SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGANTAR SULIS KE JATI ASIH Bag. 3


__ADS_3

"Sudah pak..." ucap Bayu


"Belum pa..." ucap Sulis.


Ayahnya Sulis melihat ke Sulis kemudian ke Bayu.


"Kok gitu? yang benar yang mana neh?" ucap ayahnya Sulis bingung.


"Saya sudah punya istri pak,tapi bukan sama Sulis.." ucap Bayu.


"Aku belum menikah Pa... Terus aku tinggal bersama Bayu yang sudah menikah..." ucap Sulis.


"Sebentar - sebentar... Apakah kalian menjalin asmara diam - diam,di belakanng istri Bayu.Terus tiap saat jika ada kesempatan kalian hubungan badan.." ucap ayahnya Sulis.


"Yang bapak katakan itu tidak benar... Istri saya sudah tahu mengenai Sulis,bahkan...


"Sebelum saya menikah..Sulis sudah tinggal bersama saya pak,dan saya tidak melakukan yang bapak bilang tadi... Kalau tak percaya,silahkan bapak tanya Sulis,dan keluarga saya..Bisa juga lihat di CCTV di rumah saya..." ucap Bayu.


"Bohong pak...Bayu sudah melakukannya... " suara Jalu.


"Jangkreek...Aku melakukan itu karena terpengaruh sama Kumala Sari pakde.." ucap Bayu dalam hati.


"Yang di katakan mas Bayu benar pa..Kita tak ada melakukan hal itu.." ucap Sulis.


"Ngapusiii...Kamu menikmati jepitannya kan..." suara Jalu.


"Baiklah...Aku percaya padamu.." ucap ayahnya Sulis.


Kemudian mereka keluar kamar menuju ruang tamu.Bayu memberikan tas plastik berisikan buah Anggur pada ibunya Sulis.


"Kamu tinggal di mana Bay?" ucap ayahnya Sulis.


"Jakarta pak..." ucap Bayu.


"Waktu kita bertemu itu..Kamu tinggal di mana?" ucap ayahnya Sulis.


"Tinggal di desa Sidodadi pak.." ucap Bayu.


"Aku lihat,Kamu seperti orang cina..Tapi matamu tidak sipit.." ucap ayahnya Sulis.


"Saya blasteran pak..." ucap Bayu.


"Apa nama margamu?" ucap ayahnya Sulis.


"Marga saya Han pak.." ucap Bayu.


"Ooo...Marga Han...


"Ma...Buatkan minum untuk Bayu" ucap ayahnya Sulis.


"Maaf saya puasa pak .." ucap Bayu.


"Apakah kamu seorang muslim Bay?" ucap ayahnya Sulis.


"Iya pak...Saya seorang muslim." ucap Bayu.


"Coba kamu jelaskan Lis...Kenapa kamu keluar dari ajaran Yesus?" ucap ayahnya Sulis.


Sulis pun menceritakan semuanya yang terjadi pada dirinya.


"Ooo Begitu...


"Jadi Alvin itu selingkuh di depanmu...Dan setiap kamu ada masalah selalu datang ke Mesjid untuk menenangkan pikiranmu.." ucap ayahnya Sulis.


"Iya pa...Aku sempat ingin bunuh diri sebelum pergi ke Mesjid,karena tak ada tempat untuk mencurahkan perasaanku dan mas Bayu tak ada di rumah,kemudian aku memutuskan untuk ke Mesjid saja...Lalu ada anak kecil perempuan sekitar umur 5 tahun mendekatiku.. Dia bilang kalau aku cantik bila shalat,karena setiap ke mesjid,anak kecil itu selalu melihatku duduk diam saja tak memgikuti orang lagi shalat.


"Maka dari itu aku memutuskan masuk agama islam setelah mereka selesai shalat... Anak kecil yang bilang tadi menghampiriku,dan memelukku.


"Dia bilang kakak semakin cantik,dan kakak akan hidup bahagia bersama pria yang baik hatinya...


"Setelah berkata anak kecil itu pergi bermain bersama teman - temannya..." ucap Sulis.


"Aneh...Seharusnya anak kecil itu tak memiliki pikiran orang dewasa..." ucap Bayu dalam hati.


"Maafkan papa,yang waktu itu marah padamu.." ucap ayahnya Sulis.


"Iya pa...Sulis juga minta maaf... Tak seperti yang papa harapkan.." ucap Sulis.


Sulis memeluk ayahnya.


"Nak Bayu...Apakah ibumu ikut bersamamu?" ucap ibunya Sulis.


"Tidak bu...Kita berdua saja datang kemari..." ucap Bayu.


"Kenapa istrimu tidak di ajak kemari?" ucap ibunya Sulis.


"Mereka ada perlu bu,dan mereka menyuruh saya untuk pergi menemani Sulis..." ucap Bayu.


" Ooo... Begitu..." ucap ibunya Sulis.


Terdengar suara adzan Dzuhur.


"Mas...Ke mesjid yuk.." ucap Sulis.


"Ayook...


"Pak...Ibu...Saya ke mesjid dulu.." ucap Bayu.


"Iya..." ucap kedua orang tua Sulis.


Bayu dan Sulis berdiri lalu berjalan keluar.


"Bayu anak orang kaya loh pa..." ucap ibunya Sulis ketika Bayu dan Sulis di luar rumah.


"Dari mana mama tahu kalau Bayu anak orang kaya...?" ucap ayahnya Sulis.


"Maaf ya pa...Waktu itu mama bilang ada arisan ke tempat teman,sebenarnya mama pergi menemui Sulis pa.." ucap ibunya Sulis.


"Oooo...Begitu...Ya..Ya..Ya...Jangan di ulangi lagi ya ma..." ucap ayahnya Sulis.


"Iya pa...Mama kan bohongya hanya untuk bertemu Sulis pa..Soalnya mama kangen banget ingin bertemu...


"Rumahnya Bayu itu besaaar sekali pa...


"Seperti istana... Mobilnya banyak... Terus gitu penjaganya banyak pa...Terus penjaganya ada yang membawa senjata api pa.." ucap ibunya Sulis.


"Haaaa....!!!??Senjata api...? Seius ma" ucap ayahnya Sulis terkejut dan tak percaya.


"Iya..Mama serius" ucap ibunya Sulis.


"Apakah keluarganya Bayu itu jadi tentara atau polisi ma..?" ucap ayahnya Sulis.


"Mama gak tahu pa..." ucap ibunya Sulis.


Ibunya Sulis menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke rumah Bayu pada suaminya.


---***---


Di tempat Bayu berada.


Bayu dan Sulis berjalan kaki untuk shalat dzuhur.


"Mas..." ucap Sulis.


"Iya Lis..." ucap Bayu.


"Terima kasih....


"Mas sudah membuat papaku memaafkanku. Aku senaang banget mas" ucap Sulis.


"Iya sama - sama... Ayahmu sangar juga ya jika marah tadi..." ucap Bayu.


"Iya mang gitu mas...Tapi papaku tidak pernah memarahiku,hanya waktu itu bersama ibu mas dan hari ini, papaku marah...Makanya aku takut sekali mas..." ucap Sulis.


Mereka sudah sampai di sebuah mushalla. Mereka wudhu lalu masuk dalam Mushalla.


Selesai shalat,salah seorang bapak - bapak memakai peci putih bertanya pada Bayu karena penasaran pertama kali melihat Bayu"Awakmu cah endi lee.." (dirimu anak mana nak)


"Kulo Sidodadi pak..." ucap Bayu.


"Owalah Sidodadi to..Sidodadine endi le..." ucap bapak itu...


"Jalan Mawar pak.." ucap Bayu.


"Apane omahe bu Hana...?" ucap bapak itu.


"Kok dia tahu nama ibuku ya" ucap Bayu dalam hati heran dan penasaran.


"Itu ibu saya pak...Kok bapak kenal ibu saya." ucap Bayu.


"Lah...!! Kowe putrane bu Hana to..." ucap bapak itu kaget.(Kamu putranya bu Hana ta)


"Injih...Sak estu..Kulo yogone pak." ucap Bayu.(Benar Sekali saya anaknya pak)


"Ibumu kuwi pelangganku tuku kain...Terus ibumu nangdi kok ra tau ketok'an lee.." ucap bapak itu.(Ibumu itu pelanggangganku beli kain,terus ibumu kemana kok gak ada kelihatan nak).


"Wonten nang jakarta pak.." ucap Bayu. (Ada di jakarta pak.)


"Owalah...Layakno ra tau ketok.. Salam ibumu yoo.. Omongono di enteni nang toko pak H. Sumirno" ucap bapak itu.(Pentesan gak pernah kelihatan.. Salam ibumu ya...Bilangin di tunggu di toko pak H. Sumirno)


"Injih pak..." ucap Bayu.


"Jenengmu sopo?" ucap pak H.Sumirno.( Namamu siapa)


Sulis berdiri di depan pintu masuk.


"Bayu pak haji.." ucap Bayu.


"Mas...." ucap Sulis.


"Kuwi bojomu opo pacarmu?" ucap Pak H. Sumirno.


"Sanes pak...Niku rencang kulo.." ucap Bayu.(bukan pak...Itu teman saya).


"Sek...Sek..Sek... Rupane koyok Sulis..." ucap pak H. Sumirno.(Tunggu 3x... Wajahnya seperti Sulis).


"Tak tinggal dulu ya pak haji...Assalam mua'laikum.." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap pak H. Sumirno.


Bayu berjalan menghampiri Sulis. Kemudian berjalan menuju Rumah Sulis.


"Pak Haji Sumirno mengenalimu Lis...?" ucap Bayu.


"Ya kenal lah mas...Lha wong anaknya itu teman bermainku kok.." ucap Sulis.


"Oalah... Ngono ta .Sesikit panglis dia." ucap Bayu.


"Mas tidur di rumahku aja ya..." ucap Sulis.


"Hemm...Aku belum ada bilang eee Lis..Bentar aku tak telpon dulu..


Bayu mengambil hapenya lalu menghubungi Khalisa sambil berjalan.


Tuuut.....Tuuuut...Tuuut...


"Assalam mu'alaikum suamiku yang ganteng.." suara Khalisa.


"Wa'alaikum salam istriku yang cantik.. Lagi apa neh dek?" ucap Bayu.


"Baru selesai shalat di mesjid mas.." suara Khalisa.


"Hem....Begini dek... Bapaknya Sulis bilang..


"Kalau pulang cepat,dia tidak akan memaafkan Sulis,tapi..Bila pulangnya besok pagi,akan memaafkan Sulis.." ucap Bayu.


"Mas mau nginap..." suara Khalisa.


"Ya mau gak mau dek...Sebab Sulis sempat pingsan karena ketakutan dek... Bapaknya seram bila marah.." ucap Bayu.


"Lebih seram mana sama hantu yang mas lihat.."suara Khalisa.


"Bapaknya Sulis Dek...Kalau Hantu kan mas dah terbiasa lihat...Kalau bapaknya Sulis baru kali.. Jadi gimana? Mas boleh gak nginap... Besok pagi baru pulang..." ucap Bayu.


"Nginap di penginapan aja mas.." suara Khalisa.


"Gak ada penginapan di sini dek...Ya sudah..Mas nginap di mesjid aja.." ucap Bayu.


"Jangan mas...Nanti mas masuk angin...Mas tidur di rumahnya Sulis aja..." suara Khalisa.


Sulis masuk dalam rumah,Bayu berdiri di bawah pohon.


"Gakpapa dek..Mas terbiasa kok.." ucap Bayu.


"Jangan mas...Nurut apa kata adek...Nanti kalau mas sakit siapa yang repot..." suara Khalisa.


"Iya deh...Mas tidur di rumah Sulis..." ucap Bayu.


"Nah gitu..Ya udah..Ne kita mau lanjut cari barang lagi,kalau mau pulang telpon adek ya .." suara Khalisa.


"Iya dek...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam..." Suara Khalisa.


Panggilan berakhir.


Bayu berjalan ke arah rumah Sulis sambil mengantongi hapenya.


Setelah sampai di ruang tamu,Bayu melihat tak ada orang di kursi.,kemudian Bayu duduk.


"Asem...Padahal nanti sore aku mau ngaji..." ucap Bayu dalam hati.


Sulis datang menghampiri Bayu,ia tak memakai jilbabnya.Lalu duduk di samping Bayu.


"Mas.." ucap Sulis.


"Iya Lis..." ucap Bayu tak melihat ke Sulis,karena ia melihat sekilas Sulis tak memakai Jilbab.Hanya baju kaos lengan pendek dan celana panjang saja.


"Gimana...Apakah istri mas mengijinkan menginap di rumahku?" ucap Sulis.


"Iya...Dia mengijinkanku Lis.." ucap Bayu.


Hoooooaaam..... Bayu menguap.


Sulis memegang tangan Bayu.


" Yuk Mas... istirahat di dalam ." ucap Sulis.


"Iya...Tapi aku gak mau kita sekamar..." ucap Bayu.


"Mas tidur di kamar kakakku..." ucap Sulis.


Bayu berdiri lalu berjalan mengikuti Sulis.


Setelah sampai di depan pintu kamar,Sulis membuka pintu tersebut.


"Pas adzan Ashar...Bangunin aku ya Lis.." ucap Bayu.


"Siap bos..." ucap Sulis.


Bayu masuk ke dalam kamar,lalu melepas baju muslimnya,kemudian berebah dan tertidur.


Sulis pergi ke kamarnya,lalu tidur.


Tak terasa waktu cepat berlalu. Suara Adzan terdengar.


Bayu membuka matanya.


Hooaam....


"Cepat banget dah Ashar....


Bayu bangun kemudian memakai baju muslimnya.


Tok....Tok...Tok...


"Mas..." suara Sulis.


"Iya Lis..." ucap Bayu.


Bayu berjalan sambil mengancingkan bajunya.


Ceklek... Kriiieet...


Nampak Sulis memakai mukena berdiri di depan pintu.


Mereka berjalan ke arah Mushalla,yang letaknya 80 meter dari rumah Sulis.


"Jadi teringat di kampungku aku Lis..." ucap Bayu.


"Mau mau ke sana kah?" ucap Sulis.


"Enggak Lis...Nanti aja aku kesana..." ucap Bayu.


Saat mereka berjalan menuju Mushalla.Beberapa gadis remaja melihat Bayu.


Setelah mereka sampai di Mushalla,Sulis menegur temannya bernama Siti karena temannya memperhatikan Sulis.


Bayu berjalan ke tempat wudu.


"Siti... Piye kabare..." ucap Sulis menyapa temannya.


"SULISSS....!!!!" ucap Siti tak percaya.


"Iyoo..Aku Sulis...Pangling ta karo aku.." ucap Sulis.


"Masya Allah...Pangling tenan aku Lis.." ucap Siti,mereka berpelukan.


"Kapan tekone.." ucap Siti.(Kapan datangnya).


"Tadi siang....Tadi siang kamu kemana...Kok gak ada" ucap Sulis.


"Keturon aku Lis...Engko sek...


"Kowe melebu islam?" ucap Siti. (Ketiduran aku Lis,nanti dulu...Kamu masuk islam?)


Terdengar suara iqomat.


"Iyoo...Yuk shalat..." ucap Sulis,Lalu berjalan masuk kedalam mushalla.


Selesai Shalat.


"Kapan awakmu melebu islam Lis?" ucap Siti.


"Baru -baru aja Ti.." ucap Sulis.


Di sebelah Siti adalah ibunya.


"Lah...Kowe Sulis kah?" ucap ibunya Sulis baru menyadarinya.


"Injih bu lek.." ucap Sulis.


"La dalah....Kok iso sampeyan melebu islam? Opo awakmu oleh jodoh wong islam?" ucap ibunya Siti.


"Injih bu lek...Bar rioyo haji kulo insya Allah nikah.." ucap Sulis.(Iya bu.. Habis lebaran haji saya insya Allah nikah)


"Oleh cah endi?" ucap ibunya Siti( dapat anak mana).


"Jakarta bu lek.." ucap Sulis.


"Seng melaku karo kowe kuwi calon bojomu kah?" ucap ibunya Siti.(yang berjalan bersama kamu itu calon suamimu kah)


"Sanes bu lek... Niku rencang kulo.." ucap Sulis.(Bukan bulek,itu teman saya).


Sulis berdiri kemudian berjalan bersama Siti.


"Asli pangling aku Lis...Tak delok koyok Sulis,tapi yo gak mungkin..Kan setahuku awakmu kristen..


Siti melihat Bayu duduk di teras menunggu Sulis.


"Kuwi sopo?" ucap Siti sambil menunjuk ke arah Bayi.( itu siapa).


"Wong korea nyasar nang Jakarta.." ucap Sulis.


"Woalah...Wong korea to...

__ADS_1


"Guanteng tenan...(Tampan sekali)


"Iso boso indonesia gak Lis?" ucap Siti.


"Isone mung ngelarakne ati wong wedok Ti...Ojo sampe awakmu jatuh cinta sama dia.." ucap Sulis (Bisanya hanya menyakiti hati wanita Ti,jangan sampai dirimu jatuh cinta sama dia)


Bayu diam saja mendengar obrolan Sulis dengan temannya.


"Ya maaf Lis...Aku gak bisa mencintaimu, karena sudah ada pria yang menunggumu" ucap Bayu dalam hati.


"Kok iso ngono.." ucap Siti.


"Coba aja bilang padanya...Aku mencintaimu sambil nangis - nangis.. Dia gak akan meresponnya..." ucap Sulis.


"Diampuut..."ucap Bayu dalam hati.


Siti menghampiri Bayu,lalu berdiri di depannya.Bayu menundukkan kepala.


"Du yu ken Spik inglis..." ucap Siti yang tak fasih bahasa inggrisnya .


Bayu menggeleng - gelengkan kepala dan menahan tawa.


"Lis...Kamu ngomong sama dia ke piye(bagaimana)" ucap Siti.


"Pakai bahasa isarat..." ucap Sulis.


Siti menepuk pundak Bayu.


"Kang..." ucap Siti mencoba berkomunikasi dengan Bayu.


Bayu tetap menundukkan kepalanya.


Sulis menghampiri Bayu.


"Dia gak mau melihat wanita yang belum di kenalnya Ti..." ucap Sulis.


"Ooo...Ngono..." ucap Siti.


Bayu berdiri lalu berjalan.


"Lis...Engko taraweh apa enggak?" ucap Siti.


"Yo teraweh lah...Yo wes...Aku muleh disek yoo..." ucap Sulis,lalu berjalan cepat menghampiri Bayu.


"Iso - isone awakmu ngerjain koncomu.." ucap Bayu.(Bisa - bisanya dirimu ngerjain temanmu)


"Ya bisalah....Emang mas aja yang bisa...." ucap Sulis.


Para Gadis yang melihat Bayu berangkat ke Mushalla,kini mengikuti Bayu.


Bayu menoleh ke belakang sebentar,lalu melihat ke depan.


"Mas punya Fans Ya..." ucap Sulis.


"Enggak Lis..." ucap Bayu.


"Itu apa yang di belakang...


Bayu tak menanggapi.


"Hem...Mas...


"Nanti ajarin aku ngaji ya.." ucap Sulis.


"Kamu bawa IQRA' apa enggak?" ucap Bayu.


"Bawa mas.." ucap Sulis.


Bayu dan Sulis masuk dalam perkarangan rumah Sulis.


Bayu duduk di kursi tamu,Sulis mengambil buku IQRA'nya, setelah itu duduk di samping Bayu.


Sulis membaca Al Fatihah kemudian di lanjut membaca Tahiyat akhir.


Saat membaca Tahiyat Akhir,Sulis salah dalam mengucapkannya,Bayu memberi tahu.


Sengaja Bayu melakukan itu,agar Sulis dan kedua istrinya hapal membaca tahiyat akhir.


Ayahnya Sulis yang ingin mengobrol dengan Bayu,melihat Bayu mengajari Sulis. Lantas berjalan menjauh,ia memgurungkan niatnya.


Setelah Bayu mengajari Sulis mengaji.


"Mas...Mau buka puasa pakai apa?" ucap Sulis.


"Gak usah repot - repot...Air putih dan teh anget aja...Oh iya...Ada sepeda pancal gak Lis?." ucap Bayu.


"Mas mau kemana?" ucap Sulis.


"Keliling kampung,mau bagi - bagi rejeki.."ucap Bayu.


Ayahnya Sulis datang.


"Ada mas...Di belakang " ucap Sulis.


"Sepedamu sudah ku berikan pada tetangga Lis..Papa pikir dari pada gak di pakai ya papa kasih tetangga.." ucap ayahnya Sulis.


Tiba - tiba Siti berdiri di depan pintu.


"Yaaaa....Papa." ucap Sulis.


"Suliiiss..." ucap Siti.


"Ya sudah...Gakpapa Lis...Aku jalan kaki saja.." ucap Bayu.


Sulis berdiri,lalu menghampiri Siti.


"Kowe ngerjain aku...Jarene bapakku,kuwi koncomu.Iso boso jowo...,Ngapusiiii...." ucap Siti.


Ayahnya Sulis masuk ke dalam rumah.


"He eh...Aku ngerjain kowe...Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...." ucap Sulis lalu tertawa.


"Ayo masuk.." ucap Sulis setelah berhenti tertawa.


Siti dan Sulis berjalan ke kursi,lalu duduk.


Ayahnya Sulis datang menghampiri Bayu.


"Pakai saja montorku Bay jika kamu ingin jalan - jalan.." ucap ayahnya Sulis sambil menyerahkan kunci sepeda motor serta STNK.


"Gak usah repot - repot pak..." ucap Bayu.


"Gakpapa...Pakai saja...Montornya ada di belakang rumah." ucap ayahnya Sulis.


Bayu menerima kunci dan STNK sepeda motor. Kemudian ayahnya Sulis berjalan masuk ke dalam rumah.


Bayu berdiri daribtempat duduknya.


"Mas mau ke mana?" ucap Sulis.


"Jalan - jalan..." ucap Bayu.


"Ikut mas....


"Ti...Nanti malam aja ya kita ngobrolnya..Aku mau jalan - jalan dulu" ucap Sulis.


"Yo wes....Assalam mua'laikum" ucap Siti.


"Wa'alaikum salam " ucap Sulis dan Bayu.


"Hem...Aku numpang kamar mandinya Lis" ucap Bayu.


"Mas mau Mandi..." ucap Sulis.


"Iya...Sebentar aja kok.." ucap Bayu.


20menit kemudian.


Bayu dan Sulis berjalan ke arah belakang untuk mengambil sepeda motor.


Nampak sepeda motor Legenda berada di samping mobil yang terparkir.


Bayu menaiki motor tersebut,kemudian menyalakan mesinnya. Lalu menghampiri Sulis.


Sulis menyerahkan Helm ke Bayu, Bayu memakainya,kemudian Sulis naik sepeda motor. Sulis berpegangan besi di belakang jok,ia tak berani memeluk Bayu.


"Tumben gak peluk aku..." ucap Bayu dalam hati.


"Ciieee....Mau di peluk ya...Sini aku peluk..." suara Jalu.


"Ogaaaah..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu menjalankan sepeda motorny Ke depan rumah. Begitu sampai di mobil,Bayu berhenti.


"Kenapa mas berhenti?" ucap Sulis.


"Mau ambil tas di dalam mobil Lis..." ucap Bayu.


Sulis turun dari sepeda motor,kemudian Bayu.


Bayu membuka pintu mobil,lalu memgambil tasnya, Setelah itu berjalan ke motor.


"Kamu tahu gak,siapa saja di sini yang kurang mampu?" ucap Bayu.


"Tahu mas.." ucap Sulis.


"Tunjukin rumahnya ya..." ucap Bayu.


"Siaap bos.." ucap Sulis.


Bayu menjalankan motornya,Sulis memberi tahu letak rumah orang tak mampu.


"Stop mas....


Bayu mengerem.Sulis terdorong kedepan,gunung kembarnya menempel di punggung Bayu.


Kemudian Sulis mundur kebelakang.


"Mas...Jangan ngerem mendadak dong..." ucap Sulis.


"Lah...Kamu ngasih tahunya mendadak gitu,ya aku ngeremnya mendadak..." ucap Bayu.


Bayu merasakan lagi gunung kembar Sulis menempel di punggungnya.


"Enggak Lis...Mundur dong,jangan nempel" ucap Bayu.


"Mas...Biarkan aku memelukmu untuk hari ini saja..Pliss..." ucap Sulis.


"Lah...Tadi dinkamar kan sudah meluk aku... Lagian kita ini bukan suami istri... Jadi jangan peluk ya... " ucap Bayu.


"Sebentar aja nah mas..Habis itu enggak.Aku pengen sekali memelukmu untuk mengobati hatiku..Setelah sampai di rumah pak Mitro,baru aku gak memelukmu mas ." ucap Sulis.


"Ya sudah...Tadi kenapa kamu bilang stop?" ucap Bayu.


"Mas kelewatan...Seharusnya tadi belok ke kiri.." ucap Sulis.


"Ooo...Begitu.." ucap Bayu.


Bayu membelokkan sepeda motornya.


Kemudian Bayu melihat orang jualan takjil.


"Lis...Beli Takjil dulu yuk..." ucap Bayu.


"Iya mas.." ucap Sulis.


"Kamu tahu semua orang tak mampu di sini Lis?" ucap Bayu.


"Ya tahu mas...Aku ikut papaku membagikan beras pada orang yang benar - benar tak mampu,jika lagi panen hasilnya melimpah....


Bayu turun,lalu membeli Takjil setelah itu naik lagi ke motor dan menjalankannya.


"Yang itu mas..." ucap Sulis sambil menunjuk.


Bayu memasuki perkarangan rumah orang.


Nampak rumah itu dinding dan tiang terbuat daribambu.


Bayu dan Sulis berjalan kerumah tersebut yang pintunya terbuka.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam..." terdengar suara pria paruh Baya.


Lalu muncul seorang pria paruh baya badannya kurus,memakai pakaian kaos dan sarungan.


"Pados sinten lee.." ucap pria tua tersebut.(mencari siapa nak)


Muncul seorang ibu - ibu umurnya sekitar 50 an tahun muncul dari dalam rumah,memakai penutup rambut,tubuhnya kurus.


Bayu mengeluarkan uang yang sudah di masukkan dalam amplop.


"Pados jenengan mbah..Niki kulo wonten rejeki kagem mbah lan keluarga.mohon di terima mbah" ucap Bayu sambil menyodorkan amplop putih.(Mencari anda mbah..Ini saya ada rejeki untuk mbak dan keluarga..)


Pria tua itu menerima amplop pemberian Bayu.Ia merasakan amplop itu lumayan tebal.


Lalu di berikan pada ibu - ibu di sebelah.


Ibu itu membuka amplop tersebut,begitu ia melihat isinya..Ia sangat terkejut,karena jumlahnya banyak sekali,lalubia sujud syukur.


"Alhamdulilah....Matur suwun sanget lee..." pria tua itu.


"Sami - sami mbah..." ucap Bayu.


"Monggo mlebet le.." ucap pria tua itu.(Silahkan masuk nak).


"Sepurane mbah..Kulo langsung balik,soalnya ada perlu..." ucap Bayu.


Ibu itu memeluk Bayu,sambil menangis ,kemudian melepaskan pelukannya.


"Omahmu nangdi le..." ucap ibu itu.


"Dalemme kulo nang Jakarta bu.... Assalam mua'laikum.." ucap Bayu.(Rumah saya di Jakarta bu..)


"Wa'alaikum salam..." ucap Mereka.


Sulis duduk tak memeluk Bayu,ia berpegangan tangan.


"Yang mana lagi Lis?" ucap Bayu.


"Di sana mas..." ucap Sulis.


Setiap orang yang beri amplop oleh Bayu selalu menangis,karena mendapat uang yang sangat banyak


Bayu melihat jam tangannya. 25 menit lagi buka puasa.


"Kita pulang ya Lis..Bentar lagi magrib." ucap Bayu.


"Iya mas..." ucap Sulis.


Tak terasa,mereka sampai di rumah Sulis.


Bayu berhenti di depan rumah,


Nampak kedua orang tua Sulis duduk di teras rumah melihat Bayu dan Sulis datang.


Sulis turun dari motor,Bayu memberikan takjil yang ia beli. Sulis di tanya oleh ayahnya,setelah itu masuk ke dalam,ibunya Sulis berdiri lalu masuk kedalam


Setelah Bayu menaruh sepeda motor,ia berjalan ke depan.


"Habis dari mana aja Bay?" ucap ayahnya Sulis.


"Jalan dekat sini saja pak..." ucap Bayu sambil menyerahkan kunci dan STNK motor.


"Duduk dulu...Sembari menunggu adzan..." ucap ayahnya Sulis.


Bayu duduk di kursi yang tadi di duduki ibunya Sulis.


"Hem... Aku mendengar dari cerita ibunya Sulis.


"Apakah kamu memiliki anak buah seperti tentara?" ucap ayahnya Sulis.


"Bukan anak buah pak,mereka teman saya.." ucap Bayu.


" Kalau boleh bapak tahu... Siapa nama pemimpin keluargamu Bay?" ucap ayahnya Sulis.


"Zhang Yong Han pak." ucap Bayu.


"Zhang Yong Han yaaa..." ucap ayahnya Sulis sambil angguk - anggukkan kepala.


"Apakah bapak kenal dengan kakek buyut saya." ucap Bayu.


"Tidak...Aku tidak mengenalnya....


"Terima kasih waktu itu kamu melarang putriku untuk ke kampus,jika tidak...Maka aku tak bisa melihatnya hingga sekarang..." ucap ayahnya Sulis.


"Sama - sama pak... Saya lakukan itu karena saya tak ingin teman - temanku celaka pak.." ucap Bayu.


Tiba - tiba hape Bayu bergetar panjang,Bayu mengecek hapenya.


Nampak nama Melisa ada di layar.


"Halo Mel..." ucap Bayu.


"Halo juga kak...Kak Bayu di mana? kok belum pulang.." suara Melisa.


"Kakak masih di rumah Sulis Mel..." ucap Bayu.


"Jam berapa kak Bayu pulang.." suara Melisa.


"Besok pagi baru pulang..." ucap Bayu.


"Nah kan...Padahal Mel pengen minta di ajarin Fisika lagi,besok Mel ada ulangan harian kak" suara Melisa.


"Sama Daniel aja Mel...Dia bisa Fisika.." ucap Bayu.


"Kak Daniel kalau jelasin 2 kali baru Mel paham kak....,kalau kakak jelasin sekali Mel langsung paham.." suara Melisa.


"Ya gakpapa... Pelan - pelan saja Mel...


Terdengar suara adzan.


"Mel...Aku buka puasa dulu ya..." ucap Bayu.


Sulis muncul di pintu.


"Ya kak...." suara Melisa.


"Mas...Yuk makan..." ucap Sulis.


Mereka kemudian masuk ke dalam menuju meja makan.


Setelah Bayu makan kue dan minum.


"Saya tinggal dulu pak...Mau shalat " ucap Bayu.


"Tunggu mas....


Sulis menghabiskan kue yang di pegang kemudian minum.


"Sepertinya dah terlambat mas,kita shalat di rumah aja gimana?" ucap Sulis.


"Di mushalla aja Lis...Nanti kita berjamaah..." ucap Bayu.


"Ya udah...Tunggu sebentar mas...Aku ambil mukena.." ucap Sulis.


Sulis berjalan ke kamar,sedangkan Bayu berjalan ke depan.


Tak lama kemudian Sulis muncul,ia memakai Jilbab,kaos lengan panjang dan celana pa janjang,kemudian mereka berjalan menuju mushalla.


Sesampai di Mushalla,nampak para jamaah menoleh ke kanan kemudian ke kiri.


"Tuh...Terlambat kan mas.." ucap Sulis.


"Ya gak apa - apa...Kita shalat berjamaah berdua.." ucap Bayu.

__ADS_1


Bayu dan Sulis wudhu.


Selesai wudhu,Bayu berjalan masuk ke dalam mushalla.


Para jamaah wanita terutama para gadis ABG,melihat ke arah Bayu, Siti termasuk jamah wanita yang melihat Bayu.


Sulis datang, ia berdiri di belakang Bayu. Kemudian mereka shalat. Para gadis remaja duduk memunggu mereka selesai shalat.


Setelah mereka Shalat dan berdo'a, Siti mendekati Sulis.


"Lis....Dia itu calon suamimu kah?" ucap Siti.


"Tanyakan aja ke dia langsung Ti.." ucap Sulis.


"Gak ah...Isin (malu) aku..." ucap Siti.


Bayu berdiri lalu berjalan keluar ia melihat di teras ada pak H.Sumirno.


"Suaramu apik..." ucap pak H. Sumirno.


Bayu duduk di dekat pak H. Sumirno.


"Elek pak..Tasek apik suarane pak haji.." ucap Bayu.


Bayu melihat para gadis ABG melihat ke arahnya,lalu ia melihat ke teras.


"Awakmu mondok nangdi le...?" ucap pak H. Sumirno.


"Kulo mondok nang pak KH. Kholik pak haji..." ucap Bayu.


"Oawalah...Nang kono to... Yo...Yo..Yo..


"Hapal pirang Juz kowe Le..?" ucap pak H. Sumirno.


"Sekedik mawon pak haji..Namung 30 Juz.." ucap Bayu.(Sedikit saja pak...Hanya 30 Juz)


"Alhamdulillah...Kuwi gak sedikit lee...Dulu bapak aja hanya 15 juz,sekarang banyak yang lupa..


"Hem... Gimana ceritanya kowe iso bertemu Sulis?" ucap pak H. Sumirno.


"Pertama di rumah sakit,yang kedua di jakarta pak haji..." ucap Bayu.


"Oooo...Begitu..


"Kalian sepertinya cocok." ucap pak H. Sumirno.


Sulis muncul bersama Siti,lalu Sulis mendekati Bayu.


"Mas..." ucap Sulis.


"Iya Lis..." ucap Bayu.


"Yuk kita pulang..." ucap Sulis.


"Saya pulang dulu ya pak haji....Assaalam mua'laikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap pak H. Sumirno.


30 menit kemudian,


Bayu dan Sulis datang kembali ke Mushalla. Bayu memakai sarung dan baju muslim serta songkok kain rajutan warna hitam.


Suasana Mushalla itu lumayan ramai. Bayu Menjadi pusat perhatian para jamaah,terutama jamaah wanita.


Pak H. Sumirno menghampiri Bayu.


"Lee...Awakmu seng ngimami shalat Isya yoo.." ucap Pak H. Sumirno.


"Injih pak..." ucap Bayu.


Adzan Isya di kumandangkan.


Tak lama kemudian shalat Isya di mulai,Bayu berdiri di tempat imam tanpa mic kecil. Hanya mengandalkan suara yang keluar dari mulutnya. Meskipun begitu,suara Bayu sampai ke jamaah wanita barisan terakhir. Karena Mushalla itu tak seberapa besar.


Selesai shalat Isya,pak H. Sumirno menggantikan Bayu untuk shalat taraweh.


Selesai shalat tarawih,orang - orang tadarus memakai mic secara bergantian.


Bayu menghampiri seorang pria yang menunggu giliran untuk memgaji.


"Kang... Yang mengaji setiap malam di sini siapa saja?" ucap Bayu.


Pria itu memberi tahu.Kemudian Bayu mengeluarkan uang yang ia simpan di celana pendek di balik sarungnya.Lalu memberikan uang kepada pria yang barusan di ajak bicara.


"Iki duit opo kang...."ucap seorang pemuda saat menerima uang pemberian Bayu.


"Rejekimu kang...Buat lebaran.." ucap Bayu.


Pemuda itu menangis,karena baru kali ini memegang duit banyak.


Bayu memberikan pada yang lain.Mereka juga sama seperti pemuda yang pertama kali di beri uang.


Pak H. Sumirno termasuk orang yang ikut tadarus.


"Gak usah le...Berikan ke orang lain saja..." ucap pak H. Sumirno menolak saat Bayu memberikan uangya.Mau gak mau Bayu mengantongi kembali.


2 orang ibu - ibu juga di beri uang oleh Bayu atas dasar informasi yang ia peroleh.


Bayu mendatangi Para gadis ABG yang dari tadi memperhatikan dirinya.


"Ini buat kalian,tapi jangan rebutan ya ..." ucap Bayu.


Bayu memberikan 100 rb/orang.


Para gadis ABG itu nampak senang sekali mendapat uang yang sangat banyak,lalu Bayu mencari keberadaan Sulis,namun tak ketemu.


"Kalian melihat Sulis atau Siti gak?" ucap Bayu bertanya pada para gadis ABG.


"Lagi keluar tadi." ucap salah satu gadis ABG.


"Ooouh...Lagi keluar.." ucap Bayu.


"Mas ganteng sudah punya pacar apa belum?" ucap gadis ABG lainnya.


"Maaf... Aku sudah punya..." ucap Bayu.


"Yaaaaaaaaaah....." ucap para gadis ABG kecewa lalu pergi.


Bayu duduk di teras sambil menunggu Sulis. Seorang pemuda yang tadi di beri uang oleh Bayu datang memghampiri dirinya.


"Kang...." ucap pemuda itu.


Bayu menoleh ke arah pemuda tersebut.


"Opo kang..." ucap Bayu.


"Sampeyan calon bojone Siti kah?" ucap Pemuda itu mengira akan meminang putrinya pak H. Sumirno,sebab ia melihat pak H. Sumrno menunjuk Bayu sebagai imam shalat isy'a.


"Bukan kang...." ucap Bayu.


"Sampeyan manggon nangdi?" ucap pemuda itu.(Kamu tinggal di mana).


"Di rumah kang..." ucap Bayu.


"Waassssuuu..." ucap pemuda itu.


"Loh benar kan..Kecuali sampeyan tanya alamat...Baru tak kasih tahu.." ucap Bayu.


Sulis datang bersama Siti,nampak di tangan Sulis memegang tas plastik lalu di berikan pada Bayu.


"Ini mas..." ucap Sulis.


Bayu menerima tas plastik tersebut.


"Dari mana Lis?" ucap Bayu.


"Belanja..." ucap Sulis kemudian duduk bersama Siti.


Bayu menghampiri Siti,lalu memberikan uang sebesar 500 rb.


"Ini aku ada sedikit rejeki untukmu.." ucap Bayu.


"Gak usah kang..." ucap Siti menolak.


Sulis mengambil uang itu lalu memberikan pada Siti.


"Gak Baik nolak rejeki...Ya kan mas..." ucap Sulis.


"Suwun kang..." ucap Siti.


"Betul itu Lis...


Teng....Teng...Teng... Suara mangkuk di pukul.


"Kang...Sampeyan mau bakso?" ucap Bayu.


"Mau..." ucap Pemuda itu.


"Lis...Mau bakso..." ucap Bayu.


"Mau mas..." ucap Sulis.


"LEK....BAKSO LEK...."teriak Bayu.


Tak lama kemudian muncul penjual bakso yang memakai gerobak yang di dorong.


"Kang...Tolong panggilin yang di dalam tuk makan bakso..


Bayu berdiri lalu berjalan ke penjual Bakso.


"Jek akeh baksone lek" ucap Bayu.


"Akeh mas...Pesan berapa.."ucap penjual.


"Buatin orang - orang yang ada di sini pak lek.." ucap Bayu.


Mereka kemudian makan Bakso bersama - sama.


Selesai makan,Bayu meminum Teh kotak pemberian Sulis.setelah itu menghampiri penjual bakso.


"Ini kira - kira sisa berapa porsi lagi lek?" ucap Bayu.


"Hem...Kira - kira 50 an lah mas..." ucap penjual.


Bayu mengeluarkan uang 500 rb.


"Ini uang buat bayar yang tadi,terus sama yang 40 mangkok, tolong sampeyan bagi - bagikan ke warga yo pak.." ucap Bayu lalu memberikan uangnya.


"Keakehan iki mas..." ucap penjual setelah memghitung uangbyang di berikan Bayu.


"Sisanya ambil saja pak..." ucap Bayu.


"Matur suwun mas...Mugi - mugi tansah diparingi kesehatan lan umur panjang..." ucap penjual.


"Amiiin...


Bayu melihat ke arah Sulis. Nampak Sulis masih makan Bakso.


"Yang mau nambah silahkan...


Selesai Sulis makan Bakso.


"Lis...Pulang yuk..." ucap Bayu.


"Iya mas.." ucap Sulis.


"Mari semuanya...Saya pulang dulu...Assalam mua'laikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam...." ucap semua orang yang ada di Mushalla.


Bayu dan Sulis berjalan ke arah rumah.


"Mas..." ucap Sulis.


"Ya Lis..." ucap Bayu.


"Ibu - ibu yang shalat tarawih mengira mas ini calon suamiku...Gimana itu mas?" ucap Sulis.


"Lah...Emang kamu gak kasih tahu calon suamimu..." ucap Bayu.


"Enggak...Aku suruh tanya sendiri ke mas..." ucap Sulis.


"Malahan tadi ada yang mengira aku calon suaminya Siti Lis..." ucap Bayu.


"Terus mas jawab apa?" ucap Sulis.


"Ya aku jawab bukan..." ucap Bayu.


***


Pukul . 3.30.


Bayu terbangun dari tidurnya. Kemudian minum air putih lalu ia berjalan keluar ke arah kamar mandi,sebab di kamar yang di tempati Bayu tak ada kamar mandinya.


Terdengar suara dari Mushalla dan mesjid sekitar membangunkan orang - orang untuk sahur.


Bayu melihat Sulis berada di dapur saat dirinya hendak ke kamar mandi. Sulis memakai kaos dalam bertali,dan celana pendek.


"Asem....Lihat dia jadi pengen aku...


"Coba aja istriku ikut,pasti sudah aku salurkan.." ucap Bayu memalingkan wajah ketika melihat pakaian Sulis.


"Dekatin sudah Bay...Dan rasakan jepitannya.." suara Jalu.


"Mas....Mau sahur pakai apa?" ucap Sulis.


"Sembarang Lis.... Kok sudah bangun Lis? Kamu gak tidur kah" ucap Bayu .


"Tidur mas....Tadi aku terbangun jam 3,terus shalat,lalu ke dapur,ne baru aja sampe mau masak.." ucap Sulis.


"Ooo...Begitu...Aku ke kamar mandi dulu Lis..Kebelet ngisink (BAB)???..." ucap Bayu.


20 menit kemudian.


Bayu keluar dari kamar mandi.Lalu berjalan ke arah Sulis.


"Sini ku bantu Lis.." ucap Bayu tak melihat ke arah Sulis karena pakaiannya.


"Bantu memuaskanmu Lis...Ayo Bay...Bawa dia ke kamar... Puaskan dia sampai kelonjotan.." suara Jalu.


"Jangkreeek...." ucap Bayu dalam hati.


"Gak usah mas...Aku bisa sendiri kok..


"Mas...." ucap Sulis.


Bayu mengambil teko kemudian mengisi air untuk membuat teh.


"Iya..." ucap Bayu


"Mas pengen naik Haji apa enggak?" ucap Sulis.


"Ya pengen Lis...Tapi kan itu harus daftar dulu Lis,baru bisa naik Haji..." ucap Bayu.


"Naikin dia aja Bay...Gak usah naik Haji..." suara Jalu.


Nampak ibunya Sulis berdiri agak jauh memperhatikan Bayu dan Sulis di dapur.


"Asem...Pakde mau ku sentil kah" ucap Bayu dalam hati.


"Mas gak shalat?" ucap Sulis sambil menuangkan bumbu.


"Mau....Tapi sentilnya pakai goanya Sulis ya.." suara Jalu.


"Waaasssuu...." ucap Bayu dalam hati.


"Enggak Lis...Soalnya nanggung kalau mau shalat tahajud,kecuali kalau gak puasa,baru aku shalat tahajud...


"Mana gula sama tehnya Lis..." ucap Bayu.


Sulis memberikan gula dan teh pada Bayu.


Setelah semuanya dah siap,mereka makan sahur bersama.


Selama makan,Bayu tak berani melihat ke Sulis,meskipun di dalam hatinya ingin sekali melihat Sulis.


Setelah makan Sahur,mereka berangkat ke Mushalla untuk shalat subuh.


Ibunya Sulis menceritakan ke suaminya apa yang ia lihat saat Sulis bersama Bayu di dapur.


Tak terasa sudah pukul 7.20.


Bayu bersiap - siap untuk pulang,ia sudah menghubungi ke tiga istrinya serta ibunya.


Tiba - tiba ada sebuah pesan masuk.


Bayu mengecek pesan itu.


From bu Eva.


Mengapa pak Kyai tidak masuk kuliah..


Bayu membalas pesan tersebut.


To bu Eva.


Maaf bu....Saya mengantar Sulis ke kampung halamannya,karena ia sangat rindu pada kedua orang tuanya,bila ibu memberi kami alpa,kami akan terima.


Bayu mengirim pesan tersebut.Kemudian keluar kamar.


Nampak Kedua orang tua Sulis berada di ruang tamu,kemudian Bayu duduk sembari menunggu Sulis.


"Bayu...." ucap ibunya Sulis.


"Iya bu..." ucap Bayu tak melihat wajah ibunya Sulis.


"Apakah Sulis akan bahagia bersama Ahmad?" ucap ibunya Sulis.


"Hem...


"Meskipun saya tak mengenal akrab dengan kang Ahmad,dia tipe orang yang bertanggung jawab,rajin ibadah,dan menyanyangi ke dua adik perempuannya.


"Insya Allah Sulis akan bahagia bersama kang Ahmad bu..." ucap Bayu.


"Jujur saja.... Ibu lebih suka kamu yang menikahi Sulis meskipun Sulis menjadi istri ke empatmu." ucap ibunya Sulis.


Tak lama kemudian Sulis Datang.


"Mati aku....3 aja susah kok...Apa lagi empat" ucap Bayu dalam hati.


"Saya pamit undur diri pak...Ibu..." ucap Bayu.


Bayu mengulurkan tangan ke ayahnya Sulis,akan tetapi ayahnya Sulis memeluk dirinya.


"Aku juga setuju dengan ucapan ibunya Sulis,semoga tuhan memgabulkannya.." ucap Ayahnya Sulis berkata lirih. Kemudian melepas pelukannya.


Bayu menangkupkan tangan ke arah ibunya Sulis.


Sulis berpelukan ke ayahnya, lalu ke ibunya.


Setelah itu mereka berjalan ke teras rumah.


Bayu membukakan pintu untuk Sulis,setelah Sulis masuk,ia menutupnya.Kemudian berjalan ke pintu kemudi.


Sulis membuka kaca jendela.


"Hati - hati di jalan....Jangan ngebut..." ucap ayahnya Sulis.


"Iya Pak..." ucap Bayu.


Bayu menjalankan mobilnya menuju Jakarta.


"Mas..." ucap Sulis.


"Iya Lis..." ucap Bayu.

__ADS_1


"Aku mau berhenti kuliah..." ucap Sulis.


Ciiiiiit....... Bayu mengerem mendadak.


__ADS_2