
Saat Hana akan keluar rumah,ia mendengar ucapan Ki Kartolo pada Bayu di teras rumah waktu lebaran. Ia berpikir untuk mencari keluarga Susanto tersebut melalui Malik. Ia takut tiba - tiba saja keluarga mereka balas dendam,saat Bayu lengah maka keluarganya atau sahabatnya akan celaka.
2 bulan telah berlalu setelah hari raya Idul Fitri.
Pukul 9.20
Di ruang kerja Hana.
Hana memakai Baju kerja yang longgar,dan celana panjang yang longgar. memakai jilbab berhiaskan manik - manik, tak lupa memakai cadarnya. Jika Hana tak memakai Jilbab,maka orang - orang mengira dirinya masih gadis ABG.Padahal sudah emak - emak yang usianya hampir setengah abad.
Nampak Hana sedang memeriksa dokumen laporan keuangan. Sambil mendengarkan suara muratal Al Qur'an di komputernya.
Hana melihat nama berkas tersebut dari salah satu Diskotik.
"Kurang ajar....Sudah ku bilang aku gak mau urus yang ini,malah di kasihkan ke aku...
Hana malas mengurus hal - hal yang berasal dari bisnis tak halal. Kemudian Hana mengangkat gagang telpon,lalu menekan 3 angka.Ia memghubungi kakeknya secara langsung di ruang kerja Zhang Yong Han.
Tuuut....Tuuuut....Tuuuut... (suara sambungan telpon)
"Ya cucuku yang cantik...Ada apa?" suara Zhang di gagang telpon.
"Kek...Kan Hana sudah bilang...Hana gak mau mengurus keuangan yang berasal dari Diskotik ataupun hal - hal yang berbau hal yang di larang agama Hana...
"Ini kenapa ada dokumen kuangan Diskotik di meja Hana?" ucap Hana.
"Maaf Na...Keselip... Jangan di buang ya Na..." suara Zhang takut jika di buang,sebab ia tahu Hana benci dengan yang berbau hal - hal yang di larang dalam agama Hana.
"Dalam 10 menit kakek gak kesini,ini dokumen akan Hana masukkan dalam mesin penghancur" ucap Hana.
"Iya..Ya...Ini kakek kesana..." suara Zhang.
Hana meletakkan gagang telpon ke tempat semula.
Hana memisahkan Dokumen tersebut,lalu membuka Dokumen lainnya.
Tiba - tiba Hapenya berdering.
Hana melihat ke hapenya yang ia letakkan di atas meja.
Nampak nama Helmi di layar.
Helmi adalah orang suruhan Hana,untuk mengawasi anak perusahaan yang memperkejakan karyawan kontrak. Ia meminta tolong pada Malik,dan Malik mencari orang tersebut.
Hana menerima panggilan tersebut.
"Haloo...." ucap Hana
"Assalam mua'laikum bu..." suara Helmi.
"Wa'alaikum salam....Ada apa?" ucap Hana.
"Maaf saya mengganggu bu...
"Saya mendapatkan bukti bahwa PT. Langit Harapan telah melakukan tindak penipuan...
"Mereka menulis barang di pesan tapi tak sesuai dengan apa yang di terima oleh karyawan.. Lalu pembayaran Jamsostek selalu telat...
"Kemudian masalah lembur,karyawan menulis 35 jam,akan tetapi dalam laporan di PT itu berubah menjadi 60 jam,yang di bayarkan hanya 35 jam,sisanya tidak di bayar bu..
"Yang melakukannya itu masih ada hubungan keluarga dengan manajer PT itu bu...
"Ini ada 3 orang yang jamsosteknya belum di bayar bu,salah satunya hendak berobat,tapi karena belum di bayar maka dia memakai uang pribadi,lalu orang yang mengurus Jamsostek jarang sekali turun,jika turun hanya mengurus uang masuk saja,sehingga pekerjaannya terbengkalai" suara Helmi.
"Hem...Begitu...
"Baik....Terima kasih atas infonya...." ucap Hana.
"Sama - sama bu..." suara Helmi.
Hana lantas mencari kontak Manajer PT. Langit Harapan, yang bernama Henry. Lalu Hana menelpon menggunakan telpon kantor
Tuuuut....Tuuuut.....Tuuuut....
"Halooo..." suara Henry.
"Pak Henry...." ucap Hana.
"Iya saya sendiri..Maaf anda siapa?" suara Henry.
"Saya Hana dari kantor PT. Lion Han ... Saya mendapat laporan jika Jamsostek telat di bayar,lalu ada korupsi di sana yang di lakukan oleh keluarga anda...
"Eh....!!!??" suara Henry terkejut.
"Mengapa anda diam saja hal itu terjadi di kantor anda? Apakah karena yang melakukannya itu dari keluarga anda lalu anda diam saja..
Tak ada jawaban dari Henry.
"Jawab pak....
Henry tetap diam tak menjawab.
"Baiklah...Jika anda tak menjawab berarti anda telah mendukung korupsi dan penipuan tersebut...
Zhang masuk kedalam ruangan Hana.Lalu berjalan ke arah Hana.
"Maka sesuai perjanjian kontrak kerja,bila tidak sesuai apa yang ada di lapangan maka pihak kedua akan membayar denda,perjanjian kontrak kerja putus karena pihak ke dua tidak berkompeten, serta melakukan korupsi ,dan saya akan melaporkan masalah ini pada pihak yang berwajib..." ucap Hana lalu meletakkan gagang telponnya.
"Mana dokumennya cantik...
Hana mengambil dokumen,lalu menyerahkan ke kakeknya.Zhang menerima dokumen tersebut lalu duduk di kursi.
"Tadi kakek dengar kamu bilang kontrak kerja,dan melapor pihak berwajib,apakah ada masalah Na?" ucap Zhang.
"Iya kek... Ada masalah dengan perusahaan penyedia tenaga kerja." ucap Hana.
"PT mana yang bermasalah Na? lalu masalahnya itu apa?" ucap Zhang penasaran.
"PT. Langit Harapan,mereka korupsi uang lembur karyawan,Jamsostek telat bayar,lalu barang yang di minta oleh karyawan tak sesuai dengan apa yang ada di lapangan.Yang melakukannya masih ada hubungan keluarga dengan Manajer PT." ucap Hana.
"Kok kamu bisa tahu Na?" ucap Zhang heran dan penasaran.
"Rahasia...." ucap Hana.
"Baiklah...Serahkan masalah PT. Langit Harapan pada kakek" ucap Zhang.
"Baiklah..." ucap Hana.
Zhang berdiri lalu meninggalkan Hana.
---***---
Kantor PT. Langit Harapan.
Nampak pria berumur 50 tahun,perut buncit,memakai kemeja warna putih,celana hitam,memakai kaca mata dan berkumis.
Pria perutnya buncit itu menjabat sebagai Manajer PT. Langit Harapan yang bernama Henry.
Ada salah satu karyawan yang merupakan mata - mata Hana di PT Langit Harapan ,yaitu Helmi. Helmi melamar pekerjaan di PT tersebut, mamakai ijasah D3 di bantu oleh Malik. Kebetulan di PT itu membutuhkan tenaga Cleaning Servis.Karena orang sebelumnya berhenti bekerja.
Helmi di tawarin apakah mau jadi CS. Helmi menerima tawaran itu karena niatnya untuk masuk dalam perusahaan tersebut. Seiring waktu berjalan,Helmi selalu di suruh yang bukan pekerjaaannya,seperti mengantar surat,foto copy,mengantar dan menerima barang. Awalnya ia merasa lelah,tapi berhubung ia di bayar oleh Hana yang jumlahnya melebihi UMK maka ia menerima,di samping itu ia juga mendapat gaji dari PT.Langit Harapan.
Henry yang baru saja menerima telpon yang mengaku bernama Hana dari kantor PT. Lion Han nampak lesu. Ia tahu nama PT tersebut. Karena PT itu adalah perusahaan besar yang membuka cabang di mana - mana,termasuk di daerahnya. Ia memenangkan tender penyedia tenaga kerja di salah satu cabang perusahaan Lion Han.
__ADS_1
"Sial... Aku harus bagaimana ini...
Henry bingung harus berbuat apa.
Tak lama kemudian
Henry mengangkat gagang telpon lalu menekan 2 angka.Ia menghubungi putrinya yang bernama Silvi.
Tuuut...Tuuut....Tuuut...
"Halooo..." suara wanita bukan Silvi.
"Silvi kemana?" ucap Henry
"Maaf pak,Silvi tidak masuk kerja." suara wanita.
"Ya sudah...
Henry meletakkan gagang telponnya.
Lalu memgambil hapenya untuk menghubungi putrinya.
Tuuut.....Tuuuut....Tuuuut...
"Hallo..." suara Silvi.
"Kamu di mana Vi?" ucap Henry.
"Lagi di Mall yah...Ada apa? " suara Silvi.
"Ke kantor sekarang..." ucap Henry.
"Malas aku yah... " suara Silvi.
"Cepat kamu ke sini ,.." ucap Henry meninggi karena emosi.
Tak ada jawaban dari Silvi. Lalu Henry melihat layar hapenya. Nampak panggilannya putus.
Henry mencoba menelpon kembali.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan" suara operator.
"Kurang ajaaar...
Henry sangat marah,perbuatan anaknya di ketahui oleh orang kantor Lion Han. Belum lagi putrinya jarang masuk kerja,dalam sebulan hanya seminggu saja ia masuk kerja,selebihnya tidak kerja. Dirinya hendak menegur tapi anaknya sendiri,jika orang lain maka dirinya langsung memberi teguran berupa surat peringatan.
Pukul 11.20.
Henry duduk di kursi kerjanya, sambil memikirkan jalan keluar tersebut.
Tiba - tiba pintu ruang kerjanya di ketuk.
Tok...Tok....Tok....
"Masukkk...." ucap Henry.
Pintu terbuka,masuklah 4 orang pria memakai jas hitam dan berdasi. Di jas itu ada ID Card tergantung.
Henry melihat ID Card tersebut dari PT. Lion Han. Tbk.
" Selamat siang pak,kami dari kantor Lion Han datang ke sini ingin memeriksa kantor bapak,mohon kerja samanya..." ucap salah satu orang tersebut.
"Sial....." ucap Henry dalam hati tak berkutik.
Bagaikan dirinya masuk dalam kandang singa yang kelaparan. Mau gak mau ia pasrah.
----***---
Di ruang kerja Hana.
Hana merbahkan tubuhnya di kursi panjang.
Tiba - tiba hapenya berdering.
Hana mengambil hapenya yang ada di meja
Nampak nama Malik yang menelpon.
"Assalam mu'laikum Lik." ucap Hana.
"Wa'alaikum salam mbak...Maaf ganggu,aku dah dapat informasi mengenai keluarga susanto...
"Susanto memiliki seorang putra bernama Putra Alam Gumara. Dia berada di Desa Kamayan.." suara Malik.
"Apakah kamu punya fotonya Lik?" ucap Hana.
"Punya mbak...." suara Malik.
"Kirim ke emailku ya Lik,nanti aku sms alamat emailnya,jangan lupa beritahu alamat desa itu...Jangan serang dia,kamu bukan tandingannya"ucap Hana.
"Baik mbak..." suara Malik.
"Oh iya Lik... Helmi sudah menyelesaikan pekerjaannya.Jangan dulu suruh berhenti,nanti aku kabari lagi.
"Siap..." suara Malik.
Panggilan terputus.
Hana mengirim alamat emailnya ke Malik.
Tak lama kemudian Hana menerima balasan sms dari Malik.
Hana membuka pesan itu lalu membacanya.
"Rupanya mereka berada di Bengkulu...
Kemudian Hana berdiri lalu berjalan ke arah komputernya.
Lalu mengecek email yang masuk.
Nampak foto Pemuda di layar komputer Hana.
"Hem....Baiklah...Besok sabtu akan aku datangin dia...
Hana berencana besok akan menemui pemuda itu beserta kerabatnya,jika mereka marah tak terima,maka Hana akan menghabisi semuanya.
Hana mengangkat gagang telponnya untuk memghubungi kakeknya.
Tuuut...Tuuut...Tuuut..Tuut..Tuuut....
Hana meletakkan gagang telepon. Lalu menelpon kakeknya memggunakan HP.
Tuuut....Tuuuut...Tuuut...
"Ya Na..." suara Zhang.
"Kek...Mulai besok Hana gak turun kerja,selama kurang lebih 2 minggu..." ucap Hana.
"Kamu gak usah kesana Na...Kakek sudah kirim orang untuk mengurus PT. Langit Harapan.." suara Zhang.
"Bukan yang itu kek...Ada hal lain yang lebih penting dari itu.." ucap Hana.
"Hemm... Bawa pengawalmu Na.." suara Zhang.
__ADS_1
"Tak perlu kek...Hana bisa sendiri..." ucap Hana.
"Baiklah...Kamu harus berhati - hati..." suara Zhang.
"Siap kek...Terima kasih...." ucap Hana.
"Sama - sama Hanaku sayang..." suara Zhang.
Hana mematikan panggilan telpon. Ia merapikan meja kerjanya. Kemudian memyimpan dokumen di lemari besi. Kemudian Hana mengambil tasnya lalu berjalan ke pintu.
Hana akan datang ke desa Kemayan sendirian.
Ia memdatangi sekertarisnya yang bernama Rina.
"Rin.. Mulai besok aku gak turun kerja,jika ada yang mencariku bilang aja cuti.." ucap Hana.
"Baik bu..." ucap Rina.
Hana kemudian berjalan lagi,ia akan pulang kerumah untuk mempersiapkan peralatannya.
Hana mempunyai ID card khusus keluarga Han,yang ia pasang terbalik.
Orang yang mengenal Hana tak berani menatap Hana saat lewat.
Hana menggunakan tangga untuk turun sekalian berolah raga. Karena dirinya malas menggunakan Lift.
Hana melihat Cleaning Servis duduk santai di anak tangga sambil memegang alat pel bersama temannya yang satu profesi.
Celaning Servis yang mengenal Hana lantas berdiri lalu menundukkan kepalanya.
Sesampainya Hana di teras depan,Hana memghampiri salah satu pengawalnya yang duduk santai di tempat istirahat.
Para pengawal yang melihat Hana kemudian berdiri tegap.
"Antar aku pulang..." ucap Hana.
"Siap bu..." ucap para pengawal Hana.
Mereka kemudian menuju mobil yang terparkir.
Di dalam mobil.
Hana menyusun rencana ketika dirinya sampai di desa Kemayan nanti.
"Jika aku mengajak Bayu,otomatis istrinya juga ikut..
"Lebih baik aku sendiri saja yang kesana...
Sesampainya Hana di rumah.Ia masuk dalam kamar lalu mengunci pintu.
Hana melepas pakaiannya,lalu mandi. Karena badannya terasa gerah.Nampak Kalung bermahkotakan batu Merah Delima ada di leher Hana saat Hana melepaskan pakaianya. Ia memakai kalung itu buat berjaga - jaga.
Nampak ada bekas luka di punggung Hana sepanjang 10 cm. Luka itu ia dapat saat melawan musuh yang jumlahnya lumayan banyak di banding jumlah orang yang berada di pihak Hana.
Setelah Hana mandi dan berpakaian,ia menyiapkan peralatannya seperti Shuriken,Kunai dan pedang Katana. Tak lupa pakaian ganti. Setelah beres semua,Hana keluar dari kamar menuju parkiran mobil.
Hana menghampiri pengawalnya.
"Jangan kawal aku..Kalian berjaga saja di sini." ucap Hana.
"Siap ibu bos..." ucap pengawal itu.
Hana berjalan ke mobil Ferari warna merah.
GPS yang ada di mobil itu sudah di ambil,Karena Hana tak ingin di ketahui kemanapun ia pergi. Hana meminta pada kakeknya untuk memgambil alat GPS tersebut. Awalnya Zhang Yong Han menolak,takut terjadi apa - apa. Namun Hana bersikeras dengan keinginannya tersebut,bila tak di lakukan maka dirinya mengancam tidak mau tinggal di lingkungan keluarga Han karena privasinya terganggu. Mau gak mau Zhang Yong Han menuruti keinginan Hana.
Nampak Hana memasukkan tas ke dalam mobil lalu masuk ke dalam. Ia menyalakan mesin mobil tersebut. Awalnya ia tak tahu cara menghidupkan mobil itu,karena sistemnya berbeda pada mobil biasa,lalu ia bertanya pada pengawalnya.
Mesin mobil itupun menyala.
"Lebih cepat lebih baik...
Hana mengetik pesan ke Bayu,bahwa dirinya ada keperluan,sehingga tak pulang kerumah. Kemudian Hana menginjak gas agar mesin mobil panas sebelum ia jalankan.
Brruuum....Bruuum....Bruuum....
Tak lama kemudian Hana menjalankan mobil itu.
Mobil Ferari warna merah perlahan meninggalkan rumah menuju Desa Kemayan yang berada di Bengkulu.
----***----
Sementara di tempat lain yang jauh dari ibu kota Jakarta. Lebih tepatnya di negara Malaysa
Nampak 24 orang yang berasal dari China.Mereka masih muda - muda. Mereka bisa bahasa inggris,Melayu dan Indonesia. Mereka datang dengan tujuan bisnis,serta mencari informasi tentang orang yang memiliki kekuatan yang bisa merubah mata.
Dari 24 orang itu,mereka kemudian berpencar. Ada yang ke singapura, Indonesia,Filipina.Bos besar mereka bernama Zue Lin Fang Qing. Salah satu dari mereka ada yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Zue Lin Fang Qibg.
Zue Lin Fang Qing memiliki keturunan, semuanya seperti manusia normal biasa, tak memiliki kekuatan mata pelangi. Sebab kekuatan mata pelanginya di dapat secara ilmu hitam. Sehingga keturunannya tak memiliki mata pelangi.
----***----
Di sebuah tempat di sekitar pegunungan yang ada di negara China yang jauh dari kota.Jika ke desa terdekat butuh waktu 6 jam perjalanan.Menggunakan perahu dan berjalan kaki.
Terdapat sebuah desa terpencil yang hanya di diami 10 kepala keluarga.Medan yang di lalui untuk menuju desa itu sangat susah sekali. Butuh keberanian untuk pergi kesana. Mereka semua mempunyai hubungan keluarga.
Masyarakat di desa itu meskipun jauh dari desa tetangga,mereka sangat bahagia sekali.
Nampak seorang gadis cantik bersama beberapa gadis yang sebaya sedang berburu menggunakan busur panah.Ada juga beberapa pemuda yang sedang mencari ikan.
Meskipun mereka jauh dari desa yang lain,mereka tidaklah bodoh,sebab di desanya banyak berbagai macam buku pengetahuan. 2 orang dari desa itu di tugaskan untuk mencari informasi,balajar,dan membeli sesuatu untuk keperluan di desanya. Mereka sangat patuh pada peraturan yang di buat di desa tersebut. 2 orang itu lantas mengajarkan ilmu yang mereka dapat saat merantau kepada warga desa itu.Serta ada beberapa orang yang berjaga di sekitar desa itu dari orang luar.
Nampak 2 gadis menarik tali busurnya,karena melihat target yang berupa seekor Rusa.Lalu melepaskan anak panah.
Wuuuuuuuusst..... 2 anak panah melesat dengan cepat tanpa suara.
Jleb..... anak panah itu menancap tepat di tubuh Rusa.
Rusa itu ambruk terkena 2 anak panah.
Mereka kemudian mendatangi Rusa tersebut.
"Xou We... Panggil yang lain,karena hari sudah mau sore,kita harus pulang." ucap salah satu gadis pada temannya.
"Baik..." ucap Xou We.
****
Sementara itu di desa terpencil.
Rumah - rumah di desa itu terbuat dari bahan alam berupa bebatuan yang di tumpuk lalu perekatnya menggunakan tanah liat. Atapnya dari dedaunan.
Dari 7 rumah yang ada di desa itu,ada seorang pria yang duduk menikmati teh hangat di teras rumah.Usianya tak lagi muda,dilihat dari rambutnya yang sudah memutih semua. Meskipun begitu,fisiknya masih kuat. Bahkan untuk mengangkat beban 50 Kg masih sanggup.
Meskipun desa itu sangat jauh dari desa lain,mereka tak ketinggalan zaman,ada beberapa alat elektronik di rumah tersebut. Listriknya dari Panel tenaga surya ,dan juga ada yang dari tenaga air terjun yang tak jauh dari desa tersebut.
Pria itu orang yang paling tua di antara warga desa tersebut,dan menjadi Tetua di desa itu.Pria itu awalnya hanya hidup berdua saja dengan adik sepupunya yang seorang wanita. Karena selalu bersama,tumbuh benih - benih cinta,saat itu mereka dalam melarikan diri dari kejaran penjahat yang mengejar dirinya serta keluarganya.
Saat itu mereka masih anak -anak,si pria berumur 12 tahun,sedangkan wanitanya berumur 7 tahun.Mereka sedang mencari ikan di sungai,lalu ketika sampai di rumah selesai mencari ikan,desa mereka habis di serang,rumahnya tak luput dari serangan itu,laku mereka melarikan diri,agar tak di kejar. Sebelum itu mereka membuka kotak penyimpan yang di simpan di dalam bawah tanah. Berupa peta harta karun.
Beruntungnya peti itu tak di ketahui musuh. Pria itu lantas mengambil peta yang terbuat dari kulit hewan,lalu beberapa uang koin dan buku tanaman obat - obatan.
Setelah itu mereka pergi meninggalkan desa tersebut.
__ADS_1