SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBERITAHUKAN AISYAH KE SULIS.


__ADS_3

Rumah Hana.


Kamar mandi.


Bayu muncul di kamar mandi. Sedangkan di kamar mandi itu ada Hana yang sedang menyabuni tubuhnya,karena badannya gerah.


Begitu Bayu muncul,Hana terkejut,begitu juga Bayu.


" Ma..Ma..Maaf bu..." ucap Bayu pelan lalu membalikkan badannya.Sempat ia melihat tubuh telanjang ibunya.


Hana memukul pelan kepala Bayu memakai Gayung.


Tuuk...


" Kenapa masuk di sini sayang?" ucap Hana pelan.


Bayu tak menjawab,ia membuka sedikit pintu kamar mandi untuk memastikan tak ada Ayu atau Diana.


Nampak ada Ayu sedang meletakkan piring.


" Kenapa sayang diam..Jawab pertanyaan ibu.." ucap Hana pelan sambil memgambil handuk untuk menutupi tubuhnya.


" Nanti Bayu jawab bu.." ucap Bayu pelan.


" Sial....Kenapa ada ibuku seh di dalam kamar mandi.." ucap Bayu dalam hati,sambil mengintip keluar.


" Sayang mau perkosa ibu?" ucap Hana pelan.


Bayu melambaikan tangan tak melihat ke arah ibunya.


" Ada Ayu di luar " ucap Bayu pelan.


Begitu Ayu pergi,Bayu segera keluar dari kamar mandi.


Hana mengunci pintu kamar mandi setelah Bayu keluar.


" Selamet..."


" Aku pikir di kamar mandi kosong,gak ada orang..Gak tahunya ada ibu.Gilaa...Gilaaa." ucap Bayu dalam hati.


Bayu sengaja muncul di kamar mandi,sebab bila di teras rumah,akan ada tetangga yang melihat dirinya. Jika di dalam rumah,istrinya akan terkejut. Maka jalan satu - satunya di kamar mandi,tempat di mana ada tak ada orang.


Bayu masuk ke kamar Ayu untuk mengganti baju.


" Shujin mau makan?" ucap Ayu.


" Iya yomesan...Tapi biar aku sendiri aja yang ambil makanan di dapur..Yomesan di sini aja.." ucap Bayu sambil menggantungkan baju muslimnya. Kemudian ia berjalan ke dapur.


Nampak Diana berjalan dari arah dapur sambil menggendong Bintang.


" Besok antarin umi ya abi.." ucap Diana.


" Kemana?" ucap Bayu.


" Ke Posyandu..." ucap Diana.


" Iya. " ucap Bayu.


Begitu sampai di dapur,Bayu mengambil makanan lalu duduk di kursi panjang yang terbuat dari bambu kemudian makan.


Di saat Bayu sedang makan,Hana menghampiri Bayu,lalu duduk di kursi yang Bayu duduki.


" Kenapa tadi sayang masuk dalam kamar mandi? Pas ibu sedang mandi" ucap Hana.


" Bayu tadi habis shalat di Mesjid Al Hijrah..."ucap Bayu.


" Mesjid Al Hijrah?" ucap Hana.


" Yang Bayu bangun itu loh bu.."ucap Bayu.


" Terus.." ucap Hana.


Bayu menceritakan dirinya ketika berada di mesjid.


" Maaf ya bu...Bayu gak ada niat untuk perkosa ibu kok" ucap Bayu.


" Ya sudah...Lain kali kalau mau pakai ilmu itu,telpon ibu dulu sayang...Jangan asal memakainya.." ucap Hana.


" Iya bu...Tumben ibu mandi" ucap Bayu.


" Ibu gerah..Makanya ibu mandi.." ucap Hana.


" Ibu ada nomor hapenya Aisyah apa enggak?" ucap Bayu.


" Ada...Sayang mau nelpon dia?" ucap Hana.


" Iya..Bayu sudah janji mau nelpon dia..Tapi belum ada nelpon sampai sekarang.." ucap Bayu.


" Sebentar...Ibu ambilkan dulu.." ucap Hana lalu berdiri kemudian berjalan.


Bayu mencuci piring yang telah ia pakai tadi,tak lupa gelas.


Hana datang menghampiri Bayu.


" Ini sayang..." ucap Hana.


" Taruh situ dulu bu.." ucap Bayu.


Hana meletakkan ponselnya.


" Sayang mau menjadi Aisyah istri sayang?" ucap Hana.


" Enggak tahu bu.."


Bayu mengelap tangannya.


" Lihat saja nanti.." ucap Bayu lalu mengambil ponsel ibunya.


Nampak nama kontak Aisyah Malaysa di ponsel ibunya.Bayu melihat nomor Aisyah dan menghapalnya.


" Pakai saja ponsel ibu sayang.." ucap Hana.


" Nanti pulsanya ibu habis.." ucap Bayu.


" Tenang...Ibu tidak pakai pulsa..."


" Itu kartu Halo...Tiap bulan kakek yang membayarnya.." ucap Hana.


Bayu menekan panggilan lalu menempelkan ke telingannya.


Tuuut....Tuuuut...Tuuuut....Tuuuut...


" Assalam mu'alaikum bu..." suara Aisyah.


" Wa'alaikum salam nak..." ucap Bayu menirukan suara wanita.


" Kok suara ibu berubah..." suara Aisyah.


" Iya...Ibu sedang sakit...Kamu sedang apa?" ucap Bayu.


" Sedang di kamar bu..."


" Apakah Bayu ada menghubungi ibu..?" suara Aisyah.


" Enggak ada..." ucap Bayu menggunakan suara aslinya.


" Oo..Tak ada.."


" Eh...!!! Anda siapa?" suara Aisyah.


" Pemuda yang Aisyah cari...Masa tak kenal suaranya.." ucap Bayu.


" Habib albi.." suara Aisyah.


" Ya amar.." ucap.Bayu.


" Kapan habib albi pulang ke Indonesia...?" suara Aisyah.


" Baru berapa hari.."


" Oh iya...Bagaimana kabarmu?" ucap Bayu.


" Alhamdulilah baik.Tiap hari saya selalu menunggu habib albi menelpon.Saya pikir habib albi melupakan saya.."


" Hiks....Hiks..Hiks..." suara Aisyah.


" Tak..."


" Saya tak akan melupakanmu.."


" Insya Allah saya akan kerumahmu...Tapi tak sekarang." ucap Bayu.


" Iya habib albi..Saya akan menununggumu.Apakah nanti habib albi kembali ke China." suara Aisyah.


" Tak..."


" Saya tak kembali ke china lagi..Dan saya tak bersama dia lagi.." ucap Bayu.


" Bagaimana jika dia datang kemari?" suara Aisyah.


" Saya akan datang untuk membebaskanmu.."


" Titip salam untuk ayah dan ibumu ya." ucap Bayu.


" Iya " suara Aisyah.


" Sudah dulu ya amar,nanti saya telpon lagi. Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." suara Aisyah.


Bayu mematikan panggilan.


" Apakah Sulis tahu tentang Aisyah sayang?" ucap Hana.


" Belum bu...Bayu tak menceritakan kisah tentang Aisyah ke dia.." ucap Bayu.


" Malam minggu sayang mau ke sana?" ucap Hana.


" Insya Allah bu.." ucap Bayu.


" Kalau ke sana..Beri tahu dia jika Sayang benar - benar akan menikahi Aisyah.." ucap Hana.


" Iya bu.."


" Hem...Ibu tidak buka toko seperti dulu?"ucap Bayu.


" Tidak sayang..."


" Tabungan ibu masih ada..."


" Serta kakek selalu memberikan uang pada ibu meskipun ibu tak meminta.." ucap Hana.


" Iya bu...Bayu mau istirahat dulu..Belum ada tidur bu.." ucap Bayu.


" Iya sayang.." ucap Bayu.


***


Malam harinya,setelah Bayu mengajari istrinya mengaji.


" Saya ada kisah untuk kalian.." ucap Bayu.


" Sayang habis nelpon Aisyah?" ucap Diana.


" Iya...Kok sayang tahu.." ucap Bayu.


" Dari ucapan sayang berbeda..Seperti memakai logat malaysa.." ucap Diana.


" He...He...He..."


" Kemarin tu,saya kan kerumah Sulis.."


Bayu menceritkan kisahnya saat di rumah Sulis.


" Nah...Bagaimana?"


" Jika kalian tak setuju,maka saya akan memberi tahu dia.." ucap Bayu. Ia tak memceritakan pergi bersama Kumala Sari dan menghilang dari Trenggalek lalu muncul di teras.


" Aku seh setuju saja,hanya saja,apakah Sulis ada berhubungan badan dengan tunagannya itu.?" ucap Diana.


" Saya tak tahu sayang...Nanti saya tanya ke dia.." ucap Bayu.

__ADS_1


" Jika iya...Maka sayang gak usah nikahin Sulis..."


" Untuk Aisyah..."


" Apakah sayang benar - benar mencintai Aisyah?" ucap Diana.


" Iya,dan saya merasa bersalah mengambil paksa kesuciannya.."


" Jika saja dia tak di culik,dia tidak mau saya nikahi bila saya punya istri.." ucap Bayu.


" Hemmm..."


" Bawa saja mereka ke sini,dan acara pernikahannya tidak perlu mewah,cukup keluarga kita dan keluarga dia saja.."


" Bila,di rayakan secara mewah,nanti musuh akan mendatangi kita sayang.." ucap Diana.


" Iya sayang.."


Terdengar suara adzan Isya.


" Yok kita shalat " ucap Bayu.


30 menit kemudian.


Bayu duduk di depan tivi bersama keluarganya.


" Bu...Ibu gak ada stok teh Kotak ya..?Tadi Bayu cari gak.ketemu di dapur" ucap Bayu.


" Maaf..Ibu lupa sayang..Besok ibu belikan.." ucap Hana.


" Hari minggu,Bayu mau ke Jakarta bu..Mau ke makam Putri.." ucap Bayu.


" Boleh ikut gak shujin?" ucap Ayu.


" Hemm...Kalau kekuburan,jangan dulu yomesan.."


" Aku takut jika ada musuh kita ada di sana terus mengikuti .."


" Lebih baik kalian di sini saja dulu.." ucap Bayu.


" Tadi Bimo nelpon ibu...Nanyain sayang.." ucap Hana.


" Bimo gak bisa aku tipu bu...Soalle dia hapal suaraku.." ucap Bayu.


" Sebentar - sebentar..."


"Abi shalat juma't di mesjid Al Hijrah dekat Cafe Mantan.?" ucap Diana.


" Iya ..." ucap Bayu.


" Serius....? Abi naik apa?" ucap Diana.


" Jalan kaki..." ucap Bayu.


" Abi jangan bercanda..Abi beneran shalat di sana atau mesjid di sini.." ucap Diana.


Bayu menghela nafas.


" Abi punya ilmu menghilang pemberian Kumala Sari.."


" Sehingga ,abi bisa ke mesjid Al Hijah dengan cara menghilang.."ucap Bayu.


" Ooo...Begitu.." ucap Diana.


" Jangan bilang siapa - siapa ya.Hanya kalian saja yang tahu.." ucap Bayu.


" Jika abi bisa menghilang,apakah abi bisa membawa orang untuk menghilang?" ucap Diana.


" Nah itu..Abi belum nyoba.."


" Baru sepeda motor saja yang abi coba pas nyasar ke Trenggalek.." ucap Bayu.


" Trenggalek itu di mana shujin?" ucap Ayu.


" Jawa timur umi..." ucap Bayu.


" Hari sabtu besok ada undangan ditempat tetangga. Acara nikahan.." ucap Diana.


" Hemm...."


" Nanti siang kita kesana.."


" Oh iya..."


" Aku mau kerja..Tapi bingung kerja apaan." ucap Bayu


" Sayang kan punya Cafe..."


" Tiap bulan Paijo mentransfer uang hasil penjualan ke kita.." ucap Diana.


" Ooo...Begitu.."


" Jika mama Intan gak ada,terus Coto Makasarnya gak ada dong.." ucap Bayu.


" Ada..."


" Mama memberikan resepnya ke kita,lalu aku memberikan resep itu ke Paijo,agar Paijo yang membuatnya.." ucap Diana.


" Syukurlah.." ucap Bayu.


***


Siang Hari


Setelah Bayu dan keluarga shalat dzuhur,mereka mendatangi acara syukuran ke tempat tetangganya itu.Di kawal para pengawal.


Orang - orang yang melihat 3 wanita berjilbab datang bersama seorang pria memakai masker penasaran. Dengan siapa mereka datang,akan tetapi,yang sudah tahu tidak penasaran.


Bayu mengisi buku tamu dengan nama panggilannya.Lalu berjalan menuju meja yang berisi piring berjejer. Hanya ada makanan soto saja.


"Kalian duduklah..Biar aku yang mengambil makanannya.." ucap Bayu.


Kedua istri Bayu menurut,mereka mencari tempat duduk.


" Ibu bawakan piring buat Diana.." ucap Hana.


" Iya bu..." ucap Bayu.


" Bu Viana...Kuwi sopo ?" ucap ibu 1.


" Ooo...Seng kerjo nang Hongkong kae to?" ucap ibu 2.


" Iya..." ucap Hana.


" Kenapa gak sekalian Amerika bu..Jadi enak di dengar.." ucap Bayu dalam hati.


Setelah mengambil makanan,mereka duduk,lalu makan.


Bayu membuka masker ketika makan.


Di saat Bayu makan,orang - orang di sekitar Bayu melihat ke arah Bayu. Bayu yang merasa jadi pusat perhatian cuek saja.


Tak jauh dari Bayu,ada 2 gadis melihat ke arah Bayu.


" Eh...Itu kan cowok yang kita lihat di bawah pohon Nangka.." ucap gadis 1.


" Iyoo...Jadi dia beneran suaminya mbak Diana too.." ucap gadis 2.


" Sayang ya.."


" Aku pikir dia masih sendiri.." ucap gadis 1.


" Kowe naksir Bayu..?" ucap gadis 2.


" Iya..Cewek mana yang gak naksir ke Bayu..Kulitnya putih,wajahnya tampan lagi.." ucap gadis 1.


Selesai Bayu dan keluarganya makan,mereka berjalan ke kursi pelaminan untuk bersalaman.


Saat Bayu bersalaman ke mempelai pria,Bayu mengeluarkan amplop,lalu memberikan ke pria tersebut sambil salaman.


" Selamat ya . " ucap Bayu.


" Iya...Terima kasih" ucap pria itu setengah kaget,karena pemuda di depannya tak memasukkan amplop di kotak amplop malah di berikan ke dirinya.


Bayu menangkupkan tangan ke mempelai wanita.


" Selamat ya mbak.." ucap Bayu.


"Iya terima kasih..." ucap wanita itu.


Bayu bersama keluarganya meninggal acara pernikahan itu.


Di saat Bayu pergi,pria itu duduk lalu penasaran dengan amplop yang di berikan oleh Bayu,karena ia merasakan amplop itu agak tebal dari biasanya.


"Ehh... !!! Pria itu terkejut,sebab ia meliihat banyak uang pecahan 50 ribu di dalam amplop. Lalu ia menyimpannya.


" Dia ngasih sampeyan mas..?" ucap istri pria itu melihat suaminya membuka amplop.


" Iya dek.." ucap pria itu.


" Berapa dia ngasih?" ucap wanita itu.


" Gak tahu..Ada banyak..." ucap pria itu.


" Coba sini mas amplopnya.." ucap wanita itu.


" Apes...Kenapa juga tadi aku buka.." ucap pria itu dalam hati lalu memberikan amplop pemberian Bayu.


Wanita itu menerima,lalu membuka amplop itu,kemudian langsung menyimpannya begitu tahu isinya sangat banyak.


" Dia itu teman mas kah?" ucap wanita itu.


" Bukan..Aku baru melihatnya,tapi jika aku lihat. Dia datang bersama bu Viana." ucap pria itu.


***


Rumah Hana.


Malam hari,setelah Bayu mengajari ngaji ke dua istrinya.


" Abi pergi dulu ya.." ucap Bayu.


" Shujin mau pergi sekarang kerumah Sulis?" ucap Ayu.


" Iya...Tadi abi nelpon...Abi bilang habis magrib."


Bayu melepas sarung lalu memakai celana panjang.


" Abi pergi dulu...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam" ucap kedua istri Bayu.


Bayu menghilang dari pandangan kedua istrinya.


"Ehhhh....!!!! Kedua istri Bayu terkejut melihat Bayu menghilang seperti hantu di film - film.


***


Rumah Sulis.


Bayu muncul di samping rumah Sulis,lalu berjalan. Ia takut jika muncul di depan rumah ada orang lain.


Nampak 3 orang pria sedang mengobrol di teras,Bayu mengenali mereka. Mereka adalah ayahnya Sulis dan kakaknya Sulis.


" Nah kan...Ada orang di teras rumah" ucap Bayu dalam hati mengintip.


Bayu mencari cara agar kakaknya Sulis tak curiga dengan dirinya.


Bayu melihat batu kerikil,lalu melempar untuk mencuri perhatian,di saat perhatian mereka ke sumber bunyi kerikil yang ia lembar,Bayu segera berlari ke mobil yang terparkir.


" Aman..." gumam Bayu lalu berjalan menuju teras rumah,


Bayu tak sadar berjalan tanpa alas kaki.


" Bayuuu..." ucap ayahnya Sulis melihat Bayu berjalan ke arahnya.


" Assalam mua'laikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." ucap ayahnya Sulis,meskioun dirinya non muslim,ia tetap menjawab salam tersebut.


Bayu mencium punggung tangan ayahnya Sulis,lalu bersalaman ke kakaknya Sulis.

__ADS_1


" Sama siapa Bay..?" ucap ayah Sulis.


" Sendirian aja pak.." ucap Bayu.


" Ooo...Sendirian.Kirain sama istrimu atau ibumu.." ucap ayah Sulis.


" Mereka di rumah pak..." ucap Bayu.


" Motormu di mana? Kenapa gak di bawa masuk kesini aja.." ucap ayah Sulis.


" Gakpapa pak..Aman..Sulisnya ada di rumah apa enggak pak" ucap Bayu.


" Ada...Masuk aja ke dalam.." ucap ayahnya Sulis.


" Asem...Malah di suruh masuk sendirian lagi...Coba di temanin kek.." ucap Bayu dalam hati.


" Gak berani pak..." ucap Bayu.


" Ayo..Aku antar.." ucap kakaknya Sulis.


" Iya kang..." ucap Bayu.


Bayu masuk bersama kakaknya Sulis.


" Cendoool....." ucap kakaknya Sulis nyaring.


Muncul Sulis dari dalam,ia tak memakai Jilbab,lalu melihat Bayu bersama kakaknya.


" Mas Bayu..." ucap Sulis,lalu masuk lagi ke kamar untuk mengambil jilbabnya.


" Loh...Malah masuk dalam kamar..Dah..Sana Bay..Kamu susul aja si Cendol itu ke kamarnya.." ucap kakanya Sulis.


" Diampuut...Malah di suruh nyusul ke kamarnya,jika aku masuk ke kamarnya,yang ada aku ngentuin Sulis.." ucap Bayu dalam hati.


" Aku tinggal dulu ke depan.." ucap kakaknya Sulis.


" Iya kang..." ucap Bayu.


Kakanya Sulis berjalan lagi ke depan.


Ayahnya Sulis telah menceritakan Bayu kepada anak - anaknya,sehingga mereka datang kerumah. Ketika Bayu datang,mereka menganggap Bayu sudah menjadi keluarganya,sehingga mempersilahkan mendatangi Sulis sendirian di dalam rumah.


Bayu berjalan ke kursi tamu lalu duduk.


Ibunya Sulis datang bersama menantunya.


Bayu berdiri lalu menangkupkan kedua tangannya.


" Sama siapa nak?" ucap ibunya Sulis.


" Sendiri bu..." ucap Bayu.


" Ooo...Sendiri..Kenapa istri dan ibumu tidak di ajak?" ucap ibunya Sulis.


" Sudah malam bu...Jadi tidak ikut ke sini.." ucap Bayu.


Ayahnya Sulis dan ke dua kakaknya Sukis masuk dalam rumah,lalu menghampiri Bayu.


" Looh...Sulisnya mana?" ucap ayahnya Sulis.


Sulis muncul dari dalam.


" Tadi Sulis ambil Jilbab paah.." ucap Sulis.


" Kamu mau malam mingguan kemana ndool.." ucap pria 1.


Sulis dusuk di samping Bayu yang sedang menunduk.


" Gak tahu..."


" Mas...Kita mau jalan - jalan kah?" ucap Sulis.


" Aku gak bawa mobil Lis.." ucap Bayu sambil menunduk.


" Ya kita naik motor aja mas..." ucap Sulis.


" Aku gak bawa motor juga Lis.." ucap Bayu.


" Lah..Terus mas kesini naik apa?" ucap Sulis.


" Jalan kaki..Sampai lupa pakai sandal jepitku.." ucap Bayu.


" Serius mas...?" ucap Sulis tak percaya.


Bayu melihat ke Sulis.


" Kalau gak percaya,cek aja sendiri Lis di luar..Ada motorku atau mobil apa enggak.." ucap Bayu lalu menundukkan kepala lagi.


" Calon bojomu seneng guyon yo lis.." ucap wanita yang merupakan kakak ipar Sulis.


Bayu mendongakkan kepala ke arah kakak iparnya Sulis yang barusan bicara.


" Aku ora guyon mbak..Iki tenanan,yen gak percoyo yo wes.Sampe ngelak aku.."(aku tidak bercanda mbak,ini be eran. Kalau tidak percaya ya sudah. Sampai haus aku.)


".Opo nang kene gak ono banyu to." ucap Bayu(apa di sini tidak ada air kah)


" Oh iya..Maaf nak..Ibu lupa.." ucap ibunya Sulis.


20 menit kemudian.


Mereka membiarkan Bayu bersama Sulis di ruang tamu mengobrol untuk memberika privasi. Sebab mereka percaya dengan Bayu.


" Lis.." ucap Bayu.


" Iya mas.." ucap Sulis.


" Aku ada cerita tentang aku pernah ke Malaysa kan." ucap Bayu.


" Iya..Terus...Apakah mas mau ke sana?" ucap Sulis.


" Begini Lis.."


" Aku bercerita ini hanya padamu saja.."


" Pas aku hilang ingatan itu,aku tinggal bersama pacarku bernama Xiang.." ucap Bayu.


" Xiang itu asli china apa Indonesia mas?" ucap Sulis.


" Tolong dengarin aku dulu ya Lis..Jangan potong ucapanku.." ucap Bayu.


" Iya mas.." ucap Sulis.


" Begini..."


Bayu menceritakan tentang Xiang,lalu Aisyah,hingga Xiang membawa Aisyah ke China dan Bayu merenggut kesucian Aisyah serta menyetubuhi Aisyah berulang kali.


" Xiang mengembalikan dia,tapi aku saranin dia ke Indonesia,dia mau."


" Alhamdulilah Aisyah selamat,dan bertemu lagi dengan orang tuanya.."


" Jika aku ingat ilmu Fiqih..Aku tidak akan melakukannya Lis..Sekarang terserah padamu.."


" Apakah kamu tetap mau bersamaku atau tidak.." ucap Bayu.


Sulis memaklumi Bayu,sebab Bayu hilang ingatan. Sebab ia tahu sifat Bayu.


" Aku tetap memilihmu mas...Dan aku percaya ,apa yang mas lakukan itu tidak tahu hukum Fiqih.." ucap Sulis.


" Terima kasih Lis.." ucap Bayu.


" Apakah benar,Putri telah meninggal mas?" ucap Sulis.


" Iya Lis.."


"Aku aja masih tak percaya bahwa Putri telah meninggal."


" Saat meninggal,aku masih hilang ingatan.."ucap Bayu.


" Kenapa ibu pindah mas?"


" Kan di sana enak..Rumah besar,di Jakarta lagi.." ucap Sulis.


" Untuk bersembunyi dari musuh Lis.."ucap Bayu.


" Musuh..? Siapa musuhnya mas?" ucap Sulis.


" aku gak tahu Lis...Jika tahu,sudah aku patahin tangan dan kaki mereka...Biar cacat seumur hidup.." ucap Bayu


" Apakah Putri di bunuh oleh musuhnya mas?" ucap Sulis.


" Kemungkinan iya..."


" Soalnya,dari kejadian yang di ceritakan oleh ibuku. Habis nyenggol mobil yang di tumpangi Putri langsung kabur,padahal sisi berlawan arah kosong,tak ada kendaraan lain.."


" Teman. - teman mengejar mobil truk itu,tapi di halangi truk lain yang juga ingin menyalip,sehingga gagal untuk mengejar truk itu.." ucap Bayu.


" Apakah mereka musuh dari china mas?" ucap Sulis.


" Entahlah Lis...Aku bingung...Jika mikirin itu kepalaku pusing.." ucap Bayu.


" Keluar tlyuk mas...Cari makan.." ucap Sulis.


" Aku gak bawa kendaraan Lis.." ucap Bayu.


" Jalan kaki aja,di dekat sini ada penjual sate.."


" Aku pengen makan sate mas.." ucap Sulis.


" Ayoo kalau dekat.." ucap Bayu.


Bayu dan Sulis pun keluar rumah jalan kaki menuju penjual sate,yang jaraknya 80 meter dari rumah.Mereka berjalan tak berpegangan tangan.


" Loh...Sandalnya kok gak di pakai mas?" ucap Sulis melihat Bayu berjalan tak memakai alas kaki.


" Ketinggalan di mesjid Lis.." ucap Bayu.


" Mas mau sate apa?" ucap Sulis ketika sudah sampai.


" Ayam campur daging,tapi jangan kering.100 tusuk." ucap Bayu.


" Banyak banget mas.." ucap Sulis.


" Kan di rumahmu banyak orang Lis.." ucap Bayu.


" Kita makan di sini mas...Sambil ngobrol.." ucap Sulis.


" Ya sudah...10 ayam,10 daging..Terus bungkuskan 30 ayam 30 daging. Buat 2 di pisah. Jadi yang aku bawa nanti totalnya 120 tusuk minumnya teh tawar hangat.." ucap Bayu.


Sulis pun memesan lalu duduk di kursi menghadap Bayu.


" Sial...Kalau pesan sate gini,jadi ingat sate gagak yang rasanya gak enak." ucap Bayu dalam hati.


" Kenapa ngelihatin aku terus Lis?"ucap Bayu.


" Heran aja aku mas.." ucap Sulis.


" Heran kenapa?" ucap Bayu.


" Mas ini orang kaya,kenapa jalan kaki ke sini,mana nyeker lagi.." ucap Sulis.


" Maunya seh naik pesawat helikopter Lis.."


" Tapi aku bingung..Mendaratnya di mana.." ucap Bayu.


" Loncat aja mas..Nanti aku yang nangkap" ucap Sulis.


" Nyangkut di kabel aku Lis..terus kesetrum.." ucap Bayu.


" Hari senin aku mau kerumah mas.." ucap Sulis.


Pesanan mereka jadi lalu di letakkan di meja.


" Mau ngapain?" ucap Bayu.


" Melamarmu mas." ucap Sulis.


Bayu membaca do'a makan lalu memakan satenya,begitu juga dengan Sulis.


" Jangan senin Lis...Minggu depan aja.." ucap Bayu.


" Mas mau kemana?" ucap Sulis.

__ADS_1


" Mancing..." ucap Bayu asal bicara,sebab dirinya belum merencanakan jadwalnya.


" Ya sudah...Aku ikut mas mancing.." ucap Sulis.


__ADS_2