
Bayu mengamati surat segel tersebut. Nampak tahun pembuatannya berbeda,yang di miliki Bayu lebih tua daripada milik Harati.
" Ini segel duluan punya kami keluar dari punya ibuk.."
" Apakah ibu ada bermain dengan surat ini?" ucap Bayu.
" Iyaa..." ucap Harati.
Sontak pria di sebelah Harati terkejut.
" Kami bisa saja melapor ke polisi dengan tuduhan menyerobot tanah milik orang lain..."
" Saya punya solusinya,yaitu Damai"
" Sekarang ibu pilih..."
" Damai atau ke pengadilan?" ucap Bayu sambil menatap ke Harati,wanita berusia 50 an tahun.
Putra Haraati tak pecaya akan ucapan ibunya itu,ia curiga pemuda yang datang telah mengguna guna ibunya,lantas ia pun berbicara memakai bahasa daerah kepada ibunya. Sementara Yusuf sudah memfoto surat segel tersebut untuk bukti.
" Jawab saja ucapannya dia.." ucap Bayu lirih..
" Dia ngomong apa ya...? Kalau bahasa inggris,Jepang,Arab aku pasti tahu...Lah ini..." ucap Bayu dalam hati.
" Kamu apakan ibuku...?" ucap pria itu.
" Gak ku apa - apakan..Aku hanya berbicara seperti biasa,dan anda lihat sendiri kan..." ucap Bayu belum selesai bicara namun sudah di potong.
" JANGAN BOHONG...." ucap pria itu marah.
" Kembalikan surat tanah milik kami.."
2 pria dan 2 wanita muncul dari dalam rumah.
" Kami tidak akan menjualnya..." ucap pria itu.
" Bu... Ibu tetap mendapatkan uang bila berdamai sebagai kompensasi..Bila pilih persidangan...Maka ibu tidak mendapatkan sepeserpun.." ucap Bayu.
Bayu segera melihat mata pria yang sedang marah itu untuk menghipnotisnya. Namun pria itu berulang kali mengalihkan wajahnya,sehingga Bayu tidak bisa menghipnotis.
Lalu pria itu berbicara ke orang yang baru muncul memakai bahasa daerah.
" Sialan...Jadi ruwet neh urusannya..." ucap Bayu dalam hati.
" Kamu apakan ibuku?" ucap pria 2.
" Gak aku apa - apakan..." ucap Bayu.
" Kamu siapa dan dari mana?" ucap pria 3.
" Saya Bayu,dari Jogja..."
" Datang kemari mengurus tanah yang kalian akui itu milik tanah kalian..Padahal tanah itu sudah di beli..." ucap Bayu.
Pria 1 lantas mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang memakai bahasa daerah.
" Tanah itu milik kami...Ada surat sertifikatnya.." ucap pria 2.
" Iya saya tahu...Tapi .."
" Lahan itu sudah ada yang punya sebelum ibumu membelinya...Kami mempunyai buktinya.." ucap Bayu.
Setelah pria 1selesai menelepon,lantas pria 1 mendekati Bayu lalu mencengkram kerah baju Bayu.
" Kau apakan ibuku...."
"Cepat jawab....?" ucap pria 1 marah.
" Gak aku apa -apain..." ucap Bayu.
Buuuugggghhh......
Pria 1 memukul wajah Bayu. Akan tetapi Bayu tak merasakan sakit,ia hanya merasa di sentil saja.
Yusuf yang melihat keadaan semakin genting,menjadi takut. Lantas memgambil ponselnya.
" Sial...Aku lawan semua apa enggak ya.."
" Tapi..."
" Ini bukan jawa,tapi kalimantan.." ucap Bayu dalam hati bimbang,sebab ia baru pertama kali ke kalimantan serta ia pernah mendengar cerita mistis dari temannya.
Yusuf diam - diam merekam kejadian tersebut.
" Kalau kamu masih gak mengaku,jangan harap kamu keluar hidup - hidup di Kalimantan ini.." ucap pria 2 mengancam.
" Lepaskan tanganmu..." ucap Bayu.
" Kalau aku gak mau kenapa?" ucap pria 1 sambil melototkan matanya.
" Tolong lepas tanganmu..." ucap Bayu.
" Jawab pertanyaanku dulu bajingan..." ucap pria 1.
Buuuuggghh.... Buuuuugghh....Wajah Bayu kembali di pukul oleh pria 1.
Bayu melayangkan pukulan ke kepala dekat telinga pria 1.
Buuuuuuggghhh.....
Pria 1 mendapat pukulan dari Bayu lantas oleng,lalu jatuh dan tak sadarkan diri.
" Saya sudah minta ke dua kali dan tidak akan meminta ke tiga kali..."ucap Bayu.
Pria 2 melihat pria 1 tersungkur dan tak bergerak lagi menjadi marah,ia pun mengeluarkan sesuatu di balik bajunya lalu menyerang Bayu. Rupanya itu adalah sebuah pisau kecil ( Badik).
Bayu segera menahan tangan pria 2 yang memegang Badik. Lalu Bayu merebut pisau tersebut.
" Kamu mau membunuhku?" ucap Bayu.
Pria 3 lantas menyerang Bayu dengan tangan kosong.
" Hentikan...." suara pria tua.
Bayu menahan serta menghindar pukulan pria 3 lalu menoleh ke asal suara.
Nampak pria tua berjalan mendekati Bayu.
Pria 3 melihat pria tua menghentikan aksinya.
Bayu melepas tangan pria 3.
Pria tua melihat pria 1 terkapar di lantai lalu melihat ke arah Bayu.
Bayu menjatuhkan Badik ke lantai.
" Mengapa ikam membuat keributan di kampung ini?" ucap pria tua.
" Maaf mbah...Saya datang baik - baik..."
" Tapi mereka menyerang saya..." ucap Bayu.
Pria 2 lantas berbicara ke pria tua memakai bahasa daerah,lalu melihat ke Bayu.
Pria tua melihat ke Bayu lalu berbicara memakai bahasa daerah.
" Maaf ...Saya tidak mengerti dengan ucapanmu mbah.." ucap Bayu.
" Kamu bawa bekal..?" ucap pria 3.
" Bekal...?? Bekal apa mbah...Makanan kah?" ucap Bayu.
" Bukan..Kamu punya ilmu apa?" ucap pria 3.
" Ilmuu.???"
" Ada ..Saya ini pernah sekolah..Jadi punya ilmu.." ucap Bayu.
" Bukan itu maksudku..."
" Yang ku maksud itu ilmu seperti santet.." ucap pria 3.
__ADS_1
" Gak punya ..." ucap Bayu sambil menggelengkan kepala.
Pria ke 3 mendekati pria 1 yang pingsan,lantas memeriksa.
" Untung dia bilang ilmu santet...Bukan ilmu yang lainnya.." ucap Bayu dalam hati.
" Siapa namamu...?" ucap 2.
Wanita 1 masuk ke dalam.
" Saya Bayu ...Dari Jogja.." ucap Bayu.
Pria tua berbicara lagi memakai bahasa daerah.
" Ada keperluan apa kamu kemari?" ucap pria 2.
" Lahan milik perusahaan di klaim oleh ibu Harati..."
Wanita 1 kembali muncul lalu menghampiri pria 1 yang pingsan.
" Saya di minta untuk membujuk Harati untuk menjualnya "
" Namun setelah saya lihat surat segel dan pengakuan dari ibu Harati. Surat segel itu lebih muda dari punya kami dan ibu Harati menyerobot tanah milik orang lain.."
Pria tua itu menganggukkan kepala.
" Ibu Harati saya beri pilihan..Damai atau persidangan.... Beliau belum menjawab" ucap Bayu.
" Itu lahan milik kami..." ucap pria 2.
Pria 3 lantas berbicara kepada pria tua.
" Mengapa kamu bisa membuat pingsan adik saya dalam sekali pukul? Apa kamu memiliki ilmu " ucap pria 3.
" Itu mudah sekali...Asal anda tahu letak titik lemah. Anda bisa membuat pingsan orang ."
" Jika kalian mau damai,akan mendapat uang kompensasi..Tapi.."
" Bila tak mau damai.."
" Kami akan membawa kasus ini ke pengadilan,dan kalian tidak akan mendapatkan kompensasi..."ucap Bayu.
Bayu menatap ke pria 2 sambil menggunakan ilmunya.Karena pria 2 menatap ke arah Bayu.
" Kami tidak mau Damai...Itu lahan sudah lama kami punya..Bahkan kami membayar pajak setiap tahun.." ucap pria 2.
Mata pria 2 menghijau lalu kembali normal kembali.
Bayu menatap pria 3.
Mata pria 3 menghijau lalu kembali normal kembali.
" Duduk...Duduk..." ucap pria tua.
Bayu kemudian duduk termasuk ibu Harati.
" Yess...3 orang dalam pengaruhku.." ucap Bayu dalam hati kesenangan. Bayu tidak menguasai secara penuh,jika menguasai secara penuh,maka orang yang ia hipnotis seperti orang linglung dan tatapannya kosong.
Pria 1 lantas tersadar dari pingsannya lalu menatap ke arah kursi tamu.Ia masih merasakan sakit akibat pukulan Bayu yang sangat keras.
Bayu melihat ke arah pria tua.
Sementara itu di luar rumah ada 14 orang pemuda memakai pakaian ormas,sebagian membawa senjata tajam berupa mandau.
" Turutono opo seng tak ucapke.." ucap Bayu.
Pria tua berkata bahasa daerah lagi.
Mata pria tua bewarna hijau lalu kembali normal.Bayu memegang kendali penuh pria tua tersebut. Sebab dia yang paling tua.
" Artekno kang.." ucap Bayu.
" Lahan itu milik anakku...Kami tidak akan menjualnya.." ucap pria 2 .
" Ternyata aku bisa memakai bahasa jawa menyuruh dia.." ucap Bayu dalam hati.
" Wes ngene wae mbah..Jenengan nurut wae omonganku.."
"Sampeyan juga yo kang."
" Lemah niku uculno wae.Ojo di sengketakno yoo.."
" Mampus kalian...Emang kalian aja yang bisa bahasa daerah..Aku juga bisa.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu menoleh ke Yusuf.
" Mana surat pernyataan itu pak..?"
Yusuf mengeluarkan kertas dari tasnya,lalu memberikan ke Bayu.
Bayu menerima lalu melihat ke arah pria tua.
" Apakah mbah setuju melepas tanah itu...Sebab dari awal,lahan itu tidak sah milik kalian..?" ucap Bayu.
Pria tua berkata lalu di terjemahkan pria 2.
" Iya aku setuju..." ucap 2.
" Sampeyan setuju..?" ucap Bayu ke pria 2.
" Iya.." ucap pria 2.
Bayu menoleh ke pria 3.
" Sampeyan setuju..?" ucap Bayu.
" Iya aku setuju." ucap pria 3.
" Ibu Harati...Silahkan tanda tangani surat ini.." ucap Bayu.
" Sebentar pak..Di tempel materai dulu.." ucap Yusuf.
Yusuf menempelkan materai lalu meletakkan pulpen.
Ibu Harati mengambil pulpen.
Bayu mengambil ponselnya lalu merekam.
" Tanda tangan di sini bu..." ucap Yusuf.
Ibu Harati lantas mendata tangani surat tersebut.Yusug memfoto saat ibu Harati tanda tanga .
Lanjut pria tua,lalu pria 2 dan pria 3.
Setelah selesai tanda tangan,Bayu mematikan rekamannya.
" Beres...." ucap Bayu dalam hati.
Bayu menatap pria 1 yang masih terduduk di lantai..Lalu melihat ke arah ibu Harati lagi.
Sementara Yusuf memasukkan Sertifikat tanah milik ibu Harati dan juga surat - surat lainnya.
" Kang...Katakan pada pria yang duduk di lantai itu,bahwa tanah itu resmi milik perusahaan kami.." ucap Bayu.
" Tanah itu telah menjadi milik mereka.." ucap pria 2.
" Eh....!!!??? " pria 1 terkejut. Ia tak menyangka saudaranya berubah sikap pada pemuda asing tersebut. Lalu ia pun berusah berdiri.
" Kamu bungul atau apa haah...?"
Pria 1 berjalan mendekati pria 2.
" Kenapa kamu malah lembek begini.." ucap pria 1.
" Terima kasih atas kerja samanya..."
" Kami pamit undur diri..." ucap Bayu lalu berdiri lalu berjalan. Yusuf mengikuti Bayu.
Di saat Bayu keluar melewati pintu,ia melihat gerombolan pemuda berkumpul.
" Bawa anak buah toh...Aku gak akan takut..." ucap Bayu dalam hati sambil berjalan.
__ADS_1
" Permisi kang...." ucap Bayu saat hendak lewat.
Pemuda yang mengahalangi jalan Bayu memberi jalan.
Bayu dan Yusuf masuk ke dalam mobil lalu pergi.
Sementara pria 1 marah - marah kepada keluarganya,hingga suaranya terdengar oleh gerombolan pemuda yang berkumpul di teras. Tak lama kemudian,pria 1 keluar rumah.
" Mana orangnya?" ucap pemuda 1.
" Bingung aku..." ucap pria 1.
" Bingung kenapa.." ucap pemuda 2.
Pria 1 lantas menceritakan saat Bayu datang hingga Bayu pulang.
Di saat pria 1 bercerita. Bayu menarik kembali ilmunya,hinggq orang yang di dalam rumah tersadar.
" Mana tadi orang itu.." ucap Harati .
" Gak tahu mak..."
" Perasaan tadi ada di sini..." ucap pria 2.
Suara pria 1 terdengar hingga ke dalam rumah. Pria 3 lantas keluar rumah.
" Mana tadi Bayu.." ucap pria 3.
Pria 1 menoleh .
" Sudah pulang..." ucap pria 1.
Lantas pria 1 berbicara memakai bahasa daerah.
Pria 3 lantas terkejut,lalu membantah apa yang di ucapkan pria 1. Setelah itu pria 3 masuk ke dalam rumah dan menceritakan apa yang di ucapkan oleh pria 1.
Setelah pria 3 bercerita. Ibu Harati shock dan gak percaya apa yang di ucapkan oleh pria 3. Lantas ia berdiri dan masuk kedalam kamar untuk memeriksa.
Tak lama kemudian terdengar suara teriakan ibu Harati lalu suara tangisan.
****
Di sisi Bayu.
Saat ini Bayu berada di salah satu pasar di kota Balikapapan.
Nampak Bayu berjalan kaki bersama Yusuf,
" Cempedak itu seperti apa pak?" ucap Bayu.
" Ya seperti nagka pak,tapi kulitnya rata,dan bentuknya tal sebesar nangka." ucap Yusuf.
Bayu melihat buah - buahan di pajang,lalu Bayu datang menghampiri,ia melihat buah - buahan tersebut.
" Yang ini pak Cempedak itu.." ucap Yusuf menunjuk.
Bayu mengambil buah yang di tunjuk lalu memeriksanya.
" Iya...Seperti nangka..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu melihat ke penjual.
" Pak....Ini berapa harganya?" ucap Bayu.
" 10 ribu..." ucap penjual.
" Tolong belahkan pak.." ucap Bayu sambil menyerahkan buah Cempedak.
Penjual itu membelah buah Cempedak lalu memberikan ke Bayu. Bayu duduk jongkok lalu melepas masker dan mengambil buah Cempedak.
" Bismilah,Allahumma bariklana fiima razaktana waqina adzabannar..." ucap Bayu pelan lalu memakan buah Cempedak.
" Eh....!!! Bayu terkejut akan rasa buah itu.
" Enak banget...Mending ini dari pada Durian..."
" Ini pak..Coba makan..."
Yusuf mengambil lalu memakannya.
" Buah Lai ada gak pak.." ucap Bayu.
Yusuf menunjuk arah.
" Itu buah Lai pak..."
" Kalau warna kuning itu belum tentu matang pak.."ucap Yusuf.
" Terus bedakan matang sama enggak itu gimana pak..?" ucap Bayu sambil memakan.
" Di kocak - kocak pak..."
" Kalau kocak,berarti sudah matang.." ucap Yusuf.
" Ooo...Begitu.."
" Gak bisa langsung di makan dong pak.." ucap Bayu.
" Iya...Harus nunggu 3 hari baru bisa di makan.." ucap Yusuf.
" Kira - kira..Aku bisa gak ya bawa ke dalam pesawat.." ucap Bayu.
" Bisa pak..Paling bayar bagasi saja pak.." ucap Yusuf.
" Tolong uruskan ya pak..." ucap Bayu.
" Iya.." ucap Yusuf.
Setelah pergi dari rumah Harati, Yusuf tak percaya apa yang ia lihat. Keluarga yang mempersengketakan Lahan milik perusahaan, dengan mudahnya Bayu atasi,tanpa sepeser uang keluar untuk membayar.
Terdengar suara Adzan berkumandang.
Bayu berdiri,lalu mengeluarkan dompetnya.
" Pak...Cempadak ini saya beli semuanya.."
Bayu menyerahkan uang ke penjual.
" Saya mau shalat dulu..." ucap Bayu
2 Jam kemudian.
Bayu telah selesai membeli buah Cempedak dan buah Lai serta jajanan khas kalimantan.
" Pulang sekarang apa besok pak ?" ucap Yusuf.
" Sekarang saja pak..." ucap Bayu.
Yusuf pun memesan tiket penerbangan menuju Jakarta.
Bayu berjalan ke arah mobil Avanza yang terparkir.
Di saat berjalan,seorang gadis cantik keluar dari dalam pasar berpas - pasan dengan Bayu. Wajahnya mirip dengan Putri.
Bayu melihat wajah gadis tersebut.
" Putriii...." ucap Bayu spontan.
Gadis itu menoleh ke Bayu.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1