SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MINTA DI DEMO ITU PAK.


__ADS_3

Setelah mengirim pesan ke Ida.Bayu segera menelpon Fuad.


Tuuuut...Tuuut...Tuuut..


" Haloo.." suara Fuad.


" Assalam mua'alaikum kang..Ini aku Ahmad.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam... Ada apa broo..?" suara Fuad.


" Sampeyan sudah ngajukan cuti?" ucap Bayu.


Bila Fuad berhasil mendapatkan cuti,maka Bayu akan menghubungi papah Jien,kemudian para istri Bayu datang melihat Ida,lalu pulang ke Jakarta. Namun bila belum mendapatkan cuti,maka Bayu masih tertahan di Balikapan. Sebab keluarga Harati ternyata masih ada hubungan keluarga,namun jauh(besan).


" Sudah..." suara Fuad.


" Di setujui?" ucap Bayu.


"Iya.. Tapi minggu depan broo.." suara Fuad.


" Ooo..Minggu depan.." ucap Bayu.


" Banyak kerjaan..Jadi bos kada ngijinin cuti minggu ini.." suara Fuad.


" Ya sudah kalau gitu kang...Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." suara Fuad.


Bayu mematikan panggilan,lalu mengubah profil ponselnya ke mode umum.


" Asem...Kirain minggu ini dia bisa cuti..Gak tahunya besok.." ucap Bayu dalam hati.


Terdengar suara nada pesan. Bayu mengecek tesebut.


From Ida.


Lagi apa kak. Blz.


To Ida.


Lagi di rumah dek.


From Ida.


Ini adek baru sampai di rumah. Amun di rumah lagi rame kak. Kakak sudah makan?. Blz.


" Rame ??" gumam Bayu.


To Ida.


Ada tamu kah dek? Kakak sudah makan.


From Ida.


Enggeh.Ada tamu ,keluarga adek datang karumah. Ini adek lagi makan kak. Nanti malam kakak kesini apa enggak?.Blz.


To Ida.


Insya Allah dek.


Bayu berdiri lalu mengunci pintu rumah.Kemudian duduk bersila.


Bayu merapalkan ajian rogoh sukmo untuk melihat siapa yang datang kerumah Ida.


***


Rumah Ida.


Bayu muncul di teras rumah Ida.Ia melihat beberapa orang duduk jongkok di teras sambil merokok.Ada pula yang berdiri di pinggir jalan memakai baju ormas saling mengobrol.


" Tumben orang ormas ngumpul.."


" Oh iya...Bapaknya Ida kan salah satu ketua ormas..." ucap Bayu.


Bayu melihat ada pria yang memakai pakaian ormas merokok di samping ibu - ibu yang menggendong anaknya. Bayu menghampiri pria itu,lalu mematikan api rokoknya.


" Kalau dekat sama bayi gak boleh ngerokok..Woooooo.. guuooblook kok di pelihara..." ucap Bayu jengkel.


Saat pria itu hendak menghisap rokoknya,ia melihat bara api rokok tidak ada. Lalu mengambil koreknya.


Ceeessss.... Api muncul di korek api. Bayu meniup api tersebut sebelum pria itu menghisap rokoknya sehingga api itu padam.


Begitu seterusnya hingga 3 kali. Pria itu heran lalu berpindah tempat. Setelah berpindah tempat,akhirnya ia bisa menyalakan rokoknya.


" Nah gitu...Kalau merokok itu jauh dari bayi.."


Seorang pria keluar dari rumah Ida. Bayu melihat pria tersebut.


" Itukan orang yang ku pukul hingga pingsan.."


" Waaah..Berarti keluarga bu Harati kesini.." ucap Bayu lalu memutuskan kembali ke raganya.


***


Rumah sewaan Bayu.


Bayu membuka matanya.


" Hemm...Lebih baik aku gak usah kesana dulu.."


" Tapi kalau bapak Ida manggil gimana ya.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengecek ponselnya. Nampak beberapa sms masuk dari Ida dan para istri Bayu. Bayu membalas pesan tersebut,lalu meletakkan kembali.


Terdengar suara nada dering panggilan. Bayu mengecek siapa yang nelpon.


Nampak di layar muncul ibunya Ida.


" Tumben..Kan pulsanya Ida ku isi seratus ribu..Masa seh sudah habis..." gumam Bayu lantas menekan terima panggilan.


Bayu memilih diam dulu,untuk memastikan siapa yang menelpon,apakah Ida atau ibunya Ida.


" Halo..Assalam mu'alaikum..." suara pak Anwar.


" Ooo...Bapaknya Ida...." ucap Bayu dalam hati.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.


" Maaf jika bapak ganggu.." suara pak Anwar.


" Bapak gak ganggu kok...Ada apa pak..?" ucap Bayu.


" Bisa datang karumah..." suara pak Anwar.


Bayu lantas memiliki ide.


" Keluarga bu Harati ada di rumah bapak?" ucap Bayu.


" Dari mana piyan tahu..?Apakah Ida yang memberi tahu ke piyan" suara pak Anwar.


" Allah yang memberitahukan kepadaku pak..Bukan Ida. Kalau bapak tidak percaya,silahkan tanya ke Ida..." ucap Bayu.Sebab Ida tidak memberi tahu siapa yang datang.


" Sebentar..."


Bayu menunggu sambil merebus air untuk membuat teh,ia menggunakan ajian tapak geninya untuk merebus air.


" Iya..Ida tidak memberitahukan ke piyan.."


" Piyan bisa datang ke sini sekarang.." suara pak Anwar.


" Insya Allah...Habis Ashar saya kesana pak..." ucap Bayu.


" Baiklah...Ulun tunggu...Assalam mu'alaikum.." suara pak Anwar.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.


" Untung aku tadi ngecek ke sana....Jadi aku tahu siapa yang bertamu di rumahnya Ida." ucap Bayu dalam hati.


Tak lama kemudian terdengar suara adzan.


Bayu segera mengambil air wudhu. Lalu memakai pakaian baju muslim,Sarung yang ia beli,tak lupa songkok warna hitam,masker, dan surban. Kemudian berjalan ke luar menuju tempat ibadah terdekat,tak lupa mengunci pintu.


Selesai shalat,Bayu meluncur tetap memakai pakaian shalatnya ke rumah Ida.


Sesampainya Bayu di depan rumah Ida. Bayu turun dari motor,lalu melepas helm,dan memakai songkok hitamnya.


" Bismilah..Ya Allah..Permudahkanlah urusan hamba ini...Amin.." ucap Bayu dalam hati,lalu melepas masker dan melangkahkan kaki ke rumah pak Anwar.


Para pemuda ormas melihat ke arah Bayu.Mereka memberi jalan saat Bayu akan lewat.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." ucap orang - orang yang sedang kumpul.

__ADS_1


" Mari masuk nak Ahmad.."


" Duduk sini.." ucap pak Anwar.


Bayu masuk ke dalam sambil membungkukkan badan,tangan kanan ke bawah sambil berkata Permisi. Kemudian duduk di samping pak Anwar. Bayu melihat ada ada beberapa pria yang rambutnya sudah memutih,memakai seragam ormas,dan pernak - pernik suku Dayak.


Keluarga Harati memandang ke arah Bayu.


" Ada apa bapak memanggil saya?" ucap Bayu.


" Mereka ini keluarga bu hajjah Harati.." ucap pak Anwar.


" Asem...Haji rupanya,tapi kenapa berani nyerobot lahan orang.Semoga saja merela tak mengenaliku." ucap Bayu dalam hati. Sebab Bayu berpenampilan layaknya seorang ustad.


" Terus..Apa hubungannya dengan saya pak?" ucap Bayu.


" Begini...Mereka ini menginginkan surat sertifikatnya di kembalikan.."


Bayu melihat ke arah bu Harati.


" Mereka tetap tidak ingin menjualnya..." ucap pak Anwar.


" Hemmm...Saya ingat ucapan bapak..Jangankan 1 hektar di ambil,satu jengkal saja pun kada boleh..."


" Apakah bapak sudah menanyakan hal itu?" ucap Bayu.


" Maksudnya apa?" ucap Pria 1.


Bayu melihat ke arah pria yang barusan berbicara.


" Maaf... Sebelum saya kemari,saya telah di beri tahu oleh seseorang..."


" Maaf bu hajjah Harati..Maaf sekali..Saya ingin bertanya kepada anda.."


" Apakah sebelum ibu membeli tanah itu sudah di cek betul - betul..Apakah sudah ada yang punya?" ucap Bayu.


" Sudah..Suamiku yang membeli tanah itu.." ucap bu Harati.


"Alhamdulilah... Berarti dia gak mengenaliku." ucap Bayu dalam hati.


" Suami ibu membeli itu dari siapa? "


Bu Harati menyebut nama,namun nama itu tak sama dengan surat segel yang di terima oleh Jien Lie.


" Bu....Maaf sekali..."


" Saya di beri tahu bahwa ibu telah menyerobot lahan orang lain,dan memberi uang kepada pak Lurah..Apakah itu benar." ucap Bayu sambil menatap mata bu Harati. Bayu berniat menghipnotis kembali.


" Ayahku gak ada menyerobot ..Jaga ucapanmu.." ucap pria 2 emosi.


Mata bu Harati memghijau lalu normal kembali.


Bayu melihat ke arah pria 2.


" Saya tanya ke bu hajjah Harati,bukan anda.."


Lalu melihat ke arah bu Harati.


" Guru ngaji saya pernah berpesan kepadaku.."


Bayu melihat ke lantai.


" Janganlah mengambil milik orang lain,karena Allah akan membalas perbuatan kita"


" Sekarang saya ingin ibu berkata jujur mengenai masalah tanah itu di depan pak Anwar...Jangan di sembunyikan..." ucap Bayu.


Bu Harati lantas berkata jujur memgenai lahan yang ia miliki.


Orang - orang yang berada di ruang tamu terkejut mendengar ucapan bu Harati.


" Ucapan Fuad ternyata benar..Dia keturunan kyai.." ucap pak Anwar dalam hati. Sebab saat pulang dari mancing,Fuad bercerita kepada ayahnya mengenai dirinya selalu mendapatkan ikan secara beruntun hingga umpannya habis. Sementara teman - temannya jarang menarik ikan.


Orang - orang yang rambutnya telah beruban juga terkejut mendengar pengakuan bu Harati.


Bu Harati menutup mulutnya selesai berkata seperti itu,sebab dirinya merasa ucapannya itu keluar begitu saja tanpa ia inginkan. Ia ingin berkata tidak tapi di mulut Iya.


" Nah...Kalian bisa dengar sendiri kan...?" ucap Bayu.


Anak - anak bu Harati juga kaget lalu ia teringat akan pemuda memakai masker berjaket membuat ibunya mengakui tanah tersebut.


" Kamu Bayu kan..Orang suruhan perusahaan..?" ucap pria 1.


" Maaf,pertanyaan anda tidak saya jawab..."


" Tentu ulun tidak akan membela orang yang salah.." ucap pak Anwar.


" Bangsaaat...Dia adalah orang yang menghipnotis ibuku.."ucap pria 2.


" Alhamdulilah.."


" Menghipnotis? Bagaimana saya menghipnotis ibu anda,sedangkan ibu anda jaraknya 4 meter dari saya..? Menyentuh saja tidak..."


" Saya hanya meminta ibu anda berkata jujur...Ibu anda berkata jujur.."


" Jika ibu Harati adalah ibu saya.."


" Saya merasa malu...Maluuu..."


" Sekarang saya mau tanya ke ibu Harati..Jawab dengan jujur jangan di tutup - tutupin.."


" Apakah ibu menyerobot lahan milik orang lain selain yang sedang di bicarakan di sini?" ucap Bayu tanpa melihat ke arah bu Harati.


" Ada..." ucap bu Harati lalu menutup mulutnya lagi. Dirinya merasa malu,karena ada 4 orang ketua ormas dari daerah lain yang sedang berkumpul.


Sontak mereka terkejut mendengar ucapan bu Harati.


Bayu tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya bisa membuka sifat busuk Harati di depan ketua ormas.


Anak - anak bu Harati diam tak berani lagi bicara,dirinya merasa malu.


" Ada berapa lahan yang ibu rebut?" ucap Bayu.


" Ada 8 lahan.." ucap Harati lalu terkejut,padahal dirinya sudah sekuat tenaga tak mau bicara,namun mulutnya tetap berbicara.


" Apakah ke delapan lahan itu masih ada sampai saat ini?" ucap Bayu.


" Sebagian sudah ku jual.." ucap bu Harati.


Para ketua ormas geleng - geleng kepala mendengar ucapan bu Harati.


" Apakah ibu heran mengapa mulut ibu berkata jujur kepada saya?" ucap Bayu.


" Iya...Kamu apakan aku?" ucap bu Harati.


" Bu....Sampeyan kan muslim...Hajjah lagi.."


" Pasti sudah tahukan pengadilan Allah itu seperti apa?"


" Mulut kita terkunci. Allah akan bertanya ke kita."


" Apa saja yang kamu lakukan selama hidup di dunia.."


" Tangan kita akan bicara,apa saja yang kita lakukan.Jika kita sering sedekah,maka tangan kita akan bicara.."


" Wahai tuhanku..Tangan ini selalu bersedekah di jalanmu.Selalu menyantuni anak yatim piatu,selalu bersujud kepadamu dan berzikir..."


" Yang ibu rasakan saat ini adalah mau bilang tidak tapi mulut bicara iya..Apakah benar?" ucap Bayu.


" Iya.." ucap bu Harati.


Bayu diam tak bicara,sementara para ketua ormas saling berbicara memakai bahasa daerah yang tidak Bayu pahami.


"Bertobatlah bu...Jika nyawa kita di tenggorakan,kita tidak bisa bertobat. Hanya penyesalan yang datang." ucap Bayu.


Bu Harati kemudian berdiri lalu berjalan ke arah pintu.


" Tunggu sebentar bu...Masalah ini belum jelas,jangan maen kabur saja..Sekarang sampeyan duduk manis ya bu..."


Bu Harati yang sudah terhipnotis menuruti ucapan Bayu.


" Sekarang saya mau tanya ke ibu.."


" Ibu mau sertifikat itu kembali..?" ucap Bayu.


" Iya..Aku ingin surat itu di kembalikan."


" Ibu bisa saja mendapatkan surat itu kembali,dengan catatan,Ibu akan di tahan oleh pihak kepolisan dengan tuduhan menyerobot lahan milik orang lain.."


" Apakah ibu mau masuk penjara?" ucap Bayu.


" Aku tidak mau.." ucap bu Harati.


" Bisa jadi polisi akan mengusut surat kepemilikan tanah ibu,maka bertambah lagi masa hukuman ibu..Saran saya..Jangan di lanjutkan..."

__ADS_1


Nampak bu Harati terdiam.


Bayu melihat ke arah pria tua yang berambut putih yang Bayu belum kenal.


" Maaf pak..Apakah bapak tetap membantu bu Harati?" ucap Bayu.


" Tidak..Aku tidak akan membantunya,bahkan ketua yang tidak hadir di sini juga tidak akan membantu.." ucap pria tua tersebut.


Terdengar suara Tarhim.


" Alhamdulilah..."


" Jika ibu tetap melanjutkan masalah ini gak masalah... "


" Pertama..Ibu akan di tahan oleh polisi dan kedua..Ibu akan mendapat azab dari Allah.."


" Oh iya satu lagi...Jika ada orang yang bertanya,ibu jawab jujur saja..Maluu sama gelar ibu.."


" Karena mau Magrib..Mohon maaf,saya pamit undur diri mau shalat..."ucap Bayu.


" Silahkan..." ucap pria tua1 dan 2.


Bayu melihat ke pak Anwar.


Pak Anwar menganggukkan kepala lalu berkata," Setelah shalat Isya' kembalilah ke sini.."


" Insya Allah pak...."


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu lalu berdiri dan berjalan sambil membungkukkan badan.


" Wa'alaikum salam..." ucap sebagian orang.


Bayu menjadi lega,akhirnya.masalah lahan benar - benar telah di selesaikan. Ia tak akan menarik ilmu hipnotis tersebut,agar kedok bu Harati terbongkar.


Selesai shalat Isya',Bayu datang kembali kerumah Ida. Ia melihat masih ada beberapa orang pemuda memakai pakaian ormas.Lalu saat berada di depan pintu,ia tak melihat bu Harati dan beberapa orang lainya.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam...." ucap orang - orang di ruang tamu.


Nampak hidangan makanan di depan pak Anwar,Bayu melihat masih ada 3 pria tua masih berada di tempat tersebut dari Bayu datang hingga kembali dan pak Anwar. Sementara Fuad bersama para pemuda yang berkumpul di teras.


Bayu berjalan masuk lalu duduk menghadap ke 3 pria tua.


" Kalau boleh kaik ( kakek) tahu..Siapa namamu ?"ucap pria tua.


" Nama lengkap saya Muhammad Bayu Samudra pak..Panggil saja Ahmad atau Bayu.." ucap Bayu.


" Apakah Bayu berasal dari keluarga kyai?" ucap pria tua 2.


Bayu tersenyum.


" Maaf pak...Sejak umur saya 4 tahun,saya masuk pondok pesantren. Lalu keluarga pak kyai menganggap saya sebagai putranya.." ucap Bayu.


Mereka menganggukkan kepala.


" Ayo kita makan dulu lah..." ucap pak Anwar.


" Maaf pak..Apakah mereka yang di luar sudah makan?" ucap Bayu.


" Mereka beli makanan sendiri..." ucap pria tua 1.


Terdengar suara mangkuk di pukul.


" Maaf...Saya keluar sebentar pak..." ucap Bayu lalu pergi keluar.


Sesampai di luar.Bayu melihat penjual Bakso mendorong gerobak berjalan 15 meter darinya.


" BAKSOOO...." teriak Bayu.


Penjual bakso berhenti lalu menoleh ke arah Bayu.


" Kesini pak...." ucap Bayu sambil melambaikan tangan.


Penjual Bakso berjalan lagi ke arah Bayu.


" Mas..Masnya... mau bakso apa enggak?" ucap Bayu.


" Ya mau lah..." ucap pemuda 1.


" Kalau di bayarin aku mau.." ucap pemuda 2.


Penjual Bakso berhenti di dekat Bayu.


" Pak...Buatin mereka bakso ya....Saya yang bayarin..." ucap Bayu.


" Makasih boss...." ucap pemuda 3.


" Iya..Aku masuk dulu pak..Jika mereka selesai makan,panggil saya di dalam rumah ya pak.." ucap Bayu.


" Iya mas..." ucap penjual bakso.


" Kalian makan 2 porsi juga boleh..Sampai habis juga boleh...Saya masuk ke dalam dulu..." ucap Bayu lalu masuk ke dalam.


Sesampai di dalam.Bayu melibat mereka belum makan,rupanya mereka menunggu Bayu datang.


" Maaf pak...Tadi saya pesan bakso buat orang - orang yang berkumpul di depan rumah.." ucap Bayu.


Ketiga pria tua mulai mengambil piring,lalu menyendok nasi.


" Ini ikan tangkapannya ustadz Bayu..." ucap pak Anwar.


" Lain pak...Ini hasil pancingannya kang Fuad..." ucap Bayu.


" Sama saja kalok...Kan piyan juga ikut mancing.." ucap pak Anwar.


Bayu menunggu mereka mengambil nasi,setelah mereka mengambil nasi,barulah Bayu mengambil nasi.


" Ganal - ganal iwaknya..." ucap pria tua 1 melihat lauk berupa ikan yang potonganya besar - besar.


" Ada yang lebih ganal lagi...Iwak seberat 180 kilo ada itu di dapat Bayu..." ucap pak Anwar.


" Bujur lah.." ucap pria tua2.


" Bujur... Sampai itu tempat iwak kada muat.sebagian iwaknya di jual" ucap pak Anwar.


" Beh..Beh...Beh..."


" Itu mancing apa dogol?" ucap pria tua 1.


" Mereka mancing.. Sampai Fuad kada sanggup berdiri selesai mamancing.." ucap pak Anwar.


Tiba - tiba mati lampu.


" Allahu akbar...Kenapa pula mati lampu.." ucap pria tua 2.


Bayu diam saja menikmati makanan di piring tanpa takut ketulangan,sebab dirinya melihat dengan jelas ikan yang di makan.


Muncul Ida dari dalam sambil membawa lampu penerangan dari lampu kaca berbahan bakar minyak tanah,lalu di letakkan di tengah mereka.


" Alhamdulilah...." ucap Bayu selesai makan lalu cuci tangan di mangkuk yang berisi air.


" Kakak gak ketulangan kah..?" ucap Ida.


" Enggak... "


" Adek sudah makan?" ucap Bayu.


" Sudah.." ucap Ida lalu masuk kembali ke dalam.


" Sering banar mati lampu....Minta di demo ini PLN.." ucap pak Anwar.


" Sabar pak..Mereka sedang berusaha. Mungkin ada gangguan.." ucap Bayu.


" Tapi terus terusan...Setiap hari,kadang pagi,siang,sore,malam..Selalu mati.." ucap pak Anwar.


" Minta di demo itu pak.." ucap Bayu. Ia mengira jarang mati lampu.


( Tahun 2010 ke bawah,Kota Balikppan sering mati lampu secara bergilir,karena pasokan listrik kurang dari pembangkit. Sekarang tidak ada lagi pemadaman secara bergilir,karena sudah banyak pembangkit listrik).


" Broo..." ucap Fuad di pintu.


Bayu menoleh ke pintu.


" Sudah ya kang?" ucap Bayu.


" Sudah..." ucap Fuad.


" Maaf pak..Saya keluar dulu.." ucap Bayu.


Bayu bangkit lalu berjalan keluar.


Sesampai di luar,Bayu membayar bakso.

__ADS_1


__ADS_2