
Sejak kejadian Daniel merasuki di rasuki oleh Laura. Laura kena omelan oleh Hana.Hana menarik Laura menjauh dari kerumunan,lalu mengomelinya habis - habisan. Hana tahu Bayu tidak akan mengusir Laura,sebab Bayu tak akan menyakiti wanita yang menyakiti keluarga maupun sahabatnya. Jika menyakiti,maka Bayu tak akan segan - segan melukai bahkan membunuh.
Esok harinya.
Kampus.
Lukmam,Paijo,Daniel, dan Diana membantu Bayu menyebarkan sketsa wajah pelaku penyerangan di dalam kampus.
Nampak di dalam kelas Lukman.
Lukman berdiri sebelum Dosen mengajar,ia meminta izin lebih dahulu..
" Man teman....Saya punya informasi penting..."
" Bagi yangvmenemukan 3 pria yang ada di kertas ini akan di beri imbalan.." ucap Lukman.
" Apa imbalannya Luk..?" ucap salah satu teman Lukman.
" Uang senilai 10 juta cash.. Bagi yang melihatnya segera hubungi saya,dan pantau orang tersebut hingga kami datang menemui orang itu.." ucap Lukman lalu membagikan kertas yang ada di tangannya.
Di kelas Paijo,Daniel dan Diana pun begitu.
Sementara di kelas Bayu.
Bu Evi baru saja selesai mengabsen.
" Bu..." ucap Bayu sambil mengacungkan tangannya.
" Iya Bayu...Ada apa?" ucap bu Evi.
" Mohon ijin 5 menit saja,saya ada perlu dengan teman - teman..." ucap Bayu.
" Silahkan..." ucap bu Evi.
Bayu maju ke depan.
" Mohon perhatiannya... Saya berdiri di sini hanya ingin membagikan kertas ini.."
" Kertas ini adalah pelaku pengeroyok temanku Bimo..."
" Bagi yang menemukan segera hubungi saya.."
" Saya akan memberikan imbalan sebesar 10 juta...Jika melihat semuanya saya akan berikan 30 juta cash"
" Jika melihat salah satunya,hubungi saya dan pantau terus orang itu...Saya akan menghampiri kalian.."
Bayu membagikan kertas yang ia pegang ke teman - temannya.Lalu menghampiri bu Evi.
" Terima kasih bu...Saya sudah selesai.." ucap Bayu.
Jam istirahat kampus,mereka berkumpul di kantin.
" Gimana...Apa kalian sudah menyebarkannya?" ucap Bayu.
" Sudah..." ucap mereka semua.
" Bagus..."
" Tinggal menunggu saja..." ucap Bayu.
" Salah satu temanku ada yang pernah lihat Bay...Cuman ya itu..Nanti salah orang.." ucap Paijo.
" Siapa temanmu kang?" ucap Bayu.
" Si Nurdin... Salah satunya ia pernah lihat..Dia sering nongkrong di pangkalan ojek.." ucap Paijo.
" Nanti sampeyan samperin lalu foto diam - diam...Kemudian tunjukin ke Bimo..Jika benar,langsung di tahan..Jangan lupa bawa pengawalku kang.." ucap Bayu.
" Siaap..." ucap Paijo.
" Oh iya Bay...Si Laura ada di sini gak?" ucap Daniel.
" Enggak...Dia pergi untuk mencari 3 orang itu.."
" Kenapa kamu nyariin Laura Niel?" ucap Bayu.
" Gakpapa..." ucap Daniel.
" Kamu mau jadi cewek lagi Niel..?" ucap Diana.
" Ogaaah....."
" Aku takut si Laura tiba - tiba masuk lagi dalam tubuhku,lalu memakai pakaian cewek..."
" Isin (malu)aku .." ucap Daniel.
" Kan bagus Niel jika Laura masuk dalam tubuhmu....Kamu jadi cantik.." ucap Diana.
Huaha...Ha...Ha...Ha....Ha...Ha..Ha...Ha...Ha..." Tawa Bayu dan yang lainnya.
" Diampuut.....Wassssuuu...." ucap Daniel.
" Terus mangkal di perempatan lampu merah sambil bawa genjrengan..."
" Bang...Eke lagi mangkal Bang..." 🎶
" Bang...Mana sawerannya..." 🎶ucap Lukman.
" Waaassssssuuuu...." ucap Daniel.
Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...
" Aduh...Sakit perutku..." ucap Diana lalu tertawa lagi.
" Puas kalian..." ucap Daniel.
" PUAASSS....." ucap Bayu dan yang lainnya serempak.
" Jangkreeeek...." ucap Daniel.
---***---
Nando.
Nando pulang cepat dari kantornya,ia ingin menemui Clara.
Nando naik mobil sedang merah,lalu meluncur ke kantor Multi Jaya.
Nando dan Clara menjalin hubungan sudah berjalan 10 bulan. Nando memberikan apa saja yang Clara minta.
Namun,semenjak Clara memghianati cintanya. Ia begitu marah besar. Nomornya di blokir,di black list dari apartemen. Timbul niat ingin menculik Clara. Ia tak ingin pria lain memiliki Clara.
"Semoga saja Claraku masih di kantornya.."
Di tengah perjalanan,Nando melihat mobil Clara. Ia pun berhenti.
" Itu kan mobil Clara..."
Nando keluar dari mobil. Lalu melihat Clara membayar ke penjual buah. Stelah itu masuk ke dalam mobil.
Nando segera masuk ke dalam mobil,lalu mengikuti Clara.
Mobil Clara belok ke sebuah rumah sakit.
" Rumah sakit?"
" Apakah dia mengunjungi cowok miskin itu..."
Nando tetap mengikuti dari belakang.
Setelah di parkiran Clara keluar,lalu meluhat ke arah Nando. Nando menunduk agar Clara tak melihat.Kemudian Nando kembali duduk tegap,ia tak melihat Clara.
" Apa dia tahu kalau gue ikuti ya..."
Nando memarkirkan mobil lalu turun dari mobil. Setelah itu berlari cepat menuju pintu masuk.
Setelah sampai di dalam,Nando tak melihat keberadaan Clara.
" Sial....Dia lihat gue..."
" Mending gue pulang sajalah...Percuma mencari...ucap Nando.
Akhirnya Nando pulang kerumah.
" Bagaimana caranya ya gue menculik Clara..."
" Hem...."
Nando berpikir sambil menyetir.
" Oh iya...Gue harus beli cairan clorofom dulu.."
" Setelah itu,gue baru nyusun rencana..." ucap Nando.
Nando mampir ke apotik untuk membeli obat bius. Setelah itu ia pulang kerumah.
Sesampai di rumah.
Nando mengerjakan pekerjaannya lagi,sebab pekerjaan yang di berikan oleh bosnya belum selesai,hingga ia kerjakan di rumah.
Nampak Nando mengetik di laptopnya.
" Ndo...." suara ibunya Ando.
Tok...Tok...Tok...( suara pintu di ketuk).
" Iya ma...." ucap Nando.
" Makan dulu..." suara ibunya Nando.
" Bentar lagi ma...Ini lagi ngerjain tugas..." ucap Nando.
Nando lanjut mengetik lagi.
" Coba aja fileku gak hilang... "
" Pasti sudah rampung ....Sialll..."
" Pacar di rebut orang...File hilang.."
" Orang - orang yang gue suruh juga kalah..."
" Eh....!!
Nando menghentikan mengetiknya.
" Apa gue suruh orang lagi ya buat menculik Clara.. Tapi..."
" Gimana caranya..Gie dah di black list dari apartemen Clara..."
" Hemm....."
Kruucuk....Kruucuk... Krucuk...( suara perut Nando)
" Makan dulu lah,nanti gie pikirin lagi" ucap Nando.
Nando keluar dari kamarnya lalu berjalan ke ruang makan.
" Ndo..." ucap ibunya Nando.
Nando menoleh ke ibunya.
" Iya ma..." ucap Nando.
" Akhir - akhir ini mama lihat,lu sibuk mulu.." ucap ibunya Nando.
" File yang ku buat entah kenapa hilang ma..."
" Padahal sudah di save,terus besoknya harus di serahkan ke atasan.. Tiba - tiba saja tidak ada di laptopku ma..." ucap Nando.
" Kamu mabuk lagi?" ucap ibunya Nando.
" Enggak ma...Aku gak akan minum sambil mengerjakan tugas..." ucap Nando.
" Ya sudah kalau gitu...Makan dulu sana.." ucap ibunya Nando.
Nando lanjut berjalan lagi.
Esok harinya.
__ADS_1
Nando pergi ketempat kerjanya.
Saat Nando mengerjakan tugas.
Tok...Tok...Tok...( suara pintu di ketuk)
" Masuk..." ucap Nando.
Pintu terbuka. Nampak seorang pria membawa berkas.
" Permisi pak...Saya hanya menyerahkan berkas saja.." ucap pria tersebut.
" Iya..." ucap Nando.
Nando menerima berkas tersebut.
" Permisi pak..." ucap pria itu lalu keluar.
Nando memeriksa berkas tersebut.Ada sebuah kertas yang menempel. Di kertas itu memberitahukan bahwa harus kelar dalam waktu 6 hari.
" Bajingan....Ini aja belum kelar...Malah di suruh yang ini lagi.." ucap Nando.
Nando segera menuntaskan pekerjaannya,agar ia bisa melaksanakan rencana untuk menculik Clara.
" Coba saja Fileku tidak hilang,maka tinggal aku copy paste dan merubah sedikit saja..."
" Kalau begini caranya,gue harus ngulang dari awal...."
" Bajingaan..." ucap Nando dalam hati.
Setelah selesai File yang ia buat,Nando segera membuat salinan di flasdishnya. Agar kejadian waktu itu tidak terulang kembali.
Nando melihat jam yang menempel di tembok.
" 20 menit jam istirahat...Keluar sajalah..Makan setelah itu ke Kedai kopi "
" Siapa tahu ada Claraku di sana." ucap Nando.
Nando berdiri dan berjalan keluar.
Setelah Nando makan siang,Nando meluncur ke Kedai Kopi. Sebab Clara penikmat kopi tanpa gula.
Mobil Nando berhenti di parkiran Kedai Kopi lalu turun dari mobil. Nando melihat mobil Clara ada di tempat parkiran.
" Hemmm...Clara ada di sini...Bagus lah..." ucap Nando dalam hati lalu berjalan ke Kedai Kopi.
Saat Nando melihat ke arah Clara yang duduk bersama teman - temannya ada sebuah perbedaan. Ada 2 orang berdiri di dekat Clara memakai pakaian hitam dan kaca mata.
2 orang itu adalah pengawal Bayu.
" Siapa pria itu ya..."
" Hem...Samperin sajalah Claraku..." ucap Nando.
Salah satu pria memakai pakaian hitam menghampiri Nando yang mendekati Clara.
" Maaf...Anda di larang mendekati nona Clara.." ucap pengawal.
" Lu siapa?" ucap Nando tak terima.
" Tolong anda pergi dari sini.." ucap pengawal.
" Kalau gue gak mau" ucap Nando lalu mendekati Clara,namun di tahan oleh pengawal.
" Saya sudah ingatin anda,jika nekat maka kami bisa membawa menyeret anda keluar dari sini." ucap pengawal.
"Lu ngajak ribut..?" ucap Nando.
" Kami hanya di tugaskan untuk menjaga nona Clara,bukan mencari keributan. " ucap pengawal.
" Sial....Rupanya Clara menyewa body guard..." ucap Nando dalam hati.
Nando mundur 2 langkah,lalu merapikan jasnya.
" Sayang...." ucap Nando
Clara tak menjawab,menolehpun tidak.
" Bajingan....Awas pembalasan gue..." ucap Nando dalam hati lalu pergi meninggalkan Clara.
Di dalam mobil,Nando sangat marah sekali,karena tak bisa mendekati Clara.
" Bajingaan..."
Nando memukul stir mobilnya.Lalu ia penasaran,mengapa Clara tiba - tiba memyewa penjaga.
" Apa Clara tahu niat gue ya...?"
" Jika dia menyewa penjaga,otomatis gue harus menyewa 2 orang lagi untuk menculik Clara..."
Sebelumnya,Nando berencana menyewa 2 orang untuk menculik Clara.
Nando melihat Clara bersama teman - temannya dan 2 pengawal keluar dari Cafe.
1 pengawal yang berada di mobil Pajero keluar sambil menenteng senjata laras panjang. Lalu masuk kedalam mobil Clara,2 pengawal yang bersama Clara,masuk ke dalam mobil Pajero.
" Apaaaaa......!!!!??? " ucap Nando terkejut melihat pria membawa senjata laras panjang masuk ke dalam mobil Clara.
" Ba...Ba...Bagaimana bisa orang yang bawa senapan masuk ke dalam mobil Clara.."
Mobil Clara dan Pajero berjalan menjauhi Kedai Kopi.
" Apakah Clara meminta pertolongan polisi..?"
" Gawaat...Sepertinya rencanaku gagal jika Clara di jaga oleh polisi yang membawa senapan..." ucap Nando.
Nando menjalankan mobilnya menuju kerjaannya.
---***---
Rumah Bayu.
Pukul 17.10.
Bayu duduk selonjoran karena habis berlatih bela diri.Pakaiannya berkeringat.
" Assalam mu'alaikum kang..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam Bay...Aku sudah memfoto dan memvideo orangnya,terus memberikan ke Bimo. Bimo bilang bukan...Orang hampir mirip,tapi bukan orang itu.." suara Paijo.
" Yo wes..Pulang aja kang,nanti di lanjut lagi.." ucap Bayu.
" Iyo Bay..Assalam mu'alaikum.." suara Paijo.
" Wa'alaikum salam...." ucap Bayu.
Diana datang menghampiri Bayu.
" Assalam mu'alaikum sayang.." ucap Diana lalu mencium tangan Bayu.
" Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap Bayu.
" Hem...Sayang punya duit 7 Milyar gak?" ucap Diana.
" Hemm.....Gak punya...Buat apa duit 7 milyar yank?" ucap Bayu.
" Buat beli tanah sayang...Totalnya 7,6 Milyar.."
" Aku hanya punya 700 juta aja.." ucap Diana.
" Jual aja emasnya yank.." ucap Bayu.
" Jangan sayang...."
" Heeemmmm....Aku mau minta ke kakek yank...Gimana?" ucap Diana.
" Jangan..."
" Itu jumlahnya gak sedikit..."
" Kalau pinjam gimana?" ucap Diana.
" Kalau pinjam...."
Nampak Bayu berpikir.
" Begini saja..."
" Nanti aku akan datang kerumah kakek membawa emas,terus aku jual ke kakek..."
" Setelah ada uang untuk membeli emas yang kita jual,baru kita beli lagi..."
" Jadi emas itu tetap ada di keluarga kita.." ucap Bayu.
" Terus...Kenapa sayang waktu itu ngasih ke pondok pesantren secara percuma?" ucap Diana.
" Itu aku amal jariyah sayang... "
" Sayang ingat gak 3 amal perbuatan yang mengalir meskipun kita sudah mati.." ucap Bayu.
" Ingat yank..." ucap Diana.
" Itulah salah satunya.. Jika aku atau sayang meninggal... Amal perbuatan baik kita tetap mengalir..Insya Allah... Asal tidak ria.." ucap Bayu.
" Jika kakek gak mau terima gimana?" ucap Diana.
" Ya mau gak mau kita jual aja ke luar..."
" Sebentar..Aku mau nelpon kakek dulu.."
Bayu mencari kontak mbah buyutnya,setelah ketemu,Bayu menekan panggilan.
Tuuut....Tuuut...Tuuut...
" Assalam mu'alaikum Bayu.." suara kakek Zhang.
" Wa'alaikum salam mbah...Sibuk gak mbah?" ucap Bayu.
" Ini lagi dalam perjalanan pulang... Lemes Bay....Kakek gak bisa mikir di rapat tadi.." suara kakek Zhang.
" Semangat mbah... Tinggal beberapa hari lagi loh..." ucap Bayu.
" Iya Bayu..." suara kakek Zhang.
" Oh iya mbah...Setelah Isya' Bayu mau kerumah mbah...Mbah ada di rumah gak?" ucap Bayu.
" Hem...Bentar Bay...Kakek lihat catatan dulu.."
" Iya...Kakek di rumah...Datang aja kalau mau kerumah.." suara kakek Zhang.
" Iya mbah...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." suara kakek Zhang.
Bayu mematikan panggilan lalu melihat ke Diana.
" Setelah Isya' aku kerumah mbah..." ucap Bayu.
***
Rumah Zhang.
Mobil yang di tumpangi Bayu berhenti dibteras depan rumah. Bayu keluar sambil menenteng tas berisi emas batangan. Lalu berjalan ke pintu masuk.
4 orang pengawal sedikit membungkuk saat Bayu lewat.
" Assalam mu'alaikum...Mbaah..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam....Duduk dulu Bay..." suara Zhang.
Bayu meletakkan tas di lantai lalu duduk.
5 menit kemudian Zhang Yong Han muncul. Lalu bersalaman,Bayu mencium punggung tangan kakek Zhang. Lalu mereka duduk.
" Ada apa Bayu...?" ucap kakek Zhang.
" Begini mbah,sebelumnya Bayu minta maaf jika Bayu ganggu..." ucap Bayu.
" Gak ganggu kok.." ucap kakek Zhang.
__ADS_1
" Bayu ingin..."
Bayu mengeluarkan semua emas batangan yang ada di dalam tas lalu di letakkan di meja.
" Menjual emas ini ke mbah...Buat beli tanah di samping Cafe..." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..." ucap kakek Zhang.
" Mbah mau beli...?" ucap Bayu.
" Mau di jual berapa?" ucap kakek Zhang.
" Murah aja kok mbah...Cuman 6 Milyar..."
" Harga tanah itu 7,6 Milyar. Di tabungan Bayu ada 1,6 Milyar..." ucap Bayu.
" Mahal...Kakek gak mau beli..."
Bayu menekuk wajahnya.
" Kakek akan memberi uang 7,6 Milyar... Emasmu simpan saja..." ucap kakek Zhang.
Bayu melihat ke arah kakek buyutnya.
" Bayu gak minta loh mbah..." ucap Bayu.
" Yang bilang minta siapa?" ucap kakek Zhang.
" Gak ada..." ucap Bayu.
" Jika uang kamu pakai buat bisnis,apalagi untuk membeli lahan agar tempat bisnismu luas,kakek dengan senang hati memberikannya.. Tapi...."
" Bila uang itu buat foya - foya..."
" Maka kakek tidak akan memberikan uang sepeserpun. Dan kakek akan marah..." ucap kakek Zhang.
Tiba - tiba Laura muncul di depan Bayu.
" Bang...." ucap Laura.
" Jancoook...." ucap Bayu spontan.
" Apa Bay? Jancok...!" ucap kakek Zhang.
" Maaf mbah...Itu bukan ke mbah,tapi hantu yang tiba - tiba muncul di depan Bayu ini..." ucap Bayu.
" Oooo....Begitu..."
" Kamu bisa lihat hantu Bay...?" ucap kakek Zhang.
" Bisa mbah..."
" Ada apa Laura?" ucap Bayu.
" Bang....Gue ada lihat salah satunya... Tangannya terdapat luka..." ucap Laura.
" Seriuss?" ucap Bayu. Sebelumnya Bayu memberi tambahan ciri - ciri pelaku ke Laura.
" Gue serius bang...Gue gak sengaja masuk klinik, terus lihat om - om badannya gede..."
" Terus gue lihat wajahnya mirip banget seperti di gambar...Terus gue ikuti sampai di rumahnya.." ucap Laura.
" Kamu bisa ngobrol dengan hantu Bay..?" ucap kakek Zhang.
" Bisa mbah..."
" Oh iya Laura...Tunggu sebentar ya..Aku mau ngobrol sama mbahku dulu.." ucap Bayu.
" Oke...." ucap Laura.
" Gimana mbah...?" ucap Bayu.
" Gimana apanya Bay..?" ucap kakek Zhang.
" Masalah uangnya mbah..." ucap Bayu.
" Hemm....Apakah kamu sudah mendapatkan 3 orang itu Bay..?" ucap kakek Zhang.
" Sudah..Ini Laura memberi tahu Bayu bahwa dia melihat salah satu tersangkanya mbah.." ucap Bayu.
" Seriuss...?" ucap kakek Zhang.
" Serius mbah...Ini Bayu mau kesana untuk mengeceknya.." ucap Bayu.
" Tunggu sebentar dulu Bay...Kakek mau ambil cek dulu..." ucap kakek Zhang.
" Iya mbah..." ucap Bayu.
Zhang Yong Han berdiri lalu berjalan menuju kamarnya.
Bayu mengambil emas batangan,lalu memasukkan lagi ke dalam tas.
" Itu emas bang...?" ucap Laura.
" Iya...Ini tabunganku...Mau ku jual ke mbahku buat beli tanah..." ucap Bayu.
" Boleh minta satu gak bang?" ucap Laura.
" Izin dulu ke istriku,..." ucap Bayu.
" Aiissh..."
" Istri bang Bayu pasti gak bolehin..." ucap Laura.
Zhang Yong Han datang sambil membawa koper,lalu di letakkan di meja,kemudian membukanya.
Bayu melihat kakek buyutnya menulis di sebuah kertas kecil bewarna,lalu di robek kemudian di berikan ke Bayu.
" Ini cek 10 Milyar....Ambillah.." ucap kakek Zhang.
" Banyak banget mbah..." ucap Bayu.
" 100 juta berikan ke keluarga hantu yang memberi tahu lokasi pengeroyok itu,sisanya buat bangun Cafemu.." ucap kakek Zhang.
" Kakek lu baik banget... Terima kasih kakek..."
" Jika gue masih hidup,gue akan memeluk kakek dan menangis.." ucap Laura.
" Laura berterima kasih ke mbah..Jika dia masih hidup,pasti memeluk mbah.." ucap Bayu.
" Iya sama - sama..." ucap kakek Zhang.
Bayu berpamitan lalu pulang kerumah.
Setelah sampai rumah,Bayu menemui Diana.Laura mengikuti Bayu.
" Sayang..." ucap Bayu.
" Gimana sayang?" ucap Diana.
Bayu menyerahkan Cek ke Diana.
" Kakek memberikan itu padaku." ucap Bayu.
Diana melihat cek yang di berikan Bayu.
" Banyak banget yank...?" ucap Diana.
" 100 juta untuk keluarga Laura,sisanya untuk bangun Cafe kita..." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu...Oke..."
" Eh tunggu dulu...Kenapa Laura di beri uang sama kakek?" ucap Diana heran.
" Dia muncul di rumah kakek,lalu memberi tahu lokasi pengeroyok itu.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu...Ini sayang mau ke sana?" ucap Diana.
" Iya...Aku pergi dulu ya sayang..." ucap Bayu.
" Iya...Hati - hati sayang..." ucap Diana.
Bayu pergi bersama para pengawal dan juga Laura menuju salah satu tersangka pengeroyok Bimo.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya rombongan Bayu sampai di sebuah gang.Lalu mereka keluar dari mobil,kemudian berjalan memasuki gang kecil yang muat 2 sepeda motor saja.
" Yang mana Laura?" ucap Bayu.
" Yang itu bang rumahnya..." ucap Laura sambil menunjuk.
Rombongan Bayu berhenti di sebuah rumah. Warga sekitar melihat rombongan Bayu. Mereka mengira rombongan Bayu itu adalah polisi,karena membawa persenjataan lengkap,bagaikan densus anti teror.
2 orang berjalan ke pintu.Salah satunya mengetuk pintu. 4 pengawal mengelilingi rumah tersebut agar tersangka tidak kabur.
Tok....Tok...Tok...
" Siapa.." suara pria.
" Buka pintunya...." ucap pengawal.
" Lu siapa" suara pria.
" Polisi...Jika tidak di buka,maka kami dobrak..." ucap pengawal.
Tak ada jawaban.
" Minggir..." ucap Bayu.
Kedua pengawal minggir.
Mata Bayu menghitam semua lalu menendang pintu sekuat tenaga.
BRAAAAAAAK......Pintu terlepas dari engselnya.
3 pengawal masuk dan memeriksa seluruh ruangan.
Bayu menormalkan lagi matanya.
" Turun atau saya tembak..." suara pengawal berada di dapur.
Tak lama kemudian muncul 3 pengawal sambil membawa seorang pria berbadan kekar tangannya terborgol.
Bayu mengambil hapenya,lalu membuka folder foto. Setelah menemukan foto Bimo,Bayu menunjukkan ke pria badan kekar.
" Apa kamu pernah mengeroyok orang ini?" ucap Bayu.
Pria berbadan kekar melihat ke hape Bayu.
" Tidak..." ucap pria berbadan kekar.
Mata Bayu memerah semua,lalu meninju perut pria berbadan besar sekuat tenaga.
BUUUGGGGHHHH......
Pria berbadan besar langsung tersungkur.
Bayu duduk jongkok sambil memegang rambut pria tersebut.
" Jangan bohong...Kalau kamu bohong...Maka hukumanmu mati..." ucap Bayu.
" I....I...Iya...Saya pernah mengeroyok..." ucap pria tersebut.
Bayu menormalkan lagi matanya.
" Bawa dia..." ucap Bayu.
" Baik boss...." ucap para pengawal.
Rombongan Bayu keluar dari rumah tersebut.
" Laura..." ucap Bayu.
" Iya bang..." ucap Laura.
" Nanti beri tahu alamat rumahmu ya.." ucap Bayu.
" Rumahku jelek bang..." ucap Laura.
" Gakpapa...Yang penting gak kehujanan dan kepanasan..." ucap Bayu.
__ADS_1