SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
LATIHAN MILITER


__ADS_3

Setelah semua di absen. Tentara yang membawa tongkat menghampiri Bayu,karena ia tak melihat pemuda yang berada di barisan belakang tak bicara saat di absen.


" Waaasssu.....Dia kesini lagi..."


" Kabur....Enggak...."


" Kabuur.. Enggak.."


Jantung Bayu berdetak lebih kencang karena takut akan di tangkap.


Tentara itu sudah di samping Bayu lalu menyentuh pundak Bayu dengan tongkatnya.


Bayu melihat sekilas nama di dada tentara itu bertuliskan Wong.


" Namamu siapa?" ucap tentara Wong.


" *Jiang pak.." ucap Bayu.


" Jiang..."


" Mengapa tadi aku tak melihat dan mendengar namamu di sebut.." ucap tentara Wong.


" Jujur apa bohong ya...Kalau bohong nanti aku di tangkap.." ucap Bayu dalam hati.


"* Maaf pak..."


" * Saya salah masuk bis..." ucap Bayu.


" Salah masuk bis?"


" Apakah kamu tidak membaca tulisan di depan bis?" ucap tentara Wong.


" * Maaf pak...Saya terburu - buru,sehingga tidak melihat tulisan itu.." ucap Bayu.


" Tunjukkan kartu identitasmu.." ucap tentara Wong.


" Mampus dah..." ucap Bayu dalam hati.


"* Maaf pak... orang tua aku meninggal sejak aku masih kecil.."


" *Aku tak punya identitas pak.." ucap Bayu terpaksa berbohong.


" Yang lainnya...Segera ikut pak Chen..."


" Kamu....Ikut aku.." ucap tentara Wong.


" Jancook..."


" Kalau aku kabur,pasti mereka memgejarku.."


" Lebih baik aku ikuti saja dia.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengikuti tentara Wong,ia berjalan di belakang.Di belakang Bayu ada seorang tentara yang mengikuti.


Nampak para tentara berjalan berbaris.


Bayu melihat banyak bangunan. Lalu Bayu masuk ke gedung berlantai. Ada beberapa tentara memberi hormat kepada tentara Wong saat tentara Wong berjalan.


Mereka memasuki sebuah ruangan,dimana banyak meja komputer dan beberapa tentara yang bekerja.


" Aku menemukan salah satu pemuda yang menyusup ke siswa sekolah.Namanya Jiang,dia tak membawa kartu identitas."


" Coba anda periksa dia.." ucap tentara Wong ke seorang wanita.


" Siap pak..."


Wanita itu melihat ke arah Bayu.


" Letakkan jari tangan kanan anda di sini.." ucap wanita itu sambil menunjuk sebuah alat.


" *Untuk apa?" ucap Bayu.


" Untuk melihat identitasmu.." ucap wanita itu.


Bayu meletakkan jarinya ke alat tersebut. Karena kurang pas,sidik jari Bayu tidak muncul.wanita itu memegang tangan Bayu agar posisinya pas.


Muncul di layar sidik jari tangan Bayu.


" Lihat ke kamera ini..." ucap wanita itu.


Bayu melihat ke arah kamera.


Nampak wajah Bayu muncul di layar.


Wanita itu mengetik nama Jiang,lalu mencari di sebuah pencarian.


" Butuh waktu berapa lama?" ucap tentara Wong.


" Paling cepat 4 jam pak..." ucap wanita itu.


" Keluarkan barang bawaanmu itu.." ucap tentara Wong.


Bayu mengeluarkan isi tasnya.


Tentara wong memeriksa pakaian Bayu,ia khawatir jika pemuda yang menyusup itu adalah seorang kriminal.


Setelah selesai memeriksa pakaian,Ia memeriksa kotak makan. Nampak bekal berupa nasi,sambal dan ayam goreng. Lalu sebilah pisau dapur yang terbungkus kertas. Boto air minum,Sabun, Senter,charger, korek,dan uang tunai.


Lalu tentara satunya memerintahkan Bayu berdiri lalu memeriksa tubuh Bayu. Ia memgeluarkan hape dan uang di dalam pakaian Bayu.


" Pisau ini buat apa?" ucap tentara Wong.


" *Buat jaga - jaga pak,jika aku di hutan.."


" *Pisau itu berguna untuk memotong.." ucap Bayu


" Apakah kamu ingin kemah?" ucap tentara Wong.


" *Tidak pak...Buat jaga - jaga saja..."


" *Apakah bapak ingin memiliki pisauku?....Jika iya,ambil saja pak...Aku akan beli lagi.." ucap Bayu.


" Aku tidak berminat..."


" Mengapa kamu tidak punya kartu identitas?" ucap tentara Wong.


"* Tidak di buatkan oleh orang tua aku pak"


"* Kami orang miskin pak.." ucap Bayu.


" Siapa nama ayah dan ibumu?" ucap tentara Wong.


"* Ayah Anming dan Ibu Xoulang..." ucap Bayu.


" Itu uang dari mana?" ucap tentara Wong.


" * Tabungan pak,hasil dari jual ikan,aku tabung... Dan juga pemberian dari orang pak,karena aku bekerja.." ucap Bayu.


" Kamu bekerja di mana..?" ucap tentara Wong.


" *Sebuah kedai makan pak.."


"* Baru 3 hari bekerja,pemilik kedai ada keperluan. Katanya cuman 6 hari,ternyata lebih..."


"* Lalu aku pergi dari sana..Karena pemilik kedai belum pulang...Aku takut sendirian di sana pak...Sebelum pergi aku kunci semua pintu .." ucap Bayu.


" Di mana tempat tinggal orang tuamu..?" ucap tentara Wong.


"* Di mana ya......Hemmm...."


"* Lupa pak..." ucap Bayu.


Tak terasa waktu shalat Dzuhur.


Bayu melihat jam di dinding.


"* Maaf... Kamar mandi di sebelah mana?" ucap Bayu.


" Di sana...Ayo aku antar..." ucap tentara Wong yang masih menunggu hasil pencarian data Jiang.


Bayu berdiri lalu mengikuti tentara Wong.


Dor..... Doorr..... Doorr....( suara tembakan orang berlatih).


Setelah sampai di kamar mandi,Bayu masuk untuk buang air kecil dan wudhu.


Selesai wudhu,Bayu segera keluar. Lalu berjalan lagi mengukuti tentara Wong.


" Sujud di mana ya?"


" Hemm..."


Bayu melihat ada jalan lorong yang sepi,lalu ia berbelok.Sementara tentara Wong berjalan lurus.


"Di sini sajalah..." ucap Bayu dalam hati. Lalu ia melakukan shalat.


Tentara Wong menoleh ke belakang,lalu tak melihat Jiang.


" Siaaal....Dia kaburr..."


Tentara Wong segera kembali ke jalan yang ia lewati.


Di saat persimpangan jalan ia terus berlari mencari Bayu.Namun tak melihat Bayu kemudian ia berlari lagi menuju pintu keluar dan menanyakan seorang petugas ,ia mananyakan ke petugas jaga.


" Apakah kamu melihat ada seorang pemuda keluar dari sini.." ucap tentara Wong.


" Siap..Tidak pak.." ucap tentara jaga.


" Kemana dia pergi..."


Tentara Wong lantas berlari keliling mencari Bayu.


30 menit kemudian.


Tentara Wong kembali ke ruangan di mana ia ingin mencari identitas penyusup yang mengaku bernama Jiang.


Di saat di masuk,ia melihat Bayu telah kembali dan duduk di kursi.


Tentara Wong menghampiri.


" Kamu dari mana?" ucap tentara Wong.


"* Sujud pak..Setelah itu kembali ke sini.." ucap Bayu.


" Sujud..?" ucap tentara Wong.


" * Iya pak... Bapak dari mana? Saya cari tidak ada di ruangan ini.." ucap Bayu.


" Berapa lama dia setelah dia keluar lalu kembaki ke sini?" ucap tentara Wong oada tentara wanita yang menunggu hasil pencarian data Bayu.


" 7 menit pak.. " ucap wanita itu.


Setelah menunggu,data yang di cari tak muncul di komputer wanita itu.


" Dia tidak ada di data pak.... Ini sudah 15 kota...Belum juga menemukan data"


" Bahkan di catatan kriminal pun tidak ada..."ucap wanita itu.


" Aneh..." gumam tentara Wong


" Apakah kamu pernah sekolah..?" ucap tentara Wong.


"* Tidak pernah pak... Aku hanya belajar dari teman.." ucap Bayu


" Siapa temanmu itu..? Dan dia tinggal di mana" ucap tentara Wong.


" *Namanya Zhouzu pak.."


"* Aku lupa nama desa itu.." ucap Bayu.


" Berapa umurmu..?" ucap tentara Wong.


" * Tidak tahu pak.."


" * Mungkin umurku sudah berumur 100 tahun.." ucap Bayu.


Tentara wanita yang di depan Bayu menahan tawanya mendengar ucapan Bayu.


" Jika kamu sudah 100 tahun..Maka kamu sudah kakek - kakek.." ucap tentara Wong.

__ADS_1


" * Bapak umurnya berapa?" ucap Bayu.


" Umurku 26 tahun..." ucap Tentara Wong.


" * Di samakan aja pak...Umur aku 26 tahun.." ucap Bayu.


Wanita itu tak sanggup menahan tawanya. Lalu tertawa.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha... Lalu cepat - cepat menutup mulutnya.


" Sebagai hukumannya karena kamu telah menyusup di rombongan para pelajar,kamu ikut latihan militer..Jika tidak mau.."


" Aku akan mengirimmu ke penjara.." ucap tentara Wong.


"* Latihan militer?"


"* Latihannya seperti apa pak?"


" *Apakah memasak? Menari ,bernyanyi atau bercinta pak.."


" *Kalau bercinta,aku tidak mau pak..."


"* Sebab aku menyukai wanita bukan pria seperti bapak.."ucap Bayu.


" Ternyata dia sangat polos.." ucap tentara Wong dalam hati.


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha..Ha..Ha.... Tentara wanita itu tertawa mendengar ocehan Bayu.


" Latihan militer itu seperti berlari,menembak dan mengadapi segala rintangan dan lain - lain.." ucap tentara Wong.


"* Kalau di penjara?" ucap Bayu.


" Kamu di kurung dalam kurungan besi,tidak boleh keluar...Pilih yang mana?" ucap tentara Wong.


" * Heeemmm..."


"* Piliiih.... Ikut latihan pak.." ucap Bayu.


" Nona Lien... Buatkan dia identitas.." ucap tentara Wong.


" Siap kapten..." ucap wanita itu.


" Apakah orang tuamu tidak memberitahu tanggal dan bulan berapa kamu lahir?" ucap tentara Wong.


" * Tidak pak...Kalau di beri tahu,pasti aku tahu berapa umurku sekarang.." ucap Bayu.


" Baiklah...Mulai besok pagi..."


" Kamu ikut kegiatan militer di sini..."


" Setelah selesai...Aku akan memberimu kartu Identitas." ucap tentara Wong .


" *Lama gak pak?" ucap Bayu.


" Jika kamu lulus dengan nilai yang bagus.."


" Maka...Latihanmu akan cepat selesai..."


" Sekarang kamu ikuti bapak ini..."


" Dia akan mengantarmu ke barak militer.."


" Pisau dan hapemu kita tahan,setelah lulus kita akan kembalikan.." ucap tentara Wong.


" Baiklah ,tapi...Saya minta kartu sim hape saja gimana pak.." ucap Bayu.


Tentara Wong melepas kartu sim di hape Bayu lalu memberikan ke Bayu.


Bayu berjalan keluar bersama seorang tentara menuju barak militer sambil membawa tas.


" Tunggu di sini.." ucap tentara yang mengantar Bayu.


" * Bapak mau kemana?" ucap Bayu.


" Ambil seragammu...Jangan kemana mana"


Tentara itu lantas pergi meninggalkan Bayu.


Setelah mengambil seragam,tentara itu menghampiri Bayu,


" Ini seragam dan sepatumu.." ucap tentara.


" * terima kasih.." ucap Bayu. Lalu mereka melanjutkan lagi jalannya.


Tentara itu memberi tahu letak toilet dan kamar mandi,temoat makan,serta jam kapan saat makan dan jam istirahat. Serta memberitahu bila ada seorang kapten masuk barak dan meniup peluit panjang,harus segera berkumpul dan lain - lain.


Tak lama kemudian mereka sampai di barak militer.


Dalam barak itu ada 8 tempat tidur.


" Ini tempat tidurmu..."


" Mulai latihan besok pagi.."


" Seragam harus kamu pakai,jika tidak.."


" Kamu mendapat hukuman..." ucap tentara.


" Iya pak.." ucap Bayu.


Tentara itu meninggalkan Bayu yang sendirian di barak.


Bayu duduk di ranjang,lalu melihat jam tangan.


" Bentar lagi sujud.." gumam Bayu.


Bayu mengambil uang di dalam tasnya,ia takut jika uangnya di curi orang lain. Lalu berjalan ke kamar mandi untuk wudhu.


Selesai wudhu,Bayu kembali ke baraknya.


Nampak 6 orang pemuda berada di barak tersebut.


" Itu kan orang yang ikut di dalam bis kita...? Kenapa ada di sini.."


" Aku tidak tahu.."


" Apakah dia di hukum.."


Bayu cuek saja mendengar ucapan para pemuda itu. Lalu ia pun shalat. Beruntung lantainya itu dari semen,ia tak perlu lagi kain untuk alasnya.


Seorang pemuda memperhatikan Bayu shalat,ia tak ikut berbicara saat Bayu masuk ke barak tersebut.


Selesai Bayu shalat,ia mengambil bekal yang ia bawa lalu memakannya,tak lupa membaca do'a sebelum makan.


Selesai makan,Bayu pergi keluar untuk mencuci kotak makan.


Tak terasa waktu magrib telah masuk.


Bayu diam saja di barak itu,tak pernah menyapa ataupun berkenalan. Lalu Bayu kembali shalat Magrib tak memperdulikan ucapan para pemuda.


Selesai shalat Magrib.


Bayu keluar dari barak militer untuk bersantai.


Tiba - tiba kapten Wong datang.


Priiiiit..... Kapten Wong meniup peluit.


Tak lama kemudian,para pemuda dan para wanita berkumpul,ada yang hanya memakai sepatu saja,ada yang memakai baju, ada pula yang hanya memakai pakaian santai.


Kapten Wong mwlihat Bayu duduk di rerumputan tak ikut berkumpul.


" Jiang...." ucap kapten Wong.


" * Iya pak..." ucap Bayu.


" Berkumpul...Cepat.." ucap kapten Jiang.


" * Katanya besok pak...Kok sekarang.." ucap Bayu.


" Jangan membantah...Jika kamu membantah..."


" Aku akan menghukummu.." ucao kapten Wong.


Mau tak mau Bayu berdiri lalu ikut berbaris.


" Baiklah..."


" Dengarkan aku bebicara.."


" Aku yang memimpin latihan ini..."


" Jika kalian melanggar,akan aku hukum.."


" Jika tidak menuruti perintah..Akan aku hukum.."


" Apa kalian paham...," ucap kapten Wong.


" Siap pak..Paham...." ucap para pemuda kecuali Bayu.


" Kalian mendapat teman baru,dia bernama Jiang..."


" Mulai besok..Kalian akan aku latih.. "


" Bubar barisan...Jalan..." ucap kapten Wang.


Para pemuda membubarkan diri masing -masing,mereka masuk ke dalam barak.


Bayu berjalan lalu duduk di tempat semula. Ia melihat barisan tentara sedang berlari dan memikirkan dirinya saat masih bersama Anming dan Xoulang.


Kapten Wong mendekati Bayu.


" Kenapa kamu tidak masuk ke dalam barak?" ucap kapten Wang.


" *Malas pak.."


"* Lebih nyaman sendirian..." ucap Bayu.


" Besok jangan lupa seragamnya di pakai.." ucap kapten Wong.


"* Siap Jendral..." ucap Bayu.


" Aku bukan Jendral..." ucap kapten Wang.


"* Kenapa bapak tidak langsung ke Jendral saja..?" ucap Bayu.


" Mana bisa..."


" Apa kamu teringat kedua orang tuamu..?" ucap kapten Wong.


" * Iya...Kok bapak tahu..." ucap Bayu.


" Hanya menebak...Besok jangan lupa,seragam di pakai dan berkumpul " ucap kapten Wong.


"*Siap pak..." ucap Bayu..


***


Menjelang pagi.


Bayu bangun lebih awal,sebelum matahari terbit. Lalu minum air di botol kemudian pergi ke kamar mandi.


Sementara para pemuda yang tidur 1 barak dengan Bayu masih terlelap tidur.


Tak lama kemudian,Bayu muncul kembali setelah dari kamar mandi.


" Kok mereka tidak bangun pagi seperti aku ya..."


Bayu memandang para pemuda yang masih terlelap tidur.


" Dan mengapa mereka tak sujud seperti diriku..."


" Apakah mereka tidak mau sujud.."


" Heemm...Yo wes lah...Yang penting aku sujud sendirian saja..." ucap Bayu dalam hati lalu shalat.


Setelah selesai shalat,Bayu memakai seragam tentara,lalu memakai sepatu.


" Wuuiih...Pass..."

__ADS_1


Bayu berjalan keluar lalu berlari.


Ketika ia melihat lapangan,ia segera berlari ke lapangan,kemudian berlari mengitari lapangan tersebut.


Nampak kapten Wong berjalan ke barak di dampingi rekannya,lalu meniup peluit.


Priiiiitt......


Para pemuda dan para wanita yang masih terlelap itu kaget mendengar suara peluit. Sementara,Bayu yang mendengar peluit segera menghampiri asal suara peluit itu.


" Cepat keluar... Aku hitung sampai 10.."


" Jika tak lengkap maka aku hukum.."


" Satu...Dua...Tiga...Empat...Lima..."


Bayu muncul dari belakang kapten Wong lalu berdiri di depan kapten Wong.


Cepat juga dia bangun..Tapi dia dari mana?" ucap kapten Wong dalam hati.


" Enam...Tujuh....Delapan...Sembilan..."


Para pemuda berhamburan keluar sambil memekai seragamnya.


" Sepuluh..." ucap kapten Wong.


Kapten Wong melihat jumlah peserta sambil menghitung di dalam hati.


" Untung aku berlari gak jauh..Kalau jauh ya gak kedengaran.." ucap Bayu dalam hati.


" Jiang...Kamu dari mana?" ucap kapten Wong.


"* Berlari pak.." ucap Bayu.


" Jika bicara padaku,gunakan kata siap di awal kalimat..Paham.." ucap kapten Wong.


" Siap..Paham pak..." ucap Bayu.


" Berlari dari mana?" ucap kapten Wong.


"* Siap...Lapangan pak.." ucap Bayu.


Kapten Wong melihat ada peserta yang tak memakai sepatu.


" Yang tidak memakai sepatu...Maju ke depan.."


Para siswa maju ke depan.


3 Pria dan 2 wanita maju.


" Ini peringatan pertama dan terakhir..."


" Kalian jangan mengulangi lagi...Juga untuk semuanya...Apa kalian mengerti.." ucap kapten Wong.


" Siap...Mengerti pak.." ucap para siswa dan siswi.


" Bagus..."


" Ambil sepatu kalian,waktu kalian 2 menit. Jika lebih,kalian aku hukum.."


" Di mulai dari sekarang..." ucap kapten Wong.


Orang - orang yang tak memakai seoatu segera berlari ke baraknya untuk memgambil sepatu.


Tak lama kemudian kapten Wong menyuruh para siswa dan siswi berbaris lalu berlari menuju lapangan.


Sesampai di lapangan,mereka di suruh berlari mengelilingi lapangan.


" Ooo...Latihannya cuman berlari saja to.." ucap Bayu dalam hati sambil berlari.


30 menit kemudian.


Ada beberapa siswa tak kuat berlari lalu berjalan saja.


Nampak 6 pria dan 1 gadis cantik masih berlari,salah satunya adalah Bayu.Gadis cantik itu adalah Xiang,salah satu keluarga Zue lin Fang Qing yang selamat dari pembunuhan.


Xiang tiba malam hari di markas tentara ,karena ia ada keperluan.Dia juga tak mengetahui bila ada seorang pemuda yang nyasar ke bis rombongan,karena Xiang tak mau bicara pada teman - temannya. Ia lebih suka menyendiri di sekolah semenjak kematian keluarga besarnya.


Kapten Wang memperhatikan Bayu dan Xiang berlari.


Satu persatu siswa tak kuat berlari.


Hingga tersisa Bayu dan Xiang yang berlari.


" Kuat juga dia berlari..." ucap Bayu dalam hati.


" Jika kalian masih mampu berlari 1 jam lagi,maka aku akan memberi kalian hadiah.." ucap kapten Wong.


Bayu melewati Xiang yang sedang berlari.


Xiang yang di salip oleh pemuda yang tak di kenalnya,langsung segera mempercepat larinya.


Usaha Xiang berhasil,ia mendahului Bayu.


" Weee...Nyalip neh... Oke..Aku layani.." ucap Bayu dalam hati menambah kecepatannya Berlari.


Bayu berhasil menyalip dan jarak antara Bayu dengan Xiang 20 meter.


" Sial...Dia menyalipku..." ucap Xiang dalam hati.Lalu menambah kecepatan berlarinya.


Mata Xiang yang awalnya hitam putih kini berubah menjadi warna - warni di bagian hitamnya.


Kecepatan berlari Xiang menjadi bertambah.


Perlahan,Xiang mendekati Bayu berlari.


Semua orang - orang melihat Bayu dan Xiang berlari.


" Waah....Cari mati tuh orang..."


" Iya...Aku saja tidak berani.."


" Mungkin dia tidak tahu.


" Bisa jadi..."


Itu ucapan yang di lontarkan para siswa dan siswi.


Xiang berhasil mendahului Bayu.


" Asemm...."


" Cepat juga dia berlari..." ucap Bayu dalam hati.


Kini Xiang dan Bayu jaraknya 20 meter dan makin melebar.


" Baiklah...Aku ladenin dia.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu memgerahkan semua kekuatanya. Awalnya matanya normal,lalu menghitam semua,kemudian berganti merah,lalu berubah menjadi bewarna - warni semuanya.


Perlahan tapi pasti,Bayu berhasil mendekati Xiang berlari.


Kapten Wong diam memperhatikan Bayu dan Xiang.


" Dia bisa berlari sangat cepat,bahkan aku saja tak sanggup..." ucap Kapten Wong dalam hati.


Xiang melihat Bayu melewati dirinya.Ia ingin menambah kecepatan berlari tapi tak bisa,sebab ia sudah mencapai di titik batas kekuatannya.


" Awas kamu ya..." ucap Xiang dalam hati lalu menormalkan kembali matanya.


Xiang berlari keluar dari lintasan. Sementara Bayu tetap berlari.


Bayu melihat gadis yang berlari bersamanya berjalan keluar dari lintasan,lantas mengurangi kekuatannya.


Mata Bayu yang bewarna warni berubah menjadi normal lagi.


Priiiiitt..... Kapten Wong meniup peluitnya.


" Berkumpul....."


Bayu yang mendengar suara kapten Wong segera berlari ke arah kapten Wong.


" Selamat kepada Jiang..."


" Kamu bisa berlari sangat cepat sekali.."


Kapten Wong mengeluarkan uang dari kantong celananya.


" Kemari.."


Bayu berjalan menghampiri kapten Wong.


" Ini hadiah untukmu.." ucap kapten Wong sambil menyerahkan uang.


"Siap...Terima kasih pak.." ucap Bayu lalu menerima uang tersebut dan segera mengantonginya.


Bayu berjalan ke belakang barisan.


Di dekatnya ada Xiang yang juga berdiri di belakang barisan.


Xiang menatap Bayu,di dalam hatinya heran,mengapa ia baru pertama melihatnya,apakah pemuda itu siswa pindahan.


" Istirahat 1 jam..."


" Kalian gunakan untuk mandi dan sarapan,setelah itu berkumpul lagi di sini..Apakah kalian paham." ucap kapten Wong


" Siap...Paham pak.." ucap semua orang.


" Bubar barisan.." ucap kapten Wong.


Bayu berjalan ke tempat makan,karena dirinya sudah mandi sebelum shalat.


Sesampai di tempat ruangan,nampak meja tersusun rapi. Ada beberapa orang berjaga. Bayu menghampiri orang tersebut.


" Maaf pak..apakah aku boleh makan,karena aku sudah mandi dan di suruh pak Wong ke sini.." ucap Bayu kepada seorang pria.


" Boleh...Silahkan di ambil" ucap pria itu.


Bayu melihat tak ada piring seperti biasa yang ia pakai. Hanya ada tempat makan terbuat dari stanlis.


" Piringnya di mana pak?" ucap Bayu.


Xiang muncul di samoing Bayu lalu mengambil piring stanlis tersebut.


" Itu piringnya" ucap pria itu sambil menunjuk.


Bayu mengambil piring dan sendok,lalu mengambil Nasi,kemudian telur dadar dan sayuran. Selesai mengambil sayuran,Bayu mengambil air minum lalu duduk. Sementara Xiang masih mengambil lauk.


Bayu duduk di kursi dan meletakkan makanan di meja.


" Allahumma bariklana fima razaktana waqina adzabannar.." ucap Bayu lalu makan.


Xiang melihat Bayu sedang makan,lalu datang menghampiri,karena ia penasaran mengapa Bayu bisa mendahuluinya berlari,sebelumnya setelah ia mendapatkan kekuatan itu,tak ada seorang pun yang dapat mengalahkannya dalam berlari.


" Kenapa kamu bisa mengejarku..?" ucap Xiang.


Bayu melihat ke arah Xiang lalu melihat kemakanannya.


" *Aku sering berlari..." ucap Bayu.


" Kamu kelas berapa?" ucap Xiang.


" * Aku gak pernah sekolah...Jadi tidak tahu kelas berapa.." ucap Bayu.


Xiang meletakkan makanannya di meja lalu duduk memghadap Bayu.


" Tak pernah sekolah?"


" Kenapa ada di rombongan sekolahku?" ucap Xiang.


" * Aku asal naik,kalau tidak percaya tanya saja dengan teman - temanmu.." ucap Bayu.


" Apakah kamu bangun lebih awal..?" ucap Xiang.


"* Iya...Di luar masih gelap,aku sudah bangun...Lalu mandi kemudian berlari pagi.." ucap Bayu.


Xiang mengambil piringnya lalu berpindah tempat duduk.


" * Larimu sungguh cepat sekali..." ucap Bayu.

__ADS_1


Xiang tak menjawab,ia memakan makanannya.


Tak jauh dari mereka,ada 4 orang pria yang mengawasi. Mereka adalah pengawal Xiang.


__ADS_2