SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
GUS SAPI YANG CERAMAH


__ADS_3

Bayu membagi - bagikan daging tersebut kepada warga di bantu keluarganya.


Warga berbondong - bondong datang kerumah Bayu untuk menukarkan kupon dengan daging. Di dalam kupon sudah ada nama penerima.


Muncul 4 mobil pajero warna hitam,lalu berhenti. Orang - orang di dalam mobil keluar.Lalu berjalan ke rumah Hana.


Para pengawal tak membawa senjata laras panjang,hanya pistol saja yang di bawa.


Di saat Bayu membagikan daging,ia melihat pria tua,yang dulu pernah ia lihat sewaktu lemas menjalankan latihan.Akan tetapi rambutnya tak sepanjang dulu,kini rambutnya pendek agar tak menarik perhatian banyak orang.


" Kok dia ada di sini" ucap Bayu dalam hati penasaran.


Pria tua itu mendekati Bayu,lalu memeluk Bayu.Setelah itu melepaskan Bayu.


" * Kenapa anda bisa di sini pak?" ucap Bayu belum sadar jika pria tua itu keluarganya sendiri.Usia pria tua itu di atas kakek Zhang.


" Apakah kamu sudah lupa..?" ucap pria tua itu.


" * Bukan lupa,tapi heran..Mengapa anda bisa ada di sini?" ucap Bayu.


" Kita kan keluarga.." ucap pria tua itu.


Bayu menepuk keningnya.


" * Oh iya...Saya lupa...Maaf kakek...Maaaaf.." Bayu sambil menangkupkan kedua tangannya.


" Tidak apa - apa..Apa yang kamu lakukan?" ucap pria tua itu.


" * Saya sedang membagikan daging sapi kepada tetangga. Karena hari ini adalah hari raya Idul Adha.." ucap Bayu.


" Bayu..Kenapa dindingnya tidak kamu cat sekalian.." ucap Edwin tak jauh dari Bayu.


" Belum sempat paman...Nanti Bayu cat.." ucap Bayu.


" Kamu sudah beli cat apa belum?" ucap Edwin.


" Sudah paman,catnya ada di dalam kamar yang kosong.." ucap Bayu.


Edwin lantas pergi ke dalam rumah lewat pintu samping. Di saat Edwin mengeluarkan cat dan peralatan untuk mengecat,para pria melihat ikut membantu mengeluarkan cat,lalu mengecat tembok luar.


Bayu menyerahkan penerimaan kupon ke pengawal,lalu ikut mengobrol dengan keluarga besarnya.


Bayu duduk bersama kakek Zhang,Kakashi,kakek Naruto,dan pria tua.


" Oh iya Bayu.. Apakah kamu masih ingat dengan pria tua ini?" ucap kakek Zhang memakai bahasa china.


" Ingat..Dan membuat Bayu jengkel mbah.." ucap Bayu.


" Jengkel kenapa?" ucap Kakashi.


" Sudah Bayu kasih tahu,kalau Bayu tidak tahu apa - apa,malah bolak balik nanya..Jengkel tahu mbah,pengen rasanya melakban mulut mbah itu..." ucap Bayu.


" Dia ini hem apa ya..."


" Kalau dalam silsilah itu kakek buyut kakek. Jadi kamu memanggilnya Leluhur. Namanya leluhur Kwang Long Fei Han."ucap kakek Zhang.


"* Leluhur...!!" ucap Bayu.


" Iya leluhur " ucap Kakek Zhang


" * Kapan leluhur datang ?" ucap Bayu.Seba saat acara memancing iti dirinya tak melihat leluhur Kwang bersama keluarga besarnya.


" 4 hari yang lalu,setelah mendapat kabar bahwa kamu kembali ke negaramu.."


" Apakah kamu akan kembali ke China? ucap leluhur Kwang.


" *Tidak leluhur...Bayu tetap di sini.."


" * Oh iya..Kenapa leluhur tidak tinggal di sini saja,daripada tinggal di desa yang sangat susah di jangkau.." ucap Bayu.


" Aku sudah lama tinggal di sana,bahan sebelum perang dunia pertama.." ucap leluhur Kwang.


" Apakah kamu jadi menikahi ke dua wanita itu?" ucap kakek Zhang.


" Insya Allah jadi mbah..."


" Untuk acara pernikahan,Bayu akan memilih di perumahan Golden Hills..." ucap Bayu.


" Kakek akan menghubungi orang tua Aisyah,untuk segera pindah rumah,agar mereka tak memgetahui alamat baru Aisyah.."


" Oh iya..Kakek belum dapat informasi lagi,masih buntu.."


" Sebagian dari mereka yang telah bebas telah pindah..."ucap kakek Zhang .


" Mungkin perlu di pancing mbah..."


" Seperti kita memancing ikan,kita siapkan umpat,maka ikan akan menyambar umpan kita,lalu dapat deh ikan itu. Begitu juga dengan mereka..."


" Bayu akan memancing mereka ,setelah dapat salah satunya,maka akan Bayu hipnotis dia. Agar dia berbicara siapa saja yang terlibat,dan juga di mana tempat persembunyiannya.." ucap Bayu.


" Pintar kamu Bay...Terus siapa umpannya?" ucap kakek Zhang.


" Mbah umpannya.." ucap Bayu.


" Jancook..." ucap kakek Zhang.


' Ha....Ha....Ha...Ha...Ha... Ha... Bayu tertawa.


Muncul Para wanita membawa makanan berupa sop Konro dan Coto makasar.


Bayu melihat wanita cantik yang belum pernah ia lihat,wanita itu juga melihat ke Bayu,pandangan mereka bertemu. Bayu tersenyu lalu melihat ke arah lain.


" Ayoo makan..." ucap seorang wanita yang merupakan bibinya Bayu.


Mereka pun makan bersama - sama.


Bayu melihat para pamannya seperti habis mengecat,karena ada bekas cat menempel.


" Paman Edwin habis ngecat kah?" ucap Bayu.


" Enggak Bay...Aku habis melukis tembokmu.." ucap Edwin.


Bayu segera meluhat dinding samping rumah.


Nampak ada tulisan huruf China 'Sang Penerus'


Lalu ada tulisan huruf Jepang,dan gambar tiang gapura seperti gapura Kuil.


" Juancoook...." ucap Bayu.


"Bagus kan Bay..." ucap Edwin.


Bayu menoleh ke Edwin. Edwin memainkan matanya.


" Bagus paman...Seperti tembok di kota Jakarta penuh coretan." ucap Bayu.


" Itu loh seni Bay.." ucap Akiro.


" Jangkrek...." ucap Bayu.


Ha...Ha....Ha....Ha...Ha... Tawa pria yang mengecat tembok rumah Hana.


" Tahu gitu gak aku kasih tahu tempat catnya...Kalau gini kan aku harus menghapus.." ucap Bayu dalam hati.


Warga desa yang melihat banyak mobil terparkir di jalanan menjadi heran dan penasaran,terutama ada mobil dinas tentara. Lalu mereka melihat salah satu rumah nampak sangat ramai.


Pukul 16.45 mereka pun memutuskan kembali ke Jakarta.


Bayu bersalaman tak lupa cium tangan. Saat berhadapan dengan wanita cantik yang belum ia kenal,wanita itu memeluk Bayu.


"* Tolong lepaskan.." ucap Bayu.


Wanita itu melepaskan Bayu.


" Apakah kamu tidak ingat padaku?" ucap wanita itu.


" * Maaf...Aku lupa.." ucap Bayu.


" Dia itu nenek Mei Juan Lie.." ucap kakek Zhang.


"* Oooo... Nenek...."


" * Tapi kok cantik dan masih kencang begini?" ucap Bayu.


Eheem....Eheeem..... Diana berdehem.


" Sayang sakit tenggorokan.?" ucap Bayu.


" Abi mau nambah lagi?" ucap Diana.


" Nambah...?"ucap Bayu.


Bayu berpikir maksud ucapan Diana.


" Opo arep nambah bojo maneh Bay?" ucap kalek Zhang.


" Jiangkrek..."


" Enggak mi...Cuman heran,ngakunya nenek tapi masih kencang kulitnya.." ucap Bayu.


" Kalau di silsilah ya dia itu tua sayang..." ucap Hana.


" Oh iya...Bayu lupa..." ucap Bayu.


***


Malam harinya.


Bayu bermain bersama kedua anaknya di ruang tamu.


" Nenek itu cantik ya bi?" ucap Diana.


" Nenek ? Nenek siapa?" ucap Diana.


" Yang meluk abi tadi sore.." ucap Diana.


" Cantikan sayanglah..." ucap Bayu.


" Nenek itu mau sayang jadikan istri sayang?" ucap Diana.


" Asem...Sepertinya dia cemburu,padahal aku gak ada meluk dia,dan gak balas pelukannya." ucap Bayu dalam hati.


" Enggaklah,meskioun dia ratu kecantikan sedunia,aku gak akan suka pada dia..." ucap Bayu.


" Kenapa sayang bisa suka sama Xiang dan Aisyah?" ucap Diana.

__ADS_1


" Jangkreek..." ucap Bayu dalam hati.


" Maaf...Aku lupa ingatan.."


" Jika saja aku tidak lupa ingatan,tentu aku menjaga cintaku pada kalian.."


" Jika kalian gak ingin aku menikah dengan Aisyah dan Sulis,lebih baik katakan saja dari sekarang...Agar mereka tak mengharapkanku.." Bayu.


Diana terdiam,tak berani bicara lagi.


Bayu yang melihat Diana diam saja,lantas berdiri,lalu berjalan ke teras rumah tak lupa memgambil teh kotak di meja ruang tamu.


Setelah sampai di teras,Bayu duduk sambil menikmati teh kotak dan rokok surya 12 karena pikirannya pusing. Menghadapi istrinya memgomel.


" Seandainya saja Ayub gak di culik "


" Pasti aku bahagia bersama ke tiga istriku.."


" Putri masih ada.."


" Aku punya 3 anak.." ucap Bayu dalam hati. Kemudian menatap bintang di langit.


Diana berjalan mendekati Bayu.


" Seandainya ada mesin waktu.."


" Pasti aku bisa mencegah Ayub di bawa ke sana,Putri masih hidup sampai sekarang"


" Dan aku..."


" Aku tidak akan menikah lagi.." ucap Bayu.


Diana mendengar ucapan Bayu lalh duduk di belakang Bayu sambil memeluk.


Bayu membuang rokok yang ia pegang.


" Maafin aku sayang... " ucap Diana.


" Iya...Sebelum sayang maaf dah aku maafin kok.." ucap Bayu.


" Aku gak melarang sayang nikah lagi..Mau berapapun sayang mau,gak masalah..Asal jangan melupakanku dan Ayu.." ucap Diana.


" Aku gak akan menikah dengan Sulis dan Aisyah..Aku akan menghubungi Mereka dan meminta maaf.."


" Kemungkinan besar mereka akan depresi,jika tak kuat akan bunuh diri.."


" Sebab waktu itu aku sempat melihat ekspresinya..." ucap Bayu.


" Jangan sayang..."


" Nikahi mereka..."


" Tapi setelah itu sayang jangan menikah lagi.." ucap Diana.


" Baiklah..."


" Aku harap sayang jangan cemburu.."


" Karena ingatanku sudah pulih,aku akan berusaha menjaga cintaku kepada kalian."


" Seperti aku dulu menjaga cintaku hanya kepada Putri..."


Bayu melepaskan tangan Diana,lalu membalikkan badan,setelah itu memegang pipi Diana.


" Aku harap sayang percaya padaku seperti dulu saat masih ada Putri.,." ucap Bayu.


" Iya sayang...Maafkan aku..Aku sempat tidak percaya kepada sayang.Sebab sayang banyak berubah saat lupa ingatan."


" Kini aku percaya kepada sayang.." ucap Diana lalu memeluk Bayu lalu melepaskan pelukannya.


" Aku mau gambar desain plafon rumah,besok tukangnya datang,kalian istirahat siangnya di depan ( rumah pengawal) ya..Soalnya berisik." ucap Bayu.


" Iya sayang..." ucap Diana.


Lantas Bayu memgambil buku dan alat tulis untuk memggambar desain plafon.


***


Pagi hari.


Bayu berdiri di depan tembok yang di cat oleh keluarganya.


" Kalau aku tutup cat butuh banyak cat.."


Bayu berpikir keras,mau di apakan gambar tulisan di tembok. Saat memperhatikan tulisan di tembok,muncul ide membuat pemandangan alam,tinggal menambahkan sentuhan lagi,sehingga tulisan itu menjadi gambar yang ia inginkan.


" Jadikan pemandangan apa hapus ya...Hemmm" ucap Bayu.


" Hapus sajalah...Kalau pemandangan jadi jelek,seperti sekolahan aja..." ucap Bayu


Bayu mengambil peralatan untuk menutup tulisan di temboknya..


Setelah persiapan siap,Bayu segera memggerakn kuas untuk menutup coretan di tembok.


Di saat asik menutup coretan tembok,rombongan Mario cs datang.


" Assalam mu'alaikum pak Bayu.." ucap Mario.


Bayu menoleh.


" Wa'alaikum salam.."


" Ini desainnya pak.."


" Bisa bapak buat seperti ini ?" ucap Bayu sambil menunjukkan desain gambarnya ke Mario.


Mario memperhatikan desain Bayu.


" Bisa pak..." ucap Mario.


" Oke...Monggo sampeyan kerja.."


" Di teras sudah ada makanan , minuman dan rokok" ucap Bayu.


" Siap pak.." ucap Mario.


Mario lantas meninggalkan Bayu.


Bayu lanjut menutup tulisan yang mencoreti temboknya.


Terdengar suara tim Mario cs mengerjakan plafon rumah.


Dak...Dok...Dak...Dok..Dak...Dok..


Kreek...kreeek....Kreeek...Kreek...


Setelah selesai,Bayu duduk di teras,lalu memgambil teh kotak.


" Bismilah.." ucap Bayu saat akan meminum. Dirinya tak puasa,besok baru lanjut puasa. Kemudian ia kepikiran Aisyah,lantas ia pun mengambil ponselnya.


Tuuut....Tuuuut...Tuuut...Tuuut...


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.."


" Kenapa jarang menghubungiku,apakah kamu tak serius denganku?" suara Aisyah.


" Maaf.... Bukannya saya tak serius,tapi di sini saya sibuk sangat.."


Dak...Dok....Dak...Dok...


" Ini saya lagi perbaiki rumah,kemarin keluarga besar datang." ucap Bayu.


" Apa susahnya menelpon...Saya tunggu dari kemarin tak ada menelpon...Jika tak suka lagi pada saya,katakan saja..Hiks..Hiks."


" Saya di sini sangat merindukanmu...Hiks..Hiks.." suara Aisyah.


" Sial...Susah juga kalau rumahnya jauh,kalau dekat aja tinggal aku memghilang,sampai sudah.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu menjauh agar obrolannya tidak di dengar.


"Maafkan saya ya amar... Rumah ibu nampak jelek,jadi aku percantik"


" Agar ya amar senang dan betah di sini.." ucap Bayu.


" Saya nak ingin jumpa degan habib albi.." suara Aisyah.


" Saya mau tanya neh..Apakah ayahmu sudah tahu mengenai Xiang?" ucap Bayu.


" Belum..."


" Saya tak berani bercakap tentang masalah itu..." suara Aisyah.


" Begini ya amar..."


" Aku ingin cerita padamu...Tapi pulsaku hanya sedikit,takut jika belum selesai bercerita,pulsaku habis." ucap Bayu.


" Mau kisah apa ya habib albi..?" suara Aisyah.


" Tentang rahasiaku,mengapa saya bisa ke China lalu lupa ingatan."


" Nanti malam aku akan menelpon untuk memberi tahu,jika sekarang,tidak bisa,sebab ada orang yang sedang memasang plafon di rumah ibuku.." ucap Bayu.


" Kan bisa saja habib albi keluar rumah.." suara Aisyah.


Terdengar suara nada pulsa akan mau habis.


" Pulsaku mau habis ,aku belum isi pulsa..."


Panggilan berakhir.


" Asem...Habis lagi pulsaku.." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke dalam rumah, untuk mengambil kunci sepeda motor legenda serta dompet, Setelah dapat,Bahu segera meluncur ke conter.


Ponsel berdering nada panggil,Bayu menepikan motornya lalu menerima panggilan telpon.


" Hallo...Maaf pulsaku habis,ini lagi di jalan ke conter pulsa.." ucap Bayu.


" Iya mas hati - hati.." suara Sulis.


" Asem...ku pikir Aisyah.." ucap Bayu dalam hati tak melihat dulu siapa yang menelpon.


" Iya Lis.." ucap Bayu lalu mematikan panggilan.

__ADS_1


Bayu melanjutkan lagi perjalanannya.


Setelah sampai di Conter,nampak yang jaga conter seorang wanita cantik memakai jilbab,menatap wajah Bayu yang tak memakai masker karena buru- buru.


" Mbak ada vocer 100 simpati?"


Wanita itu diam tak menjawb,lalu Bayu melambaikan tangan ke wajah wanita itu.


Wanita itu malah memegang tangan Bayu berjabat tangan.


" Mbak...Saya mau isi pulsa...Bukan jabat tangan.." ucap Bayu.


" Eh....!!!! Wanita itu terkejut dan tersadar,lalu melepaskan tangan Bayu.


"Maaf kang...Mau isi pulsa berapa?" ucap wanita itu.


"100 ribu tapi yang vocer...Ada?" ucap Bayu.


" Ada..." ucap wanita itu lantas memgeluarkan kartu vocer dari laci.


" Saya nak beli 500 ribu.Berapa harganya?." ucap Bayu


Wanita itu memberikan kartu vocer yang di minta Bayu.


" 510 ribu kang.." ucap wanita itu.


Bayu mengeluarkan uang dari dompetnya,lalu memberikan ke wanita itu.


" Kembaliannya ambil aja..." ucap Bayu lalu meninggalkan conter tersebut.


Aanita itu memghitung uang yang di berikan Bagu sebwlum Bayu naik sepeda motor. Uang itu ada 600 ribu.


" Banyak betul dia ngasih mana ganteng lagi"


Wanita itu melihat Bayu. Bayu meyalakan motor lalu pergi.


" Sial.... Coba aja dia tulis nomornya,pasti aku kirim sms," ucap wanita itu.


Sesampai di rumah,Bayu naik ke mobil Rubicon untuk menelpon Aisyah.


Setelah mengisi pulsa,Bayupun menelponnya.


Tuuut...Tuuut...


" Maaf pulsaku tadi habis.." ucap Bayu.


" Iya.." suara Aisyah.


" Apakah kamu marah padaku?" ucap Baru.


" Saya nak beri pertanyaan..."


" Kapan habib albi melamar saya..?" suara Aisyah.


" Sebelum saya jawab,apakah kamu mau mendengar sebuah kisah saya?" ucap Bayu.


" Aoakah itu penting?" suara Aisyah.


" Iya sangat penting.." ucap Bayu.


" Baiklah.." suara Aisyah.


" Sebelum saya nikah,saya punya kawan bernama Sulis,lalu saya nikah dengan Putri,Ayu dan Diana.."


" Saya masih berkawan denga Sulis,bahkan dia tinggal di rumahku.." ucap Bayu.


" Kenapa dia tinggal di rumah kau.." suara Aisyah.


" Sebab Sulis sebelumnya non islam,lalu masuk islam tanpa sepengetahuan orang tuanya..."


" Karena sering bersama,timbul rasa suka Sulis padaku. Tapi saya tak bisa menerima dia,"


" Saya bantu dia untuk bertemu dengan orang tuanya. Alhamdulilah berhasil."


" Suatu masa..Sulis telah kawin dengan pria lain,selepas itu dia hamil dan melahirkan sorang anak."


" Tapi sayang..Anaknya di culik oleh orang china,jadi saya putuskan membantu.


" Saya datang ke china untuk mencari anak Sulis,Suami dia juga ikut memcari. Tapi sayang suami dia tewas. Lalu saya pun tertimpa musibah,saya jatuh ke sungai,lalu tak ingat apa - apa"


" Sekarang saya ingat kembali siapa saya sebenar,lalu saya datang kerumah Sulis,rupanya dia masih mencintaiku dan semoat depresi memikirkan anaknya."


" Ke tiga istri saya ssbelumnya setuju jika Sulis menjadi istri ke empat saya sebelum Sulis menikah dengan orang lain."


" Saya ingin menikahimu dan juga Sulis..."


" Apakah kamu mau?" ucap Bayu.


" Iya..Saya mau...Karena saya cinta kamu habib albi...Berapapun istrimu,saya tetap mau...Kapan kawini saya? Jangan siksa saya ddngan harapan palsu" suara Aisyah.


" Bukan harapan palsu,sabar ya...Semua itu butuh proses,tidak secepat membuat mie instan.." ucap Bayu.


" Baiklah.." ucap Aisyah.


Setelah Bayu menelpon Aisyah,ia lanjut menelpon Sulis dan mengatakan apa saja yang ia katakan pada Aisyah.


" Jika dia tahu kalau Ayub itu anak mas , gimana mas?" suara Sulis.


" Jangan beri tahu dulu...Kalau sudah sah,nanti aku beri tahu Lis.."ucap Bayu


" Iya mas..." suara Sulis.


" Kemungkinan kita nikah di rumahku yang di jakarta,agar musuhku tidak tahu" ucap Bayu.


Setelah menelpon Sulis,Bayu lanjut melukis di kamar yang akan di tempati Ayu.



Bayu memandang hasil lukisannya.


" Hemm...Kurang apa ya..?" gumam Bayu.


Anak buah Mario yang bernama Anthonius panggilannya Anton berjalan sambil memegang kayu,lalu ia melihat saat Bayu berdiri dan hasil lukisan Bayu. Ia pun masuk dalam kamar tersebut.


" Uapik tenan bos gambarre.." ucap Anton.


" Jelek pak..." ucap Bayu.


" Apik ngene kok...Aku wae gak iso gambar koyok ngene iki.." ucap Anton.


Tak terasa sudah hari Minggu.


Nanti malam akan ada acara di mesjid,yaitu syukuran desa dan memperingati hari raya idul Adha.


Rumah Hana selesai di beri plafon,dan juga Bayu telah selesai mewarnai tembok,baik luar maupun dalam,dan juga memberi hiasan berupa lukisan Kaligrafi di ruang tamu serta gambar 3D berupa garis dan juga tanaman. Sehingga menghasilkan suatu mahakarya. Sehingga rumah Hana yang dulu hanya berdinding batu bata merah tampa plester,kini menjadi rapi dan sangat bagus. Seperti rumah mewah,meskipun lantainya belum terpasang keramik.


Bayu memandang hasil coretannya di dinding.


Diana menghampiri Bayu sambil menggendong Bintang.


" Bagus bi..."


" Kenapa yang di rumah Jakarta gak abi lukis" ucap Diana.


" Gak sempat.." ucap Bayu.


Hana muncul sambil menggendong Imam.


" Sayang gak ikut gotong royong?" ucap Hana.


" Ikut bu...Ini Bayu mau ke sana.." ucap Bayu.


" Jangan lupa maskernya bi.." ucap Diana.


" Iya mi.." ucap Bayu.


20 menit kemudian.


Bayu telah sampai di lapangan yang akan di jadikan tempat acara menggunakan mobil pick up. Ia melihat para warga sudah berdatangan dan nampak sibuk dengan aktifitasnya sendiri - sendiri.


" Asem...Apa yang mau aku kerjakan.."


Bayu melihat - lihat,apakah ada yang butuh tenaganya,ia melihat mobil datang membawa sound sistem.


" Nah...Itu dia.." ucap Bayu dalam hati lantas menuju mobil tersebut.


Bayu membantu menurunkan salon,lalu mengangkatnya ke samping panggung.


Setelah itu membantu mendirikan tenda.Bayu dengan gesit memasang tenda tersebut.


" Alon - alon wae kang..." ucap pemuda di dekatnya.


" Kalau pelan - pelan,kapan kelarnya kang." ucap Bayu.


" Itu mobilnya siapa" ucap seorang bapak - bapak sambil menunjuk mobil milik ibunya.


Bayu melihat ke arah bapak itu.


" Mobil ibuku pak..." ucap Bayu.


" Boleh pinjam buat ambil kursi.." ucap bapak itu.


" Boleh pak,sekalian tolong keluarin teh kotak sama rokok ya pak..Lalu taruh di panggung itu" ucap Bayu sambil menyerahkan kunci mobil.


" Iyoo.." ucap bapak itu sambil menerima kunci mobil


Bayu memanjat tiang tanpa tangga,lalu menyambut besi untuk sambungan atap.


Perlahan tenda dan panggung berdiri,para warga saling membantu. Tawa canda menghiasi kegiatan tersebut.


Jam 11.15


Bayu bersama warga istirahat sambil menikmati teh Kotak.


" Jenengmu sopo le.." ucap pria dewasa yang tadi meminjam mobil Bayu.


" Bayu pak..." ucap Bayu.


" Aku Kardi..Pak Kardi.." ucap pria itu.


Lantas Bayu berkenalam dengan warga yang ikut gotong royong.


2 orang naik kepanggung,lalu mereka membawa semua gulungan berwarna putih untuk di pasang.


Ketika spanduk itu di pasang.

__ADS_1


"Eh....!!!Bayu terkejut melihat siapa yang akan cerah,ada nama dan gambar penceramah, yakni Ustadz H. Wafiq Syaifuddin. Putra dari pimpinan pondok pesantren saat Bayu mondok. Wafiq sering mengajak Bayu kesawah,mencari belut,ikan. Dan juga mentornya dalam mengahapal Al Qur'an sekaligus membaca Al Qur'an dengan irama.


" Jiangkrek.. Gus Sapi yang ceramah.." ucap Bayu dalam hati.


__ADS_2