
Setelah menempuh perjalanan yang panjang,akhirnya rombongan Bayu tiba di rumah Ahmad yang berada di perumahan. Satu persatu turun dari mobil.
" Ooo....Sulis tinggal di sini ta..." ucap Bayu dalam hati melihat suasana rumah Sulis.
Bu Hana dan bu Intan berjalan lebih dulu ke pintu rumah Sulis di ikuti yang lainnya.
" Assalam mu'alaikum..." ucap bu Hana.
" Wa'alaikum salam..." suara Ahmad.
Ceklek..Kriiieet...
Pintu terbuka,nampak Ahmad memakai celana pendek dan kaos oblong.
" Loh...Kok lu gak kasih tahu ke gue Bay jika mau kesini..?" ucap Ahmad.
" Ogaah.... Mending aku langsung ke sini" ucap Bayu.
" Ibu gak boleh masuk?" ucap bu Hana.
" Masuk - masuk bu...Maaf jika rumah berantakan.." ucap Ahmad.
Nampak rumah sedikit berantakan.
" Sulis mana mad?" ucap bu Hana.
" Ada di kamar bu.."
" Mari saya antar.." ucap Ahmad.
Ahmad berjalan ke kamar bersama bu Hana,bu Intan dan ketiga istri Bayu.
Sedangakn Bayu dan teman - temannya menunggu di ruang tamu.
Ahmad memakai pakaian,setelah itu menemui Bayu.
" Lagi kemarau kah di sini kang?" ucap Bayu.
" Enggak...Kemarin hujan Bay.." ucap Ahmad lalu duduk di kursi sofa.
" Bay...Nang kene ono warung gak? Ngelak (haus) aku.." ucap Bimo.
" Ooo...Kalian mau minum..." ucap Ahmad.
" He eh...Moso ada tamu gak di kasih minum.." ucap Lukman.
" Bentar.. Gue ambil dulu..." ucap Ahmad lalu berdiri,lalu berjalan ke dapur.
" Yang dingin kang..." ucap Bimo.
" Iya..." ucap Ahmad.
" Sekalian kopi kang .." ucap Daniel.
" Iya..." suara Ahmad.
" Nanti kita jalan - jalan yuk.." ucap Paijo.
" Jalan kemana kang?" ucap Bayu.
" Yo sembarang...Mumpung kita di Jogja ini.." ucap Paijo.
" Mancing yuk..." ucap Bayu.
" Jancok....Malah ngajak mancing..." ucap Paijo.
" Lah piye...Aku itu gak suka jalan - jalan kang...Paling liburanku mancing... Ke sawah... Sama maen gitar"
" Jika ada yang ngajakin,baru ikut.."ucap Bayu.
Terdengar suara tangisan bayi.
Ahmad datang membawa minuman lalu di letakkan di meja.
" Kalau merokok,tolong ngerokoknya di luar ya.." ucap Ahmad.
" Siaaaap... " ucap Lukman.
" Kang...Anakmu nangis itu " ucap Bayu.
" Abiii...." suara Sulis memanggil Ahmad.
" Iya mi..." ucap Ahmad lalu meninggalkan Bayu dan teman - temannya.
Ketiga istri Bayu muncul.
Lukman dan Daniel berdiri lalu mengambil minuman dan berjalan keluar.
Paijo pindah ke kursi satunya,agar istri Bayu duduk bersama Bayu.
Putri dan Diana duduk bersama Bayu,sedangkan Ayu duduk di kursi satunya.
" Mas..."ucap Putri.
Suara tangisan bayi masih terdengar.
" Iya dek..." ucap Bayu.
" Kapan kita di kasih dedek bayi.." ucap Putri.
" Sayang....." suara bu Hana.
" Iya bu..." ucap Bayu.
" Kesini sebentar.." suara bu Hana.
" Bentar ya dek..Mas di panggil ibu. " ucap Bayu.
Bayu berdiri lalu berjalan ke arah ibunya.
Setelah sampai di depan pintu yang terbuka.
Nampak ibu Hana menggendong bayi Sulis agar berhenti menangis.
" Ada apa bu...?" ucap Bayu.
" Coba tolong di suwuk kan...Siapa tahu berhenti menangis.." ucap bu Hana.
Bayu menghampiri ibunya.
Bayi yang semula menangis,tiba - tiba berhenti menangis.
" Udah berhenti bu..Belum bayu bacain do'a.."
Bayu melihat ke arah Sulis.
" Lisss..." ucap Bayu.
" Iya mas..." ucap Sulis.
" Siapa nama anakmu?" ucap Bayu.
" Ayub mas...Muhammad Ayub Fahrozhi.
" Ooo...Muhammad Ayub Fahrozhi"
Bayu melihat ke arah ibunya.
" Bayu ke depan dulu ya bu.." ucap Bayu lalu berjalan ke ruang tamu.
Baru saja melewati pintu,Ayub kembali menangis kembali.Namun Bayu tetap berjalan.
Bu Hana mencoba membaca do'a - do'a dan membaca ayat - ayat Al Qur'an. Namun Ayub tetap menangis.
" Sayang..." ucap bu Hana kembali memanggil Bayu.
" Iya bu..." suara Bayu.
Bu Hana berjalan menghampiri Bayu.
Setelah dekat,Ayub berhenti menangis.
" Ada apa bu?" ucap Bayu.
" Enggak apa - apa sayang..."
" Ibu cuman heran...Kok dia menangis lalu sayang dekat dia berhenti nangis.." ucap bu Hana.
Bayu memperhatikan dengan seksama wajah Ayub.
" Gak ada yang aneh bu..."
" Dia gak di ganggu sama makhluk halus.." ucap Bayu.
__ADS_1
" Iya seh..." ucap bu Hana lalu kembali ke kamar Sulis.
Baru 4 langkah,Ayub kembali menangis.
Sulis keluar kamar lalu menghampiri bu Hana.
" Sini bu...Biar Sulis saja yang gendong.." ucap Sulis.
Bu Hana memberikan Ayub ke Sulis.
Ayub tetap menangis gak mau berhenti.
" Coba di susuin Lis.." ucap bu Hana.
Sulis berjalan ke kamar lalu menyusui anaknya.
Ayub tidak mau menyusu,ia terus menangis.
" Sayang...Kamu kenapa..." ucap Sulis mencoba menenangkan Ayub.
" Apa jangan - jangan dia tahu kalau ayahnya datang,dan ingin minta di gendong ?.."
" Tapi...Gimana aku ngomongnya...?"
" Nanti Ahmad marah lagi jika aku jujur padanya jika Bayu adalah ayah biologisnya Ayub.." ucap Sulis dalam hati.
" Coba sini tante gendong.." ucap bu Intan lalu mengendong Ayub.
Bu Intan berusaha menenangkan Ayub yang sedang menangis.
" Kok Ayub begini ya mi?" ucap Ahmad heran dengan putranya yang menangis.
" Aku gak tahu bi..." ucap Sulis.
Sulis menghampiri bu Intan.
" Sini tan...Mungkin Ayub mau pengen keluar.." ucap Sulis.
Bu Intan memberikan Ayub ke Sulis.
Setelah itu Sulis berjalan keluar menuju ruang tamu. Ayub tetap menangis.
" Mas Bayu..." ucap Sulis ketika berada di dekat Bayu yang duduk di luar bersama teman - temannya.
" Iya Lis..Matikan rokokmu Man.." ucap Bayu lalu berdiri menghampiri Sulis.
" Boleh minta tolong.." ucap Sulis.
" Minta tolong apa Lis?" ucap Bayu.
" Gendongkan Ayub sebentaaaar aja.." ucap Sulis.
" Aku belum pernah gendong bayi loh Lis..." ucap Bayu.
" Tahan leher dan kepala,serta belakangnya mas..." ucap Sulis.
" Hemmm...Ya udah deh.." ucap Bayu.
Sulis perlahan memberikan Ayub yang sedang menangis ke Bayu.
Setelah Ayub berada di dekapan Bayu,Ayub berhenti menangis.
" Anak pintar....Jangan nangis lagi ya..." ucap Bayu.
Sulis memperhatikan Bayu yang sedang menggendong Ayub.
" Jika ku beri tahu Ayub adalah anakmu mas..."
" Ahmad akan menceraikanku..." ucap Sulis dalam hati.
" Bay..." ucap Bimo.
" Opo Bim..." ucap Bayu.
" Kalau di bolak balik nama anaknya Sulis itu jadi namamu loh Bay....Bayu...Ayub..Hurufnya sama,tapi letaknya berbeda" ucap Bimo.
" Tumben kamu pinter Bo...?" ucap Daniel.
" Juancoook.... "
" Jadi selama ini aku goblok gitu?" ucap Bimo.
" Enggak...Cuman tumben aja.." ucap Daniel.
Bayu memandang wajah Ayub yang tertidur.
" Iya juga seh...Jika di bolak balik namanya mirip namaku..." ucap Bayu dalam hati.
" Emang iya mas...Itu adalah namamu..Hanya saja aku balik menjadi Ayub.Sisanya Ahmad yang menambahkan.." ucap Sulis dalam hati.
" Tak lelo lelo ledung..."
Ke tiga istri Bayu keluar.
" Cup menengo ojo pijer nangis..." ucap Bayu.
" Mas...." ucap Putri.
Bayu menoleh ke Putri.
" Iya dek..." ucap Bayu.
" Jika anak mas nangis semua, apakah mas bisa gendong semua?" ucap Putri.
" Enggak bisa dek...Ne aja agak susah.." ucap Bayu.
" Iya juga seh.." ucap Putri.
" Kamu jangan nangis lagi,nanti kamu di makan sama om Bimo.." ucap Bayu.
" Jangkrek...Aku jek doyan sego loh yo..Ra doyan daging menungso(manusia)..." ucap Bimo.
" Mosok...Nyopo anaknya Trakulu kamu makan Bim..?" ucap Bayu.
" Itu kan ikan."
" Wooo....Weduuus..." ucap Bimo.
" Mau nyoba gendong kah dek..?" ucap Bayu.
" Hemmm...Iya mas..." ucap Putri.
Bayu memberikan Ayub ke Putri,namun Ayub tiba - tiba menangis lagi.
" Lah...Kok dia nangis mas..?" ucap Putri.
" Mungkin dia gak mau Put.." ucap Lukman.
" Anakmu nyebelin juga ya Lis..." ucap Diana.
" Ya gak tahu..." ucap Sulis.
Putri memberikan Ayub ke Bayu lagi.
Ayub berhenti menangis ketika berada di gendongan Bayu.
" Aneh...Kok dia berhenti menangis ketika ku gendong,pas di gendong sama Putri nangis." ucap Bayu dalam hati.
" Sudah di susuin kah Ayubnya Lis?" ucap Bayu.
" Tadi mau ku susui,tapi gak mau mas.." ucap Sulis.
" Aneh...." ucap Bayu.
Bayu duduk di kursi kayu sambil menggendong Ayub.
Muncul Ahmad dari dalam rumah.
" Ku tinggal dulu sebentar.." ucap Ahmad.
" Mau kemana kang?" ucap Bayu.
" Dekat sini aja Bay..." ucap Ahmad.
" Pak...Tolong antarin kang Ahmad.." ucap Bayu pada pengawalnya.
" Siap bos..."ucap pengawal.
" Gue bisa sendiri Bay.." ucap Ahmad.
" Di antar aja,biar cepat.." ucap Bayu.
" Ya udah.." ucap Ahmad.
__ADS_1
Ahmad berjalan meninggalkan Bayu.
" Mas...Tolong jagain Ayub sebentar ya..Aku mau ke belakang dulu.." ucap Sulis.
" Iya Lis.." ucap Bayu.
Sulis berjalan masuk ke dalam rumah.
" Shujin...Habis ini kita kemana" ucap Ayu.
" Gak tahu yomesan.." ucap Bayu.
" Ke tempat pakde sayang gimana?" ucap Diana.
" Aku ikut aja yank.." ucap Bayu.
Bu Hana muncul dari pintu.
" Sayang...Bawa masuk Ayubnya...Di luar debu " ucap bu Hana.
" Iya bu..." ucap Bayu.
Bayu berdiri dengan hati - hati,lalu berjalan menuju ruang tamu. Setelah duduk di sofa,Bayu melantunkan ayat - ayat suci Al Qur'an.
Ketiga istri Bayu masuk ke dalam lalu duduk.
" Bu...Mama mana?" ucap Putri.
" Ada di dapur Put.." ucap bu Hana.
Putri berdiri lalu berjalan ke dapur.
" Aneh... Mengapa anaknya Sulis nangis terus di gendong sama Bayu jadi diam dianya..." ucap bu Hana sambil melihat ke arah Bayu yang sedang melantunkan ayat - ayat suci Al Qur'an.
20 menit kemudian.
Ayub menangis karena haus.
Sulis muncul dari dalam.
" Maaf mas...Tadi aku beres - beres di belakang.." ucap Sulis.
" Iya gakpapa...Sepertinya dia haus.." ucap Bayu.
Bayu memberikan Ayub kepada Sulis. Setelah itu Sulis duduk lalu mengeluarkan susunya.
" Jangkreek...." ucap Bayu dalam hati lalu melihat ke arah lain.
" Ahmad kemana Lis..." ucap Bayu tak melihat ke arah Sulis.
" Beli makan mas..." ucap Sulis.
" Gak usah repot - repot Lis.... Kita bisa beli makanan di luar.." ucap Diana.
" Gakpapa... Kan kalian gak pernah ke sini.." ucap Sulis.
" Besok Bayu ulang tahun loh.." ucap Diana.
" Iyakah....?"
" Selamat ulang tahun ya mas...Maaf gak bisa kasih kado" ucap Sulis.
" Iya...Terima kasih.." ucap Bayu sambil melihat lantai.
" Padahal dah lewat ulang tahunku.." ucap Bayu dalam hati.
" Oh iya...Terima kasih bajunya.."
" Itu beli di mana mas?" ucap Sulis.
" Beli di Jepang Lis..." ucap Bayu.
Muncul Putri sambil membawa plastik besar berisi sampah.
" Biarin aja Put...Nanti biar suamiku yang buang.." ucap Sulis.
" Gakpapa Lis..." ucap Putri.
Muncul Ahmad sambil membawa bungkusan berisi makanan.
" Assalam mu'alaikum... " ucap Ahmad.
" Wa'laikum salam warah matullah.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap yang lainnya.
" Sini bang...Biar gue yang bawa.." ucap Diana sambil berdiri.
" Gak usah...Gue sendiri bisa kok.." ucap Ahmad.
Diana merebut plastik di tangan Ahmad.
" Lu santai aja...Biar kita yang kerjain.." ucap Diana.
" Ya udah..." ucap Ahmad.
" Yuk kak Ayu.." ucap Diana.
Ayu berdiri,Diana dan Ayu berjalan menuju dapur.
Bayu melihat ke arah Ahmad.
" Bengkel sampeyan libur kah kang?" ucap Bayu.
" Buka...Ini aku pulang makan Bay...Terus kembali ke bengkel buat ngecek..." ucap Ahmad lalu duduk.
" Kenapa gak cari orang aja buat nemenin istri sampeyan selama sampeyan di bengkel." ucap Bayu.
" Belum dapat Bay..." ucap Ahmad.
" Kalau sampeyan mau ke bengkel..Kebengkel aja dulu kang..."
Nampak Ahmad bimbang,antara menemani Bayu atau ke bengkel.
" Gakpapa sampeyan tinggal...Nanti anak buah sampeyan nyariin sampeyan..." ucap Bayu.
" Iya seh...Tadi anak buahku nelpon aku.." ucap Ahmad.
" Gakpapa di tinggal jika di sana menunggu nak Ahmad."ucap bu Hana.
" Ya udah deh....Maaf bu...Bayu...Saya tinggal dulu ke bengkel.." ucap Ahmad.
" Iya..." ucap Bayu dan ibunya.
1 jam kemudian.
Rumah Sulis yang awalnya berantakan,kini sudah rapi dan bersih. Sebab bu Intan dan ketiga istri Bayu membersihkan rumah Sulis setelah selesai makan bersama.
Para pengawal mendapat nasi kotak pemberian Ahmad.
" Lis...Kita mau kerumah pakde dulu...Maaf gak bisa lama - lama " ucap Bayu.
" Iya mas... Terima kasih ya sudah datang dan membantuku.." ucap Sulis.
Bayu menangkupkan ke dua telapak tangannya lalu keluar menuju teras.
" Kalian tetap di sini atau ikut aku..?" ucap Bayu kepada teman - temannya yang duduk santai.
" Ya ikut kamu lah Bay...Mosok di tinggal gitu.." ucap Lukman.
Bu Hana keluar lalu di ikuti bu Intan,ketiga istri Bayu dan Sulis.
" Kita pulang dulu ya Lis..." ucap Bayu.
" Iya mas..." ucap Sulis.
Ayub kembali menangis,karena Bayu mau pergi.
" Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.
" Wa'laikum salam..."
Bayu dan rombongannya berjalan ke mobil. Lalu meninggalkan rumah Sulis.
" Cup...Cup...Cup... Sayang...."
" Nanti ayahmu datang ke sini lagi...Jangan nangis ya..." ucap Sulis berusaha menenangkan Ayub.
Sulis berjalan masuk kedalam rumah,lalu mengunci pintu.
¤¤¤¤
Maaf update sedikit. Banyak kerjaanku. Semoga terhibur.
__ADS_1