SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
BERTEMU DI TAMAN


__ADS_3

Pagi hari.


Pukul 6.20.


Teras rumah.


"Bay... Aku naik motor aja.,soalnya Aku ada perlu nanti" ucap Daniel.


"Iya...Hati - hati Niel.." ucap Bayu


"Yoo..." ucap Daniel.


Daniel berjalan ke arah garasi.


Bayu dan yang lainnya naik ke dalam mobil.


***


Kampus


Bayu bersama Khalisa dan Sulis sudah berada dalam kelas.


Tak lama kemudian dosennya datang.


"Selamat pagi semua..." ucap bu Eva.


"Pagi bu..." ucap semua orang.


Bayu melihat ke arah depan,nampak bu Eva memakai jilbab tanpa cadar.


"Syukurlah dia masih memakai jilbab." ucap Bayu dalam hati.


Bu Eva kembali mengabsen.


"Muhammad Bayu Samudra..." ucap bu Eva saat menyebut nama Bayu.


"Hadir bu..." ucap Bayu.


Bu Eva tak melihat ke arah Bayu.


Selesai mengabsen,ia mulai memgajar seperti biasa.


Bayu melihat ke arah papan tulis tanpa melihat ke arah Dosennya yang sedang berbicara.


Setelah Bayu pulang dari rumah dosennya,ia tak lagi mendapat sms dari bu Eva.


Selesai bue Eva mengajar.


"Kumpulkan tugas yang kemarin aku berikan.." ucap bu Eva.


"Bukumu mana dek?" ucap Bayu.


"Ini mas.." ucap Khalisa sambil menyerahkan.


"Lis..." ucap Bayu.


Sulis menoleh kebelakang sambil menyerahkan bukunya.


Bayu berdiri ,lalu berjalan ke arah meja dosennya. Ia meletakkan buku,Kemudian berjalan ke arah kursinya.


"Bayu..." ucap bu Eva saat Bayu berjalan 3 meter darinya.


Bayu membalikkan badan.


"Iya bu..." ucap Bayu melihat ke arah meja.


"Bawa buku ini ke ruanganku. " ucap bu Eva.


"Baik bu..." ucap Bayu.


Bu Eva berdiri,kemudian berjalan,Bayu mengambil tumpukan buku di atas meja,lalu berjalan ke arah ruang dosen.


"Yen in tawaaang... ono lintang... Cah ayuuu...


Bayu bernyanyi sambil berjalan.


"Aku ngenteni tekamu..." ucap Bayu.


Bu Eva berhenti berjalan lalu menoleh ke arah Bayu.


"Kamu ngolok saya..." ucap bu Eva sambil menatap tajam ke arah Bayu.


"Enggak bu... Saya nyanyi kok ...Emangnya gak boleh saya nyanyi.." ucap Bayu kemudian melewati dosennya.


Bu Eva berjalan di belakang Bayu.


" Marang mego ing angkoso, nimas...


" Sun takokke pawartamu...


Seorang pengawal menghampiri Bayu.


"Bos..." ucap Pengawal.


"Opo pak...?" ucap Bayu.


Bu Eva berhenti di dekat Bayu.


"Non Ayu berkelahi..." ucap pengawal.


"Kok petugas keamanan manggil dia bos ya.."ucap bu Eva dalam hati heran.


"Kok bisa berkelahi.Piye ceritane pak." ucap Bayu.


"Aku gak tahu bos..." ucap pengawal.


Bayu berjalan cepat ke ruang Dosen,


"Maaf... Kenapa bapak manggil Bayu bos?" ucap bu Eva.


"Karena Bayu bos kami..." ucap pengawal.


Bayu datang menghampiri.


"Ayo pak...Antar aku ke sana..." ucap Bayu.


"Siap bos..." ucap pengawal.


Bayu dan pengawal meninggalkan bu Eva.


"Masa seh Bayu bos para pengawal...?" ucap bu Eva tak percaya.


---***---


Di Sekolah Hinata.


Bayu berjalan di dampingi pengawalnya. Saat itu sedang jam istirahat.


Nampak para siswi yang melihat Bayu berjalan nampak terpesona akan ketampanan Bayu,lalu mereka mengikuti Bayu.


"Bay... Aku merasakan banyak lubang surgawi di dekatmu... Ayoo Bay dekatin mereka.." suara Jalu.


"Jangkreek...Emmooh aku.." ucap Bayu dalam hati.


"Aiiissh... Seru loh Bay... Apa lagi jika kamu bermain dengan gadis yang belum berumur 17 tahun... Jepitannya itu loh Bay... Mantap pakai bangeet......" suara Jalu.


Bayu membayangkan bila yang di gauli itu cewek di bawah umur,kemudian membuang pikiran itu jauh - jauh.


"Di mana Ayu pak?" ucap Bayu.


"Ada di ruang BP bos.." ucap pengawal.


"Puasa wooiii.... " ucap Bayu dalam hati.


"Lah...Aku gak puasa kok...


"Coba kamu bayangin Bay...Jika kamu bermain dengan gadis imut.. Belum lagi jepitannya yang bisa bikin merem melek.." suara Jalu.


Bayu tak menjawab ocehan makhluk yang selalu bersuara di telinga kirinya.


Bayu menoleh kebelakang,ia melihat segerombolan siswi mengikuti dirinya,lalu melihat ke arah depan lagi.


"Gimana Bay... Mereka mulus - mulus loh Bay...


"Aku kalau jadi kamu sudah ku bawa ke ranjang tuh...


Bayu menyentil telinga kirinya.


"Diampuut...Sakit Bay...


"Eh....!!!?? Bayu terkejut saat mendengar Jalu kesakitan saat ia menyentil telinga kirinya.


Bayu menyentil kembali telinga kirinya.


"Jancook...Loro(sakit) Bay...Aiisssh... Aku pindah saja deh..." suara Jalu.


"Makanya...Jangan pikiran kotor terus Pakde.." ucap Bayu dalam hati.


"Lah...Hidup itu kan memang begitu,..


Bayu tak mendengar suara Jalu di telinga sebelah kirinya.


"Makan...Tidur....Ngentu...Ya kan..


Bayu menyentil telinga kirinya kembali,namun ia tak mendengar suara Jalu kesakitan.


"Aku dah pindah dari situ Bay..." suara Jalu.


"Diampuut..." ucap Bayu dalam hati.


Saat sudah sampai di depan pintu ruang BP yang pintunya terbuka dan di jaga 4 pengawal.


Tok....Tok...Tok... Bayu mengetuk pintu.


"Permisi..." ucap Bayu.


Nampak Hinata memakai kaos olah raga duduk di kursi berhadapan dengan seorang guru wanita.


Guru tersebut melihat ke arah Bayu.


"Masuk..." ucap guru tersebut.


Bayu berjalan masuk tanpa pengawal.


"Maaf bu... Saya dengar dari teman saya kalau istri saya berkelahi..


"Coba tolong ibu jelaskan kronologinya.." ucap Bayu.


"Tampan sekali suaminya... Aku mau dong jadi suaminya..Aku rela menceraikan suamiku,asal aku jadi madunya.." ucap guru itu dalam hati sambil melihat wajah Bayu.


"Bu...." ucap Bayu.


Bayu melambaikan tangan ke arah guru tersebut karena melihat guru itu terdiam saja.


"Eh...Maaf.. Tadi mas ganteng bilang apa?" ucap guru itu.


BRAAAK..... Hinata menggebrak meja lalu berdiri.


"Jika kamu menggoda suamiku... (Hinata menujuk ke arah guru BP )Aku akan memenggal kepalamu.." ucap Hinata sambil menatap tajam.


Bayu memegang pundak Hinata sambil melihat wajah Hinata.


"Jancook... Punya istri dari seorang Gangster ya begini..." ucap Bayu dalam hati.


"Sabar yomesan...Kalau lagi puasa,gak boleh marah - marah...


Bayu melihat ke arah wajah guru BP sekilas,lalu melihat ke meja.


Nampak guru BP itu ketakutan.


"Sial... Aku gak tahu jika pemuda ini suaminya Ayu.." ucap guru BP dalam hati.


"Coba ibu jelaskan kronologinya,mengapa istri saya berkelahi?" ucap Bayu.


"Ba...Ba...Baik...


"Saat pelajaran olah raga... Seorang murid laki - laki mengerjai Ayu. Ayu tak terima lalu menghajar murid itu hingga tak sadarkan diri." ucap guru BP.


"Mati aku... " ucap Bayu dalam hati.


"Buaha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...


"Istrimu keren Bay.... Kamu gak salah pilih dia.." suara Sekar.


"Keren seh keren...Tapi ini sekolahan mbak...Kalau di luar gak masalah.." ucap Bayu dalam hati.


"Ooo....Begitu...


Bayu melihat ke arah Hinata.


"Yomesan... Jangan di ulangi lagi ya..." ucap Bayu.


"Hai..." ucap Hinata.


"Jika ada yang mengganggumu lagi...Selesaikan di luar sekolah saja,jangan di dalam sekolahan." ucap Bayu.


Hinata menoleh ke arah Bayu.


"Anoo... Kalau di luar sekolah,boleh gak aku bunuh dia Shujin.." ucap Hinata sambil menunjuk guru BP.


Guru BP berkeringat dingin saat mendengar ucapan Hinata.


"Bunuh saja Hinata...Aku mendukungmu..." suara Sekar.


"Jangan sayang....


Bayu menoleh ke arah guru BP.


"Apakah sudah selesai bu?" ucap Bayu .


"Su...Su...Sudah pak.." ucap guru BP.


Bayu memegang tangan Hinata lalu berjalan keluar.


"Untung saja Hinata gak sekelas denganku... Bila sekelas,bisa - bisa Shurikennya langsung terbang. " ucap Bayu dalam hati.


Melisa datang bersama Nuan Wei Li dan pengawalnya menghampiri Bayu.


"Kak Ayu...Tadi aku dengar dari pengawal,Kak Ayu berkelahi ya.." ucap Melisa.


"Hai..." ucap Hinata.


"Dik Nuan sekolah di sini?" ucap Bayu melihat adik sepupunya.


"Iya kak..." ucap Nuan Wei.


"Kelas berapa?" ucap Bayu.


"Kelas 1 kak..." ucap Nuan Wei.


"Masih rapat neh Bay....Ayoo Bay... Bawa dia bersamamu...Pasti dia pasrah kamu apa - apain... Jepitannya itu loh,bikin betah di dalam kamar terus.." suara Jalu.


"Yomesan...Di mana kelasmu?" ucap Bayu.


"Diampuut...." ucap Bayu dalam hati.


"Di sana...." ucap Hinata sambil menunjuk.


Mereka kemudian berjalan ke kelas Hinata.


Sesampai di kelas Hinata.


Bayu duduk di samping Hinata.


"Kendalikan emosimu ya sayang...Jangan mudah terpancing... Apa lagi sayang lagi puasa " ucap Bayu.


"Maaf shujin....Aku tak bisa mengontrolnya,sebab dia sudah ku peringatkan,tapi tetap saja.. Ya aku hajar saja sekalian,biar dia jera..." ucap Hinata.


"Dia mirip dengan ibuku... Padahal Ayu bukan anak kandungnya" ucap Bayu dalam hati.


"Yomesan sebangku dengan siapa?" ucap Bayu.


"Dengan Kirana shujiin.." ucap Hinata.


"Ya sudah kalau begitu...Aku balik dulu ya shujin.." ucap Bayu lalu mencium kening Hinata.


Bayu berdiri kemudian berjalan keluar kelas.


Bayu berjalan bersama seorang pengawalnya.


Nampak para siswi mengikuti Bayu berjalan saat Bayu meninggalkan kelas Hinata.


"Dulu aku sempat berpetualang Bay... Mencari surga dunia...Dari yang muda hingga..." suara Jalu terpotong.


"Nenek...Nenek....Ya kan pakde.." ucap Bayu dalam hati.


"Jancook...Itu bukan seleraku... Paling mentok wanita berumur 40 tahun Bay..." suara Jalu.


"Paling muda berapa tahun pakde?" ucap Bayu dalam Hati.


"Hem...Berapa ya... 14 tahun kalau gak salah.Soalnya dia gak bilang umur berapa..." suara Jalu.


"Gilaaa.... Itu mah masih bocil...Teganya pakde lakukan itu..." ucap Bayu dalam hati.


"Lah...Dia sendiri yang mau kok,dan minta di masukin...Ya aku masukin lah.." suara Jalu.


Bayu masuk dalam mobil ,kemudian mobil itu meluncur ke kampus.


"Jangan kamu ikutin ucapannya dia Bay... Jika kamu lakukan,aku gak akan lagi mengobrol denganmu.." suara Sekar.


"Iya mbak... Tenang saja... Bayu anggap yang bilang itu adalah setan..." ucap Bayu dalam hati.


"Diampuut...Aku bukan setan wooiii..." suara Jalu.


"Dia ada di mana seh mbak?" ucap Bayu dalam hati kemudian turun dari mobil lalu berjalan ke arah kelasnya.


"Ada di dedekmu Bay..." suara Sekar.


"Apaaaa...!!!??" ucap Bayu dalam hati terkejut.


"Aisssh.... Kenapa di kasih tahu..." suara Jalu.


"Bajingan....Kenapa pakde ada di situ.." ucap Bayu dalam hati.


"Biar gak kamu sentil...Sakit tahu kamu sentil.." suara Jalu.


"Waassssuuu..." ucap Bayu dalam hati.


Saat Bayu akan masuk ke dalam kelas,nampak dosennya sedang mengajar.


Tok...Tok...Tok...


"Permisi pak...Maaf telat... Tadi saya ada perlu di sekolah sebelah pak..." ucap Bayu.


Dosennya melihat ke arah Bayu.


"Iya...Dah duduk sana" ucap dosennya.


"Matur suwun pak..." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke arah kursinya,kemudian duduk.


Bayu mengeluarkan buku pelajarannya.


"Ngapain mas ke sekolah sebelah?" ucap Khalisa lirih.


"Setelah jam kuliah selesai dek...Nanti mas cerita.."ucap Bayu lirih tak melihat ke arah Khalisa.


"Jingkrek...Kenapa seh pakde ngumpet di situ...


Tak ada jawaban dari Jalu.


"Masa iya aku sentil burungku di depan orang saat dia ngoceh masalah goa wanita...Bisa malu aku...." ucap Bayu dalam hati


Setelah jam mata kuliah habis.Khalisa menoleh ke Bayu.


"Tadi mas ke mana?" ucap Khalisa.


Bayu menoleh ke Khalisa.


"Di sekolahan Ayu dek.." ucap Bayu.


"Ayu kenapa mas?" ucap Khalisa.


"Di mobil saja dek mas ceritakan..." ucap Bayu.


Kemudian mereka keluar kelas menuju parkiran. Bayu menggandeng tangan Khalisa.


Setelah sampai,Bayu dan Khalisa masuk dalam mobil. Sedangkan Sulis di mobil lainnya.


Sepasang mata melihat Bayu bersama Khalisa masuk dalam mobil yang di buka oleh pengawal, Sepasang mata adalah bu Eva. bu Eva berdiri di balik mobil yang terparkir. Karena penasaran akan seorang penjaga yang memanggil Bayu Bos,maka bu Eva memutuskan untuk melihat Bayu saat oulang kuliah.


"Ayu habis berkelahi,hingga membuat lawannya pingsan.." ucap Bayu.


"Kok bisa Ayu berkelahi mas..?" ucap Khalisa.


"Ada temannya iseng...Ayu sudah memperingatkannya,tapi orang itu masih tetap aja gangguin Ayu. Terjadilah perkelahian...Begitu.." ucap Bayu.


"Ayu bisa bela diri mas?" ucap Khalisa.


"Bisa... Bahkan berpedang pun bisa..


"Mas aja kalah melawan Ayu..Bajuku robek semua terkena sabetan pedang.." ucap Bayu.


"Ayunya terluka gak mas?" ucap Khalisa.


"Enggak dek..." ucap Bayu.


Tak lama kemudian Diana masuk dalam mobil.


Setelah itu,mobil yang di tumpangi Bayu berjalan.


"Sayang...Sore nanti kerumah ayah yuk.." ucap Diana.


"Ayook..Setelah shalat Ashar ya..." ucap Bayu.


"Dik Diana sudah dengar berita tentang Ayu.?" ucap Khalisa.


"Belum kak...Emangnya kenapa dengan Ayu?" ucap Diana.


"Dia berkelahi di sekolah ,hingga membuatvtak sadarkan diri.." ucap Khalisa.


"Bagus tuh...Jadi gak ada lagi yang berani macam - macam pada Ayu. Dengan siapa Ayu berkelahinya.?" ucap Diana.


"Murid laki - laki yank..." ucap Bayu.


"Kereeen... Apakah sayang habis dari sana?" ucap Diana.


"Iya sayang..Aku dapat kabar dari pengawal,jika Ayu berkelahi.." ucap Bayu.


Hape Nokianya berdegetar. Bayu mengecek siapa yang menelpon.


Nampak di layar muncul nama Pak Agus .


Bayu menerima panggilan tersebut.


"Assalam mua'laikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam.... Maaf bila ayah mengganggumu Bay..." suara Agus Irawan ayah kandung Bayu.


"Ayah gak ganggu...Ada apa yah?" ucap Bayu.


"Ayah senang memdengarnya kamu memanggilku ayah..


"Ayah hanya kangen saja...Emangnya gak boleh jika ayah nelpon karena kangen..." suara Agus.


"Boleh kok... Gimana kabar ayah...?" ucap Bayu.


"Alhamdulilah baik...Oh iya... Lebaran nanti... Ayah harap kamu datang kerumah." suara Agus.


"Insya Allah yah... Maaf,saat pemakaman itu Bayu gak datang.." ucap Bayu.


"Iya..Gak apa... Kamu sudah beri tahu keberadaannya saja,ayah sangat senang sekali meskipun hati ayah hancur.." suara Agus.


Tiba - tiba terbesit sebuah ide di kepala Bayu.


"Bu Eva ku jodohin sama ayahku gimana ya... Apa bu Eva mau?" ucap Bayu dalam hati.


"Maaf ya yah.. Bayu datang terlambat untuk menyelamatkannya.." ucap Bayu keceplosan.


"Apakah kamu yang bunuh mereka Bay..?" suara Agus.


"Siall...Aku keceplosan lagi..Dan dia menyadari ucapanku." ucap Bayu dalam hati.


"Iya yah... Bayu datang untuk menyelamatkan adiknya Sandi.." ucap Bayu.


"siapa wanita yang bersamamu itu Bay.?" suara Agus.


"Maaf ...Bayu tak bisa memberi tahu...Bila Bayu memberi tahu..Ayah bisa tewas terbunuh...." ucap Bayu.


"Baiklah...Ayah tak memaksamu... Oh iya... Di mana sekarang kamu tinggal Nak?" suara Agus.


"Di Jakarta yah.." ucap Bayu.


"Bolehkah ayah bermain kerumahmu....Ayah pengen mengobrol denganmu secara langsung..." suara Agus.


"Hem..... Bayu tanya ibu dulu yah..." ucap Bayu.


"Baiklah...Ayah tunggu....Assalam mu'alaikum.." suara Agus.


"Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap Bayu.


Bayu mengantongi hapenya.


---***---


Di parkiran Kampus.


Eva berdiri di balik mobil melihat Bayu berjalan bersama Khalisa dan Sulis kemudian masuk dalam mobil.


"Bayu keluarga Han?


"Tapi kenapa di absennya tidak ada nama Han di belakang namanya..


Eva sempat bertanya pada teman sesama dosen tentang penjaga kampus. Temannya bilang,penjaga itu dari keluarga Han. Sebab keluarganya ada yang kuliah di tempat Eva mengajar.

__ADS_1


"Dan juga...Bayu seorang muslim,sedangkan keluarga Han orang cina...


Nampak Eva berpikir.


"Hem... Apa Khalisa itu keluarga Han ya...


Eva berjalan ke motornya,jika hujan ia naik mobil.


"Tapi gak mungkin... Nama Khalisa tak ada marga Han...


Saat Eva hendak akan melewati mobil yang berbaris,ia melihat Diana bersama 4 pengawal,lalu masuk dalam mobil yang di tumpangi Bayu.


Eva menghentikan motornya.


"Kok Bayu semobil dengan wanita yang bukan istrinya?..


"Seharusnya jika dia menjaga pandangan ke seorang wanita yang bukan keluarganya,pasti Bayu tidak mau... Apa jangan - jangan Bayu itu sengaja melakukan itu karena aku lebih tua...


"Tapi...Wanita tadi berjalan bersama petugas keamanan...


"Mengapa kamu penuh misteri Bay...Baru kali ini aku bertemu cowok sepertimu...Hingga membuat aku susah tidur.." ucap Eva dalam hati.


Eva kembali menjalankan motornya menuju rumahnya.


Setelah menemouh perjalanan,akhirnya ia sampai di depan rumahnya.


Tiiin....Tiiin..... Eva menekan klakson.


Tak lama kemudian pagar terbuka,Eva masuk ke dalam.


"Assalam mu'alaikum...." ucap Eva saat membuka pintu rumah.


"Wa'alaikum salam..." suara ibunya.


Eva berjalan ke arah kamarnya.


Setelah sampai,ia meletakkan tas dan melepas sepatunya serta jilbabnya.Kemudian berebah di kasur.


"Aku baru kali ini jatuh cinta,tapi kenapa sama cowok yang sudah punya istri...


Eva memiringkan tubuhnya ke kekanan,setelah itu ke kiri,kemudian menghadap pelapon.


"Seandainya saja dia belum punya istri...


Eva kemudian membayangkan jika Bayu menjadi suaminya.


Tak lama kemudian.


Ceklek....Kriiieeet...Pintu kamar Eva terbuka.Nampak ibunya Eva di balik pintu tersebut,lalu masuk kedalam.


"Eva...


Eva tak menjawab,ia asik melamun membayangkan Bayu menjadi suaminya.


Ibunya Eva duduk di kasur lalu menyentuh kaki putrinya.


"Sayang...." ucap ibunya.


"EH...!!!!??? Eva terkejut lalu terbangun.


"Ibu..." ucap Eva.


"Kamu melamunin apa sayang..." ucap ibunya Eva.


"Gak melamunin apa - apa kok bu..." ucap Eva.


"Kamu masih teringat Bayu ya nak?" ucap ibunya.


"Iya bu....Susah bu untuk melupakan dia...


Ibunya Eva tersenyum.


"Tadi aku lihat dan dengar,petugas keamanan memanggil Bayu bos,lalu dia naik mobil yang di jaga petugas keamanan bu.." ucap Eva.


"Naik mobil yang di jaga petugas keamanan??Apakah dia keluarga Han sayang?"ucap ibunya.


"Ibu tahu tentang petugas keamanan itu?" ucap Eva.


"Ya tau dong sayang...." ucap ibunya.


"Kalau Bayu keluarga Han,pasti ada nama marganya bu.. Dan juga keluarga Han itu kan orang cina semua bu...Gak mungkin Bayu dari keluaraga Han..." ucap Eva.


"Hem.... Filing ibu... Dia itu anak orang kaya,dia tidak mau kelihatan dari keluarga orang kaya."


"Bentar lagi shalat dzuhur...Ayo shalat." ucap Ibunya.


"Iya bu..." ucap Eva.


Eva bangun lalu melepas pakaian kerjanya,sedangkan ibunya keluar kamar.


Selesai shalat,Eva tidur siang.


Di alam mimpi,Eva bertemu dengan Bayu.


---***---


Di rumah Jien Li Han


Nampak Bayu bersama para istrinya dan ibu mertuanya. di ruang keluarga.


Di ruang keluarga ada sebuah dupa yang menyala,dan beberapa benda lainnya di sekitar dupa tersebut.


Bayu diam saja saat ibu mertuanya mengobrol dengan ketiga istrinya.


Lalu Bayu berdiri kemudian berjalan menuju Akuarium.


"Ikan begini aja mahal banget...


"Rasanya kayak mana ya ikan ini...Apakah se enak ikan yang pernah aku makan..." ucap Bayu dalam hati penasaran.


Diana menghampiri Bayu.


"Kenapa sayang diam saja...


"Apa yang sayang pikirkan kan?" ucap Diana.


"Ini ikan kalau di masak,rasanya gimana yank?" ucap Bayu sambil menunjuk ikan Arwana bewarna merah.


"Heeeeh....!!!???


"Sayang mau makan ikan ini?" ucap Diana.


"Pengennya seh...Tapi gak jadi..." ucap Bayu sambil garuk - garuk kepala.


"Hem....Rasanya gak enak yank...Masih enak ikan Kakap Merah..." ucap Diana.


"Emang sayang pernah makan?" ucap Bayu.


"Pernah...Tapi Arwana yang biasa...Bukan yang merah ini yank...." ucap Diana.


"Papa pulang...." suara Jien Li


"Ooo... Arwana yang biasa...Ini makanannya apa yank" ucap Bayu.


"Jangkrik yank..." ucap Diana.


Jien Li Han muncul sambil membawa tas plastik.


"Eeee.... Ada Bayu.... Kapan datangnya" ucap Jien Li.


Bayu bersalaman tak lupa cium tangan.


"Baru aja pa..." ucap Bayu.


Diana mencium tangan ayahnya.


"Ooo....Begitu..


"Kebetulan...Ini papa bawa makanan...Yuk kita makan sama - sama.." ucap Jien Li.


"Maaf pa...Bayu puasa..." ucap Bayu.


"Ah....Iya..


Jien li menepuk keningnya.


"Maaf Bay...Papa lupa..." ucap Jien li.


"Ya gakpapa pa..." ucap Bayu.


"Hem...Buka puasanya itu pas adzan magrib ya Bay?" ucap Jien Li.


"Iya pa...


"Pas adzan Magrib baru kita makan..Setelah itu kita pergi ke mesjid untuk shalat tarawih.." ucap Diana.


"Ooo...Begitu...


"Papa tinggal dulu mau ganti baju..." ucap Jien Li.


20 menit kemudian.


Bayu duduk bersama dengan Jien Li di ruang Keluarga.


"Oh iya Bay...Papa masih penasaran..Bagaimana kamu dan Ibumu bisa membunuh para penjahat itu?" ucap Jien Lie.


"Hem...


"Bayu dan ibu memakai amalan dari pak Kyai paa...


"Tak semua orang bisa mengamalkannya.. Jika gak kuat,bisa gila.." ucap Bayu.


"Kok bisa gila...Gimana ceritanya?" ucao Jien Li bingung.


"Amalan ini berhubungan tentang tuhan yang Bayu sembah pa...Jika tak kuat memahami dan menyakini tentang ilmu itu bisa gila pa.." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu..." ucap Jien Li.


Hape Nokia Bayu berdering.


Bayu mengambil hapenya kemudian melihat siapa yang menelpon. Nampak kontak ibunya muncul di layar.


"Paa...Bayu angkat telpon dulu...


Bayu berdiri lalu menjauh.


"Assalam mua'laikum bu..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam sayang...Sayang di rumah Diana?" suara Hana.


"Iya bu....


"Oh iya bu... Pak Agus ingin kerumah...Di ijinkan apa enggak bu?" ucap Bayu.


"Ketemuan di luar saja sayang...Jangan di rumah..." suara Hana.


"Baik bu...." ucap Bayu.


"Ya sudah kalau begitu....Assalam mu'alaikum sayang..." suara Hana.


"Wa'alaikum salam bu..." ucap Bayu.


Panggilan berakhir.


Baru saja hendak melangkah,hapenya kembali berdering.


Nampak di layar muncul nama Bu Eva. Bayu menerima panggilan tersebut.


"Assalam mu'alaikum " ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam.. Maaf jika aku ganggu kamu Bay.." suara bu Eva.


" Ibu gak ganggu...Ada apa bu..?" ucap Bayu.


"Tolong jawab yang jujur...Apakah kamu keluarga Han Bay..." suara bu Eva.


"Iya bu..." ucap Bayu jujur,


"Kok dia tahu ya kalau aku keluarga Han...Padahal sudah ku sembunyikan identitas asliku." ucap Bayu dalam hati.


"Kenapa nama di belakangmu tak ada marga Han?" suara bu Eva.


"Ya gakpapa bu....Saya hanya pengen saja..." ucap Bayu.


"Itu saja yang mau aku tanya Bay...Sebab dari tadi aku kepikiran terus tentangmu,akhirnya bisa lega...Terima kasih...Assalam mua'laikum..." suara bu Eva.


"Wa'alaikum salam warah matullah." ucap Bayu.


Bayu berjalan lagi ke arah tempat ia duduk.


Bayu melihat jam tangannya.


"Yank...30 menit lagi magrib..." ucap Bayu.


Ketiga istri Bayu berdiri lalu menuju dapur untuk menyiapkan buka puasa.


Bayu duduk di samping ayah mertuanya.


"Bay...Kenapa kalian berpuasa" ucap Jien Li.


"Tapi kenapa papa lihat,ada karyawan papa makan sembunyi - sembunyi...Padahal dia agamanya islam.." ucap Jien Li.


"Cewek apa cowok pa?" ucap Bayu.


"Cowok..." ucap Jien Li.


"Bagi orang yang beriman saja pa yang melakukan puasa..


"Yang maksud Bayu beriman itu,mengerjakan apa yang di perintahkan dan menjauhi larangannya... Begitu pa.." ucap Bayu.


"Islam KTP dong..." ucap Jien Li.


"Ya kurang lebih begitu pa...Bagi yang imannya kuat,maka mengerjakan puasa,bagi yang imannya lemah,maka gampang sekali tergoda.." ucap Bayu.


Bayu melihat jam tangannya.


"Pa....Bayu tinggal dulu ya,soalnya 5 menit lagi mau magrib.." ucap Bayu.


"Ayoo kita makan sama - sama..." ucap Jien Li.


"Setelah shalat magrib pa...Sebab Bayu makan sedikit,jika banyak takutnya keburu waktu shalat magrib habis..." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu...Baiklah...Papa akan menunggu kalian.." ucap Jien Li.


Kemudian mereka berjalan ke arah ruang makan keluarga.


Bayu duduk di antara Jien Li dan Khalisa.


Saat waktu magrib tiba,Bayu membaca do'a berbuka puasa.


Setelah itu Bayu minum Air putih,Bayu memakan kue lapis.


"Pa....Bayu tinggal dulu ya...Mau shalat.." ucap Bayu.


"Iya..." ucap Jien Li.


Bayu beserta ketiga istrinya berjalan meninggalkan meja makan.


Setelah mereka selesai shalat,mereka kembali ke meja makan.


Nampak Jien Li dan Lian Ning* menunggu Bayu.


*Istri Jien Li Han.


Setelah Bayu dan ketiga istrinya dusuk,Mereka mulai makan bersama.


Selesai Makan bersama.


"Ikut papa sebentar Bay..." ucap Jien Li.


"Iya pa...." ucap Bayu.


Bayu mengikuti ayah mertuanya berjalan.


Mereka masuk dalam kamar.


"Papa dapat info dari keluarga kita yang ada di Tiongkok.. Kode merah ada yang keluar dari Tiongkok.


" Mereka menuju Malaysia,Kemungkinan dari mereka masuk ke indonesia melalui perbatasan antara Malaysa dengan kalimantan..


"Kita gak tahu mereka ke sini dalam hal apa...


"Papa Harap,kamu jangan gegabah...Jangan keluarin kekuatanmu di muka umum.." ucap Jien Li.


"Iya pa...Apakah yang lain sudah di beri tahu." ucap Bayu.


"Sudah...Itu saja yang mau papa sampaikan..." ucap Jien Li.


"Bayu pergi dulu ya pa...Mau ke mesjid.." ucap Bayu.


"Iya...Hati - hati..." ucap Jien Li.


Bayu dan ketiga istrinya pergi ke mesjid.


Di dalam mobil,nampak Bayu memikirkan ucapan ayah mertuanya.


"Seandainya saja aku tahu siapa bos kode merah itu...


"Aku akan membunuh mereka..." ucap Bayu dalam Hati.


"Siapa kode merah itu Bay..." suara Sekar.


"Musuh besar keluarga Han mbak" ucap Bayu dalam hati.


"Wuuiih...Keluarga Han punya musuh besar juga ta...


"Kenapa gak di habisin saja mereka Bay.." suara Sekar.


"Maunya Bayu seh begitu...Mereka ada di Tiongkok mbak.." ucap Bayu dalam hati.


"Tiongkok itu di mana Bay?" suara Sekar.


"Cina mbak..." ucap Bayu dalam hati.


"Ooo...Cina...Emang mereka mengincar apa Bay" suara Sekar.


"Kekuatan mata pelangi mbak..." ucap Bayu dalam hati.


"Ooo... Begitu...Ya...Ya..Ya...Aku paham...


"Mereka mengincar mata pelangi agar awet muda...Ya kan Bay..." suara Sekar.


"Iya mbak....Seandainya mereka ada di sini,pasti sudah aku samperin mereka,lalu aku bantai mereka.." ucap Bayu dalam hati.


"Jangan meremehkan musuh Bay...


"Kita belum tahu...Musuh kita itu seperti apa...Jika manusia biasa tak masalah...


"Tapi...Jika mereka mempunyai sesuatu yang bisa membuatmu celaka,maka dirimu bisa mati.." suara Sekar.


"Emang mbak Sekar pernah mengalaminya..." ucap Bayu dalam hati.


"Pernah,aku hampir terbunuh...Untung si mata keranjang datang menolongku...Jika tidak, maka aku tewas..." suara Sekar.


Bayu mengambil Hapenya,kemudian mengetik pesan untuk Ayahnya.


To pak Agus.


Yah..Ibu tak mengijinkan ayah datang kerumah,jadi kita mengobrol di luar.


Bayu mengirim pesan tersebut.


Tak lama kemudian hapenya bergetar,Bayu melihat ke layar hapenya,Diana melirik layar hape Bayu.


From pak Agus.


Baiklah.. Bagaimana hari minggu... Apakah kamu bisa Bay?


Bayu membalas pesan tersebut.


To pak Agus.


Iya yah..Hari minggu saja..


Bayu mengirim pesan.


"Pak Agus itu siapa yank...?" ucap Diana.


"Ayah kandungku yank..." ucap Bayu.


"Agus Irawan Mahendra kah yank?" ucap Diana.


"Iya..." ucap Bayu.


"Dia mau ngapain yank...?" ucap Diana.


"Mau ngobrol denganku yank...Sayang mau ikut?" ucap Bayu.


Mobil yang Bayu tumpangi berhenti di halaman mesjid.


"Hem....Ikut yank..." ucap Diana.


Mereka turun dari mobil,lalu berjalan ke mesjid.


Nampak Daniel bersama Melisa di teras mesjid.


"Tumben Melisa ikut...


Bayu memghampiri Melisa.


"Mel...Kok kamu di sini" ucap Bayu.


"Mel penasaran pengen lihat saja kak...Kayakmana seh orang shalat Tarawih di mesjid " ucap Melisa.


"Ooo...Begitu...Ya sudah...Kakak tinggal dulu ya" ucap Bayu.


Saat shalat tarawih di mulai,Melisa memperhatikan orang - orang yang shalat tarawih di teras mesjid.Begitu mengucapkan salam,tak lama kemudian berdiri lagi untuk shalat lagi.


Hingga 6 rakaat.


"Kak...Kenapa mereka shalatnya berulang - ulang?" ucap Melisa pada Daniel.


"Mereka shalatnya 23 rakaat Mel...Tiap 2 rakaat mereka menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri lalu lanjut shalat lagi hingga jumlahnya 23 rakaat..." ucap Daniel.


"Ooo... Begitu...Lama juga ya..." ucap Melisa.


"Ya mang lama... " ucap Daniel.


Melisa menoleh ke Daniel.


"Kak...." ucap Melisa.


Daniel menoleh ke Melisa,tatapan mereka saling bertemu


"Opo Mel.." ucap Daniel.


"Gak jadi...." ucap Melisa lalu menoleh ke arah lain.


"Jangkreek......"ucap Daniel.


Daniel mengambil hapenya,kemudian mengirim pesan ke pacarnya.


Selesai mereka shalat Tarawih,mereka langsung pulang.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di rumah Jien Li.


"Aku pulang...." ucap Diana saat masuk dalam rumah.


Mereka berjalan ke arah kamar tempat mereka menginap.


Setelah sampai kamar,mereka mengaji bersama dan mengajarkan bacaan shalat.


Selesai mengaji.


"Kalian kalau mau main,main saja... Aku gak ikutan.." ucap Diana.


"Kenapa gak mau ikutan dik...?" ucap Khalisa.


"Ngantuk kak pas di kelas..." ucap Diana.


"Ya sudah...Malam ini kita tidur saja..Bagaimana?" ucap Bayu.


Mereka menganggukkan kepala.


"Akhirnya aku bisa shalat malam lagi..." ucap Bayu dalam hati.


Kemudian mereka tidur bersama dalam 1 ranjang.Bayu berada di tengah.


"Dosen sayang masih ada hubungi sayang gak?" ucap Diana.


"Tadi sore ada yank..." ucap Bayu.


"Dia bilang apa mas?" ucap Khalisa.


"Cuman nanya apakah mas keluarga Han apa bukan,ya mas kasih tahu aja... Setelah itu gak ada lagi yang di tanya..." ucap Bayu.


"Anoo... Dosen shujin cewek apa cowok.." ucap Hinata.


"Cewek yomesan..." ucap Bayu.


Hinata terbangun lalu melihat ke arah Bayu.


"Apakah dia merayu shujin " ucap Hinata.


"Enggak yomesan..." ucap Bayu.


Hinata kemudian berebah lagi.


Tak lama kemudian mereka tertidur.


Pukul 3.10.


Bayu membuka matanya.Ia melihat Khalisa dan Hinata memeluk dirinya.


Bayu perlahan menyingkirkan tangan Hinata dan Khalisa.

__ADS_1


Saat Bayu memindahkan tangan Hinata. Hinata membuka matanya.


"Jam berapa shujin..?" ucap Hinata.


"Jam 3 yomesan..." ucap Bayu lalu bangun. Kemudian menyingkirkan kaki Khalisa.


Bayu turun dari tempat tidur,kemudian berjalan ke arah kamar mandi.


Selesai wudhu,Bayu memakai sarung dan bajung muslimnya.


Hinata berjalan ke arah kamar mandi.


Bayu melakukan shalat sunnah.Hinata datang,ia memakai mukena kemudian menggelar sejadah.


Selesai shalat sunnah malam dan wirid,Hinata melepas jilbabnya,kemudian membangunkan Khalisa dan Diana untuk menyiapkan makan sahur.


Pukul 6.20.


Bayu bersama ketiga istrinya dan juga kedua mertuanya berada di teras rumah.


Bayu bersalaman pada kedua mertuanya,tak lupa cium tangan.


Setelah itu mereka masuk dalam mobil.


---***----


Di kampus.


Bayu dan Khalisa sudah sampai di kampus,tak lama kemudian mobil yang membawa teman - temannya datang.


Bayu dan yang lainnya turun dari mobil,lalu berjalan ke arah kampus.


Bimo berjalan mendekati Bayu.


"Bay..." ucap Bimo.


"Opo Bim.." ucap Bayu.


Khalisa berjalan bersama Sulis.


"Nganu... Aku ape muleh(mau pulang)...Aku kangen karo mbokku(ibuku).." ucap Bimo.


"Oouuh...Ngono...Jam piro awakmu mulih?" ucap Bayu.


"Bar dzuhuran Bay..." ucap Bimo( Setelah dzuhur).


"Bentar...


Bayu mengambil hapenya,ia menekan tombol nomor hape pak Adi lalu meletakkan di telinga.


Tuuut...Tuuut...Tuuuut...


"Assalam mu'alaikum bos.." suara pak Adi.


"Wa'alaikum salam warah matullah...


"Pak Adi...


"Tolong nanti siapa saja untuk mengantar teman saya yang bernama Bimo pulang kampung ya pak.." ucap Bayu.


"Siaap bos..." suara pak Adi.


"Terima kasih...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam.." suara pak Adi.


Bayu mematikan panggilan,lalu menoleh ke Bimo.


"Nanti awakmu diantar sama pengawal ke sana.." ucap Bayu.


"Gak usah repot - repot Bay... Aku numpak Bis wae..." ucap Bimo.


Bayu merangkul Bimo.


"Yen gak gelem,awakmu bonyok loh..." ucap Bayu.(kalau gak mau,dirimu babak belur loh).


"Juancook...." ucap Bimo.


"Numpak Bis opo di antar?" ucap Bayu.


"Di antar aja...Dari pada aku bonyok..." ucap Bimo.


"Nah...Pinter... Awakmu durung ngerti daerah nang kene... Yen awakmu numpak Bis,pas nang tengah dalan awakmu di cegat rondo ayu piyee? yen dijak kelonan orapopo,yen di pateni..Piye jal?" ucap Bayu(Dirimu belum paham daerah di sini,jika dirimu naik bis,pas di tengah jalan dirimu di hadang janda cantik gimana? kalau di ajak kelonan gakpapa. Kalau di bunuh..Gimana itu).


"Iyo yo...Aku manut wae wess..." ucap Bimo.


"Pinter...Aku gak mau sampeyan kenapa - kenapa di jalan.." ucap Bayu.


Kemudian mereka berjalan menuju fakultasnya masih - masing.


Saat Bayu hendak masuk dalam kelas,ia berpas -pasan dengan dosennya yang hendak masuk.


"Monggo bu..." ucap Bayu sambil memainkan tangannya mempersilahkan dosennya masuk duluan.


Bu Eva tak menjawab,ia masuk dalam kelas di ikuti Bayu.


Saat bu Eva berjalan,tiba - tiba kaki sebelah kiri terkilir lalu oleng. Bayu yang berada di belakang sigap menahan tubuh dosennya.


Tangan Bayu tak sengaja menyentuh gunung kembar dosennya.


Aauu... Dosennya mengaduh kesakitan.


"Ibu gakpapa?" ucap Bayu.


"Kakiku sakit..." ucap bu Eva.


Bayu memapah dosennya ke kursi.


"Auuu...Sakit..." ucap bu Eva saat berjalan.


Bayu mengangkat dosennya,ia menggendong di depan.


"Turunkan aku..." ucap bu Eva.


"Kaki ibu sakit,gak bisa jalan...Ini saya antar ke ruang pengobatan" ucap Bayu lalu berjalan ke ruang pengobatan.


Bu Eva memandang wajah Bayu saat dirinya di bawa ke ruang pengobatan.


"Bay..." ucap bu Eva.


"Iya bu.." ucap Bayu tanpa melihat ke arah dosennya.


"Mengapa kamu selalu hadir dalam mimpiku...


"Apakah kamu menggunakan pelet padaku?" ucap bu Eva.


"Enggak.... Kalau ibu mau tidur...Baca do'a dulu,biar gak mimpi yang aneh - aneh.." ucap Bayu.


Seorang pengawal mengikuti Bayu.


Saat berada di depan pintu ruang pengobatan,pengawal membuka pintu.


Bayu masuk lalu meletakkan dosennya ke ranjang pengobatan.


"Pak...Tolong carikan minyak urut atau apalah,kaki bu Eva terkilir..." ucap Bayu.


"Siap bos..." ucap pengawal.


Pengawal mengambil minyak urut di kotak lalu menyerahkan ke Bayu.


Bayu menerima lalu membuka sepatu dosennya sebelah kanan.


Pengawalnya berjalan hendak keluar.


"Pak...Di sini aja..Temanin aku..Dan tolong buka saja pintunya.." ucap Bayu.


"Siap bos " ucap pengawal.


Bayu mengoleskan minyak urut di kaki dosennya.


"Bay...." ucap bu Eva.


"Tenang bu...Ini aku coba urut..." ucap Bayu tanpa menoleh.


"Yang kiri Bay..." ucap bu Eva.


Bayu melihat ke arah dosennya.


"Lah...Lapo gak ngomong bu...kalau yang sakit sebelah kiri.." ucap Bayu kemudian melepas sepatu sebelah kiri.


"Ku pikir kamu dah tahu.... Auuuu... Pelan - pelan...Sakiiiit..


"Kamu beneran bisa ngurut..." ucap bu Eva.


"Enggak bu... Terakhir saya ngurut temanku yang terkilir itu sebulan kemudian kakinya di amputasi bu.." ucap Bayu.


"Sudah..Sudah...Aku gak mau kamu urut kakiku Bay.." ucap bu Eva ketakutan.


"Becanda bu..." ucap Bayu.


"Sial.... Kurain beneran di amputasi kakiku..." ucap bu Eva dalam hati.


"Bay... Kesempatan neh...Ayo Bay...Sikat dia.." suara Jalu.


"Bangkek....Pakde pergi aja sana...Jangan ganggu aku..." ucap Bayu dalam hati sambil mengurut.


"Aaauu....Sakit Bay..." ucap bu Eva.


"Ya mang sakit...Kalau gak sakit bukan di urut bu,tapi di usap saja." ucap Bayu.


"Kamu punya berapa saudara Bay..." ucap bu Eva.


"Saya anak tunggal bu...


"Besok jangan pakai sepatu tinggi bu..Biar gak terkilir.." ucap Bayu.


"Kenapa kamu perhatian padaku?" ucap bu Eva.


"Kalau ibu terkilir lagi,kita gak bisa belajar bu..." ucap Bayu.


Bayu mengucapkan ajian tapak geninya,ia mengatur ajian tersebut agar tak panas.Lalu menyentuh kaki dosennya untuk menghilangkan rasa nyeri.


"Coba ibu gerakin..." ucap Bayu.


Bu Eva memggerakkan kakinya.


Khalisa dan Sulis muncul.


"Mas..." ucap Khalisa.


Bayu menoleh ke Khalisa.


"Ya dek..." ucap Bayu.


"Kok lama..." ucap Khalisa.


"Tadi mas ngurut kakinya bu Eva..." ucap Bayu.


"Sudah mendingan Bay..." ucap bu Eva.


"Apakah dia ada merayu mas?" ucap Khalisa.


"Enggak...Kalau gak percaya,tanyakan sama pengawal dek" ucap Bayu.


"Ya...Adek percaya..." ucap Khalisa.


---***---


Minggu pukul 10.25.


Nampak Bayu bersama ketiga istrinya dan para pengawal berada di taman.


Bayu memakai jaket,celana panjang dan sandal jepit yang sudah usang akibat tertukar dengan sandal orang lain.


Dari kejauhan,Hana diam - diam mengawasi.


Mereka menunggu kedatangan Agus Irawan.


Tak lama kemudian Agus irawan datang.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Agus.


"Wa'laikum salam warah matullah.." ucap Bayu.


"Maaf telat,di jalan agak macet.." ucap Agus.


"Ya gakpapa yah... Yanv penting ayah selamat sampai di sini.." ucap Bayu.


Agus irawan memeluk Bayu,lalu mencium pipi kanan dan kiri.


Saat Agus menyodorkan tangan ke Khalisa,Khalisa menangkupkan tangan,di ikuti Diana dan Hinata.


Setelah itu mereka duduk.


Bayu duduk bersama Agus Irawan.


Salah satu pengawal Agus menghampirinya,ia menyerahkan tas koper.Agus menerima tas tersebut.


"Bay... Di dalam tas ini berisi uang untuk biaya kuliahmu,ayah mohon kamu mau menerimanya. " ucap Agus.


"Asem...Terima apa enggak ya...Duitku masih ada...Tapi,kalau gak di terima nanti dia sedih...


"Hemm....Terima sajalah.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu menerima tas koper tersebut.


"Terima kasih yah..." ucap Bayu.


"Tak perlu mengucapkan terima kasih,karena kamu adalah putra ayah." ucap Agus.


Tiba - tiba muncul Sandi.


Bayu berdiri menyambut Sandi,Sandi menyodorkan tangan ke arah Bayu.


"Piye kabare..." ucap Sandi.


Bayu menyambut tangan Sandi.


"Alhamdulliah apik..." ucap Bayu.


kemudian berpelukan,lalu melepaskan pelukan.


Mereka duduk di satu kursi yang muat 3 orang dewasa.Bayu duduk di tengah.


Sandi menoleh kerah kursi yang di duduki ketiga istri Bayu.


Khalisa berdiri,kemudian berjalan. Diana dan Hinata ikut berdiri lalu mengikuti Khalisa.


"Oh iya... Apakah ibumu sudah menikah Bay..?" ucap Agus.


"Menikah? Menikah sama siapa yah?" ucap Bayu.


"Loh...Katanya sudah punya calon ayah..."ucap Agus.


"Ooo..Itu..


"Itu calon ayah mertua yah..." ucap Bayu.


"Calon ayah mertua...???


"Tunggu sebentar... Kamu nikah lagi Bay?" ucap Sandi.


"Iya..." ucap Bayu.


"Serius..." ucap Sandi tak percaya.


"Serius...


"Yang sampeyan lihat tadi itu adalah istriku semua..." ucap Bayu.


"Buset dah... " ucap Sandi.


"Jika ayah mau rujuk kembali...


"Ibu tidak mau rujuk kembali,sebab Bayu sudah bertanya langsung.." ucap Bayu.


"Alasan ibumu itu tidak mau apa Bay?" ucap Agus penasaran,padahal di dalam hatinya,ingin sekali bisa membangun rumah tangga bersama Hana kembali seperti dulu.


"Karena dari pihak keluarga ayah tak ada satupun yang membela ibu...


"Ibu banting tulang untuk mencukupi kebutuhan sehari - hari...


"Saat Bayu masih kecil sebelum masuk SD,Bayu di masukkan dalam pondok pesantren...


"Setelah lulus SD,Bayu keluar dari pondok untuk membantu ibu jualan...


"Tahu gak yah...


"Setiap Bayu tanya tentang ayah ke ibu..


"Ibu selalu jawab ayah sedang bekerja di luar kota...


"Saat Bayu sakit... Bayu ingiiiiin.... sekali bertemu ayah..


Bayu memgeluarkan air mata.


"Tapi ...


"Keinginan Bayu itu tak pernah terwujud..


""Bayu sering melihat teman Bayu di kunjungi ke dua orang tuanya...


"Bayu ingin sekali di kunjungi ayah,meskipun sebentar saja..


"Bayu sedih yah....Melihat teman - teman di kunjungi sama ayahnya...


"Saat pengambilan buku raport, ayah tak ada muncul juga...


"Padahal Bayu sudah berusah payah untuk menjadi rangking kelas..dan akhirnya berhasil..


"Tapi ayah tak juga muncul...


"Akhirnya...Bayu tak mau juara kelas meskipun Bayu bisa menjawab semua soal - soal ujian..


Bayu mengusap air matanya.


"Akhirnya...


"Timbul di hati Bayu membenci Ayah...


Agus Irawan meneteskan air matanya mendengar ucapan Bayu.


"Ketika ada yang bertanya tentang ayah,Bayu menjawab bahwa dia sudah mati..." ucap Bayu sambil mengelap air matanya.


"Maaf ayah ya Bayu...


"Ayah ingin sekali bertemu denganmu... Tapi apa lah daya...Ayah tak bisa menentang perintah ibuku..Sebab...


"Ayah tak mau di sebut anak durhaka...


"Juga karena ibunya Sandi mengancam akan membunuh kalian bila ayah menemui kalian...


"Setelah ibuku meninggal...


"Ayah pergi ke rumahmu,di sana ayah mencari informasi tentang keberadaanmu...


"Akan tetapi...Tetanggamu tidak tahu di mana kamu tinggal.." ucap Agus.


"Apakah ayah di jodohkan?" ucap Bayu.


"Iya...Ayah di jodohkan." ucap Agus.


"Ayah lemah....Seharusnya pemimpin keluarga itu menentang kebathilan...


"Jika Bayu menjadi ayah...


"Bayu akan memberi peringatan pada ibunya Sandi...Bila dia tetap bersikeras,maka Bayu akan menceraikannya... Dan balik mengancam,bila mengganggu maka tak segan - segan membunuhnya...


"Bayu saja sempat ingin membunuh ayah karena telah menyuruh orang membunuh adik iparku,kedua temanku dan menculik ibu mertuaku..


"Aku tak peduli jika yang mengusikku masih berhubungan darah...


"Karena telah berbuat kebathilan...Maka jalan satu - satunya membunuh orang yang berbuat kebathilan.


"Untung saja ayah tak di rumah...Bila ayah di rumah... Bayu pastikan akan membunuh ayah..." ucap Bayu.


"Gilaak.... Ayah gue juga mau di bunuh...


"Aku akui...Dia memang hebat...Kebal senjata..Tapi kenapa tega membunuh ayah kandungnya yang juga ayahku" ucap Sandi dalam hati. Ia mengetahui Bayu kebal senjata dari anak buah Agus yang selamat.


"Ayah juga sempat emosi waktu itu,dan ingin membalasnya saat melihat jasad ibunya sandi di rumah sakit...


"Saat anak buahku menelpon,barulah ayah menyadari...Jika pelakunya itu bukan ibumu..Melainkan orang lain yang sengaja ingin mengadu domba antara keluarga Jati dan keluarga Han." ucap Agus.


"Jadi benar apa yang di katakan mbak Sekar...Bahwa Ayahku keluarga Jati.." ucap Bayu dalam hati.


"Ayah ingin mengajakmu ke rumah keluarga Jati,untuk memperkenalkanmu..." ucap Agus.


"Maaf yah...Bayu tidak mau...


"Bayu sudah punya keluarga besar sendiri...


"Bayu tidak mau menjadi bagian keluarga Jati ataupun pelindung keluarga Jati...


"Karena Bayu adalah pemimpin keluarga Han,serta pelindung keluarga Han...Bila ada yang mengusik keluarga Han...


"Bayu tak segan - segan menghabisinya, termasuk keluarga Jati..." ucap Bayu.


"Baiklah...Ayah tak akan memaksamu." ucap Agus.


"Bay..." ucap Sandi.


"Opo..." ucap Bayu.


"Kalau kamu ada waktu luang... Mampir ke kossan pondok merah...Aku ngekos di situ" ucap Sandi.


"Pondok merah? Di mana itu...?


Sandi memberi tahu alamat kossannya.


"Oooo... Di situ to,pantesan aja aku kerumahmu,kamu gak ada,yang ada hanya adikmu." ucap Bayu.


"Emang kamu pernah kerumah sebelum adikku tiada" ucap Sandi.


"Pernah...Aku lihat adikmu tertidur di kamarnya,aku kesana untuk mengecek,apakah kalian pelaku teror itu apa bukan...


"Oh iya... Siapa nama almarhum adik sampeyan?" ucap Bayu.


"Kapan kamu kesananya Bay?" ucap Agus penasaran.


"Namanya Bening Bay..." ucap Sandi.


Bayu menoleh ke Agus.


"Malam yah....Kalau gak salah waktu itu di ruang tamu ada 2 orang tamu..Ayah bersama ibunya sandi menemani tamu itu...Hem... Ayah manggil dia adik..


Bayu menoleh ke Sandi.


Agus mengingat ucapan Bayu.


"Namanya cocok sesuai dengan orangnya..." ucap Bayu.


"Kalau gak salah itu aku bertemu dengan Fredy...Jadi Bayu bisa ke mana saja tanpa terlihat..Pantas saja,dia tahu Bening ada di dalam rumah Susanto.." ucap Agus dalam hati.


"Iya Bay... Jika aku punya anak cewek... Aku akan menamai Bening...Agar dia hidup kembali meskipun sebagai anakku.." ucap Sandi.


"Emang sampeyan bisa menghamili cewek..?" ucap Bayu.


"Bisa lah....." ucap Sandi.


"Gak percaya aku..." ucap Bayu.


"Bajingan....Dah sebutkan cewek mana yang kamu pilih...Pasti aku akan memghamilinya." ucap Sandi.


"Naah... Kebetulan...


"Aku punya kambing belum pernah hamil San... Coba kamu hamili kambingku..." ucap Bayu.


"Juancoook.... Malah kambing lagi.... Waaasssuuuu..." ucap Sandi.


Ha.....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha.....Ha....Bayu dan Agus tertawa.


"Oh iya Bay... Apakah kamu memiliki foto ibumu yang tak memakai jilbab.." ucap Agus.


"Maaf yah...Bayu gak bisa,lagian kan...Ayah pernah lihat luar dalam milik ibu,.." ucap Bayu.


"Buat obat kangen saja Bay..." ucap Agus.


"Kalau ayah masih ingat wajah ibu,... Itu lah wajah ibu saat ini...


Bayu melihat jam tangannya.


"Bentar lagi dzuhur " ucap Bayu.


Agus Irawan berdiri.


"Ayah pamit dulu... Kapan - kapan kita mengobrol lagi....


Bayu berdiri,lalu mencium tangan Agus,setelah itu Agus memeluk Bayu.


"Ayah bangga sekali padamu Bay..." ucap Agus lalu melepas pelukannya.


Sandi dan Agus bersalaman.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Agus.


"Wa'alaikum salam warahmatullah..."ucap Bayu.


Agus dan Sandi meninggalkan Bayu.


Tak lama kemudian,ketiga istrinya memghampiri Bayu.


"Yuk kita pulang..." ucap Bayu.


Bayu mengambil tas koper oemberian Agus.Lalu berjalan ke arah mobil yang terparkir.

__ADS_1


__ADS_2