bayi pakde...Kalau lubang belakang ya yang keluar cuman telek..." ucap Bayu dalam hati.
" Jadi...Bayi itu lewatnya lubang depan ya" suara Jalu.
" Injih pakde...." ucap Bayu dalam hati.
" Jadi satu dong.." suara Jalu.
" Pisah pakde...Pipis sendiri,keluar sendiri.....: ucap Bayu dalam hati.
" Oalah....Pisah toh..Terjawab sudah misteri itu.." suara Jalu.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya pesawat yang di tumpangi Bayu mendarat di bandara.
Di saat mereka keluar dari bandara.
" Jauh gak kak?" ucap Ida.
" Gak seberapa jauh..." ucap Bayu.
Mereka masuk ke dalam mobil yang telah siap menunggu kedatangan Bayu. Setelab masuk ke dalam mobil,mereka pun meluncur ke perumahan Golden Hills.
Ida melihat ke arah kaca mobil u tuk melihat suasana ibu kota Jakarta.
" Iya...Namanya juga ibu kota.." ucap Bayu.
5 KM sebelum masuk ke perumahan Golden Hills.
Bayu mengambil sampu tangan.
" Maaf ya dek...Adek harus tutup mata pakai ini.." ucap Bayu.
" Kenapa harus tutup mata kak?" ucap Ida.
" Biar gak kaget,sebentar aja.." ucap Bayu lalu menutup mata Ida memakai sapu tangan. Bayu lakukan itu agar Ida gak melihat plang nama perumahan yang ia tempati. Jika melihat,takutnya ada tentara china yang berhasil menemui Ida atau keluarga dan menanyakan keberadaan Bayu.
Ida diam saja saat di tutup matanya oleh Bayu.
Setelah melewati gerbang perumahan.
" Buka penutupnya.." ucap Bayu.
Ida membuka kain yang menutup matanya,lalu melihat ke jendela.
" Belum sampai kak?" ucap Ida.
" Sebentar lagi...gak sampe 5 menit.." ucap Bayu.
Rombongan mobil itu memasuki halaman rumah Bayu.
" Itu rumah kak Bayu?" ucap Ida melihat rumah Bayu yang begitu besar.
" Bukan..Ini rumah milik keluargaku dek..." ucap Bayu.
Mereka pun turun di saat mobil berhenti di teras rumah.
Ida berjalan sambil melihat - lihat. Ia sangat takjub melihat rumah Bayu.
" Ini rumah atau istana kak..Besar banget..." ucap Ida.
" Rumah..Ayo masuk..." ucap Bayu sambil membawa tas milik Ida.
Pengawal yang berjaga di dekat pintu kaget melihat Ida,lalu mengucek matanya.
" Assalam Mu'alaikum..." ucap Bayu saat melewati pintu rumah.
" Wa'alaikum salam...." suara penghuni rumah.
Muncul para istri Bayu,serta pembantu Bayu.
" Non Putri...!!! " ucap bu Yuli
" Bukan bu....Ini Ida..." ucap Bayu.
" Masya Allah...Miriiip.." ucap bu Yuli.
Ida bersalaman ke para istri Bayu.
__ADS_1
Bayu melihat wajah Aisyah seperti menyimpan sesuatu.
" Aku gak akan menceraikanmu Aisyah.." ucap Bayu dalam hati.
" Istri kak Bayu cantik - cantik..." ucap Ida melihat wajah para istrinya Bayu. Sebab saat bertamu ke rumah Ida. Ayu,Diana dan Sulis memakai cadar.
" Non Puut..Eeh..Ida juga cantik." ucap Dewi hampir menyebut Putri.
" Mbak Dewi...Tolong bawa tas ini ke kamar yang dulu di tempati Bimo ya mbak.." ucap Bqyu sambil menyerahkan tas milik Ida.
" Siap mas..." ucap Ida sambil memberi hormat lalu mengambil tas milik Ida dan berjalan menuju kamar.
Bayu menghampiri Ayu,lalu mengambil Imam dalam gendongan Ayu.
Emmuuachh...Emmuuach.. Bayu mencium Imam.
Para Istri Bayu mengajak Ida ke ruang keluarga.
Setelah sampai,mereka pun mengobrol.
" Gimana tadi perjalananmu Da..?" ucap Diana.
" Takut kak ai...Rasanya tuh badan ulun terbang..Kada wani lagi..kapok ulun.." ucap Ida.
" Pakai bahasa indo dek..Ada yang tidak paham bahasa banjar.." ucap Bayu.
" Maaf kak.. Ini aku baru pertama kali naik pesawat..Rasanya jantung ini mau copot. Kapok saya naik pesawat kak.." ucap Ida.
" Tapi sampai juga kan.." ucap Sulis.
" Enggeh kak..." ucap Ida.
Ida menoleh kekanan dan ke kiri seperti mencari sesuatu.
" Cari siapa Da?" ucap Diana.
" Anu...Ibunya kak Bayu kemana kak?" ucap Ida.
" Kerja...Sore baru pulang.."
Bayu melihat jam tangannya.
" Sebentar lagi Dzuhur...Ayo kita ambil air wudhu.." ucap Bayu.
Bqyu menyerahkan Imam ke Ayu. Kemudian Bayu bersama Ida dan istrinya kecuali Ayu dan Diana berjalan ke lantai dua.
Sesampai di depan kamar yang dulu di pakai Bimo.Bayu membuka pintu kamar.
" Ini kamarmu dek...Kita shalatnya di sana.." ucap Bayu sambil menunjuk.
" Enggeh kak..." ucap Ida.
Ida berjalan masuk ke dalam kamar.Dirinya merasa takjub melihat ruangan kamar tidur yang begitu luas,tak seperti di rumahnya. Lalu ia mencoba berebah di kasur.
" Empuk..."
"Ternyata begini ya menjadi orang kaya.."
" Rumahnya bagus,kamar tidurnya luas..." ucap Ida dalam hati.
Tiba - tiba ia ingin buang air kecil,sementara pintu tidak di tutup.
Setelah Ida buang air kecil,ia mendengar suara adzan. Lantas Ida segera wudhu,kemudian mengambil mukena yang bawa dan berjalan ke asal suara adzan.
Saat tiba di ruang shalat,Ida melihat Bayu berdiri mengenakan pakaian muslim sambil adzan.
" Nantilah...Aku akan memberi jawabannya setelah shalat.." ucap Ida dalam hati.
Muncul Sulis,kemudian Aisyah dan Melisa.
Setelah selesai shalat dan berdo'a.
" Kak..." ucap Ida.
" Iya...Ada apa dek?" ucap Bayu.
" Hemm..Adek mau jawab pertanyaan kakak,tapi adek malu.." ucap Ida.
Bayu melihat ke tiga istri.
Ke tiga istrinya segera pergi meninggalkan ruang shalat.
" Tapi ulun sebelumnya minta maaf kak.." ucap Ida setelah ketiga istrinya pergi.
" Minta maaf soal apa?" ucap Bayu.
" Mengenai adek minta ikut ke Jakarta..." ucap Ida.
" Itu gak usah di pikirkan,karena kakak sudah memaafkan sebelum adek minta maaf.Malah sebenarnya jika bisa keluarga adek juga ikut.." ucap Bayu.
" Jawaban adek....
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
__ADS_1